i’m still loving you [chapter 1]

still loving you

Tilte : I’m still loving you

Author : veronica cen

Main Cast : Jessica jung | Xi Luhan| Oh Sehun

Support cast : Tiffany Hwang and find it by your self

Genre : romance , sad

Length : chapter

Rating : T

 

“cinta dan rasa sayang itu berbeda. Cinta itu sudah didasarkan dengan rasa sayang sedangkan rasa sayang tidak didasarkan dengan cinta”

“aku baru sadar dengan perkataan orang lain bahwa cinta pertama itu sulit dilupakan dan aku telah mengalaminya sendiri, karna kau datang untuk pergi”

“aku selalu benci dengan kisah cinta segitiga. Tapi semakin aku membencinya, hal itu malah menjadi kisah cintaku. Aku mencintaimu dan kalian yang saling mencintai”

“aku akan selalu disisimu sampai sisa waktumu habis, aku ingin melakukannya karna aku mencintaimu”

—I’m still loving you—

 

Sehun dan luhan berjalan menuju loker mereka. mereka baru saja melaksanakan kompetisi futsal antar sekolah dan kerja keras mereka tidak sia-sia. Mereka menang.

“hyung, aku ada urusan sebentar. Nanti aku akan kembali lagi, jika kau mau pulang, pulang lah terlebih dahulu”kata sehun

“kau tidak mau berganti baju dulu, sehun-ah?”Tanya luhan. Sehun tersenyum sambil menggeleng

“nanti saja, setelah urusanku selesai”kata sehun kemudian berlari pergi. Langkah sehun semakin perlahan seiring dengan bunyi tuts-tuts piano yang mainkan seseorang diruangan musik. Kini sehun telah sampai didepan ruangan musik. Sehun menatap yeoja yang memainkan piano itu. Meskipun yeoja itu membelakanginya, sehun terus saja tersenyum. Yeoja itu terus saja memainkan pinao itu. Bunyi tuts-tuts piano yang dimainkan oleh yeoja itu membuat sehun merasa melayang

“jung, padahal aku tidak menyukai apapun tentang musik. Tapi ntah mengapa ketika melihatmu bermain aku sangat jatuh cinta pada musik. Entah aku jatuh cinta pada musik atau yeoja yang memainkan musik itu”gumam sehun dalam hati sambil menggaruk kepalanya salah tingkah

“bahkan hanya melihatmu yang membelakangiku saja, jantungku berdetak sangat cepat”gumam sehun lagi

Yeoja itu berhenti memainkan piano itu, ia membereskan barang-barangnya kemudian beranjak dari posisinya dan hendak berjalan keluar. Yeoja itu terlihat sedikit terkejut mendapati sehun yang berdiri sambil melamun

“aghasii”panggil yeoja itu sambil menjentikkan jari lentiknya didepan wajah sehun berharap sehun segera sadar dari lamunannya

“aghasii~”ulanginya lagi

“eoh, ahh~”sehun salah tingkah ketika ia sadar

“sedang apa aghasi disini?”Tanya yeoja itu

“sehun, oh sehun”kata sehun gugup. Yeoja itu menyeritkan dahinya bingung. Oh ayolah, dia hanya bertanya sedang apa orang ini disini, bukan menanyakan namanya.

“nanuen, Oh sehun inmida”kata sehun semakin gugup

“na…”

“jessica jung?”potong sehun sebelum yeoja itu memperkenalkan dirinya. Yeoja itu—jessica— mengangguk sambil tersenyum

“apakah kau ingin masuk bidang musik? Tapi, sepertinya tidak”gumam jessica sambil menatap sehun yang masih mengenakan baju futsalnya

“ah, ani. Aku datang karna permainan bermain pianomu sangat bagus dan membuatku penasaran”kata sehun. Jessica hanya mengangguk-angguk

“hari sudah semakin sore, aku pulang dulu. Annyeong”kata jessica

“mau kuantar?”tawar sehun. Jessica menggeleng

“tidak perlu. Aku lebih terbiasa pulang dengan bus”kata jessica

“tapi…”

“terima kasih atas niat baikmu, sehun-ssi. Permisi”kata jessica kemudian berjalan pergi

“ehmm”gumam luhan yang berada dibelakang sehun

“hyung?”kata sehun salah tingkah

“jadi,.. ini urusanmu?”goda luhan sambil menunjuk arah jessica yang semakin lama semakin menghilang dari pandangan mereka berdua. Sehun terus saja menatapi kepergian jessica sambil tersenyum sambil mengangguk

“dia sangat mempesona ku, hyung”kata sehun sambil tersenyum

“eemm, dia cantik”kata luhan

“dia milikku, hyung jangan merebutnya”kata sehun kemudian berjalan menuju lokernya diikuti luhan

“jadi selama ini kau sering melihatnya diam-diam?”Tanya luhan. Sehun mengangguk sambil mengganti baju

“lalu sampai dimana hubungan kalian?”Tanya luhan penasaran

“sekian lamanya aku mengikutinya selama diam-diam, baru hari ini kami berkenalan hyung”jawab sehun polos. luhan tertawa mendengar perkataan sehun

“YA! Hyung! Apa yang kau tertawakan? Tahu kah kau, jessica jung itu sosok yeoja yang sangat susah didekati oleh siapapun. Butuh perjuangan mendekatinya”kata sehun

“aigo~ sehun sudah sangat dewasa sekarang. Sudah dapat mencintai seorang yeoja”ledek luhan.

“YA! Hyung!”teriak sehun sambil melempar baju futsalnya

“kajja kita pulang, hari sudah semakin sore”kata luhan. Mereka berdua lalu pulang dengan motor masing-masing dan kerumah masing-masing

*****

“oppa”panggil adik luhan

“suli-ah”kata luhan lalu menggendong adiknya yang masih elementary school itu

“oppa bantulah aku bilang pada omma dan appa aku tidak ingin les piano 2 minggu lagi”kata suli

“wae? Bukankah kau suka musik?”Tanya luhan

“tapi tidak dengan piano oppa”kata suli dengan raut wajah memelasnya

“hahah.. kau lucu, nanti oppa akan usahakan bilang pada omma dan appa nde?”kata luhan

“gomawo oppa”kata suli lalu memeluk luhan yang sedang menggendongnya

“luhan-ah. Kau sudah pulang?”Tanya ommanya

“nde, omma”

“oppa, cepat katakan pada omma”bisik suli

“apa yang kalian rencana kan kali ini?”Tanya omma mereka menatap mereka curiga

“ani omma, suli bilang dia tidak ingin les piano”kata luhan

“suli. Omma sudah katakan padamu bukan? Kau harus les piano”kata omma

“tapi omma, mengapa omma memaksakan apa yang tidak disukai suli? Mengapa omma tidak memberikannya les biola saja, karna dia suka dengan biola”kata luhan

“luhan-ah, omma ingin ia bisa memainkan piano juga”kata omma

“tapi omma, sesuatu yang dipaksa tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik”kata luhan

“luhan-ah, percaya pada omma, jika nanti ia telah mempelajari piano, ia pasti akan sangat menyukainya. Dan kau jangan terus membantunya atau kau akan omma larang untuk bermain futsal lagi”kata omma

“suli, oppa tidak bisa membantumu, mianhae, eoh? Lagi pula, piano tidak buruk juga dan oppa menyukainya sehingga oppa sedikit-sedikit dapat bermain piano”kata luhan sambil mengelus rambut suli lembut

“oh iya, luhan-ah, tolong pergi belikan omma buku resep kue. Omma sedang ingin membuat kue bersama suli”

“tapi omma aku sangat lelah, aku tadi baru mengikuti kompetisi futsal”

“jangan manja, kajja pergi belikan”

Dengan berat hati, luhan pergi ke toko buku.

“ah mianhae”kata luhan karna secara tidak sengaja menabrak seseorang

“gweanchana”kata orang itu. luhan menatap orang itu sedikit terkejut

“bukankah dia jessica jung, yang disukai oleh sehun?”gumam luhan dalam hati. luhan terus memperhatikan jessica dari kejauhan, ia melihat jessica membeli sebuah buku, setelah itu jessica pergi dari toko buku itu. Luhan segera berjalan menuju barisan buku yang diambil jessica tadi, luhan mengambil buku itu

“aku punya cara untuk membantu pendekatan sehun dengan jessica”gumam luhan terus menatapi buku itu

*****

“apakah kau melihat sehun?”Tanya luhan pada teman kelasnya yang duduk didepannya

aniyo

“ahh~ arraseo. Gomawo”kata luhan lalu berjalan keluar kelasnya. luhan tiba-tiba mendapat ide untuk mencari sehun di ruang musik. Dan benar saja, namja itu sedang berdiri didepan pintu sambil mengamati seorang jessica jung yang sedang bermain piano didalam

“sehun!”panggil luhan. Dengan enggan, sehun mengalihkan tatapannya kearah luhan

mwoya hyung?”kata sehun kesal

“aku ada satu ide untuk membantumu agar bisa lebih dekat dengan yeoja didalam itu”kata luhan membuat mata sehun langsung berbinar-binar

“caranya?”Tanya sehun. luhan menyerahkan sebuah buku yang kemarin dibelinya

“untuk apa ini hyung?”Tanya sehun bingung

“kau tahu bukan? Aku tidak mengerti tentang musik jadi jangan memberikanku buku musik” lanjutnya

“kau tahu? Yeoja itu membeli buku ini kemarin di toko buku, dan kau beraktinglah seakan-akan kau tertarik dengan musik setelah kau mengenalnya”jelas luhan

“kau benar, hyung. Aku tidak menyangka kau bisa secerdas itu”kata sehun lalu mengenggam buku itu dengan semangat

“cih, dasar bocah”desis luhan sambil tertawa khasnya

“kalau begitu, kajja, kita kekelas, hyung”kata sehun

“kau tidak ingin langsung menjalankan misimu?”Tanya luhan. Sehun menggeleng sambil tersenyum

“tidak saat ini, hyung”sahutnya. luhan mengangguk-angguk

“baiklah. Kajja”ucapnya. Didalam kelas, luhan terus memperhatikan sehun yang terus tersenyum sambil mengenggam buku musik itu

apakah setiap orang yang jatuh cinta seperti itu?”pikir luhan kemudian ia menggeleng

entahlah.”gumamnya lagi kemudian lanjut memperhatikan saengsanim menerangkan.

******

Sehun terlonjak kegirangan ketika mendengar bel istirahat berbunyi. Ia terlihat sangat semangat untuk menjalankan aksinya

kali ini aku pasti bisa lebih dekat selangkah lagi dengan jessica jung”pikir sehun sambil terus mengenggam buku musik itu

“kau mau ikut kekantin?”Tanya luhan. Sehun menggeleng

“kau pergi sendiri saja, aku mau menjalankan misiku”balasnya

“baiklah. Semoga beruntung”ucap luhan. Sehun mengangguk lalu menepuk bahu luhan beberapa kali kemudian ia berjalan pergi mencari, jessica jung.

“bahkan sehun yang kau anggap seperti adikmu sudah bisa jatuh cinta. Kapan giliranmu, xi luhan?”gumam nya sendiri kemudian tertawa kecil dan pergi kekantin

“aduh, ada apa denganku? mengapa aku menjadi gugup seperti ini?”gumam sehun sambil berusaha menenangkan dirinya

“tenang, tenang, oh sehun kau harus tenang”gumamnya

“dia sudah keluar. Berarti sekarang it’s show time”gumam sehun kemudian pura-pura membaca buku musik itu dan berjalan kearah jessica

“ahh! Mianhae”gumam jessica ketika sehun dengan sengaja menabrak jessica dan membuat buku musiknya sendiri jatuh, hanya saja jessica tidak menyadari hal itu

gwaenchana, jessica-ssi”balas sehun sambil pura-pura hendak mengambil bukunya. Jessica segera mengambil buku itu dan mengembalikan buku itu kepada sehun tapi sebelumnya mata jessica sedikit membesar

“aku tidak pernah tahu, bahwa anggota futsal bisa tertarik juga dengan musik”kata jessica sambil memberikan bukunya pada sehun

well, anggota futsal juga manusia, mereka juga bisa tertarik dengan hal lain seperti musik contohnya”jawab sehun sambil mengambil buku musiknya

“sejak kapan kau tertarik dengan musik, sehun-ssi?”Tanya jessica

“kurasa sejak aku pertama kali melihatmu bermain musik”jawab sehun membuat jessica sedikit salah tingkah.

“lalu, kau mau kemana jessica-ssi?”Tanya sehun berusaha mencairkan suasana

“eemm. Mollayo. Tapi sepertinya kekantin”jawab jessica

“boleh aku ikut?”Tanya sehun

“eoh? Ah,, boleh”jawab jessica

“kalau begitu, kajja”kata sehun. Jessica mengangguk. Lalu mereka berdua berjalan menuju kantin dalam suasana canggung

“jessica-ssi kalau boleh tahu, sejak kapan kau belajar bermain piano?”Tanya sehun berusaha mencairkan suasana

“sejak kecil”jawab jessica sambil tersenyum

“aaa~~~ arraseo”gumam sehun

“kau mau pesan apa? Biar aku pesankan”kata tawar sehun setelah mereka sampai dikantin

“aku hanya mau juice strawberry dan tolong jangan pakai gula dan kari”kata jessica

“baiklah my princess sekarang, lebih baik princess duduk disini sambil menunggu oh sehun”kata sehun sambil menarik kursi mempersilahkan jessica duduk. Jessica hanya tertawa kecil melihat tingkah sehun sambil duduk dan menunggu sehun. Jessica beranjak dari tempatnya ketika melihat sehun sedang membawa makanannya dengan sedikit susah payah.

“biar aku saja yang mengambilnya, sehun­-ssi”kata jessica lalu dengan segera berusaha mengambil piring dan gelansya dari tangan sehun

gwaenchanayo, aku bisa membawanya”kata sehun sambil menarik piring dan gelas jessica

“tidak usah, aku tidak mau merepotkanmu”

“kau tidak merepotkanku”

“biar aku saja”

“tidak, aku adalah namja, jd biar aku yang membawanya”

“tidak, biar aku saj… akkkhhh”

Semua terjadi begitu saja, isi dalam gelas serta piring tumpah dan tidak sengaja mengenai seseorang. Jessica menutup matanya dan mengigit bibirnya, ia sangat takut sekarang sedangkan sehun melebarkan matanya tak percaya

“YA!! YA!! Kauu~~”kata orang itu

joesonghabnida. Aku sama sekali tidak sengaja”kata jessica sambil terus mengigit bibirnya

“tidak sengaja? Lihatlah apa yang kau perbuat padaku? Seragam serta rambutku jadi basah akibat ulahmu”kata orang itu marah

hyung~~ kau jangan kasar begitu pada jessica. dia tidak sengaja, aku tahu itu”kata sehun berusaha membela jessica yang ketakutan itu

“ckck~~ tidak sengaja? Jadi kau membela gadis ini, dari pada sahabatmu ini?”kata orang itu—luhan—

“bukannya begitu, hyung. Aku tahu sendiri kalau jessica sama sekali tidak sengaja”kata sehun

“jadi sekarang bagaimana? Rambut dan seragamku menjadi basah akibat ulah gadis ini”kata luhan

hyung, ku rasa ini bukan masalah besar. Kau bisa mencuci rambutmu dan seragammu di toilet”kata sehun

“kau katakan ini bukan masalah besar? Lalu bagaimana wajahku? Aku harus menaruh wajahku dimana? Seorang Xi Luhan tidak sengaja disiram oleh seorang gadis dengan jusnya yang lengket serta bau karinya yang sangat khas?ckck”kata luhan

hyung, kurasa cukup. Tolong pandanglah aku kali ini”kata sehun. luhan menatap sehun sinis, kemudian ia berjalan meninggalkan sehun dan jessica

“sudahlah, tidak apa-apa. Aku tahu, kau tidak sengaja jessica-ssi”kata sehun berusaha menenangkan jessica yang terlihat sangat tegang itu

“tapi.. tapi.. aku sangat merasa bersalah, tolong sampaikan maafku padanya, sehun-ssi”kata jessica sambil mencengkram jas sekolah sehun dengan erat sekaligus menyalurkan betapa takutnya dia saat ini

“tenanglah, tidak usah cemas. Luhan orang yang baik, dia hanya emosi sesaat dan dia pasti memaafkanmu”kata sehun sambil menenangkan jessica

“kau mau makan? Biar aku pesankan yang baru”kata sehun. Jessica menggeleng

“tidak usah, lagi pula nafsu makanku sudah hilang. Sebaiknya aku kembali kekelas, bel juga sudah mau berbunyi”kata jessica kemudian ia berjalan pergi meninggalkan sehun

******

luhan masuk ketoilet dengan emosi yang memuncak. Oh ayolah, hal tadi cukup memalukan, bahkan hampir satu kantin menatapnya yang disiram oleh jus jeruk dan kari meskipun itu tidak sengaja tapi ia tetap malu bukan? Ditambah sehun yang sangat membela gadisnya membuat luhan semakin emosi. Kini luhan sedang mencuci wajahnya serta rambutnya yang terkena jus dan kari tersebut dengan air. luhan terus membasuh wajahnya setelah itu ia membersihkan jas seragam sekolahnya dengan air. Masih terlihat ekspresi luhan yang marah itu. Ia bahkan sekarang hanya memakai celana seragam serta baju putih lengan panjang yang lengannya ia lipat. benar-benar memalukan,pikirnya.

Setelah ia rasa wajah, rambut serta jas seragamnya bersih, ia keluar dari toilet, seragam yang tadi yang ia gantungkan di ujung jarinya dan diletakkan dibahu. Ekspresi marahnya masih mendominan wajah tampannya ini. Baru kali ini seorang Xi Luhan terlihat begitu marah. Ia berjalan menuju kelasnya kemudian ia duduk dibangkunya. Sehun menatapnya seakan-akan ingin membicarakan banyak hal padanya tetapi melihat tatapan luhan membuat sehun hanya diam dan terus memperhatikan gerak-gerik luhan

“tadi jessica meminta maaf padamu melalui aku”—sehun— mengirim pesan pada luhan. Luhan membaca pesan sehun tanpa dibalas dan tanpa meresponnya. luhan hanya menatap lurus kemata sehun dengan tatapan marah

aku tahu kau pasti marah padaku, hyung. Tapi jangan sampai begini”—sehun— kembali mengirimi luhan pesan

bicaralah secara jantan, jangan menggunakan cara yeoja” ucap luhan dengan suara yang tidak begitu keras tapi ia dapat pastikan bahwa sehun mendengar ucapannya. Terbukti ketika itu sehun langsung berdiri hendak mendatangi meja luhan tapi tertahan karna saesangnim telah masuk

******

luhan berjalan keluar dari kelasnya masih dengan wajah kesalnya. Ini benar-benar penghinaan, pikirnya. Sekolah mulai sepi, yah, luhan memang sedikit telat keluar dari kelasnya dan ia selalu begitu. Ia berjalan menelusuri parkiran, ia lalu merogoh kantung celananya dan mengambil kunci motornya. Ketika ia baru saja hendak naik kemotornya sebuah suara menghentikan aktivitasnya

“luhan-ssi” luhan berdecak lalu membalikkan badan melihat siapa yang baru saja memanggilnya

“kau ternyata. Ada apa mencariku setelah kau menumpahkan kari dan jusmu tadi?”ucap luhan setelah mengetahui bahwa lawan bicaranya adalah jessica

“aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian tadi”ucap jessica

“ck, kalian para yeoja selalu begitu, setelah apa yang kalian perbuat kalian akan meminta maaf dan bertingkah seolah dengan maaf semuanya selesai”kata luhan sambil berjalan mendekati jessica yang terlihat sangat tegang itu. Saking tegangnya jessica tidak dapat bergerak hanya diam ditempat sampai luhan sangat dekat dengannya bahkan hembusan nafas luhan dapat dirasakannya dan hal itu tentu saja membuat jantungnya berdegup dengan sangat cepat karna ia tidak pernah sedekat ini dengan namja. Jessica memejamkan matanya ia terlalu takut untuk melihat luhan

“dengar, permintaan maaf tidak pernah bisa selesai dalam sekejap. Rasa malu ku tidak akan pernah bisa hilang setelah kau mengucapkan 2 kata itu. Jadi meminta maaf itu percuma”bisik luhan ditelinga jessica

“lagi pula, aku sering berfikir mengapa orang lain dapat dengan mudahnya tertipu dengan kata maaf yang diucapkan yeoja dengan wajah meyedihkan mereka. apakah para yeoja tidak pernah berfikir juga? bahwa itu membuat mereka terlihat seperti tidak mempunyai harga diri”bisik luhan lagi. Jessica mengepalkan tangannya dengan kuat sambil membuka matanya.ia langsung mendorong tubuh luhan agar luhan sedikit menjauh darinya kemudian sebuah tamparan mendarat dipipi mulus luhan

“YA!! Apa yang kau lakukan?”bentak luhan marah

“kami para yeoja meminta maaf karna kami mempunyai tata krama, kami mempunyai sopan santun dan kami mempunyai etika meskipun kami semua tahu, bahwa yang kami lakukan bisa mendapat hasil percuma. Tapi setidaknya hal itu menunjukkan kami mempunyai rasa kemanusian”kata jessica marah kemudian berlari pergi meningalkan luhan yang terlihat sangat kebingungan itu

mwoyaa?!! Apakah dia gila”ucap luhan kesal lalu segera pulang

*****

Jessica menutup pintu apartementnya. Ia lalu menghela nafasnya lalu ia berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih hangat lalu ia mencari sesuatu didalam tasnya. Setelah ketemu ia membuka tutup benda bulat tapi panjang itu lalu ia mengeluarkan sesuatu dari sana. Jessica lalu memasukkan benda itu kedalam mulutnya disusul air hangat tadi untuk membantunya mendorong benda itu masuk kedalam kerongkongannya.

“tck”desahnya kesal

Ia kesal dengan namja yang bernama Xi Luhan tadi. Kata-katanya itu sebuah penghinaan bagi jessica

“jika tadi bukan karna Tiffany aku tidak akan meminta maaf pada namja itu”ucap jessica kesal

“apakah aku telah mengambil sebuah keputusan yang salah? Ani. Tidak salah. Omma selalu mengatakan padaku ketika kita memiliki sebuah kesalahan pada seseorang, kita harus meminta maaf pada orang tersebut. Yah, aku telah membuat keputusan yang benar meskipun orang tersebut meresponnya dengan cara yang sangat menyebalkan” ucapnya lagi.

“ah ya~ flashdisk”gumam jessica lalu mencari sesuatu ditasnya

“tidak ada? Gawat”gumam jessica terus menggeledah seluruh isi tasnya

“aku tahu, pasti Xi Luhan yang mengambilnya sebagai tanda balas dendam. Yah, dia pasti tahu bahwa flashdisk itu sangat penting karna disana berisi tugas yang harus dikumpul besok, sehingga ia menyembunyikannya. Nde, aku pasti benar” gumam jessica lagi sambil menunjukkan wajah kesalnya tak lama ponsel jessica berdering

yaebseo?”kata jessica kesal

“eoh, mian aku hanya lagi sedikit kesal. Waeyo? Aa~~ arraseo”kata jessica lalu menutup ponselnya. Ia segera berganti baju lalu keluar dari apartementnya menuju sebuah tempat yang tidak jauh dari keberadaan apartementnya

“apakah aku telat?”Tanya jessica lalu duduk didepan temannya yang satu apartement tapi beda lantai dan mereka beda sekolah

aniyo. Cukup tepat waktu untuk seorang siswi yang punya banyak pekerjaan”kata lawan bicaranya

“ya~~ kau menyindirku?”Tanya jessica

ani, tapi jika kau merasa ya, terserah”kata lawan bicaranya

“ck, oh iya, ada apa memintaku kesini? Kau kan bisa saja ke apartement ku yang hanya beberapa lantai diatasmu atau aku keapartementmu, tapi mengapa kau mengajakku kesini? Kau tahu, kau membuat dompetku menipis, tiffany Hwang”kata jessica

“apa kau tidak bosan hanya melihat dinding apartementmu itu? Aku sudah sangat bosan jadi aku memintamu kesini sekaligus merilekskan pikiran kita masing-masing. Masalah dompetmu semakin menipis? Baiklah, kali ini kau kutraktir Jessie”kata tiffany lalu menyesap chocolate hangatnya

“chinca? Kau harus sering-sering mentraktirku”canda jessica

“kalau begitu cepatlah pesan sesuatu”kata tiffany, jessica lalu segera memesan minuman yang sama seperti tiffany

“bagaimana kondisimu?”Tanya tiffany

“eoh? Aku? Baik-baik saja”jawab jessica

“kau yakin? Selama ini tidak ada tanda-tanda apapun yang menunjukkan kondisi mu memburukkan? Jika tidak ada itu bagus”kata tiffany. Jessica mengangguk, raut wajahnya sedikit tegang

“nde, selama itu tidak ada, maka semuanya masih bagus dan aman-aman saja”kata jessica. matanya tidak sengaja menangkap sebuah sosok yang membuatnya kesal tadi. Jessica segera bangkit dari tempat duduknya, tiffany menatapnya bingung

“apa yang akan kau lakukan?”Tanya tiffany

“tunggu disini sebentar”kata jessica lalu segera keluar dari caffe tadi untuk mengejar seseorang tapi ditengah pengejarannya sosok itu hilang membuat jessica kembali dengan wajah kesal

“apa yang kau lakukan?”Tanya tiffany

“aku tadi mengejar namja yang membuatku kesal disekolah”jawab jessica

nugu? Aa~ apakah dia namja yang kau ceritakan tadi melalui sms?”Tanya tiffany. Jessica mengangguk

“sudahlah, kesampingkan dulu urusan sekolahmu dengan urusan sepulang sekolahmu”kata tiffany

“tapi..”

“sudahlah, Jessie”

arraseo”

                                                            ******

Pagi-pagi jessica sudah sampai kesekolah seperti biasanya. Dia adalah orang yang paling cepat datang dan kadang ia adalah orang yang paling lama pulang. Jessica memanjakan jari-jari lentiknya diatas tuts-tuts piano yang hitam putih itu. Ia memainkan beberapa nada dengan jemari lentiknya. Hal itu terhenti ketika ia melihat kejendela sosok yang kemarin ia cari telah datang. jessica segera berjalan keluar dari ruang musik menuju parkiran

“kembalikan padaku”ucap jessica langsung

mwoya?”Tanya lawan bicaranya bingung

“jangan pura-pura tidak tahu, cepat kembalikan padaku. Aku harus mengumpulkan tugasku yang ada didalam sana, Xi Luhan-ssi”ucap jessica

“YA! Apa yang kau katakan? Bicaralah dengan jelas, dasar yeoja gila”balas luhan

“YA!!! Aku tidak gila. Dan kau, jangan pura-pura tidak tahu, kau telah menyembunyikan flashdisk ku kan? cepat kembalikan”kata jessica

“aku tidak mengambil benda itu”kata luhan

“jangan pura-pura siapa lagi jika bukan dirimu?”kata jessica

molla, yang jelas bukan diriku”kata luhan hendak berjalan pergi tapi ditahan oleh jessica

“kemarikan tasmu”kata jessica menantang

“kau gila? Tidak akan ku berikan tasku”kata luhan tidak mau kalah. Jessica dengan kasar segera merampas tas luhan lalu dicarinya seluruh isi tas luhan tapi hasilnya tidak ada

“katakan padaku, dimana kau sembunyikan flashdisk ku”kata jessica ngotot. luhan menutup kedua matanya sambil ia katupkan rahangnya, ia lalu menghembuskan nafasnya dengan pelan agar emosinya tidak meledak saat itu juga

“dengar ya nona jessica jung, aku tidak mengambil benda yang kau bilang itu. Dan aku bukanlah orang yang tidak memiliki pekerjaan dengan menyembunyikan flashdiskmu. Dan sekarang aku ingin kekelas, permisi”kata luhan lalu berjalan pergi. Jessica segera mengejar luhan dan dihadangnya namja itu pergi

“aku tidak percaya padamu”kata jessica

“T-E-R-S-E-R-A-H”bisik luhan kemudian berjalan pergi. Jessica segera menarik lengan jas sekolah luhan

“lepaskan sebelum amarahku memuncak”kata luhan

“aku tidak mau tahu, kembalikan flashdisk ku”bentak jessica. luhan yang sudah sangat kesal segera menepis tangannya dengan kasar sehingga membuat jessica sedikit terhuyung dan hampir jatuh dengan cepat luhan segera menangkap tubuh mungil jessica

“kau mencari kesempatan?”kata luhan pada jessica yang berada dipelukannya. Jessica tidak membalas perkataan luhan, kepalanya tiba-tiba pusing semuanya menjadi kabur termasuk wajah luhan. Mata luhan tiba-tiba membulat sempurna

“darah. Kau mimisan”kata luhan. Jessica segera meraba bagian hidungnya. Darahnya mengalir dari hidungnya, jessica sendiri pun terkejut akan hal itu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

jessica jung…”

 

Teriak luhan panik karna jessica tiba-tiba pingsan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To be continue

 

 

 

Hai-hai chingu. Gimana tentang FF terbaru ku ini? Semoga kalian menyukainya ya. Mian ya, kalau ada typo. Chingu, jangan pernah jadi silent readers, nde? author gak bakalan minta yang banyak kok, cuma comment aja sependek apapun commentmu, author hargai kok

Oh iya, sudah tahu belum? Tentang ultahnya blog jenong kece? Uda dong pastinya? Ya dong, masa gak tau sih?

Nah, kirimkan pendapat kalian dan pilih sesuai hati kalian siapa auhor yang paling kalian suka

Okee?~~

Jangan lupa comment nde? J

96 thoughts on “i’m still loving you [chapter 1]

  1. hwaa seruu tuh critanya😀 seru hansica yg brntem gtu jdi lucu..😀 ini bsok pairingnya hansica kan thor??😀 hahaha duhh kasian sehun😮

  2. kereen thor ini critanya😀 ini bakalan jdi cinta segitiga ya thor??😮 wahh penasara penasaran😀 ending lusica ya thor… hahha😀 hwaiting😀

  3. aaku baru baca masaaaaa>< itu luhan jahat banget😦 kan jessica ida bilang gak sengaja😦 itu jessica nya sakit yaaa? sakit apa? aduuh bagus bgt thor^^

  4. ,.wuuahhhh…kekekee..keren bgt chingu,.
    .pertama siih kiraiin luhan juga suka ma jessii..ehh ternytaaaa…malah sebaliknya,.tp itu yg bikin menariikk..hhee,.bertengkar mulu tp lucuu..
    .next ya chingu

  5. kerennn !!!!!!!!!!!!!!!! xD
    jessica trnyata menyebalkan jga.., sma kyk luhan .., hahahaha xD
    jessica mimisan.., kykny dia pnya penyakit tuh~
    dtunggu klanjutanny thour dan smangat ne ^.^ /

  6. astaga….
    .kece badaii nee ff..
    seruu bgt pdhl baru chap 1 lohh,.
    O.o sehun suka yaa ma sica,.trs..pertemuan pertama luhan sica buruk eohh,.jadii mereka tiap harii debatt muluu..
    luhan blm ada rasa eoh ma sica..?? semoga ajaa segera tumbuh dehh..rasa sukanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s