Second Life ( Chapter 2 )

image

Title : Second Life
Author : Flawless Jung
Main Cast : Jessica Jung x Kris Wu Yi Fan
Genre : Life, Married life
Rate : PG 15
Length : Series
Diclaimer : FF ini hanya meminjam nama dari setiap pemeran. Cerita beserta isinya adalah milik author.

Sama seperti hari-hari sebelumnya, Kris menjalani harinya dengan Jessica dan keluarga barunya. Aneh memang berada diantara orang0orang yang asing baginya, tapi ada satu yang ia temui disini, cinta.
Naïf memang jika ia mengatakan bahwa ia penasaran dengan masa lalunya. Ia masih juga mempertanyakan siapa dirinya pada dahulunya. Dan bagaimana ia bias berada disini. Semua itu bagaikan labirin besar dengan teka teki disepanjang tembok tebal yang menjulang tinggi.
Kris mengusap pelan wajahnya. Ia baru saja bangun dari tidur siangnya. Pemandangan yang pertama kali dijumpai oleh irisnya ada sosok wanita bersurai coklat yang bergelombang sedang duduk di tepian ranjangnya sambil memperhatikannyan .
Mata mereka bertemu dengan diiringi seulas senyum yang terbingkai diwajah Jessica. Bagaikan magnet, kris turut tersenyum karena pemandangan yang Jessica tawarkan padanya.
“maaf mengganggu tidurmu.” Sesal Jessica dengan wajah yang dibuat sedikit menyesal.
“tidak. Sama sekali tidak.” Balas pria berambut pirang itu.
Kris kemudian membalikkan tubuhnya , menggulingkannya sedikit mendekati arah Jessica yang sedang duduk. Dengan gerakan kecil, kepalanya sekarang sudah berada dipangkuan Jessica. Dengan perlahan ia kembali memejamkan matanya. Dia tidak berusaha untuk kembali tidur, ia hanya sedang melakukan hobi barunya, bermanja kepada istri cantinya.
Wanita dengan rambut gelombang yang biasa dipanggil Jessi itu menangkup kedua tangannya tepat diatas wajah sang suami yang tertidur. Mencoba melindunginya dari gangguan silauan cahaya matahari yang mencoba masuk melalui celah ventilasi kamar mereka.
Terkadang Kris jahil meniup tangan Jessi dengan mulutnya. Dan Jessica hanya terkekeh kecil melihat kelakuan kekanakan suami giant-nya .
Ditengah kegiatan mereka, Kris tiba-tiba mengerutkan keningnya dengan keras. Matanya seolah dipaksakan untuk terperjam karena menghasilkan kerutan yang tercetak jelas di setiap sudut mata besarnya yang tertutup. Melihat kondisi sang suami, Jessica mulai panic. Ditambah Kris sekarang memegang kepalanya kuat-kuat. Seakan takut benda itu akan lepas dari tempatnya.
“sa..kit..” hanya itu yang keluar dari bibir Kris. Jessica panic tapi ia tidak tau harus bagaimana. Ia hanya mencoba untuk menyamankan Kris dengan terus membantunya dengan mengelus puncak kepalanya, dia tau hal itu tidak akan membantu banyak, tetapi hanya itu yang bias ia lakukan saat ini.
Tak lama, kerutannya mengendur. Keadaan balik seperti semula, tetapi Kris tampak terengah-engah, seakan ia baru saja lari sejauh ratusan kilometre. Matanya perlahan terbuka dan mendapati sosok istrinya yang tengah menunggunya dengan wajah pusat pasi. Tak banyak yang diucapkan Jessica, wajahnya menunjukkan lebih banyak kata-kata dari yang mulutnya bias ucapkan.
“aku.. kepala ini sakit sekali” Kris mengeluh dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Jessica yang masih terlihat sangat panic mencoba untuk menenangkan sang suami.
“dimana yang sakit? Apa kau perlu sesuatu?” tersirat sekali rasa panic yang bergetar dari suara Jessica. Ia terlalu panic saat ini.
“aku tidak tau. Aku hanya merasakan kepalaku terasa akan lepas.”Jelasnya. Tuturannya semakin membuat Jessica panic. Ia cemas akan keadaan suaminya yang terkesan sangat kesakitan.
“aku..aku harus bagaimana?” tanpa terasa butiran bening tumpah begitu saja. Satu diantara mereka jatuh tepat mengenai pipi Kris yang tengah menatapnya. Menyadari sesuatu baru saja menyentuh kulit pipinya, Kris mendudukkan tubuhnya dan menangkupkan kedua telapak tangannya pada kedua belah pipi sang istri.
“tenanglah. Aku tidak apa apa. Lihat sayang! Aku sehat. Mungkin hanya sakit kepala biasa” hibur Kris. Ia tau bahwa yang dialaminya bukan sakit kepala sembarangan. Tapi sekarang ia hanya butuh kata manis untuk menenangkan Jessica.
“tidak Kris. Kau tampak sangat kesakitan. Dan bodohnya, aku tidak melakukan apa-apa. Maafkan aku. Maaf..” Jessica berulang kali meminta maafseperti kejadian barusan adalah salahnya.
“jess..”
“maaf Kris. Seharusnya aku mengambilkan obat untukmu. Atau setidaknya aku mengosokkan minyak padamu. Tapi aku hanya menonton. Aku bodoh, maafkan kebodohan ku..”
“tenanglah Jess..”
“aku tidak bias memaafkan diriku jika sesuatu terjadi padamu. Jangan tinggalkan aku. Jangan Kris. Aku tidak bias hidup tanpamu.. maafkan aku..” Jessica hanya mampu mengucap maaf pada setiap deraian air matanya. Ia seperti kehilangan sosoknya yang anggun dan tenang. Ia mendadak histeris. Meminta maaf atas sesuatu yang tidak pernah dilakukannya.
Kris yang sudah tidak tahan dengan hysteria Jessica akhirnya meraih tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Telapak tangannya yang luas mendekap erat tubuh sang istri. Jessica yang menangis histeris mulai tenang dengan irama jantung Kris. Ia merasakan sesuatu yang lain saat mendengar detakan jantung Kris yang teratur. Seakan seperti melodi pengantar tidur untuknya.
“dengar sayang, aku tidak akan meninggalkanmu. Tidak akan pernah. Jadi berhenti berpikiran seperti tadi. Aku tidak suka.” Kata Kris, atau lebih tepatnya Kris sedang mengancam istrinya.
“aku mencintaimu Kris..” ucap Jessica disela tangis yang tinggal sesegukan itu.
“aku juga Jess. Percayalah. Aku mencintaimu..”

Tidak ada yang berubah sejak kejadian tempo hari. Jessica dan Kris malah semakin memperhatikan satu sama lain. Dimana ada Kris, disitulah ada Jessica. Keduanya tampak selalu bahagia. Walaupun Kris masih seringkali bertanya bagaimana masalalunya.
Sepertinya hari ini keduanya memutuskan untuk menghabiskan salah satu hari kebersamaan mereka dengan pergi piknik kesebuah taman didekat ladang jagung milik keluarga Choi. Keduanya memutuskan untuk piknik setelah mendengar tawaran Mr.Choi yang sedang mengadakan musim panen jagung. Ia akan membagikannya pada siapapun yang piknik keladangnya. Setidaknya, kehadiran arga dapat menghalau para hama palawija.
Kris membentangkan selembar kain yang akan mereka gunakan sebagai alas. Sedangkan Jessica sibuk memilah peralatan piknik. Hari ini ia membuat kimbab isi daging kepiting kesukaan Kris. Ia juga menyiapkan anggur favorit mereka. Tak butuh waktu lama untuk membuat tempat itu nyaman bagi mereka.
Duduk berduaan dibawah terik matahari yang malu-malu dibalik peohonan yang sejuk dan disertai kicauan burung adalah hal yang paling disenangi Jessica. Ia begitu menyukai keadaan yang tenang seperti ini.
“suap..” pinta atau lebih tepatnya titah Kris.
Jessica menggeleng sambil tersenyum kecil akan kelakuan Kris yang bias tiba-tiba merengek manja padanya. Padahal tampang tegas dan dinginnya sangat tidak cocok untuknya bersikap manja dan kekanakan. Tapi entah mengapa Jessica sangat menyukainya.
Beberapa potong kimbab meluncur mulus ke mulut Kris dengan bantuan sumpit yang dipakai Jessica. Keduanya lebih banyak diam, bukan karena mereka bosan, tapi lebih karena keduanya bahkan lebih memahami dengan keadaan seperti ini.
Tes..
Sebuah bercak merah jatuh dan mengenai gaun putih polos milik Jessica. Kris yang saat itu sedang memperhatikan Jessica langsung beranjak panic kearah istrinya. Tangannya dengan sigap menggapai beberapa lembar tissue dan meletakkan pada ujung hidung istrinya.
“kau mimisan. Pasti belakangan ini kau terlalu capek..” kata Kris perhatian.
Jessica yang sama kagetnya dengan mimisan yang baru saja dialaminya hanya memandang gaunnya yang tedapat bercak darah. Sekarang gaunnya sudah ternoda, dan tak putih lagi. Ia diam saja pada posisi begitu, membiarkan Kris menopang tissunya.
“Sebaiknya kita pulang sebelum sore. Makan dan lalu istirahatlah. Kau sudah bekerja keras sayang” ucap Kris lagi. Jessica hanya mengangguk mengiyakan. Kris sebenarnya panic, tapi logika memaksanya untuk berpikir jernih. Jessica belum pernah mimisan. Ini pertama kalinya ia melihat wanita ini mengeluarkan darah cukup deras dari alat pernapasannya itu.
Wajah cantiknya masih terlihat jelas walaupun pusatnya wajahnya tak bias ditutupi. Kris mencoba menahan darah yang terus mengalir dengan menggantinya dengan beberapa tissue yang baru. Dan darahnya baru berhenti setelah 10 menit lamanya. Jessica semakin terlihat lemas dengan keadaan kekurangan darah.
Dengan sebuah titah Jessica bangkit dari duduknya dan membiarkan Kris yang menyusun kembali alat pikniknya. Hari yang harusnya berjalan indah kembali terganggu. Jessica memandang sedih kearah punggung lelaki yang sedang mengemasi kotak bekal yang berisi kimbab yang tadi ia buat.
“maafkan aku..” ucapnya lirih.
“ini bukan salahmu Jess.. “ balas Kris lembut sambil tetap membereskan peralatan pikniknya.
“maaf Kris.. piknik kita.. ma-maaf..” terdengar jeda pada ucapannya dan Kris kemudian menyadari bahwa Jessica menangis. Tubuhnya lalu bangkit, menyamakan tinggi tubuhnya dengan sang istri. Dengan satu sentakan, ia menarik belakang leher istrinya dan kemudian mendaratkan bibirnya pada bibir istrinya. Kecupan lembut yang didasari ketulusan.
“berhenti meminta maaf pada hal yang bukan salahmu Jess..” katanya setelah kecupan mereka terlepas. Jessica memandang Kris dengan tatapan tajam yang berair. Ia mencoba mencari celah dimana Kris bias di jatuhkan. Tapi celah itu tak ditemuinya. Kris tulus padanya. Tentang perasaanya, dan tentang cintanya.
Mereka bertatapan cukup lama hingga sebuah kecupan hadir lagi diantara mereka. Kini lebih lama. Kris mencoba menyamankan posisi Jessica. Ia tidak ingin menyakiti barang seincipun dari Jessica. Jessica terlalu berharga untuknya, karena hanya Jessica yang ia miliki, didunia sini.

TBC
Haihaiii.. chapter kedua rilis! Berterimakasihlah pada hari libur yang membuatku tidak ada jadwal kerja dan kuliah sehingga bias update FF lebih cepat. Kekekeke..
Dan ini chapter keduanya bagaimana? Masih ada typo dan author males ngedit :p . maklumin aja ya readers tersayang. ^^
Nah, chapter ketiganya akan rilis sabtu kalo author ga diapelin abang Kris yaa. Hahahahaha
Jangan lupa komentar dan likenya ! ^^

30 thoughts on “Second Life ( Chapter 2 )

  1. Jd penasaran apa yg terjadi ama kris yah soalnya kris ga tau masa lalunya seperti amnesia..
    Kenapa kris bisa merasakan sakit kepala? Punya penyakitkah?
    Kenapa jessica juga bisa mimisan? Apa punya penyakit jg atau terlalu kecapean?

    D tunggu kelanjutannya…

  2. gk nyangka next chafternya cpet dirilis, gomawo thor, q suka bget sm crita ni, rasa pnsrannya gk habus2, sblum trungkap hal sbnarnya, dr kjadian diatas q byak myimpulkn tp tdk brani mndiskripsikan, jdi hya dpt mnggu sbnarny apa yg trjadi sm 2 anak mnusia ni, atau bukan mnusia, pnsran alam mreka,hdup mreka srta kluarga mreka…ditggu thor chap slnjutnya…

  3. So sweet banget sih KrisSica disini🙂

    Kris oppa kenapa tiba2 jadi sakit kepala gitu, dan Sica eonni kenapa jadi mimisan…

    Ceritanya benar2 bikin penasaran ditunggu kelanjutanya…

  4. Wah Kris knpa tuh sma kepala nya ? Apa mngkin Kris lupa ingatan trus kepala nya tiba” sakit dan inget smua nya ? Ah bnyk bnget pertanyaan nya .
    Dan knpa juga sma Ice Princess yg satu ini ? Knpa tiba” mimisan ? Selalu merasa bersalah – ___ –
    Faighting thor buat lanjut’n ff nya🙂

  5. Jangankan kris,aku aja penasaran sama masa lalu dia kok -.-sama setting tempatnya sih..haha
    Kris nya kenapa?kesakitan gitu..jess unn juga cute,gampang ngerasa bersalah..kris selalu manja,😍 itu jess unn kenapa?parno sendiri kan -.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s