[freelance] (things never think) (prolugue)

cover-248

Title                 : Things Never Think

Author             : yulkim98

Rating             : PG-13

Length             : chaptered

Genre              : romance, fluff, angst, sad

Main cast         : Kim Jaejoong

Jessica Jung

Other cast        : Choi Sooyoung

Choi Siwon

<<< YULKIM98 PROUDLY PRESENT >>>

        shit! Rupanya yang pak tua bangka itu katakan benar. Hutan ini memang terlarang”

Bagaikan sebuah ilusi pemuda tampan tersebut berada di sebuah hutan belantara. Dengan tidak berbekalkan apa-apa ia berusaha untuk menemukan jalan keluar. Jalan yang akan membawanya kembali pada pemukiman warga sekitar.

Jang Siwan, salah satu detektif muda kepunyaan korea selatan yang baru saja menerima kelulusannya dari Intelligence Academy of South Korea (IASK) beberapa bulan yang lalu. Namun, meskipun begitu terhitung beberapa kontrak kerja yang sudah ia jalani dan tentu saja diselesaikannya sampai tuntas. Saat ini contohnya ia tengah melakukan permintaan klien barunya, seorang pria paruh baya atau tepatnya seorang pengusaha yang cukup sukses pada bidang yang digelutinya yaitu Shin Woojin. Shin Woojin mengajukan permohonan pada seorang detektif muda untuk menemukan putri tunggalnya yang sudah beberapa hari belakangan ini tidak menampakkan batang hidungnya.

Pemuda tampan tersebut mendongakan kepalanya, menatap sejenak langit cerah dari sela-sela daun yang berasal dari pohon-pohon besar dan tua disekelilingnya. Matahari yang kala itu tengah bersinar dengan teriknya berada disebelah barat dari tempatnya berdiri.

Sesuatu yang mengibarkan sebuah kebanggaan

Kata-kata tersebut adalah salah satu dari clue yang sengaja ditinggalkan si penculik. Biasanya dalam memecahkan kasus-kasus yang lalu, jang siwan akan lebih memilih mengikuti instingnya, daripada petunjuk-petunjuk lain seperti clue yang saat ini tengah terlintas di benaknya. Tak tau apa yang tengah terjadi pada dirinya, yang jelas keberadaannya sekarang pun dikarenakan oleh beberapa clue yang ditujukan untuknya. Itulah insting seorang jang siwan.

Waktu seakan berhenti ketika siwan merasakan semilir angin yang menerpa kulitnya

Sesuatu yang mengibarkan sebuah kebanggaan.

Angin?

Dalam pemikiran kasarnya, kebanggaan yang dimaksud didalam clue adalah bendera, sedangkan sesuatu yang mengibarkan adalah angin. Singkatnya, petunjuk yang dimaksud didalam clue adalah arah mata angin.

“huh, hanya seperti itu kemampuan mereka? Bahkan clue seperti ini dapat dipecahkan oleh anak berumur lima tahun sekali pun. Ini sebuah pelecehan” gerutu lelaki tersebut sambil memasukan kembali secarik kertas kusam kedalam saku celananya

Siwan berjalan dengan yakin mengikuti arah mata angin saat itu, lebih tepatnya sesuai dengan clue yang ia dapatkan.

SRET

Sekelebat bayangan nampak tertangkap oleh ekor mata siwan. Ia menghentikan langkahnya dan semakin menajamkan pendengarannya. Tidak banyak sebenarnya gelombang suara yang dapat ditangkap oleh telinga manusia normal pada umumnya, suara monoton beberapa serangga hutan, kicauan burung yang seakan menggema seperti seseorang yang tengah memberikan pidato didalam aula besar.

“yak! Tidak perlu bersembunyi. Kau tahu? Sejak kecil aku sangat tidak menyukai permainan petak umpet. Menurutku itu adalah permainan terkonyol yang pernah ada” siwan semakin menajamkan kemampuan pendengarannya, ia dapat mendengar suara ranting daun yang baru saja patah, bahkan deru nafas sekalipun, kali ini ia sanggup mendengarnya!

STTT!

TAP!

Sebilah pisau yang terbilang kecil, menancap dengan sempurna pada batang pohon tepat dibelakangnya. Untung saja ia dapat menghindar dengan gerakan yang cepat, sehingga kini ia masih dapat bernafas dengan selamat.

Siwan mencabut pisau yang menancap pada pohon besar dibelakangnya. Dengan gerakan yang sangat cepat ia melemparkan benda tajam itu pada sasarannya yang berada dibalik semak-semak

“arghh” erangan kesakitan pun terdengar

Siwan segera menghampiri seseorang dibalik semak-semak tersebut. Seseorang berpakaian serba hitam yang tengah memegangi bahunya yang terluka. Siwan tercekat melihat orang itu, jantungnya seakan berhenti memompa darah keseluruh tubuhnya.

“kau?!”

“CUT!” teriak sang sutradara, menghentikan skenario syuting yang tengah berjalan “wahh, kau benar-benar luar biasa Kim Jaejoong. Aku memang tak salah memilih engkau sebagai pemeran utama dalam film misteri pertamaku, baiklah syuting selesai sampai disini. Terimakasih atas kerja sama yang telah kalian berikan”

Pemuda bernama Kim Jaejoong itu, hanya menampilkan senyum kecil ketika sang sutradara memujinya barusan. Begitulah ia pribadi yang menginginkan kebebasan, walaupun pada kenyataannya kebebasan tersebut sangat sulit untuk diraih. Miris memang.

 

<<<  T               N      T >>>

KRING

“nah, bagaimana dengan pria berjas abu yang membawa tas kerja itu?” seorang gadis berperawakan jangkung dengan kedua bola mata yang sangat besar, menunjuk pada pria yang saat ini sedang kebingungan mencari meja kosong untuk ditempati.

“emm, sepertinya umurnya berada dipertengahan dua puluhan. Dia seorang kutu buku, tapi melihat postur badannya yang cukup terlatih, sepertinya ia suka berolahraga”

“…”

“aishh, jinjja. Hentikan sampai disini, aku tidak bisa menafsirkan apapun” racau gadis dengan rambut cokelat yang indah, dan berpostur tubuh jauh lebih rendah dari gadis yang pertama.

“jinjja? Sepayah itu kah dirimu jessica jung?”

“yak! Choi sooyoung, sekejam itu kah kau pada sahabatmu sendiri? Palli, tunjukan padaku jika kau memang memiliki kemampuan mengetahui karakter orang lain itu”

Sooyoung tersenyum jail dan meremehkan dalam waktu yang berselingan, sepertinya gadis jangkung tersebut menyembunyikan sesuatu dari jessica yang kini tengah berkacak pinggang disamping kanannya.

“arasseo. Pertama, lelaki tersebut bukan berumur dipertengahan dua puluhan, tapi dia berumur tiga puluhan”

“mwo?” jessica membulatkan mulutnya menjadi seperti bentuk ‘o’, apa yang sooyoung katakan benar-benar membuat jessica kaget bukan kepalang. “bagaimana bisa dia memiliki wajah yang baby face seperti itu?”

“yang kedua, dia bukanlah kutu buku, lalu dia tidak suka berolahraga seperti yang ada dipikiranmu. Tubuhnya itu diperoleh dari diet ketat dan porsi makan yang telah diatur. Ah, dia juga mengonsumsi obat dari dokter tempatnya berkonsultasi. Ia baru saja diputuskan kekasihnya beberapa minggu yang lalu, dan yang terakhir ia datang ke tempat ini saat jam makan siang, karena dia tidak terlalu menyukai makanan yang ada di kantin perusahaan tempatnya berkerja”

“bagaimana kau bisa mengetahuinya? Hei, tunggu dulu, semua yang kau katakan barusan belum tentu benar”

Sooyoung tidak menggubris pertanyaan jessica, ia malah menyapa pria yang duduk pada meja nomor 11 itu, atau lebih tepatnya pria yang sedari tadi mereka bicarakan

“annyeong haseyeo jungsoo oppa”  sooyung tersenyum ramah

“annyeong haseyeo sooyoung-ah” balas pria yang ternyata memiliki sebuah lekungan pada kedua pipinya itu dan hal itu berhasil menambah kesan ramah pada wajahnya.

Setelah menyapa kenalannya, gadis jangkung itu menoleh kembali pada jessica yang saat ini sedang memasang wajah merah padam.

“hehe” sooyoung mengeluarkan senyum tiga jari andalannya

 

<<< T                N      T >>>

 

Hari sudah menjelang malam, suasana cofee shop kini sudah sangat sepi. Hanya ada jessica dan sooyoung yang saat ini tengah melakuan pekerjaannya masing-masing.

“jessie, aku selalu bingung pada keputusan yang diambilmu. Maksudku, kau adalah sarjana jurusan design & fashion, tapi pada akhirnya kau memilih bekerja ditempat ini” sooyoung memulai percakapan terlebih dahulu, sembari membersihkan meja dengan kain kecil yang ada pada tangannya, dan merapihkan kursi-kursi kembali pada tempatnya.

“aku tidak terlalu yakin tentang hal itu, ini bukan akhirku tapi awalku dan yang aku yakini sekarang adalah mungkin memang ini jalanku.” Jessica terhenti sejenak dari pekerjaan menyapunya. “kau juga seperti itu, kau adalah sarjana jurusan hukum, tapi buktinya sekarang kau lebih memilih menjalankan kedai kopi paman Choi, ayahmu”

“untuk itu. Sebenarnya aku sudah memikirkan apa yang seharusnya kulakukan kedepan, seperti mengikuti pendidikan calon pengacara, atau mendaftar menjadi anggota salah satu partai hukum, tapi rencana manusia hanyalah akan menjadi sebuah rencana, bukan?”

Jessica mengangguk menyetujui apa yang baru saja dikatakan sahabatnya.

Jessica berdiri disamping sooyoung yang sedang mengunci pintu kedai kopinya. Sooyoung memasukan kunci tersebut pada kantong tas tangannya, tepat saat itu datanglah sebuah mobil berwarna perak menghampiri mereka berdua, dan keluarlah seorang pria bertubuh gagah layaknya seorang atlit dalam balutan kemeja, menghampiri dan merengkuh tubuh sooyoung.

“yak, oppa. Disini ada jessica”

“lalu?” tanya pria tersebut belum melepaskan pelukannya

“babo. Aku malu” bisik sooyoung dengan wajah kemerahannya

Jessica tersenyum geli melihat sahabatnya “sooyoung-ah, tidak perlu seperti itu. Aku sudah terlalu sering melihat kalian berdua melakukannya. Lagipula itu wajar saja”

“uwaa~ jessie, kau memang benar-benar pengertian sekali” ucap siwon, menepuk pundak jessica dengan lembut

“siwon oppa, apa kau tak akan memeluk kekasihmu lagi? Aku pikir dia kedinginan. Dari tadi dia sama sekali tidak bergerak, sih”

“benarkah? Aku pikir dia tidak menyukainya”

“yak, Kalian berdua!”

“hahahaha” tawa siwon dan jessica pun pecah bersamaan.

 

<<< T                N      T >>>

 

Dua orang anak manusia, yang sangat berbeda dalam segi apapun dipertemukan dalam satu kehidupan. Kim Jaejoong, pemuda berumur 25 tahun dengan wajah tampan seperti malaikatnya memegang status sebagai aktor dan penyanyi terkenal. ia dibesarkan dalam lingkungan mewah, atau dengan kata lain apapun yang diinginkannya pasti akan terkabul. Namun, justru hal itulah yang memicunya untuk sangat mendambakan kebebasan. Kebebasan dalam arti yang sebenarnya, yang tanpa disadari menyebabkan ia menjadi seperti pribadinya saat ini.

Seorang gadis berperawakan mungil berumur 23 tahun yang dibesarkan tanpa kasih sayang dari kedua orangtuanya, bertahan hidup dengan perjuangan yang tidaklah kecil, membiayai hidupnya sendiri ketika ia tengah berada pada posisi dimana dialah yang seharusnya dibiayai.

Jessica Jung sang empunya hidup yang benar-benar kontras dengan milik Kim Jaejoong.

Apakah yang akan terjadi ketika kedua insan tersebut bertemu dalam situasi yang sangat tak diduga sebelumnya?

Akankah keduanya bertemu, namun setelah itu kembali lagi seperti pada awal mereka tidak pernah bertemu?

Jika manusia sadari, sebagian banyak dari hal-hal yang pernah kita alami adalah hal-hal yang tidak pernah manusia pikirkan sebelumnya. Mau di bagaimanakan pun itu adalah sebuah misteri yang bermutasi menjadi salah satu fakta kehidupan.

WHAT IS IT?

THAT’S A THINGS NEVER THINK

 

<<<   T       N      T >>>

 

A/N     : holaa~ ini adalah prolog dari aku. aku udah lumayan lama ga nulis fiksi lagi, jadi mohon maaf kalau ada kosa kata ataupun peletakkan kata-kata yang kurang efektif disini. Ada yang mau nanya ga, kenapa aku bikin prolog? *hening

Okeh, tujuanku bikin prolog untuk melihat respon dari para reader, yang ingin fiksi abal ini dilanjut atau tidak. Iya mungkin ini memang berlebihan, baru pertama ngirim ff kesini udh langsung minta macem2 ke readernya #ditabok

Kalau komentarnya sesuai dgn apa yg saya targetkan, maka dengan senang hati akan saya lanjutkan  tapi kalau tidak juga gapapa, itu akan saya jadikan bahan untuk intropeksi diri pribadi.

THANKS FOR READING ^o^

23 thoughts on “[freelance] (things never think) (prolugue)

  1. astaga, udah bingung campur tegang di scene prtama tdi. trnyata eh trnyata itu cuma adegan film nya si jejung -_- hehe, akhirnya ad ff jaesica😀 Sica yatim piatu kah? kayanya sengsara idupnya yah ._. gmn klo ktemu jejung? ad sesuatu? lanjut dong, jebal~

  2. Menurutku sih,lanjut aja thor~~^^ lgian cerita nya beda dr yg lain. Udh gtu cast nya yg bisa dibilang ‘jarang’ ini bikin readers jd semacam penasaran…. Thor lanjut aja thorrr~~~^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s