[Freelance] MORE THAN…(Chapter 9/END)

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast:  -L Myungsoo- Jessica Jung.

PART V

DON’T STOP ME, I LOVE YOU

 

_______________________________MORE THAN_______________________

Pagi itu Myungsoo dikagetkan dengan semua foto yang berserakan di meja kerja eommanya. eommanya mempunyai maksud lain untuk memintanya datang ke kantor. Ini diluar dugaannya. Sang eomma tidak membicarakan tentang perusahaan padanya, melainkah hal lain, dan itu adalah tentang foto-foto itu.

Ny Kim menatap tajam putra semata wayangnya itu. Sedangkan Myungsoo masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Bagaimana mungkin eommanya bungkam selama itu?

Foto-foto itu tak lain adalah semua fotonya bersama Jessica. Dimulai dengan foto di tahun pertama mereka berteman , foto setiap kebersamaan mereka sampai saat perayaan tahun ke-8 persahabatan mereka.

“Wae? Kau pikir eomma tidak tahu?”

Myungsoo tersenyum, memang tidak mungkin jika eommanya tidak tahu segala kegiatannya. Ia hanya berfikir jika selama ini ia mampu mempertahankan pertemanan beda kelas sosialnya dengan Jessica, itu berarti eommanya tidak tahu apapun tentang hubungannya dengan Jessica.

Namun kenyataannya sungguh berbeda, Ny Kim menjelaskan ia tahu hubungannya dengan Jessica sejak pertama mereka bertemu. Dan jangan ditanya apakah Ny Kim tahu latar belakang dan kehidupan Jessica. Dia pasti tahu.

“Apa yang eomma inginkan?”

“tidak ada, ini hanya peringatan kecil setelah bertahun-tahun aku diam dan tidak melakukan apapun, kau pasti tahu itu”

Myungsoo terdiam, ia mendongak, dan kali ini ia berani menatap wajah Ny Kim.

“apa aku melakukan hal yang salah? Kami hanya berteman “

“ada banyak teman yang lebih baik untukmu”

“Berhenti mengatur pergaulanku, aku bisa memilih teman yang baik untukku”

“teman dengan kelas sosial yang berbeda dengan kita?”

Myungsoo tersenyum sinis, ia benci hal ini. Yang ada di otaknya kali ini adalah, bagaimana caranya ia bisa tetap bersama Jessica dan ia tetap aman. Ia yakin jika ia bersikeras, eommanya bisa berbuat apapun.

“Eomma, beri aku sedikit nafas untuk memilih teman-teman dan seseorang yang pantas untuku”

Ny Kim tersenyum sinis. Ia beranjak dari kursi dan mendekati putranya itu. ia memeluk Myungsoo dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya.

“Kita lihat saja nanti putraku” Ny Kim melepas pelukannya. Lalu ia melangkah keluar dari ruangannya. Meninggalkan Myungsoo yang masih membatu di ruangan itu.

“Mianhae…Sooyeon_ah” lirihnya.

______________________________MORE THAN________________________

Jessica menatap dingin sosok di depannya. Ia tidak bisa memberikan ekspresi lain selain wajah dingin itu. Tidak tahu harus gembira atau marah. Sayangnya tidak mungkin ia marah ataupun mengusirnya saat itu juga.

Ya, tidak mungkin ia mengusir eommanya yang beru saja kembali ke rumahnya.

“Jangan menatap Mommy seperti itu”

Jessica masih diam, tatapannya juga tak berubah. Sepertinya ia sudah muak memanggil Ny Jung dengan gaya amerikanya itu. Rasanya sudah tidak pantas lagi ia memanggilnya dengan cara seperti itu, mengingat keadaannya saat ini. Lebih baik ia memanggilnya dengan sebutan eomma seperti biasa. Itupun sepertinya berat untuk ia katakan

“Haljima! Kau menakutkan!” Ny Jung membanting sendoknya.

Mendapat tatapan dingin dari Jessica sungguh membuatnya tidak nyaman.

“Apa terjadi sesuatu? Kenapa dengan koper-koper itu?”

Ny Jung melirik singkat koper yang ia bawa, jelas itu menjadi tanda tanya besar untuk Jessica.

“Jangan katakan, kau pergi dari rumahnya” Imbuh Jessica.

Ny Jung menunduk, ia menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal itu.

“Ahaha..kau bicara apa? Tentu saja aku merindukanmu, Kau putriku satu-satunya”

Jessica tersenyum sinis, itu bukan alasan yang tepat baginya, rasanya ia juga muak dengan kata-kata manis tak bertanggung jawab seperti itu.

“Dia meninggalkanmu, lalu kau kembali padaku?” Jessica masih terus menyelidik.

“OH Aigoo…jangan berkata seperti itu, Mommy hanya mengunjungimu, dan ingin tinggal beberapa hari denganmu” Jelas Ny Jung dan itupun tidak meyakinkan Jessica.

Terbukti, Jessica masih menatapnya selidik. Melihat lebih detail wajah eommanya. Wajah itu terlihat aneh baginya. Sampai akhirnya ia menemukan sesuatu pada wajah itu.

“Dia menyiksamu? Lalu kau meninggalkannya dan kembali padaku?..”

“__”

“Jangan mengelak, aku bisa membacanya” sergah Jessica.

Ny Jung menghela nafas berat, ia hanya bisa pasrah. Semua yang dikatakan Jessica memang benar. Hanya saja ia malu mengakuinya. Ia malu karena ia salah memilih pasangan hidup dan meninggalkan Jessica demi laki-laki itu.

“Mian…” Ny Jung mendongak, ia kembali menunduk karena kini tatapan Jessica berubah menjadi penuh kebencian padanya.

“Aku seperti botol plastik yang kau buang ke tempat sampah, lalu kau punguti lagi karena kau butuh untuk mengisinya sebagai tempat air minummu” ucap Jessica lirih.

Kalimat itu seperti pukulan luar biasa untuk Ny Jung. Namun pada kenyataannya memang seperti itulah keadaan Jessica. Adakah perumpamaan yang lebih baik dari ini?

Jessica beranjak, ia mengabaikan Ny Jung yang mulai mengeluarkan isak tangis. Ia masuk ke dalam kamarnya, dan mengunci rapat pintu itu. Ia tidak ingin marah ataupun menangis kali ini. Tidak bisa ia pungkiri, meskipun ia membenci keadaan ini, ia pun akan menangis jika melihat eommanya menangis.

Bagaimanapun Ny Jung adalah eommanya, sebesar apapun kemarahan dan rasa bencinya, ia tetap tidak bisa melihat keadaan eommanya yang kacau seperti itu.

ini sama halnya, ia mengulang kisah appanya yang meninggalkan mereka demi menyelamatkan perusahaan keluarga. Ia tahu betul hal itu menyakiti hatinya, dan tentusaja menyiksa batinnya.

Tok..tok…tok…

“Jessica….eommayo..!”

“…”

“ Eomma akan pergi jika kau merasa tidak nyaman, apa kau sudah tidur?”

Ny Jung berdiri di depan pintu kamar Jessica, namun Jessica sama sekali tidak menjawabnya. Ny Jung tahu Jessica tidak mungkin tidur, mungkin ia benar-benar marah padanya, mungkin juga percuma ia berbicara seperti ini, karena Jessica tidak akan menacuhkannya. Namun setidaknya ia harus berterima kasih pada Jessica.

“Jessica, …terima kasih untuk makan malam ini, Jaga dirimu baik, eomma akan pergi.. Anyeong”

Jessica mendongak, ia menunggu suara parau eommanya lagi, namun sepertinya eommanya benar-benar telah meninggalkan rumahnya.

Ia mulai beranjak dan keluar dari kamarnya, tidak mungkin ia membiarkan eommanya keluar pada malam hari seperti ini. Ia menggeser pintu kamarnya, dan sedikit lega karena Ny Jung masih dirumahnya, namun ia sudah menata kopernya dan siap untuk keluar rumah.

“Eomma! “

“ Aku tidak ingin menjadi putri yang tidak berbakti karena membiarkan eommanya berkeliaran malam-malam, tinggalah dan jangan ganggu aku, aku lelah”

Ny Jung menatapnya sendu, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Jessica masih tetap menerimanya. Tidak perduli dengan kalimat yang sedikit kasar itu, tapi intinya Jessica membiarkannya untuk tetap tinggal

“Apa kau..”

“Jangan banyak bicara, sebelum aku berubah pikiran, kamar eomma masih sempat aku bersihkan, kau bisa memakainya” Jessica beranjak dan kembali masuk ke kamarnya.

“Gomawo” Ny Jung sedikit berteriak, ia benar-benar beruntung hari ini.

Setidaknya, kejadian yang menimpanya sedikit banyak mampu mengubahnya.

Ia harus menjadi eomma yang baik, ia memang melewati banyak waktu dan mengabaikan Jessica, namun saat ini ia bisa melihat putrinya tumbuh menjadi gadis cantik dan tetap baik hati.

Ia harus menebus kesalahannya.

_______________________________MORE THAN________________________

Jessica masih terdiam menatap sosok yang kini berdiri di depan pintu gerbangnya. Ini masih terlalu pagi untuk menerima tamu, bahkan dia masih memakai piamanya.

Kim Myungsoo, entah apa yang ada dipikirannya sekarang. Menghadapi Jessica dan eommanya, membuatnya harus terus berperang dengan perasaan dan otaknya.

Setelah kejutan dari eommanya yang tahu hubungannya dengan Jessica. Ia kembali tidak bisa berfikir jernih. Ia begitu ingin melawan eommanya, namun itu semua akan berakhir seperti kisah seseorang yang rela melepas semua kekayaannya demi seorang yang ia cintai, atau ia harus melihat seseorang yang ia cintai mendapat masalah meskipun mereka dipersatukan, dan pada akhirnya mereka terpisah karena hal tersebut.

Atau, ia harus rela melepas Jessica dan melihat dia baik-baik saja tanpa mendapat masalah dari eommanya. Namun menyiksa batinnya.

“ Kau tetap ingin berdiri di depan rumahku seperti ini?” Jessica melipat kedua lengannya.

Myungsoo masih terdiam, ia mendengar Jessica, namun ia masih ingin menatap Jessica lebih lama.

Jessica menghela nafas, Myungsoo mengabaikannya. Bahkan ia tidak bergerak sedikitpun.

“Baiklah! Jika kau ingin seperti ini, ruanganku masih sama seperti saat terakhir kau kerumahku jika kau ingin masuk kedalam, aku akan mandi”

“Biarkan, …seperti ini saja” Myungsoo menahan tangan Jessica saat ia melangkah dari tempat itu.

“Wae” Jessica kembali menatapnya.

“ Any…aku ingin melihatmu seperti ini, terlihat lebih cantik saat kau bangun tidur seperti ini” Myungsoo mengacak rambut Jessica, sontak membuat Jessica mengerucutkan bibirnya.

“Seperti ini lebih cantik” imbuh Myungsoo saat ia berhasil membuat rambut Jessica semakin berantakan.

“Kau selalu menyebalkan EL” Jessica berusaha merapikan rambutnya namun Myungsoo masih menahannya.

“Kau lebih menyebalkan” Balas Myungsoo

“Kau lebih lebih menyebalkan” Jessica tak mau kalah.

“Kau 3 kali lebih menyebalkan” Myungsoo kembali membuat rambut Jessica berantakan.

“Hya! EL” teriak Jessica. Dan ia berhasil membuat Jessica kembali mengeluarkan Dolpin voicenya.

Myungsoo bisa tertawa lepas kali ini. Sudah cukup lama ia tidak menjahili Jessica. Baginya ini menjadi lebih menyenangkan. Ia merindukan masa-masa SMA nya dulu jika seperti ini.

“Aku harus mandi, pulanglah! Aku akan ke kampus hari ini, apa kau tidak ke kampus?”

“Aku akan banyak absen, aku mulai bekerja di perusahaan, ada proyek besar yang aku kerjakan”

“Oh…baguslah” dan hanya itu tanggapan Jessica.

Memang sudah seharusnya Myungsoo kembali ke perusahaan. Itulah janjinya saat ia kembali ke Korea. Hanya saja ia tidak menyangka akan secepat ini. Bahkan sebelum ia menyelesaikan kuliahnya.

Myungsoo kembali terdiam, ia harus mengatakan sesuatu pada Jessica. Dan Jessica harus tahu keadaan yang benar-benar akan terjadi nantinya. Setidaknya Jessica harus tahu segala ketakutan Myungsoo padanya.

Ya, ia harus mengatakan sesuatu pada Jessica. Ia benar-benar harus membulatkan niatnya. Kali ini ia tidak bisa menahannya atau apapun itu.

“Sooyeon_ah”

“emh?” Jessica mendongak, dan ia mendapati tatapan serius Myungsoo padanya. Sangat berbeda dengan beberapa waktu lalu saat Myungsoo menjahilinya.

“Berjanjilah padaku, kau harus selalu percaya padaku, apa pun yang terjadi, kau harus bersamaku”

Jessica terdiam, ia membalas tatapan Myungsoo dan merasuk ke dalam manik mata sahabatnya itu. Ia benar- benar melihat ketulusan dari Myungsoo. Namun apa yang salah dengan ucapan itu? apa terjadi sesuatu sehingga sahabatnya itu berkata seperti itu padanya?

“EL..Apa yang terjadi?”

Myungsoo tersenyum, ternyata ia belum cukup berani untuk mengatakan niatnya yang sebenarnya pada Jessica.

“Any…tolong percaya padaku, kau harus berjanji” Myungsoo mencium singkat puncak kepala Jessica.

“Aku pergi, berikan salam ku pada Hyung dan lainnya, katakan pada mereka, jika mereka merindukanku…mereka bisa datang ke kantor”

Jessica hanya mengangguk, ada yang disembunyikan oleh Myungsoo. Itulah yang ada diotaknya saat ini. Ia masih terdiam, dan ia meraba puncak kepala yang dikecup singkat oleh Myungsoo itu. Sementara Myungsoo sudah semakin jauh dari jangkauan pandangannya. Ia masih merasa bahwa Myungsoo meninggalkan sesuatu yang berat dan belum sempat ia katakan padanya. Apa itu, ia tidak bisa menebaknya.

________________________________MORE THAN_____________________

Dan benar, setelah pagi itu Myungsoo hampir tidak pernah ke kampus lagi, sekalipun Myungsoo ke kampus, namun mereka tidak bisa bertemu karena diwaktu yang berbeda. Ia hanya mengirim pesan pada Jessica dan itupun saat Jessica sudah terlelap. Saat Jessica membalas pesannya di pagi hari. Myungsoo sudah sibuk dengan pekerjaannya dan tidak bisa membalas pesan dari Jessica.

Seperti itulah yang terus terjadi antara Myungsoo dan Jessica selama 1 bulan ini. Setidaknya Myungsoo masih bisa mengiriminya pesan, ini lebih baik dari pada beberapa waktu terakhir.

.

.

Naeun, gadis cantik itu sudah cukup lama duduk di depan Myungsoo. Namun tak sedikitpun Myungsoo mengacuhkannya. Ia hanya bisa memperhatikan Myungsoo yang terus berkutat dengan lembar kerjanya.

Mungkin ini waktu yang salah untuknya, ia berniat ingin menemani Myungsoo dan merayakan ulang tahun Myungsoo bersama-sama. Namun yang terjadi adalah, Myungsoo lebih menghiraukan pekerjaannya dan sama sekali tidak memperhatikannya.

“Oppa..”

“…”

“OPPA”

“…”

“Oppa, gwenchana? Apa kau tidak melihatku disini sejak tadi?” Naeun mulai mengeluarkan suaranya. Berada 1 setengah jam diruangan yang sama namun sama sekali tidak mendapat respon sudah cukup membuatnya gerah dan ingin marah. Namun dia tidak akan melakukan itu pada Myungsoo.

Dia adalah 1 dari banyak gadis yang sangat menyukai Myungsoo, dan dia adalah gadis yang paling beruntung karena menjadi kekasih Myungsoo. Meskipun sebenarnya akhir akhir ini Myungsoo sering menghabiskan waktu untuk mengencani gadis-gadis hanya untuk bersenang-senang. Namun hanya dialah yang diketahui publik sebagai kekasih Myungsoo. Dan itu sudah cukup menyenangkan untuknya. Tentu ia akan sangat menjaga hubungannya dengan Myungsoo.

Myungsoo mendongak setelah ia benar-benar mendengar suara Naeun yang mulai mengeras

“Ah…mianhae, apa kau sudah lama disini?”

Naeun tersenyum getir, jadi selama 1 setengah jam ini Myungsoo benar-benar tidak tahu bahwa Naeun ada dalam satu ruangan dengannya?

“Apa kau benar-benar sibuk?” suara itu sedikit bergetar, entahlah…ia ingin menangis saat itu juga. Yang ada di otaknya saat ini adalah Myungsoo lupa bahwa hari ini adalah ulang tahunnya. Dan benar-benar tidak menganggapnya.

“Ah..ne, apa yang kau perlukan? Apa ada masalah?”

“Any…” Naeun menunduk, ia menahan kalimat yang akan ia ucapkan.

Myungsoo benar-benar lupa dengan hari ulang tahunnya sendiri. Apa yang harus ia lakukan jika seperti ini?

“Apa malam ini oppa sibuk? “

Myungsoo melihat jam di tangannya. Ia terlihat berfikir sejenak.

“Entahlah…mungkin aku akan lebih lama di kantor. Ada apa?”

“Any…jika oppa tidak sibuk, hubungi aku malam ini, aku akan menemui mu”

Myungsoo terdiam, lalu tersenyum simpul. Ia mengangguk sebagai tanda persetujuannya. Dan senyum pun mengembang di pipi semu Naeun.

“Aku harus pergi, selamat bekerja Oppa, jaga kesehatanmu, Fighting!” Naeun berkata penuh semangat, dan mendapat anggukan dari Myungsoo.

Ia mendekati Myungsoo dan mencium singkat pipi Myungsoo. Setelah itu ia keluar dari ruangan itu.

Myungsoo hanya terdiam, setelah Naeun benar-benar pergi dari ruangannya. Ia hanya bisa terdiam. Ia tahu Naeun benar-benar menyukainya, ia juga tahu bahwa sudah lama Naeun mengejar cintanya. Ia tahu Naeun mengabaikan segala hal yang ia ketahui tentang hubungan persahabatanya dengan Jessica.

Ia juga tahu , Naeun sadar bagaimana perasaan Myungsoo pada Jessica, namun ia tetap mengabaikannya. Ia tetap menginginkan Myungsoo, sampai pada akhirnya Myungsoo benar-benar bersamanya.

Saat ini Myungsoo benar-benar tidak bisa menjamin ia tidak lagi menyakiti orang lain, entah jika ia bersama Jessica, atau ia sama sekali tidak bisa bersama Jessica. Salah satunya adalah Naeun.

____________________________MORE THAN_______________________________

Jessica terdiam, dan menghentikan langkahnya menuju gerbang kampus, ia tidak mengenal sosok yang saat ini berjalan kearahnya. Namun ia yakin sosok anggun itu menghampirinya dan akan mengatakan sesuatu padanya. Firasatnya tidak karuan saat itu juga. Sementara saat itu juga ia teringat ucapan Myungsoo pagi itu.

“Jessica_ssi?” sosok anggun itu benar-benar menghampirinya seperti firasatnya.

Jessica tak menjawab, namun ia membungkukkan setengah badannya sebagai tanda hormatnya untuk seseorang yang lebih tua dibandingnya.

“Jadi benar, kau yang bernama Jessica?”

“Ne..” Jessica kembali membungkuk.

“Kau yang dikatakan sahabat putraku Kim Myungsoo itu?”

DEG

Jessica membuka matanya lebar, bukan berarti ia terkejut karena dia adalah eomma Myungsoo, yang ia kejutkan adalah, Ny Kim benar-benar tahu siapa dirinya. Dan ia terkejut bahwa hari ini telah tiba, saat ia bertemu dengan keluarga Myungsoo dan setelah itu ia tidak bisa memikirkan apa yang terjadi selanjutnya.

“Ne” Jessica menjawabnya ragu.

“Sekarang kau tahu siapa aku Jessica_ssi?”

Dengan ragu Jessica mendongak, ia menatap sosok yang selama ini tidak pernah ingin ia temui itu.

Kini ia bisa melihat senyum dari Ny Kim, terlihat keangkuhan dalam senyum itu. dan itulah yang membuat Jessica membenci hal-hal seperti ini. Bertemu dengan orang-orang kaya seperti keluarga Myungsoo, sangat ia hindari. Karena setelah mereka tahu siapa Jessica, mereka akan meremehkannya.

“Apa perlu anda Nyonya?”

Ny Kim tersenyum, Jessica sudah berani menatap dan bertanya padanya. Bahkan ia tidak melihat rasa takut dari Jessica seperti yang ia prediksikan.

“Aku hanya ingin bertemu dengan gadis yang dicintai oleh putraku selama ini”

Jessica kembali tersentak, dan Ny Kim masih dengan senyum yang terlihat angkuh itu.

Dia tahu? Dia pasti tahu semuanya?

Jessica terdiam, itu artinya Ny Kim sudah tahu semuanya. Bahkan mungkin Ny Kim sudah mencuri start untuk menyelidiki seperti apa kehidupannya dan siapa dirinya.

“Kau tidak tahu putraku mencintaimu? Apa kau pura-pura tidak tahu selama ini?”

OH EL… aku berharap kau disini dan menjelaskan semuanya.

Pertanyaan itupun tidak mampu Jessica jawab. Ia hanya terdiam dan membalas tatapan tajam Ny Kim padanya.

Tidak mungkin ia tidak tahu bagaimana perasaan Myungsoo padanya. Bahkan selama ini ia menahan dan terus berpura-pura tidak tahu. Sejak dari dulu, ia sudah merasakan perasaan cinta Myungsoo pada dirinya. Namun bodohnya ia tetap bersikukuh pada perasaannya untuk Lee Ki Kwang yang akhirnya menyakitinya. Sejak saat itu ia yakin, cinta Myungsoo padanya akan berakhir sama seperti Ki Kwang jika ia Myungsoo tetap mempertahankannya.

Ia lebih memilih tidak tahu apa-apa dan tidak menjawab perasaan Myungsoo daripada ia kehilangan sosok Myungsoo. Seperti ia kehilangan sosok Ki Kwang.

“Kau tidak mampu menjawab? Apa kau takut?”

“Tidak Nyonya, aku rasa anda salah”

“Apa yang salah dengan ucapanku? “

“Putra anda dan saya hanya bersahabat, dan saat ini putra anda sudah mempunyai kekasih, apa itu mungkin jika dia mencintai saya?”

“Siapa yang tahu? Kau hanya berpura-pura tidak tahu Myungsoo mencintaimu dan memanfaatkannya untuk kepentingan dirimu sendiri? Apa itu tidak mungkin?”

Jessica tersenyum, ia tahu pembicaraannya akan seperti ini pada akhirnya.

Tidak apa apa Jessica, kau sudah biasa menghadapi ini

Jessica mengambil nafas dalam, lalu dengan tegas ia mengatakan pada Ny kim

“Seperti itulah anggapan banyak orang Nyonya, … Namun apa mereka perduli jika saya tulus atau tidak pada Putra anda? “

“Aku harap kau bisa sadar diri, dan tahu batasanmu dengan putraku, dia adalah penerus perusahaan besar di negara ini. Akan sangat lucu jika ia menyerahkan semuanya demi gadis sepertimu” Ny Kim menyentuh lembut puncak kepala Jessica.

“Kau pasti tahu maksud dari kalimat ku ini gadis cantik, kau cukup pintar untuk memahaminya”

Ny Kim beranjak setelah menyentuh puncak kepala Jessica. Baginya, Ini peringatan pertama untuk Jessica.

Jessica menatap tajam Ny Kim. Jika bisa meminta saat itu juga, ia ingin sama sekali ia tidak bertemu dengan hari ini. Tidak dipungkiri hatinya kembali sakit dan terpukul. Ia tidak cukup berani marah pada Tuhan. Apa yang salah dengan keadaannya? Menurutnya tidak ada yang salah dengan keadaannya. Hanya waktu dan tempat saja yang salah meletakkannya. Sehingga ia bertemu dengan saat-saat seperti ini dalam hidupnya.

“Saya mengerti Nyonya” Jawab Jessica tegas.

Ny Kim menghentikan langkahnya, ia menatap gadis itu lagi.

“Dari awal pertemuan kami tidak terencana, dan segala sesuatu yang terjadi nantinya juga tidak akan sesuai rencana” Jessica mengakhirinya dengan membungkuk dan memberi hormat pada Ny Kim, sebelum ia yang beranjak pergi dari tempat itu.

_________________________________MORE THAN_________________________

Myungsoo merasa terganggu dengan ponselnya yang bergetar di meja. Sudah sejak tadi ponsel itu bergetar dan ia tetap enggan untuk mengecek pesan yang ia terima.

Ia baru sadar bahwa sudah hampir 8 jam ia berkutat dengan pekerjaannya. Lalu ia memutuskan untuk meraih ponselnya, dan mengecek pesan apa saja yang ia terima.

Kebanyakan adalah pesan dari orang-orang yang ia kenal untuk mengucapkan ulang tahun padanya. Dan saat itu ia baru ingat bahwa dia hari ini ulang tahun.

“Tidak ada pesan dari Sooyeon, apa dia melupakannya?” Myungsoo menunjukkan wajah kecewanya.

Ia tidak perlu membaca satu-persatu pesan itu, karena semua isinya pasti sama. Lagi pula ia tidak menemukan pesan dari Jessica. Karena pesan dari Jessica lah yang bisa membuatnya senang.-Myungsoo membuka satu pesan dari Young Jae, karena menurutnya aneh jika Young Jae mengirimi dia pesan, Young Jae tidak mungkin mengucapkan ulang tahun padanya. Itu sudah tradisi Young Jae.

KLIK

Mata Myungsoo membulat sempurnya, beberapa foto telah ia terima dari Young Jae.

aku melihatnya ketika aku akan menjemput Jessica di kampus, Apa yang terjadi? Apa dia eommamu?”

Dengan segera Myungsoo meraih jas dan keluar dari ruangan itu. Ia harus bertemu Jessica, untuk memastikan keadaannya.

.

.

 

Myungsoo pergi ke rumah Jessica, dan dia hanya bertemu dengan eommanya. Itu juga termasuk kejutan baginya, karena ia tidak tahu Ny Jung telah kembali kerumah.

Selanjutnya ia bertemu Young Jae, dan meminta bantuan Young Jae untuk menunjukkan tempat kerja Jessica.

“Jessica baik- baik saja, dia sedang di jam kerja, kau tidak bisa menemuinya” jelas Young Jae.

“Apa terjadi sesuatu?” Tanya Myungsoo

“Seharusnya itu pertanyaan yang kau jawab, Kim Myungsoo”

Myungsoo terdiam, baginya saat Ny Kim bertemu Jessica, itu bisa menjadi pertanda buruk. Ia tidak pernah bisa menebak apa yang akan dilakukan eommanya.

“Kau selalu membuat masalah untuk Jessica, sekarang apa lagi?”

Myungsoo hanya bisa diam, dia mengacak rambutnya dan menghela nafas panjang. Mungkin benar, dia selalu membuat masalah untuk Jessica. Bukankah ini sudah sejak lama saat mereka berteman. Ia berulang kali untuk menjauhi Jessica namun berakhir dengan dirinya yang tetap tidak mampu berada jauh dari Jessica.

“Aku sudah berjanji, tidak akan menjauhinya, apapun yang terjadi” ucapnya lirih.

Young Jae tersenyum, dia menepuk pundak sahabatnya itu.

“Putuskan sesuatu dalam kisah kalian. Kau pikir aku akan diam saja melihat Jessica mendapat masalah karenamu? Aku akan menuntutmu jika terjadi sesuatu pada Jessica karenamu. Apa kau lupa siapa aku? “

Ancaman itu sukses membuat senyum getir terukir pada wajah Myungsoo.

“Aku tahu kau mencintainya. Kami semua tahu kau mencintainya” lanjut Young Jae.

Myungsoo mendongak, memang sudah seharusnya mereka sadar dengan sikap Myungsoo pada Jessica. Jelas dia mencintainya sejak lama.

“meskipun kau teman kami, jika terjadi sesuatu yang buruk pada Jessica, kau juga akan berhadapan dengan kami , Yong Guk, Jin, Himchan, Ren, mereka semua siap mematahkan setiap bagian tubuhmu”

“Kau terus mengancamku Hyung”

Young Jae tertawa, apa ancamannya sudah keterlaluan sehingga membuat Myungsoo tidak mampu melawan ancamannya.

“Kau harus melakukan sesuatu”

“Ini akan menjadi langkah terakhirku, jika aku berhasil aku akan bersama Jessica dan jika aku gagal aku akan melepaskannya”

Myungsoo meraih jasnya, setelah menepuk singkat pundak Young Jae ia keluar dari rumah Young Jae.

.

.

“ini akan menjadi langkah terakhirku”

Myungsoo melambaikan tangannya dengan semangat setelah melihat Jessica keluar dari tempat kerjanya.

Begitupun dengan Jessica, dia berlari kecil kearah Myungsoo setelah melihatnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Jessica.

“Kau harus mentraktirku, kau ini sahabat yang tidak baik”

Jessica terdiam, detik selanjutnya ia tersenyum. Ia ingat hari ini adalah ulang tahun myungsoo. Kenapa ia sampai lupa?

“Ara..ara”

“Ara?”

“Kau bertambah tua, “ Jessica tertawa dan memukul dada Myungsoo.

“Kau juga semakin tua Nona Sooyeon”

“Kau juga harus memberiku hadiah, kau tidak pernah melakukannya”

“Aku pernah memberimu hadiah saat di sekolah pertama”

“Aku tidak mengingatnya”

“Hya EL”

Myungsoo menarik tangan Jessica. Dan genggaman erat sudah mengikat tangan Jessica.

“Kita makan ramyun, dan sedikit Soju ” ucap Myungsoo dan di balas anggukan oleh Jessica.

Jessica melupakan pertemuannya hari ini dengan Ny Kim. Setelah bertemu Myungsoo ia kembali merasa nyaman. Ia tahu perasaan Myungsoo dan ia mulai menerima semua cinta dari Myungsoo. Dari perasaan sahabat menjadi cinta. Itulah yang terjadi saat ini.

Jessica selalu berfikir bahwa dia sangat egois dengan mengabaikan perasaan Myungsoo, karena ia tidak ingin Myungsoo menjauh darinya. Ia benar-benar tidak ingin kisah Ki Kwang berakhir sama dengan Myungsoo. Ia juga tidak tahu seperti apa kisahnya kedepan bersama Myungsoo. Yang terpenting baginya adalah, saat ini ia masih bisa merasakah kehangatan dari Myungsoo. Ia selalu yakin Myungsoo akan menjaganya.

Setelah selesai dengan ramyun, Myungsoo mengantarkan Jessica pulang ke rumahnya seperti biasa. Dan kali ini Myungsoo kembali menggenggam erat tangan Jessica.

Ia ingin menanyakan apa yang dilakukan eommanya kepadanya. Namun melihat Jessica baik-baik saja seperti ini membuatnya berfikir dua kali, jika ia menanyakan hal itu, bukan tidak mungkin Jessica akan sedih. Sesekali ia mencuri pandang dari Jessica. Gadis itu selalu cantik ketika tersenyum. Dan selalu membuat Myungsoo terhibur olehnya.

“Kita sampai, masuklah dan tidur, kau tidak bercerita kepadaku jika eomma mu sudah kembali?”

Jessica melirik pintu gerbang rumahnya. Itu artinya Myungsoo sudah bertemu eommanya.

“Any, kau selalu sibuk, lagi pula aku baik-baik saja, bukankah itu sudah cukup?”

“emh” Myungsoo mengangguk.

“Jangan bertanya soal hadiah, aku belum membelinya”

Myungsoo tersenyum. Lalu mendekatkan wajahnya pada Jessica. Semakin lama ia semakin mencintai gadis itu. Melihatnya seperti ini membuatnya semakin menginginkannya.

CHU

Dan lagi, Myungsoo mencium Jessica seenaknya. Jessica masih tetap terdiam meski sudah berulang kali mendapat ciuman dari Myungsoo.

“Ini hadiahku, “

Myungsoo mengacak rambut Jessica “ Selamat malam”

__________________________MORE THAN______________________

Langkah Myungsoo terhenti ketika ia melihat gadis lain yang menunggu di jalanan rumah Jessica. Ia mengenal sosok itu. Dan seketika itu dia ingat akan pesan Naeun untuk menghubunginya malam ini, karena dia akan mengajaknya makan malam.

Dengan senyum yang sedikit ia paksakan, ia melihat Naeun berjalan kearahnya.

“Oppa”

“Apa yang kau lakukan malam-malam disini?”

“Menunggumu”

Myungsoo terdiam, ia melihat kesedihan dimata Naeun. Dan lagi-lagi ia harus dibuat merasa bersalah atas ini.

“Tidak baik sendirian malam-malam seperti ini, aku antar kau pulang”

“Oppa mencintainya? Dan ingin bersamanya?” pertanyaan itu spontan terlontar dari Naeun. Dan sukses membuat Myungsoo menatap dalam mata Naeun yang hampir mengeluarkan cairannya itu.

“Kau benar-benar ingin bersamanya? “ tegas Naeun kembali.

“So Naeun… “

“Sejak pertama aku tahu itu, apa aku begitu bodoh sehingga memaksakan keadaan ini? Bahkan saat kau bersamaku kau tetap mencintainya”

Myungsoo menarik tangan Naeun untuk mendekat, ia mengusap air mata yang sudah tak terbendung itu.

“Haljima, kita pulang “ Myungsoo berusaha tidak larut dalam emosi Naeun saat ini. Sebisa mungkin ia bicarakan baik-baik dengannya, tapi tidak untuk malam ini.

“ Shireo! “ Naeum melempar tangan Myungsoo. Ia menolak mentah mentah ajakan Myungsoo.

“So Naeun”

“Oppa, kita akhiri hubungan kita, mungkin dari awal aku tidak memintamu untuk menjadi kekasihku”

“Tidak perlu merasa bersalah, aku yang memaksakan diri, aku tahu dari awal kau mencintai Jessica eonni, melihatmu seperti ini, justru kau lah yang harusnya khawatir. Kau sangat bodoh”

Myungsoo melebarkan matanya. Baru kali ini ia mendengar kalimat kasar dari sosok Naeun.

“Kau sangat bodoh karena mengulur waktumu untuk bersama seseorang yang kau cintai. Jika kau mencintainya kenapa tidak melakukan sesuatu untuk bersamanya? Kau terlalu pengecut Kim Myungsoo”

“Kkaja, kita pulang, kau harus segera pulang” Myungsoo kembali menarik tangan Naeun, kali ini Naeun menurut.

Mereka menuju mobil naeun yang terparkir tak jauh dari tempat itu, Myungsoo tak bisa mengatakan apa-apa setelah Naeun memilih untuk mengakhiri hubungan mereka. Namun tidak dipungkiri, terbesit rasa bersalah karena melihat gadis baik seperti Naeun sedih karenanya.

“Kita sampai, istirahatlah… aku akan pulang naik taxi” Myungsoo menyerahkan kunci mobilnya.

“Oppa!” Naeun menahan tangan Myungsoo. Ia dapat melihat kondisi Naeun yang masih labil karena emosinya.

Naeun mendekat kearahnya, ia sedikit menjinjit dan Myungsoo tahu apa yang akan dilakukan Naeun padanya.

Chu

“Ciuman perpisahan, dan jangan berikan ciumanmu pada gadis lain selain gadis yang kau cintai, selamat tinggal”

Myungsoo terdiam, selama ini ia tidak pernah mencium gadis lain selain Jessica, hanya saja gadis gadis itu yang menciumnya.

“Oppa, aku harap kalian bahagia” Naeun tersenyum pada Myungsoo dan masuk ke dalam rumahnya.

Myungsoo segera pergi setelah memastikan Naeun mengunci gerbang rumahnya.

______________________________MORE THAN_____________________

Ia masih memikirkan kalimat Naeun yang mengatakan ia bodoh karena mengulur waktu untuk bersama seseorang yang ia cintai. Begitu pula dengan ancama Young Jae jika melihat Jessica mendapat masalah karenanya.

Tidakkah ia sadar banyak orang yang mendukungnya untuk bersama Jessica namun kenapa ia takut hanya karena eommanya tidak mungkin menyetujuinya? Ia bisa memperjuangkannya. Selama ini banyak hal yang ia lewati bersama Jessica dan ia tetap bertahan untuk bersama. Kenapa kali ini ia terlalu dibuat takut oleh eommanya sendiri?

Myungsoo memikirkan cara untuk menggertak eommanya. Dan apa yang terlintas diotaknya kali ini adalah keputusan yang ia buat untuk melawan eommanya.

Ia berjalan dengan percaya diri ke ruangan Ny Kim. Ia sudah memutuskan sesuatu untuknya dan Jessica. Ia memejamkan matanya sesaat sebelum mengetuk pintu itu. Ia tidak pernah setakut ini sebelumnya.

“Kau datang? Ada apa putraku?” Ny Kim menyambutnya dengan ramah dan gaya angkuhnya seperti biasa,

“Aku mendengar kabar itu”

Ny Kim mengalihkan konsentrasinya dari tumpukan dokumen yang ia periksa. Ia beranjak dari kursi dan mendekat kearah putranya berdiri.

“Kau sudah mulai perhatian dengan perusahaan ternyata, apa yang kau tahu”

“ Presdire, kau akan kehilangan sebagian besar Sahammu jika membiarkan Proyek besar itu gagal “

Ny Kim tersenyum simpul. Perusahaannya memang mengalami masa sulit akhir akhir ini karena salah satu proyek terbesarnya dengan Jepang terancam gagal dan mereka sudah mengeluarkan biaya besar untuk proyek itu.

“Apa yang akan kau lakukan ?”

“Biarkan aku yang mengambil alih proyek itu”

Ny Kim membulatkan matanya sempurnya. Begitupula Myungsoo, ia tidak habis pikir, apa yang membuat Myungsoo berani mengambil proyek itu.

“Apa yang kau rencanakan? “

“Aku akan selamatkan proyek itu, dan aku akan menjadi pewaris untuk perusahaan ini”

“Tidak semudah itu, proyek ini sudah diambang kegagalan dan kami belum menemukan titik terang untuk pemecahannya, proyek ini masih bermasalah dan belum mendapatkan kepastian, untuk itu kami menghentikan total seluruh kegiatan di proyek ini, Kau tahu itu Kim Myungsoo”

“Aku akan berusaha Presdire, percayalah”

“Saat ini aku bertindak sebagai seorang presdire dan kau adalah pegawaiku, apa mungkin aku bisa percaya begitu saja dengan kemampuanmu yang belum ada apa-apanya itu?”

“Kau bisa lihat kemampuanku di proyek yang aku pegang saat ini”

“Tidak cukup dengan itu”

“Aku akan selamatkan proyek itu, setelah ini aku akan berikan pertanggung jawabanku untuk proyek yang telah selesai aku jalankan. Selanjutnya mohon beri aku perintah untuk mengambil alih proyek ini”

Ny Kim terdiam, baru kali ini ia melihat putranya sungguh tertarik dengan perusahaan. Ia juga sangat bersungguh-sungguh untuk membangun kembali proyek perusahaan yang hampir merugikan separuh saham itu.

“Aku mohon, percayalah padaku” Myungsoo membungkukkan setengah badannya. Cukup lama ia melakukan itu sampai akhirnya Ny Kim angkat bicara.

“Apa yang kau inginkan dari proyek ini?” akhirnya Ny Kim menyampaikan kecurigaannya dengan sikap Myungsoo yang tiba-tiba perduli dengan perusahaan.

“Aku hanya ingin perusahaan yang dibangun oleh keluarga besar kita ini semakin membaik”

“Ada hal lain, aku tahu kita tidak dekat, tapi aku mempunyai firasat seorang ibu untuk anaknya, apa sebenarnya yang kau inginkan?”

Kim Myungsoo, namja itu benar-benar memuji kecermatan eommanya dalam segala hal. Dia memang mempunyai hal lain dibalik proyek ini.

“Aku ingin menyelesaikan proyek ini dan aku ingin eomma menyetujui hubunganku bersama Jessica”

“KIM MYUNGSOO”

“Aku memikirkan banyak hal tentang eomma, appa dan perusahaan. Aku tahu eomma tidak akan menyetujui hhubunganku dengannya, itulah yang membuatku selalu tertahan dan tidak menyatakan perasaanku kepadanya. Tapi untuk saat ini, aku benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa eomma benar-benar tidak menyetujuinya. Aku akan lakukan yang terbaik untuk perusahaan, aku akan dedikasikan seluruhnya untuk perusahaan ini. Sama seperti eomma yang berusaha untuk membangun perusahaan ini. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Jessica. Aku menghargai eomma dan aku tahu aku adalah satu satunya harapan eomma. Tolong, setujui hubunganku dengannya eomma…. Jebal” Myungsoo terduduk dengan lututnya, lalu ia bersujud di depan eommanya.

Ibu mana yang tidak terharu dengan sikap putranya jika seperti ini. Myungsoo benar-benar memohon restu dari Ny Kim untuk Jessica. Ia benar-benar mencintai Jessica namun ia tidak bisa berbuat nekat dengan eommanya. Untuk itulah ia mengajukan persyaratan dengan mempertaruhkan harapan terakhirnya.

“Apa kau benar-benar mencintainya? Kau benar-benar melakukan ini untuknya? Bagaimana jika kau gagal? Kau akan semakin merugikan perusahaan dan kita bisa bangkrut”

“Kita tidak bisa meyakini semua akan berjalan sesuai rencana, aku tidak melakukan ini untuk Jessica, aku melakukan ini untuk eomma. Dan aku memohon agar eomma menyetujui ku bersama Jessica”

DEG

Mungkin segala keangkuhan Ny Kim saat ini runtuh saat Myungsoo mengatakan hal itu. Selama ini ia tidak pernah mendapat kasih dari putranya sendiri karena ia terlalu sibuk dengan perusahaan. Namun kali ini Myungsoo mengatakan dia akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan kepailitan demi dirinya.

Ny Kim memejamkan matanya sejenak, ia terlihat berfikir keras untuk menyetujui permintaan Myungsoo. Sejujurnya ia tidak setega itu melihat Myungsoo sedih karena keegoisannya.

Ia menjunjung tinggi segala sesuatu yang bertentangan dengan pemikirannya. Mungkin ia tidak selalu ada untuk Myungsoo, namun ia tetap mengawasi putra nya itu. Ia tidak mengelak bahwa Myungsoo sangat bahagia hanya karena ia bersama Jessica. Ia tahu itu sejak awal. Mengubah Myungsoo yang berandal menjadi anak penurut dan rajin. Membuat Myungsoo dewasa yang mulai berhati-hati dengan keputusannya, dan menurut pada eommanya hanya untuk tetap bersama Jessica. Ny Kim tahu jika selama ini Myungsoo menjaga tingkah lakunya agar tidak menarik emosi Ny Kim sehingga ia tetap bersama Jessica.

Namun ia sadar, jika ia berniat menjauhkan Myungsoo dari Jessica, seharusnya ia lakukan itu dari awal. Melakukannya sekarang sama saja menantang putranya sendiri dan bukan tidak mungkin ia akan kehilangan putra tunggalnya itu. Dan ia tidak mau itu terjadi. Ia semakin rapuh dan hanya Myungsoo yang ia percaya bisa menggantikannya. Ia tidak Mungkin membiarkan hal bodoh yang mungkin akan dilakukan Myungsoo karena ia tidak menyetujui Jessica bersamanya.

“Lakukan yang terbaik untuk perusahaan, aku tidak akan memaafkanmu jika perusahaan semakin merugi karena kau gagal”

Myungsoo mendongak, ia masih bersimpuh sementara Ny Kim memalingkan wajahnya, ia tidak mau terlihat oleh Myungsoo bahwa pipinya telah basah karena air matanya.

“Aku tidak akan perduli dengan hubunganmu bersama Jessica, lakukan sesukamu”

Myungsoo spontan berdiri, Apa itu artinya Ny Kim menyetujui hubungannya bersama Jessica? Apa itu mungkin?

“Eomma, apa itu artinya kau merestui kami?”

“Hanya jika kau berhasil “

“Aku akan berhasil demi eomma, aku akan berhasil” Myungsoo mendekati eommanya.

Sungguh terlihat wajah bahagia pada Myungsoo, untuk pertama kalinya Myungsoo mau berdiri sedekat ini dengan Ny Kim.

“Kamsahamnida, …Kamsahamnida” Mata Ny Kim membulat sempurna ketika Myungsoo tiba-tiba memeluknya.

Myungsoo benar-benar memeluknya, dan ia benar-benar merindukan putranya itu. Sudah sangat lama ia kehilangan hal seperti ini, dan kali ini Myungsoo memeluknya hanya karena ia menyetujui rencananya.

“Kamsahamnida eomma…”

“Kau membuatku kesulitan bernafas putraku”

Kim Myungsoo melepas pelukannya, dan ia salah tingkah karena ia memang tidak pernah memeluk eommanya sebelumnya.

“Jweosonghamnida, aku akan kembali bekerja”

Myungsoo membungkukkan badannya lalu segera keluar dari ruang kerja Ny Kim.

Ia keluar dengan wajah sumringah dan kebahagiaan yang tidak bisa ia gambarkan. Namun ia tidak boleh larut dengan kebagiaan itu. Ia mempunyai tugas untuk menyelesaikan semuanya, ia harus berhasil dan ia melakukan janjinya dengan sempurna.

_______________________MORE THAN___________________________

Jessica berteriak kencang, namun setelahnya ia telah dibekap oleh seseorang dari belakang. Ia sudah berusaha memberontak namun usahanya gagal. Seseorang itu berhasil membawanya jauh dari tempat kerjanya dengan menutup kedua matanya dengan kain.

Ia sungguh tak habis pikir, apakah kali ini ia diculik dia siang hari seperti ini? Lalu apa yang akan mereka ambil darinya? Dia bukan orang kaya.

“Kau salah orang jika menculikku, aku bukan orang kaya” bentaknya.

Namun ia tidak mendapat tanggapan dari orang yang membekapnya itu.

“Diamlah Jung Sooyeon” kalimat itu sontak membuat Jessica ingin segera menendang seseorang yang melakukan semua ini.

Siapa lagi jika bukan Kim Myungsoo. Dia berhasil membuat Jessica takut karena ulahnya.

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku hanya ingin jalan-jalan”

“Kau menculikku?”

“Benarkah? Aku hanya ingin bermain”

“Hya EL, lepaskan ini atau aku akan marah padamu”

“Tunggu, sampai kita tiba di suatu tempat”

“Ishh…’

“Diamlah, kau berisik…”

“Hya!”

“Usssd… kita sampai”

Myungsoo membuka penutup mata dan tali yang mengikat tangan Jessica. Dan benar, kali ini Myungsoo membawanya ke suatu tempat yang tidak asing baginya. Atap Gedung sekolahnya saat SMA.

“Kau? Untuk apa kita kesini?”

“Aku bilang aku ingin bermain-main disini” Myungsoo menggiring Jessica dan mereka duduk di tempat biasa mereka duduk saat itu. Dengan begini mereka bisa melihat langit yang berwarna biru cerah saat itu.

“Apa kau merindukan masa-masa SMA kita?” Tanya Jessica.

“eem”

“Aku mulai tahu bahwa aku mencintaimu saat kita SMA, dan aku mulai merasa kita mempunyai ikatan, saat melihatmu untuk pertama kalinya” Myungsoo mendongakkan kepalanya, ia memejamkan matanya, merasakan angina yang menerpa mereka saat ini.

“Apa aku begitu menarik seperti yang kau bicarakan?” Jessica menggoda Myungsoo dan mendorong lengannya sehingga Myungsoo hampir tergeletak.

“Kau lupa, aku menjadi pujaan para wanita saat itu?”

“Aku juga menjadi pujaan para pria saat itu, Kris, Park Chanyeol, Kyuhyun Sunbae, Kang Minhyuk Sunbae.. dan masih banyak lagi”

“Hahahaha…baiklah , kau menarik”

“Hfuuuh… bagaimana kabar mereka sekarang ya?”

“Jangan pikirkan mereka, mungkin mereka sudah memiliki keluarga saat ini”

“Kau terlalu berlebihan, aku ingin bertemu mereka suatu saat nanti”

“Kau harus bersamaku saat bertemu mereka, jika tidak.. kau akan tahu akibatnya” ancam Myungsoo dan sukses membuatnya mendapat jitakan dari Jessica.

“Jangan pukul kepalaku” Myungsoo mengusap-usap kepalanya.

Jessica tersenyum bahagia, sudah lama ia tidak melakukan ini pada Myungsoo. Dulu mereka suka menjitak satu sama lain ketika salah satu membuat lainnya jengkel.

“Sooyeon_ah…” Myungsoo mendongak dan kembali menatap langit luas.

“hem?” Jessicapun mendongak dan menatap langit yang sama.

“Saranghaeyo”

“…”

“Jeongmal Saranghaeyo”

“…”

Jessica menoleh, ia mendapati tatapan tulus dari Myungsoo. Dan saat itu ia tidak tahu harus berkata apa. Jantungnya spontan berdetak sangat cepat dan membuatnya sesak. Ia selalu seperti ini ketika Myungsoo menyatakan perasaannya.

Sementara Jessica masih membatu dan tidak tahu harus berkata apa, Myungsoo mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya. Sebuah cincin cantik dan kini Myungsoo hadapkan padanya.

“Menikahlah denganku”

DEG..DEG…DEG…

Mata Jessica membulat sempurna, apa yang terjadi hari ini? Ada apa ini? Myungsoo melamarnya?

Jessica membuka mulutnya dan ia tidak tahu harus berkata apa-apa. Myungsoo benar-benar membuatnya terbatu saat ini.

“Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu padaku Sooyeon_ah, aku hanya ingin selalu bersamamu, aku berjanji pada diriku sendiri akan hal itu. Jangan berfikir tentang eomma ataupun hal lain yang membuatmu ragu. Mungkin ini terlalu cepat, aku akan menyelesaikan tugasku di perusahaan dan aku mohon tunggulah aku, aku akan berusaha dan memenangkannya”

“…”

“Untuk itu, Jung Sooyeon… Mau kah kau menikah denganku?” Myungsoo menundukkan kepalanya, ia membawa cincin itu tepat di depan Jessica.

Sedangkan Jessica, tanpa ia sadari, airmata itu tak mampu terbendung lagi.

“Ssaranghaeyo Kim Myungsoo” ucap Jessica.

Myungsoo mendongak, ia menatap mata Jessica yang penuh air mata itu. Ini akan menjadi kemenangan yang besar untuknya.

“Kau menerimanya?”

Jessica mengangguk, dan dengan cepat Myungsoo meraih jari manis Jessica. Ia memasangkan cincin itu di jari manis dan membuatnya semakin cantik.

“Aku harus menyelamatkan Proyek besar untuk perusahaan, untuk menikah denganmu aku harus berhasil melakukannya. Kau mau menungguku dan percaya padaku?”

Jessica kembali mengangguk. Ia terlalu gembira saat itu.

“Gomawo”

Dan pelukan hangat pun mewarnai kebersamaan mereka saat itu. Ini seperti mimpi bagi mereka, namun ini juga kenyataan bagi mereka. Hanya tinggal satu langkah lagi untuk Myungsoo dan dia bisa menikahi gadis yang ia cintai.

 

-END-

 

“Aku tidak mungkin mempertaruhkan semuanya hanya demi seorang gadis, yang terpenting adalah perusahaan. Jika Myungsoo bisa mendedikasikan semuanya untuk perusahaan, Jessica menjadi bagian hidupnya bukan masalah besar.” Ny Kim

_________________________________

“Saat ini aku benar-benar sadar, dan aku benar-benar ingin memenangkan segala sesuatu tentangmu Sooyeon_ah, aku melewati banyak hal dan aku tahu itu adalah ujianku untuk mendapatkanmu. Apa ini yang dinamakan keberhasilanku karena aku tetap bertahan? Aku selalu berjanji untuk membuatmu bahagia tapi aku selalu membuat masalah untuku, kali ini aku tidak akan membiarkan itu.

Pada kenyataannya kau adalah seseorang yang lebih dari sekedar teman, lebih dari sekedar sahabat dan lebih dari sekedar orang yang aku cintai. Kau adalah Jung Sooyeonku”

__KIM MYUNGSOO__

 

Hihhihi… perpisahan untuk fanfic ini… aku sempet kehilangan feel di tengah jalan karena saking sibuknya dengan urusanku, jadinya seperti inilah fanfic ku…

Terima kasih untuk readers, yang sudah comment dan membacanya.

Pye pye…

 

Xie xie..

Semoga bisa ketemu di fanfic lainnya…

Jangan lupa kunjungi blog ini ya… http://farahkimjaegirl.wordpress.com

12 thoughts on “[Freelance] MORE THAN…(Chapter 9/END)

  1. Eonni mianhae baru comment di part akhir T.T tapi percayalah aku selalu bilang “DAEBAKK banget ini ffnya” (y)
    Pertama aku ora ngerti alur ceritanya,tapi pas baca part 7 aku mengerti seketika(?)
    Wahhh eonni minta sequel boleh?ㅋㅋㅋ
    Fighthing eonni!!^^♥♥

  2. 😀😀😀😀
    Akhirnya mereka bersama jugaaaa😀 dag dig dug baca endingnya, takut mereka gak bisa bersatu. Btw, Thor, liburan mereka di Jeju itu diceritain gak sih?😮 oh iya, bikin sequel dong, Thor, after marriage gitu ceritanya😀 please please please

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s