LOVE YOU/Chapter 5

Author: S.Y.M

Title: LOVE YOU …

Genre: Marriage life, Romance, Angst

Length: series

Rating: G

Cast: – Jung Sooyeon- Xi Luhan

jessica24

luhan 2

Other Cast:

Jia Miss A|| Jung Yoogeun|| Cho Kyuhyun

PREVIEW 1|2|3|4

Anyeong!!

akhirnya aku bisa post yang Chapter 5, disini aku sedikit ungkap masalalu pernikahan Luhan dan Jessica. Semoga kalian tidak bingung, apalagi kecewa..

SELAMAT MEMBACA🙂

*

*

“ Aku membutuhkanmu…”

.

.

Sooyeon mulai bersikap dingin pada Luhan, ia masih mengingat saat Ny Rachel menemuinya dan mengatakan beberapa hal yang membuatnya kembali dilarikan ke rumah sakit.

_flash back_

“Apa kau lupa bagaimana pria itu  memanfaatkanmu untuk merebut kembali perusahaan yang tengah dikendalikan oleh JEASIN? Dia Luhan akn membuangmu ketika ia mencapai tujuannya. Kau akan dibuang sama seperti kau dibuang oleh JEASIN karena penghianatanmu”

.

.

“Hentikan! Hentikan!” teriak Sooyeon histeris. Ia memukul kepalanya berkali kali. Rasanya sakit sungguh sakit

Namun selanjutnya rasa sakit itu menjalar kedadanya. Dadanya begitu sakit dan nyeri. Ia menangis sejadi jadinya.

Memori itu memutar begitu saja di otaknya. Ia melihat bagaimana abojinya meninggal, bagaimana ia diusir oleh abojinya sendiri. Dan semua yang ia alami bersama pria bernama Luhan sebelum dia merusak jembatan jalan dan jatuh ke dalam lautan bersama mobilnya setelah ia berusaha menghindari container Bill up yang ia tabrak.

_end_

“ Haghht” Sooyeon menekan dadanya. Ia tertidur di depan televisi, dan mimpi itu sukses membuatnya merasakan pusing kembali.

Aku mengingatnya

 

Ia mengedarkan pandangannya dan mencari sosok Ny Xi ditempat itu, namun sepertinya Ny Xi sedang berkutat dengan menu makan malamnya di dapur. Ia merasa bersalah karena tidak bisa membantunya.

Ia berdiri, dan masih menekan dadanya. Ia tidak ingin kembali ke rumah sakit, setiap ia mengingat sesuatu dan ia berusaha keras untuk mengingatnya.. ia selalu berakhir di rumah sakit. Ia sangat hafal bagaimana Luhan. Dia tidak akan tinggal diam ketika ia mulai merasakan sakit di kepalanya.

Dan ia ingin dengan perlahan mengatasi masalahnya.

“ eomma” ucapnya lirih.

“ Kau sudah bangun?” Ny Xi tersenyum lembut padanya. Membuat Sooyeon juga membalas senyum itu.

“ Ne, apa aku boleh membantu?”

“ tentu”

 

 

“ Dimana Gao?” suara itu tiba-tiba muncul di pintu dapur mereka membuat kedua wanita itu menoleh dan menatap protes pada pemilik suara.

“ Aigo… kau hampir membuatku sakit jantung”

Luhan tersenyum kikuk, ia menghampiri eommanya dan menciumnya singkat.

“ Mian…kalian terlalu serius sehingga tidak mendengar langkah kakiku? “

“ Kau selalu bertanya dimana Sooyeon ketika kau datang, sekarang kenapa kau Tanya dimana jagoanmu itu? Kau sudah tahu dimana dia “

“ Jia menculiknya, aku tahu itu”

Kini ia beralih pada wanita di sampingnya, siapa lagi jika bukan Sooyeon. Luhan tersenyum kecil, dia sendiri bingung harus memulai dari mana, melihat wajah Sooyeon yang dingin seakan mematikan langkahnya untuk memulai pembicaraan dengannya.

“ eomma “

Ny Xi menatap Luhan, dari gerak gerik mata Luhan ia tahu jika putranya itu bingung untuk memulai percakapan dengan Sooyeon. Dan ia tahu jika akhir-akhir ini memang Sooyeon begitu dingin dengannya. Luhan berjalan pergi namun tatapannya ingin sekali berbicara dengan Sooyeon.

“ Sooyeon_ah”

“ Ne eomma?”

“ Kenapa tidak temani suamimu? Eomma akan selesaikan ini segera, kau bisa menemani suamimu, dia jarang sekali pulang lebih awal seperti ini” Ny Xi menunggu reaksi Sooyeon dan berharap Sooyeon tidak menolaknya.

Sooyeon terlihat berfikir, selanjutnya ia mengiyakan apa yang diminta Ny Xi.

Menemani Luhan?

Ia beralih pada cangkir dan membuatkan secangkir kopi sebelum ia menghampiri Luhan di ruang tengah.

.

.

Luhan tetap menatap Sooyeon, meskipun kini Sooyeon ada di hadapannya, namun ia sama sekali tidak mengeluarkan suara. Sooyeon sibuk dengan majalah fashion milik Jia sedangkan televisi menyiarkan acara Sepak bola namun Luhan sama sekali tidak menonton acara itu.

“ Bisakah kau buatkan aku lagi? Aku butuh lebih banyak cafein buatanmu” Luhan menyodorkan cangkirnya yang sudah kosong.

Sooyeon meletakkan majalahnya, namun ia mengabaikan cangkir yang kosong itu.

“ wae?”

“ Kau tidak ingin membuatkannya? “

Sooyeon menggeleng, dan melanjutkan membaca majalah.

“ Kau benar-benar tidak ingin membuatkannya untuk suamimu ini?”

Suami? Heuh…

Luhan mengeluarkan smirknya, memang sangat menjengkelkan jika ia mendapat reaksi dingin dari Sooyeon, berbeda dengan sebelumnya. Kini ia tahu apa yang harus ia lakukan.

Ia menggeser letak duduknya dan kini sudah berada di samping Sooyeon. Dengan segera ia merebut majalah itu dan …

Chu..

Ia mencium Sooyeon seenaknya, seperti yang biasa ia lakukan. Meskipun tanpa balasan ia tahu Sooyeon akan sadar dan tidak lagi bersikap dingin padanya.

“ OMO!!! ”

Luhan melepaskan bibirnya, dan ia tahu siapa yang berteriak. Ia menoleh dan menatap Jia kesal.

“ Wae??? Aku bersama Gao, itu tidak baik untuk Gao” itulah pembelaan jia.

Luhan melirik Gao yang masih menutup matanya. Dan ia menghampiri jagoan kecilnya.

“ kau diculik bibi Jia lagi?” Tanya Luhan.

Gaozhan membuka matanya dan ia tersenyum pada Luhan.

“ Daddy, apa mommy baik-baik saja?” Gao menarik kepala Luhan dan berbicara tepat di dekat telinganya, ia bermaksud berbisik namun suaranya masih terdengar. Bahkan Sooyeon mendengarnya.

Luhan tersenyum, dan mengacak rambut Gao.

“ Dia baik-baik saja setelah mendapat hadiah dari Daddy”

Gaozhan tersenyum dan berlari kearah Sooyeon. Ia berhamburan memeluk Mommynya itu. Sooyeon pun menyambutnya dengan senyum.

“ Aku membeli sesuatu bersama bibi Jia, Mom” Gaozhan menyembunyikan tangannya. Dan itu terlihat sangat lucu.

Sooyeon mendekatkan wajahnya, hatinya yang dingin pada Luhan berubah hangat pada Gaozhan. Anak kecil ini selalu membuatnya merasa hangat.

“ Jinja? “

“ Mommy harus berjanji padaku” ucapnya dengan aksen lucu, ia memiringkan kepalanya ke kanan dan Sooyeon pun mengikutinya.

“ Mwo?”

“ Jangan sakit lagi, neomu bogoshippo, aku benci bau rumah sakit tapi aku merindukanmu dan aku harus ke rumah sakit” Gaozhan mengerucutkan bibirnya, ia mencurahkan rasa kesalnya karena ia harus ke rumah sakit untuk bertemu Sooyeon.

Sooyeon mengangguk dan mencium putranya itu.

Luhan dan Jia saling pandang, jia mengisyaratkan Luhan untuk ikut bergabung dengan mereka.

“ Wae? Kau curang” Luhan mengacak rambut Gao dan balasan jagoannya itu tetap sama. Ia malah menatap tajam Luhan.

“ Daddy, bibi Jia menatanya untukku” ia menata kembali rambutnya yang ia beri Gel. Persis seperti gaya rambut Luhan.

“ Kau mencuri ciuman Mommy untuk Daddy” Luhan juga ikut andil dan mencium putranya itu.

“ itu artinya Mommy lebih menyukaiku”

Sooyeon tersenyum, dan tawa jia pun meledak, Luhan hanya terdiam dan menatap tajam Jia.

“ Kau harus mengalah Luhan”  balas Jia dan ia segera berlari ke meja makan, membantu Ny Xi menyiapkan makan malam mereka.

Gaozhan mengepalkan tangannya dan mengarahkannya tepat di depan wajah Luhan.  Luhan meraih tangan mungil itu, ia bisa melihat apa yang ia bawa dari tangan kecil itu.

“ Bibi Jia membantuku memilih ini untuk Mommy”

Sooyeon menatap benda yang diambil Luhan dari tangan Gaozhan. Ia sama sekali tidak menyangka jika Gaozhan bisa berfikir untuk memberikannya benda seperti itu.

Sebuah kalung dengan liontin cantik yang ia tahu ia bisa mengisi foto di dalamnya.

“ Bibi Jia mengatakan, kalung ini bisa menyimpan sesuatu, aku ingin memberi ini untuk Mommy”

Sooyeon beralih pada Luhan, ia ingin meneteskan air matanya. Rasanya butiran itu menerobos seenaknya sehingga tak bisa lagi tertahan dan tetap mengalir di pipi itu. Ia pun beranjak dan segera menjauh dari mereka. Ia tidak ingin Gaozhan melihat ia menangis.

Gao yang merasa Sooyeon menjauh terlihat bingung dan menatap melas pada Luhan.

Luhan yang melihat itu segera mengalihkan perhatian Gaozhan dan memintanya untuk ke meja makan.

“ Kau ingin Daddy yang memberikannya?”

Gaozhan mengangguk, dan ia mengancam akan menangis jika Luhan tidak memberikannya.

.

.

Luhan mendekati Sooyeon yang terdiam di balkon rumahnya. Sooyeon terlihat memandang lurus dengan tatapan kosong.

“ Kau membuat Gao bingung”

Sooyeon tersenyum simpul.

“ Kau lebih membuatku bingung dengan sikapmu Xi Luhan”

Luhan menoleh, wajar jika Sooyeon bingung dengan sikapnya. Ia sendiri tidak tahu pasti kenapa ia bisa seperti ini.

Selanjutnya ia menarik tubuh Sooyeon dan memutarnya agar menghadapnya. Ia memasangkan kalung pemberian Gaozhan pada leher Sooyeon.

” Kau harus memakainya, jika tidak ia akan marah padaku”

Setelah memakaikannya Luhan terlihat mengambil sesuatu pada saku celananya. Sooyeon masih terdiam, matanya membulat ketika Luhan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang ia yakini isinya adalah cincin.

Cincin itu? ….

Luhan meraih tangan Sooyeon dan akan memasangkan satu cincin di jarinya. Namun dengan segera Sooyeon menarik tangannya, membuat Luhan gagal memakaikan cincin itu.

“ kau masih ingin aku yang menyimpannya?”

“ Apa aku pernah memintanya untukmu? Aku tidak ingat aku pernah memintamu untuk menyimpannya”

Luhan terdiam, dan kali ini ia benar-benar yakin Sooyeon berubah. Ia berfikir jika Sooyeon mengingat sesuatu tentang cincin ini, dan yang menjadi sebab ia menolak untuk memakainya.

“ baiklah… sepertinya memang harus kembali kusimpan” Luhan kembali menyimpan cincin itu.

Ia bisa melihat Sooyeon mulai melangkah menjauhinya. Namun secepatnya ia menahan tubuh Sooyeon. Ia memeluk wanita itu, dan ia bisa merasakan pemberontakan dari Sooyeon, namun ia tetap tidak ingin melepaskan pelukannya.

Jia menarik Gaozhan untuk menjauh dari pintu, mereka sengaja mengintip apa yang terjadi antara Sooyeon dan Luhan. Namun setelah melihat Luhan memeluk Sooyeon, Jia mulai tenang dan menarik Gaozhan untuk menjauh.

“ ussddd…kita biarkan mereka” ajak Jia dan Gaozhan pun mengangguk setuju, jarinya ia pasangkan pada bibir yang mengerucut.

“ usssd” balas Gaozhan dan mereka mengendap-endap menjauh dari tempat itu.

 

“ Hentikan Luhan! “ pinta Sooyeon.

Luhan menghela nafas, kenapa rasanya ia sangat enggan melepas pelukannya. Kenapa sepertinya ia sangat enggan menjauh dari Sooyeon. Kenapa perasaannya mulai sangat khawatir. Sedangkan ia bisa melewati beberapa kali masa dimana keadaan Sooyeon sangat labil dan membahayakan. Namun malam ini, ia merasakan hal yang aneh pada diri Sooyeon.

“ Aku lelah” lanjutnya.

Dan perlahan Luhan melepaskan pelukannya.

“ Kkaja! Akan kutemani “ Luhan menuntun Sooyeon untuk masuk ke dalam kamar.

Luhan memasangkan selimut pada Sooyeon, dan ia duduk di sampingan tempat tidurnya. Sooyeon sudah memintanya untuk pergi, namun Luhan menolak. Ia memohon agar malam ini ia bisa menemani Sooyeon tidur.  Bukankah ia sudah mengatakan, hari ini ia enggan menjauh dari Sooyeon?

Setelah memastikan Sooyeon benar-benar tertidur, ia memilih untuk mengistirahatkan seluruh anggota tubuhnya. Sempat berfikir untuk tidur di samping istrinya, namun ia dapat merasakan aura dingin dari Sooyeon sehingga lantai berkayu  di kamar itu menjadi pilihannya untuk merenggangkan tubuhnya.

.

.

Sooyeon terpaku, ia melihat Luhan tertidur di lantai dan hanya berbantalkan lengannya.  Masih memakai baju yang sama dengan semalam, itu artinya ia juga belum sempat mengganti baju sebelum ia terlelap.

Ia berlanjut pada jam kecil di meja sebelah kanannya. Sudah cukup siang bagi Luhan yang belum juga bangun, tidak seperti biasanya ia bangun siang.

Apa dia benar-benar lelah?

Tidak dipungkiri wajah polos, dan lugu seperti bayi milik Luhan saat ia tidur seperti ini, menyihir Sooyeon dengan aura hangat yang disebabkannya. Sangat berbeda jika Luhan bersikap dingin, meskipun seringkali berubah menjadi romantis atau pemaksa, Luhan sangat berbeda apabila ia sedang sadar.  Ia pun enggan untuk bangun, ia lebih memilih untuk memandang wajah bayi itu lebih lama.

Bagaimana mungkin wajah sepertimu ini bisa  membuatku seperti ini? Bagaimana mungkin wajah bayi dan hangat ini bisa mengubahku menjadi penghianat dan akhirnya aku mendapat hukuman? Bagaimana mungkin aku mampu membalaskanmu dan tidak memaafkanmu Xi Luhan… Kau harus menanggung rasa kecewa Abojiku. Eotte?

Sooyeon menggeser selimutnya dan menutupi wajahnya saat melihat pergerakan kecil pada mata Luhan, dan ia dapat merasakan Luhan bergerak dan berdiri di sebelah tempat tidurnya. Ia juga merasakan tangan Luhan yang menarik selimutnya sehingga wajahnya kembali terlihat. Ia beralasan dengan menggeser tubuhnya dan menghadap kearah berlawanan, namun sepertinya Luhan menyadari jika ia berbohong.

“ Irona! Kau  membuatku tidak ingin masuk kerja jika kau tidak bangun seperti ini? “

Sooyeon membuka matanya malas, dan ia akhirnya mau bangun dari tempat tidurnya.

Kau harus bersikap seolah tidak terjadi apa-apa Jessica.

“ Mandilah! Akan kubuatkan kopi” suruh Sooyeon.

Luhan tersenyum,  ia bahagia saat Sooyeon bersikap seperti biasanya, ia pun menuruti apa yang diperintahkan Sooyeon, istrinya.

Sooyeon membalas senyum Luhan, dan senyum itu berubah seketika saat Luhan berlalu dan menghilang dibalik pintu kamar mandi.

Teruslah anggap aku sebagai Sooyeon mu Xi Luhan, dan tetaplah tidak sadar jika Jessica Jung sudah kembali.

Ya, kali ini Sooyeon benar-benar ingat apa yang terjadi pada dirinya. Siapa Luhan, siapa dirinya dan orang-orang yang ia temui selama ia menjadi Sooyeon. Namun ia tidak ingin Luhan tahu jika ia sudah bisa mengingat bahwa dia adalah Jessica Jung, dan ia ingin membuat kejutan pada Ny Rachel sebelum Luhan sadar jika Jessica sudah kembali.  Kali ini ia akan tetap bersikap sebagai Sooyeon.

Ia mendekati meja dimana ponsel Luhan terletak, ia mencari salah satu nomor kontak di ponsel itu, dan ia menghafalnya. Ia ingin menemui seseorang yang bisa membantunya untuk bertemu Ny Rachel atau kembali ke rumahnya.

.

.

Cho Kyuhyun benar-benar tidak tahu harus berkata apa, melihat sosok di depannya ini membuatnya terdiam telak. Ia berkutat dengan pikirannya, kenapa wanita ini ingin menemuinya? Sedangkan selama ini ia belum sempat memperkenalkan diri padanya.

“ Apa yang membuatmu ingin menemuiku Sooyeon_ssi?”

Ya, Jung Sooyeonlah yang ingin menemuinya, bahkan tanpa Luhan disampingya, itu yang membuatnya ragu dan benar-benar terdiam.

“ Bagaimana kabar mu____Oppa?” tanya Sooyeon, ia menyesap coklat panas pesanannya.

Mata Kyuhyun membulat seketika, tangannya terasa kaku, begitu juga dengan kakinya. Apa yang baru saja ia dengar?

Wanita yang ia anggap saat ini adalah Istri Luhan bernama Jung Sooyeon, memanggilnya Oppa?

Apa itu artinya dia_” Khyuhyun menggantung kalimatnya

“ Wae? Kau terkejut? Apa aku tidak boleh mengingatmu?”

“ Jessica_?”

Sooyeon, ah… Jessica… ia tersenyum dan tatapan matanya pun sudah berubah menjadi tajam, persis dengan tatapan tajam yang dimiliki Jessica selama ini.

“ Apa_”

“ Jangan bertanya lebih, kau berhutang banyak kesalahan padaku pengacara Cho”  Jessica kembali memotong kalimat Kyuhyun, membuat pria itu kembali terdiam.

Jika Sooyeon sudah kembali menjadi Jessica, itu artinya ia akan terjun ke dalam peliknya masalah di masa lalunya. Ia tidak mungkin akan tinggal diam setelah mengingat semuanya. Ia akan menyerang orang-orang yang ia anggap telah membuatnya sakit hati dan seperti ini.

“  Aku ingin menemui  wanita itu, bisa kau antar aku kesana?”

DEG

Kyuhyun sudah menduganya, tujuan utamanya adalah Ny Rachel. Sang ibu tiri yang sudah mengikrarkan diri sebagai Presdire JEASIN Group.

“ Jessica_ya… apa ini tidak terburu-buru? Biarkan Luhan membantumu”

“ Kau membuat Luhan membantuku? Sedangkan ia sendiri sudah mendapatkan apa yang ia mau? “

“ Apa Luhan tidak tahu kau sudah mengingatnya?”

Jessica terdiam, dan dari kediaman itu Kyuhyun sudah tahu jawaban dari pertanyaannya.

Ia mengepal kan tangannya, rasanya memang begitu rumit, membiarkan Jessica muncul begitu saja di depan Ny Rachel sama saja mengibarkan Perang pada Ny Rachel tanpa Jenderal perang. Sedangkan Kyuhyun tahu bagaimana perasaan Jessica yang marah dan membenci Luhan.

“ Bawa aku ke wanita itu, atau aku akan pergi ke tempat itu sendiri”

“ Haljima, jangan bertindak gegabah! “

Jessica terdiam, sebenarnya ia ingin kembali ke rumahnya. Ia merindukan Abojinya. Bahkan ia belum sempat memberikan hormat untuk yang terakhir kalinya pada Abojinya.

“ Jessica_”

“Apa kau bisa antarkan aku ke tempat Aboji?” Ucap Jessica lirih, air matanya sudah berada di pelupuk matanya.

Cho Kyuhyun, pria itu mengangguk. Memang sudah seharusnya Jessica pergi ke tempat Abojinya. Setidaknya untuk memberikan hormat padanya.

*

*

Luhan memutuskan untuk pulang ke rumah setelah pertemuan dengan koleganya selesai. Hari ini Sooyeonnya seharusnya ada janji dengan Dokter Park. Dan mengantarkan Sooyeon adalah tugasnya selama ini.

Sesampainya di rumah ia tak mendapatkan apa-apa selain suara televisi yang dibiarkan menyala tanpa ada  penontonnya. Ia melirik jam di tangannya dan wajar jika rumah ini sepi, karena eommanya pasti sedang menjemput Gaozhan di sekolah. Jia sudah dipastikan tidak ada di rumah karena beberapa hari ini ia sibuk dengan acara Shownya di luar kota. Di rumah seharusnya hanya ada Sooyeon nya , namun ia masih tidak menemukan di mana  ia berada.

“ Sooyeon_ah”  Luhan membuka pintu kamarnya.  Sebenarnya tidak dimungkinkan Sooyeon berada di kamarnya. Kamar itu sudah lama tidak ia gunakan sejak ia pindah ke rumahnya sendiri, dan setelah ia kembali ke rumah ini lagi, ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur bersama Gaozhan dan sesekali menemani  Sooyeon nya tidur walau tanpa ijin dari istrinya itu.

Ia melihat sekeliling tempat itu yang seharusnya tetap terlihat rapi, namun ada yang aneh dengan laci di dekat tempat tidurnya. Ia mulai berfikiran buruk tentang apa yang terjadi.

Ia memeriksa laci yang sedikit terbuka itu. Dan benar, kamera miliknya tidak ada di tempat itu. Ah lebih tepatnya kamera milik Jessica Jung. Apa mungkin Sooyeon nya  yang membawa kamera itu? Atau ada hal lain yang ia cari selain kamera itu.

Luhan menutup wajahnya penuh dengan tangan. Ia mengambil nafas dalam. Ia sudah memikirkan ini sejak Sooyeon nya bertemu Ny Rachel. Saat dimana Sooyeon nya kembali menjadi Jessica. Dan mungkin kali ini Jessica benar-benar kembali pada diri Sooyeon.

Ia melangkah keluar dari kamarnya. Sangat rumit menjelaskan apa yang terjadi diantara mereka.  Sooyeon selalu menganggap mereka bukanlah suami istri saat ingatannya sedang labil.

Pada kenyatannya mereka sudah mengikrarkan janji di Gereja, dan itu adalah keinginan Jessica . Hal itu ia lakukan karena ingin melawan Ny Rachel, ibu tirinya.

Jessica Jung sudah benar-benar buta dengan apa yang ia lakukan saat itu. Ia meminta Luhan untuk bersama-sama berjanji dengan sebuah pernikahan di Gereja meskipun tanpa di dampingin oleh keluarganya. Ia tahu Abojinya tidak akan mengijinkannya untuk menikah dengan Luhan. Namun rencananya lain. Ia ingin membalas Ny Rachel yang menempati posisi yang sama menjadi calon penerus JEASIN GROUP, yang kenyataannya seharusnya hanya miliknya.

Ny Rachel bukanlah siapa-siapa di keluarganya, dia hanya istri ke-dua setelah ibunya. Dan ia tidak berhak untuk mendapatkan hal yang sama seperti yang seharusnya ia peroleh. Ia menolak semua itu.

Mengenai Luhan,   ia benar-benar merasa terperosok dengan jurang yang ia buat sendiri. Jatuh di tangan Luhan dengan jalannya adalah jurang yang ia buat karena kebenciannya terhadap Ny Rachel.

Luhan menunggu kedatangan Sooyeon,  ia sudah memastikan Sooyeonnya  meninggalkan rumah dan menemui Cho Kyuhyun, siapa lagi orang kepercayaannya yang bisa ia andalkan selain pengacara itu.

Luhan tersenyum getir, menangkap bayangan dari jauh sosok yang ia tunggu. Sebenarnya ia masih berharap sosok itu adalah jung Sooyeon.  Selanjutnya ia merubah senyumnya, ia tersenyum dengan ketulusannya menunggu Sooyeon  sampai di depannya.

Sooyeon, wanita membalas senyum Luhan dengan senyum dingin yang ia miliki. Rasanya sungguh berat kembali bertemu dengan pria itu. Namun mengingat Kyuhyun melarangnya untuk bertindak gegabah ia harus kembali menjadi Sooyeon seperti yang di kenal oleh pria yang kini ada di depannya. Sosok yang menjadi suaminya karena rencana gilanya saat itu. Ia benar-benar mengingat detail itu saat ini. Saat dimana ia menjalankan rencananya untuk menikah dengan Luhan dan melepaskan saham terbesar JEASIN GROUP yang salah satunya adalah perusahaan milik ayah Luhan, yang menjadi tujuan utama Luhan di awal ia mendekati Jessica.

“ Kau sudah pulang? “ sapanya .

“ e’em” Sooyeon mengangguk.

“ Kita sudah terlambat untuk bertemu Dr Park, ia ada seminar hari ini, kita tidak usah ke rumah sakit” jelas Luhan.

“ e’em” Sooyeon kembali mengangguk.

“ Ikut aku, kita akan makan siang bersama Gao di luar, eomma sudah memberitahuku tempatnya”

Dan untuk kesekian kalinya Sooyeon hanya mengangguk.

Kau bukan Sooyeon, kau Jessica

Luhan meraih tangan Sooyeon, ia tersenyum kecil melihat Sooyeonnya yang kini sudah berubah. Ia bisa melihat dari tatapan matanya yang sudah berubah menjadi lebih tajam, itu adalah tatapan tajam milik Jessica.

Kau sudah mengingatnya, apa kau akan tetap diam?

“ Aku memiliki hadiah untukmu, aku pernah berjanji jika aku berhasil menandatangani kontrak dengan Relasi di China, aku akan mengabulkan permintaanmu, kau ingin sesuatu dari ku?”

“ Any… aku ingin banyak hal padamu”

Luhan tersenyum, baiklah… Jessica ingin bermain lebih banyak dengannya.

“ Sebutkan, aku akan mengabulkannya”

“ Kisseu” ucapnya. Dan seketika mata Luhan melebar karenanya.

Apa benar Sooyeon memintanya untuk menciumnya? Selanjutnya ia tersenyum, ia akan mengikuti permainan Jessica padanya.  Wanita di depannya kini adalah Jessica, bukan Sooyeon, ia harus terbiasa dengan itu ketika ingatan itu kembali padanya.

“ Geurae” Luhan mendekatkan pundak Jessica. Dan ia mulai menunduk untuk merapatkan bibirnya dengan Jessica.

Chu

Jessica tersenyum, kali ini ia mengikuti ciuman Luhan. Namun matanya menyiratkan kebencian. Dengan begini ia bisa meminta Luhan untuk membuatnya kembali ke JEASIN Group. Ia harus kembali dan membalas Ny Rachel atas meninggalnya Tn Jung.

Cukup lama mereka berciuman, kali ini Luhan sedikit enggan melepasnya. Ia menatap mata Jessica dalam, sedangkan Jessica tersenyum padanya. Yang ia rasakan adalah, senyum itu hanya palsu, Jessica jelas ingin marah padanya, namun entah apa yang direncanakan Jessica yang masih bertahan menjadi sosok Sooyeon di depannya.

“ Lalu permintaan selanjutnya?”

Jessica terdiam, ia kembali tersenyum pada Luhan.

“ Aku akan pikirkan nanti, aku merindukan Gao, Kkaja!”

 

Aku harap  kau tidak membenci Gao, hukumlah aku jika kau mengingat semuanya.

*

*

Gaozhan terlihat lelap dipelukan Jessica, begitu pula dengan Jessica yang tak hentinya mencium kening putranya itu. Ia begitu menyayangi anak kecil ini. Entah sejak kapan, namun ia merasa ia menyayanginya. Ia tahu betul Gaozhan bukanlah putra kandungnya, namun karena kesalahpahamannya yang terus menganggapnya adalah Mommynya, itulah yang membuatnya berurusan dengan Luhan dan mencintai pria itu. Gaozhan tidak tahu apa-apa tentang hal rumit yang terjadi diantara Luhan dengannya. Ia hanya sosok  tanpa dosa yang terlibat dengan permainannya. Ia bahkan merasa berdosa karena dia ingin meninggalkan tempat ini, ia ingin meninggalkan Luhan saat ia bisa kembali lagi ke JEASIN Group. Ia sungguh ingin menjauh dari Luhan dan menyingkirkan Ny Rachel.

Luhan tahu apa yang dirasakan Jessica pada Gaozhan. Sosok dingin dan kaku itu tidak akan mungkin membenci Gaozhan. Ia begitu menyayangi putranya itu. Namun karena kesalahannya mungkin Gaozhan akan kehilangan mommy yang sangat ia sayangi itu. Ia merasa kasih sayang yang diberikan Jessica pada Gaozhan malam ini adalah detik-detik perpisahannya sebelum Jessica kembali ke rumahnya.

Tentu Jessica akan kembali ke rumahnya, memang disanalah ia seharusnya berada. Ia berjanji akan membawa Jessica kembali ke JEASIN pada Kyuhyun. Itu adalah kesepakatan awal mereka ketika Jessica kembali mengingat masa lalunya. Dengan begitu Jessica bisa lebih cepat pulih dan kembali ke perusahaan. Menjadi Presdire penerus Tn Jung dan hidup bahagia dengan apa yang ia harapkan.

Luhan merangkak naik ke tempat tidur Jessica, di tengah mereka ada Gaozhan yang terlelap tidur dan Jessica yang memeluknya. Mereka tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Ia rasa Gaozhan harus mendapatkan kehangatan dari mereka malam ini. Setidaknya karena mungkin Jessica akan meninggalkan mereka.

“ usssd… aku juga ingin tidur di sampingnya” ucap Luhan sedikit berbisik.

Jessica terdiam, selanjutnya ia melihat Gaozhan. Bagaimana mungkin ia bisa tega dengan wajah polos milik Gaozhan. Malam ini ia harus singkirkan kebenciannya pada Luhan hanya untuk Gaozhan.  Selanjutnya ia harus segera kembali ke rumahnya sebelum Ny Rachel benar-benar mengambil semua milik Abojinya.

 

“ Aku membutuhkanmu, Gaozhan membutuhkanmu, Jika aku berani meminta… aku akan meminta untuk membuatmu tetap kehilangan ingatanmu tentang masalalumu” ­_XI LUHAN_

________________TBC____________

 

 

43 thoughts on “LOVE YOU/Chapter 5

  1. Aku jadi gak ngerti.Jessica beneran nikag sama luhan tapi gak di dasari cinta.Luhan bisa bawa jessica balik ke jeasin? Ini maksudnya gimana.jadi sekarang luhan udah mulai ada perasaan nih sama jessica

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s