I Understand You [Part 1]

pr-by-miazzura1

Title : I Understand You [Part 1]

Author : miazzura

Cast : Jessica, Kai, Dennis Kane

Genre : Romance, Fluff, Family, Little bit angst

Length : Chapter

A/N : Annyeong^^ Taraaa!! Aku bawa FF yang aku kebut kerjain dalam waktu 3 hari^^ Kkk~ Jadi maklumin aja ya kalo FF ku ini jelek, mengecewakan, ancur, dan sebagainya._. Maaf banget._. Tapi aku berharap semoga kalian suka ya^^ Happy reading^^ Jangan lupa RCL nya\(^o^)/

Poster by http://highschoolgraphics.wordpress.com/

“I understand your feeling. But… Can’t we be a lovely family like a normal family usually be? Can’t we?”

 

Jessica POV

Neon moreun cheok nuneul gamneun. You bad bad bad boy, you so bad~~

Telpon. Aku mengambil handphone ku yang kebetulan hanya berjarak kurang dari satu meter dari tubuhku.

“Mwo? Unknown Number?”gumamku kecil. Biasanya aku tak akan mengangkat tekpon dari nomor yang tak kuketahui seperti ini, tapi kali ini berbeda. Ada sesuatu yang aneh dengan perasaanku.

“Yeo… Yeoboseyo?”

“………………………..”

“Oh, nde, nugeseo?”

“………………………..”

“Ke… Kepolisian? Wae irae?”

“…………………………”

“Kim Jong In? Ya, dia suamiku. Ada apa?”

“…………………………”

“Jeongmal-yo? Baiklah, aku segera kesana. Maaf merepotkan.”

“…………………………..”

Pip!

“Kai!”pekikku kesal. Apa-apaan dia?! Ini sudah larut dan dia malah mabuk-mabukkan diluar sana? Jika hanya mabuk-mabukkan biasa, maka tak ada alasan bagi kepolisian untuk menelponku. Tapi bodohnya, Kai malah membunyikan klakson mobilnya berulang kali di depan pekarangan tetangga. Dasar kurang kerjaan!

Krek!

Mataku langsung tertuju pada pintu kecoklatan kamarku yang menampakkan Dennis berdiri manis di depan sana. Dennis Kane. Buah cintaku bersama Kai.

“Eomma… Appa belum pulang?”aish… Jinjja! Aku harus jawab apa? Ini sudah yang kelima kalinya dalam 2 jam Dennis menanyakan hal ini kepadaku.

“Kau belum tidur, sayang? Belum tenang jika belum mengucapkan ‘selamat malam’ pada appa, ne?”dia mengangguk.

“Mobil appa mogok di tengah jalan yang menyebabkan appa pulang terlambat. Ini eomma baru akan berangkat dan menjemput appa. Kau tidur duluan saja ya?”Dennis tampak berpikir. Cepatlah, manis. Eomma harus menyelesaikan kerusakan yang dibuat appa mu.

Sekali lagi Dennis mengangguk, kali ini dengan senyum kecilnya. “Baiklah, sekarang masuk ke kamarmu.”kugandeng tangan pangeran kecilku ini kekamarnya. Menyelimutinya dengan penuh kasih sayang lalu mengecup puncak kepalanya.

“Jalja, eomma.”

“Jalja, Dennis-ah.”

Author POV

Jessica langsung mengambil tas dan sepatunya. Berjalan cepat menuju tempat Kai sekarang. Tak sampai 10 menit berjalan dari rumahnya, yeoja manis itu melihat mobil yang di kenalinya. Yap! Audi hitam milik Kai.

“Maaf, apa suamiku ada disini?”Jessica bertanya sopan pada seorang polisi lelaki yang sedang berjaga dekat mobil milik Kai. “Maksudmu Kim Joing In?”Jessica mengangguk pasti.

“Dia ada disana. Berikanlah kesaksian terlebih dahulu, setelah itu kau dapat membawanya pulang.”

“Oh, ne, gamsahamnida.”Jessica mengambil langkah cepat menuju tempat yang ditunjuk oleh polisi tadi. Dan benar saja, Kai ada disana dalam keadaan tak sadarkan diri. Tak sadarkan diri atau sedang tidur? Entahlah.

Setelah tak lebih dari 15 menit Jessica memberi kesaksian. Pasangan ini sudah diperbolehkan pulang oleh pihak kepolisian, tentunya dengan meminta maaf terlebih dahulu kepada pemilik rumah yang telah ‘dikacaukan’ ketenangannya oleh Kai.

“Gamsahamnida, sekali lagi, maaf merepotkan.”Jessica membungkuk sempurna kepada seorang polisi yang membantunya membawa Kai kedalam mobil.

“Kapan kau akan dewasa,Kai?”Jessica berucap lirih sambil memperhatikan lekuk wajah suaminya yang terbilang sangat tampan itu. Jessica menyalakan mesin mobilnya dan langsung menancap gas untuk segera pulang ke rumahnya.

“Hhh…”hela Jessica panjang. “Yeobo, ireona-yo.”Jessica menepuk-nepuk pipi Kai pelan, berharap namja tercintanya dapat bangun sekarang juga. “Kai… Jebal, ireona-yo. It’s 1 o’clock in the morning and I haven’t sleep yet. Kai…”Jessica masih berusaha membangunkan suaminya dengan mengguncangkan tubuhnya perlahan.

“Eungh…”Kai mengusap-usap matanya yang terasa perih lalu mengalihkan pandangannya kearah Jessica. “Kenapa kau menatapku seperti itu? Bodoh.”Dar! Bagaikan ada ribuan anak panah yangdilesatkan tepat ke jantung Jessica.

Baiklah, Kai sudah berkata kasar padanya ribuan bahkan jutaan kali. Tapi kali ini terasa sangat sakit. Kenapa? Bayangkan saja kau telah menolong seseorang dari tangan polisi, membawanya pulang ke rumah padahal kau belum pandai mengendarai mobil, membiarkan anakmu berada di rumah sendirian deminya, dan sekarang apa? Kau malah diolok-olok olehnya.

Brak!

Kai menutup pintu mobil dengan kasar lalu berjalan sempoyongan masuk ke dalam rumahnya. Sementara Jessica? Yeoja itu masih terpaku di dalam mobil yang masih menyala, menatapi punggung Kai yang menjauh.

Entahlah karena pengaruh emosi atau kelelahan karena belum tidur sampai selarut ini, setetes air mata jatuh perlahan ke pipi kiri Jessica. Baginya menikah dengan Kai adalah sebuah anugrah, dan memiliki anak sepandai dan sebaik Dennis adalah sebuah keajaiban.

Tapi berbeda dengan Kai, baginya, menikah dengan Jessica adalah sebuah bencana. Bencana yang bermula dari sebuah kesalahan. Kesalahan yang membawa mereka berdua ke ranjang mewah sebuah hotel kala itu. Dan Kai membenci Jessica, Kai membenci sikapnya yang sok dewasa, Kai membencinya karena umur yeoja itu lebih tua darinya, dan Kai mengutuk Jessica yang telah melahirkan anak manja seperti Dennis.

Tak berapa lama, Jessica langsung tersadar lalu menghapus air matanya. Dimatikannya mesin mobil milik Kai lalu dengan mata yang sembab, berjalan pelan ke arah kamarnya.

Krek!

Jessica membuka pintu kamarnya dengan pelan, takut membangunkan Kai jikalau lelaki itu sudah tertidur. Benar saja, Kai sudah tertidur dengan lelap di ranjang berukuran King Size milik pasangan ini.

Jessica langsung membaringkan tubuh letihnya disebelah Kai lalu menarik selimut untuk menghangatkan keduanya.

In the morning…

Teriknya cahaya matahari yang serasa menusuk langsung membangunkan Jessica dari tidurnya. Baiklah, tubuhnya terasa sakit karena gadis itu hanya mendapatkan tidur 5 jam. Tapi tidak masalah jika ketika dia bangun, dia dapat melihat wajah segar Kai dan Dennis.

“K… Kai?”Jessica terperanjat saat tak mendapati sosok suaminya yang semalam berbaring disebelahnya. Dengan cepat Jessica berjalan keluar kamar, mencari sosok Kai di sekeliling rumah. Tapi hasilnya nihil. Bahkan mobil Kai pun sudah tak berada di parkiran.

Jessica POV

Sekarang jam 6 pagi dan Kai sudah tidak ada. Pergi kemana dia? Apa dia mengunjungi wanita-wanita simpanan nya itu lagi?

Ya, aku tau kalau Kai bermain dengan wanita lain. Bahkan aku hapal nama-nama wanita itu. Mulai dari Sulli, Tiffany, Sooyoung, Luna, bahkan dia sempat mengencani adikku sendiri. Hhh… Lalu aku harus bagaimana? Aku terlalu menyayanginya. Terlebih lagi, aku tak mau Dennis merasa sakit hati karena melihat kedua orang tuanya tak akur atau malah berpisah.

“Hoahm… Eomma?”aku berbalik dan mendapati Dennis tengah berdiri di ujung pintu kamarnya sambil mengusap-usap kedua matanya.

“Appa eodi? Apa dari semalam belum pulang?”sekali lagi, sekali lagi aku harus memutar otak untuk menjawab pertanyaan anak kesayangannya itu. “Ehm… Semalam appa sudah pulang, tapi baru saja sekretaris appa menelpon, jadi appa harus pergi ke kantor pagi sekali.”aku tersenyum. Tersenyum lirih lebih tepatnya.

“Dennis mau kan berangkat ke sekolah dengan eomma?”lanjutku, kali ini sambil memperbaiki tatanan rambutnya. Pangeran kecilku tersenyum lalu mengangguk membuatku tersenyum senang.

“Sekarang, Dennis siap-siap ne? Eomma akan siapkan sarapan untuk kita berdua.”sekali lagi Dennis mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya.

Author POV

Aroma wangi nan menggugah selera membuat Dennis langsung menghampiri sang eomma yang sedang meracik Chicken Soup kesukaannya.

“Eomma, aku lapar!”Dennis menarik-narik manja ujung baju Jessica yag hanya dibalas dengan senyuman manis dari yeoja berdarah San Francisco-Korea itu.

“Nah! Sup nya sudah matang! Kha!”Jessica mengangkat dua mangkuk kecil penuh sup lalu meletakkannya diatas meja diikuti Dennis dibelakangnya. “Eomma-ya, kenapa akhir-akhir ini appa jarang ikut sarapan bersama?”Jessica memandang wjah polos Dennis ragu.

“Sayang… Eomma kan sudah pernah bilang. Appa sangat sibuk, karena itu appa jarang berkumpul bersama kita.”

“Tapi apa tak bisa meluangkan waktu sebentar saja? Tidak biasanya appa berangkat sepagi ini. Appa benar-benar berangkat bekerja, eomma?”

“Dennis Kane! Just… Just stop asking and finish your food!”

“Mi… Mianhae, eomma.”

Setelah percakapan singkat tadi, tak ada lagi percakapan lanjutan di antara ibu dan anak itu. Keduanya tenggelam dalam diam, memakan makanan yang telah terhidang dengan tenang. Oh! Mungkin hanya Dennis yang menyantap makanannya, berbeda dengan sang eomma yang hanya menatap sup miliknya tak selera.

Drrt… Drrt…

Jessica mengeluarkan iPhone putih miliknya untuk membuka sebuah pesan yang baru saja masuk. Tapi seketika keningnya berkerut ketika membaca nama pengirim pesan yang tertera di layar handphone nya.

From: Hyoyeon

Sica-ya, apa suamimu si Kai itu tidak berangkat bekerja? Aku melihatnya di Classy Resto sedag berudaan dengan…Ah! Siapa namanya? Choi Jina? Ya, rekan kerjanya yang seksi itu. Kurasa kau harus segera kemari.

“Oh tuhan…”

TBC~

Gimana? Jelek? Yah, aku tau._. Maaf banget ya kalau mengecewakan. Tapi tetep, hehe… Jangan lupa RCL nya^^

44 thoughts on “I Understand You [Part 1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s