IF YOU…/CHAPTER 1

Author: S.Y.M

Title: If You…

Length: Chapter ed

Genre: Romantic, Sad

Rating: PG-13

Cast:

Jessica Jung

jessica 12

Sm rookies Taeyong

taeyong

Note: Hi Anyeong…salam kenal. Selamat membaca FF ini.

*

*

*

Banyak yang mengatakan bahwa cinta itu rumit, adakalanya kau bahagia dan juga bersedih, aku tidak terlalu memperhatikan itu. Karena aku selalu mendapatkan cinta dari mereka yang mencintaiku. Aku selalu mendapat perhatian dari mereka yang mengagumiku. Sampai pada akhirnya aku sungguh bosan dengan hal itu. Itulah kenapa aku sebut cinta itu membosankan bagiku.

Namun semuanya berubah saat aku bertemu dengannya. Untuk pertama kalinya aku merasa syarafku terhenti karena terpana, untuk pertama kalinya aku merasa bahagia diatas batas saat dia tersenyum dan menyapaku. Untuk pertama kalinya aku tersenyum secara sembunyi dan memperhatikan semua yang ia lakukan. Dan untuk pertama kalinya aku merasakan hatiku remuk dan seluruh syaraf ku terasa rusak karenanya. Saat itu aku menyesal tidak memperhatikan tentang cinta.

Saat itu aku tidak menganggap lagi cinta itu membosankan, aku mendapatkan cinta dari mereka yang tidak mencintaiku. Namun aku memberikan cinta pada seseorang yang sangat aku harapkan dapat mencintaiku dan menjadi milikku. Hatiku terus dipermainkan dengan perasaan cinta itu sendiri. Efek bahagia dan efek nyeri  itu sungguh membuatku tidak karuan.

_Taeyong_

 

.

.

 

Taeyong, remaja itu terasa kepalanya benar-benar berat untuk digerakkan. Cukup lama ia berusaha membuka dengan benar kelopak matanya. Namun setelah ia berhasil, ia tidak mengingat  apakah ada tempat seperti ini di rumahnya.  Ia mengedarkan matanya ke seluruh ruangan, dan ia tahu saat ini ia sedang tidak ada di kamarnya, melainkan di sebuah ruangan yang entahlah di mana itu.

Ia berusaha untuk duduk. Ia beranggapan bahwa ia baru saja bangun tidur dan berada di kamarnya. Namun kenyataannya ia baru saja bangun dan tidur di sofa di dalam ruangan yang tidak di kenalnya.

“ Kau sudah sadar?”

Spontan ia menoleh ke belakang, melihat sumber suara itu.

Matanya menangkap sosok cantik memakai baju hitam di ujung pintu.

” Apa dia malaikat maut?” Gumamnya.

Ia kembali melihat dirinya, meraba lengannya , merasakan apakah ia masih hidup atau ia tengah dijemput oleh malaikat maut yang berubah menjadi cantik agar ia mau ikut dengannya. Itu yang ada di otaknya saat ini.

” Apa perlu aku ambilkan minum? Kau ingin minum? ” Kini sosok itu sudah berada di depan Taeyong.

Remaja itu masih merasa ia sedang tidak ada di dunianya.

” Nu_nuguseyo? ”

Sosok itu tersenyum dan seketika itu ia merasa sudah tidak lagi di tempatnya, ia  terpana. Syarafnya benar- benar terhenti sesaat. Ia tidak pernah melihat senyum dari seseorang secantik itu.

DUG DUG DUG

Ia merasakan sendiri jantungnya berdetak, ia benar benar merasakannya. Sama seperti saat ia berlari kencang, dan setelahnya ia merasa jantungnya memompa lebih cepat dari sebelumnya.

Tunggu! jantungku masih berdetak, itu artinya dia bukan malaikat maut, lalu dimana aku?

Taeyong menekan dadanya dan ia kembali celingukan meneliti tempat itu.

” Aku Jung Sooyeon, kau berada di ruangan di dalam perpustakaan ku, kau baru saja sadar dari pingsan, wajar jika kau masih kebingungan”

Jadi namanya Jung Sooyeon

” Apa yang terjadi? Kenapa aku di sini?”

” Kau merusak kaca depan perpustakaanku dengan motormu”

Penjelasan itu cukup membuat Taeyong terkejut, bagaimanamungkin ia bisa melakukan itu?

Taeyong sontak berdiri dan berusaha melihat keluar ruangan itu. Ia memastikan dengan benar perbuatannya itu. Dan hasilnya ia benar-benar  melihat rak dan buku yang berserakan serta bekas kaca yang terkumpul di pojok ruangan. Itu artinya apa yang dikatakan Sooyeon adalah yang sebenarnya.

” Itu_ ke_kenapa bisa seperti i_”

Sooyeon, gadis itu menarik lengan Taeyong dan memaksanya untuk duduk.

” Kita urusi itu nanti, kata dokter tidak ada luka serius, tapi aku tidak yakin, karena kau tertimpa rak buku ku, Gwenchana? Pastikan kau ingat siapa namamu, aku takut kepalamu bermasalah karena kejadian tadi”.

Sooyeon menyentuh kening Taeyong, dan sukses membuat Taeyong kembali membatu. Darahnya tiba-tiba mendesir hebat, segera ia sadarkan diri dan menjawab pertanyaan Sooyeon.

” Taeyong, namaku Taeyong”  ia mengerjab berkali-kali dan memalingkan wajahnya, Sooyeon pun menjauhkan tangannya.

“Umh… Kau ingat namamu, itu artinya kau tidak amnesia…” Gumam Sooyeon.

” Apa separah itu? ”

” Kau tidak sarapan tadi pagi? Iya kan ? Dokter mengatakan tidak ada nutrisi yang cukup dalam tubuhmu, dan ia menitipkan resep ini, mungkin itu yang membuatmu kehilangan konsentrasi”

Taeyong terdiam, ia memang tidak sarapan tadi pagi ia juga tidak makan beberapa hari ini hanya minum air dan bir, ia terburu-buru berangkat ke sekolah, sampai akhirnya ia merasa tubuhnya ringan dan pandangannya kabur, perutnya pun terasa panas. Yang ia ingat ia hampir menabrak penyeberang jalan dan selanjutnya ia tidak ingat.

Itu artinya ia tengah tidak sadar saat merusak kaca depan perpustakaan Sooyeon dan sialnya ia juga membuat rak di balik kaca itu ambruk dan menimpanya.

  1. … Kau bodoh sekali Taeyong umpatnya.

” Seharusnya kau sarapan sebelum berangkat sekolah anak kecil”

” Aku bukan anak kecil”

” Menurutlah, Kkaja! Kau harus makan sebelum pergi dari tempatku”

“Eh?”

” Ppali”

Sooyeon kembali menarik lengan Taeyong untuk ikut dia ke ruang baca perpustakaan dan menyiapkan makanan untuknya.

” Makanlah!”

“Tapi_”

” Ayolah…. Aku harus menutup perpustakaanku karenamu, dan sekarang kau tidak menurut padaku? ”

Ia menghela nafas ” Ne_”  dan akhirnya Taeyong  menurut.

Selanjutnya ia membuka kotak makanan yang disiapkan Sooyeon untuknya.

Ia sendiri bingung kenapa gadis di depannya itu, yang baru ditemuinya itu, dan ia yang telah berbuat salah padanya itu, masih berbaik hati dan mau merawatnya. Ia masih sangat bingung sehingga  belum sempat mengucapkan ma’af.

Sooyeon meninggalkan Taeyong, sementara dia memakan makanannya, Sooyeon memutuskan untuk membereskan sisa kaca yan masih berserakan.

Mengetahui itu,  Taeyong tidak menghabiskan makanannya, ia malah terdiam memperhatikan apa yang dikerjakan Sooyeon. Naluri lelakinya menuntunnya untuk mendekat dan mengambil alih apa yang dikerjakan Sooyeon sekarang.

” Biarkan aku yang melakukannya”  pinta Taeyong.

” Makanlah, dan istirahatlah di rumah, jangan mengendarai motormu dulu, aku akan memesankan taxi untukmu”

” Tidak, biarkan aku yang melakukannya” tangan Taeyong menahan Sooyeon dan ia merebut sapu yang dia bawa.

Sooyeon terdiam, sedangkan tangan Taeyong masih menahan Sooyeon dan tangan satunya menyapu lantai.

” Baiklah, terserah kau saja”  Sooyeon menjauh dari Taeyong dan kembali ke meja kerjanya.

 

Dan itu adalah pertemuan pertamaku.

.

.

.

Pagi itu Taeyong berangkat lebih pagi dari biasanya. Setelah kejadian memalukan kemarin, motornya ia berikan pada Sooyeon sebagai jaminan sampai ia bisa melunasi ganti rugi kerusakan yang ia sebabkan. Ia sungguh bersyukur karena gadis bernama Sooyeon itu tidak berminat untuk menuntutnya. Lagi pula ia juga tidak mungkin meminta uang pada kakeknya. Ia memang kaya, tapi uang sakunya terbatas. Dan ia tidak ingin bermasalah dengan kakeknya.

” Oppa! Dimana motormu?”

Taeyong melepas headphonenya. Seseorang mengganggu jalannya tiba-tiba.

” apa kau jalan kaki, kenapa jalan kaki?” tanyanya lagi.

” Any”

” Kau diantar oleh sopir”

” Sepertinya begitu”

” Oppaaa…. Aku berencana untuk pulang bersamamu siang ini, lalu dimana motormu?”

” Kalau kau mau ikut denganku, ikutlah ”

” Jeongmal??”

Taeyong mengangguk, gadis bername tag Hyeri itu memang yang paling sering mengusik kehidupan Taeyong di sekolah. Ah tidak hanya di sekolah. Mungkin kehidupan pribadinya pun juga diusik. Ia seperti Sasaeng fans bagi Taeyong. Dan ia sudah mulai lelah menghindar dan mendapat masalah setelahnya. Ia harus bersikap baik agar gadis itu tidak melakukan hal gila seperti yang biasa ia lakukan, sebagai contoh, ia akan  mengancam untuk melompat ke sungai Han, mengancam untuk lompat dari atap gedung, atau menyadap ponsel pribadinya.

” Kita ke kelas bersama” Hyeri mengapit lengan Taeyong dan menggiringnya untuk berjalan bersama.

Namun Taeyong menolaknya. Perlahan ia melepaskan lengan Hyeri yang mengapit lengannya.

” Jangan cari masalah ” ucapnya dingin dan melangkah lebih dulu dari Hyeri

Hyeri mendengus, namun ia tidak akan menyerah.

” Aku bisa mengatasi mereka, kau hanya akan jadi milikku, kenapa harus pikirkan mereka?” Hyeri berlari dan kembali mensejajari langkah Taeyong.

” Jangan berdebat denganku, menjauhlah 50 langkah dari ku ”

“Shireo!”

Taeyong menghentikan langkahnya, ia mendengus kesal. Ia melirik gadis itu yang mulai meredam dan menurut.

” Baiklah, terserah” Selanjutnya Taeyong berlari secepat mungkin asalkan Hyeri tidak bisa mengejarnya.

” HYA!! Taeyong_ah”

Ia semakin kencang berlari dan tidak perduli dengan suara keras yang mungkin sudah merusak pendengaran orang-orang disekitarnya itu.

.

.

.

Sebenarnya Taeyong ingin tertawa sekeras mungkin. Tapi sepertinya melihat wajah mengerikan di depannya kini, ia harus mengurungkannya.

” Hya! Sedikit menjauh dariku!” Umpat Hyeri pada seseorang yang tidang sengaja menyenggol pundaknya.

” Jangan berteriak! Kau akan dilempar dari bus ini” bisik Taeyong.

” Mwo?! Kau membohongiku dan sekarang kau mencoba membuangku di jalanan yang q tidak tahu di mana itu?”

” Kau yang ingin pulang bersamaku, jadi terimalah”

” Kau mengatakan kau diantar sopir ”

” Ussdddd, kau lihat dia yang di kursi depan, apa itu bukan sopir? Aku  tidak berbohong, sekarang diamlah! Atau mereka akan menurunkanmu disini” Taeyong tersenyum simpul. Dan ia ingin secepatnya turun agar bisa tertawa lepas.

Meskipun ia sendiri tidak yakin Hyeri akan berhenti mengganggunya karena kejadian ini. Setidaknya Hyeri merasa sedikit kapok oleh Taeyong.

.

.

Mungkin Hyeri merasa Taeyong begitu kejam hari ini. Ia meninggalkan Hyeri dan turun lebih dulu, meskipun ia sudah berbaik hati membayar  bis untuknya. Namun tetap saja Taeyong menolak untuk mengantarnya sampai rumahnya.

Taeyong turun di halte tak jauh dari perpustakaan Sooyeon. Ia ingin melihat bagaimana keadaan perpustakaan itu. Apa mulai diperbaiki?

Dan tepat, ia melihat Sooyeon di depan perpustakaan. Ia terlihat santai dan sedang merawat bunga-bunga di pot.

Ia memutuskan untuk tetap memandangnya dari jauh. Entahlah… Ia sendiri tiba-tiba saja terpesona dengan Sooyeon. Ia seperti melihat malaikat di dekat bunga-bunga indah itu. Mungkin kemarin ia beranggapan bahwa ia adalah malaikat maut yang cantik. Namun sekarang ia seperti melihat malaikat berpakaian hitam dan tetap cantik.

” Hey! Anak kecil!” Teriak Sooyeon, itu artinya Sooyeon tahu ia hanya terdiam memandanginya.

Ia tersadar dan berlari kecil mendekati Sooyeon. Ia tersenyun kikuk dan tiba- tiba saja gatal menyerang tengkuknya sehingga harus ia garuk. Sooyeon hanya tersenyum melihatnya.

” Kau ingin mengambil motormu?”

” Ah _ any, aku belum melunasi biaya perbaikan perpustakaanmu”

Sooyeon kembali tersenyum.

“Apa perpustakaannya sudah tutup?”

” Any_ aku masih belum ingin membukanya”

” Wae?”

” Entahlah…, kau sudah makan?”

Taeyong menggeleng, ia memang belum makan.

” Ayo makan!”

” Kenapa Kau selalu menawariku makanan?”

” Kau tidak mau?”

Taeyong terdiam, ia sudah melanggar apa yang dikatakan dokter hari ini. Karena terlalu pagi berangkat ke sekolah, bahkan sarapan pun belum tersedia di mejanya. Penyakitnya akan kambuh jika ia tidak makan kali ini.

” Baiklah jika kau memaksa”

” Aku tidak memaksa”

Taeyong tersenyum kikuk. Selanjutnya ia mengikuti Sooyeon masuk ke dalam perpustakaan.

Sooyeon memberikan kotak yang sama seperti saat itu, Taeyong terlihat malas membukanya, namun ia tetap bersedia memakannya. Masakan yang sama seperti yang ia makan waktu itu, rasanya pun tetap sama. Tidak terlalu buruk.

” Kapan kau mulai memperbaiki itu?”

Sooyeon terlihat berfikir

” Mungkin besok, wae?”

” Emhh_”

” Jangan berfikir aku akan mengijinkanmu untuk membantu memperbaiki kaca itu, kau akan semakin merusaknya”

Taeyong mengumpat kecil, Sooyeon memang benar, ia memang berfikir akan menebus kesalahannya dengan membantu memasang kaca besar yang ia hancurkan itu.

” Kau tahu aku masih sekolah, aku tidak mungkin punya uang banyak untuk biaya perbaikan dan kaca besar itu” Taeyong mengerutkan keningnya, ia berusaha memasang wajah melas pada Sooyeon, jika ia berhasil.

Nyatanya Taeyong gagal memasang wajah melasnya pada Sooyeon. Gadis itu menggeleng keras, dan ia tetap menolak bantuan Taeyong untuk membantu memasangkan kaca besarnya.

” Ayolahhh”

Sooyeon kembali berfikir, sesekali ia melirik Taeyong yang sudah selesai menghabiskan makanannya.

” Kau bisa membayarnya dengan bekerja untukku” Sooyeon  mengeluarkan smirknya.

Akhir-akhir ini dia memang sedikit kewalahan untuk mengurus dua tempat sekaligus.  Pekerja yang biasa menjaga  kedai Eskrim di depan perpustakaan nya, belum lama ini berhenti bekerja. Dan ia tidak mungkin menutup kedai itu.

Taeyong mengernyit

Apa? Bekerja?   Bahkan ia tidak pernah membayangkan itu.

” Mwo?”

” Kau tinggal pilih, kedai es krim di depan perpustakaan itu atau menjadi Librarian di perpustakaanku ini?”

Taeyong pun terlihat berfikir, jika Sooyeon hanya akan mema’afkannya dengan cara itu, ia harus menurutinya. Ia juga tidak akan repot untuk meminta uang pada kakeknya. Mungkin ia akan kehilangan waktu bermain2 saja, selama waktu yang ditentukan oleh Sooyeon.

” Berapa lama aku harus bekerja untukmu”

” Satu bulan setelah kau pulang sekolah, apa itu cukup sulit?”

” Any…. Baiklah, aku akan melakukannya, dengan begitu aku tidak punya hutang padamu ”

Sooyeon tersenyum dan mengangguk. Dan lagi- lagi senyum itu menyihir Taeyong yang membuatnya terdiam seketika, baginya gadis di depannya ini benar- benar malaikat. Walaupun ia selalu berpakaian warna hitam.

” Aku akan ke tempat ini lagi besok, akan kupikirkan seharusnya aku di mana, terimakasih untuk makan siangnya Jung Sooyeon”. Taeyong meraih jaket dan tasnya.

” Hya! Kau tidak memanggilku noona?” Seketika itu Sooyeon memukul kepala Taeyong, tidak perduli ia baru mengenalnya, namun Taeyong memang tidak sopan karena hanya memanggil namanya tanpa embel-embel  noona.

” Mian, aku benci memanggil dengan embel embel seperti itu, lagi pula kau terlihat kecil dan belum pantas aku panggil noona”

” Hya! Kau tidak sopan anak kecil” Sooyeon beralih memukul pundak Taeyong.

” Aku bukan anak kecil Jung Sooyeon_ssi”

” Ah Jung Sooyeon_ ssi itu lebih baik anak kecil”

” Kubilang aku bukan anak kecil Jung Sooyeon”

” Aishhhh aku tidak ingin berdebat lagi, pulanglah!” Sooyeon menyerah. Ia mengacak rambutnya frustasi.

” Sampai bertemu lagi besok Jung Sooyeon”

Taeyong berlari kecil dan melewati jendela besar yang ia pecahkan kacanya itu. Sambil melambaikan tangannya pada Sooyeon.

” Oh God”

 

Dan itu adalah pertemuan keduaku, dan pertemuan pertemuan selanjutnya dimulai saat ini.

_Taeyong_

 

TBC

 

Eotte??

aku bingung, sebenarnya ini mau aku buat Prologue, tapi panjang banget, jadi aku buat Chapter 1 saja.

ini masih percobaan saja. Kalau peminatnya sedikit, mungkin aku tidak akan lanjutin FF ini.

Jadi, dimohon Komentarnya ya…

 

Thank You.

35 thoughts on “IF YOU…/CHAPTER 1

  1. Wets bakal seru nih haha
    Suka aku kalo cerita yg perbedaan umurnya jauh haha soalnya cobaannya pasti bnyk haha
    Belum org tua jess, kakeknya taeyong sama fans2nya taeyong haha
    Itu taeyong ketahuan bgt sih nggaamau manggil jess noona biar kelihat cocok sama jess haha
    Dilanjut yah author penasaran penasaran

  2. aku minat kok thor jadi dilanjut ya! sicaeon baik banget dah pantes taeyong terpana pada pandangan pertama.taeyeong punya banyak fans ya?tapi hatinya hanya utk sicaeon,uwaaaa sosweet.sepertinya hyeri bakalan patah hati dah.thor kenapa sicaeon selalu pake pakaian hitam?horror dah.dtnggu chap 2 nya thor & KEEP WRITING!!

  3. aku minat kok thor jadi dilanjut ya! sicaeon baik banget dah pantes taeyong terpana pada pandangan pertama.taeyeong punya banyak fans ya?tapi hatinya hanya utk sicaeon,uwaaaa sosweet.sepertinya hyeri bakalan patah hati dah.thor kenapa sicaeon selalu pake pakaian hitam?horror dah.suka waktu taesica berdebat😀 sicaeon manggil taeyong & taeyong ga mau manggil noona,kkk.tnggu chap 2 nya thor & KEEP WRITING!!

  4. Eonnie,, kenapa blm di post lg chapter 2 nya T.T
    Aku setiap hari mantengin dan nungguin chapter 2 if you ini di dilanjutin loh. Baca cerita yg gak selesai itu rasanyaaaaa~ menyedihkan T.T
    Mohon segera di post yah eon cantik.. Gomaweoyo eonnie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s