Timeline (Drabble)

timeline

Title                       : Timeline

Author                  : Flawless Jung

Cast                       : Jessica Jung ; Byun Baekhyun

Length                  : Drabble

Rate                       : Teen

Genre                   : Romance ; Hurts

Summary             : Memories will always exist even you aren’t here anymore.

Note                      : dan ini Drabble pertama musim 2014 . kekekeke. Pertama saya coba pairing BaekJess. Couple ini cukup mainstreams sekarang, tapi semoga FF ini tidak membosankan buat readers ^^.

Pria dengan sebuah kamera yang bergantung pada lehernya itu sedang menikmati makan siangnya, segelas espresso dan toast yang sudah tinggal setengah. Sesekali ia menata letak kacamata yang bertengger di hidung mungilnya. Tak lupa sebuah tangan yang terus mengecek hasil tangkapnya sepanjang hari ini.

“Jessica pasti menyukainya.” Ujar pria itu sambil tersenyum.

Setelah merasakan bahwa espresso habis total, pria itu beranjak menuju pintu keluar dari kafe yang telah menampungnya kurang lebih sekitar 1 jam itu. Tubuhnya mengikuti saja kemana kakinya melangkah. Dan jangan ketinggalan tangannya yang dengan siaga memencet tombol shutter pada kameranya.

Tepat didepan matanya segerombalan pria dan wanita sedang memegang masing masing sebuah balon berwarna merah muda. Warna kesukaan Jessica. Hiruk pikuk didepan matanya semakin menjadi saat sepasang wanita dan pria muda keluar dari sebuah mobil sedan mewah. Terlihat sang wanita mengenakan pakaian pengantin khas barat dengan sang pria yang tampak gagah dengan tuxedo putihnya.

“yah Sehun ! bisa kau rapatkan sedikit tubuhmu pada Jihee ? kalian terlalu kaku.”

“bisakah kau bersabar sedikit! Ini sudah sangat dekat. Mau bagaimana dekat lagi?”

Seruan terdengan besahut-sahutan dari arah gerombolan yang sepertinya pengantin baru itu. Baekhyun lalu memutuskan berjalan kearah mereka sambil tersenyum ramah pada sekelompok orang didepannya.

“permisi. Bolehkah jika aku yang mengambilkan foto untuk kalian? Sekalian menambah koleksiku. Yeojachinguku menyukai nuansa merah muda seperti balon balon itu” tawar Baekhyun sambil menunjuk kearah balon yang terbang bebas diatas kepala mereka.

“ah. Boleh saja. Tapi maaf merepotkanmu Agassi.” Sahut salah satu dari mereka yang berkulit paling gelap diantara mereka.

“tidak. Sama sekali tidak merepotkan.”

Dan akhirnya baekhyun pun terlibat alam aksi pemotretan mereka dengan Baekhyun sebagai fotografer cuma-Cuma. Walaupun Baekhyuntidak mengambil upah dari hasil jepretannya, hasil bidikan kameranya lumayan bagus untuk seorang amatiran seperti dirinya.

Setelah menangkap berbagai pose dari sekelompok anak muda itu , Baekhyun akhirnya melanjutkan langkahnya. Bibirnya terus saja tersungging kecil menampilkan senyum kecilnya.

Langkah kecil pemuda imut itu kini terhenti kembali kepada salah satu taman di pusat kota. Dimatanya ada pasangan yang sedang bersama keluarga kecil mereka. Dari wajahnya pasangan itu seperti pasangan baru, tapi saat kenyataannya keduanya telah mempunyai 2 anak berumur 5 dan 3 tahun yang memanggil keduanya dengan papa mama seolah menampar wajah wanita atau pria yang berpikir mereka masih sendiri.

Sang ibu yang tampak sedang menyuapi anak yang lebih tua itu terlihat repot sekali. Sesekali sang ibu harus berlari kecil megejar buah hatinya agar tidak berlari terlalu jauh. Belum lagi, tanah di taman ini sedikit berbatu. Salah sedikit saja ia bisa jatuh dan terluka.

BRUK

Baru saja baekhyun berpikiran begitu, kejadian serupa malah telah terjadi didepan matanya. Sang anak yang berjenis kelamin laki-laki itu duduk diatas rerumputan sambil melihat lututnya yang sudah mengeluarkan bercak merah.

“Ma.. Omma.. Luan beldalah. Huaaaa..” dan akhirnya anak itu melepaskan tangisnya yang telah menggantung diujung matanya.

Sang ibu yang terlihat panic langsung berjongkok didepan putra sulungnya dan meniup-niupkan luka pada lutut sang anak. “Junsu-ya. Tolong ambilkan air dalam tempat bekal piknik kita. Luhan berdarah.” Teriak sang ibu kepada sang ayah yang terlihat sedang bersama anak bungsunya bermalas-malasan dibawah rindangnya pohon.

Dengan terkejut, pria yang dipanggil Junsu itu hamper saja meloncat bangun. “tunggulah disini sebentar Kyung-ie, hyungmu jatuh dan omma perlu appa untuk mengambil air sebentar. Jangan kemana-mana, arrasseo?” kata sang ayah pada anak bungsunya. Sedangkan sang anak hanya mengangguk sebagai jawaban dengan sebuah dot yang masih tergantung pada mulutnya.

Dengan sedikit tergesa-gesa Junsu akhirnya menemukan tempat air yang dimaksudkan oleh sang istri. Dengan cepat ia menyerahkan botol beserta isinya pada sang istri.

“ini Taeyeon-ah..” kata Junsu sambil sedikit terengah, apadahal jarak lokasi keduanya tidak terlalu jauh. Mungkin karena ia panic. Taeyeon tampak emamndang kesal bercampur penasaran. Matanya mencari sesuatu yang sepertinya hilang. “dimana Kyungsoo?? Jangan bilang kau meninggalkannya sendiri. Yak Junsu yaaa!!!” kini giliran sang istri yang berteriak. Dengan wajah yang sangat innocent sang suami hanya terbengong sebentar sebelum akhirnya jarinya terulur menunjuk kearah sebuah pohon.

Tapi pandangan keduanya mendadak membulat saat mendapati buah hati keduanya tengah berada dalam gendongan seorang pria tak dikenal.

“mianhe, tapi bahaya meninggalkan anakmu sendirian Agassi.” Kata pria itu sambil menyerahkan Kyungsoo pada Junsu yang masih diam dan tidak bisa membalas kata-katanya.

“ah gomawo..”

“baekhyun. Byun Baekhyun.” Kata pria itu lagi yang ternyata adalah Baehyun,.

“ah nee. Gomawo Baekhyun-ssi. Aku Taeyeon, dan dia nampyeonku Kim Junsu.” Kata ibu muda didepan Baekhyun itu.

“ommaa..” terdengar suara lirih diirini tarikan pada sudut baju yang dikenakan Taeyeon. Ternyata Luhan yang menarik ujung baju itu dengan tampang yang menyedihkan sambil sebelah tangannya menunjuk kearah lututnya yang masih saja mengeluarkan luka.

“omo-ya! Aku hamper lupa. Ini semua karena appamu Luhan-na.. mianhe mianhee. Omma akan mengobatinya sekarang. Akan sedikit pedih. Tapi bertahanlah, kau seorang namja kan?”

“nde omma. Luan tidak akan nangis.” Balas anak sulung itu sambil membusungkan seikit dadanya. Baekhyun yang menatap anak kecil itu tertawa kecil. Sangat menggemaskan melihat anak seumuran Luhan dan Kyungsoo bersama orang tua mereka yang masih terlihat sangat muda. Mereka sekeluarga terlihat akrab.

“nah, sebagai kenang-kenangan , bagaimana kalau aku mengambil foto dari kalian berempat?” seru Baekhyun pada keluarga kecil didepan mereka.

“ah benarkah? Gratiskah?” Tanya pria yang ia panggil hyung itu.

“nde hyung. Tentu saja.”

Taeyeon yang meilhat kelakuan suaminya yang tidak tau malu itu akhirnya mencubit kecil pinggang suaminya. “ahh¬ sakit Taeng-ah” ringis Junsu. “bersikaplah lebih sopan kalau tidak ingin dicubit Kim Jun Su!” kata taeyeon setengah berbisik sambil penekanan dibeberapa kata.

Tanpa mereka sadari, pertikaian kecil mereka telah diabadikan oleh kamera baekhyun. Baekhyun tersenyum kecil melihat hasil bidikannya.

“hei Baekhyun. Bagaimana seharusnya pose kami?” Tanya Taeyeon.

“senyaman mungkin. Foto akan lebih bernyawa kalau kalian nyaman dengan posisi saat difoto.” Seru baekhyun.

Akhirnya Taeyeon dan Junsu memutuskan untuk duduk dibangku pad ataman dengan Taeyeon ditengah dan Kyungsoo yang ia dudukan pada pahanya. Disebelah kanan kirinya ada Jun Su dan Luhan yang sudah siap dengan posenya.

“nah. Siapnya. Pada hitungan ketiga. Hana .. Dul .. Set!”

CHUU!! CHUU!!

JEPRET!

Taeyeon terlihat terkejut dengan adegan yang baru saja ditangkap kamera Baekhyun. Secara serentak pada hitungan ketiga tadi Luhan dan Junsu mencium pipi kana dan kirinya. Sekarang wajahnya memerah seperti tomat. Sedangkan Luhan dan Junsu hanya bertos ria dibelakang Taeyeon.

“gomawo Baekhyun-ah!!”

“gomawo Baekhyun ahjussii..!”

“nde.. aku harus pergi lagi. Kalau begitu, sampai jumpa. Annyeong!” kata Baekhyun sebelum benar-benar pergi meninggalkan keluarga kecil itu untuk melanjutkan perjalanannya.

Kakinya kembali berjalan kesembarang arah. Senjanya yang mulai tampak menyambut Baekhyun menemaninya melewati jalan setapak yang mulai tampak sepi. Maklum saja, langkahnya membawa dirinya hamper kepinggir kota. Tampak tangannya sibuk mengutak-ngatik kameranya.

Kemudian langkahnya kembali terhenti saat matanya menangkap sebuah pemandangan yang mengusik batinnya. Sepasang lanjut usia sedang duduk dihalaman rumahnya. Sang kakek yang tampak lebih tua beberapa tahun itu terlihat menggenggam mesra tangan sang istri yang duduk disebelahnya.

Keduanya hanya diam. Merasakan hawa hangat dari matahari yang akan ternggelam. Baekhyun terkesima dengan pemandangan didepannya. Dimasa yang serba modern seperti ini, akan sangat jarang menemukan pemandangan yang dilihatnya.

Tampak sang nenek tersenyum saat sang kakek mengeratkan genggamannya. Dan tak lupa sebuah kata manis terlontardari ujung bibir sang kakek walaupun sudah tak lancer lagi. “sarang-hantago” kira-kira begitu yang diucapkan sang kakek.

Seperti yang sudah sudah (mungkin) sang nenek mengangangkat tubuhnya sedikit lalu mendaratkan sebuah kecupan pada pik]pi sang suami. Hanya itu yang mereka lakukan, tapi itu sudah lebih cukup untuk mendeskripsikan bahagia dalam kamus mereka.

Baekhyunseolah tidak ingin melewatkan setiap moment yang ia tangkat. Dengan lensa optiknya, ia sibuk mengabadika moment yang ingin ia tunjukkan pada snag kekasihnya.

Senyum indah Baekhyun mengantung pada akhir ‘sesi’ pemotretan itu.

Baekhyun sekarang sudah terduduk amnis pada meja belajarnya. Sebuah laptop dengan kabel yang berhubung apda kameranya telah menyala. Dengan mengetikkan beberapa kata sandi, akhirnya laptop kesanyangannya berhasil mengakses laman Facebook dari sang kekasih.

Dengan gerakan yang cepat, Baekhyun hamper meng-upload keseluruhan foto yang ia tangkap hari ini. Dengan cepat ia menekan tombol enter dan kesemua foto itu ia masukkan pada timeline sang kekasih, Jessica Jung.

“sayang, ini beberapa foto yang aku dapat hari ini. Pertama, sepasang pengantin muda. Kau tau, mereka tampak sangat muda disbanding kita. Tapi pernikahan bukanlah suatu masalah bagi mereka ‘tampaknya’. Mereka terlihat sangat bahagia. Kedua, suami istri paling lucu yang pernah kulihat. Ibu muda yang sangat gelisah dan sang ayah yang ceroboh. Lici memang jika dipikirkan bagaimana memutuskan untuk menikah, tapi itulah cinta, laing mengisi disetiap kekosongan, right? Ah dan ditambah kedua buah hatinya yang juga bersifat berlainan, sang kakak yang cenderung hyper dan adiknya yang sangat pendiam. Aku jadi bingung, bagaimana orang tua membagi gen-nya dengan sangat baik. Hahaha. Dan terkahir sepasang kakek nenek yang kulihat di sudut kota gwangju. Mereka memang boleh terlihat tua, tapi aku bahkan bisa merasakan aura kasih sayang mereka yang seakan tak lekang oelh waktu. Entahlah, tapi aku sangat iri dengan keduanya. Saling mencintai hingga tua dan maut menjemput, bagaimana manisnya.”

Selesai mengetik kalimat yang sangat panjang itu, Baekhyun menekan tombol ‘Post’ dan pesan itu otomatis muncul pada ‘timeline’ sang kekasih.

Pria imut itu tersenyum sebentar lalu auranya berubah sedih. Ia memperhatikan foto sang kekasih yang belum berubah semenjak 4bulan lau. Masih foto mereka berdua. Foto mereka yang diabadikan oelh kamera baekhyun. Foto terakhir mereka sebelum Jessica pergi.

Sejenak ia berpikir lalu kembali mengetik pada kolom komentar.

“Jessica Jung, maaf aku sangat cerewet. Apa kabarmu? Aku merindukamu sayang. Sangat rindu. Mainlah kedalam mimpiku malam ini. Apa kau bertemu malaikat tampan disana hingga mengacuhkanku? Aku akan sangat sedih jika itu benar L. Janji yaa, datang kemimpiku malam ini, aku menunggumu. Jessica Jung, Saranghae. I Love You.”

‘post’ . kembali pesan itu akhirnya muncul pada ‘timeline’ Jessica Jung. Dengan sedikit berat hati Baekhyun menurunkan layar laptopnya lalu berdiam sebentar. Ia tidak benar-benar mematikan laptopnya, ia hanya sangat merindukan kekasihnya hingga ia tak mampu melihat fotonya.

Tak lama berselang bahu pria mungil itu bergetar. Entah sudah yang keberapa kali. Ia kembali menangis. Ia merindukan sosok kekasihnya yang pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya 4 bulan lalu. Terasa begitu nyata bagaimana nyawa sang kekasih terengut paksa karena sebuah kecelakaan didepan matanya. Dan ia merutuki dirinya sendiri yang hanya bisa diam aku dan tak berusaha melindungi kekasihnya.

Dan akhirnya isakan itu terdengar. Bagaimanapun, ia juga manusia. Ia merindukan seseorang yang patut ia rindukan. Ia mencintai seseorang yang memang seharusnya ia cintai. Mungkin, mala mini Jessica akan benar-benar datang sekedar untuk mengobati rasa rindu baekhyunpadanya.

ENDING!

Baahahahaha. Lebih cepet dari yang diperkirakan. Berterimakasihlah pada dosen yang memulangkan kami lebih cepat dari biasanya, hahaha.

Dan untuk pairing ini, bagaimana menurut kalian. Apakah cerita dan feelsnya tersampaikan dengan baik oleh baeksica??:/

Nah, untuk meghargai karya jelekku ini, mohon tinggalin caci makian kalian dikolom komentar yaa.. gomaptaa . annyeong!

 

18 thoughts on “Timeline (Drabble)

  1. feelsnyaa thorr…feelnya kerasaaa bangetttt sumpahhh
    dada ku nyesek baca ff ini…dari awal aku emang udah ngerasa ganjal sama ff ini, tapi gk smpe kepikiran klo jessi mati ya ampunnnn
    hidupin lagi donggggg jessinyaaa huhuhu
    udahh baekki sama aku aja, jessi nanti sam luhan aja yaaa#rengkarnasiceritanya
    bikin sequel donggg thorrr
    oke sip ku tunggu next ff byeee anddd fightinggg

  2. halo eonni~ mian bru komen ne ^^ etjieh, tumben baeksica nih😀 sayang aq bacanya setelah brita ‘itu’ mncul ._. Ini bagus, kayanya baekhyun bner” kangen gt yah. smpe terharu aku. sayang feel nya rada trganggu pas nama taeng mncul ._.V

  3. bagus eonn critanya😀 tp kasian baekhyun tanpa sica😦 sadending ternyata😦 baekhyun memang setia😀 hahaha hwaiting eonn😀

  4. Awal baca ff ini senyum2 gaje . Eh kenapa akhirnya aku malah nangis :’) author ny hebat. Alur cerita ny memuaskan
    Tapi kasihan sama baekhyunnya
    Good job author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s