Picture to Burn – Special Drabbles

Picture to Burn

Special Drabbles

The Cast:

SNSD Jessica – SHINee Key – Big Bang Taeyang – Kangta – JYJ Jaejoong – EXO Sehun

Drabble Collection | PG-15 | Romance – Family – Angst – Friendship

© Amy Park

^

^

Title: Picture to Burn

Picture to Burn

“I realize you love yourself more than you could ever love me”

( Taylor Swift – Picture to Burn )

 

Dia marah ketika Jessica menyentuh rambutnya yang telah rapi.

Dia berteriak ketika Jessica tidak sengaja memecahkan parfumnya.

Dia tidak berhenti mengomel ketika Jessica mengunduh fotonya yang tampak tidak keren.

Sial, Jessica selalu saja dimarahi hanya karena masalah sepele oleh kekasihnya. Kini, wanita itu sudah berada di puncak kekesalan. Dia yakin dirinya sudah tidak mencintai lagi sang kekasih. Dia yakin bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengakhiri hubungannya. Oh, ayolah, siapa juga yang tahan berpacaran dengan seorang flower boy narsis yang hanya mengagungkan penampilan dan ketampanan?

You’re just such an idiotic-dumb-narcissistic boy that i ever loved!!!!!”

Jessica berhasil meletakkan foto terakhir Key, kekasihnya, di dalam kardus. Ia pun menambah sedikit minyak tanah agar mudah membakar foto-foto itu. Dengan membakar foto Key dan foto kenangan dirinya bersama Key, Jessica berharap ia bisa melupakan Key.

Napasnya tak beraturan karena emosi. Wanita itu menghela napas seraya meniup poninya kesal. Ia tersenyum kecut, mengejek dirinya sendiri karena telah mencintai Key. Pikirannya kini melayang pada kejadian yang membuat emosinya meluap. Kejadian paling menyebalkan di dalam hidupnya.

 

Seriously, mengapa kau memakai baju seperti itu ketika bertemu dengan temanku?!” ujar Key setengah berteriak kepada Jessica.

“Memangnya kenapa? Kemeja kotak-kotak dan celana jeans cocok untuk bermain boling, bukan?”

Key meremas kedua tangannya gemas. “Helllooo, Jessica Jung, kau bermain boling dengan teman-temanku. Mereka adalah anak supermodel keren dan oh my god kau akan menemui mereka dengan pakaian kasual kuno seperti itu?”

What the hell, Kim Kibum, this is not a fashion show! Lagipula, aku yakin teman-teman ‘super cool’-mu itu tidak apa-apa jika aku berpakaian seperti ini. Oh, sebaiknya aku masuk dan bertemu dengan teman-temanmu untuk membuktikannya.”

Jessica hendak berjalan memasuki tempat bermain boling tersebut, tetapi Key menghadangnya. “No!! Big no no no~~ kau sebaiknya ganti pakaian sebelum bertemu teman-temanku.”

Jessica mengerutkan kening. “What? Why?”

“Karena kau akan mempermalukan aku!! Jika kau tidak ingin mengganti pakaianmu, lebih baik kau pulang saja.”

“Kau malu memiliki kekasih yang memakai pakaian kasual untuk bermain boling?”

“Yep!”

Jessica tersenyum ketus, tidak percaya dengan perkataan Key. Ia kembali bertanya, “Do you love me?”

No! Aku tidak mencintaimu jika kau berpenampilan kuno seperti ini!” jawab Key tegas seraya melipat kedua tangan di dada.

Are you kidding me?”

“Aku serius!”

Jessica menghela napas lalu menatap Key dengan pandangan tajam seraya berkata, “Kau sungguh menyebalkan! Kau merasa malu karena penampilanku? Yang benar saja!”

Mata Key membulat ketika Jessica tiba-tiba membalikkan badan kemudian pergi meninggalkannya. Jessica benar-benar marah, ia sama sekali tidak berniat untuk menggubris Key yang meneriaki namanya berulang kali.

 

You’re just another picture to burn, Key!”

Setelah memikirkan kejadian tersebut, Jessica segera pergi dari kamar dan berjalan menuju halaman depan rumah sambil membawa kardus berisi seluruh foto Key yang dia punya. Ketika tiba di halaman depan, Jessica melempar kardus tersebut ke atas rumput. Wanita itu mengeluarkan pemantik api, bersiap untuk membakar foto-foto di dalam kardus.

Noooooooooooooo!!!! Jessica Jung, sadarlah!!!”

Niat Jessica tertahan ketika suara melengking Key terdengar. Jessica menoleh, lelaki itu kini turun dari mobil benz kesukaan kemudian menghampiri Jessica. “Kenapa kau ke sini, huh?”

“Untuk bertemu denganmu, tentu saja.” Jawab Key seraya melirik sesekali ke arah kardus yang berisi foto-fotonya.

“Hah, bermain saja sana dengan teman-teman kerenmu itu. Aku hanya perempuan kuno yang akan mempermalukanmu.”

Key menatap Jessica, merasa bersalah. Lelaki itu menggenggam tangan Jessica, membuat Jessica menatapnya bingung. Key berucap, “Maafkan aku, Jessica. Aku sadar bahwa seharusnya aku tidak mengatakan bahwa kau kuno. Maafkan aku dan tolong jangan membakar foto-foto itu, ya? Mereka terlalu keren untuk dibakar.”

Wait, what? Kau memohon maaf padaku hanya karena aku akan membakar fotomu?”

Key mengangguk. “Ya, kau benar. Tolong jangan membakar foto yang indah itu, oke? Oh, kau mau putus denganku karena masalah pakaian kuno yang kau pakai? Oke, aku terima, tetapi tolong jangan bakar foto-foto berharga itu. Pleaseeee!!!”

Jessica tertawa sinis ketika melihat raut memohon Key yang terlihat menyebalkan di matanya. Perempuan itu segera mendorong Key sehingga ia tersungkur ke rumput. Ia segera menyalakan pemanik api kemudian melemparkannya ke dalam kardus.

Nooooooooo!!!!!!”

We break up, Key!! It’s over! Annyong, goodbye, adios!!!!”

^

^

Title: Without the Love

without the love

“You work so hard to get me just to let me go

You put me on the spotlight just to steal the show”

(Demi Lovato – Without the Love)

Lihatlah senyumnya, begitu lembut sehingga orang-orang menganggap bahwa itu merupakan senyuman tulus dari seorang Taeyang untuk Jessica. Jessica pun tentu saja akan memiliki pemikiran sama karena Taeyang berhasil melelehkan hati Jessica dengan senyumannya.

Lihatlah cara Taeyang dan Jessica bernyanyi, sungguh seperti kedua insan yang sedang jatuh cinta. Begitu romantis sehingga orang-orang bertepuk tangan meriah ketika lagu cinta yang mereka nyanyikan berakhir.

“Woah, duet Taeyang kali benar-benar menakjubkan! Kau cocok dengan Jessica. Benar begitu, penonton?”

Pertanyaan Yoo Jaesuk, sang pembawa acara, disambut teriakan meriah para penonton. Para penggemar Jessica yang hadir di acara showcase spesial dalam rangka peluncuran album baru Taeyang pun meneriaki penyanyi pria tersebut dengan setumpuk pujian.

“Sepertinya penggemarmu bertambah karena Jessica, Taeyang-ssi.” Ujar Jaesuk dengan nada bercanda.

Taeyang tersenyum simpul seraya merangkul pundak Jessica dengan mesra, membuat wanita itu gugup setengah mati. Taeyang pun tanpa ragu bertanya pada para penggemarnya. “Kita cocok, bukan?” Taeyang kemudian menatap Jessica seraya berucapa. “Kau juga berpikiran seperti itu bukan?”

Jessica sungguh kaget. Apa Taeyang menyukainya? Pikiran Jessica pun melayang dan ia tak bisa lagi mendengar teriakan para penggemar yang histeris menyuruh mereka berdua untuk berkencan.

….

Showcase tadi adalah yang terbaik.”

Jessica terlonjak kaget ketika mendapati kehadiran Taeyang. Dia segera berdiri dari kursi rias dan tersenyum kaku pada Taeyang, “Ternyata kau, kukira siapa.”

Taeyang kembali mengeluarkan senyuman lembut sehingga Jessica berhasil tersipu. Pria itu pun berkata, “Penyanyi YG dan SM berduet dalam lagu cinta yang sungguh romantis. Hal itu sungguh menakjubkan, kau tahu? Hampir seluruh penikmat k-pop tidak percaya bahwa kita berkolaborasi. Kini aku tidak menyesal berjuang mati-matian untuk mendapatkanmu menjadi partner bernyanyi.”

Jessica tersenyum manis, “Yeah, bahkan mereka menyuruh kita berkencan. Bukankah itu menggemaskan?”

Taeyang terkekeh, “Itu hanya pemikiran mereka saja.”

Senyuman Jessica mulai memudar, wanita itu tampak bingung. Ia pun segera bertanya, “Maksudmu?”

“Kita memang menyanyikan lagu cinta, tapi bukan berarti kita saling mencintai. Aku terlihat menyukaimu di panggung, tapi bukan berarti aku menyukaimu di kehidupan nyata. Well, kau tahu, ini hanya taktik untuk menarik orang-orang agar menyukai laguku.”

Kini senyuman manis Taeyang terasa begitu menyebalkan di mata Jessica. Pria itu membungkuk hormat pada Jessica lalu berkata lagi, “Kerja sama kita sampai di sini. Terima kasih, berkat dirimu, penggemarku bertambah. Mungkin kita bisa berduet lagi di album berikutnya. Sampai jumpa!”

Jessica menatap kepergian Taeyang dengan tatapan tidak percaya. Ia tersenyum ketus, “Kita menyanyikan lagu cinta tanpa sebuah cinta, huh? Aku benar-benar bodoh.”

^

^

Title: For the Love of a Daughter

for the love of a daughter

“It’s been five year since we’ve spoken last

And you can’t take back what we never had”

(Demi Lovato – For the Love of a Daughter)

Jessica mengepalkan kedua tangan, berharap hal itu bisa mencegah agar tangisnya tidak pecah. Di dalam sebuah toko pangkas rambut yang terdapat tulisan ‘closed’ di pintunya, ia bisa melihat seorang pria asik meminum alkohol dari jendela yang cukup besar. Akhirnya, Jessica berhasil mengumpulkan keberanian dan melangkah masuk ke dalam toko yang pintunya tidak terkunci itu.

Pria tersebut hendak meneguk minuman keras dari botol yang kelima, tetapi Jessica merebut botol tersebut dan memecahkannya. Tentu saja hal itu membuat sang pria mengamuk dan berteriak kasar pada Jessica, “APA YANG KAU LAKUKAN?!!”

“Sadarlah, Ayah, lama-lama kau akan mati karena terlalu banyak minum!”

Pria yang ternyata ayahnya Jessica itu tertawa mendengar perkataannya anaknya. “Memang apa masalahmu? Jika aku mati memangnya apa masalahmu???!!”

“Ayah, aku mohon—AKH!”

Perkataan Jessica tidak selesai karena sang ayah sudah terlebih dulu memukulnya sehingga Jessica terjatuh dan kepalanya berhasil membentur sebuah kursi, membuat rasa sakit muncul dan tangis wanita itu pun pecah.

“Ini sudah lima tahun. Kapan kau akan berubah?! Kapan kita akan menjalani hari seperti ayah dan anak pada umumnya? Mengajariku naik sepeda, mengantarku ke sekolah, mengomeliku karena aku pergi kencan dengan pria yang salah, mendampingiku di altar dan menyaksikanku bahagia. Apa kita sungguh tidak bisa melakukan semua hal itu? Apa kau bisa berhenti menjadi pecandu minuman dan menerima kasih sayang dari putrimu ini? Apa kau bisa melakukannya?!!!!!!!!”

Raut wajah pria setengah baya itu berubah luluh, mendengar setiap perkataan yang keluar dari isak tangis putri sulungnya. Namun, menit berikutnya, pengaruh alkohol dan emosi kembali memengaruhi, pria itu segera mengambil botol minuman dan memecahkannya tepat di samping Jessica, membuat tubuh gadis itu bergetar ketakutan. Untuk yang kesekian kali, ia menyaksikan sisi monster dari sang ayah.

“Pergi! Pergilah dan bahagialah dengan ayah barumu! Pergilah… anggap aku bukan ayahmu!”

“Ayah—“

“Pergilah sebelum aku membunuhmu!!!!!!”

Teriakan sang ayah kali ini membuat Jessica beranjak dan berlari keluar. Kepalanya sungguh terasa pusing karena benturan tadi, ditambah air hujan yang membuatnya basah kuyup, membuat kondisi Jessica tampak semakin lemah. Ketika sudah berlari cukup jauh, tubuh Jessica pun ambruk.

Don’t you remember i’m your baby girl, Dad?” gumam Jessica sebelum semua terasa gelap baginya.

^

^

Title: Forever and Always

Forever and always

“Everything is wrong

It rains when you’re here and it rains when you’re gone

Because i was there when you said forever and always”

(Taylor Swift – Forever and Always)

“Ini, untukmu.”

Jessica menerima bunga mawar tersebut sambil tersipu, “Cantik. Terima kasih, Jaejoong.”

“Aku aku selalu bersamamu selamanya,” ujar pria itu sambil tersenyum manis.

Sayangnya, itu hanya bayangan masa lalu. Kini, perkataan Jaejoong terbukti salah. Pria itu meninggalkannya. Pria itu pergi setelah ia mengatakan akan selalu bersama Jessica selamanya. Jessica merasa dikhianti. Kekasihnya pergi tanpa alasan.

Keadaan kamar bernuansa biru itu amat hening, hanya denting jarum jam dan suara hujan dari luar yang terdengar. Jessica hanya bisa duduk sambil memeluk kedua lutut, menatap hujan dari kaca jendela berhadapan dengan kasur yang kini ia tempati. Ia tersenyum di tengah air mata yang menetes, mengingat momen ketika ia pertama kali bertemu dengan Jaejoong. Pertemuan pertama mereka di tengah hujan deras, sama seperti sekarang. Jessica juga tidak percaya bahwa hujan ini pun akan mengantarkan perpisahan mereka. Suatu kenangan pahit, pikirnya.

You said forever and always, Jae.”

***

Tanpa Jessica sadari, seorang pria sedang berdiri di sebrang rumah Jessica dengan payung hitam yang melindunginya dari hujan. Pria itu menatap ke arah rumah Jessica dengan raut kesedihan sekaligus perasaan bersalah.

“Aku mengerti jika kau membenciku, Jess.” Ucapnya.

^

^

Title: Need a Little Love

need a little love

“If there something you’re need of, you only have to let me know

I’ve got the shoulder you can lean on and i’m always right up the road”

(Miley Cyrus ft Sheryl Crow – Need a Little Love)

“Kau sudah sembuh?”

Jessica mengangguk kepada seorang lelaki berseragam yang tengah menunggu kehadirannya di sebuah bangku taman. Ia pun duduk di sebelah lelaki itu seraya berucap, “Seperti yang kau lihat, aku sudah sembuh.”

“Tidak. Kau masih terlihat seperti orang sakit. Aish, kalau begini caranya aku lebih baik mengunjungi rumahmu.”

Jessica terkekeh melihat wajah cemberut lelaki itu. “Percayalah padaku, Sehun, aku baik-baik saja.”

Sehun menatap wanita yang lebih tua darinya itu dengan tatapan serius. “Bohong. Bagaimana mungkin kau baik-baik saja ketika ayahmu hampir membunuhmu?”

Jessica memalingkan wajah kemudian menunduk. “Aku telah mengganggunya, Sehun. Dia bersungguh-sungguh membuang aku, eomma, dan Krystal dari kehidupannya. Dia sama sekali tidak berubah, tetap menjadi pria yang amat kecanduan alkohol. Aku tidak tahu cara untuk mengubahnya. Aku anak yang tidak berguna, bukan?”

Sehun memeluk Jessica dari samping. Pelukan hangat Sehun berhasil membuat tangis Jessica pecah. “Aku mengerti, kau merindukan ayah kandungmu. Namun, kau masih bisa menerima kasih sayang dari ayah tirimu. Jadi, kau tidak perlu bersedih. Jika kau benar-benar ingin mengubah ayah kandungmu itu menjadi sosok yang lebih baik dan lebih menyayangimu, aku akan membantu.”

“Itu tidak mungkin.”

Sehun tersenyum kecil seraya mengusap rambut Jessica dengan lebut, “Itu sangat mungkin jika kita terus mencobanya.”

“Tapi aku akan merepotkanmu.”

“Oh, ayolah, aku ini tetangga sekaligus adik kelasmu dan kita sudah mengenal cukup lama, merepotkan apanya?”

Jessica melepas pelukan Sehun seraya menghapus air mata. Dia menatap Sehun sambil tersenyum, “Terima kasih, Sehun.”

“Kau masih memiliki aku di dunia ini, nuna. Aku akan menjagamu, kau tidak perlu khawatir karena sekarang kau hanya membutuhkan aku.”

***

 

Aneh ya? Hehehehe nulis ini iseng aja. Kelima drable—yang kepanjangan—tersebut terinspirasi dari lagu-lagu yang memiliki judul yang sama dengan drable-nya. Aku lagi cinta sama lima lagu itu, apalagi sama lagunya Demi Lovato yang For the Love of Daughter, lagunya bikin aku nangis sebenernya tapi gak tahu pas aku nulis drable yang itu feel-nya jadi gak kerasa, sama seperti lagu Forever and Always-nya Taylor, itu lagu nyesek banget soalnya aku denger yang piano version-nya, tapi drable-nya malah jadi absurd. Yah, sudahlah gak apa-apa T-T tapi dua lagu itu very recommended banget loh (malah promosi) yang without the love juga lagunya recommended banget (lah promosi lagi) #abaikan

Oh iya, bagi yang menunggu kelanjutan The Destiny of Us, ff tersebut akan aku posting sekitar seminggu lagi dan ada dua versi ending yang telah aku siapkan untuk kalian😉

Sorry for the typos ._.

 

24 thoughts on “Picture to Burn – Special Drabbles

  1. yang ga sad ending hanya hunsica thor penuh kasih sayang,mereka couple kesukaanku.HunSica jjang!! paling greget yang KeySica thor,pengen jambak rambut key dah,nyebelin pake banget.. next ff KEEP WRITING!!😀

  2. Si Key somplak amat sih -_-” cuman minta Jessica maafin dia gara-gara fotonya (yang enggak terlalu) keren dibakar. Aku suka semuanya! Walau HunSica sebenarnya itu couple favoritku, aku jadi suka KeySica disini. Yang For The Love of a Daughter, itu bagus banget😥 Masa sih, ayahnya enggak ingat anaknya sendiri? Keep writing, ya, Amy Park unnie~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s