[Freelance] (I Got Nothing) (Oneshoot)

““I Got Nothing”

By Lrozano

Main Cast

Jessica | Baekhyun | Kris

Support Cast

EXO and SNSD members

Rating

PG

Length

Oneshoot

Genre

Sad | Fluff

Actually, this is a songfic. Soalnya aku terinspirasi dari lagu nya The Script yang Nothing, jadi kalau kalian baca bisa sambil dengerin lagunya hehe… Maaf kalau kurang bagus atau kurang dapet feel-nya, but I try my best for this ff. Btw aku ini BaekSica shipper loh hehe😀.Oke, happy reading 🙂.

 

*

*

*

“I’m still in love, but all i heard was nothing” – Byun Baekhyun

            Bagi seorang Byun Baekhyun, malam itu telah menjadi malam terdingin baginya. Ia masih mengingat dengan jelas kejadian di hari ulangtahun nya. Kado terburuk mungkin bagi Baekhyun.

Namja itu kini tengah duduk di depan bar, meminta seorang barista memberikan pesanannya, satu botol Vodka, lagi.

Ya, Byun Baekhyun! Cukup sudah kau meminum nya. Kau sudah gila?” bentak seorang teman Baekhyun yang tiba-tiba saja datang dan duduk disampingnya.

Ige mwoya–apa-apaan itu?” teman Baekhyun yang berambut merah itu bertanya menatap pada banyak nya botol Vodka di hadapannya, dan ia tetap saja tidak mendapatkan jawaban dari Baekhyun. Karena laki-laki itu terlalu sibuk dengan minuman dan pikiran nya.

“Sudah berapa botol yang dia minum, Sooyoung-ssi?” tanya laki-laki berambut merah itu pada sang barista yang sudah ia kenal.

“Hampir delapan botol, Chanyeol-ssi” jawab sang barista. Namja bernama Chanyeol tampak terkejut dan segera mengambil botol yang hampir Baekhyun tenggak.

Ya!! Apa yang kau lakukan bodoh?” sentak Baekhyun kasar, dia menatap Chanyeol marah pandangan nya memang mulai kabur saat ini.

“Kau mau mati? Hampir setiap hari kau mabuk, Byun Baekhyun! Pikirkan kesehatan mu!” Chanyeol kembali menyentakkan kalimatnya. Dia berharap Baekhyun yang dulu bisa kembali lagi “aku bahkan belum mabuk, Park Chanyeol” Baekhyun membalas ucapan sahabat nya itu dengan kalimat penekanan.

Chanyeol gusar, ia hanya menghembuskan nafasnya kasar. “kurasa kau sudah gila karena nya, Baek”

Mendengar ucapan itu membuat Baekhyun tersenyum miris.

“Dia kelemahan ku, Chanyeol.. she’s my everything and i was nothing for her” ucap Baekhyun yang terdengar sangat lirih di telinga Chanyeol. Chanyeol tidak mungkin bertanya lagi, ia sudah tau jawaban nya. Siapa lagi kalau bukan Jessica Jung? Yeoja cantik bertubuh mungil, mantan kekasih Baekhyun.

Chanyeol ingat betul, apa yang terjadi pada pasangan itu tepat dimana hari ulangtahun Baekhyun –dua minggu lalu. Ia menyaksikan dan mendengarkan setiap perkataan pasangan itu. Jessica memutuskan nya karena dua hal. Yang pertama, ia sudah tidak lagi mencintai Baekhyun, dan ia akan segera kembali ke USA, negara kelahiran Jessica.

“Aku ingin pulang, Chanyeol..” Baekhyun berucap dan mulai bangkit dari duduknya, kepalanya sedikit pusing ketika berdiri, Chanyeol sudah tahu kalau ia membiarkan Baekhyun pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri sama aja membunuh sahabatnya itu secara tidak langsung. “Aku ikut.” Chanyeol segera bangkit dan mengikuti Baekhyun yang sudah pergi menduluinya.

 

~~~

 

Sudah seminggu Jessica memutuskan hubungan nya dengan Baekhyun. Dan hari ini ia mendapat pesan singkat dari mantan kekasihnya itu untuk menemuinya di taman yang biasa mereka kunjungi dulu malam ini. Jessica pun menuruti kemauan Baekhyun.

            Yeoja berambut light brown itu tengah duduk disalah satu kursi kayu taman, ia merapatkan mantel yang ia kenakan, tanpa yeoja itu sadari sudah lima belas menit yang lalu Baekhyun datang. Namun ia berdiri dibelakang yeoja itu dengan jarak nya yang tidak jauh, menatapnya dengan tatapan sendu. Ingin sekali Baekhyun berlari dan memeluk yeoja itu dengan erat. Ia rindu. Sangat rindu dengan yeoja itu. Mengingat kisah kasih yang mereka jalani cukup lama. Tiga tahun lamanya. Dan itu tidak sebegitu mudah untuk Baekhyun melepaskan yeoja itu.

“ya, Byun Baekhyun. Kenapa kau begitu lama? Ini sudah malam” ucap Jessica sebal, taman ini sudah sepi. Mungkin hanya dirinya seorang sekarang. Dan yeoja itu takut kegelapan. “Baiklah, aku akan pulang sekarang. Selamat tinggal, Byunnie” Jessica hendak melangkahkan kaki nya lebih jauh, namun…

“Jangan pergi, Jess.” Desisan itu terdengar oleh Jessica, membuat yeoja itu menolehkan kepalanya kearah suara. Di lihatnya namja yang sudah bersandang sebagai mantan nya itu. Jessica cukup terkejut dengan pandangan yang ada di hadapanya. “B-baekhyun? Apa yang terjadi dengan mu?” Jessica berjalan mendekati Baekhyun.

 Baekhyun terlihat begitu berantakan, bahkan di suhu yang dingin seperti malam ini Baekhyun tidak menggunakan mantelnya. Rambutnya berantakan, matanya berkantung dan merah. Baekhyun menatap Jessica sedih, “Kumohon kembali lah padaku,” ucapnya lirih. Jessica mengabaikan ucapan nya, ia segera memegang kedua pipi Baekhyun.

“Kau baik-baik saja kan? Aku akan menelepon Chanyeol untuk menjemput mu” ucap Jessica yang kini mulai mengeluarkan handphone nya. Baekhyun dengan cepat menghentikan tindakan Jessica.

“Aku tidak butuh itu, Jess. Aku membutuhkan mu! Ya, aku membutuhkan seorang Jessica Jung!” Ucap Baekhyun penuh emosi, Jessica menatapnya sedih,

“Apa yang terjadi dengan mu?”

“Apa? Kau bertanya padaku setelah kau tahu bahwa alasan aku seperti ini adalah dirimu, Jess?”

“B-baek.. lupakan semuanya, Baek..” Jessica berucap dengan pelan. Tanpa Baekhyun sadari manik mata Jessica sudah memerah, ia berusaha menahan tangis nya agar tidak pecah di hadapan Baekhyun.

Baekhyun berjalan pelan mendekati Jessica, dengan segera memeluk yeoja itu. Dia tidak ingin kehilangan Jessica.

“i’m still love you… don’t leave, Jess. I’ll give you everything but please just don’t leave me and stay with me.” Baekhyun berucap dengan suara parau, Baekhyun kini menangis. Menangis dalam pelukan itu. Jessica tidak membalas pelukannya, yeoja itu berusaha untuk melepaskan pelukan Baekhyun.

“Forget me, just forget everything about us.” Jessica berkata dengan suara tegas.

“I’m leaving, Baek. I’m sorry.” Jessica dengan segera berlalu, meninggalkan Baekhyun sendiri di taman itu.

 

~~~

 

“Baek, kau sudah sadar?” suara berat Chanyeol memasuki gendang telinga nya. Tapi namja yang di tanya itu tidak ada niat untuk memberikan temannya itu jawaban.

“Kau menyusahkan Chanyeol, Baekhyun. Berterimakasih lah padanya! Tanpa bantuan nya aku tidak mungkin membopong mu sampai kamar” ucap seorang yeoja yang diketahui sepupu Baekhyun.

“Sudahlah noona, lagi pula sudah kewajiban ku untuk membantu sahabatku. Baek, kau harus minum susu agar tidak pusing dan setelah itu kau harus sara–“

“–dimana Jessica?” potong Baekhyun sebelum Chanyeol melanjutkan ucapannya.

“Baek, kau lupa? Jessica sudah tidak lagi berada di Korea” Taeyeon, sepupu Baekhyun itu menjawab pertanyaan nya.

Baekhyun dengan segera bangkit dari kasurnya. Ia melirik jam sudah menunjukan pukul 09:23 dengan segera ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

“Baek, aku dan Chanyeol menunggu mu di ruang makan, cepat lah turun setelah kau mandi” Ujar Taeyeon, dan setelah itu ia dan Chanyeol meninggalkan kamar Baekhyun

 

*Jessica’s POV

 

“Jess, cepatlah turun. Kris sudah menunggu mu dibawah!” Kudengar eomma berkata dari luar  kamar ku, dengan segera aku bangkit. Sejujurnya aku sedang tidak mood untuk menemui Kris, tapi bagaimana pun juga ia adalah calon suami ku. Kalian kaget bukan?

Ya, Kris dan aku adalah pasangan yang dijodohkan oleh orang tua kami, aku tidak keberatan dan dia juga tidak. Karena menurutku ini yang terbaik untuk ku, keluarga ku berhutang budi pada keluarganya, aku dan Kris juga bersahabat sejak kecil. Namun kalau kita membicarakan soal perasaan… sekarang aku sedang berusaha keras untuk mencintai Kris layaknya dia mencintaiku.

“Jung, kau lama sekali” suara berat terdengar dari arah pintu,

“Aku sedang tidak mood untuk menemui mu, tuan Wu” ucapku mengalihkan pandangan ku darinya, dia segera menutup pintu kamarku dan berjalan menuju tempat tidurku dan merebahkan tubuhnya.

“Mianhae… aku tahu kau belum bisa melupakan nya.” Ucapnya pelan namun masih bisa terdengar oleh ku karena aku tepat berada disampingnya.

“Mungkin aku sedikit lancang mengirimnya undangan pernikahan kita. Aku egois memang karena tidak memikirkan perasaan mu” aku hanya dapat terdiam mendengar setiap perkataan nya, tidak ada niat untuk membalas karena itu bukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Melainkan itu sebuah pernyataan.

Kris bangkit dan memeluk tubuhku dari belakang.

“i love you ‘til its feel so hurt” ucapnya pelan, lalu melepaskan pelukan nya dan berjalan kedepan ku, aku yang duduk di tepi ranjang dan dia yang berdiri di depan ku hanya menatapku, sedetik kemudian ia mengecup keningku lembut dan meninggalkan ku sendiri di kamar.

Oh tidak, ini sangat memusingkan.. Aku memang mencintai Baekhyun, tapi aku harus melakukan ini. Mungkin kalian akan berpikir bahwa di cintai dua orang sekaligus akan menyenangkan, tapi nyata nya tidak. Kalian harus memilih salah satu dari keduanya. Dan itu berat sekali, mengingat kenanganku dengan Baekhyun. Sulit dilupakan.

 

*Baekhyun’s POV

 

Kini aku sedang berada di antara Chanyeol dan Taeyeon, mereka sedang tertawa bersama sambil menikmati sarapan yang tersedia. Aku sama sekali tidak ada niat untuk bergabung dengan mereka. Hingga tiba-tiba telepon rumah berdering, dan aku dengan sigap berjalan mengambil telepon itu.

“Annyeong, kediaman Byun disini.” Ucapku dan menunggu sang penelpon berbicara,

“Annyeong, Baekhyun-ssi..”

Deg.

Tidak mungkin. Aku kenal suara ini. suara yang sangat aku rindukan.

“Jessica?” ujarku pelan bahkan aku ragu ia akan mendengarnya.

Tut tut tut

Ah tidak, dia memutuskan sambungan nya.

Jess, tidak kah kau tahu bahwa aku merindukan mu..

Ting Nong

 

“Byun Baekhyun, habiskan sarapan mu” aku hendak membuka pintu, namun Taeyeon sudah mendahului ku dan mengucapkan itu saat kita berpapasan. Aku pun dengan malas berjalan ke meja makan, dan duduk di hadapan Chanyeol.

“Siapa yang menelpon, Baek?” tanya Chanyeol menatapku,

“Entah aku yang sedang merindukan nya, atau memang dia yang tadi menelepon” jawabku malas, Chanyeol menatapku seakan berkata siapa-yang-sedang-kau-bicarakan. Hingga beberapa detik kemudian ia tersedak, aku langsung terkekeh, bodoh sekali dia.

“Maksud mu Jessica yang menelepon tadi?!” tanya nya dengan wajah terkejut, aku hanya mengangkat bahu ku sebagai jawaban nya.

Tak lama Taeyeon kembali dengan sebuah undangan di tangan nya dan wajahnya tampak senang sekali.

“Apa itu, noona?” tanyaku padanya.

“Baek, kau tahu Kris Wu kan? Sahabat ku dulu” ucapnya aku hanya mengangguk, siapa yang tidak kenal dengan nya? Aku dan dia dulu juga sempat satu sekolah saat di SMA.

“Kris? Maksud mu Wu Yi Fan?” tanya Chanyeol, Taeyeon noona dengan semangat mengangguk.

“Astaga, si bodoh itu?” Chanyeol tertawa kecil saat mengetahui Taeyeon mengangguk.

“Kau mengenalnya? Lalu undangan apa itu, noona?” tanyaku pada dua orang sekaligus.

“Dia sahabat ku dari kecil dan setahuku dia sahabat Jessica juga” ucap Chanyeol, entah mendengar itu tiba-tiba perasaan ku tidak enak.

“tidak bisa di percaya..” ucap Taeyeon noona pelan, aku dan Chanyeol dengan segera menoleh kearahnya. Raut wajah Taeyeon noona langsung berubah. Tidak bisa di jelaskan, namun ia tampak kaget dan sedih mungkin?

“Ada apa, noona?” Chanyeol bertanya lalu mengambil undangan itu dari tangan Taeyeon.

“Wah si bodoh itu akan menikah!” Ucap Chanyeol berseru, namun tiba-tiba raut wajah nya berubah juga. Aku menatap Taeyeon noona dan Chanyeol bergantian.

“Kalian ini kenapa?” tanyaku kesal melihat tingkah keduanya.

Aku yang malas pun segera beranjak dan berjalan menuju kamarku, namun dikejutkan dengan ucapan Chanyeol yang ternyata sedang menerima telepon di ponselnya. Aku hanya mendengarkan, hingga tiba-tiba Chanyeol berkata bahwa aku, dia dan Taeyeon noona akan ke San Francisco.

~~~~

 

Disini aku berada sekarang. Di sebuah caffe yang berada di tengah kota besar seperti San Francisco ini. Mataku menatap nanar ke segelas kopi yang aku pesan tadi, tidak dapat membayangkan bahwa aku di undang ke pernikahan mantan kekasih ku yang akan diselenggarakan besok sore.

“Baekhyun-ssi? Maaf membuat mu menunggu lama” Ucapan seseorang yang duduk dihadapanku membuat ku sadar seketika. Aku menatap nya dan tersenyum kecil,

“Apa yang ingin kau bicarakan, Kris-ssi?” tanyaku pada namja yang sebentar lagi akan menjadi pasangan hidup Jessica.

“Mungkin ini sedikit childish, tapi boleh kah aku egois? Tolong lupakan Jessica.”

Deg,

“Aku sangat mencintainya, Baekhyun-ssi. Melebihi apapun di dunia ini. Kenapa aku meminta mu? Karena aku tau Jessica pun masih sangat mencintai mu. Kau tau bukan rasanya cinta bertepuk sebelah tangan? Bukan kah dulu kau juga merasakan itu pada Jessica?” Kris melanjutkan ucapan nya, aku masih berusaha keras untuk menahan emosi ku.

Tidak kah ia sadar? Aku terpuruk tanpa yeoja itu.

“A-aku rasa itu memang yang terbaik…” ucapku pelan, hati ku sakit rasanya..

“Aku akan mencoba untuk melupakan nya, tapi bolehkah di pernikahan mu besok aku bernyanyi? Sekali saja.” Lanjutku padanya.

Kris tersenyum lebar dan segera mengangguk, “Tentu saja kau boleh, terimakasih Baekhyun”

Aku hanya dapat membalas ucapan nya dengan senyuman kecil.

 

*Author’s POV

Baekhyun berjalan dibelakang Chanyeol dan Taeyeon, saat ini mereka sedang memasuki gereja tempat pelaksaan pernikahan mantan kekasih nya itu. Jessica belum mengetahui bahwa Baekhyun turut hadir dalam pernikahan nya, maka justru itu Baekhyun meminta Taeyeon dan Chanyeol duduk di kursi tengah saat janji suci akan di ucapkan, ia tidak ingin melihat Jessica memakaikan cincin sebagai janji itu ke namja lain. Diri nya belum mampu menerima kenyataan.

“Baiklah, pengucapan janji suci akan segera di laksanakan” sang MC mengucapkan,

Kris sudah menunggu Jessica di altar, dan tak lama pun Jessica datang dengan ayah nya. Sang ayah mengantarkan putri nya sampai altar. Hingga tangan Kris menggenggam tangan Jessica, dan mereka mulai menghadap pada sang Pastur.

“Kris Wu, bersedia kah engkau menjadi suami yang baik, yang menerima dan mencintai Jessica Jung dengan setulus hati hingga waktu yang memisahkan kalian?” Sang Pastur menatap Kris dan Kris dengan yakin menganggukan kepala nya,

“Ya, saya bersedia” ucapnya tegas disertai senyuman nya.

Kini pastur itu beralih menatap Jessica dengan senyum, “Jessica Jung, bersedia kah engkau menerima Kris Wu dengan segala kelebihan dan kekurangan nya, dan akan terus mendampinginya saat suka maupun duka hingga waktu yang memisahkan kalian?”

Baekhyun menatap Jessica, ia sudah siap sekarang untuk menerima jawaban Jessica.

“Ya, saya bersedia untuk menemani Kris Wu hingga akhir nanti”

Baekhyun tersenyum pahit, semua tamu segera bertepuk tangan. Jessica dan Kris pun segera bertukar cincin, di akhiri dengan kecupan ringan Kris di bibir Jessica.

 

~~~

 

Pesta pernikahan sudah di mulai, pesta ini diadakan di sebuah taman yang indah dibelakang gereja tersebut. Banyak tamu yang sudah mengucapkan selamat pada pengantin baru itu. Bahkan Taeyeon dan Chanyeol pun sudah mengucapkan selamat. Tapi tidak dengan Baekhyun, ia masih memandang Jessica dengan Kris dari jarak jauh.

Dengan segera Baekhyun berjalan mendekati MC. Ia berkata sesuatu.

“Baiklah para hadirin, kita akan mendengarkan sebuah lagu dari seorang penyumbang lagu sekarang. Selamat menikmati”

Baekhyun sudah sedari tadi berada di depan piano, ia sudah siap memainkan tuts-tuts piano tersebut. Para hadirin segera diam dan siap mendengarkan.

 

(NOTE: its better while you reading this  part listening to this instrument-> http://www.youtube.com/watch?v=cOVC_T5sTOA for backsounds)

 

Baekhyun segera memainkan tuts,

 

“Hey Jessica, congrats for your wedding. I’m happy for you. And i have a song for you”

 

*Jessica’s POV

Baekhyun? Apa benar itu suara Baekhyun?

 

Aku langsung melihat kearah piano, terlihat Baekhyun tersenyum padaku. Astaga, mata itu.. aku rindu menatapnya.

 

Am I better off dead?
Am I better off a quitter?
They say I’m better off now
Than I ever was with her

Baekhyun mulai bernyanyi, aku hanya dapat menikamati suaranya yang lembut itu.

As they take me to my local
Down the street
I’m smiling but I’m dying
Trying not to drag my feet

They say a few drinks will help me to forget her
But after one too many I know that I’ll never
Only they can’t see where this is gonna end
They all think I’m crazy but to me it’s perfect sense

Aku ingat kejadian malam itu.. ketika wajah nya terlihat kacau.. ketika bau alkhol tercium disekitarnya.

And my mates are all there trying to calm me down
‘Cause I’m shouting your name all over town
I’m swearing if I go there now
I can change your mind, turn it all around

I know that I’m drunk but I’ll say the words
And she’ll listen this time even though they’re slurred
So I, dialled her number and confessed to her
I’m still in love but all I heard was nothing

Aku ingat ketika dia memintaku untuk tinggal dan aku tidak mengucapkan apa-apa…

Tanpa terasa airmata ku mulai menetes, aku dapat melihat nya juga menangis saat bernyanyi kini.

Kris menatapku sendu, “Mungkin aku penghalang bagimu.. jika.. jika kau memang mencintainya, hampiri dia. Aku rela asal kau bahagia, Jess..”

Aku menatap Kris kaget, tidak.. itu tidak mungkin. Aku tidak bisa mengorbankan rasa egois ku yang mencintai Baekhyun. Kris kini sudah menjadi masa depanku.

“Jess?”

Aku menoleh kearah suara yang mengucapkan nama ku, dapatku lihat namja itu kini berdiri dihadapan ku.

Kris menatapku seakan meyakinkan ku untuk memilih Baekhyun. Aku pun dengan segera memeluk Baekhyun.

“Aku mencintai mu, sungguh. Aku tidak bermaksud untuk membuat mu hancur, Baekhyun-ah. Ta–tapi aku harus memilih Kris.. dan belajar untuk mencintainya seperti aku mencintaimu” aku menangis dalam dekapan nya yang tengah membalas pelukan ku.

Dia membelai rambutku, dan segera melepaskan pelukan ku.

“Aku mengerti, aku akan selalu mencintaimu. Asal kau berjanji untuk tetap menjadi Jessica yang sama, Jessica yang selalu tertawa, Jessica yang terkenal dengan sifat ice cold nya, namun mereka tidak menyadari bahwa kau adalah warm ice bahwa kau dapat meleleh hanya karena ucapan.. berjanjilah kau akan bahagia dengan Kris. Karena aku tak mau ada penyesalan..” Baekhyun tersenyum dan segera berjalan meninggalkan aku dan Kris.

“Byun Baek..” lirihku..

 

*Author’s POV

 

Taeyeon dan Chanyeol menyaksikan Baekhyun yang dengan susah payah mengucapkan hal itu pada Jessica di hadapan Kris. Baekhyun yang mulai berjalan meninggalkan pesta itu pun segera pergi menjauh, membuat Taeyeon dan Chanyeol yang susdah payah mengejarnya sekarang.

“Baekhyun-ah! Tunggu sebentar” ucap Taeyeon yang akhir nya dapat membuat Baekhyun berhenti dan menoleh.

“Baek, apa kau baik-baik saja?” tanya Chanyeol pelan.

Apa Baekhyun baik-baik saja? Setelah ia tahu bahwa ia mungkin terlambat selangkah? Bahwa sebenarnya meninggalkan Jessica itu sangat berat untuk nya? Apa ia baik-baik saja setelah mengetahui bahwa mungkin hari-hari tidak ada lagi harapan untuk bersama Jessica?

Baekhyun terlihat mengambil napas dan melepaskan nya perlahan lalu menatap kedepan dengan tatapan kosong.

“Ya, aku baik-baik saja, selama dia bahagia.. aku akan mencoba untuk bahagia, Chanyeol-ah”

 

The End.

16 thoughts on “[Freelance] (I Got Nothing) (Oneshoot)

  1. Oh god, poor baekhyun. dia udh cinta mati sm sica, tpi malah pisah krna ada kris. smpe frustated gt byunbaek. tapi krna blakangan kurang mood sm baek, aku ska ending’a bkan baeksica🙂 tpi blakangan jg males sm kris, aduh jdi bingung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s