Coffee Shop

roma_Fotor

Coffee Shop

story and poster © kateejung’s.

already published on my personal blog (x)

Starring Jessica Jung and Kris Wu

Genre Romance, Angst

Length Ficlet | Rating Teen

Inspired Song B.A.P-“Coffee Shop.”

Why I am at the same place waiting for you?

The coffee shop that we used to go to, our coffee shop.

I still can’t forget you, our memories still remain.

So without knowing, like a habit, I came here.”


 

“Hei, nona itu kembali lagi,” ucap seorang pelayan di sebuah kedai kopi di pinggir Gangnam Street.

“Benarkah? Sudah satu bulan ‘dia’ rutin ke sini, apa ya yang membuatnya seperti itu?” tanya beberapa pelayan yang lain.

Seorang pelayan menimpali, “Aku juga tidak tahu. Tapi, apa kalian masih ingat? Dulu ‘kan dia datang bersama dengan seorang pemuda blonde yang tampan..”

“Ah iya ya. Apa karena pemuda itu ya?”

“Barangkali, ah, aku layani dia dulu ya!” pelayan tersebut segera mengambil sebuah notes yang akan ia gunakan untuk mencatat pesanan seorang gadis yang sudah sebulan ini datang setiap hari ke kedai kopi tempat ia bekerja. Walaupun kadang sang gadis tidak membalas sapaannya dan tidak mengatakan apa yang ia pesan, tapi semua pelayan di sana tahu, apa yang ia pesan. Secangkir cappuccino latte dan sepiring chocolate chip cookies serta sepiring strawberry cheese cake.

Gadis itu, namanya Jessica. Dan dia tidak sedang berlibur, setiap pulang kerja, ia selalu menyempatkan dirinya untuk datang ke kedai kopi di ujung jalan Gangnam setiap hari. Sampai-sampai, semua pelayan di sana sudah hafal betul apa yang ingin ia pesan dan pemilik kedai tersebut, yang adalah sahabat Jessica sendiri, Tiffany Hwang, sampai memberikan diskon sebesar 40% ke pada Jessica.

Para pelayan sampai bertanya-tanya, apa yang membuat nona Jung ini datang ke kedai tempat mereka bekerja, setiap hari? Pernah, seorang pelayan bertanya kepada Tiffany perihal kedatangan Jessica ke kedai Tiffany, “Apa ia tidak bosan setiap hari ke sini dan hanya memesan cappuccino latte, cookies dan cheesecake setiap harinya?”

Dan Tiffany hanya menjawab, “Dia ke sini untuk melupakan pahitnya secangkir americano yang sering ia pesan dulu, di sini. Oh dan jangan lupa, tolong, berikan dia diskon sebesar 40% setiap ia membayar.”

 

Memang, apa yang dikatakan Tiffany benar adanya. Jessica ke kedai kopi tersebut hanyalah untuk melupakan pahitnya americano yang dulu selalu ia pesan. Lalu, apa bedanya dengan cappuccino latte? Latte juga pahit, asal kau tahu itu. Kenapa Jessica tidak memesan chocolate caramel saja? chocolate caramel lebih manis dari cappuccino latte.

Well, semuanya bermula dari sini..

Flashback

Jessica datang bersama dengan Kevin Wu, kekasihnya di kedai milik Tiffany, yang baru saja buka. Jessica memesan secangkir Americano dan Kevin memesan segelas cappuccino latte. Karena americano dan cappuccino di sana enak, maka Jessica dan Kevin datang seminggu tiga kali ke kedai milik Tiffany yang dinamakan Tiffany’s Coffee Shop. Sudah dua bulan berlalu dan mereka—Jessica dan Kevin—sudah datang sekitar dua belas kali ke Tiffany’s Coffee Shop.

Jessica terus-menerus memesan americano dan Kevin juga terus-menerus memesan cappuccino latte. Sejujurnya, Kevin sudah melarang Jessica untuk memesan americano terus-menerus. Kata Kevin, “Americano itu tidak baik untukmu, Jess. Kafein-nya terlalu banyak dan itu bisa membuat kesehatanmu menurun.”

Tapi, Jessica menghiraukannya. Sampai saat di mana Kevin tidak akan bisa menemani Jessica ke Tiffany’s Coffee Shop, barulah Jessica mulai berhenti memesan secangkir americano.

“Jess, aku harus kembali ke Kanada.” ungkap Kevin saat Jessica dan Kevin sedang enak-enaknya memakan cookies dan cheesecake yang tersedia di Tiffany’s Coffee Shop.

Bagai ditusuk oleh ribuan panah, Jessica pun termenung. “Ah, ne? Kapan kira-kira .. kau akan kembali lagi ke Korea?”

“Aku tidak tahu, Jess, kapan aku akan kembali lagi ke sini. I’m so sorry.” Kevin pun beranjak dari duduknya, dan segera berjalan ke kasir untuk membayar pesanan mereka. Lalu, setelah Kevin kembali ia memeluk Jessica dengan sangat erat, seakan tidak mau melepaskannya.

“Jessica Jung, berjanjilah padaku. Berjanjilah kau akan menungguku di kedai ini dengan segelas cappuccino latte, bukan secangkir americano, karena—akulah americano-mu. Akulah si pahit yang meninggalkan gulanya di saat sang gula ingin mencampurkan diri dengan sang americano. Oh, kau tahu kenapa harus cappuccino latte, bukan chocolate caramel, sundae ataupun mochaccino?” tanya Kevin.

Jessica menggeleng. “Karena… kaulah cappuccino latte-ku. Kaulah orang yang berhasil menaruh gula di atas segelas kopi yang pahit. Tolong, Jess, tolong. Tolong berhentilah meminum americano. Dan, jangan lupakan chocolate chip cookies dan strawberry cheesecake-nya juga!”

Jessica pun mengangguk, tanda ia setuju. “Okay, I will no longer drinks americano again. Because it is for you, Kevin Wu..”

.

Setelah Kevin pergi ke Kanada dan entah kapan akan kembali ke Korea lagi, Jessica mulai datang ke Tiffany’s Coffee Shop secara rutin. Yang dulunya hanya dua kali dalam seminggu, sekarang menjadi tujuh kali dalam seminggu, alias Jessica datang ke Tiffany’s Coffee Shop setiap hari. Jangan lupa dengan cappuccino latte, cookies dan cheesecake pesanannya.

End of flashback

Ini sudah ke-lima puluh kalinya Jessica datang ke Tiffany’s Coffee Shop dan ini sudah hari ke-tiga puluh delapan Kevin meninggalkannya di Korea. Jessica kembali memesan daily beverages serta desserts-nya.

Dan secara tiba-tiba, seorang pemuda duduk di depan Jessica. “Hey, mister, that’s not your chair, go away!”

“Jadi, aku tidak boleh duduk di sini, Sica?” sebuah suara baritone mengagetkan Jessica.

Mata milik Jessica terbelalak seketika saat ia melihat pemuda tersebut melepaskan kacamata yang ia pakai, “Ke-kevin?”

Kevin tersenyum, ia merentangkan tangannya, minta dipeluk. “I’m back, Jessica Jung.”

Jessica segera berdiri dan membalas rentangan tangan Kevin, “I know, Kevin, I know. I know you will come back.”

Je t’aime, Jessica Jung,” bisik Kevin pada gadis yang ada di pelukannya.

I love you more, Kevin Wu..”

.

Hey, Jess, kau sudah tidak meminum americano lagi kan?” tanya Kevin penuh selidik.

Jessica mengangguk, “Yes, I’m no longer drink americano again.”

Kevin tersenyum lebar, “Good girl. Ah, wanna try this café’s maple waffle and caramel mocha blended?”

Of course, let’s order to the maid!”

There is one person who believes in me, the one person who helped me be here right now. Now there is one person who believes in you, that one person is me. (Ulala Session-I’ll Be There)

-fin

A/n: walaupun ceritanya agak mainstream, tapi tetap, tolong RCL ya😉 maaf kalau banyak typo;_;

20 thoughts on “Coffee Shop

  1. Bagus bgt kata2 nya kris waktu bilang ” Akulah si pahit yang meninggalkan gulanya di saat sang gula ingin mencampurkan diri dengan sang americano.”
    Sweet bgt mereka. Jessica demi nungguin kris mau dateng ke caffe nya tiffany sampe dikasih diskon lagi wakaka.

    Keep writing🙂

  2. Ahh ceritnya Gula banget/?
    Ini kaya cerita para fans nya kris deh jadi fans nya kris cerita nya jadi jessica dan kris jadi pahit nya/? Abaikan yang ini-,-

    Tiffany baikk yahh selalu ngasih diskon 40% (?)

    keep writing Thor

    • gula banget ya?😄
      fans-nya jessica terus si pahitnya kris?😄😄 hihi lucu (?)

      Iya, ppany baik😄

      sipdeh, makasih ya :3

  3. kafe Fany eonnie dimana?? aku mau beli kalo dikasih diskon 40% #plakk
    Kris balik lagii… huhu, sekarang mesennya beda ni ye?? Caramel mocha itu favorit guee..😀 #gaAdaYangNanya
    Daebak thor! ditunggu ff lainnya!! Fighting ne..!🙂

    • kafe-nya tiff di ujung Gangnam Street, mau ke sana? :p
      Iya, Kris balik lagi yeyyy😄 caramel mocha itu favorit kamu? hihi, kebetulan atau…? wkwkwk ^^
      gomawo udah baca & comment ya ^^
      sip, ditunggu aja yang lain ^^

  4. Woow. Suka suka. Tapi Kris pulangnya agak cepat sih haha. Ohya aku lebih suka nama Kris daripada Kevin Author hihi/^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s