[Freelance] (A) (Oneshoot)

A

Title                 : A

Author             : Violet Park

Rating                         : PG-13

Length             : Oneshoot

Genre              : Friendship, A little Romance (?)

Main Cast        :

–          Jung Jessica

–          Byun Baekhyun

Support Cast   :

–          Kim Taeyeon

–          Tiffany Hwang

–          Kwon Yuri

Disclamair       : This story is just my imagination. Enjoy the story+pairing. Hope you like this short fan fiction  ^^

=A For Annyeong=

Beberapa lembar kertas tampak menumpuk di pangkuan seorang yeoja yang duduk di tepian bangku kecoklatan tersebut. Yeoja tersebut terus memfokuskan matanya pada lembaran kertas yang berada di pangkuannya hingga dua orang yeoja yang seumuran dengannya mendekatinya.

“Jessie~” Teriak salah satu yeoja yang mengenakan jaket dan aksesoris serba pink itu dengan cukup kencang membuat yeoja yang sedang duduk di bangku kecoklatan tersebut menghentikan aktivitasnya membaca kertas putih yang sedang dipegangnya saat ini.

“Fany-ah, Taeyeon-ah, Annyeong” sapanya riang sambil sedikit membenarkan beberapa tumpukan buku yang terletak di samping tempatnya duduk, mencoba memberikan beberapa ruang yang cukup untuk kedua temannya itu.

Dengan sigap kedua yeoja tadipun mendudukkan tubuh mereka di samping yeoja barusan dan meletakkan tas yang mereka bawa di samping mereka.

“Aish Sica kau ini selalu saja membawa banyak buku di setiap tes, apa kau tidak lelah membawa mereka semua?” tunjuk salah seorang yeoja lain yang memakai jam tangan sporty berwarna biru muda tersebut sembari meminum air putih yang sedari tadi dibawanya.

Merasa pertanyaan itu mengenai dirinya, yeoja yang bernama Jessica itu menurunkan kembali kertas yang baru dibacanya.

Yeoja itupun menolehkan pandangannya ke tumpukan buku yang berada di sampingnya tersebut.

“Aniyo, mengapa harus lelah? Itu hanya beberapa buku Yeon-ah” balas Jessica enteng yang membuat kedua yeoja di sampingnya membelalakkan matanya lebar.

“Hanya beberapa buku katamu?” teriak salah satu yeoja yang lain membuat Jessica sedikit menutup telinganya yang berharga itu.

“Yang benar saja Sica-ya, itu cukup berat untuk ukuran seorang siswi normal” heran Tiffany sambil menatap ngeri tumpukan buku-buku tebal milik yeoja bernama Jessica itu.

“Ah, benarkah?” tanya Jessica membalas ucapan Tiffany.

Mata yeoja itu membulat polos, padahal menurutnya ini adalah buku-buku yang memang akan berguna untuknya nanti dalam menjalani ujian sekolah pada hari ini.

“Nde, lihat saja map file-file itu bahkan tak mampu menampung muatan berupa buku-buku tebal itu, dan lagi tasmu itu…. Seperti akan memuntahkan segala macam barang yang ada di dalamnya. Apa saja yang kau masukkan di dalam tasmu itu Sica-ya? Kondisi tasmu sangat mengerikan!” histeris Tiffany yang sibuk membanding-bandingkan barang-barang dan tas milik Jessica dengan miliknya maupun milik Taeyeon.

Bahkan yeoja itu menarik kesimpulan bahwa perbandingan keduanya mungkin bisa dikatakan rasio 1 dibanding 4.

Bisakah kalian bayangkan?

“Ya ya aku mengaku kalah” balas Jessica yang diberi tanggapan senyuman lebar Tiffany.

Hening sejenak.

Taeyeon yang mengerti tabiat Jessica saat sedang belajar hanya diam dan mengajak Tiffany berbicara mengenai beberapa hal membiarkan Jessica terkubur dalam bacaan yang sudah merebut penuh kendali mata yeoja tersebut saat ini.

Beberapa detik kemudian, Taeyeon yang mendengar suara tutupan(?) buku oleh Jessica langsung menyenggol lengan Tiffany memberi kode bahwa teman mereka sudah selesai dengan urusannya.

Dan….

Senyum mengembang dengan cepat di wajah yeoja cantik bernama Jessica saat ini, menandakan sifat Jessica jika jauh dari buku-buku.

“Yul-ah!” sapa Jessica ramah sambil melambaikan tangannya kepada seorang yeoja berkulit cukup gelap yang sedang berjalan menuju kea rah mereka.

“Ya! Sica-ya!” teriak Yuri membalas sapaan Jessica.

Sedetik kemudian Yuri mengecurutkan bibirnya begitu melihat bangku yang diduduki sahabatnya sudah penuh oleh dua yeoja yang juga dikenalnya. Si Duo TaeNy.

“Yul-ah jangan salahkan mereka jika tempat dudukmu terambil alih, kau sih datang terlambat” gerutu Jessica sambil menunjuk sebuah bangku yang berada di seberang bangkunya dan TaeNy saat ini.

“Arasseo baiklah, kalau begitu aku akan belajar saja untuk ujian nanti huaaa malasnya~” ucap Yuri malas namun walaupun berkata demikian, Jessica melihat sekilas bahwa Yuri kini sudah focus pada buku berwarna merah yang dipegang oleh yeoja itu.

“Aish dasar kebiasaan” desis Jessica kecil melihat tingkah Yuri yang berbeda 180 derajat dari ucapan yeoja tersebut barusan.

Taeyeon dan Tiffany yang masih mengobrol dengan asyiknya membuat Jessica mau tidak mau hanya mendengarkan pembicaraan kedua yeoja tersebut.

Ia sesekali mengedarkan pandangannya melihat beberapa murid satu sekolahnya berseliweran di sekitar mereka.

Karena merasa sedikit diabaikan oleh ketiga yeoja di sekitarnya, Jessicapun menyapa beberapa ah bukan beberapa namun banyak murid yang dikenalnya yang sedag lewat disekitar lokasi dirinya dan ketiga teman perempuannya itu.

Setidaknya hanya kegiatan kecil itulah yang bisa membuat Jessica tidak terlalu bosan untuk menunggu waktu masuk ujian di hari ini.

Hingga sebuah sosok yang cukup familiar dengannya berjalan menuju ke arah tempat Jessica duduk saat ini.

“Saeng-I Annyeong~” salam Jessica ramah sambil tersenyum senang, tak lupa ia melambaikan tangannya cukup kencang karena seseorang yang disapanya cukup jauh dari tempatnya berada.

Merasa ada sebuah suara panggilan yang familiar, seorang namja yang mengenakan kacamata dengan frame hitam yang cukup tebal menengokkan kepalanya ke arah sumber suara alias menengokkan kepalanya ke arah Jessica dan kawan-kawan berada.

Merasa Jessica memanggilnya, namja berkacamata tersebut langsung memberikan senyuman manis kepada salah satu sunbaenya itu.

Jessica yang merasa bahwa sapaannya dibalas oleh hoobae yang ia kenal langsung memberikan semangat kepada namja itu.

“Saengi-I semangat ne ujian nanti FIGHTING!!” ucapnya sambil mengepalkan kedua tangannya, hendak memberikan kepada hoobae yang ia anggap baik dan sopan itu.

Mendengar ucapan Jessica waktu pertama kali menyapa seseorang tersebut, sontak Taeyeon dan Tiffany menengokkan kepalanya kepada sosok yang disapa Jessica dengan riang tersebut.

Walau mungkin hal ini sudah biasa bagi ketiganya namun entah mengapa TaeNy merasakan ada aura yang berbeda entah apa itu.

“OMO!”

Sebuah kata terucap oleh keduanya begitu melihat reaksi dari kedua manusia itu.

Jessica hanya terus melambaikan kedua tangannya hingga hoobae namja tersebut menghilang dari hadapannya.

Yeoja tersebut hanya dapat mengerutkan keningnya heran ketika melihat ekspresi menganga dari kedua temannya itu.

“Ya Chingudeul waeyo?” tanyanya polos sambil melambai-lambaikan tangan kanannya di depan wajah TaeNy.

“What? Ah.. Sica jinjjjjjjaaaaa michyeoseo!!! WOW I can’t believe it, you get the smile from that lovely silent hoobae. OH MYYYY TAEYEON PLEASE HELP ME!!!!” teriak tiffany membuat Jessica sontak memundurkan sedikit tubuhnya sebagai reaksi alami dari teriakan maut sang monster pink tersebut.

Belum cukup dengan teriakan Tiffany tersebut, Jessica malah dikejutkan lagi dengan ulah Taeyeon yang cukup ‘ekstrem’ pada tubuh Jessica.

“Ya sica-ya sejak kapan kau kenal dengan hoobae itu hum? Kau akrab sekali dengannya? Bagaimana kalian bisa berkenalan? Apakah dia sering mengeluarkan senyumnya saat bersamamu?” tanya Taeyeon bertubi-tubi sambil menggoncang-goncangkan tubuh Jessica ke depan dank e belakang.

Jessica yang merasa pusing sekaligus bingung hanya dapat menepuk bahu Tayeon ringan untuk mengingatkan yeoja tersebut bahwa aksinya kali ini cukup keterlaluan.

“Ah mianhae hehe… ayo jawab pertanyaanku tadi bagaimana euhm?” sadar Taeyeon lalu memasang wajah seriousnya dengan didampingi Tiffany yang juga mengeluarkan wajah penasaran ala wartawan gossip.

“Ara ara haish bisakah kalian hentikan wajah ala reporter gossip itu? Menyebalkan!” gerutu Jessica yang dibalas cengiran oleh kedua yeoja di hadapannya.

Terlihat Jessica memikirkan sesuatu, sejenis jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan kedua sahabatnya itu.

“Pertama mungkin beberapa bulan yang lalu. Akrab? Tidak kami hanya sering bertegur sapa saja dan sedikit berbincang-bincang tidak lebih. Sejak ia memasuki ekstra yang sama? Mungkin? Aku sudah lupa. Senyum? Ia hampir selalu tersenyum jika dia sadar aku menyapanya tapi kurasa ia juga sering tersenyum dengan teman-temannya di luar sana. memangnya kenapa? Ada apa dengan namja itu?” jawab Jessica panjang lebar yang kemudian diakhiri dengan pertanyaan karena jarang sekali taeyeon maupun tiffany menanyakan perihal orang yang disapanya.

“OMG, kau yakin Jessie? Ku rasa kalian cukup akrab dilihat dari cara senyum Baekhyun yang sangat lebar tadi. Oh oh jangan-jangan kalian menjalin sebuah hubungan khusus? Namja itu saja jarang tersenyum padaku” kata TaeNy bersamaan.

“Eh? kau yakin? Baekhyun? Siapa dia?”

“Ya Sica-ya, Baekhyun itu nama hoobae namja yang kau sapa tadi, kau tidak tahu namanya?” heran Taeyeon.

“Oh tau sih tapi hanya nama keluarganya saja yang aku tahu, Mr. Byun?”

-A for Annyeong-

“Sica-Sica kata TaeNy kemarin kau mempunyai namjachingu ya? Hikz jahat kenapa kau memperkenalkannya ke mereka dulu sebelum aku?” ucap Yuri esoknya.

Jessica yang tidak mengerti dengan maksud Yuri hanya dapat mengangkat alisnya heran, apa maksud sahabatnya ini? Namjachingu? Sejak kapan ia punya namjachingu?

“Namja yang selalu memberikan senyumnya padamu itu lho Sica~ ah jangan bilang kau lupa?” goda Yuri sambil menggoyangkan lenganya pada lengan sahabatnya itu.

“Nu-”

“Ah annyeong sunbaenim” terdengar suara seorang namja sambil sedikit membungkukkan badannya kepada Jessica dan Yuri.

“Ne annyeong” balas Yuri sambil tersenyum kecil.

“A Byun-saeng Annyeong~ Kau ingin ke perpustakaan lagi?” sapa Jessica ramah membuat Yuri memandang lekat-lekat ekspresi sahabatnya itu dengan namja yang disapanya barusan.

“Ehe nde sunbae, permisi dulu ne Annyeong” sahut namja tersebut sambil tersenyum lebar sebelum menghilang menuju lantai dua yang tangganya tidak jauh dari lokasi berdirinya Jessica dan Yuri.

“Byun? Baekhyun? Itu namja yang dibilang duo TaeNy namjachingumu Sica? jinjjayo? Aah tapi kalian pantas kok senyum namja tadi saja berkilau-kilau seperti aura namja di manga manga aaah dasar kau ini punya namjachingu tidak bilang-bilang padaku huh~” goda Yuri lagi.

“Nde? Ya Yuri dia hanya hoobae kita saja, bukankah tidak sopan jika kita saling tidak menegur sapa atau memberikan senyuman kecil. Ah kau ini” ucap Jessica sambil melangkahkan kakinya menuju lantai dua tempat perpustakaan berada.

“Ya ya Sica tunggu aku! Huft menyebalkan” gerutu Yuri ketika Jessica sudah cukup jauh darinya.

“Ah tapi bagus juga jika Jessica dan Baekhyun bertemu kembali di perpustakaan… kan aku bisa ambil foto mereka jika ada moment hehehe get you Sic” ujar Yuri kecil sambil menepuk kedua tangannya girang dengan ide briliannya itu. Yeoja itupun langsung mengikuti Jessica menuju ke perpustakaan untuk memotret pasangan tersebut jika ada moment yang pas.

-A for Annyeong-

Ok ok this is so… uuhhmm aneh ya? L Maklum otak lagi lancar lancar merayap #nah?😀

Sekian dulu ne, hope you like it. See you in the next fanfic by me J #Full of Love : Violet Park

16 thoughts on “[Freelance] (A) (Oneshoot)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s