The BloodyLuv (Chapter 3)

the-bloody-luv.

Author :

XYZ Hyura

Title : The BloodyLuv

Genre : Romance, Friendship, Fantasy

Lenght : Chapter

Rating : PG – 16

Cast :

Jessica Jung | Park Chanyeol | Oh Sehun | Luhan | Baekhyun

Chapter 1 | Chapter 2

oOo

Jessica menatap jam tangannya berkali-kali. Ia tidak sedang menunggu, hanya saja mata Jessica tidak dapat terlepas dari jam tangannya. Ia sedang duduk sendirian di kantin karena Chanyeol sedang sibuk dengan bandnya. Beberapa jam tanpa Chanyeol adalah hal yang menyedihkan bagi Jessica. Mengapa? Karena hanya Chanyeol lah yang mengerti bagaimana cara meramaikan kebisuan Jessica.

Akhirnya, Jessica memutuskan untuk segera pergi dari kantin dan langsung pulang ke rumah. Ia tahu hari ini Sehun tidak akan pulang bersamanya karena Sehun telah mengatakan kepada Jessica bahwa hari ini ia akan pergi ke rumah temannya.

Jessica menyambar tasnya dan beberapa map yang ia bawa. Jessica berjalan sedikit terburu-buru menuju tempat parkir dan tiba-tiba…

BRUK

Jessica sekali lagi tidak sengaja bertubrukan dengan seseorang sehingga map yang ia bawa pun terjatuh. Orang yang menabrak Jessica segera berjongkok dan membereskan map Jessica yang jatuh; sedangkan Jessica hanya terdiam menatap orang tersebut.

“Maafkan aku,” ujar orang tersebut sembari membungkukan badannya.

Jessica menahan tubuh orang tersebut agar tidak membungkukan badan kepadanya. “Annyeonghaseyo sunbaenim..” Jessica membungkuk kepada orang tersebut dengan sopan.

Ne, annyeonghaseyo..

“Maaf telah menubrukmu. Itu… kebiasaanku. Maafkan aku,” Jessica membungkuk sekali lagi, tetapi jemari cantik milik sunbae Jessica tersebut telah menahan tubuh Jessica.

‘Tidak apa-apa, Sica ya~” ujar orang tersebut sambil memamerkan senyuman manis miliknya.

“Baekhyun sunbaenim–”

Belum selesai Jessica berbicara, Baekhyun telah menyela pekataan Jessica. “Maafkan aku, Sica ya, aku sedang terburu-buru..” dan kemudian Baekhyun pergi dengan langkah cepat.

Jessica hanya menatap kepergian Baekhyun dengan tatapan keheranan. Tidak ambil pusing dengan tingkah sunbaenya yang satu itu, ia segera pergi menuju mobilnya.

oOo

“Sial!” maki Baekhyun saat ia sampai di kelasnya.

Dengan napas yang terengah-engah, ia berjalan menuju meja dimana Luhan sedang menulis sesuatu diatas sebuah kertas. Baekhyun mengambil kursi di depan Luhan kemudian menyeretnya menuju ke arah meja Luhan dan mendudukinya.

“Kau kenapa?” tanya Luhan santai.

“Kenapa apanya?” Baekhyun balik bertanya.

“Detak jantungmu tidak nomal, aku mendengarnya,” Luhan meletakan pensilnya dan menatap sahabatnya itu dalam diam.

“Ya, aku rasa kau memang tak pernah salah, Hyung,” Baekhyun menghindari tatapan Luhan dengan menatap tulisan yang Luhan tulis pada sebuah kertas di depannya.

“Biar kutebak! Wanita?” Luhan menatap Baekhyun penuh arti.

“Ya”

oOo

Jessica menggeliat manja di ranjangnya. Ia menghabiskan jam kosongnya untuk tidur di kamar kesayangannya. Tidak ada acara, berarti tidur nyenyak bagi Jessica. Sehun telah pergi menemui temannya; dan Jessica tidak tahu harus berbuat apa. Toh jika Sehun di rumah, Jessica lebih memilih mendiamkan adiknya itu entah mengapa.

Jessica bangun dari tidurnya. Ia duduk di atas kasur dan menatap layar ponselnya. Tidurnya kurang nyenyak beberapa jam lalu, maka dari itu ia terbangun. Jessica menatap jam di dinding kamarnya.

“Ah pukul 3 sore,” gumam Jessica.

Jessica membasuh wajahnya di wastafel yang terletak di kamarnya kemudian ia melihat ke arah kaca, “Sepertinya aku sedang tak enak badan.”

BRUK

Sehun jatuh terpental dari tempatnya berdiri karena seekor serigala menerkamnya. Sehun lupa akan siapa sebenarnya dirinya dan lupa akan wilayah mana yang sedang ia tapaki. Serigala itu mengitarinya dengan mata yang memerah pertanda marah.

‘Mengapa kau disini?’

Sehun dengan jelas membaca pikiran serigala tersebut. “Aku hanya ingin melewati hutan ini untuk menuju desa seberang,” jawab Sehun dengan lantang tetapi dengan nada yang tenang.

‘Jangan mencoba membohongiku, vampire bodoh!’ maki serigala tersebut.

“Aku bukan vampire,” elak Sehun tenang. Satu serangan Sehun dapatkan karena sang serigala tidak tahan dengan kebohongan Sehun. Serigala tadi menerkam Sehun untuk kedua kalinya, tetapi tidak sampai membuat Sehun mati.

Sekali vampire tetap vampire. Kau tahu bukan bahwa dirimu adalah vampire, dan wilayah ini adalah wilayah kekuasaan werewolf.’

Sehun menatap mata serigala yang benar-benar telah memerah marah. “Aku minta maaf, tetapi aku kemari bukan untuk menyakiti kalian. Aku hanya ingin–”

BUK

Emosi serigala itu membuncah menyebabkan serigala tersebut menyerang Sehun dengan tiada habisnya. Sehun berusaha tenang dan menghindari serangan serigala tersebut dengan kekuatan yang masih ada di dalam dirinya – sebagai seorang vampire. Akan tetapi tentu saja Sehun kalah bertanding karena ia sudah begitu lama merelakan semua yang ada di dalam dirinya lenyap begitu saja.

‘Jangan pernah berbohong untuk kedua kalinya. Kau akan habis jika kau terus saja berusaha membohongiku!’

Sehun hanya diam. Ia tidak berbohong dan ia tahu bahwa serigala tersebut sedang dirundung suatu emosi yang membuat serigala tersebut marah besar terhadap hal kecil seperti ini. Tiba-tiba ia mendengar teriakan yang begitu nyaring di telinganya.

“STOP!”

Jessica berlari tetapi masih menjaga jarak antara dirinya – Sehun – serigala. Jessica menatap tajam serigala yang berhasil membuat Sehun berkali-kali terjatuh dan terpental tersebut. Serigala itu langsung pergi dari tempat itu dan mengilang diantara pepohonan yang lebat di arah utara.

Gwenchana?” Jessica berlari mendekati Sehun yang masih jatuh terlentang di dekat sebuah batu yang cukup besar.

Sehun hanya tersenyum menatap kakak tirinya mengkhawatirkannya, “Aku baik-baik saja..” Sehun berusaha menutupi lebam dan luka tipis yang ada di tangan dan kakinya.

“Jangan tutupi itu dariku! Aku dapat melihatnya dengan jelas,” Jessica menarik tangan Sehun dan menatap luka Sehun untuk beberapa detik.

“Kau bilang ini tidak apa-apa? Ayo pulang! Akan kubersihkan lukamu secepatnya,” Jessica memapah Sehun menuju ke rumah.

“Tapi, Noona, aku harus pergi menemui temanku.”

“Lukamu, Sehun! Lukamu! Kau akan terkena infeksi jika kau terus saja mengelak kata-kataku!” Jessica sedikit mengerasi Sehun. Ya, ia khawatir akan adik tirinya itu. Jessica memapah Sehun hingga mereka sampai di rumah.

Jessica mengelap memar Sehun dengan handuk yang direndam air hangat. Sehun terlihat sedang menahan rintihan yang bisa saja keluar dan mendesis pelan melalui mulutnya. Jessica dengan telaten mengobati memar adik tirinya sambil sesekali memijat tangan Sehun.

Mengobati luka memar memang cukup membuang waktu yang lama bagi Jessica; sedangkan Sehun, selama ia diobati oleh Jessica, ia memejamkan matanya. Sehun mencoba merasakan dan menanamkan dalam benaknya bahwa Jessica tidak lah sedingin yang ia kenal, Jessica adalah kakak yang baik baginya, Jessica sangat menyayanginya.

“Aku tidak ingin kau pergi ke tempat itu untuk kedua kalinya, Sehun!” tegas Jessica, tetapi tidak ada jawaban sama sekali.

Jessica melirik Sehun. “Kau tertidur?” gumam Jessica seraya terus mengobati memar Sehun. “Maafkan aku,” gumam Jessica dengan nada yang teramat pelan, tetapi Sehun masih dapat mendengarnya. Sesungguhnya, Sehun tidak benar-benar tertidur.

“Aku…” Jessica ingin melanjutkan perkataannya, tetapi teramat sulit untuk mengucapkannya. Seakan lidahnya tidak membolehkan Jessica mengatakan kata-kata tersebut kepada Sehun. Akhirnya, Jessica menyerah dan ia pun berlalu untuk menaruh baskom didapur dan menjemur handuknya.

‘Do you want to say, that you love me, Noona?’

oOo

Jessica membuka lokernya dan.. BOOM! Lagi-lagi untuk kesekian kalinya, lokernya telah dirajai oleh barang-barang manis seperti permen, coklat, boneka, novel, dan lainnya. Tentu saja semua barang itu dari penggemar rahasia Jessica. Jessica is the Queen of School, we know that, right?

“Jadi…?”

“Jadi apa?” ketus Jessica kepada sahabatnya, Chanyeol.

“Kau masih saja diberi hadiah walau kau telah memecat beberapa seonsaengnim disini? Waa, daebak!” ujar Chanyeol yang bermaksud menggoda Jessica dengan candaannya.

“Huft, kau ini menyebalkan atau bagaimana?” Jessica memunguti beberapa permen dan coklat yang berjatuhan di lantai.

Chanyeol bersandar di loker lainnya dan menatap Jessica tanpa membantunya. Lelaki itu hanya tersenyum, ia berusaha bersyukur di dalam hati karena ia mendapatkan sahabat seperti Jessica. Cantik dan kaya, ia memiliki segalanya, tetapi… bukan itu yang Chanyeol syukuri. Ia mensyukuri karena Jessica adalah orang yang aneh, menyebalkan, tidak sabaran, dan selebihnya karena Jessica adalah orang yang suka berbagi.

“Bantu aku, Chanyeol!” rengek Jessica dengan sedikit nada menyuruh.

“Hahaha..” Chanyeol tertawa lepas lalu segera membantu Jessica yang sibuk menaruh barang-barang pemberian sasaeng Jessica ke dalam kardus.

“Aku jadi merasa iri,” ujar Chanyeol, ia menyenggol lengan Jessica pelan.

Jessica menatap Chanyeol, “Iri?”

“Kau mendapatkan banyak hadiah, sedangkan aku?”

Jessica memandang Chanyeol dengan tatapan aneh, “Bukankah aku selalu membaginya denganmu? Bukankah kau juga mendapatkan bagian? Kau rakus! Atau aku yang memang keterlaluan?”

Chanyeol kembali tertawa, kali ini, ia menertawai sikap Jessica. “Sooyeon, kau ini sungguh menggelikan. Tentu saja aku tidak iri, aku hanya bercanda.. Hahaha..”

Jessica memukul Chanyeol keras, seperti saat ia berlatih boxing di masa remajanya. Kini Chanyeol pun memegangi lengannya yang dipukul Jessica, “Ah, sakit..”

“Kau terus saja bercanda! Berhenti lah sebentar, Chanyeol ah!” Jessica cemberut membuat Chanyeol gemas akan wanita di depannya tersebut.

“Biar kubawakan kardus itu,” Chanyeol menawarkan diri untuk membawakan kardus berisi hadiah dari sasaeng Jesica, tetapi Jessica menggeleng cepat.

“Aku bisa membawanya, terimakasih.”

Chanyeol menggeleng menatap sahabat karibnya terlihat begitu dingin tersebut. Chanyeol yakin, semua yang melihat tingkah Jessica hanya dari luar akan merasa bahwa Jessica adalah wanita yang sombong dan tidak memedulikan orang lain selain dirinyan sendiri. Akan tetapi semua akan berbalik jika orang tersebut melihat Jessica lebih dalam lagi.

“Aku tidak lupa memberi tahumu, bukan?”

Jessica berhenti berjalan, tetapi ia tidak membalikan badannya ke arah Chanyeol. Kardus itu begitu berat, ia memutuskannya membawa kardus tersebut sendiri, jadi ia berharap Chanyeol lah yang akan mendekatinya dan berbicara dengan bertatapan mata.

“Aku tidak dapat menemanimu berjalan-jalan minggu esok, kau tak apa?” Chanyeol berjalan dan mendekati Jessica.

“Kenapa? Aku yakin ini karena kesibukan band-mu, begitukah?” Jessica menatap Chanyeol yakin.

Chanyeol mengangkat kedua alisnya dan mengangguk pelan, “Ya, sekali lagi maafkan aku.”

“Aku tau kau adalah seorang artis di luar sekolah ini, jadi nikmati lah hidupmu, Chanyeol ah~” ujar Jessica seraya mengulas senyum menenangkan bagi Chanyeol. Ah, betapa bahagianya Chanyeol memiliki sahabat seperti Jessica ini. Wanita itu dapat menentramkan hati hanya dengan seulas senyuman.

oOo

“Bagaimana sekolah kalian?” tanya seorang pria yang terlihat lebih tua dari Luhan, ia sedang duduk dan menyesap kopinya.

“Menyebalkan,” ceplos Baekhyun apa adanya.

Luhan hanya diam seraya menahan senyuman. Ia sebenarnya juga bepikir seperti itu, tetapi ia lebih dapat mengontrol apa yang sebaiknya dikatakan maupun apa yang sebaiknya tidak. Luhan duduk di antara Baekhyun dan pria tadi.

“Jadi mengapa kau kemari, Hyung?” tanya Luhan langsung pada intinya.

“Aku merindukan kalian..?” jawaban yang terdengar mirip dengan pertanyaan itu membuat Luhan menatap pria tadi dengan pandangan ‘Apakah itu sebuah jawaban?’. Akan tetapi Luhan dengan sigap mengubah mimiknya.

“Apakah kau yakin demikian, Hyung?” tanya Luhan lirih, sedikit tidak percaya.

“Jiyong hyung, kau ingin makan malam bersama Cevista?” tanya Baekhyun berusaha mengalihkan pembicaraan Luhan dengan pria bernama Jiyong.

Jiyong menatap Baekhyun dengan tatapan meminta penjelasan, “Siapa dia?”

“Siapa dia? Chef terbaik di hutan ini, ahahay..” canda Baekhyun, Luhan menyenggol lengan Baekhyun pelan.

“Jangan percayai dia, Hyung. Dia sedikit…”

“Oh, ayolah, Hyung. Aku yakin Luhan hyung juga ingin mengajakmu pergi,” Baekhyun tidak juga berhenti membual.

“Kau sedang jatuh cinta?” tanya Jiyong tiba-tiba.

“Eh?” Baekhyun terlihat kebingungan. Jelas Baekhyun kebingungan, ia sama sekali tidak sedang dimabuk cinta, tetapi kenapa Jiyong mengatainya dengan ‘sedang jatuh cinta’? Itu aneh, bukan? Bahkan Luhan menatap Jiyong heran karena pertanyaan Jiyong barusan.

“Memang… orang jatuh cinta akan berkelakuan seperti ini?” tanya Baekhyun heran seraya menyilakan kedua kakinya di atas sofa.

Jiyong hanya tersenyum, “Beberapa werewolf memiliki ciri khas tersendiri saat mereka jatuh cinta, kurasa kau mirip dengan sahabatku, jadi aku yakin jika kau memang sedang jatuh cinta..”

Luhan menatap Baekhyun khawatir. Sudah beberapa kali ia mengingatkan Baekhyun bahwa jatuh cinta adalah hal yang perlu didiskusikan dengannya, karena itu – mungkin – akan membuat Baekhyun merasa tidak enak. Benar saja, Baekhyun memang kebingungan dengan perasaannya.

“Jadi apa benar kau sedang jatuh cinta?” tanya Luhan saat hanya ada dirinya dan Baekhyun yang ada di ruangan tersebut.

“Ada apa, Hyung? Apakah seorang werewolf tidak dibolehkan jatuh cinta kepada seorang wanita?” tanya Baekhyun dengan sarkastik.

Luhan mendesah pelan, “Bukan begitu. Hanya saja kuharap, kau mau berbagi sedikit tentang itu kepadaku. Aku hanya–”

“Hanya apa, Hyung? Hanya ingin mengetahui masalah percintaan orang yang tidak dapat mengendalikan nafsunya, sedangkan dirimu sendiri dapat mengendalikan hawa nafsu itu? Kau ingin memberiku petuah dan membuatku dapat mengendalikan dengan baik hawa nafsu yang kumiliki? Hyung, kau itu berbeda dari werewolf biasa sepertiku. Kau mendapatkan pendidikan yang lebih daripada diriku, mengerti lah bahwa aku berbeda dari dirimu!”

Baekhyun melempar bukunya ke meja dengan keras hingga menimbulkan suara yang cukup keras pula. Baekhyun berlalu pergi dari rumah kecil itu; Jiyong pun kembali duduk di sebelah Luhan dan tersenyum tanpa arti kepada Luhan.

“Aku tahu ini pasti berat, begitu pula denganku. Tetapi itu dulu dan kau harus tahu bahwa setelah semua ini, kebahagian dan ketentraman akan melingkupimu. Percaya lah,” Jiyong menepuk pundak Luhan pelan tetapi begitu meyakinkan bahwa Luhan tidak berlaku salah.

‘Seharusnya aku yang lebih memahami sahabatku sendiri, Hyung. Yah, mungkin karena pengetahuanmu telah terasah begitu lama, oleh karena itu aku pun selalu terkalahkan olehmu.’

oOo

Tidak ada pilihan lain baginya, kini ia telah menapaki tanah kelahirannya. Sudah lama ia tidak pulang ke kampung halamannya. Terlalu bahaya memang untuk mengambil resiko bertemu dengan musuh bebuyutan alaminya. Namun, ia kini benar-benar sedang mengincar seseorang dengan sesuatu yang membuatnya nyaman.

Choi Seunghyun, seorang vampire yang sudah lama berdiam di Amerika bagian selatan untuk menghabiskan waktunya bersama sesama jenisnya (vampire). Ia menghabiskan 5 tahunnya dengan tidak meminum darah seorang manusia, dan hebatnya dia mampu bertahan selama itu. Ia adalah seorang pemimpin para vampire dan sekarang ia sedang kehausan. Maka dari itu ia memutuskan keluar dari Amerika untuk kembali ke Korea dan meminum darah orang-orang Korea.

Sebenarnya, ia bisa saja pergi ke luar negeri selain Korea dan meminum darah para turis asing, tetapi… ia memiliki rahasia tersendiri. Ia akan merasa lebih puas jika mengurangi populasi di Korea yang menurutnya cukup membuat warga Korea berebut oksigen.

Seunghyun menghirup udara di sekitarnya secara perlahan, ia berusaha menerka setiap detail pikiran berbagai orang yang bisa ia capai dan berusaha merasakan siapa saja yang mungkin dapat ia jadikan mangsa utama.

Angin menerpa kulitnya dan ia dapat merasakan ada seseorang di ujung sana yang akan memuaskannya. Angin mampu menerbangkan sensasi mengerikan yang Seunghyun terima tadi, maka Seunghyun berpikir bahwa orang itu benar-benar istimewa. Apakah benar orang itu istimewa, seistimewa sengatan yang baru saja Seunghyun dapatkan?

I can feel you.. Who are you?” Seunghyun menatap jauh ke hutan yang ia yakini bahwa hutan itu adalah wilayah kekuasaan werewolf.

5 tahun adalah waktu yang cukup lama bagi vampire untuk tidak memangsa seorangpun dan meminum darah mereka. Seunghyun menahan kehausannya demi menunggu waktu yang tepat untuk memangsa manusia pilihannya, karena ia tahu bahwa tahun ini akan sangat menyenangkan jika ia berada di Korea.

Wait me there..”

To be Continied o

Annyeong readersdeul :D Siapa yang rindu akan fanfict ini dimohon untuk bersuara~~~ Wkwkwk. Aku kembali dan secepatnya mempublish fanfict ini sebelum fantasi kalian akan fanfict ini hilang ‘-‘)/ hahaha.. Bagaimana dengan chapter ini? Adakah pertanyaan? Atau komentar? Atau mungkin saran??? Aku gak akan banyak cuap-cuap kali ini🙂

Thanks for Read this Fanfiction :D

50 thoughts on “The BloodyLuv (Chapter 3)

  1. Kekekekeke~~ :3 keren thor…,
    Dipenutupan chap 2nya kan Baekhyun manggil Hyung ke org yg dia rinduin trs tuh sp kok g dijelasin ??:/ apa anenye aje yg gg ngerti ??
    Terus yg nyerang ttehun tuh sp ye?? Pesanaran aye ^_^
    Ditunggu next chapterx thor Jjang and Keep Writing🙂
    Pasti seru nih…,

  2. ternyata sica eon ada ramahnya juga sama sehun.baek jatuh cinta sama siapa?sica eon?karena habis tabrakan dgn sica eon jantungnya ga karuan,hoho sica eon diperebutkan semakin banyak yang jatuh cinta,aku yakin yeol sudah masuk ke dalam pesona sica eon.dtnggu next chap & KEEP WRITING thor!!

    • Kan sebenernya Jessica itu sayang sama Sehun /.\) tapi dia gak suka aja nunjukin itu ke Sehun..
      Aduh, susah dijelaskan (?) /.\)
      Semua akan aku masukin ke pesona Jessica hohoho *jahat(?)
      Makasih banyak chingu😀

  3. Baek jatuh cinta sama Sica??? ahh.. jinja.. gimana dengan Yeol? cuma sekedar sahabat aja?
    Sica baik juga ya sama Hunnie… buktinya dia nolongin..
    itu siapa ? orang yang dimaksud seunghyun siapa??
    Daebak thor!! ditunggu terus lanjutannya!! fighting thor!!

  4. Itu yang nyerang sehun siapa? Orang yang dimaksud seunghyun sehun kah? ah aku bingung.-. Jessica pesonanya hebat banget ya bikin semuanya jadi terpesona/? hahaha. Maaf banyak tanya thorr.__. Ff ini kerennnn jalan ceritanya bikin penasaran. Ditunggu chapter selanjutnya ya thorr. Fightingg~~

  5. Uwaaaaa jd ceritanya itu baekhyun jatuh cinta pada pandangan pertama nihh sm jessica??? Kyaaaa senengnyaaa :33 aishhh sukaasukasukaaa :3 eh tp baekhyun ke luhan kenapa sihh? Kok sensi sekali yeaa??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s