i’m still loving you [chapter 2]

still loving youTilte : I’m still loving you

Author : veronica cen

Main Cast : Jessica jung | Xi Luhan| Oh Sehun

Support cast : Tiffany Hwang and find it by your self

Genre : romance , sad

Length : chapter

Rating : T

 

 

 

 

“aku benci dengan sesuatu yang berbau happy ending karna aku sadar, kisahku tidak akan pernah happy ending”

“hanya pahit yang kurasakan dalam hidupku, tidak pernah ada rasa manis, sebelum kau datang kehidupku dan mengubah segalanya”

“aku baru sadar, bahwa kisah cintaku hanya bertepuk sebelah tangan dan itu sangat menyakitkan”

 

 

 

                                                        —I’m still loving you—

“dasar yeoja, selalu saja merepotkan”desis luhan setelah membawa jessica ke uks.

yeabseo? Bisakah kau lebih cepat datang? gadis pujaanmu sedang berada di uks”kata luhan kemudian mematikan ponselnya. luhan duduk dibangku uks, sambil memperhatikan jessica yang pingsan itu.

“kau cantik, tapi kelakuan dengan wajahmu tidak pas”kritik luhan

“haishh! Kenapa sehun lama sekali datangnya, bahkan suster uks pun belum datang kesekolah. Jika saja, bukan karna aku yang membersihkan darahmu, wajahmu pasti masih ada segar yang mengalir”kata luhan

“YA! Gadis gila, aku tidak mengambil flashdiskmu, jadi jangan sembarang menuduh. Masih bagus aku tidak mempermasalahkan kejadian kemarin ditambah kau menamparku. Untung saja, aku masih memandang wajah sehun yang menyukaimu, jika tidak aku tidak akan segan-segan”kata luhan

hyung..”panggil sehun yang sepertinya baru sampai kesekolah

“tsk, lama sekali kau datang? aku tidak betah disini lama-lama. Jagalah dia, jangan buat dia merepotkanku lagi”kata luhan kemudian hendak berjalan pergi

“kau sudah tidak marah denganku?”Tanya sehun

“kau pikir? Ah sudahlah, jangan bertingkah seperti yeoja. Aku sudah memaafkanmu, bagaimana pun kau sahabatku dari kecil”kata luhan sambil menepuk pundak sehun lalu berjalan pergi

‘haisshh, lihatlah, dia menarik bajuku sampai kancingnya lepas”gumam luhan kesal

******

“kau sudah bangun, jessica-ssi?”Tanya sehun yang melihat jessica bangkit. Jessica mengangguk kepalanya masih pusing

“bagaimana bisa kau disini, sehun-ssi?”Tanya jessica

“ah, tadi luhan memintaku datang”jawab sehun

“kau sudah merasa baikkan, jessica-ssi?”Tanya sehun. Jessica mengangguk meskipun kepalanya serasa seperti berputar-putar

“bisakah, kau tolong antarkan aku kekelas?”Tanya jessica

kajja”kata sehun lalu membopong jessica menuju kelasnya

gomawo, sehun-ssi”kata jessica tersenyum lalu berjalan duduk ke bangkunya. Ia menangkupkan kepalanya dimeja, kepalanya sangat pusing sekarang. Jessica membulatkan matanya sempurna saat darah segar menetes menuju rok sekolahnya. Jessica segera mencari sesuatu ditasnya, lalu dia keluarkan beberapa dan dimasukkannya kedalam mulutnya disusul dengan air putih. Setelah itu jessica segera mencari tissue untuk menghambat darahnya mengalir

“mengapa harus sekarang?”desah jessica kesal kemudian memungut barangnya dan berjalan keluar kelas. Ia segera meminta izin pulang pada saesangnim setelah mendapat izin jessica segera pergi memberhentikan taxi dan pergi kerumah sakit

“jujur padaku, soo yeon, kau tidak istirahat dengan cukup kan?”Tanya dokter itu yang bername tag Kim Taeyeon. Jessica sudah sering ke rumah sakit ini, ditangani oleh dokter taeyeon dan mereka cukup dekat seperti kakak beradik

ottokhe? Aku harus menciptakan not-not lagu untuk dijual pada orang yang ingin membuat lagu”jawab jessica

“tapi kau harus bisa membagi waktumu”kata taeyon

“tidak akan terkejar kerjaanku jika aku banyak istirahat”jawab jessica

“lalu? Apakah kau ingin, waktumu didunia ini semakin sedikit?”Tanya taeyeon membuat jessica terdiam

“aku..”kata jessica terputus

“kau tentunya tidak mau bukan? Karna itu, kau harus cukup istirahat juga soo yeon dan juga jangan telat memakan obatnya. Hanya itu salah satu cara agar kita bisa memperlambat waktumu yang akan cepat berakhir ini”kata taeyeon lalu mengelus rambut coklat jessica

“berbaringlah disini”kata taeyeon menyuruh jessica berbaring dikasur rumah sakit. Jessica mengikuti semua ucapakan taeyeon

“istirahatlah disini, tidak akan ada yang akan menganggumu”kata taeyeon. Jessica menatap taeyeon dengan tatapan menolak

“kau tidak bisa menolaknya jung soo yeon”kata taeyeon

“nanti aku akan menelfon tiffany”kata taeyeon

andwe”kata jessica cepat. taeyeon menatap jessica bingung

wae?”Tanya taeyeon

“aku tidak ingin merepotkan gadis itu, dia bukan keluarga ku atau pun saudaraku tapi dia sangat perhatian denganku. aku tidak ingin membuatnya khawatir. Jebal”kata jessica

arraseo”kata taeyeon mengangguk kemudian berjalan keluar dari ruangannya

*****

Tiffany berjalan kesana kemari, ia sedari tadi menunggu jessica didalam apartement jessica. tapi yang ditunggu dari tadi tidak pulang membuat gadis yang memiliki eyes smile ini khawatir

“aigo~~ hari sudah semakin malam, tapi kau masih saja belum pulang. Tak biasanya kau begini”gumam tiffany khawatir. Ia lalu berjalan kearah dapur dan mengambil segelas air untuk berusaha menenangkan dirinya. Tiffany kembali berjalan keruang tamu sambil minum tiba-tiba sosok jessica mengagetkannya sehingga secara tidak sadar tiffany menyemprotkan seluruh isi mulutnya kedepan dan mengenai wajah jessica

“YA!! Tiffany. Kau jorok sekali, eewww”kata jessica segera mencuci wajahnya di wastafle

mianhae, aku terkejut dengan kehadiranmu yang tidak ada suara sama sekali seperti pencuri saja”kata tiffany membela diri

“ada kau datang ke apartement ku, fany-ah?”Tanya jessica sambil mengelap wajahnya dengan handuk

“kau dari mana saja? Tak tahukah kau hari sudah semakin malam dan kau baru pulang sekarang? Lihatlah, eoh, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Kau habis ngapain huh?”oceh tiffany

“tsk, kau semakin mirip dengan ajhumma yang menawar suatu barang”kata jessica

“terserah dan jawab pertanyaanku”kata tiffany

“aku.. aku.. aku dari. Emm.. itu.. itu”kata jessica gagap

mwo? Eoh? Itu. Itu,, itu apa? Tidak terjadi apa-apa denganmu kan? lihatlah wajahmu sangat pucat. Tsk. Kajja kita pergi”kata tiffany

eodiyo? Aku belum ganti baju”kata jessica

“nanti saja kau ganti baju, sekarang kau harus makan, jika tidak kau akan pingsan dengan wajah pucatmu itu”kata tiffany

“aku sudah makan”kata jessica setelah ia dan tiffany berada disebuah kedai

“kau ingin membohongiku? Jangan cerewet dan cepat pesan makan”kata tiffany

“tapi,…”kata jessica terputus karna tiffany sudah melotot padanya

“aku ingin bulgogi”kata jessica

“YA! Itu namanya kau memeras kantongku”kata tiffany sebal

“yasudah, kalau begitu aku…”kata jessica terputus karna tiffany tiba-tiba memotongnya

ajhussi, kami pesan bulgogi porsi besar, nde”kata tiffany

“ya! Mengapa kau memesan porsi besar? Aku tidak sanggup makan begitu banyak”kata jessica

“tapi aku sanggup”kata tiffany sambil tersenyum malu dengan eyes smilenya. Jessica hanya mendecakkan lidahnya melihat tiffany

“oohhh~~ aku sudah sangat kenyang sekarang”gumam jessica sambil memegang perutnya

nado. Aku juga sama sepertimu”kata tiffany

“kajja kita pulang”kata tiffany. Jessica mengangguk                                                         —I’m still loving you—

Sehun duduk di bangku piano. Entah mengapa ia penasaran, apa yang membuat jessica sangat menyukai piano. Meskipun tidak terlalu mahir bermain piano, setidaknya sehun tahu cara memainkan lagu happy birthday dan twinkle twinkle

“kau bisa memainkan piano, sehun-ssi?”Tanya jessica saat ia masuk kedalam ruang musik

“eoh? Sejak kapan kau datang jess?”Tanya sehun

“em.. baru saja”jawab jessica

“lalu kau bisa memainkan piano?”Tanya jessica ulang, sehun tertawa kecil

“hanya dua lagu itu saja yang bisa aku mainkan”

“benarkah? Gwaenchana, itu awal yang bagus untuk pemula”kata jessica

“bagaimana jika kau mengajarkan ku piano?”Tanya sehun

“hm? Kau yakin?”Tanya jessica

“tentu saja, mengapa aku tidak yakin diajarkan seorang malaikat sepertimu?”kata sehun. Mereka berdua lalu tertawa bersama-sama

“apakah kau bisa memainkan lagu unstoppable tears?”Tanya sehun

“kau menyukai lagu itu?”Tanya jessica

“ani, aku hanya sedikit tertarik”

arraseo”kata jessica lalu menarikan tangannya diatas tuts piano. Sehun memperhatikan wajah jessica yang mampu membuat jantungnya berdegup dengan sangat cepat

“kau cantik”ucap sehun tanpa sadar

nde?”Tanya jessica yang tidak mendengar ucapan sehun

aniya. Aniya”kata sehun salah tingkah

“darimana kau bisa belajar piano?”Tanya sehun

omma”jawab jessica kemudian matanya menjadi menerawang. Ia teringat masa lalunya.

“jessica-ssi”panggil sehun. Jessica tersadar dari lamunannya lalu menatap sehun

*****

Jessica berjalan menuju kelasnya, tapi pikirannya melayang pada ucapan sehun tadi. Sederhana tapi membuat jessica merasa sedikit kurang nyaman

 

“aku tahu, kita baru beberapa hari saling mengenal, tapi. Jujur saja, aku ingin semakin mengenalmu karna aku mencintaimu. Mungkin aku entah namja yang keberapa yang menyatakan cinta padamu, tapi percayalah aku memang mencintaimu.dan mungkin saja, ini terlalu cepat untuk menyatakan perasaanku padamu sehingga mungkin kau merasa aneh, terkejut ataupun merasa tidak enak. Aku tidak memintamu untuk menjawabnya sekarang. Aku ingin kita saling mengenal dan mengerti satu sama lain. Kau bisa menceritakan apapun tentang masalahmu. Aku tidak akan mengatakannya padamu dan kau bisa mempercayaiku. Aku akan selalu ada disetiaap saat kau membutuhkanku. Aku ingin mengatakan kau cukup memanggil namaku 3 kali, tapi aku bukan jin yang bisa tiba-tiba muncul dihadapanmu. Kau cukup menelfonku ataupun mengirimkanku sms”

 

 

Jessica menggelengkan kepalanya.

aigo~~ mengapa aku terus memikirkan perkataan sehun?”gumam jessica sambil menghela nafasnya

“sica~~”panggil sooyoung—teman sekelasnya—

“ah, nde?”Tanya jessica

“kenapa kau pulang kemarin? Padahal aku ingin mengembalikan flasdisk mu yang ku pinjam hari itu”kata sooyoung sambil menyerahkan flasdisk jessica

“jadi, kau yang meminjamnya?”Tanya jessica

“nde, kau lupa?”Tanya sooyoung

ani”kata jessica bohong

“oh iya, karna kemarin kau ternyata izin pulang, jadi aku meminta pada saesangnim bahwa tugasmu bisa dikumpul besok”kata sooyoung

gomawo sooyoung-ah”kata jessica. sooyoung tersenyum kemudian berjalan masuk kekelasnya

“luhan-ssi”panggil jessica ketika tidak sengaja luhan melewatinya. Luhan mendecakkan lidahnya kemudian melihat jessica

mwoya? Kau mau menuduhku lagi? Atau memarahiku?”Tanya luhan

aniya. Aku. Aku ingin meminta maaf padamu. Ternyata kau tidak mengambil flashdisk ku dan ternyata teman sekelasku yang mengambilnya”kata jessica sambil menunduk. luhan tertawa meremehkan menatap jessica

“kau baru tau sekarang? Sudah ku katakan bukan? Bahwa aku tidak mengambil barangmu”kata luhan kemudian hendak berjalan pergi tapi jessica segera menahan tangan luhan. luhan menatap tangan jessica yang sedang menahan tangannya kemudian ia menatap jessica

gomawo”kata jessica. luhan menaikkan alisnya, baru saja luhan membuka mulutnya jessica sudah menyelanya

gomawo, karna kemarin kau sudah membawaku ke uks” kata jessica malu-malu

“kau ingin berterima kasih?”Tanya luhan. Jessica mengangguk

kencanlah denganku hari minggu nanti”kata luhan membuat jessica terbengong

mwo?”Tanya jessica

“emm. Kencan denganku jika kau mau berterima kasih”kata luhan

“kencan?”Tanya jessica. luhan mengangguk

“jika kau serius mau berterima kasih datanglah ke Lotte world pukul 10 pagi”kata luhan kemudian berjalan meninggalkan jessica

“kencan? Apakah dia gila?”gumam jessica

                                                     —I’m still loving you—

 

yeabseo, tiffany cepat datang ke kamarku”kata jessica lalu menutup telfonnya. Tak lama tiffany datang kekamar jessica dan mata tiffany membulat sempurna

“apa yang kau lakukan? Mengapa kamarmu mirip seperti kapal pecah, jess”gumam tiffany masih memperhatikan kamar jessica yang baju, sepatu, tasnya berserakkan dimana-mana

“tolong Bantu aku pilih mana yang cocok untuk kencan”kata jessica

mwo? Kau mau kencan?”Tanya tiffany terkejut

“itu,, itu karna tanda terima kasih”kata jessica sedikit salah tingkah

“terima kasih? Tidak mungkin”kata tiffany. Jessica menatap tiffany dengan kesal

“lebih baik kau membantuku memilih baju sebentar lagi aku harus pergi”kata jessica. tiffany lalu membantu memilih baju untuk jessica

“ini saja”kata tiffany menyerahkan sebuah dress yang panjangnya sampai paha

igeo?”Tanya jessica ragu. Tiffany mengangguk lalu menyerahkan bajunya untuk jessica

“cepat ganti dengan baju ini”kata tiffany lalu mendorong jessica masuk kedalam kamar mandi. Tak lama jessica keluar dengan baju yang dipilih tiffany tadi

“sesuai dengan dugaanku kalau kau akan sangat cantik menggunakan itu”kata tiffany kemudian menarik jessica untuk duduk didepan meja riasnya

“apa yang akan kau lakukan?”Tanya jessica

“aku akan melakukan seperti yang ada dipikiranmu, bukankah karna itu kau memanggilku kesini?”Tanya tiffany lalu mulai merias jessica

“selesai”kata tiffany

“apakah kau tidak terlalu berlebihan? Aku bukan untuk kencan dengan seseorang yang special, ini hanya sebagai tanda terima kasih sekaligus permintaan maaf”kata jessica

“tidak. Apapun itu alasannya kau harus tetap tampil cantik”kata tiffany kemudian memilih sepatu yang cocok serta tas yang cocok

“pakai dan bawa ini”kata tiffany setelah ia selesai memilih semuanya

“apakah kau mau meminjam mobilku? Jika kau mau, aku bisa meminjamkannya padamu”kata tiffany

“tidak usah. Gomawo”kata jessica lalu memeluk tiffany.

“aku pergi dulu. Jalgayo”kata jessica

nde, jaljinae”kata tiffany

*****

Jessica duduk disebuah bangku di Lotte World sambil menunggu datangnya patner kencannya.

annyeonghaseo, jessica-ssi”sapa seseorang. Jessica mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menyapanya. Wajah jessica tiba-tiba berubah menjadi datar

“sehun-ssi?”gumam jessica

nde. Wae kau tidak menginginkan kehadiranku?”Tanya sehun lalu duduk disebelah jessica tanpa permisi terlebih dahulu

aniyo hanya saja…”kata jessica

wae? Bukan luhan yang datang?”kata sehun

ani. Lebih bagus kau yang datang sehun-ssi dari pada namja yang menyebalkan itu”kata jessica bohong

“benarkah?”Tanya sehun. Jessica mengangguk

“aku tahu kau mungkin masih canggung akibat perkataanku kemarin, tapi kau bisa saja tidak menganggap itu jika kau mau. Aku tidak ingin menjadi bebanmu”

Jessica menatap sehun cukup lama lalu ia tersenyun

“aku akan menceritakan segalanya padamu jika sudah tepat waktunya”kata jessica. sehun tersenyum lalu mengelus puncak kepala jessica

“bagaimana kalau kita bermain beberapa permainan disini?”Tawar sehun. Jessica menatap sehun ragu kemudian mengangguk. Sehun menggenggam tangan jessica lalu membawa jessica untuk membeli tiket. Jessica dan sehun memainkan banyak sekali permainan, sehun sangat puas melihat jessica bisa tertawa lepas seperti itu.

“kau lelah?”Tanya sehun pada jessica setelah selesai bermain permainan

“sedikit”jawab jessica

“apa kau ingin pulang?”Tanya sehun

“boleh”kata jessica

“tapi kita bermain kincir angina itu terlebih dahulu ya”kata sehun. Jessica menatap kincir angin itu ragu tapi ia berusaha tersenyum dan mengangguk. Sehun menarik tangan jessica, jessica mengenggam tangan sehun erat. sehun menatap jessica bingung, raut wajah jessica berubah menjadi takut, entah takut apa, tapi sehun tahu pasti itu semua berhubungan dengan masa lalu jessica

kajja kita masuk”kata sehun semakin menarik tangan jessica masuk. Jessica dan sehun duduk sambil hadap-hadapan. Raut wajah jessica menjadi tegang ketika kincir angin itu hampir mencapai puncaknya. Mata jessica menjadi berkaca-kaca membuat sehun sedikit takut

“jess, gwaenchanayo?”Tanya sehun mengenggam tangan jessica. air mata jessica menjadi mengalir dengan deras

“jess?” sehun menguncang bahu jessica pelan. Jessica tidak bergeming ia hanya menangis dalam diam. Sehun pindah kesebelah jessica, dipeluknya tubuh gadis itu dengan erat. sehun tidak ingin melihat jessica menangis seperti ini, hatinya sangat sakit. Tangis jessica menjadi pecah ketika sehun memeluknya. Jessica mengeluarkan semua yang ia pendam dalam tangisannya kali ini

“meskipun aku tidak tahu apa penyebab membuat mu menangis, tapi aku berharap kau bisa lebih lega setelah ini, jess”kata sehun sambil mengelus rambut jessica. jessica melepaskan pelukan sehun. Sehun lalu menghapus air mata jessica dan ia merapikan sedikit rambut jessica yang sedikit berantakkan itu

gomawo”kata jessica

“untuk?”Tanya sehun

“karna kau telah meminjamkan bahumu untuk membiarkanku menangis disana”kata jessica. sehun tersenyum dan mengangguk

“jika kau ingin menangis, panggillah aku, aku akan meminjamkan bahuku untukmu”kata sehun tersenyum. Jessica tertawa kecil bersama sehun.

“jess”panggil sehun

“emm?”gumam jessica

“darah”gumam sehun melihat darah jessica yang mengalir dari hidungnya

“eoh?”gumam jessica. sehun segera memberikan sapu tangannya untuk jessica agar jessica dapat membersihkan darahnya. Jessica dengan cepat mengambil sapu tangan sehun dan ia sumbat darahnya

gwaenchana?”Tanya sehun. Jessica mengangguk

“sudah selesai, kajja kita turun”kata sehun lalu menggenggam tangan jessica turun dari kincir angin itu

“wajahmu jadi pucat jess, kajja aku antar kau pulang”kata sehun. Jessica menggeleng

“aku pulang sendiri saja, sehun-ssi. Gomawo untuk hari ini. Aku sangat bahagia”kata jessica lalu memberhentikan sebuah taxi. Didalam taxi jessica mencari sesuatu ditasnya.

“omo~ dimana obatku?”gumam jessica panik. Jessica menghela nafas sebal ketika ia ingat bahwa obatnya masih didalam tas sekolahnya.

ajhussi tolong lebih cepat sedikit”kata jessica lalu mendongakkan kepalanya agar darahnya berhenti mengalir. Jessica segera naik ke lift dan segera berjalan menuju apartementnya, kepala jessica mulai berputar-putar. Jessica berjalan dengan sedikit sempoyongan mencari tas sekolahnya selangkah lagi ia sudah akan mendapatkan tas sekolahnya tapi jessica sudah pingsan terlebih dahulu

*****

Tiffany berjalan mondar-mandir didepan apartement jessica. ia sudah menekan bel berulang kali tapi jessica tidak juga membuka pintu. Tiffany sedikit khawatir melihat ada darah didepan pintu jessica membuat khayalan tiffany terbang kemana-mana. Tiffany mulai tidak sabar, ia lalu menekan kode apartement jessica. tiffany langsung masuk kedalam kamar jessica dan ia menemukan jessica yang pingsan dikamarnya. Tiffany berteriak histeris sambil menangis

“Jessie..”teriak tiffany lalu memeluk jessica. tangannya yang sangat gemetaran berusaha untuk menelfon seseorang

yaebseo… tae-ah. Jessica pingsan”kata tiffany sambil menangis

arraseo. Lebih cepat ya tae”kata tiffany.

Tiffany membersihkan darah jessica yang masih mengalir itu dengan sapu tangan sehun

“YA!! Aku kan sudah bilang padamu, kau harus jaga dirimu dengan baik-baik, kau tidak memiliki siapapun yang peduli denganmu”kata tiffany sambil menangis. Tak lama para pekerja rumah sakit membawa jessica kedalam ambulancenya. Tiffany duduk disamping sambil mengenggam tangan jessica erat. beberapa pekerja mendorong jessica keruangan yang memang sudah khusus untuk jessica

“kalian semua bisa keluar”kata taeyon. Tiffany duduk dikoridor rumah sakit. Ia sangat gelisah sekarang. Tangan dan kaki tiffany sangat gemetar sekarang.

“haiiishh~~ mengapa lama sekali?”desah tiffany kembali mondar-mandir. Tak lama akhirnya taeyon keluar dari ruangan itu

“bagaimana?”Tanya tiffany

“jessica sudah tidak apa-apa, ia hanya kelelahan. Aishh~~ aku sudah lelah menasehatinya”kata taeyon

“dia memang seperti itu, yang terpenting sekarang adalah dia tidak apa-apa, apakah dia sudah sadar?”Tanya tiffany

“sepertinya sebentar lagi dia sudah bisa sadar”kata taeyon

“aahh~~ baguslah”kata tiffany

“pulanglah jika kau lelah fany, jessica pasti akan khawatir jika melihatmu kelelahan karna menjaganya”kata taeyon

“nde, arraseo.”kata tiffany lalu masuk kedalam ruangan jessica. tiffany berjalan mendekati jessica, di elusnya rambut coklat jessica dengan pelan

“mengapa kau bisa kembali seperti ini?”kata tiffany. Matanya membesar ketika rambut jessica rontok dalam jumlah yang tergolong banyak. Tiffany segera membuang rambut jessica ke dalam tong sampah

“sepertinya penyakitmu semakin parah, jess”kata tiffany

******

“bagaimana kencanmu kemarin dengan jessica?”Tanya luhan pada sehun

“itu sangat menyenangkan, kau tahu? Oh iya, gomawo. Karna kau telah mengatur kencan untukku dan jessica meskipun pertama kali yang dia tahu hanya, kau akan berkencan dengannya”kata sehun pada luhan

ok. Apa pun akan ku lakukan untuk temanku yang satu ini”kata luhan

joghiyo, apakah kau melihat jessica?”Tanya sehun pada salah satu teman sekelas jessica

eoh, jessica tidak datang hari ini”

arraseo. Gomawo

“jessica tidak datang?”Tanya sehun pada luhan setelah teman sekelas jessica pergi

“nde, kurasa kau mendengarnya dengan jelas tadi”jawab luhan

“maksudku, mengapa dia bisa tidak datang”kata sehun

“apakah dia terlalu senang kencan denganmu, sampai dia tidak datang?”kata luhan kemudian tertawa kecil

“tidak mungkin”kata sehun

“apakah dia sakit?”Tanya sehun

“bagaimana bisa aku tahu?”balas luhan kemudian berjalan pergi meninggalkan sehun yang masih memikirkan penyebab jessica tidak datang sekolah

“apakah gadis kasar itu, pingsan lagi?”gumam luhan sendiri

“apa peduliku?”gumam luhan lagi lalu menggelengkan kepalanya

*****

“jess, kau sudah sadar?”Tanya tiffany ketika jessica membuka matanya

“kepalaku”desah jessica kesakitan. Tiffany langsung menekan tombol disamping tempat tidur jessica berharap taeyon segera datang

“tahan sebentar, nde, jess.”kata tiffany. Tak lama taeyon datang dengan buru-buru bersama beberapa para perawatnya

soo yeon, kau sudah sadar?”kata taeyon

“kepalaku”desah jessica lagi. Taeyon segera memeriksa kondisi jessica

“kita harus melakukan cuci darah, soo yeon-ah”kata taeyon

“tapi. Bukankah seharusnya, 3 hari lagi?”Tanya tiffany

“tidak sempat jika harus menunggu 3 hari lagi tiff, kondisi soo yeon tidak memungkinkan”kata taeyon

arraseo. Cepat cuci darahnya”kata tiffany. Taeyon mengangguk, lalu para perawatnya, membawa jessica pergi ke satu ruangan khusus. Tiffany teringat, bahwa jessica belum izin kesekolahnya dan itu berarti tiffany harus meminta izin kepada sekolah untu jessica. tiffany segera membereskan barangnya lalu ia pergi ke sekolah jessica dengan mobilnya. Tiffany berjalan dengan sedikit tergesa-gesa sehingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang

joesonghabnida”kata tiffany sambil membungkukkan badanya

“sepertinya kau bukan siswa sekolah ini, apakah kau murid baru?”Tanya orang yang ditabrak tiffany

aniyo, aku datang kesini karna ingin meminta izin untuk temanku”jawab tiffany

na chingu nuguseyo?”Tanya orang itu. Tiffany menatap orang itu dengan tatapan menyelidiki dan sedikit aneh

“apa urusannya denganmu?”Tanya tiffany

aniyo mungkin saja aku tahu temanmu”kata orang itu

“lebih baik kau menolongku untuk menunjukkan dimana ruang guru”kata tiffany

kajja”kata orang itu lalu berjalan pergi diikuti tiffany dibelakangnya. Tiffany masuk keruang guru lalu mengabari salah satu guru yang masuk kedalam kelas jessica, setelah selesai tiffany keluar dari ruang guru itu

“jadi temanmu jessica? ada apa dengannya?”Tanya orang itu yang sedari tadi menunggu tiffany di balik dinding

“YA!! Kau mengagetkanku”kata tiffany

“jessica temanmu?”Tanya orang itu lagi

wae?”Tanya tiffany

“gadis kasar itu temanmu?”Tanya orang itu memastikan

“YA!! Siapa yang kau sebut gadis kasar, eoh?”kata tiffany

“jessica”kata orang itu

“cih”desis tiffany

“siapa namamu?”Tanya tiffany

wae? Kau tertarik denganku?”Tanya orang itu

“jangan mimpi, cukup jawab pertanyaanku, siapa namamu”kata tiffany

“Xi Luhan”

arraseo. Tiffany Hwang imnida”kata tiffany

“oh iya, luhan-ssi, bolehkah aku meminta tolong?”Tanya tiffany

ani”jawab luhan kemudian hendak berjalan pergi tapi tangannya sudah ditahan oleh tiffany

“aishh~~ semua yeoja merepotkan”desis luhan

mwoya? Kau ingin meminta tolong apa?”Tanya luhan. Tiffany menyerahkan ponselnya pada luhan dan luhan menatap tiffany bingung

“kau ingin nomorku?”Tanya luhan

“YA!! Siapa yang menginginkan nomormu? Aku ingin meminta tolong padamu, kabari guruku. Dan pura-pura jadi wakil ku lalu mengatakan pada guruku bahwa aku tidak bisa masuk sekolah hari ini karna sakit”kata tiffany lalu menyerahkan ponselnya yang ia sudah hubungi dengan gurunya. luhan menatap tiffany yang tampak sehat itu. Tiffany tidak sakit, lalu ia membantu orang bohong?

yaebseo

nde. Saya adalah wakil dari Tiffany Hwang. Saya ingin mengabarkan, bahwa hari ini tiffany tidak bisa hadir, karna ia sedang sakit”

eoh? Kurasa besok atau lusa ia sudah bisa kembali bersekolah, jadi mohon bantuannya”

khamsaramida”kata luhan lalu menutup panggilannya

“kau tidak sakit”komentar luhan

“emm. Aku memang tidak sakit, tapi aku harus menjaga jessica yang sedang sakit”kata tiffany

“gadis kasar itu sakit apa?”Tanya luhan

“apakah aku harus memberi tahumu? Ku rasa tidak. Baiklah, terima kasih atas bantuanmu yang telah menunjukkan ruang guru dan telah membantuku mengabari guruku. Jalgayo”kata tiffany lalu berjalan pergi. Tiffany kembali kerumah sakit secara terburu-buru ketika mendengar dari taeyon bahwa jessica sudah ingin kembali pulang ke rumah

“jess, kau masih sakit, sebaiknya besok saja kau baru pulang dari rumah sakit”nasehat tiffany

aniyo. Aku sudah sehat. Lagi pula, hari ini aku sudah tidak masuk sekolah dan besok aku harus masuk sekolah”kata jessica

“tapi lihatlah, wajahmu masih pucat seperti itu”

“aku tidak apa-apa, lagi pula aku sudah sering seperti ini. Dan besok hari pertama aku harus kerja sebagai guru piano”

“tapi, aku khawatir kau akan pingsan lagi”

“tidak akan, fany-ah. Aku janji”

yaekso?”

yaekso

*******

luhan baru saja pulang kerumah dan ia sangat lelah sekarang karna tadi ia sehabis latihan futsal untuk kompetisi berikutnya.

“suli-ah, tolong ambilkan oppa minum”teriak luhan yang duduk diruang tamu. Tak lama suli datang dengan segelas air minum ditangannya

“ada apa dengan wajahmu?”Tanya luhan

oppa, hari ini aku harus les piano, dan gurunya sudah hampir sampai sekarang. Mengesalkan”kata suli dengan wajah cemberutnya

“sudahlah, tidak salahnya bukan, mencoba? Anggap saja ini adalah latihan agar kau dapat menyukai piano”kata luhan berusaha menghibur adiknya yang satu ini

“tapi oppa….”kata suli terputus karna bunyi bel rumahnya

“sepertinya gurumu sudah datang, oppa bukakan pintu dulu”kata luhan lalu bangkit untuk membuka pintu. Ketika luhan melihat siapa yang datang, matanya menjadi membulat sempurna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kau?~~~~”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To Be Continue

 

 

hai-hai

author kembali dengan ff ini

mian kalau kalian kecewa dengan ff ini karna ‘mungkin’ lebih banyak sehun-sica nya dari pada luhan-sica. tapi demi apapun author uda berusaha membuat luhan-sica nya agak banyak. soalnya kalau misalnya author buat luhan-sicanya banyak di chap iin, chap selanjutnya gak akan nyambung.

author kasih bonus sedikit, chap berikutnya lebih banyak luhan-sicanya dari pada sehun-sica.

 

jangan lupa untuk comment yaa. ingat perkataan author, sependek apapun komentar kalian, author bakal hargai

 

dan author punya 1 kabar lagi. bagi readers Pervert Namja, author uda ambil keputusan untuk gak bakal lanjut ff itu. soalnya author benar-benar kecewa. banyak sekali yang minta pw ke author tapi yang comment cuma beberapa

 

suthor harap comment dari para readers banyak di chap ini kalau bisa lebih banyak dari comment di chap sebelumnya

 

thanks🙂

53 thoughts on “i’m still loving you [chapter 2]

  1. ,.jessi sakit apa sih..??
    .aku jadi sedih bacanya..selalu saja pingsan,.
    ..ittu luhan kepedean bgt siihh,.
    iyya chingu bnyk moment jessi sehunnya..
    .aq pengennya banyakan luhan sica.nya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s