[Ficlet] Regret

Title : Regret | Author : Listyatya | Cast : Kim Suho; Jessica Jung | Other cast : Kim Seokjin | Genre : romance, sad, angst | Rating : G | Length : Ficlet | Disclaimer : Cast di fanfict ini bukan milik saya, tetapi, fanfict ini milik saya! | Note : Maaf banget kayaknya ff ini cast utama nya Suho ya, bukan Jessica? ‘-‘ Udah terlanjur bikin dan males untuk bikin ulang ff nya ><

*

Attention :
– Sudut pandang semua dari Suho
– Yang di garis miring berarti flashback

*

Happy Reading

*
*
*

Sungguh ,  akhir – akhir ini aku merasa bahwa malam terasa lebih dingin dari sebelum nya .

Langit yang cerah, seakan pergi jauh dariku, dan terasa begitu gelap .

Karena …. Kau telah pergi jauh meninggalkan ku .Ya , jauh. Sangat jauh. 

*
*
*

Seperti biasanya , aku menjalani aktifitas ku diawali dengan bangun tidur.

Aku ingat betul bahwa semalam tidur ku tidak enak alias mimpi buruk. Selalu terjadi di setiap malam.

Mimpi ku menceritakan di saat kita harus berpisah. Aku benci itu.

.
.
.
.
.

“Suho -ya!” Teriak yeoja bertubuh mungil itu terhadap ku dari kejauhan.

“Ada apa , noona ? ” tanya ku sembari mendekati nya – Jessica Jung -.

“Nanti malam kita tidak jadi jalan, ne?”

“Waeyo ?” Jessica nampak berpikir sebentar.

“Aku akan jalan bersama Tiffany dan Erica.” Aku pun menatap Jessica dengan nanar.

“Kenapa? Kenapa kau lebih memilih teman – teman mu di banding aku? Apa aku pernah berbuat salah pada mu, Jessie -ya?” Tanya ku panjang tanpa memanggil nya dengan embel ‘ Noona ‘ lagi.

Jessica tersentak pelan, sepertinya ia terkejut karena kalau aku sudah marah, tidak lagi memanggil nya dengan embel – embel ‘ noona ‘ .

“tidak! Bu -bukan seperti itu, Suho -ya, a -aku ‘kan sudah lama tidak bertemu dengan mereka , jadi aku ingin sekedar bertemu dengan mereka.”

Alasan yang tidak logis, pikirku.

“Bukan kah kau sering bertemu dengan Erica noona di tempat kerja mu ? Erica noona kan pegawai juga disana, tapi kenapa kau terlihat sangat merindukannya? Atau kau … Mempunyai namja lain selain aku? ” Selidik ku.

Jessica memejamkan matanya. Ku lihat, sekarang warna bibir nya sudah tidak merah muda lagi, melainkan berubah menjadi pucat.

“Suho -ya , dengar, aku mencintaimu. Aku tudak mungkin berkhianat dari mu. Aku janji.” Jessica menghela napas sebentar. “Dan soal Erica dan Tiffany , Erica sudah mengundurkan diri beberapa bulan yg lalu.” Lanjut nya.

“Kau janji tidak akan berkhianat dengan ku?”

“Aku janji, Mr. Kim!” Ucap Jessica semangat.Aku terkekeh dan mengecup bibir nya singkat.

“Saranghae, nona Jung.” Bisik ku kemudian.

“Nado saranghae , Mr. Kim.” Gumam Jessica namun masih bisa ku dengar.


Beberapa hari kemudian.

Aku pun berjalan pelan di sebuah perkantoran yang cukup besar dan luas. Ini adalah tempat kerja Jessica. Jessica berkerja sebagai sekretaris di perusahaan ini.

Aku pergi ke kantor Jessica karena aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepada Jessica.

Lantas, aku Berjalan mendekati ruang kerja Jessica .

Saat aku ingin membuka pintu ruang kerja Jessica, aku melihat dari kaca pintu, Jessica dan seorang namja yang kukenal sebagai bos Jessica , Seokjin , sedang berpegangan tangan.

Ekspersi wajah Jessica juga terlihat bahagia sekali sama hal nya dengan Seokjin.

Aku pun mendobrak pintu tersebut dan langsun mencengkram tangan Jessica lalu aku bawa Jessca pergi dari hadapan Seokjin.

Jessica nampak kesakitan pada pergelangan tangannya, tapi aku tak hiraukan.

Aku membawa Jessica ke atap gedung kantor Jessica. Suasana sepi cocok untuk persoalan tadi.Aku pun melepas cengkraman tangan ku thdp tangan nya.

” Suho -ya, Appo! ” Ringis Jessica.

” Jess, aku …. Kecewa. “

” Tadi tidak seperti yang kau bayangkan , Suho -ya. “

” TIDAK SEPERTI AKU BAYANGKAN APA, JESSICA – SSI ? KAU BERPEGANGAN TANGAN DENGAN LELAKI LAIN , DAN KAU TAMPAK BAHAGIA. APA KARENA INI KAU JADI SERING TIDAK INGIN JALAN BERSAMA KU ? KAU MELUPAKAN JANJI KITA BEBERAPA HARI YANG LALU BAHKAN DUA TAHUN YANG LALU? AKU TAU , AKU LEBIH MUDA DARI MU, TAPI AKU TIDAK PANDAI UTK KAU BOHONGI!” Bentak ku .

Mata Jessica tampak berkaca – kaca. Ia masih diam. Tidak mau angkat bicara.

“JANGAN PURA – PURA INGIN MENANGIS , JESSICA -SSI.”

“Suho , demi Tuhan , tadi itu hanya akting. Seokjin menyuruhku ber -akting agar aku menjadi pacarnya , Bomi. Ia ingin melamar Bomi dan ia ingin berlatih agar tidak gugup saat ia melamar Bomi. Itu saja.” Muka Jessica nampak pucat sekrang, tak hanya bibir nya saja.

“ALASAN ! LEBIH BAIK KITA SUDAHI SAJA HUBUNGAN KITA INI. AKU JUGA MALAS MEMPUNYAI YEOJACHINGU PEMBOHONG SEPERTI MU! ”

Jessica menggenggam tangan ku. “Andwae, aku mencintaimu, sungguh …”

Aku menghentakkan tanganku dari genggaman nya dan langsung pergi dari kantor itu.

*
*
*
*
*

 Aku … Merasa bersalah dan menyesal.

Ya , memang perasaan ini terjadi selalu saja telat. Maka dari itu, aku benci ketelatanku.

Aku bangkit dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi untuk mandi.

Setelah mandi, aku mengambil kunci mobil ku dan langsung pergi ke garasi rumah ku untuk mengambil mobil.

Setelah sampai di salah satu tempat di tengah – tengah kota Seoul, aku memarkirkan mobil ku dan langsung berjalan menyusuri taman kota seperti biasa yang kulakukan dulu, saat bersama mu.Aku melihat dua orang anak kecil – yeoja dan namja – sedang menaiki dua ayunan yang terbuat dari ban , mereka tampak sangat bahagia.

Aku ingat … Aku dan kau pernah menaiki ayunan itu berdua, dulu.



Aku dan Jessica sedang berjalan santai menikmati angin semilir sore Kota Seoul.

Aku dan Jessica melewati sebuah taman bermain. Tiba – tiba , Jessica menarik pelan tangan ku.

“Suho , aku ingin menaiki itu ! ” Pinta Jessica sambil menunjuk dua ayunan yang terbuat dari ban.

Aku menaikkan satu alisku. “Tapi kan Jess , kita sudah be– “

” Jeball, Suho -ya ” Jessica memasang muka memelas nya kepada ku.

Mau tidak mau aku harus menuruti nya. Aku tidak tega melihat muka nya yang memelas seperti tadi.

Kami pun berjalan bergandengan tangan menuju kedua ayunan itu.



Tak terasa , air mata turun dari mata ku.

Seorang laki – laki menangis ? Jarang memang , tapi tak salah kan ? Lelaki juga punya perasaan .

Aku menghapus air mata ku dan kembali berjalan ke parkiran mobil ku.

Aku melajukan mobil ku lagi ke satu tempat yang mungkin sunyi. Yaitu pemakaman.

Mengapa pemakaman ? Karena disana ….. Rumah tinggal sosok yeoja yang masih aku cintai , Jessica.

Aku menyesal ……..

*
*
*

*
*

Semenjak aku mengakhiri hubungan ku dengan Jessica , Jessica nampak jarang keluar dari apartement nya.

Aku tau karena aku ini tetangga Jessica.

Sesekali aku bertemu Jessica pun aku melihat muka nya yang pucat dan tubuh nya yang semakin kurus.

Aku merasa …. Khawatir .

Namun , ia tetap memberikan senyuman hangat saat kami ber tatap muka. Tetapi, aku hanya membalas nya dengan muka dingin ku.

Aku masih sakit hati melihat adegan saat Jessica dan Seokjin berpegangan tangan dan raut wajah Jessica yang nampak ceria di kala itu.

Saat aku ingin membeli makan malam di restaurant seberang apartement ku, aku melihat Jessica berjalan di depan ku – yang jarak nya kurang lebih 1 meter – sembari memegangi kepala nya.

Aku berjalan mendekati Jessica. Ingin sekedar menyapa nya, aku menepuk pelan pundak Jessica dan tiba – tiba Jessica pingsan.

Aku tersentak dan langsung membopong tubuh Jessica ke dalam apartement milikku.

Mood ku untuk membeli makan di luar hilang lah sudah.

Aku lebih mementingkan keadaan Jessica sekarang.

Aku menaruh Jessica di kasur tidur ku.

Aku mencoba menghubungi dokter Park – Dokter pribadi ku – untuk mengecek keadaan Jessica.Dokter Park pun datang ke apartement ku sambil membawa koper hitam dan memeriksa Jessica langsung.

” Bagaimana keadaan nya, Dokter Park? ” tanya ku.

” Suho -ssi , lebih baik kau bawa dia ke rumah sakit. ” ujar dokter Park.

Aku mengerutkan alis ku. “Memang nya kenapa, dok? “

“Dia .. mengalami penyakit yang cukup serius.”

“Penyakit ? Penyakit apa? “

Dokter Park berdehem pelan. “Untuk lebih lanjut, kau bawa saja ia ke rumah sakit.”

“Ne , kamsa hamnida , Dokter Park . “

*
*
*

Aku terduduk di depan ruang rawat Jessica – ruang ICU – .

Ya , Aku memang sudah membawa Jessica sejak setengah jam yang lalu, tapi hingga saat ini para perawat belum juga keluar dari ruang rawat Jessica.

KREKK

“Keluarga Jessica Jung,” panggil dokter berjas putih.

Aku pun berdiri, “Saya dok, saya …. namjachingu nya.”

“Pasien sudah boleh di jenguk, tapi tidak boleh di ganggu dulu sampai ia sadar. Hasil dari pemeriksaan boleh ambil di laboratorium.” Ujar sang dokter.

Aku mengangguk pelan. “Ne. Kamsa hamnida, dok.”

“Cheonma, Baiklah, saya permisi dulu.” Pamit dokter itu sembari membungkuk 45° . Aku juga ikut membungkuk .



Sudah sejam aku menunggu hasil laboratorium tentang penyakit Jessica .

Dan ketika aku ingin kembali ke ruangan tempat Jessica di rawat , nama Jessica di panggil oleh salah satu suster.

Lantas aku menghampiri suster itu dan mengambil berkas – berkas map yang berwarna hijau tentang penyakit Jessica.

Aku pun membuka map tersebut dan langsung membaca isi berkas – berkas tersebut.

DEG

Jessica … Jessica terkena penyakit Kanker otak? Dan penyakit ini sudah stadium 4?

Aku memasukkan lagi berkas – berkas tentang penyakit Jessica ke dalam map dan berjalan menuju ruang rawat Jessica.

Saat aku sudah sampai di ruang rawat Jessica, ternyata Jessica sudah bangun.

Jessica terlihat kaget akan kedatanganku.

“Suho ?” Gumam nya namun masih bisa ku dengar.”Ne, ini aku.” Jawab ku sembari tersenyum.

Aku pun duduk di kursi yang tersedia di samping kasur kamar rumah sakit itu yang terletak di samping Jessica.

“Jess .. Aku, ingin meminta maaf kepada mu.” Ucap ku dengan nada yang bergetar.

“Meminta maaf ? Untuk apa ? Memang nya kau punya salah kepadaku, Suho -ya?” Tanya nya dengan suara serak.

“Aku ? Banyak kesalahan ku pada mu, Sica -ya.”

“Tidak , kau tidak punya sal -“

“Aku punya banyak kesalahan padamu dari mulai dulu, aku sering membentakmu, menuduhmu berselingkuh yang jelas – jelas kau hanya sedang ber – akting kala itu. Aku … Aku minta maaf, Sica -ya.” Potong ku.

Jessica hanya tersenyum. Senyum yang dapat membuat ku bahagia. Entah mengapa. “Kau sudah ku maafkan sedari dulu, Suho.”

Aku membalas senyuman manis nya.

Jessica mengambil kedua tangan ku dan ia peluk tangan ku sembari ia tiduran. Lantas aku lebih mendekatkan kursi yang ku duduki ke arah tempat tidur yang Jessica tempati.

Aku juga bingung mengapa ia melakukan ini, tapi karena aku merasa tangannya yang sangat dingin itu lah sebab nya ia memeluk tangan ku, ia kedinginan. Ia memejamkan mata nya.

“Suho -ya, biarkan tangan mu aku pegang, ne ?” Tanya nya.

“Ne , tentu saja, Sica -ya.” Jawabku lembut.

Tiba – tiba, alat Elektrokardiograf atau bisa di sebut juga alat pendeteksi detak jantung yang berada di sebelah tempat tidur yang Jessica tiduri terlihat garis lurus.

Tidak.

Aku pun melepaskan tangan Jessica dari genggamanku.

“Jess …” panggil ku.
Tidak ada reaksi. Ku coba meletakkan jari telunjukku di depan hidungnya.

Tidak ada hembusan nafas lagi.

Tidak, Jessica belum meninggal.

Ku coba panggil kembali dokter untuk mengecek keadaan Jessica.

“Nak, ikhlaskan dia. Dia sudah pergi meninggalkan kita.” Ujar dokter itu sembari memegang bahu ku.

Aku menggeleng cepat. “Tidak, dia belum meninggal ‘kan, dok ?”

Dokter itu tersenyum. “Pasien Jessica sudah meninggal, ikhlaskan dia.”
Setelah mengatakan itu , dokter itu langsung pergi dari hadapanku.

Aku menatap tubuh Jessica yang sudah tidak bernyawa. “Jung Sooyeon, maafkan aku..”

.
.
.
.
.

Andai bisa ku putar kembali waktu. Aku ingin menebus semua kesalahan ku padamu dan kau masih berada di sampingku, Sica -ya
.
.
.
.
.
.

End.

*
*
*

Jangan lupa RCL!🙂 Saya menerima Kritik ataupun Saran! Terima kasih.

8 thoughts on “[Ficlet] Regret

  1. Huwaaa….T_T knp sica’a meninggal kan kasihan suho
    Suho’a jg kok main nuduh sica selingkuh sih padahal sica udh ngejelasin kalau cuma bantu si seokjin aja tp tetap aja gk di denger….😦
    baru nyesal kan pas sica udh meninggal
    nice ff thor….di tunggu ff yg lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s