(Ficlet) The Reason (Series)

Tittle : The Reason

Author : JungDhane / @DhaniWKW

Main Cast : Jessica Jung | Kris Wu

Lenght : drabble / ficlet

Genre : romance, angst, school life, friendship

Rate : PG-13

Note : Sorry for bad story and typos.
The casts isn’t mine. They were belong to their parents, God and their agency. Enjoy ^^

Note 2 : Krissica part

The Reason

Happy Reading ~~

Gadis cantik dengan masih menggunakan pakaian seragam dan berdiri tepat di depan pagar sekolah itu adalah Jessica. Dengan wajah kusutnya ia dengan setia berdiri disana, menunggu seorang namja tampan yang belum juga menampakkan batang hidungnya.

Yeoja blasteran itu nampak menghela nafas berat, “kenapa aku bisa begitu bodoh karena tak segera menarik surat cinta itu? Aishhh… kau bodoh Jessica Jung, kau benar-benar bodoh. Mati saja kau mengikuti kucing kesayanga Krystal yang lebih dulu mendahuluimu meninggalkan dunia ini” gumam Jessica sembari mengetuk kepalanya beberapa kali.

Sret

Sebuah tangan yang lebih besar dari tangan Jessica itu nampak menghentikan kegiatan yeoja cantik yang sedang bersemangat mengetuk kepalanya sendiri. Dan karena saking semangatnya, ia sampai tak menyadari bahwa orang yang ditunggu-tunggu sudah berada disebelahnya.

“Ada apa denganmu?”

Kris, namja tampan itu mengernyit begitu ia datang dan pemandangan yang ia lihat adalah kekasihnya yang memukul kepalanya sendiri.

“A-ani sunbae..”

Kris terlihat mendelik kearah Jessica begitu mendengar yeoja itu memanggil dengan sebutan formal, sedetik kemudian terdengar dengusan darinya. “Berhenti memanggilku dengan sebutan sunbae, bukankah sudah kukatan bahwa kau adalah kekasihku siang tadi? Itu artinya kau boleh memanggilku secara tidak formal, bahkan kau sangat boleh memanggilku dengan nama kesayangan apalagi seperti ‘chagiya’ ‘yeobo’ ‘baby’ atau lainnya, kau mengerti? Aku merasa berpacaran dengan bawahanku jika kau memanggilku terlalu formal, harusnya kau memanggilku dengan panggilan sayang, sehingga banyak yeoja yang akan segan untuk mengangguku”

Jessica nampak melongo mendengar kata-kata yang keluar dari bibir kissable seorang Kris Wu. Namja tampan yang merupakan anggota tim basket sekolah yang terkenal dingin, angkuh, sombong dan memiliki tinggi tubuh diatas rata-rata itu terdengar merajuk?
Oh ayolah, meskipun suara yang ia dengar itu cukup tegas, tapi kata-kata yang ia katakan barusan emhhh… begitulah.

“B-bagaimana dengan Kris oppa?” Tawar Jessica.

“Tidak” tolak Kris mentah-mentah.

“Wae?”

“Sebagian besar yeoja disekolah memanggilku seperti itu, aku tidak mau kau melakukan hal yang sama dengan mereka. Aku ingin kau memanggilku dengan cara yang berbeda dan terdengar istimewa”

Jessica nampak berpikir serius dengan mengetukkan jari telunjuknya pada pipi yang disambut senyuman tipis dari Kris. “Ah! Bagaimana dengan Wufan oppa?”

“Wufan? Bukankah itu nama China-ku?”

“Ya, tapi tidak ada yang memanggilmu seperti itu disekolah. Bagaimana?”

“Kau benar, sebenarnya apapun nama yang kau berikan aku akan menerimanya” jawab Kris dengan senyum tipisnya yang kembali menghias wajah tampan yang tetlihat dua kali lipat ketampanannya.

Jessica membalas senyuman Kris, melupakan sejenak apa yang akan ia bicarakan dengan namja tiang yang ada dihadapannya itu. Namun tak lama, ia kembali merutuki kebodohannya. Kenapa disaat seperti ini ia malah membicaran hal yang amat sangat diluar kepentingannya untuk mengajak kekasih-sepihak-nya untuk bertemu di gerbang sekolah.

“Ada apa lagi?” Tanya Kris saat melihat kekasihnya tak merespon ucapannya.

Jessica tersadar dari lamunannya, kemudian menatap Kris dengan pandangan yang tak dapat diartikan oleh namja blasteran itu.

“Wae?” Tanya Kris lagi.

“Oppa, aku… maaf.. maafkan aku…” jawabnya sambil menundukkan kepalanya kebawah. Menatap sepatu sneakernya yang lebih menarik perhatian ketimbang menatap wajah tampan dengan raut kebingungan yang menghiasi wajahnya.

“Maaf?”

“Coklat kemarin… dan surat itu… aku..” Jessica mendongaknya kepalanya yang terasa berat, tak sangup jika harus mengatakan hal yang sejujurnya, membuat batinnya begitu tersiksa karena sedang melakukan pergolekkan peran didalam hatinya.
“Aku… sebenarnya surat itu bu-”

“Cukup” potong Kris. Mata namja itu tampak berkilat, dan rahangnya yang semakin terlihat tegas itu meyakinkan Jessica bahwa Kris sedang marah. Tapi satu hal yang membuat yeoja cantik itu bingung, untuk apa Kris marah?
“Aku tau Jessica, tanpa kau beritau hal yang sebenarnya pun aku sudah tau” ujar Kris sembari membuang pandangannya kearah samping, menatap jalan raya yang berisi alat transportasi berlalu lalang tak ada henti.

“Surat itu bukan untukku, melainkan untuk Luhan. Benarkan?”

DEG

Jessica menatap kaget Kris yang kini juga menatapnya, raut wajah namja itu benar-benar tak bisa diprediksi, membuat Jessica semakin salah tingkah dan terbesit rasa bersalah disana.

“B-bagaimana oppa-…”

“Kau akan bertanya bagaimana aku tau bukan? Ck, kau pikir aku bodoh Jessica? Hei, aku ini adalah sahabat Luhan, aku tau kau menyukainya sejak lama. Dan aku sudah lama mengamatimu, mengamati setiap perlakuan dan tatapanmu untuk Luhan. Berada bersamanya bertahun-tahun membuatku bertahun-tahun juga mengenalmu. Sayangny kenapa disaat yang sama dan aku berada tepat disebelah Luhan kau tak pernah menatapku? Memandangku untuk beberapa detik saja kau enggan. Ada apa dengan dirimu? Kenapa diduniamu selalu hanya ada Luhan, Luhan dan Luhan? Apakah kau tak pernah menganggapku ada Jessica?”

“A-aku…”

“Apakah yang ada dihati dan otakmu hanya Luhan? Kau hanya menatap Luhan, memperhatikan Luhan, mengamati Luhan yang kau sukai tanpa melihat sekelilingmu. Kau tak pernah berfikir bahwa banyak orang yang menatap, memperhatikan, mengamatimu atau bahkan menyukaimu bukan? Luhan, dia sudah memiliki seorang kekasih dan dia bahagia. Tak bisakah kau melihat orang lain yang juga menyukaimu, tak bisakah kau memberinya kesempatan setelah sekian lama kau juga mengabaikannya?”

“O-oppa kau..-”

“Ya, aku menyukaimu Jessica Jung. Aku, aku yang mengatimu setiap waktu, memperhatikanmu, menatapmu yang selalu mengabaikan keberadaanku. Hanya saja pikiranmu hanya terfokus terhadap Luhan, Luhan dan Luhan. Mengabaikan semua orang yang juga memikirkanmu, termasuk aku.”

“Aku, yang sudah sangat lama menyukaimu. Aku, yang sudah sangat lama memperhatikanmu. Dan akulah orang yang sudah sangat lama kau abaikan keberadaannya. Mungkin aku bisa diam dulu melihatmu menangisi Luhan yang tak juga peka terhadap apa yang kau inginkan, tapi tidak kali ini setelah Luhan menyakitimu terlalu jauh. Apakah kau tau pengorbananku? Aku menjauhi semua yeoja, mengabaikan semua pemberian dan perasaan mereka karenamu. Tapi kau justru menyakiti dirimu sendiri dengan menanti Luhan, aku lebih sakit melihat kau tersakiti Jessica”

Jessica, yeoja cantik yang hanya terdiam mendengarkan penuturan dari Kris Wu itu tak habis pikir, sejauh itukah namja tampan yang merupakan murid yang sangat terkenal disekolahnya menyukai dirinya?
Tubuh gadis itu bergetar, entah kenapa seluruh ucapan Kris membuat hatinya begitu tertohok. Seperti ada sebuah belati runcing yang menusuk ke ulu hatinya, membuat dadanya begitu bergemuruh akibat rasa sakit yang ditimbulkan.

“Maaf” hanya satu kata itu yang akhirnya dapat terucap dari bibir munggilnya.

Kris menggela nafasnya berat, kemudian menarik tubuh Jessica kedalam pelukannya. Merasakan getaran tubuh yeoja yang begitu ia sukai.
“Tidak perlu minta maaf, aku yang salah. Maaf sudah membentakmu barusan” ujar Kris sembari mengelus puncak kepala Jessica lembut.

Yeoja cantik itu menggelengkan kepalanya, menolak ucapan Kris yang begitu menyalahkan dirinya. “Tidak, kau tidak salah oppa. Aku, aku yang salah disini”

Kris melepaskan pelukannya, meletakkan kedua tangan kekarnya pada kedua lengan Jessica dan menatap yeoja cantik itu dengan mata elangnya begitu intens. “Bisakah kau memberiku kesempatan Jess? Aku berjanji tak akan menyakitimu sama seperti apa yang Luhan lakukan kepadamu. Kau bisa mempercayai semua kata-kataku” ujar Kris dengan begitu mantap.

Jessica mengigit bibirnya ragu, ia tak yakin dengan apa yang akan ia katakan selanjutnya. Namun jika ia tak memberi kesempatan pada Kris, itu sama saja artinya dengan ia bertindak seperti Luhan yang akhirnya menyakiti hatinya.
Jessica menatap Kris serius, kemudian tersenyum lembut “jika aku menolak untuk memberikanmu kesempatan, itu akan terasa bahwa aku sama saja dengan aku yang sedang berkaca atas apa yang Luhan oppa lakukan padaku”

Kris melebarkan senyumnya, menarik Jessica kembali kedalam pelukannya dan mengecup puncak kepala yeoja itu berkali-kali. “Terima kasih, aku tak akan mengecewakanmu. Terima kasih. aku mencintaimu Jessica, aku sangat mencintaimu” ujar Kris sembari mengeratkan pelukannya. “Jangan pernah kau beri tau Luhan bahwa aku tau apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian” lirihnya.

Jessica tersenyum kaku didalam dekapan Kris, “ya, aku berjanji”.

Setidaknya aku tau alasan apa yang Kris oppa lakukan siang tadi . Maaf karena aku begitu menyakitimu. Hanya alasan dari mu yang kubutuhkan. Terima kasih sudah menyukaiku, Wufan oppa.

~ The Reason ~

Hello,
Aku mau jawab beberapa pertanyaan dari readers yang sempet nanya di kolom komen nih

* Soal kenapa aku selalu ngasih ‘The End’ bukan ‘TBC’ adalah karena ini series. Jadi kalo ada tulisan ‘The End’ di akhir cerita artinya satu judul itu selesai dan akan digantikan dengan judul yang baru.
* dan untuk sequel, tenang aja cerita ini belum berakhir jika judul diatas belum tertuliskan ‘Ending’, itu berarti akan ada lanjutan ceritanya.
* dan kenapa endingnya selalu gantung? Karena ini series. Sebenernya drabble series yang gagal dan berakhir menjadi ficlet karena kepanjangan.

JD mau tanya, kalian mau ini jadi ending atau masih mau ending yang lainnya? Wkwk.
By the way terima kasih yaa komen nya, aku tersipu malu bacanya hhiw :3 masa ada yang bilang klo ngefans sm JD :3 kalian bikin aku blushing tau gak :’3

Muach ♥ from

-JungDhane-

Posted from Real JungDhane’s World

22 thoughts on “(Ficlet) The Reason (Series)

  1. Yeay krissica^^ greget pas kris ngeluarin unek2nya,jess unn beruntung banget bisa di sukai sama kris yang bahkan rela nunggu dan nolak cewek2 lain :’)❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s