[FREELANCE] (Someday, will you?) (chapter 3/end)

lala

@anndtlarasati PRESENT

“Someday, will you?””

(3 of 3 shot)

||||Main Cast: Jessica Jung of SNSD as Jessica Jung ~ Kris Wu as Kris Wu||||Support Cast:, Krystal Jung,, Jessica’s mom, Jessica’s dad Xi Luhan, Park Chanyeol, Kim Suho, and others||||Genre: Romance, Marriage life, Bit Angst||||Rating: PG-13||||Length:sShort story in Three shot||||Languange: Indonesian||||Disclaimer: The cast/character belong to God, themselves, their family, and their company. I just own of the storyline. Please no plagiat or rewrite to respect on me. Enjoy and remember to subscribe, okay?||||

***HAPPY READING***

Suatu hari, maukah kau?

Kris memandang nanar lukisan wajahnya, bukan lukisannya yang menhok dinding hati Kris, tapi kalimat yang terploles di tepi lukisan itu. “if only yu smile”. Begitu kalimat sederhana pelukis yang Kris paham apa maksudnya. Tentu tentang ia yang tak pernah merekahkan senyumnya pada sang pelukis barang sedetik pun. Mendadak, Kris merasa bersalah pada gadis itu. Ia merutuki dirinya yang sudah berlaku tak wajar pada Jessica. Namun, dengan dasar kebencian yang mendalam, rasa bersalah Kris yang merayapi hatinya, hilang seiring dengan langkah kakinya meninggalkan lukisan itu. Kini Kris lebih tertarik pada jurnal tebal milik Jessica. Kris membuka jurnal Jessica.
Jurnal yang terbilang besar itu dipenuhi coretan Jessica. Coretan tentang bentuk mulut saat bericara, beberapa kata baru , dan maknanya. Semua cpretan itu memenuhi semua jurnalnya, Jessica memang sudah melakukan itu sejak masa usia sekolahnya. Ia tak pernah menyerah mempelajari bagaimana membaca gerakan mulut seseorang. Ia sudah bekerja keras sejak awal. Tidak hanya itu, Jurnal Jessica juga dipenuhi curahan-curahan hatinya sejak kecil. Bahkan dilengkapi beberapa foto. Semacam buku harian yang lebih hidup—pikir Kris seraya mencari halaman terakhir. Disana ia menemukan foto dirinya, hanya itu. Akhirnya, Kris membuka halaman sebelum halaman terakhir. Ada beberapa foto dan dilengkapi berbaris-baris kalimat.
Aku telah menikah dengan Kris, namja yang menolongku waktu itu. Sungguh bahagia rasanya, bahagia bahkan lebih dari apapun kkkekek. Ini foto perkawinan kami. Apakah serasi?

Kris menggeleng-gelengkan kepala karena merasa tulisan Jessica itu terlalu konyol, ia kembali melanjutkan deretan kata berikutnya.
Aku senang sekali melihat Kris memakai pakaian yang kusiapkan. Lihat! Dia tampan sekali, bukan?

“sebegitu bangga nya kah ia ketika aku mengenakan pakaian itu? Dasar yeoja aneh!” batin Kris seraya mengedarkan matanya di curhatan Jessica yang berikutnya

Kris tak menyukaiku, tapi aku tak akan menyerah hehe. Fighting!. Walaupun sangat tersakiti dengan kata-katanya, tapi aku akan menjadi yeoja penurut untuknya.. Aku rela tidur di sofa atau kamar tamu, karena ia tak ingin seranjang denganku. Aku tidak keberatan ditinggali ber jam-jam selama ia nyaman. Akupun tak mau mengeluh karena harus selalu mengenakan masker yang membuatku pengap. Itu karena Kris bilang, ia muak dengan wajah jelekku, makanya aku tak pernah melepas masker selama Kris di sekitarku. Nah, apakah cukup untuk melindungi wajah yang dibenci suamiku ini?

Kris menggigit bibirnya mengingat bagaimana ia sudah terlalu jauh menyiksa Jessica. Ia bahkan tak pernah sadar tentang kegunaan masker yang—enggan dilepas Jessica—rupanya hanya demi menyamankan Kris saja. Jessica sudah terlalu menjadi gadis luar biasa karena namja se-brengsek Kris. Kris kembali dibuat menyesali perbuatannya. Mianhae—desisnya dipenuhi rasa bersalah,

Kris melayangkan tangan kasarnya ke tubuhku. Aku tahu, ini terlalu sakit untuk hanya diam. Seharusnya aku marah dan memakinya. Atau menggugat cerai saja. Tapi aku takkan sanggup. Lebam di hati dan tubuhku tidak bisa menang dari rasa cintaku padanya. Aku tiak seharusnya seperti ini, kan? saat mengetahui Kris memiliki cinta yang dinanti, harusnya aku sudah menyerah, kan?
Seohyun, nama gadis cantik yang dinanti Kris. Fotonya ku temukan di dompet Kris. Luhan, Luhan yang menceritakan semuanya tentang Seohyun

Aku memotret foto itu. Lihatlah betapa aku dan ia jauh berbeda.

“ia tahu tentang Seohyun?” gumam Kris seraya memijit pelipisnya frustasi. Ia bingung dengan kacaunya dirinya saat ini. Selanjutnya, mata foxi miliknya menyusuri barisan curhatan Jessica yang selanjutnya
Aku malu harus menceritakan ini. Bahwa Kris sama sekali tak peduli dengan ulang tahunku. Apa aku yang terlalu egois padanya. Tapi aku hanya berharap suatu hari ia tersenyum untukku, menemaniku di danau belakang rumah, an memanggilku dengan namaku. Kau tahu, Ia hanya memanggiku dengan nama Nona Jung. Terlalu formal rasanya untuk suami dan istri, bukan?

            Tapi Kris murka dan menganggap ini lelucon. Ia bahkan memintaku agar suatu hari menganggapnya bukan siapa-siapa. Dan itu mustahil, Kris!
          kris kembali diliputi emosi yang tak menentu. Tak ingin berlam-lama dengan emosinya, ia membaca curhatan Jessica yang terakhir. kali ini memang lebih panjang.

  1. Mungkin inilah titik balik perasaanku pada Kris. Aku bukan membencinya, tapi aku sudah menyadari keegoisanku. Tak seharusnya aku meminta pernikahan ini. Benar kata Kris, akulah yang memaksakan ini semua. Tapi itu karena tadinya aku berpikir bahwa Kris bisa mencintaiku. Tapi rupanya aku salah besar. Baru saja, Kris memaki ku, lalu dengan wajah lelahnya, ia hanya memintaku untuk menjauhinya.. ada perasaan tak tega melihat matanya yang muak an menunjukkan ketidak sanggupan. Kris sudah tersakiti karena ini semua. Bukanlah aku yang tersiksa disini, tapi Kris yang jauh lebih tersiksa. Karena harus menikahi yeoja serba kekurangan sepertiku. Itu tentu menjadi musibah besar baginya. Ia menjadi pemarah, temperamental, dan banyak pikiran karena diriku yang hina. Yah, aku sudah menyakiti namja itu.
    jJadi, Demi kembalinya Kris yang utuh, aku memutuskannya akan menjauhinya. Aku juga sudah lelah,biarlah ini menjadi kenangan buruk yang segera hilang dari memori ku.
    Sayangnya aku merasa ini semua belum juga clear, satu hal yang mengganjal kepalaku adalah memikirkan Kris yang salah paham tentang diriku. Ia selalu berpikir aku menunjukkan keborokannya didepan keluargaku, padahal mati-matian aku menutupi semuanya dari keluarga dan teman-temanku. Aku bohong pada Krystal tentang airmata yang sebenarnya jatuh akibat tamparan Kris, aku bohong pada Suho tentang hadiah ulang tahun dari Kris, aku bohong pada mama tentang Kris yang sibuk dengan deadline sehingga tidak menemaniku menyambut tamuku. Aku hanya memikirkan kenyamanan Kris. Aku mencintainya sampai kapanpun.

3 minggu. Tiga minggu akan kugunakan untuk mengurus perceraian ini tanpa siapapun tahu. Semoga kebahagiaan Kris cepat kembali.

Mata kris berkaca-kaca membaca pesan jurnal terakhir Jessica. Jika ada pertandingan namja brengsek dan bodoh, mungkikn Kris lah yang akan menji sang juara. Ia kini menyesali rentetan peristiwa yang ia lalu bersama Jessica. Tidak seharusnya ia melukai yeoja yang mati-matian membela, menyayangi, dan rela sakit untuknya. Kris sadar sekarang—sadar yang terlambat sekali—bahwa ia kini merindukan yeoja yang dibencinya itu. Kini lutut Kris melemas, hatinya hancur, tulangnya terasa remuk. Ia tersungkur ke lantai tak kuat lagi menahan beban di hatinya.
“mianhae.. mianhae.. kumohon kembalilah Jung. Aku harus menebus semua kesalahanku. Aku berjanji takkan menyakitimu lagi. Aku akan menyayangimu. Hiks. Aku tak memintamu pergi, aku tak pernah memintamu menjauh. Aku hanyaaaa—“

Ting tong, ting tong,keluhan hati Kris terhenti mendengar bunyi bel rumah, Kris berharap sang pemencet bel rumah aalah Jessica. Ia berlari menuju pintu, ia akan segera memeluk dan berlutut pada Jessica.
sayang..

Orang itu bukan Jessica, melainkan Luhan.
“boleh aku bertemu Jessica?” Tanya Luhan. Mendengar nama Jessica, Kris kembali rapuh, ia terduduk dan terisak penuh kebencian pada dirinya sendiri. Luhan yang tadinya berniat langsung masuk dan menemui Jessica dibuat mematung kebingungan dengan reaksi Kris
“Dia meninggalkan rumah karenaku” isak Kris. Luhan mengernyitkan dahi bingung. Perlahan-lahan, ia mencerna maksud Kris.
“kau? Bisa-bisanya kau Kris. Kau bodoh menyia-nyiakan yeoja itu. Andai aku, kau. Mungkin aku akan menjaga Jessica untuk tetap di sisiku!” Luhan memaki Kris. Namja itu sempat terkejut dengan reaksi Luhan. Luhan yang panik langsung menghubungi Jessica.
nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan
apa mungkin Jessica ke rumahnya?—
batin Luhan, ia pun berinisiatif untuk mengirimi Krystal text

“apa Jessica dirumahmu, Krys?”

“Memangnya dia atau Kris oppa tidak bilang yah, kalau mereka liburan ke Jeju selama 3 minggu. Aku juga baru diberi tahu pagi ini sih”

#someday, will you?#

Kris sekarang paham maksud Jessica tentang liburan tiga minggu yang ia maksud pada Krystal, sebenarnya 3 minggu itu ia akan gunakan untuk menyelesaikan perceraian mereka. Kini Kris semakin tidak bisa berpikir jernih. Ia harus segera menemukan Jessica, tapi jalanan sangat padat karena sedang ada festival, belum lagi Jessica tak bisa dihubungi. Ditambah teguran-teguran keras untuk Kris yang membayangi pikirannya
“segera temukan Jessica, Kris. Atau jika aku yang menemukannya. Kau harus rela melepasnya. Ingat! Kau banyak melukainya!” ujaran Luhan tadi masih membekas ditelinga bahkan terekam baik di otak Kris

“jangan menyakiti Sica terlalu jauh, Kris. Atau aku akan mengambil paksa ia kembali pada kami. Aracci?” begitupun ujaran emma mertua Kris tempo hari yang masih berseliweran dikepala Kris. Kris semakin frustasi. Ia takkan melepaskan Jessica.

Ia berusaha berpikir jernih. Nah, ia ingat sesuatu. Jessica memiliki akun SNS. Yah! Kris ingat itu, Jessica pernah memberitahu Kris melalui memonya. Akhirnya, dengan penuh harapan Kris mengirimi teks kepada Jessica melalui itu.

.

Jessica melihat ada pesan SNS dari Kris dengan senyum getirnya
“dimana kau? Aku mencintaimu. Dengar? Beritahu aku dimana kau! Aku akan menjemputmu pulang. 3 permintaanmu itu akan kupenuhi. Asal kau beritahu aku kau dimana?” senyuman getir Jessica berubah manis. Diluar dugaannya sama sekali, bahkan Jessica tak percaya Kris mengatakan itu seelum ia kembali membacanya. Namun , Jessica masih ragu untuk memberitahu Kris tentang keberadaanya. Ia belum sepenuhnya yakin pada namja yang sejujurnya sangat dicitai itu
“di taman kota” Jessica akhirnya mengumpulkan keyakinan dan membalas pesan Kris. Ia duduk dibangku taman dengan hati bahagia menanti suaminya menjemput dirinya. Ia tak menyangka sama sekali Kris bisa seperti ini padanya. Mimpinya terwujud.
Mungkin sekitar setengah jam Jessica menunggu, kini ia dapat meihat mobil Kris dan samar-samar melihat suaminya dari luar. Ia berlari menuju mobil Kris, bagaikan gais kecil yang mengejar lolipopnya. Kris turun dari mobilnya untuk menyambut Jessica dengan wajah yang tak kalah berbinar-binar saking bahagianya. Namun sedetik kemuian, wajah itu berubah ketakutan melihat sebuah mobil melaju kearah Jessica yang masih berada di badan jalan.

BRUKKK!

Kris yang tadinya ingin menyelamatkan Jessica hanya menyesal, karenalagi-lagi ia terlambat, kini Jesica tak sadarkan diri dengan darah yang memenuhi wajahnya. Kris hanya terpaku melihat yeoja yang baru ia cintai beberapa jam lalu digotong warga menuju rumah sakit menggunakan mobil.

#someday, will you?#

Satu hari adalah waktu bagi Jessica untuk pulih dari operasinya. Kini semua orang bisa mengunjunginya. Kris yang paling menunggui kepulihan Jessica kini masuk ke ruangan rawat Jessica. Ia memandang bahagia yeoja-nya yang sedang bercanda dengan Krystal, Luhan, dan beberapa teman lainnya.
Jessica memberi pandangan berbeda kepada Kris yang baru saja masuk dan menaruh seikat bunga di sisinya.

“aku sangat merindukanmu!” Kris memeluk Jessica sesaat, hanya sesaat karena Jessica buru-buru menepis tangan Kris dan menatap bingung pada Kris.
“nugu?” Tanya Jessica hati-hati menggunakan memonya. Krystal mengernyit dengan reaksi eonni-nya, tapi Kris hanya terkekeh geli merasa Jessica sedang bercanda.
“jangan bercanda, aku Kris. Tentu saja. Suami yang sangat kau puja” ujar Kris percaya diri diikuti anggukan oleh Krystal. Namun Jessica menggeleng bingung. Luhan mulai merasakan keanehan di sorot mata Jessica. Seperti memandang Kris sebagai orang asing
“suami apa? Aku tak mengenalmu! Krystal, siapa orang ini?”Jessica semakin tampak bingung. Kris akhirnya ikut bingung sendiri. Ia memang merasakan pandangan rang asing dari Jessica.

Tuan Kris, setelah kami amati, benturan di kepala Jessica membuatnya harus mengidap amnesia anterograde. Dimana seserang akan lupa tentang ingatan jangka pendeknya. Biasanya kasus seperti ini agak special. Mereka akan lupa sesuatu yang baru, lupa akan sesuatu yang menyakitinya, atau lupa karena mereka pernah mencba melupakan sesuatu itu. Bersabarlah, tuan!

Penjelasan dokter menghantam tepat didasar hati Kris. Dari sekian banyak orang, hanya Kris yang Jessica lupakan. Kris menyesal lagi telah menyakiti Jessica, ia menyesal pernah meminta Jessica melupakannya. Mungkin ini azab yang harus dibayar Kris akibat perlakuannya pada kebaikan Jessica. Satu minggu, Jessica tinggal dirumah appa dan eomma-nya. Ia merasa canggung berada disekitar Kris, sekalipun ribuan cara dicoba Kris untuk membuat Jessica kembali, Jessica menolak sampa appa nya memaksa Jessica pulang
“pergilah pada Kris. Ia suami yang kau puja, anakku” pinta appa Jessica
“hanya satu hari saja, Jess. Tinggallah denganku. Dirumah kita!” timpal Kris. Jessica mengalihkan pandangannya pada eomma-nya, dan wanita itu manggut-manggut mengizinkan.
“baiklah, hanya satu hari Kris-ssi!”tegas Jessica, membaca panggilan Jessica yang memakai panggilan formal,, Kris tak mampu menahan gejolak kerinduannya pada Jessica yang dulu. Ia harus menemukan Jessica-nya yang dulu. Segera!

Akhirnya, Kris membawa Jessica kembali ke rumah. Disana Jessica merasakan atmosfer berbeda. Ia merasakan rumah ini sangat tidak asing. Ia bahkan menuntun kakinyadengan alami ke suatu tempat, ke galeri pribadinya. Kris tak menyerah, ia dengan antusias menunjukkan lukisan-lukisan hasil tangan Jessica termasuk potret dirinya, ia menunjukkan jurnal Jessica. Membaca itu, sesekali kepala Jessica merasakan tekanan kuat, seperti ada sesuatu yang harus diingatnya. Tiba-tiba Jessica menangis sendu
“ada apa?” Kris mengusap airmata Jessica dengan sayang
“maaf Kris-si, aku tidak bisa mengingat apapun. Kau sudah bekerja keras, tapi aku tak bisa. Aku yakin kau orang baik. Tenanglah, aku akan tetap menjadi istrimu” Jessica berbicara dengan bahasa isyarat yang cukup di mengerti Kris. Kris yang mengira Jessica akan ingat semuanya mulai putus asa, ia kini mengajak Jessica ke danau. Salah satu dari 3 permintaanya dulu. Mereka duduk di tepi danau. Kali itu, kepala Jessica terasa makin sakit
“kau sakit nona Jung?” ujar Kris, Jessica makin kesakitan, tapi ia menahnnya
“nona Jung?” Jessica mengulangi kata terakhir Kris dalam gerkan mulut yang kaku. kalimat yang terdengar menghentakkan isi kepalanya dengan kuat
“ah itu.. maksudku, apa kau sakit Jessica?” ujar Kris memanggil nama Jessica untuk pertama kalinya sama seperti impian Jessica dulu. Jessica tersenyum mendapatkan sedikit sinyal baik di otaknya tentang orang yang ada dihadapannya. Kris ikut tersenyum untuk senyuman Jessica. Jessica menangkap senyuman itu dan mengolahnya masuk ke otaknya. Jessica mencoba menopang kepalanya yang semakin sakit saja.

“ada apa?” Tanya Kris khawatir. Jessica menatap Kris dengan berbinar-binar

“kris, aku ingat!” isyarat Jessica semangat . mengetahui itu, Kris terpana dan takjub. Speechless. Ia sudah tak bisa berkata-kata lagi.
“boleh kan aku tidak menggunakan masker hari ini?” Tanya Jessica di memo memecah ketertakjuban Kris
“tentu boleh. Bahkan jangan lagi chagi!” jawab Kris terlalu bahgia. Ia memeluk Jessica dan menggendongnya. Namja itu terlalu bahagia.

The end

Hanya suatu hari, Maukah kau tersenyum untukku?
suatu hari, maukah kau memanggilku dengan namaku? bukan dengan Nona Jung?
Maukah kau duduk bersamaku di danau belakang rumah suatu hari?
suatu hari, maukah kau melakukan semuanya untukku, Kris—suamiku?

 

My Note:

Bagaimana? Tadinya endingnya bukan seperti ini. Tapi gara-gara nonton drama operation proposal, jadi kebawa-bawa deh buat miripin endingnya. Maaf untuk feel yang ngga dapet, alur yang kecepettan, dan typo yang errr banyak kekeke. Maklum yah, saya ini jenis author yang selalu ingin buru-buru sampa ke ending. Terima kasih!

0:32 pm
august, 6, 2014

24 thoughts on “[FREELANCE] (Someday, will you?) (chapter 3/end)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s