That Stupid Letter

Tittle : That Stupid Letter

Author : JungDhane / @DhaniWKW

Main Cast : Jessica Jung | Xi Luhan | Kris Wu | Im Yoona

Lenght : drabble / ficlet

Genre : romance, angst, school life, friendship

Rate : PG-13

Note : Sorry for bad story and typos. The casts isn’t mine. They were belong to their parents, God and their agency. Enjoy ^^

That Stupid Letter

Author POV

Gadis cantik dengan wajah cantiknya yang terus ia tekuk selama perjalanan menuju sekolahnya itu adalah Jessica. Bukan tanpa alasan yeoja cantik itu terlihat kesal di pagi hari. meskipun wajahnya tak menunjukkan raut kekesalan, malah wajah lucu dengan aksen menggemaskan yang terlihat disana, tetap saja ia sedang tidak enak hati.

Ia jelas-jelas masih ingat tentang percakapan Luhan dan Yoona mengenai dirinya semalam mengenai dirinya kemarin malam, dan itu cukup untuk melukai perasannya hingga detik ini.

FLASHBACK

“Oppa! Neo michiseo?!!” Teriak Yoona dari dalam rumah ketika ia melihat Luhan yang baru saja menginjakkan kakinya setelah melewati pintu utama.

“Ya Yoona-ya, oppamu ini baru saja datang. Tak bisakah kau menyambutku lebih sopan meskipun hanya sedikit?”

Bukannya meminta maaf, Yoona malah memasang tampang garangnya dan memukul kepala Luhan dengan cukup keras.

“YA! YOONA XI APA YANG KAU LAKUKAN?!” teriak Luhan marah.

“Aku? Apa kau masih bisa bertanya apa yang aku lakukan padamu, setelah kau tau apa sebenarnya dimana letak kesalahanmu, oppa?” Balasnya dengan ekspresi wajah yang datar.

Luhan yang masih bisa meredam emosinya itu memilih mendengus kasar, “apa maksutmu?”

Yoona tersenyum sinis, “aku tau kau memang bodoh, tapi tak bisakah kau sedikit lebih pintar untuk menyadari kesalahanmu oppa? Kau memang 3 tahun lebih tua dariku, tapi sayang kau malah lebih bodoh 3 kali lipat dibandingkan aku”

Luhan menggeretakkan giginya, entah kenapa ucapan adiknya itu kembali menyulut emosinya.

“Apakah kau senang menyakiti hati orang yang aku suka oppa? Tak sadar kah jika kau menyakiti hatinya? Kau tega menyakiti hati calon kakak iparku? Calon istrimu?!” Tekan Yoona disetiap perkataannya.
“Tak bisakah kau menganggapnya ada? Aku hanya menyukainya sebagai gadismu nantinya oppa. Setelah seringnya kau mengabaikannya kini kau mengatakan rasa suka kepada orang lain? Dimana hatimu Xi Luhan!”

Luhan mengangkat sebelah alisnya keatas. Sebegitu serius kah Yoona menginginkan dirinya menikah dengan Jessica sehingga membuat adik satu-satunya itu marah besar?
“Yoona-ya sudahlah, itu hanya bualan kekanak-kanakanku. Aku hanya mencintai Seohyun, percuma saja jika aku menikah dengan Jessica. Aku tak mencintainya -”

Dan setelah itu, Jessica yang tengah mengintip pertengkaran Yoona dan Luhan dari balik pintu masuk hanya dapat menekan dadanya yang terasa sesak dan memilih pulang saat suara teriakan Yoona dan aduhan Luhan terdengar di telinganya.

FLASHBACK END

Demi apapun juga, kalimat Luhan yang sederhana namun menyakitkan itu benar-benar masih membekas di  hatinya hingga pagi ini. Percuma saja ia dan Yoona mengikuti kelas akselerasi agar dapat memiliki kesempatan untuk membina ilmu di tempat yang sama dengan Luhan-yang ia kira cinta sejatinya- tapi kini malah menyakitinya. Dunia benar-benar tak adil menurutnya. Kenapa ia harus merasakan sakitnya jatuh cinta sebelum ia merasakan kenikmatan duniawi bersama Luhan sebagai kekasihnya?

—–00000—–

“Benarkah ia menerima coklat dari seorang yeoja?”

“Tentu saja, bahkan ia menerimanya begitu saja. Bukankah ini adalah sesuatu yang mengagetkan? Ia tak bahkan tak menerima dan akan langsung menolak coklat dari siapapun di tahun sebelumnya”

“Jangan-jangan yeoja itu adalah kekasihnya?”

“Kudengar juga seperti itu, lagipula gossip yang beredar yeoja itu cukup cantik”

Luhan, namja tampan dengan kening berkerutnya itu nampak melewati yeoja-yeoja yang tengah bergosip yang tanpa sengaja memasuki pendengarannya. Tunggu sebentar, Apakah ia tak salah dengar? Hei yang sedang yeoja-yeoja itu bicarakan adalah sahabatnya. Dan yang membuat kening Luhan seketika mengkerut adalah dimana gosip yang ia dengar jika sahabatnya memiliki kekasih? Benarkah?

Luhan yang telah memasuki kelas itu menduduki bangku sembari mengamati seorang namja jangkung dengan rambut yang dicat blonde disampingnya, membuat teman sebangkunya itu menoleh heran karena tak biasanya Luhan memperhatikannya seperti ini.

“Aku tau kau cantik Luhan-ah, tapi tak bisakah kau bertingkah seperti namja sungguhan saat melihatku? Kau menatapku seolah kau sedang terpana pada pandangan pertama akan ketampananku”

Pletak

Luhan dengan senang hati menghadiahkan sahabat sekaligus teman sebangkunya itu sebuah jitakan yang mendarat mulus dikepalanya.
“Maaf tapi aku masih menyukai yeoja Kris” desis Luhan kesal.

Kris terkekeh pelan, setidaknya membuat Luhan kesal adalah hobinya sejak lama.

“Ada apa denganmu?”

Satu alis Kris terangkat, “memangnya ada apa denganku?”

Luhan menghela nafasnya, “kau memiliki seorang kekasih? Begini, pagi ini secara tak sengaja aku mendengar gossip yang beredar mengatakan bahwa kau menerima sekotak coklat dari seorang yeoja beserta surat cintanya, apakah kau menerimanya menjadi yeojamu?”

Wajah datar Kris itu tiba-tiba saja mengerluarkan smirk tipis. Meskipun tipis smirk itu tetap saja terlihat karena wajahnya yang datar. “Bagaimana jika, Ya, aku memang menerimanya. Lagipula tak ada salahnya bukan jika si dingin Kris Wu memiliki yeojachingu?”

“Well, baguslah karena kau menerimanya. Setidaknya kau tidak menyakiti hati lebih banyak yeoja lagi, dan tentunya kau memiliki seorang kekasih sekarang. Mm, Boleh aku tau siapa dia?”

“Tidak sekarang, kau akan lihat nanti” jawabnya misterius disertai senyum tipisnya yang tidak biasa.

—–00000—–

“Yoona-ya, kau merasa tidak jika seluruh siswa disini memandang kita sekarang?” Tanya Jessica pada sosok Yoona yang dengan lahap menikmati makan siangnya dikantin dihadapan yeoja cantik blasteran ini.

Yoona mengangkat kedua bahunya, “cuek saja, anggap mereka patung tak bernyawa” jawabnya, setelah itu ia kembali bergulat dengan makan siangnya.

Dasar sikshin, Batin Jessica.

“Chagiyaa… ”

GREP

Suara berat dari seorang namja beserta dua tangan yang tiba-tiba saja bergantung bebas di lehernya membuat yeoja blasteran itu terdiam. Bukan, bukan karena ia menikmati sentuhan namja yang memanggilnya dan memeluk lehernya begini. Tapi karena ia kaget, dan saking kagetnya ia bahkan tak mampu berpikir dengan jernih sehingga membiar kan namja itu terus memeluknya, terlihat seperti tak keberatan dengan apa yang dilakukan dengan namja yang memanggilnya itu.

Yoona yang awalnya memakan makan siangnya dengan tenang itu tanpa sengaja menjatuhkan sendok yang masih menempel dibibir kecilnya. Begitu melihat sang sahabat dan juga calon kakak iparnya dipeluk oleh namja lain membuatnya sangat shock. Namun satu hal yang lebih menarik perhatiannya ketimbang menonton Jessica yang dipeluk oleh namja lain.

Luhan.

Ya, Luhan berada disana. Berada tak jauh dari sisi namja yang masih memeluk Jessica dan sepertinya enggan untuk melepaskan sahabatnya. Mata namja itu terlihat melebar, dan yang Yoona lihat namja dengan rambut kecoklatan itu juga sama sepertinya. Ia juga terlihat kaget.
Lakukan sesuatu Xi Luhan, bodoh sekali!, batin Yoona.

“Ehem.. ” Luhan bergumam pelan, Membuat namja dengan rambut blonde yang memeluk Jessica itu menoleh seraya melepaskan pelukannya.
“Jadi… ini kekasihmu? Jessica Jung adalah kekasihmu, Kris?” Tanya Luhan sembari menatap Jessica yang entahlah apa maksutnya.

“Ya, dia, maksutku Jessica Jung adalah kekasihku. Mulai dari sekarang dan selamanya. Jadi jangan mencoba untuk menganggunya atau menggodanya, karena dia hanya milikku” jawab Kris dengan suara lantangnya.

DEG

selamanya.

Semua orang mulai mengalihkan perhatian mereka dari makanan beralih tertuju pada namja blonde nan tampan yang merupakan kapten basket di sekolah saat ini, Kris Wu. Pemuda yang terkenal dingin dan tak mudah dekat dengan yeoja tengah mengatakan dengan lantang hubungannya dengan Jessica, yeoja cantik yang terkenal selama ini selalu menempel pada Yoona dan Luhan.

Yoona menggeram, Jessica hanya milik Luhan, dan sebaliknya pun harus begitu. “YA! Bisakah kau gunakan mulutmu dengan benar? Kau… jangan seenaknya bicara tuan!” Teriak Yoona.

Kris menaikkan sebelah alisnya, “ya Luhan, ada apa dengan adikmu? Apakah dia cemburu pada kekasihku?” Tanya Kris pada Luhan yang juga terdiam. Sama persis seperti apa yang Jessica lakukan. “Maaf nona, tapi yang aku katakan ini adalah kenyataan dan sungguhan. Sahabatmu ini, ah maksutku kekasihku ini menembakku dengan sekotak coklat yang rasanya sangat enak. Tentu saja aku menerimanya. Kata-kata dalam suratnya begitu menyentuh hatiku”.

Jessica menoleh kaku pada Kris yang saat ini sedang tersenyum kearahnya, oh astaga betapa tampannya seorang Kris Wu yang tersenyum begitu tulus dihadapannya, membuat tubuh Jessica sedikit bergetar dibuatnya. Benar ucapan orang-orang tentang namja China-Canada dihadapannya ini, bahwa namja itu benar-benar merupakan seorang Prince Charming dan Jessica akui itu benar.

Ah astaga gadis cantik itu lupa sesuatu, kenapa disaat seperti ini ia malah membayangkan Kris. Bodohnya.
“Sunbae-nim” panggil Jessica yang ditujukan untuk Kris, membuat namja tampan itu menatapnya. “Maaf tapi…” Jessica mengantungkan kalimatnya, membuat penasaran Kris dan Yoona yang menatapnya dengan begitu serius, tak terkecuali Luhan yang masih berada disana.

Kenapa bisa dengan bodoh aku lupa menarik suratnya. Jessica Jung kau benar-benar yeoja terbodoh di dunia. Lebih baik kau menghilang saja dengan surat bodohmu itu. Batin Jessica sembari merutuki kebodohannya.

“Tapi?” Ulang Kris.

“Maaf tapi bisakah kita bicara sepulang sekolah? Aku akan menunggumu di gerbang”

Kris melebarkan senyumnya, “tentu saja. Aku akan menemuimu nanti, selesaikan makan siangmu, aku tak ingin kau sakit. Aku pergi” ucap Kris sembari menarik Luhan yang hanya terdiam.

“Jessica kau- ”

“Tidak sekarang Yoona-ya” potong Jessica. “Lebih baik kita kembali, bel akan segera berbunyi” ucapnya dan segera meninggalkan Yoona menuju ke kelasnya.

The END

Hallo haiiii.
Maaf karena aku jadiin misterius boy nya jadi Kris, karena emang sosok Kris disini lebih sesuai dengan alur cerita. Gini ajadeh, biar lebih gampng dan tidak ada pihak yang tersakiti. Tidak suka pairing tidak usah baca. Gampang kan? ^^

Maaf untuk memposting cerita cukup lama, kesibukan kelas 3 lumayan menguras.
Leave a comment or like for JD please.

-JungDhane-

Posted from Real JungDhane’s World

35 thoughts on “That Stupid Letter

  1. Annyeonghasseo, aku reader baru disini🙂
    eooohhh, ff author bikin greget😉 oh iya, ini sequel dari chocolate valentine ya? terus ko diakhir bacaannya end? kan masih ngegantung banget .. Dibikin chapter aja thor *saran

  2. ohmygoshhhhh aaaa gantung ToT

    aku baru baca ini , duhh kasian

    aku penasaran sama kelanjutannya , well, aku juga setuju sama yoona kenapa luhan begi banget disini aduhhh luhannn-____-

    okay kkay ditunggu next storynyaaa authoor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s