Gift ( Chapter 1 )

gift

Title                       : Gift

Author                  : Flawless Jung

Main Cast            : Kris Wu ; Jessica Jung

Genre                   : Life ; Romance

Length                  : Chapter

Rate                       : PG 15

Disclaimer           : I just own the story and plot. The cast belongs to their self.

Note                      : This is Krissica fanfiction. If you don’t like this pair, just leave this page. And for the readers, please “pay” author hardwork by comment and like this story. Lets respect each other. ILY my readers /heartheart/❤

Summary             : i will always wait and wait, until the fate bring us to each other.

                Pria tinggi bersurai pirang itu mendudukkan badannya pada sebuah bangku ditaman tempat ia dirawat. Ya, dia Kris Wu. Pria yang baru sadar dari komanya selama empat bulan. Ini sudah menginjak minggu ketiganya pasca ia sadar, tapi ia masih berada di rumah sakit ini karena ada beberapa hal yang mengikatnya. Salah satu Jessica Jung.

Jangan berpikiran bahwa Jessica Jung, istrinya dari alam baka itu menghantuinya dirumah sakit ini. Tidak, tidak sama sekali. Ia hanya sering bahkan sangat sering mengingaukan Jessica, hingga tubuhnya lambat pulih. Sangat disayangkan, tetapi keluarga tetap maklum dengan keadaannya.

Kegiatan mengunjungi taman setiap siang menjelang sore adalah kegiatan favoritnya. Ia lebih memilih untuk melihat hamparan pemandangan hijau yang menggodanya daripada berada dalam ruangan serba putih yang pengap dengan bau obat-obatan.

“agashi, sudah waktunya untuk cek rutin.” Tegur seorang suster yang bername tag Jin Ri Choi. Kris hanya terdiam lalu mengangguk kepalanya. Dengan sedikit terpaksa ia mengangkat badannya mengikuti arah yang di bawakan sang suster.

Disebuah pintu yang bertuliskan DR. Lu Han Xi ia terdiam. Ia sudah sangat hapal wajah sang dokter karena ia bertemu dengan dokter ini sehari bisa hingga tiga kali. Terkadang ia juga jengah berada dirumah sakit ini. Tapi keadaan tubuhnya memaksanya untuk tinggal.

Sang suster itupun membukakan pintu dan mempersilakan ia masuk. Didalamnya ia sudah bisa menebaknya. Dokter yang seumuran dengannya itu akan menatapnya tersenyum lalu melakukan cek rutin seperti biasa, lalu menyarankan dirinya supaya tetap rileks dan istirahat cukup. Kalimat-kalimat yang terlontar pada setiap kegiatan rutin ini sudah seperti mantra yang diingat di luar kepala oleh Kris.

“terima kasih Jinri.” Kata dokter muda itu. Sang suster hanya mengangguk sembari tersenyum lalu meninggalkan ruangan. Sekarang tinggal Kris dan Luhan.

“duduklah Kris.” Katanya lagi. Kris langsung menarik sebuah kursi didepan Luhan dan mendudukinya dengan malas. Ia sudah sangat bosan mendengarkan kalimat yang sama selama 3 minggu ini.

“fisikmu sehat dengan cepat Kris, luka dan retak dikepalamu sudah mulai kering pasca operasi.” Kata Luhan sambil memperlihatkan senyum terbaiknya. Kris yang melihat senyumannya hanya bisa memasang wajah dinginnya. Ini bukan maunya, tetapi ia memang dilahirkan dengan tampang dingin seperti ini.

“kau butuh istirahat supaya mentalmu bisa rileks. Dan dengan begitu akan mempercepat kesembuhan totalmu. Kau tidak merindukan rumahmu?” Tanya dokter muda itu lagi.

“aku juga ingin pulang jika aku bisa.” Balas Kris seadanya. Ia tau Luhan sudah sangat baik, tetapi bukan maunya juga untuk bersikap seolah tidak menghargainya, tapi ia tidak bisa memikirkan kalimat yang lebih tepat untuk membalas pertanyaan Luhan.

“segeralah sembuh. Semua orang mengharapkan itu Kris. Nah, kau bisa kembali keruanganmu, aku akan menuliskan perkembanganmu untuk keluargamu. Mereka akan senang mengetahui putra tampan mereka akan sembuh cepat.” Kata Luhan lagi.

“baiklah, terimakasih.” Balas Kris berusaha seseopan mungkin sambil membungkukkan badannya sedikit lalu bergerak menuju pintu keluar.

BUKK..!

Bahunya baru saja menabrak seseorang yang berpas pas an dengannya yang akan keluar. Wanita dengan rambut lurus kecoklatan. Wanita itu hanya membungkukkan badannya sebagai tanda permohonan maaf.

“mian agashi..” katanya.

“gwenchana..” balas Kris lalu berlalu menuju kamar rawatnya.

Luhan menaikkan alis matanya saat ia mendengar pintunya terbuka tanpa ketukan. Tanpa ia Tanya, ia sudah tau siapa yang memasuki ruangannya tanpa izin. Siapa lagi kalau bukan tunangannya?

“setidaknya ketuklah pintu dulu Jess..” kata Luhan pada wanita bersurai indah itu.

“huh, kau selalu saja mengomel karena ini” balas wanita itu sambil emajukan bibirnya beberapa senti.

“bagaimana jika aku sedang memeriksa pasien pria yang tengah telanjang bulat. Apakah kau tidak akan malu?”

“aku sudah sering melihatnya di buku pelajaran SMAku.” Jawab wanita itu cuek.

“yah, Jessica Jung!” geram Luhan pada sang tunangannya.

Wanita yang diteriakkan namanya secara tertahan itu menatap kesal pria cantik didepannya. “jangan meneriakiku Lu Han Xi!” balas Jessica sambil berteriak balik.

“jangan bersikap seenaknya. Aku tau rumah sakit ini milik keluargamu, tapi bukan berarti kau bisa seenaknya keluar masuk ruanganku. Mengerti ?” jelas Luhan lagi, kali ini ia berusaha agar lebih lembut, bagaimana pun, ia sangat menghormati Jung Yonghwa, direktur rumah sakit ini. Jung Yonghwa, orang tua Jessica adalah penyumbang terbesar masa depannya. Luhan yang awalnya hanya magang pada rumah sakit itu akhirnya dibiayai kuliah oleh orang tua Jessica karena melihat Luhan memiliki skill yang lebih sebatas magang. Dan akhirnya hingga kejenjang ini, ia diberi kepercayaan pada posisinya sekarang. Dokter spesialis syaraf.

Jessica kembali mendengus kesal lalu melipat kedua tangannya didepan dada. “jika bukan perintah ayah, aku juga tidak ingin kemari.” Balasnya.

“kau hanya perlu menolaknya kalau begitu” balas Luhan lagi.

“bisa saja jika ia tidak mengancam akan menarik semua kartu kreditku.” Balas Jessica cepat.

Kini giliran Luhan yang mendengus. “yaya.. baiklah, sekarang apa yang diperintahkan ayahmu?”

“ayah mengundangmu makan malam, besok dirumah. Pukul 7 malam. Kau tidak ada jadwal praktek kan besok?” Tanya Jessica.

“hanya itu? Mengapa tidak menelfon saja?” kening Luhan berkerut memikirkan alasan Jessica menemuinya.

“sudah kukatakan, ini perintah. Aku juga lebih memilih untuk tidur daripada makan malam denganmu besok. Sudahlah, jawab saja. Aku butuh jawabannya sekarang, aku tidak ingin ayah terus-terusan menerorku.” Sungut Jessica. Ia sudah tidak betah diruangan Luhan yang menurutnya beracun ini. Segala jenis bau obat bercampur didalamnya. Jessica seringkali mual dan tak betah.

“baik baik. Aku akan kerumah besok. Nah sekarang, silahkan pulang dengan hati hati nona besar.” Balas Luhan sambil berusaha melucu. Jessica yang memang sudah sangat ingin angkat kaki bergegas langsung meninggalkan ruangan.

“jangan telat. Aku tak ingin ditanyakan terus oleh ayah.” Teriaknya sebelum benar-benar meninggalkan ruangan.

“yaya. baiklah calon istriku, hati hati dijalan!”

“ya ! jangan berharap lebih !” teriak Jessica dari depan pintu. Luhan hanya terkikik geli mendengarnya lalu menggelengkan pelan kepalanya. “hubungan ini terlalu rumit” dimbuhnya pelan.

Jessica melangkahkan kakinya menuju kafetaria rumah sakit. Ia menginginkan segelas tiramisu untuk mendinginkan kepalanya. Setiap bertemu tunangannya, ia selalu saja emosi dan berakhir pada kafetaria ini.

“selamat sore nona, seperti biasa?” tawar penjaga kafetaria yang bername tag Myungsoo. Semua karyawan disini sudah sangat hapal keinginan Jessica. Well, Jessica tidak jahat atau keji atau nona besar yang selalu menginjak bawahannya mengingat ialah putri sulung pemilik rumah sakit ini, Jessica hanya sering terlihat dingin karena ekspresinya. Tak jarang orang yang baru mengenalnya mencapnya sebagai orang sombong.

“yah.. seperti biasa. Dan aku ingin sandwich satu porsi.” Kata Jessica.

“without cucumber, right?” kata Myungsoo lagi.

“100 point for you, Myungie.” Balas Jessica sambil tersenyum. Bagi karyawan disini, Jessica sangat cantik jika tersenyum, hanya saja ia jarang melakukannya. Senyumnya menjadi favorit setiap orang yang menatapnya.

“baiklah nona totalnya 8800 won, silahkan tunggu disebelah sini.”

“ini. Dan kembaliannya simpan saja” balas Jessica sambil menggeserkan tubuhnya kearah bagian kiri.

“thanks pretty! Nah untuk berikutnya silakan agashi. Ingin pesan apa?” Tanya Myungsoo pada pris di belakang Jessica.

“Americano. Tambahkan sedikit gula. Sedikit saja.” Kata pria itu.

“baiklah. Totalnya 2500 won.”

Pria tinggi itu meraih sakunya. Pandangan berubah kalut. Ia meraba setiap bagian kantong dan sakunya, tapi ia tidak menemukan barang yang ia cari. Sial, dompetnya hilang!

“maaf, bisakah kau menunggu sebentar. Kurasa dompetku jatuh disembarang tempat.” Katanya cepat dengan intonasi panic. Jessica menatap pria disampingnya lalu meraih dompetnya.

“myungie, ini. Agassi, anggap saja aku mentraktirmu.” Kata Jessica sambil menyerahkan 2 lembah uang 1000 dan selembar uang 500 won kepada Myungsoo.

“ah maaf merepotkanmu.” Kata pria itu cepat. Ia langsung berbalik menatap wanita yang membantunya itu. Matanya terbelalak besar seaakan isinya akan meloncat keluar. Mulutnya pun terbuka membentuk huruf O. dan tampangnya bisa dikatakan seperti orang bodoh.

Jessica yang melihat ekspresi pria itu menjadi ngeri dan geli sendiri. Ia mencoba tidak terlihat takut apalagi tertawa. Ia hanya memperlihatkan senyum indahnya kepada pria didepannya.

“Jes..Jessica Jung!” panggil pria itu hamper berteriak.

“ah ya? Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Err.. tuan Kris.. Kris Wu Yi Fan?” kata Jessica pelan sambil mengeja name tag yang dikenakan pria itu. Yah, pria didepannya adalah Kris.

TO BE CONTINUE

 

NAH! CHAPTER 1 UDAH KELAR. HAHAHAHAHAHA /KETAWA/

Ini sekuel dari Second Life yakk ! nahh.. bagi yang belum baca silahkan baca dulu, cari aja dari tag author @flw_phingg

dan apa kabar kalian para gorjess dan exotic? sebenarnya hari ini author officially 22th (umur chinese) , dan hey say HAPPY BIRTHDAY TO ME please. hahaha ;p

ga perlu kado kok, cukup like dan comment fanfict ini. ^^

dan maaf untuk typo disana sini yaa. maklumin aja. hahaha

sampai jumpa di chapter selanjutnya ! ^^

41 thoughts on “Gift ( Chapter 1 )

  1. eon, mian bru muncul >,< Udh ad sequel nya trnyata! Hm, sica kok bisa tunangan sm luhan yah? bertengkar mulu pula -_- kris segitu kagetnya, wkwk😄 Nah, gmn dong? bingung kan kris? dtunggu lnjutn'a! saengil chukkae ne~^^ smoga sehat slalu eon

  2. HBD author!mian telat ngucapinnya.yeheeetttt ada sequelnya.sica eon masih hidup yak?kaget dah.trus yg di mimpi kris siapa?sica eon ada banyak ternyata dgn nama mirip & wajah yg mirip sehingga kris mengenalinya,tp kok sica eon ga inget?next chap KEEP WRITING!!

  3. aduhh ternyata squel yg gue tunggu” dah ada toh..sorry telat baca gue thor..

    knapa sica tunangan ama luhan ya..
    lanjut dah..

  4. Hoho maaf baru baca😀 aku lama ga Internet -_- kayak semacam males gitu -o-
    Oke aku sebenarnya nunggu sekuel nya second life ^^ eh udah keluar lama ternyata -_- maaf kan saya *sungkem*
    Ini ceritanya jessie reinkarnasi gitu? Apa iya? Luhan O_O jadi tunangan jessie ? Kok rumit ya? Sepertinya seru?
    Okelah saya meskipun telat banget malah banget aku ucapkan HAPPY BIRTH DAY ^^

  5. wahh seru nih😀 itu sica lupa ingat ya eonn??😮 wahh sica dijodohin ya itu sama luhan.. keren deh critanya .. sepertinya kisah cnta yg rumit😮 hwaiting eonn😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s