LOVE YOU…/Chapter 4

Author: S.Y.M

Title: LOVE YOU …

Genre: marriage life, Romance, Angst

Length: series

Rating: G

Cast: – Jung Sooyeon

jessica24

– Xi Luhan

luhan 2

Other Cast:

Jia MISS A|| Jung Yoogeun|| Cho Kyuhyun

*

*

Dari awal aku tidak berusaha untuk menutupi apapun, aku hanya tidak ingin kekecewaan itu datang padanya. Apa yang kulakukan dan apa yang kuperoleh, hukuman apa yang kudapat, itu memang pantas untuk ku.

_XI LUHAN_

.

.

Luhan dengan ragu melangkah ke dalam ruangan itu, ia baru saja datang dari kantor dan lagi-lagi menyerahkan pekerjaannya pada Sekretaris Hwang. Ini sudah yang kesekian kalinya Luhan menemukan Sooyeon pingsan karena kesakitan di kepalanya.

Sooyeon terduduk di tempat tidurnya, selang infus masih membelit tangannya, dan ia dengan tatapan kosong ke arah jendela ruangannya. Ini hari pertamanya sadar setelah semalaman ia pingsan.

Yang membuat Luhan ragu adalah, penjelasan dokter yang mengatakan bahwa, ada perubahan sikap dari Sooyeon. Apa dia mengingat sesuatu?

“Kau sudah sadar?” tanya Luhan.

Dan Sooyeon masih terdiam, tatapannya masih kosong ke jendela itu.

Luhan menghela nafas, ia mendekati Sooyeon dan berdiri di depannya. Namun hasilnya sama saja, Sooyeon tidak memperdulikannya. Ia masih terdiam.

“Sooyeon_ah”

“Apa kau benar-benar suamiku? “ dan hal itulah yang pertama kali diucapkan oleh Sooyeon.

Luhanlah yang kali ini membatu. Ia benar-benar yakin Sooyeon mengingat sesuatu.

“Apa yang kau katakan?”

Sooyeon menatap tajam Luhan, matanya sedikit berkaca-kaca menahan tangisnya.

“Aku mengingat sesuatu, dan itulah sebabnya aku bertanya padamu”

.

.

“Aku suamimu, sudah aku jelaskan itu dari awal”

“Apa kau bisa dipercaya? Mungkin orang lain bisa membuktikan bahwa kau bukan suamiku”

Luhan terdiam, ia tahu siapa yang bisa melakukan itu padanya. Ia benar-benar mengutuk Ny Rachel yang datang menemui Sooyeon di rumahnya. Ia yakin setelah pertemuannya di kantor dengan Sooyeon, membuat Ny Rachel melangkah cepat dan menemui Sooyeon di rumah mereka. Apalagi yang dicari Ny Rachel? Selain rasa penasarannya tentang diri Sooyeon.

Luhan yakin Ny Rachel mengatakan sesuatu untuk memancing pengakuan Sooyeon. Namun mungkin ia tidak akan mendapatkan apa-apa. Akibatnya Sooyeon kembali kesakitan karena berusaha terlalu keras mengingat masa lalunya.

“Jangan dengarkan orang lain, cukup dengarkan aku seorang” Luhan mendekati Sooyeon dan memeluknya.

“Bisakah aku mempercayaimu setelah apa yang terlintas di otakku? Bisakah? Dapatkah kau menjamin bahwa yang kau katakan itu benar? Rasanya hatiku menolak bahwa kau berkata benar “

Luhan terdiam, ia beralih pada Sooyeon dan menatapnya.

“Apa yang kau ingat?”

Sooyeon membalas tatapan Luhan, lalu ia memalingkan  wajahnya.

“Apa perdulimu?”

Luhan menghela nafas, Sooyeon memang keras kepala.

“Katakan, apa yang kau ingat?” Tanya Luhan sekali lagi, ia begitu penasaran, disisi mana Sooyeon mengingat Luhan.

“Shireo! Kau orang jahat” Sooyeon menampik tangan Luhan dan mendorongnya.

“Kau ORANG JAHAT” teriak Sooyeon , matanya menatap Luhan penuh amarah. Ia juga terlihat akan menangis saat itu.

Ini sungguh sulit untuk Luhan. Kondisi Sooyeon benar-benar membuatnya bingung.

.

.

 

“Mom_my…” suara lirih itu memecah keheningan dan kemarahan Sooyeon.

Ia segera mengalihkan pandangannya dan tak ingin menoleh ke sumber suara. Ia sedang marah dengan Luhan, kenapa harus ada Gaozhan disini?

Luhan pun segera menghampiri pahlawan kecilnya itu. Tidak seharusnya ia ada disini disaat Sooyeon sedang labil dengan keadaanya.

“Kau datang? Sayang sekali…mommy harus istirahat, kita harus bermain di luar”

Luhan menggendong tubuh mungil Gaozhan yang masih ingin bertemu Sooyeon. Wajahnya sedikit terkejut, namun ia menurut pada Luhan.

“Siapa yang Jahat Daddy? Mommy mengatakan itu”

DEG

Luhan tersenyum kaku menanggapi pertanyaan putranya itu. Mungkin ia mendengar Sooyeon yang berteriak.

Sedangkan Sooyeon, ia terlihat menitikkan air mata. Kenapa ia harus dalam posisi sulit seperti ini?

“Tidak ada, Mommy hanya marah karena Daddy mengganggu tidurnya” dan itulah alasan yang keluar dari mulut Luhan

“apa Daddy mememcet hidung mommy seperti yang sering kau lakukan padaku?”

Luhan tersenyum dan mengangguk, ia lupa jika ia sering melakukan itu pada Gaozhan, mungkin itu menjadi alasan kenapa Sooyeon marah, setidaknya itulah anggapan Gaozhan.

Lalu mereka keluar dari ruangan itu

Luhan perlu bantuan Jia untuk membawa Gaozhan sementara setelah Sooyeon stabil dengan keadaannya. Bukan tidak mungkin Sooyeon akan menolak bertemu dengan Gaozhan. Dan ia tidak ingin melihat Gaozhan semakin bingung dengan apa yang terjadi dengan Mommynya.

.

.

.

Jia terlihat ngos-ngosan ketika sampai di depan dua namja yang sedang menghabiskan susu kotak mereka. Dan dia hanya mendapat tatapan tanpa dosa dari kedua namja itu.

“Hya!” Jia memukul kepala Luhan

“Aish… bisakah kau tidak melakukannya di depan Gao?” protes Luhan, ia mengusap kepalanya.

“kau hanya menyambutku dengan tatapan seperti itu, sementara aku meninggalkan client ku dan buru-buru kesini” Jia merebut susu kotak yang ada di tangan Luhan lalu meneguknya.

“Aku tidak memintamu untuk meninggalkan client mu “

Pletak

“Hya!” teriak Luhan kesal.

“Bagaimana mungkin aku tidak meninggalkan Client ku dan kesini setelah apa yang kau ceritakan!!”

Luhan terdiam, matanya mengisyaratkan pada Jia untuk tidak berbicara lebih banyak lagi.

Jia yang sadar pun segera menutup mulutnya. Ia mengatur nafasnya dan beralih pada Gaozhan. Ia harus membawa keponakannya itu ke rumah Ny XI untuk sementara waktu.

“Kita akan berburu apa hari ini jagoan?” Tanya Jia lembut, senyumnya yang melengkung itu membuatnya terlihat cantik, sangat berbeda saat ia marah pada Luhan.

“Shireo, aku sedang menunggu Mommy”

“Kau harus ikut bersama bibimu Gao” sumbang Luhan dan kalimat itu membuat raut wajah Gaozhan berubah seketika.

“hik…hik…hik…Daddy memang jahat” Gaozhan menangis saat itu juga.

Luhan menghela nafas, apa yang salah dari kalimatnya? Kenapa Gaozhan ikut-ikutan mengatakan ia jahat?

“Any any any… jagoan kecilku, kita akan berburu mainan, Mommy harus beristirahat lama, Daddy pasti akan menjemputmu untuk bertemu Mommy” Jia menggendong Gaozhan yang masih menangis.

Sedangkan Luhan, ia hanya terdiam. Ia tidak pandai merayu Gaozhan saat menangis. Yang ia tahu Gaozhan hanya sering marah, dan ia jarang menangis. Kenapa saat ini ia malah menangis?

“mom_my” lirihnya, namun saat ini ia tengah menjauh dari Luhan. Jia sudah membawanya untuk pergi dari tempat itu.

 

__________________________LOVE YOU_______________________

 

Sooyeon masih terdiam, mimpi yang terlintas itu masih ia ingat jelas dan ia ikut larut ke dalamnya. Mimpi itu seperti gambaran asli. Dan ada Luhan di dalamnya.

“Aku lihat dengan jelas kecelakaan itu, kecelakaan mengerikan itu dan juga kau Luhan” ucapnya.

Selanjutnya ia menarik selimutnya dan memejamkan mata setelah ia merasa ada seseorang yang masuk ke ruangannya. Dan ia mengenal langkah kaki itu, yang tak lain adalah Luhan.

 

Luhan tahu dengan pergerakan kecil di mata Sooyeon, bahwa wanita itu belum tidur. Ia sengaja menghindari Luhan saat ia datang. Dan ia tidak ingin memperpanjang rasa marah Sooyeon padanya.

Ia tersenyun kecil saat melihat dengan dekat wajah Sooyeon dan ia mendapat ide untuk membangunkan Sooyeon. Jika ia berhasil itu hanya gangguan kecil untuknya. Hanya relaxasi agar Sooyeon tidak terlalu marah padanya saat ini.

Luhan memutuskan untuk lebih dekat dengan wajah Sooyeon dan ia menyentuh puncak kepalanya. Membelainya lembut dan tanpa canggung ia mencium bibir Sooyeon, kali ini bukan ciuman singkat. Tapi ciuman yang cukup lama seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya dan ia menikmatinya. Membuat Sooyeon tak tahan untuk tidak membuka matanya karena terkejut. Lagi-lagi Luhan menciumnya seenaknya.

Dan pria itu menghentikan ciumannya setelah merasa Sooyeon membuka matanya. Ia menyeringai melihat tatapan tidak terima dari Sooyeon. Namun ia berani bersumpah bahwa ciuman yang ia berikan bisa dirasakan sendiri oleh Sooyeon bahwa itu adalah hal tulus yang ia berikan.

“Kau mirip Snow White, kau menggagalkan ciumanku, seharusnya ciumanku bisa lebih lama dan lebih dalam” goda Luhan.

Dan BLUSH!! Pipi itu menjadi semu karenanya.

Sooyeon memalingkan wajahnya, ia tidak mau terlihat bahwa pipinya saat ini sudah berubah warna karena apa yang diucapkan Luhan.

AWAS KAU XI LUHAN…runtuknya.

“Jika kau sudah cukup baik, kita akan pulang besok. Sementara kau akan tinggal di rumah eomma” jelasnya .

Sooyeon cukup diam, dan itu dianggap Luhan sebagi persetujuan.

Luhan tersenyum dan mengecup singkat puncak kepala Sooyeon.

“Istirahatlah… aku tidak akan mengganggu” luhan beranjak dari tempat itu.

.

“…kita tidak pernah menikah kan?”  detik berikutnya kalimat itu keluar dari mulut mungil Sooyeon.

Luhan, pria itu terhenti. Hatinya mencelos begitu saja ketika mendengar pertanyaan Sooyeon. Sebenarnya apa yang ia ingat sehingga ia bisa mengatakan itu?

Ia berbalik dan melihat Sooyeon sudah duduk di tempat tidurnya, ia hendak melepas selang infus yang terpasang di tangannya namun buru-buru Luhan mencegahnya.

“Apa yang kau katakan?”

Kini yang Luhan lihat adalah tatapan tajam dari Sooyeon yang entah bisa ia artikan apa. Kenapa tatapan itu begitu menusuknya. Tatapan penuh tuntutan dan kemarahan. Sedangkan ia yakin Sooyeon tidak benar-benar mengingat semua masa lalunya.

“Aku hanya bertanya… apa Gaozhan itu putraku? Apa kau benar-benar suamiku? Saat seseorang hilang ingatan, bisa saja semua cerita yang ia alami sekarang hanya sebuah kebohongan”

Luhan menunduk, bagaimana ia bisa menjelaskannya pada Sooyeon.

“Aku akan panggil dokter untuk memeriksamu” dan itulah tanggapan Luhan dari pertanyaan gila yang dilontarkan Sooyeon.

“Kau tidak bisa menjawab pertanyaanku?” Sooyeon masih bersikeras.

“Aku akan jelaskan tapi tidak sekarang”

“itu artinya kau memang berbohong padaku, kau bukan suamiku dan Gaozhan bukan anakku!”  balas Sooyeon dengan sedikit berteriak.

“HENTIKAN  PIKIRAN GILA ITU! Kau sedang labil Sooyeon” bentak Luhan.

Sooyeon membuka matanya lebar, ini kali pertama Luhan membentaknya. Detik berikutnya lagi-lagi ia harus berhadapan dengan dokter untuk memberinya suntikan penenang.

_______________LOVE YOU________________

 

Cho Kyuhyun, sang pengacara itu terlihat sangat gelisah. Ia terus mengetukkan bolpoinnya ke meja. Tangan kirinya ia gunakan untuk memainkan ponselnya. Ia ingin menghubungi seseorang.

Sejak mendengar Perusahaan Luhan menolak untuk bekerjasama dengan JEASIN Group, Ia yakin Ny Rachel tidak akan tinggal diam.

Tidak dipungkiri  sang presdire Tn Jung meninggalkan perusahaan dalam keadaan memburuk. Bersamaan  dengan lepasnya perusahaan yang sebelumnya adalah saham terbesar yang dipunyai JEASIN.

Beberapa pabrik terpaksa dinonaktifkan. Dan akhir-akhir ini menerima banyak demo dari karyawan yang di PHK.

Itulah sebabnya ia diminta untuk membujuk Luhan agar ia mau bekerja sama dengan JEASIN.

Ia yakin Luhan bukan orang bodoh yang akan melakukan itu. Luhan terlalu peka untuk membaca strategi Ny Rachel yang akan menguasai kembali perusahaannya untuk mendompleng JEASIN agar benar-benar menjadi miliknya.

Tangannya benar-benar gatal untuk segera menghubungi seseorang. Ia tidak pikir panjang, akhirnya ia menghubungi seseorang yang ia maksud.

“Bisakah kita bertemu?”

“….”

“Baiklah,” Kyuhyun menutup teleponnya, selanjutnya ia meraih jaz dan kunci mobilnya. Ia pergi ke tempat yang ia janjikan.

.

.

Luhan terlihat menunggu seseorang. Tidak butuh waktu lama untuknya menunggu. 5 menit berlalu dan ia bisa melihat seseorang memarkir mobilnya dan segera masuk ke dalam Cafe tempatnya membuat janji.

Luhan membungkukan badannya dan keduanya duduk di kursi yang telah dipesan.

“Black Coffe?”

“Any…hanya air putih”

“Ayolah…anda hanya memesan air putih di Cafe ini?”

Pengacara Cho menghela nafas, selanjutnya ia tersenyum dan menggerakkan tangannya, yang artinya ia memesan minuman yang sama dengan Luhan.

Luhan mengangguk pada sang waitress dan selanjutnya waitress itu pergi menyiapkan pesanan mereka.

“Apa yang ingin anda bicarakan “ tanya Luhan.

Cho Kyuhyun, pria itu tersenyum simpul. Bahkan Luhan masih saja bersikap seolah tidak terjadi apa-apa . Ia berdehem kecil. Dan mengikuti alur yang Luhan ciptakan. Pertemuan mereka seharusnya tidak setegang ini.

“Hanya ingin mengobrol, sudah cukup lama kita tidak bertemu, tidak perlu seformal itu” jawab Kyuhyun.

“Uri Sooyeon, dia baik-baik saja. Bukankah itu yang ingin anda tanyakan?”

Kyuhyun menyeringai, sementara tangannya mengepal ingin memukul Luhan karena sikap menyebalkannya.

“Uri Sooyeon? “

“Jika anda bertanya tentang Jessica, anda salah. Istriku bernama Sooyeon”

Kyuhyun  menggeram kecil. Kapan Luhan bisa bersikap baik padanya.

“Jessica dan Sooyeon adalah orang yang sama, jangan mencoba untuk mengubahnya”

Luhan tersenyum, dan keheningan berlangsung ketika waitress memberikan pesanan mereka.

“Kamsahamnida…” ucap Luhan pada waitress.

Begitu pula Kyuhyun yang mengangguk kepada waitress itu.

“Aku tidak mengubah apapun, aku hanya lebih suka nama Sooyeon daripada Jessica” lanjut Luhan.

“Apa yang terjadi? “

“Dia sudah mengingat masa lalunya, tapi aku tidak tahu pasti apa yang ia ingat”

“Ny Rachel, apa dia yang menyebabkan itu?”

“Entahlah…dia akan mengingat semua, dan aku hanya menunggu kapan itu terjadi”

Kyuhyun terdiam, begitu juga Luhan. Mereka sama-sama tahu kemungkinan yang terjadi ketika Sooyeon mengingat semua kejadian sebelum ia kecelakaan. Yang tak lain adalah saat ia menjadi seorang Jessica.

“Apa kau khawatir? “ tanya Luhan

Pengacara Cho hanya tersenyum, entahlah… ia sendiri ragu apa yang harus mereka lakukan ketika Sooyeon mengingat masalalunya. Melihat apa yang terjadi pada dirinya, dan juga pada abojinya. Apa yang akan ia lakukan seharusnya begitu mudah ia tebak karena ia sangat mengenal bagaimana seorang Jessica. Sikap dan wataknya begitu keras dan tidak bisa dihalangi. Yang ia takutkan justru keselamatan Sooyeon. Menurutnya, lebih baik Sooyeon tetap menjadi Jung Sooyeon istri Xi Luhan dan hidup tenang besama keluarga barunya, tanpa melawan pada kekuasaan Ny Rachel untuk merebut kembali JEASIN yang seharusnya menjadi miliknya.

Bukan berarti mereka akan berebut kekuasaan, namun kedua wanita itu sama-sama akan berjuang untuk membangun kembali JEASIN, hanya saja Ny Rachel tidak akan dengan gampang menyerahkan jabatannya pada Sooyeon. Mereka bisa saja sama-sama menyelamatkan JEASIN, namun jika watak Sooyeon yang terus melawan dan sangat membenci Ny Rachel. Kemungkinan Ny Rachel akan berbuat lebih pada Sooyeon tidak terelakkan lagi.

“Kau terlalu ceroboh Tn Xi” jawab sang pengacara.

“Aku tidak pandai berbohong, aku hanya membiarkan Sooyeon menjalani hari-harinya saja tanpa harus membohonginya lebih jauh”

“Kau tahu jika kau membiarkannya, kau bisa saja kehilangan perusahaan yang telah kau peroleh kembali itu, semua akan sia-sia. Kau mendapatkannya karena kau membuat Jessica keluar dari JEASIN Grup, dan saat Sooyeon mu kembali Jessica, bisa saja Jessica melemparmu dan mengambil perusahaan itu”

“Bukankah aku akan mendapatkan lebih karena aku benar-benar menjadi suaminya? Aku akan melangkah lebih cepat dan membantunya untuk merebut kembali apa yang menjadi haknya. Aku bisa mendapatkan lebih dari sekedar perusahaanku, melainkan mengambil alih JEASIN Grup, apa itu tidak mungkin?”

Cho Kyuhyun terdiam, ia membalas tatapan dingin Luhan. Tangannya mengepal keras, sepertinya ia telah salah meminta bantuan Luhan untuk melindungi Jessica yang kini menjadi Sooyeon itu.

Ia menghela nafas panjang, lalu memejamkan matanya singkat.

“Kau hanya akan mendapat 30% dari saham JEASIN jika itu benar-benar terjadi, tanpa harus mengambil lagi perusahaan yang kau miliki saat ini, itu perjanjian awal kita”

“Anda tahu aku bukan orang yang akan menepati janji tentang hal ini, hoach…30% tidak akan membuatku mengambil resiko sebesar ini”

“Apa yang kau inginkan?” Kyuhyun memukul mejanya. Rasanya ia sudah begitu muak dengan Luhan. Jika saja Jessica tidak bersamanya, mungkin ia sudah memukul habis-habisan pria itu.

“Aku menginginkan Jessica, dan itu artinya aku bisa memiliki semua yang ia punya”

“Kau tidak mungkin mendapatkan itu”

“Seseorang yang gila karena cinta akan lebih gila dari kegilaan orang pada harta, apa kau tahu itu?”

Cho Kyuhyun, pria itu terdiam seketika. Apa yang baru saja ia dengar? Apa yang diucapkan Luhan begitu nyata baginya. Dan ia menatap tajam Luhan. Namun yang ia dapati adalah tatapan Luhan yang penuh dengan keyakinannya.

“Apa yang kau bicarakan? Bukankah…kau hanya mengingikan perusahaan milik ayahmu?”

“Entahlah…Jessica…ah…tidak…Jung Sooyeon, dia membuatku gila. Membuatku begitu gila untuk memilikinya, apa kau pernah merasakan kau benar-benar tergila-gila pada seseorang? Kau akan melakukan segalanya “ Luhan tersenyum. Ia dapat melihat Kyuhyun yang mulai lemas. Ia tidak mampu lagi mengeluarkan kata-kata .

Selanjutnya Luhan bangkit, dan ia membungkukkan badannya.

“Aku harus menemani istriku, terimakasih untuk hari ini”

Luhan meraih jaz mantelnya dan meninggalkan tempat itu, membiarkan Cho Kyuhyun tetap pada kediamannya.

Dia benar-benar mencintai Jessica?

 

TBC…

 

Anyeong!!

fuuuhhh… aku udah baca komentar kalian, dan aku merasa bersalah karena membuat kalian kebingungan..

itulah akhrnya aku berfikiran untuk membuat Prolog, kisah awal Jessica dan Luhan, yang menjadi Sooyeon dan Luhan.

atau aku akanjelaskan Siapa Rachel, siapa Cho Kyuhyun, siapa Luhan, siapa Gaozhan.

dan sebagai gambaran saja… kalian pasti ada yang berfikiran ff ini mirip sama Dramanya Oppaku Song Joong Ki, Nice Guy… yapzzz karena Author gila banget sama itu drama,,, itulah sebabnya aku membuat FF ini dengan jalan cerita yang mungkin akan sedikit aku rubah namun mirip..

kalau kalian setuju aku buat Prolog Chapter.. aku akan buat..

Oh ya… kalian belum tahu namaku ya??? aku sering ketawa tiap baca komentar kalian yang manggil aku dengan Thor…Thor.. hahaha lucu banget…

kalian bisa panggil aku Farah kog atau panggil aku Young Mun… kalian juga bisa panggil aku eonni kalau kalian lebih muda dari aku, panggil aku saeng/ nama aku kalau kalian lebih tua dari aku… aku akan sangat senang…. biar kita semakin akrab.. okey

GOMAWOOOOOO MUACHHH

32 thoughts on “LOVE YOU…/Chapter 4

  1. ini keren bangettt munnnnnnnnnn aaaa
    oke aku gk bakal panggil author, tapi aku panggil mumun boleh kan#kedip2
    aku sukaa banget sama chap ini, di chap ini semuanya udah jelas bahwa lusica bukan pasangan suami istri, tapi gaozhan? siapa itu gao? kok dia bisa ber akting sebegitu bagusnya? dia harus dapet piala oscar nih ckckck
    aku setuju banget klo ada prolog chapter, klo bisa semua cast di ceritain asal usulnya di prolog iti, bail sica, luhan, gao, keluarga xi, ny. rachel, kyuhyun dan semuanya yang masih misteri! hohohoho
    oke aku tunggu chap yang akan menjelaskan semua misteri ini, fighting and keep writing yesshhhhhhhh#wink

  2. Woahh akhirnya selesai baca 4 part saya hari ini *applause*/?
    Awalnya sedikit bingung jessica itu gimana tapi skrg udh ngerti ko wkwk. Seruuuu… dan ngebayangin luhan begitu sama sica tbtb nyium . Saya cair(?)
    Btw mau nanya.. itu mereka beneran nikah apa cuma drama aja sih? Gao anak siapa sebenernya.. kfine saya kepo;;
    Ditunggu next partnya thor.. semangat!

  3. pnasaran sma gmana klanjutanny…, pnasaran sma sikapny jessica slanjutny k luhan.., sbenerny luhan jga siapa ?? apa kyuhyun yg membantu jessica ??
    pnasaran bnget thour ><
    dtunggu krya athour yg lainny dan smangat ne ^.^ /

  4. di satu sisi aku khawatir kalo sica inget trus benci sama luhan.. tp aku seneng luhan ngaku kalo dy cinta sama sica😀 yeeee yhipi😀

  5. Iya thor aku jd keinget sama film the innocent man song jongki hehehe bagus thorr~ i like it🙂 serupa tp taksama..ceritanya lebih gampang di mengerti dibandingkan drama jongki malah :3 sukses thor !

  6. Waaahh seriusan luhan jatuh cinta sm jessica? Jinjja jinjja???? Huwaaaaaa terus terus rachel? Dan kenapa jessica bisa inget semuanya?? Haaahh ini kereeenn ahhh

  7. Wah luhan ternyata cuma ngincar harta jessica,tapi di akhir tadi kok kayak luhan cinta sama jessica,eh bisa aja itu buat buat.kalau gini mah aku lebih setuju kalau ingatan jessica di kembaliin,kembaliin thoorr!!!:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s