[Freelance] (Because It’s You) (Chapter 3)

because-its-you-2

Because It’s You [Chapter 3]

 

Poster By http://storyworldofdee.wordpress.com

 

Notes : ff ini hasil kerja saraf sensorik otak saya , ada juga beberapa bagian yang terinspirasi dari berbagai macam sumber. Jangan lupa kunjungi my blog http://royalice2.wordpress.com

Warning :  typo bertebaran , gaya bahasa jelek dan membingungkan

2nd Warning : Diharap untuk meninggalkan comment setelah membaca cerita

Author : Jung Ji Hwa (Royalice2)

Title : Because It’s You

Genre: Romance, little bit sad, school life

Rating : PG-13

Length : Chapter

Main Cast : Jessica Jung, Jung Eun Ji, Kris Wu, Park Chanyeol

Support cast : Park Min Young, Byun Baekhyun, and Find them in the story

Disclaimer : Cerita milik author. Cast milik Tuhan dan Keluarga dan agensi. Author hanya memakai mereka untuk keperluan cerita.

 

Apa yang kau rasakan ketika seseorang menghinamu secara terang-terangan didepanmu?

Apa yang kau rasakan ketika melihat orang yang paling kau sayangi, paling berharga, dan satu-satunya yang mengerti dirimu dihina sebagai orang yang tidak berguna didunia?

Sakit? Tentu saja

Rasanya bagaikan ditusuk beribu jarum dihatimu

Walaupun hanya lubang-lubang kecil yang membekas

Namun jumlahnya sangat banyak

Tidak menutupi bahwa rasanya sangat menyakitkan

 

*Jung Ji Hwa Present*

            Duduk disebuah bangku ditaman. Sambil menikmati angin sore. Merasakan angin dengan lembut menyapu permukaan kulit dengan damai. Memberikan sensasi sejuk pada kulit.

Sambil memejamkan kedua matanya. Merasakan sensasi yang menyegarkan kulitnya. Mungkin hal ini dapat membuatnya sedikit tenang dari pada tadi. Apalagi ditemani oleh namja yang tampan.

Mereka berdua hanya diam, tidak ada satupun diantara mereka yang mengucapkan satu patah katapun setelah kejadian di ruang musik tadi. Hanya terdengar suara angin yang berhembus dan dedaunan yang menari-nari.

“emm.. mianhae” Jessica memulai pembicaraan dengan meminta maaf. Jessica sangat gugup sekarang, namun ia berusaha menutupinya.

“untuk?”

“kejadian di ruang musik, aku kira tidak ada orang disana” sesal Jessica karena sudah lancang masuk ke ruang musik.

“aku mengerti. Lagi pula kau memainkannya dengan bagus, kenapa tidak menjadi seorang penyanyi saja?” puji Park Chanyeol –Orang yang bertemu dengan Jessica saat di ruang musik–

“pe.. penyanyi?” tanya Jessica bingung sambil menatap Chanyeol yang sedang menatap lurus kedepan. Selama ini tidak terfikir oleh Jessica untuk menjadi seorang penyanyi. Bagi Jessica, bernyanyi dan memainkan alat musik hanya sebatas hobby dan melupakan perasaan yang tidak bisa diluapkannya pada orang yang ada disekitarnya.

“ne, aku rasa kau memiliki bakat untuk hal itu” Chanyeol balik menatap Jessica yang ada disamping kanannya dengan jarak yang dekat. Jessica yang menyadari hal itu langsung mengalihkan pandangan kedepannya.

“kau pikir menjadi penyanyi hanya memerlukan bakat” kesal Jessica. Entahlah, Jessica merasa kesal sekarang dengan orang yang ada disampingnya, namja yang terkenal pandai memainkan gitar dan bermain basket.

“karena itu aku merekomendasikan kau menjadi penyanyi. Jika kau mau belajar, aku yakin suatu saat nanti kau akan menjadi seorang penyanyi yang terkenal” Jessica menatap Chanyeol. Berusaha mencari kebohongan didalam bola matanya yang indah atas perkataannya tadi. Yang benar saja? Seorang Jessica Jung menjadi penyanyi. Suatu kemustahilan bagi Jessica.

“kau ragu? Apa salahnya untuk mencoba?” Chanyeol berusaha untuk meyakinkan Jessica.

“entahlah. Aku tidak ingin memikirkan hal itu terlebih dahulu, ada hal lain yang harus ku fikirkan sekarang” ucap Jessica. Membuat Chanyeol yang berada disampingnya mengernyitkan dahinya bingung.

“kau tidak akan mengerti” ucap Jessica seakan mengerti dari pandangan Chanyeol yang bingung seakan minta penjelasan lebih lanjut.

_

_

_

Jessica melangkahkan kakinya, berjalan dengan pelan sambil menikmati angin sore yang menerpa wajahnya. Jessica benar-benar lelah sekarang. Menunggu Eun Ji didalam mobilnya hampir 1 jam, lalu mencarinya mengelilingi sekolah, dan bertemu dengan seorang namja di ruang musik.

Hari pertama sekolah yang sangat melelahkan bagi seorang Jessica. Rasanya Jessica ingin sekali berteriak. Melampiaskan semua beban yang ditanggungnya hari ini. Seandainya saja ada seorang sahabat disisinya disaat seperti ini. Mungkin Jessica akan merasa lebih kuat untuk melanjutkan semua aktivitasnya.

“Jessica”

Merasa ada seseorang yang memanggil namanya, Jessica menoleh dan mendapati Park Min Young, teman barunya.

“eh? Min Young?” kaget Jessica. bagaimana bisa ia bertemu Park Min Young dijalan seperti ini? Lagipula, ini sudah sore. Apa yang Park Min Young lakukan pada waktu sore seperti ini?

“kenapa kau masih berpakaian sekolah? Apa kau baru pulang?” tanya Min Young

“ah, ne” Jessica merasa canggung sekarang. Entahlah, ada rasa malu untuk mengakuinya.

Min Young hanya tersenyum menanggapi jawaban Jessica yang canggung padanya.

“tidak usah canggung padaku, aku tau kau memendam sesuatu Jessica Jung” masih saja dengan tersenyum. Apa tersenyum menjadi hobby seorang Park Min Young. Sudah baik hati, cantik, dan ramah pula. Jessica jadi penasaran siapa yang menjadi kekasih seorang Park Min Young.

“kau bisa membaca pikiran orang ya?” selidik Jessica.

“haha.. aku manusia biasa Jessica, mana mungkin aku bisa membaca pikiran orang. Aku hanya menebak, terlihat dari wajahmu”

“sepertinya kau cocok untuk menjadi seorang Psikolog”

“kamsa hamnida, sekarang berceritalah tentang keluh kesahmu padaku. mulai sekarang kita menjadi sahabat ne?” Min Young mengacungkan jari kelingkingnya pada Jessica. membuat sebuah perjanjian yang menyatakan bahwa mereka sahabat.

“ne, aku sangat senang jika memiliki sahabat sebaik dirimu Min Young-ah” Jessica mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Min Young, yang mulai dari sekarang resmi menjadi sahabatnya.

Jessica menceritakan tentang apa yang dialaminya hari ini. Tak ada keraguan dalam hati seorang Jessica Jung untuk bercerita pada seorang yang sudah dianggapnya sahabatnya. Walaupun mereka baru kenal hari ini, entahlah Jessica merasa senang bisa menceritakan semua bebannya pada sahabat satu-satunya yang dimilikinya saat ini.

Sekarang Jessica merasakan. Bagaimana rasanya memiliki sahabat. Memiliki seseorang yang dapat menjadi sebuah sandaran ketika bersedih. Memiliki seseorang yang dapat memberinya solusi ketika masalah datang dalam hidupnya. Merasakan bagaiamana rasanya berbagi rasa atas apa yang ia rasakan. Dan banyak hal lainnya.

Aku seorang Jessica Jung, merasa sangat bahagia hari ini. Dapat dipertemukan dengan sahabat yang dapat mengerti diriku. Kau sahabatku, Park Min Young.

_

_

_

Sedih, tentu saja. Merasakan sebuah jarum menusuk hatimu disaat pagi hari seperti ini. Jessica baru saja bangun dari tidurnya yang menyenyakkan. Pagi seperti ini harus merasakan sakitnya ditusuk jarum lagi? Oh Tuhan, apa yang kau rencanakan untukku?

Jessica menghembuskan nafasnya dengan kasar ketika melihat Eun Ji, adik tirirnya membentak seseorang yang sangat disayanginya. Jessica menggeram kesal, Jessica mengepalkan tangannya kuat, membuat telapak tangannya terlihat sangat memerah.

“apa yang ayahku lihat dari dirimu eoh? Sudah tua, menjijikan pula !” bentak Eun Ji. Sedangkan eomma Jessica hanya diam, tak berminat menanggapi perkataan Eun Ji yang ditunjukkan untuk ibunya.

Jessica menghampiri Eun Ji yang sedang membentak ibunya. Dengan emosi yang memuncak dan tangannya yang sudah terkepal kuat.

“apa alasan kau membentak ibu Jung Eun Ji? Bukankah sekarang beliau menjadi ibumu juga?” dengan emosi yang memuncak. Tanpa berfikir, Jessica langsung mengatakan apa yang sedang ada difikirannya saat ini.

“Mwo? Ibu? Yang benar saja. Aku katakan padamu Jessica Jung dan ibumu ini. Aku Jung Eun Ji tidak akan pernah menganggap kau Jessica Jung dan ibumu sebagai keluargaku. Kalian tidak sebanding dengan keluargaku. Kalian hanyalah sampah yang dipungut oleh ayahku ! ingat itu !” Eun Ji mengatakan dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya. Dan diakhiri dengan senyum sinis yang menghiasi wajah cantiknya, membuatnya terlihat menjadi seorang gadis jahat.

Jessica hendak melayangkan pukulan pada wajah cantik Jung Eun Ji, adik tirinya. Perkataan seorang Jung Eun Ji sangat menyakiti hatinya. Entahlah, Jessica benar-benar merasa tidak terima jika ada orang yang menghina orang yang disayanginya, terlebih lagi itu adalah ibunya.

Namun, tangan lembut seseorang telah menahannnya. Jessica selalu lemah jika dihadapkan dengan wanita ini, wanita yang melahirkannya dan selalu memberikan apa yang diinginkan Jessica. seorang wanita yang sangat disayanginya, Ibunya.

“bersiaplah untuk sekolah Jess. kau tau, kau sangat bau” canda eomma Jessica. Jessica yang mendengarnya hanya mengerucutkan bibirnya kesal pada ibunya. Jessica langsung masuk kembali kekamarnya dan mempersiapkan dirinya untuk pergi kesekolah.

_

_

_

Jessica menghirup dan menghembuskan udara dengan pelan. Berusaha menetralkan emosi yang masih ada pada dirinya, walaupun tidak separah tadi. jessica berusaha melupakan kejadian pagi tadi. Jessica takut, jika luka yang ada dihatinya semakin besar. Yang awalnya hanya sebuah jarum kecil menjadi sebuah lubang yang menganga akibat emosinya yang memuncak. Jessica takut jika emosi yang besar dapat membuat sebuah gumpalan kecil yang ada dihatinya, sebuah dendam.

“aku mencarimu, ternyata kau ada disini” ucap Min Young, sahabat Jessica. Min Young ikut mendudukkan dirinya disamping Jessica, disebuah bangku taman yang panjang. Ditaman ini hanya ada Min Young dan Jessica. Hal ini wajar, mengingat ini waktu pelajaran masih berlangsung.

Jessica hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan sahabatnya.

“ada apa? Masalah adikmu lagi?” tebak Min Young, memulai pembicaraan dengan sahabatnya.

Jessica hanya diam tak menanggapi pertanyaan Min Young.

“sudahlah, wajahmu tidak usah masam begitu Jess, kau terlihat menyedihkan. Bagaimana kalau kita melakukan sesuatu yang menyenangkan setelah pulang sekolah?” tawar Min Young dengan mata berbinar. Sepertinya ada sesuatu yang sangat ingin Min Young lakukan bersama Jessica.

“melakukan sesuatu yang menyenangkan?” Jessica mengernyitkan dahinya bingung. Jessica tidak tau apa yang difikirkan sahabatnya ini. Tapi, Jessica yakin apa yang ingin dilakukan Min Young bukan hal yang buruk.

“hum.. seperti jalan-jalan, menikmati semilir angin sambil memakan ice cream misalnya” Min Young menghadap Jessica. Min Young berusaha membuat Jessica kembali ceria dengan hadirnya dirinya didalam hidupnya sebagai sahabatnya, sahabat yang mengerti Jessica dan selalu ada untuk Jessica.

“Ice cream? Jinjja?” tanya Jessica berbinar-binar. Sepertinya Jessica pecinta ice cream. Jadi, jika ada yang mengajaknya untuk makan ice cream Jessica sangat bersemangat.

“tentu saja” ucap Min Young yakin. Min Young yakin sore ini Jessica bisa melupakan masalahnya, walaupun hanya sebentar. Setidaknya, Min Young meringankan beban Jessica dengan menghiburnya. Hanya ini yang bisa Min Young lakukan untuk sahabatnya, Jessica.

_

_

_

Seperti anak-anak lainnya. Jika diberikan sesuatu yang sangat disukainya, maka akan senang bukan main. Hal ini dirasakan Jessica ketika Min Young mengajaknya pada sebuah kedai ice cream yang terletak dipinggiran kota Seoul, dekat taman. Terlihat Jessica sangat tidak sabar walaupun hanya sekedar menunggu pesanan ice creamnya diantarkan.

“sepertinya kau sangat menyukai ice cream ne?” tanya Min Young.

“hehehe.. ice cream adalah obat penenangku saat aku ada masalah Min Young-ah”

“obat penenang?” rasa aneh ketika Jessica menyebutkan bahwa Ice cream adalah obat penenangnya. Bukankah obat itu jika dimakan ada sensasi rasa yang memuakkan. Lalu Jessica? bukankah ice cream ada rasa sensasi dingin yang menyegarkan ketika dimakan?

“ne, ice cream rasanya sangat enak dan menyegarkan. Dapat membuat otak dan hatiku kembali fresh Min Young-ah”

“ada masalah lagi?” tanya Min Young hati-hati. Takut jika pertanyaannya membuat mood sahabatnya turun drastis dan mendiamkannya ketika disekolah tadi.

“seperti yang kau tau, masalah err.. Eun Ji” ada keraguan ketika Jessica mengucapkannya. Antara ingin bercerita atau tidak. Tapi, bukan Park Min Young namanya jika tidak bisa mengorek informasi dan memaksa Jessica untuk bercerita padanya. Terdengar licik memang, namun jika tidak dengan cara seperti ini Jessica tidak akan bercerita padanya. Yang Min Young tau, Jessica adalah orang yang suka memendam rasa sakit yang ada dalam hatinya daripada bercerita keluh kesahnya pada orang lain. Jessica takut jika orang lain akan merasakan sakit yang sama ketika ia bercerita.

“ini ice cream mu nona” ucap seorang pelayan.

“ne, kamsahamnida” ucap in Min Young dan Jessica serempak.

“jadi, kenapa Eun Ji?” tanya Min Young setelah pelayan pergi, sepertinya Min Young sangat penasaran ada hal apa yang terjadi dengan Jessica hari ini.

Bukannya menjawab dan menceritakan keluh kesahnya. Jessica malah asik melahap ice creamnya. Tanpa memperdulikan pertanyaan Min Young padanya. Sedangkan Min Young hanya mengerecutkan bibirnya kesal mendapati sahabatnya sedang asik dengan dunianya sendiri.

‘Dasar ! wajah dan makanan kesukaan sama, dasar ice princess !’ gerutu Min Young dalam hatinya.

_

_

_

Sendirian menikmati semilir angin bukanlah hal yang buruk. Menikmati indahnya dunia yang telah Tuhan ciptakan untuk kebahagiaan semua orang. Duduk dibangku taman tanpa seseorang yang menemani. Ada terbesit rasa iri dalam hatinya ketika melihat pasangan yang berlalu lalang dihadapannya, ada juga yang duduk dibangku taman sama sepertinya sambil bercengkrama. Sedangkan dirinya? Harus menelan rasa pahit ketika iri sedang menghampirinya.

Jessica hanya menundukkan kepalanya. Malas walaupun hanya sekedar mendongkak dan menatap dunia. Jessica takut, rasa iri kembali menghampirinya. Takut jika ia menoleh ia akan teringat dengan masa lalunya.

Jessica paling tidak suka ke tempat keramaian, karena rasa iri akan segera menghampirinya. Rasa iri akan berkumpul dengan keluarga yang lengkap. Dan sekarang? Jessica sudah memiliki keluarga yang lengkap. Rasa bahagia menyelimutinya saat ia tau bahwa ia akan merasakan bahagia ketika berkumpul dengan keluarganya. Namun, ketika ia berkumpul ia juga merasakan luka, walaupun luka tersebut hanya sebuah lubang kecil.

Terlalu sibuk bernostalgia dengan masa lalunya. Jessica sampai tidak sadar jika dari tadi ada seseorang yang memperhatikannya dari bangku taman yang lain. Orang itu -orang yang memperhatikan Jessica- memutuskan untuk menghampiri Jessica yang sedang menunduk. Duduk disamping Jessica sambil melihat keindahan yang Tuhan ciptakan dan anugerahkan pada yeoja yang sedang disampingnya. Sepertinya, orang ini sedang mengagumi makhluk ciptaan Tuhan ini.

Masih setia dengan memperhatikan makhluk Tuhan. Memperhatikan dengan detail orang yang ada disampingnya. Memperhatikan seorang yeoja yang sedang menunduk dari tadi.

Penasaran, hal itulah yang dirasakan Kris -orang yang memperhatikan Jessica- dari tadi. penasaran apa yang sedang difikirkan Jessica. Sudah terhitung sejak 1 jam yang lalu Kris memperhatikan Jessica. Namun, Jessica tetap diam, tidak mengubah posisinya dari tadi. hanya menunduk, apakah selama itu Jessica bernostalgia dengan masa lalunya?

Kris memutuskan untuk menyapa Jessica. Kris khawatir dengan Jessica, karena sejak tadi Jessica hanya diam ditempatnya dengan posisi yang sama, menunduk. Kris memegang pundak Jessica.

Bruk

Kris terkejut mendapati Jessica bersandar didadanya. Rupanya Jessica sedang tidur dari tadi. Kris tersenyum, Kris dapat mengamati wajah Jessica sedekat ini. Mengamati betapa indahnya makhluk yang Tuhan ciptakan. Kris mengamati mata Jessica yang tertutup rapat, hidungnya yang mancung, dan bibirnya yang tipis. Mwo? Bibir? Kris mengamati bibir Jessica dengan pandangan yang err.. nafsu. Sepertinya salah satu sifat Kris keluar, Yadong.

Kris berusaha menutupi gugupnya sekarang. Entahlah, Kris merasa gugup saat mengamati bibir Jessica. Mungkin Kris ingin mencium Jessica. namun, Kris bukanlah namja yang brengsek, yang dengan seenaknya mencium bibir orang tanpa ada hak sedikitpun. Kris tau, bahwa Jessica adalah siswi baru yang ada disekolahnya dan Kris belum berkenalan dengan Jessica. namun, Kris merasa bahwa ia pernah bertemu dengan Jessica saat ia melihat Jessica masuk kesekolahnya. Saat itu Kris sadar jika Jessica memperhatikannya saat ia mendengarkan musik didepan kelas, namun Kris tidak menghiraukan hal tersebut. Ingin sekali rasanya saat itu Kris menyapa Jessica, namun jika ia menyapa Jessica akan turun harga dirinya sebagai namja populer dan cool di Star High School.

“kyaaaaaaaaaaaa !!!!” suara teriakan Jessica yang sangat keras membuat Kris yang sedang memperhatikannya reflex menutup telinganya. Terkejut. Itulah yang dirasakan semua orang yang ada di Taman tersebut. Untung saja, orang yang ada ditaman sedang tidak banyak. Orang di taman menatap Kris dan Jessica dengan tatapan bingung. Bayangkan saja, Kris dan Jessica dengan posisi yang err.. sangat romantis. Setelah itu Jessica berteriak dengan kencang, apalagi suaranya seperti lumba-lumba.

“apa yang kau lakukan padaku eoh?” marah Jessica. Jessica langsung berdiri dan menunjuk Kris dengan jari telunjuknya tepat diwajah Kris. Jessica masih terkejut dengan kejadian tadi. bagaimana tidak? ketika ia terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya sedang bersandar didada Kris. Hal yang tidak pernah ia lakukan bersama siapapun kecuali dengan Ibunya.

“jangan salah faham dulu, kau harus mendengarkan penjelasan dariku terlebih dahulu” Kris takut sekarang. Takut jika Jessica berfikiran buruk tentang dirinya. Maka hal itu akan merusak reputasinya sebagai namja yang populer dan cool di Star High School. Terlebih lagi, sepertinya Kris menyukai Jessica, tepatnya menyukai kecantikan Jessica.

“Penjelasan apa eoh? Penjelasan bahwa kau tidak melakukan hal yang buruk padaku, begitu? Sayangnya aku tidak akan percaya padamu. Dasar namja sekarang suka mencuri kesempatan dalam kesempitan !” Jessica berbicara dengan sangat cepat dan tanpa jeda. Membuat Kris bingung.

Jessica langsung meninggalkan taman dan meninggalkan Kris yang sedang bingung ditempatnya. Sepertinya, Kris tidak menyadari kepergian Jessica saking bingungnya dengan apa yang dikatakan Jessica.

“Eh? Jessica” Kris tersadar dari kebingungannya. Dengan langkah cepat Kris berusaha mencari keberadaan Jessica.

_

_

_

“dasar namja mesum !”

“namja brengsek ! kurang ajar !”

“awas saja jika bertemu dengannya lagi”

Jessica terus menyumpahi namja yang ia temui di taman tadi. sambil menghentakkan kakinya kesal dan mengepalkan tangannya kuat. Jessica sangat kesal dengan namja tadi. Jessica tidak tau siapa yang ia temui di taman tadi. eh? Tidak tau?

“siapa yang aku temui di taman tadi?” bingung Jessica. sepertinya Jessica benar-benar lupa dengan namja tadi. Atau tadi Jessica hanya mengigau? Yang Jessica tau, orang yang ia temui di taman tadi seorang namja dengan perawakan tinggi.

“Jessica babo ! babo ! babo !” Jessica mengetuk kepalanya sendiri. Jessica sangat kesal dengan dirinya sendiri sekarang. Jessica menyadari bukan sepenuhnya salah orang tadi. disisi lain, Jessica juga salah karena membiarkan dirinya bernostalgia dengan masa lalunya sehingga ia melamun terlalu lama dan akhirnya tertidur.

“Jessica !” teriak seorang namja.

Jessica menolehkan kepalanya dan mendapati namja yang ia temui di ruang musik kemarin.

“Park Chanyeol?”

“rupanya kau ingat juga padaku” Chanyeol tersenyum senang karena Jessica masih mengingatnya.

“ada apa?” tanya Jessica dingin. Sepertinya Chanyeol akan terkena imbas kekesalan Jessica pada namja di taman tadi.

“tadi aku melihat kau sedang berjalan sendirian, jadi aku memutuskan untuk mengikutimu. Kau ingin kemana?”

“apakah rumahmu disekitar sini?” tanya Jessica. bukannya menjawab pertanyaan Chanyeol, Jessica malah balik bertanya pada Chanyeol.

“ne, rumahku didekat sini. Kau ingin kemana Jess?” tanya Chanyeol lagi. Sepertinya Chanyeol penasaran akan tujuan Jessica berjalan sendirian sore ini.

“aku ingin pulang. Annyeong” Jessica langsung meninggalkan Chanyeol hanya dengan empat kata. Mood Jessica sangat buruk sore ini. Padahal Jessica baru saja bersenang-senang bersama Min Young.

“tunggu” Chanyeol menahan pergelangan tangan Jessica. untuk pertama kalinya, ada namja yang memegang pergelangan tangannya, membuat Jessica membeku ditempatnya, seakan ingin merasakan lebih lama tangannya dipegang oleh Chanyeol.

“bolehkan aku mengantarmu pulang? Aku ingin tau rumahmu” ucap Chanyeol. Membuat Jessica tersadar. Jessica menghembuskan nafasnya perlahan, berusaha menghilangkan kegugupannya. Entahlah, Jessica merasakan sangat gugup sekarang. Untuk pertemuan kedua dengan Chanyeol, Jessica merasakan gugup didalam dirinya.

 

 

TBC

 

7 thoughts on “[Freelance] (Because It’s You) (Chapter 3)

  1. Uwoo~ kereennn
    Ih sebel bgt ama Eunji, knp sih dia benci ama Jess TT.TT
    Jessica kamu lucky huwaa~ kayanya Chanyeol suka ama Jess dan si Kris jg suka ama Jess yuhhuuu..
    Next chap ditunggu thor ^^

  2. huaaa~ EunJi pen aku bejek²/? elah–

    Kris suka Jessica?? gegara bibir doank? nyehh-.-
    Chanyeol udh keliatan nih suka sama Jessica, kkk~ fighting buat Chanyeol supaya dapetin Jessica. aku dukung oppa /-_-/

    suka thor~ feel? dapettt!
    next next next thor~
    keep writing😀

  3. Aku sukaaaaaaaa.aaaaaa…. hahhahaa

    Kris suka jessicankarena cantiknya doang? ·__·
    Chanyeol suka ama jessi yah?

    Eun ji harusnya di tendang aja… muak soalnya..

    Ga sabar nih nunggu kelanjutannya…

  4. Wihh daebak!! Bagus ff nya (y)
    Krissica nya dong :’3 aku kan sneng sama krissica xD
    Eunji nya ilangin aja :v jahat amat (?)
    Pengennya kris ama jessica aja😀
    Atau nanti ada cinta segitiga (?)
    Lanjut thor jangan lamalama😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s