[Freelance] (D) (Oneshoot)

D

Title                 : D

Author             : Violet Park

Rating             : General

Length             : Oneshoot

Genre              : Romance, A little bit Comedy and Fantasy

Main Cast        : EXO Sehun, EXO Luhan, SNSD Jessica

Support Cast   : All Member EXO and SNSD

Disclamair       : This story is mine. Don’t Be Plagiat!!! Cause this is just imagination “No Bash” please (Love + Girls = Peace, okay ^^b) AND LAST please Enjoy this story😉

Author Note    : Author dapet inspirasi dari lagu-lagu dan beberapa MV yang ada di dalam fanfic ini, mau tau apa? Baca aja dlu sampai habis ntar comment ya? kkk :p #peace

____________________________________________________________________

 

= Dreams =

 

“Following following following to You”

“You make me wanna be a better man”

= Dreams =

Cahaya matahari yang cukup terik tengah menerangi wilayah benua asia saat ini. Beberapa orang tengah melangkahkan kaki mereka menuju ke sebuah lokasi. Beragam bunyi berisik baik gumaman ataupun teriakan kecil-sedang-kencang terdengar dari mulut mereka semua.

“Ya hyung aku dulu!”

“Ani aku!”

“Huuuu hyung tolong aku…”

“Dimana earphoneku?”

“Hyung kau menyenggol lenganku!”

“Ya! Jangan menabrak punggungku itu sakit”

 

Ya… itu hanyalah sebagian dari ucapan-ucapan yang dapat didengar oleh Suho-seorang namja yang dengan sabar dan pasrahnya menunggu di barisan paling belakang dari kesepuluh namja lain yang sibuk berdesak-desakkan untuk menaiki bus dari pintu depan.

 

Bahkan murid taman kanak-kanak saja tidak seramai mereka” pikir Suho.

 

Hosh Hosh

 

Suho yang mendengar deru nafas seseorang di dekatnya kontan langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara.

 

“Hyung… gwencana?” tanya Suho khawatir.

 

Seseorang yang dipanggil hyung oleh Suhopun hanya terkekeh pelan sambil mengibas-kibaskan tangannya tanda tidak apa-apa, membuat Suho hanya dapat menghela nafas kasar.

 

“Kapan member kita bisa tertib saat naik bus ya hyung?” gumam Suho namun masih dapat terdengar oleh seseorang tersebut.

 

“Haha hosh hosh kau bisa melihat kini mereka mengantri layaknya anak ayam di sana” ucap seseorang tersebut sambil menunjuk kepada kesembilan namja yang kini telah berbaris rapi memasuki bus dengan tenangnya.

 

Suho yang melihat kejadian langka tersebut hanya membuka mulutnya lebar.

 

Tidak biasanya membernya dengan rapi dan tenangnya memasuki bus yang disediakan oleh agensi mereka di saat mereka hendak mengadakan sebuah tur untuk konser di sebuah tempat.

 

Seakan mengerti seseorang disamping Suho lagsung menunjuk seorang namja dengan jaket orange yang menutupi badan namja tersebut.

 

“Uri JongDaelah yang mengatur mereka hehe. Berterimakasihlah padanya Joon Myun-ah” tawa namja tersebut yang disusul oleh tawa Suho.

 

“Haha tentu saja Luhan-hyung, memang pantas jika ibu mereka yang menyuruh dan mereka langsung berbaris dengan rapi seperti itu” tawa Suho sambil mengisyaratkan kepada Luhan-namja di sampingnya untuk segera menaiki bus yang akan membawa mereka ke tempat konser mereka hari ini.

 

 

Tak ubahnya seperti suasana di dorm EXO. Kesembilan namja yang sudah masuk terlebih dahulu dengan ributnya sibuk mencari kursi dan melakukan berbagai kegiatan yang mereka inginkan saat ini.

 

Suho dan Luhan yang kini tengah berada di dalam bus hanya sibuk mencari tempat duduk yang mereka inginkan untuk perjalanan kali ini.

 

“Waaa hyung, kalian lama sekali naiknya? Aku kira kalian masih tertinggal di dalam dorm” ucap sebuah suara.

 

Suho dan Luhan yang sudah memutuskan untuk duduk di sebelah manapun menolehkan kepala mereka ke sumber suara.

 

“Oh Jongdae ya? Kami hanya menunggu kalian masuk ke bus terlebih dahulu. Aku tidak ingin kau marahi karena berdesak-desakkan dengan member lain” tutur Luhan yang diikuti dengan anggukan kepala Suho.

 

Jongdae a.k.a Chen hanya dapat ber-oh ria mendengar penuturan member tertua ke-2 setelah Xiumin tersebut dan kembali menghitung keselurah member EXO, berharap tidak ada member yang tertinggal.

 

“Waha gotcha sebelas okay” ucapnya pelan.

 

Mendengar ucapan Chen, perjalanan kali inipun dimulai dengan bergeraknya roda-roda bus ke depan.

 

 

Tao yang menggemari makananpun mulai membagi-bagikan snack yang dibawanya kepada sesama member dengan senang.

 

“Hyung kau mau?” tawarnya kepada Suho-sang leader dengan senyum yang mengembang.

 

Suho yang memang belum terlalu lapar menolah tawaran Tao dengan halus.

 

“Mian aku masih terlalu kenyang Tao-ah, kau bisa membaginya dengan member lain” ucap Suho dengan wajah menyesal membuat Tao hanya mengganggukkan kepalanya faham dan mulai berjalan menuju ke tempat duduk member lain yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

 

“Lay hyung, Jongdae hyung kau mau?” tawar Tao dan disambut senyuman sumringah Jongdae a.k.a Chen yang memang sangat lapar setelah mengomando seluruh member EXO dengan teriakannya tadi.

 

“Gomawo Tao” ucap Chen dan disambut senyuman oleh Tao.

 

Lay yang memang pada dasarnya mulai merasa laparpun turut mengambil snack yang ditawarkan tao dan memakannya langsung.

 

“Xie Xie” ucapnya singkat sebelum dengan lahapnya memakan makanan yang ditawarkan oleh member satu groupnya tersebut.

 

Kembali mengitari member satu groupnya kini gantian Xiumin dan Luhan yang ditawari oleh Tao.

 

“Gomawo” ucap Xiumin dan Luhan bersamaan ketika mengambil snack yang ditawarkan oleh membernya tersebut.

 

Taopun hendak memberikan snacknya kepada DO namun karena melihat DO sudah tertidur pulas iapun mengurungkan niatnya dan melangkah ke bagian belakang bus dimana group Baekhyun Kai Chanyeol dan Sehun berada.

 

Chanyeol dan Kai yang melihat Tao datang dengan membawa bungkusan snack langsung tersenyum dengan sumringah.

 

“Tao!!!” teriak mereka berdua dengan bersemangat membuat Tao dengan cepat-cepat menuju ke tempat mereka.

 

“Waaaa kau perhatian sekali~” ucap Chanyeol sambil hendak merebut snack yang dibawa Tao.

“Eits, mengalahlah dulu hyung” ucap Kai dan mengambil beberapa makanan yang ada di dalam bungkusan yang dibawa oleh Tao terlebih dahulu membuat Chanyeol mengerucutkan bibirnya kesal.

 

“Gomawo Tao” ucap Kai sambil menyerahkan bungkusan tersebut kepada Chanyeol yang kini menerimanya dengan sumringah.

 

“Hehehe gomawo Tao kau sungguh baik” ucap Chanyeol sambil menyerahkan bungkusan tersebut kepada Baekhyun dan Sehun yang belum mengambil sedikitpun.

 

“Waaah Tao kau sungguh baik~” kini gantian Baekhyun dan Sehun yang menambah ucapan Chanyeol barusan kepada Tao yang kini tersipu malu dengan pujian memberdeulnya itu.

 

Dan setelah puas memberikan snacknya Taopun kembali ke tempat duduknya, yakni di belakang kursi DO.

 

 

Lima belas menit perjalanan, beberapa member mulai terlilah bosan dan lelah.

 

DO yang sudah tertidur terlebih dahulu, Tao yang ikut tertidur setelah beberapa menit terduduk di kursinya dengan memeluk sebuah boneka panda kecil hadiah dari member EXO saat ia berulang tahun, Suho yang asyik membaca sebuah buku, Xiumin yang sibuk melihat jalanan dari kaca jendela samping bus dengan pandangan menerawang, Kai dan Chanyeol yang sibuk bermain permainan kata, Baekhyun dan Sehun yang sedikit-demi sedikit mulai menguap lebar secara bergantian, Lay dan Chen yang sibuk menonton video dari ponsel milik mereka masing-masing serta Luhan yang sibuk mencari sebuah benda pada tas ransel ungu milinya.

 

“Humm got you” ucap namja tersebut pelan dan mengeluarkan benda tersebut.

 

“Kau mau mendengarkan lagu bersama hyung?” tawar Luhan kepada Xiumin yang masih sibuk menerawang melihat jalanan dari kaca samping.

 

“Ani, silahkan kau mendengarkan lagu Luhan” ucap Xiumin yang kini tengah menguap cukup lebar dan menyandarkan kepalanya pada kaca samping bus tanpa menoleh kepada Luhan yang berada tepat di sampingnya.

 

Seakan mengerti, Luhanpun memasukkan kabel earphone pada ponselnya dan mengenakannya di kedua telinganya dan mulai memainkan lagu-lagu yang berada dalam ponselnya.

 

Baekhyun yang tengah bosan hanya dapat mendengarkan celotehan dan ucapan-ucapan duo KaiYeol yang masih bersemangat dalam bermain sambung kata dengan wajah yang saaaaannngaaaaaaat malas dan mata yang terlihat tengah menahan kantuk dengan sangat.

 

Sehun yang berada di samping kiri Baekhyun sudah terlebih dahulu berlayar dalam mimpi setelah sebelumnya mengenakan sebelah earphone di telinga kanannyadan memplay list lagu pada ponselnya hampir sama seperti yang dilakukan oleh Luhan.

 

 

Sehun membuka matanya perlahan. Dilihatnya cahaya kerlap-kerlip lampu malam jalanan di sekitarnya disetai dengan berlalu lalangnya orang-orang disekitarnya yang tengah tertawa atau hanya sibuk berjalan dengan ponsel yang menempel erat pada telinga mereka.

 

Tiba-tiba suara seorang yeoja yang familiar terdengar di telinga namja tersebut membuat Sehun menolehkan kepalanya dan menemukan seorang yeoja yang mengenakan jaket hitam lengkap dengan perlengkapan menyamar tengah menolehkan kepalanya menatap sebuah café yang terletak tepat di samping tempat Sehun saat ini berada.

 

Tangan yeoja tersebut langsung mengandeng tangan Sehun untuk memasuki café tersebut.

 

Sehun yang tidak dapat menolak langsung mengikuti ajakan yeoja tersebut. Iapun mendudukkan dirinya pada sebuah kursi yang terletak di sudut ruangan bersamaan dengan yeoja tersebut.

 

“Noona” ucap Sehun pelan membuat yeoja tersebut mengeluarkan tangannya sambil membekap mulut Sehun sebentar sebelum menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri seakan mengawasi keadaan sekitar.

 

“Kau itu…”

 

Dan entah mengapa kepala Sehun terasa berputar saat itu juga, penglihatannya mulai memudar dan matanyapun tertutup dengan sempurna setelah beberapa detik sebuah perasaan aneh mulai menjalar badannya saat ini.

 

 

Sehun kembali membuka matanya dan kembali menemukan dirinya tengah berdiri di pinggir jalanan yang cukup ramai dengan remaja seusianya.

 

Kakinya entah mengapa langsung mulai berjalan tak tentu arah hingga menemukan sebuah café dengan konsep yang cukup familiar dalam ingatannya.

 

bukankah ini café dimana aku…

 

Baru sejenak berpikir, sebuah suara seorang yeoja melintas dalam indra pendengarannya.

 

Sehun kontan menolehkan kepalanya dan mencari sumber suara tersebut dan menemukan seorang yeoja berambut cokelat panjang dengan pakaian serba hitam melintas di sekitarnya.

 

Kaki Sehunpun segera mengejar yeoja tersebut hanya saja beberapa orang seakan menutup jalan menuju ke yeoja tersebut membuat Sehun meruntuk kesal.

 

Beberapa lagu mengalun dengan cukup kencang di telinganya membuat namja tersebut merasa cukup pusing. Tangan kanannya memegangi kepalanya yang seakan ingin terlepas dari tubuhnya. Sesekali tubuhnya terhuyung dan membuat pejalan kaki yang melintas di sekitarnya tersenggol oleh badan namja tersebut.

 

“Mian…” ucap Sehun kecil ketika lagi-lagi ia menyenggol seorang pejalan kaki yang melintas.

 

Setelah beberapa menit, Sehun mulai merasakan tubuhnya merasa lebih baik. Iapun menyandarkan punggungnya pada sebuah tembok di suatu jalan yang cukup sepi.

 

Mata namja tersebut mulai menutup perlahan.

 

Bayangan seorang yeoja yang sibuk memakan beberapa makanan yang tersaji pada meja yang terletak di hadapan yeoja tersebut membuat lengkungan bibir Sehun tergambar jelas pada wajah tampannya.

 

“Ya, Sehun-ssi kau tidak makan?” tanya yeoja tersebut dengan suara yang sangat pelan namun masih bisa terdengar oleh Sehun.

“Tidak noona aku masih cukup kenyang” balas Sehun sambil tersenyum.

 

Yeoja dihadapan Sehun hanya dapat memasang wajah memelasnya.

 

“Lalu siapa yang akan membantuku menghabiskan semua makanan ini? Perutku bisa meledak jika aku memaksakan diri untuk memakan semua ini”ucap yeoja tadi dengan pandangan mata yang mengarah pada segala makanan yang ada pada meja dihadapannya tersebut.

 

Merasa tidak enak akhirnya Sehun mau tidak mau harus ikut menemani yeoja di hadapannya memakan semua makanan yang ada di hadapan mereka saat ini.

 

“Baiklah Jessica noona aku menyerah, nah sekarang mana dulu yang harus aku makan…” ucap Sehun pelan sambil melihat-lihat berbagai makanan di hadapannya, membuat Jessica-yeoja yang dihadapannya tersenyum lebar dan langsung menyerahkan sepiring makanan kepada Sehun.

 

Selagi Sehun makan, Jessica tak henti-hentinya berceloteh tentang kesehariannya ataupun menanyai Sehun mengenai keseharian namja tersebut atau seluruh member EXO.

 

Merasa cukup, Sehunpun membuka matanya dan memutuskan untuk kembali berjalan-jalan.

 

Kedua kaki namja tersebut entah mengapa hanya berjalan-jalan tak tentu arah. Sesekali ia berhenti hanya saat ada pemusik jalanan yang sedang mengadakan pertunjukkan music di bahu jalan.

 

Tangannya sesekali memberikan tepuk tangan saat perform pemusik tersebut selesai, tak lupa beberapa lembar uang namja tersebut berikan pada wadah di depan pemusik tersebut.

 

Kini kedua mata namja muda bernama Sehun tersebut mengarah pada sebuah stasiun yang terletak di sekitar tempatnya saat ini berada. Entah mengapa kedua kaki dan otaknya menyuruh namja tersebut untuk segera pergi ke sana.

 

Ketika sampai, Sehun langsung mengamati rute perjalan kereta yang masih tersedia untuk malam ini. Dilihatnya papan jadwal keberangkatan kereta, dan tak butuh waktu lama ia sudah memutuskan tujuannya kali ini.

 

 

Memegang tiket kereta, Sehun langsung berdiri di dekat perlintasan kereta-tentunya di belakang garis yang sudah ditetapkan. Sesekali ia melirik ke arloji di tangan kirinya dan memasukkan kedua tangannya kembali ke saku mantel abu-abunya.

 

Beberapa calon penumpang lain mulai mendekat ke tempat Sehun berada saat ini, ternyata kereta yang akan ditumpangi namja tersebut sudah hampir tiba di stasiun ini.

 

Ketika kereta sudah benar-benar berhenti, pintu keretapun terbuka secara otomatis. Banyak penumpang bergegas keluar dengan tertib dan selesainya Sehun beserta penumpang lain segera memasuki kereta sebelum pintu penutup otomatis bekerja.

 

 

Sepanjang perjalanan Sehun hanya dapat duduk diam sambil sesekali melongokkan kepalanya melihat-lihat suasana di luar kereta yang masih berupa terowongan bawah tanah. Karena masih cukup lama akhirnya Sehun mengalihkan pandangannya pada suasana di dalam gerbong yang ia naiki saat ini.

 

Cukup hening karena saat ini merupakan malam hari. Dilihatnya beberapa lelaki pekerja kantoran yang sibuk berkutat dengan telepon pada ponsel mereka masing-masing, beberapa pelajar laki-laki yang sibuk mengunyah permen karet dan mendengarkan lagu pada earphone masing-masing.

 

Sehun hanya dapat tersenyum dengan suasana sekitarnya, ia kini seakan merasa menjadi seseorang yang biasa-bukan seorang bintang yang harus terkekang oleh jadwal kegiatan dan beragam latihan malam yang kini sering dilakukannya.

 

Hembusan nafas kini keluar dari mulut namja tersebut ketika suara pengumuman dari dalam kereta membuatnya berdiri dan hendak segera keluar.

 

Ya, kini Oh Sehun sudah tiba di stasiun kereta tujuannya.

 

Baru beberapa langkah ia keluar, mata namja tersebut menangkap sesosok yeoja yang mirip seperti Jessica.

 

Tak ingin kehilangan lagi, Sehun dengan cepatnya berlari untuk menyusul keberadaan yeoja yang disangkanya sebagai Jessica-sunbae sekaligus yeoja yang special di hatinya.

 

“Ugh” ucapnya kesal ketika namja tersebut kembali gagal menemukan sosok yeoja tersebut.

 

Ia kini sedikit mengatur nafasnya yang masih tersenggal akibat mengejar sosok mirip Jessica yang dikejarnya barusan.

 

“Kenapa ia tidak ada lagi?” gumamnya heran.

 

Tiba-tiba kedua mata Sehun menangkap sebuah benda yang cukup mencolok di sekitar tempat ia berada.

 

“Apa ini?”

 

Dibukanya sebuah kertas putih yang terlipat-lipat dan terpasang pita berwarna merah muda tersebut dengan hati-hati.

 

Kedua mata Sehun membulat dengan cepat begitu mengetahui isi kertas tersebut.

 

Sebuah peta di daerah sekitarnya dengan arah-arah yang ditulis dengan tinta biru terpampang jelas di kertas tersebut. Sebuah tanda tangan yang tidak asing membuat Sehun memperhatikan lebih detail kertas tersebut.

 

“Follow Your Heart… Following Following”

 

Beberapa kata itulah yang membuat Sehun dengan cepat mencari arah yang ditujunya saat ini.

 

 

Peluh keringat terlihat membajiri kening dan hampir seluruh badan seorang Oh Sehun. Nafasnya kini tersenggal-senggal karena berlari kencang tanpa henti semenjak kurang lebih setengah jam yang lalu.

 

Senyuman di bibirnya kini semakin mengembang ketika peta di tangannya ia bentangkan lebar.

 

“Hosh hosh cocok…” ucap namja tersebut ketika mengetahui tempat yang berdiri dihadapannya cocok dengan tujuan terakhir peta yang dibawanya saat ini.

 

Namja tersebut memasuki tempat tersebut dan terus menolehkan kepalanya ke sekitar, mencoba menemukan yeoja yang dicarinya.

 

Hingga sebuah tepukan di bahu kirinya membuat namja tersebut menolehkan kepalanya.

 

“Noona…”

 

 

Hey, apa yang kau tahu tentang cinta? selain kau sendiri yang merasakannya…

 

Itu adalah sebuah kalimat yang cukup panjang namun membekas begitu dalam untuk seorang yang bernama “Xi Luhan”.

 

Member EXO-M sekaligus member tertua kedua di group EXO tersebut kini mengerti akan maksud kalimat tersebut. Ya… namja tersebut kini sudah merasakan apa yang dinamakan “Cinta”.

 

Satu kata yang membuat banyak orang yang bahagia ataupun terluka ini kini ia rasakan.

 

Dan siapakah yang dapat membuat seorang anak lelaki manusia ini kini begitu nyaman sekaligus penuh rasa cemas dengan perasaan ini?

 

“Jung Soo Yeon”atau seseorang yang kita kenal dengan nama panggung “Jessica Jung” salah seorang member girl group ternama Korea Selatan saat ini sekaligus sunbae satu agensi Xi Luhan itulah nama seorang yeoja yang sanggup membuat seorang Xi Luhan yang dulunya berpikir layaknya anak-anak menjadi lebih dewasa saat ini.

 

Aku tidak dapat membayangkan bila aku mempunyai hubungan dengan seseorang yang lebih muda dariku

 

Keterangan dari Jessica yang ia dengar lewat reality show yeoja tersebut membuat Xi Luhan semakin ingin menjadikan dirinya seorang lelaki sejati. Setidaknya untuk mengelabui umur namja tersebut yang terpaut satu tahun lebih muda dengan yeoja idamannya itu.

 

Kedua mata Luhan yang terpejam memikirkan hal tersebut kini telah kembali terbuka. Rahang bawahnya sedikit terbuka dengan adanya pemandangan aneh yang ada dihadapannya.

 

Ia kini seakan telah menaiki yang namanya mesin waktu.

 

Bagaimana tidak?

 

Ia melihat sendiri dirinya yang sibuk melongo melihat sosok Jessica yang sibuk berlatih tarian untuk comeback SNSD saat itu.

 

“Annyeong~” sapa Jessica cukup riang sambil melambaikan kedua tangannya tepat di depan wajah Luhan yang masih terbengong.

 

Seakan sadar, dengan segera Luhan membungkukkan badannya formal kepada yeoja di hadapannya tersebut.

 

“Annyeong sunbae, mian jika aku mengganggu” ucap Luhan sambil tetap membungkukkan badannya.

 

Jessica yang memang pada dasarnya kurang suka akan hal tersebut langsung menepuk bahu Luhan kesal.

 

“Aku tahu aku sunbaemu tapi bisakah kau berbicara tanpa perlu banyak membungkuk ketika dihadapanku? Aku tidak menyukai itu” ucap Jessica sambil menggembungkan kedua pipinya lucu-begitulah menurut pandangan Luhan.

 

Segera berdiri dengan tegap, Luhan hanya dapat menggaruk tengkuknya canggung.

 

“Kau tidak ada latihan hari ini Luhan-ssi?” tanya Jessica membuat Luhan menolehkan pandangannya kepada yeoja yang kini sudah berada di dekat pintu practice room tersebut.

 

“A-itu aku…”

“Jika kau ada latihan salamkan salamku untuk Joonmyun ne? Jaga kesehatan kalian. FIGHTING FIGHTING. Annyeong~” ucap Jessica sambil tersenyum dan langsung pergi dari ruangan tersebut meninggalkan Luhan yang berdiri mematung di sana.

 

“Luhan-ssi… Jessica sunbae… mengetahui namaku?” ucap Luhan bingung sekaligus senang-terlihat dari senyuman yang terus mengembang dari wajah namja tampan sekaligus manis tersebut.

 

Luhan hanya dapat terkekeh pelan menyadari betapa acward aktingnya saat itu.

 

“Ah betapa bodohnya diriku…” kekehnya pelan.

 

Tiba-tiba saja aura di sekitar Luhan saat ini menjadi aneh. Sedikit demi sedikit bagian tubuhnya seakan terseret tak tentu arah setelah sebelumnya menjadi sedikit transparant.

 

“M-mwoya?” ucapnya sesaat sebelum tubuhnya menghilang seketika.

 

 

Di suatu tempat penuh lorong-lorong penuh liku yang disampingnya banyak terdapat lampu berwarna putih beberapa berkas sinar putih terlihat muncul di sana.

 

Berkas sinar tersebut semakin lama semakin banyak, sedikit-demi-sedikit berkas itu membentuk sebuah proyeksi lelaki berambut coklat pirang mengenakan jas hitam tengah setengah melayang dari pijakan yang ada di sana.

 

BRUK

 

“Auw” erangnya sakit.

 

Ya-lelaki tersebut seakan baru saja melakukan teleportasi diri sendiri ke tempat tersebut.

 

“Hey, apa ini studio music video overdose?” gumamnya heran.

 

Iapun melangkah maju di lorong tersebut. Baru beberapa melangkah ia menemukan sebuah batu permata yang cukup besar berwarna kehitaman. Iapun mengambil batu tersebut dan menggenggamnya dengan cukup erat.

 

“Oh bentuknya seperti yang ada dalam MV SNSD sunbae” ucap namja bernama Luhan tersebut.

 

Tak mau ambil pusing, iapun melangkahkan kakinya kembali sambil membawa permata kehitaman tersebut.

 

“Lalu… aku harus memilih jalur yang mana?” ucap Luhan pada dirinya sendiri ketika menghadapi tiga cabang pada lorong yang dilewatinya kini.

 

“Yang kanan? Lurus? Kiri? Aku harus memilih yang mana?” tanyanya lagi. Ketika beberapa menit tidak meninggalkan tempatnya saat ini berdiri iapun memutuskan untuk memilih jalur lurus.

 

Begitu melangkah melewati jalur tersebut, tiba-tiba saja permata yang dibawa Luhan tadi menyala dengan terangnya. Menyala dengan warna merah menyala yang seakan memperingatkan namja tersebut untuk tidak melewati jalur tersebut-ditambah lagi dengan adanya hawa panas yang keluar sedikit-demi-sedikit dari permata yang digenggam oleh Luhan-menambah keyakinan namja tersebut bahwa ini adalah jalur yang cukup berbahaya.

 

“Ok, lalu jalur mana yang harus kupilih?” ucapnya pada diri sendiri.

 

Tiba-tiba saja dari jalur sebelah kanan terasa hawa dingin yang cukup menusuk kulit Luhan sesaat setelah Luhan mengatakan hal tersebut.

 

Tangan kanannya yang memegang permata tersebut ia arahkan kepada jalur sebelah kanan tersebut. Luhanpun terdiam sejenak untuk melihat apa hasil analisis permata yang digenggamnya kini akan jalur tersebut.

 

1…2…3…

 

Tidak berubah.

 

Itulah hasil dari apa yang Luhan lakukan dengan permata hitam tersebut. Walau kurang yakin dengan suasana jalur tersebut mau tidak mau Luhan ingin segera keluar dari labirin lorong menyebalkan ini.

 

“Huft brr kenapa dingin sekali?” gumam Luhan kesal sambil mengeratkan jas hitam yang ia kenakan saat ini.

 

Baru saja selesai mengatakan tersebut tiba-tiba saja tubuh namja tersebut mulai merasakan hangat dengan sendirinya, terutama pada bagian tangan kanannya yang ia gunakan untuk membawa permata hitam tersebut.

 

“Aneh… kau membuatku hangat?” tanya Luhan sambil mengarahkan matanya pada permata hitam tersebut.

 

“Gomawo” ucapnya kecil sambil mengusap-usap permata hitam tersebut dengan senyum mengembang.

 

Tanpa Luhan sadari permata hitam tersebut sekilas mengeluarkan cahaya sapphire biru kecil di dalamnya.

 

 

Lorong yang Luhan lewati ini entah mengapa terasa sangat panjang, walau lorong tersebut tidak sepenuhnya lurus namun lebih sering berbelok-belok dengan sudut yang tidak terlalu besar-membuat Luhan merasa cukup capai untuk segera menghirup udara segar kebebasan.

 

“Kenapa seperti tidak berujung lorong ini?” ucapnya lagi.

 

Luhanpun menggelengkan kepalanya mencoba mengusir pikiran-pikiran buruk yang berkelebat dalam otaknya seperti –bagaimana jika aku terus terkurung selamanya di sini-aku tidak akan bisa pulang-dan lain sebagainya.

 

Namja tersebutpun terus melangkah walau pegal sudah kedua kaki dan tangannya yang menggenggam erat permata hitam tersebut.

 

Sebuah sinar cukup terang dapat ia lihat dari jarak yang cukup jauh pada kedua matanya. Iapun berlari cukup kencang dan sampailah ia pada sebuah ruangan serba putih yang penuh dengan furniture yang berwarna transparant, mulai dari lampu-lemari-bahkan kursi dan mejapun berwarna transparant.

 

Karena lelah ketika menyusuri lorong tadi, Luhanpun merebahkan dirinya pada kursi kaca yang ada disana. Ketika tangan kanannya yang memegang permata hitam tersebut mengenai pinggiran kursi tiba-tiba saja seluruh ruangan menjadi berwarna biru shapire yang terlalu terang sehingga Luhan tidak dapat melihat apa yang terjadi saat itu karena menutup kedua matanya rapat.

 

Tidak butuh waktu yang terlalu lama, kejadian tersebutpun mulai hilang dan kini Luhan sudah bisa melihat dengan jelas kembali suasana di sekitarnya.

 

“Aneh, tidak terjadi apapun kepadaku” ucapnya pelan sambil memeriksa kondisi badannya.

 

Suara tawa kecilpun terdengar oleh indera pendengaran Luhan saat itu juga membuat ia menolehkan kepalanya ke sumber suara.

 

“Hai” sapa sesosok manusia yang kini sedang ada di hadapannya.

 

Sosok tadi tersenyum manis sambil sesekali menatap Luhan dengan tatapan berbinar-binar khas seseorang yang dirindukan oleh Luhan.

 

“Noona…”

 

Sosok tadi hanya tersenyum manis lalu melangkah mendekati tempat Luhan saat ini.

 

“Gomawo” ucap sosok tadi lembut sambil memeluk Luhan cukup erat dari depan.

 

Bagaikan tersengat listrik, Luhan hanya dapat diam terpaku. Ia masih tidak dapat mempercayai hal ini.

 

Bagaimana tidak?

 

Sesosok yeoja yang kini sedang memeluknya adalah Jessica atau bisa dibilang begitu karena wajah dan segala gerak-geriknya merupakan kesamaan seperti Jessica yang Luhan ingat walau tidak mungkin bagi Luhan mendapatkan pelukan dari Jessica seperti di kehidupan sehari-harinya sebagai hoobae yeoja tersebut.

 

“Noona…”

“Ssstt biarkan saja untuk sementara, ini tidak akan lama” balas yeoja tersebut masih memeluk Luhan dengan cukup erat.

 

Jawaban tersebut membuat Luhan kembali terdiam-ia bingung sekaligus senang dengan keadaan ini.

 

Dan entah kenapa, sedikit demi sedikit salah satu tangannya yang bebas mengelus rambut yeoja dihadapannya ini sambil sesekali mencium wangi rambut yeoja tersebut.

 

Luhan stop it! Kau tidak boleh melakukannya’ marahnya dalam hati. Namun apa daya tangannya entah mengapa tetap melakukan hal tersebut, bahkan kini ia balas memeluk yeoja yang sedang memeluknya.

 

Baru beberapa detik Luhan membalas pelukan yeoja di hadapannya ini tiba-tiba ia melihat sinar terang keluar dari mahkota yang Jessica kenakan saat ini. Mahkota yang semula berbentuk krystal panjang berwarna putih bening tersebut kini berwarna hitam pekat dengan sisi merah menyala di sekitarnya.

 

“Oh tidak!” pekik Jessica begitu menyadari apa yang terjadi.

 

Yeoja tersebut segera melepaskan pelukannya dan menolehkan kepalanya ke perabotan yang ada di sekitarnya dengan wajah ketakutan.

 

Luhan yang memang pada dasarnya tidak mengetahui apapun selain firasat buruk akan hal ini juga ikut melihat bagaimana furniture yang semula berwarna bening tiba-tiba berwarna merah ataupun hitam.

 

Cahaya kemerahan memenuhi ruangan tersebut dengan bergabungnya furniture tersebut dan membentuk sebuah tangga tak berujung.

 

Jessica yang melihat tangga tersebut langsung melesat menaiki satu demi satu tangga tersebut meninggalkan Luhan yang masih terlihat bingung dengan pemandangan ini.

 

“Sica…” teriak Luhan begitu menyadari undakan dari tangga tersebut mulai menghilang satu demi satu ketika Jessica menaikinya.

 

Luhanpun segera berlari dan menaiki tangga yang masih bisa ia capai. Namja tersebut mulai melihat Jessica yang tengah berhenti di tempat yeoja tersebut berada dan melihat ke arah Luhan.

 

“Lu, stop! Jangan ikuti aku, ku kumohon” pinta Jessica namun kembali melanjutkan menaiki undakan tersebut lagi.

 

Luhan yang tidak ingin kehilangan Jessica langsung mengejar Jessica dengan cepat. Sesekali ia hampir terjatuh karena undakan yang ia pijak tiba-tiba menghilang beserta dengan menghilangnya punggung Jessica yang semakin menjauh.

 

“Aish” geram namja tersebut.

 

Melihat undakan yang sudah terlihat ujungnya beserta Jessica yang kembali berlari kea rah kiri membuatnya mempercepat langkahnya. Iapun sampai di suatu lorong lagi dan mengarahkan dirinya ke kiri-arah yang tadi dilalui Jessica.

 

Sesampainya di sana, ia melihat Jessica bersama sebuah bayangan hitam gelap yang melayang-layang di sekeliling yeoja tersebut.

 

“Noo-”

 

Ucapan Luhan terputus begitu mengetahui tubuh Jessica dengan mata yang tertutup mulai melayang-layang seperti bayangan hitam tersebut menjatuhkan mahkota kristal Jessica ke lantai. Sinar biru memenuhi ruangan dan entah sejak kapan, Luhan dapat melihat di tengah-tengah ruangan tersebut terdapat lingkaran putih dan terdapat biola berwarna keperakan yang terletak di ruangan tersebut.

 

Luhan yang merasa bahwa biola tersebut merupakan perwujudan dari Jessica langsung mengambil biola tersebut.

 

Begitu mengambil biola tersebut, kedua matanya melihat beberapa not balok melayang-layang dalam pandangannya.

 

“Apa… aku harus memainkan not tersebut?” gumamnya kecil.

 

Seakan mengiyakan pertanyaan Luhan, mahkota Kristal milik Jessica yang sempat terjatuh tadi melayang-layang dengan sendirinya dengan cahaya kebiruan di sekelilingnya. Mahkota tersebut perlahan namun pasti mendekati Luhan yang tengah berdiri di tengah lingkaran putih tersebut sambil memegang biola keperakan tersebut.

 

Ketika mahkota tersebut sudah sampai dalam jangkauan Luhan, tiba-tiba saja mahkota tersebut berubah menjadi alat penggesek biola dengan warna putih dan dipenuhi oleh perwarna shapire blue.

 

Seakan mengerti, Luhan langsung menangkap alat penggesek biola tersebut ketika lambat-lambat benda tersebut jatuh.

 

Mata namja tersebut kembali melihat not-not balok yang seakan sebuah lagu dengan cermat. Ia akui ia tidak terlalu pandai bermain biola-ia sangat jarang untuk menyentuh alat music tersebut selama hidupnya.

 

Menghirup nafas dalam-dalam, lambat namun pasti tangan Luhan mulai menggesekkan alat tersebut kepada biola keperakan tersebut.

 

Ajaib, entah bagaimana caranya-Luhan dapat memainkan biola dengan suara yang indah mengikuti not-not balok yang dilihatnya dalam pandangan matanya. Kini, dirinya seakan sudah seperti pemain biola ulung terlihat dari caranya memainkan serta menghayati permainan biola tersebut.

 

Sedikit demi sedikit not yang sudah termainkan menjadi luruh dan menjatuhi seluruh penjuru ruangan tersebut. Ruangan yang penuh dengan cermin tersebut sedikit demi sedikit hancur dan menyisakan Luhan yang masih terhanyut oleh permainan biolanya tersebut.

 

Mendekati bagian akhir, Luhan melihat baying-bayang dari sosok Jessica yang kini berdiri melayang di hadapannya dengan kedua mata masih terpejam. Senyuman Luhan terukir dengan sendirinya melihat yeoja cantik tersebut. Tinggal not terakhir dan berakhirlah permainan Luhan.

 

Seketika itu pula lingkaran putih di sekitarnya bersinar terang-tak lupa juga seluruh ruangan di sekitarnya menjadi pecah dan bercahaya diganti dengan ruangan berwarna biru shapire yang mendominasi warna.

 

Jessica yang muncul dengan sempurna terjatuh secara perlahan ke pelukan Luhan disertai menghilangnya biola keperakan tadi beserta alat penggeseknya.

 

Luhan yang tanggap langsung menyangga tubuh Jessica yang terjatuh. Kini namja tersebut tersenyum melihat Jessica yang berada dalam pelukannya.

 

“Gwencana noona?” tanyanya lembut sambil menggenggam tangan Jessica yang kini tengah berdiri.

 

Jessica masih menatap Luhan dengan tatapan tidak percaya. Yeoja tersebut menatap Luhan dalam, membuat namja tersebut bingung dan salah tingkah dengan tatapan tersebut.

 

“Wae noona?” tanyanya sambil mengarahkan tatapan matanya kea rah lain-menghindari kontak mata dengan Jessica yang membuatnya tidak kuat entah mengapa.

 

Jessica tersenyum lebar melihat reaksi malu-malu dari Luhan tersebut.

 

“Gomawo Lu” ucapnya dan kemudian secara cepat dan tak diduga, Jessica menarik cukup kencang jas hitam Luhan mengakitbatkan Luhan yang terhuyung dan kini wajahnya sangat dekat dengan Jessica.

 

“Si-sica noona-”

 

Melihat Jessica yang menutup matanya perlahan setelah sebelumnya tersenyum jahil kepada Luhan, Luhanpun kini ikut menutup kedua matanya.

 

 

Suho yang menyadari bahwa sebentar lagi sampai ke tempat tujuan mengomando semua member untuk segera bangun dan bergegas dengan segala barang bawaan masing-masing ketika turun nantinya.

 

Sang leader tersebut-dengan dibantu jongdae a.ka. Chen membangunkan satu demi satu member EXO yang tengah tertidur pulas.

 

Suho membangunkan member yang berada di bagian depan sedangkan Chen membangunkan member yang berada di bagian belakang bus.

 

“Do-ya bangun…” ucap Suho sambil menggoncangkan tubuh DO pelan.

 

Do yang sudah terbangun langsung mengawasi sekitarnya dan membangkunkan Tao yang langsung bangun sambil menguap lebar.

 

Melihat kedua membernya sudah bangun akhirnya ia sibuk membangunkan Lay dan melihat ke Xiumin yang menatap horror seseorang di sampingnya.

 

Suho yang selesai membangunkan Lay dan melangkah ke bagian tempat duduk Xiumin-Luhan menatap heran member EXO paling tua tersebut.

 

“Ada masalah hyung? Luhan hyung masih susah dibangunkan seperti biasa?” tanya Suho.

 

Xiumin yang masih menatap horror Luhan di sampingnya hanya menggelengkan kepalanya cukup kencang lalu mengarahkan jari telunjuk kanannya kepada sosok Luhan.

 

Suho yang heran-pun melihat Luhan dan…

 

 

Chen yang bertugas untuk membangunkan member pada bagian belakang bus hanya berjalan pelan dan hendak membangunkan mereka perlahan.

 

“Ei? Ku kira kalian tertidur?” tanya Chen.

 

Merasa yang pertanyaan tersebut ditujukan pada beberapa namja tersebut. Kai, Chanyeol dan Baekhyun memasang senyum tiga jari pada wajah mereka.

 

“Kami tidak tertidur kok, Baekhyun hyung tadi baru saja bangun sedangkan Sehun mengguman tidak jelas sedari tadi” ucap Kai santai disertai anggukan BaekYeol.

 

Chen yang tidak mengerti melongok ke tempat Sehun dan mendapati maknae EXO tersebut mengguman tidak jelas.

 

“Noo… a-ani… jinjja noona aniya… wa-”

 

Mendengar gumaman tersebut Chen hanya geleng-geleng kepala dan mencoba membangunkan Sehun dengan menggoyangkan tubuh Sehun pelan.

 

“Hun-a… Sehun-a” ucap Chen cukup kencang.

 

Mendengar suara yang serasa unwanted, Sehun membuka matanya dengan malas sekaligus kesal.

 

“Hyung kau ini…” ucap Sehun dengan mimic kesal sedangkan Chen yang bingung hanya memasang muka –kenapa-kau-ini? Dengan tenangnya.

 

Huh dasar tak peka!’ gerutu Sehun dalam hati.

 

 

Sehun yang selesai bangun dengan sempurnapun sibuk mengemasi barang-barangnya sehingga tidak ada yang tercecer atau tertinggal, begitu pula dengan member EXO lainnya.

 

Berbeda dengan Sehun cs, Suho dan Xiumin masih saja menatap horror suatu objek yang dari tadi tidak pernah mereka lepaskan.

 

Sehun yang sudah selesai berkemas heran melihat wajah Suho yang terheran-heran di sekitar tempat duduk Xiumin dan Luhan.

 

“Ada apa hyung?” tanya Sehun ketika beberapa detik lamanya ia sudah berada di sana.

 

Tersadar, Xiumin dan Suho langsung mengarahkan telunjuk mereka kepada Luhan yang masih tertidur dengan pola yang aneh.

 

Merasa penasaran, Sehunpun langsung melongok wajah Luhan dan membuka mulut dan matanya lebar-lebar.

 

“HAHAHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHA” tawanya cukup kencang membuat duo onar KaiYeol yang penasaran tergesa-gesa pergi ke tempat kejadian perkara(?)

 

“Wae?” tanya keduanya bersamaaan.

 

Sehun yang saat ini masih memegang perutnya dengan kedua tangannya hanya tertawa dan menunjuk wajah Luhan yang masih tertidur saat ini.

 

“O…mo?” gumam Chanyeol sedangkan Kai langsung mengeluarkan ponselnya dan membuka fitur camera untuk memotret kejadian cukup langka ini.

 

CEKREK

 

CEKREK

 

CEKREK

 

Beberapa foto sudah Kai hasilkan untuk moment tersebut dari beberapa sudut.

 

Chanyeol yang masih terpenrangah kini sadar dan mengeluarkan ponselnya mengikuti Kai dan membuka fitur camera di ponselnya.

 

“Untuk apa kau memfotonya lagi Yeol? Bukankah tadi Kai sudah memfotonya?” tanya Xiumin.

 

Chanyeol hanya diam sambil memfokuskan dan mengambil gambar dengan sejelas mungkin dengan wajah plus senyum konyol di wajahnya.

 

“Ssst diam dulu hyung, aku sedang merekam Luhan hyung kkk” kikiknya pelan sambil terus memfokuskan kameranya kepada sang obyek utama-Luhan.

 

Luhan yang tak sengaja terbangunkan oleh suara eh bukan namun teriakan jahil Sehun yang tiba-tiba membangunkannya dan mimpi indahnya menggeram kesal.

 

“Huh kau mengganggu mimpiku” gerutu Luhan sambil memasang wajah kesalnya kepada Sehun.

 

“Kau mimpi apa hyung?” tanya KaiYeol bersamaan.

“Rahasia…” balas Luhan jahil.

 

Seakan mengerti Sehun langsung bertanya kembali pada Luhan.

 

“Kau mimpi berciuman dengan Jessica noona ya hyung?” tanya Sehun jahil membuat seluruh member EXO shock bukan main.

 

“Jangan bilang tebakan Sehun itu benar?” tambah Suho dan Xiumin.

 

Merasa mukanya sudah semerah udang rebus, Luhan menggerutu pelan.

 

“Jangan-jangan kau juga bermimpi sedang candle light dinner dengan Sica noona ya Hun?” tanya Luhan kepada Sehun-mencoba mengalihkan perhatian.

 

Sehun yang masih sibuk tertawa sendiri tanpa sadar…

 

“Ne, Sica noona sangat cantik dan lucu saat itu. Ah… dia tahu saja makanan kesukaanku. Apalagi ia menyiapkan makan malam yang romantic… eh?” sadar Sehun yang keceplosan menggambarkan mimpinya barusan kepada kesepuluh member EXO yang memasang baik-baik telinga mereka.

 

“MWO????????????????????????????????????????????” teriak Luhan dan Suho.

“Oh my” ucap DO.

“Wow” gumam Chen dan Lay.

“Wha sica noona?” ucap Tao.

“Dasar magnae” ucap Xiumin.

“Duh kasihan sekali Jessica noona harus berkencan dengan uri magnae” kecewa trio BaeKaiYeol dengan wajah memelas mereka.

 

Sehun yang mendengar komentar trio BaeKaiYeol langsung memberikan tatapan tajamnya pada hyungdeulnya itu.

 

“Ya hyung!” teriaknya kesal sedangkan trio tadi hanya terkekeh pelan lalu memalingkan muka mereka kea rah yang lain-setidaknya tidak bertatapan mata langsung dengan magnae EXO tersebut untuk beberapa saat ini.

 

Tao dan DO yang masih penasaranpun langsung mendekat ke gerombolan XiLuHoHun dsb tersebut.

 

“Luhan hyung apa benar kau mimpi akan berciuman dengan Jessica noona?” tanya Tao dan diikuti anggukan penasaran DO.

 

Luhan yang ikut lengah layaknya Sehun barusan juga mengganggukkan kepalanya membuat member EXO lain yang waspada-Tao, Suho, DO, Sehun, Xiumin-menjadi shock dan berteriak tidak karuan.

 

“Tidak kusangka ternyata hyung…” ucap Tao dan DO bersamaan.

“Hyung kenapa harus sica noona?” tanya Suho dengan wajah speechlessnya.

“Uh bertambahlah member yadong kita selain Jongin dan Sehun” tambah Xiumin membuat Kai yang merasa namanya terlibat memberikan death glarenya pada Xiumin.

“WOW hyung kenapa mimpimu bisa lebih DAEBAK daripada mimpiku” ucap Sehun dengan wajah tertawa ala diri Sehun, membuat Suho-Xiumin-DO-Baekhyun member terdekat dengan Sehun berdiri saat ini mengetuk kepala namja tersebut cukup kencang.

 

“Ya hyung appo!”

“Salah sendiri”

 

 

“Hatsyuuu…. Hatsyuuu….”

 

Melihat Jessica yang bersin-bersin cukup banyak dalam waktu yang berkesinambungan membuat member SNSD merasa khawatir.

 

“Eonnie kau sakit?” tanya Seohyun khawatir.

“Aku membawa obat Sica, kau mau kuambilkan?” tawar Tiffany sambil sibuk mengobrak-abrik isi tasnya.

“Kau butuh selimut tambahan Sica?” khawatir Taeyeon sambil bersiap-siap mengambil selimut untuk Jessica.

“Apa pendinginnya aku matikan sementara dulu eonnie? Eh maksudku aku kecilkan suhunya?” kini gilaran Yoona sang visual sambil mencoba mengatur suhu di sana.

“Perlu jaketku eonnie?” tanya Sooyoung yang duduk disebelah Jessica.

“Minuman hangat?” tambah Yuri sambil mencoba membuka kotak minuman di bawah tempat duduknya..

“Mandi air hangat setiba di hotel nanti? Akan kusiapkan secepatnya jika kau ingin Sica-ya” tambah Hyoyeon.

“Tissue? Tissue? Dimana tissue ku?” heboh Sunny mengobrak-abrik tas punggung hitamnya.

 

Melihat berbagai reaksi kekhawatiran membernya, Jessica hanya menolak dengan halus dengan mengibaskan tangannya pelan tanda menolak.

 

Member SNSD yang mengerti maksud baik Ice Princess mereka ini hanya terdiam sebentar dan kembali melanjutkan aktivitas mereka setelah memberikan kode kepada Jessica –jika-kau-butuh-apa-apa-segera-panggil-kami-ara?.

 

“Haaah kenapa aku bisa bersin sebanyak itu? Apa aku sakit?” gumam Jessica pada dirinya sendiri.

 

Beberapa detik setelah berbicara sendiri, ponselnya berbunyi kecil menandakan ada pesan yang masuk.

 

Tak ingin penasaran, Jessicapun membuka pesan yang berisi beberapa baris tulisan dan beberapa foto didalamnya dengan tenang-tanpa ada perasaan was-was dengan isi pesan tersebut.

 

Sooyoung yang sedang tidak ada pekerjaanpun ikut melihat kegiatan Jessica tersebut.

 

Wajah keduanya pertama-tama biasa saja ketika muncul nama Kim Jong In di layar ponsel Jessica, karena memang Jessica dan Kai cukup dekat bila menyangkut pesan. Namun tiba-tiba keduanya berubah drastic melihat rentetan isi pesan belum lagi foto-foto yang dikirimkan oleh namja berkulit eksotis di EXO tersebut.

 

“WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak Sooyoung heboh sambil merebut ponsel Jessica dari sang pemilik yang seakan-akan membeku seketika.

 

Yoona dan Sunny yang overexcited-beserta member SNSD lain langsung menoleh kea rah Sooyoung.

 

“Wae? Ada berita apa? Kita akan mendapatkan banyak makanan gratis?” tanya SunNa bersamaan membuat wajah berbinar Sooyoung meredup seketika.

 

Yuri yang sedang berpikir langsung menoleh kepada Sooyoung “Apa ada gossip baru? Dari member EXO?”

 

Sooyoung yang mendengar pertanyaan tebakan Yuripun langsung kembali berbinar.

 

“Waaa Yul eonnie kau tahu saja? Aku mendapatkan berita itu dari Kai. Guys berkumpullah!” titah Sooyoung membuat Yoona yang sangat antusias langsung menyerbu Sooyoung terlebih dulu-disusul oleh Sunny, Tiffany, Yuri, Hyoyeon, Taeyeon dan Seohyun.

 

Begitu keseluruhan member SNSD membaca isi pesan dan foto yang dikirimkan oleh Kai, mereka langsung berdeham-deham dan menyerbu serta menggoda Jessica.

 

“Ekhem, Luhan dan Sehun ne?” goda TaeSunNy.

“Waaaa Luhan Oppa…..” goda Yoona.

“Si kembar itu… haha Jess Jess” ucap Hyoyeon bersamaan dengan Yuri dan Sooyoung.

“Chukhae eonnie” ucap Seohyun tanpa rasa berdosa sedikitpun.

 

Kesal dengan godaan dari memberdeulnya Jessica memasang muka memelasnya.

 

“Huwaaaaaaaaaaaa awas kau KIM JONG IN!!!” kesal Jessica sambil menutupi wajahnya dengan bantal boneka milik Sooyoung.

“Huwaaa eonnie jangan kotori bantal bonekaku…”

 

= Dreams =

 

Okay this is all… pendekkah? Masih kurang panjangkah? ._.v

 

Ff ini author buat untuk sequel ff B yang sudah author kirim jaman dhulu kala (?) karena kalian semua banyak yang minta ke author buat sequel ff itu jadi ya… euhm inilah jadinya ^.^”

 

Sorry auhor ndak sempat buatin BaekSica ver. Soalnya author masih sakit kalo keinget ma BaekYeon couple. Ya ndak sakit sakit juga sih, tapi jadi rada ehm, gimana gitu sama Baekkie #duh athor pake alasan ajj, ngomong aja g mau buat -_-“

 

Pkoknya Jeongmal Mian jika kurang memuaskan huhuhu ide fantasy author rada2 #bukan rada tapi-ancur banget L n terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah memberikan comment, semangat dan yang sudah membaca ff author yang satu ini maaf belum sempat comment balik di ff2 sbelum2nya dari author huhu x’( #tapi author baca commenntnya kok cuman ndak smpet bgt buat bales L #jeogmal mian. but gomawoyo readers atas smuanya😀

 

Sekali lagi makasih udah baca ff Gj dari author yang satu ini hehehe J

And last….. See you again in the next fanfic ppai ppai😀

 

Full of Love : Violet Park ^*^

 

9 thoughts on “[Freelance] (D) (Oneshoot)

  1. Pas awal” ff ini aku kok rada bingung ya ?? Tapi pas baca kebawah lagi baru mudeng deh😀
    Pas mimpi bagian luhan terinspirasi dari MV henry-fantastic kan thor ?? Keren deh
    di tunggu ff lain’a thor….:-)

  2. lucu thor.. tapi aku sempet ga mudeng pas bagian mimpi-mimpi sehun luhan itu. tapi pas mereka udah bangun dr tidur baru mudeng ‘–‘ wkwk

    bagus thor, ditunggu ff lainnyaa~

  3. Haha . . Lulu pasti manyun manyun, itu kaiyeol pada jail bnget s pake di foto segala.
    Uri maknae hunhun mah selalu lucu.
    Haha anak ayam. . Ah gak tau mau ngomong apa lagi. Tapi jelas aku butuh sequel, ,,,
    keep writhing untuk ff”yg lain.

  4. omo hunhan mimpi eoh?tapi lebih ekstrim mimpinya luhan *nyium sicaeon😀 mimpi luhan kebanyakan ngayal *namanya aja mimpi*abaikan,ada magicnya segala. sehun ngigo dah,dasar maknae😀 BaekKaiYeol trio amburaduk empat kalo ditambah sang maknae😀 jiaah foto hunhan dikirim ke sica eon dah,andai aku jadi sicaeon ngefly dah di mimpiin dua namja tampan*abaikan! keren thor ceritanya,next ff KEEP WRITING!!

  5. Pertamanya aku kurang paham tapi pas bagian akhurnya baru ngerti deh.. wkwkwkkkk…

    Kasihan sica nersin melulu gara”ada yang ngomongin di belakang. Wkwkwkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s