The Shadow – Chapter 5

image

Author  :  Kim Jemi

Title  :  The Shadow

Cast (s)  :
    –  Jessica Jung
    –  Byun Baekhyun
    –  Xi Luhan
    –  And Other

Genre  :  Mystery, Horror, Romance, Angst

Rating  :  PG – 14

Length  :  Chaptered

★ ★ ★

Gelap.

     Tak ada satu pun cahaya yang dapat ia lihat. Sedari tadi tangannya terus meraba ke sekitar, namun kosong. Tak ada satu pun barang yang ia sentuh. Ia melangkah kesana kemari untuk menemukan jalan keluar, namun tak juga ia temukan. Hanya suara lantai kayu tua yang menemaninya.

     Ia terduduk sambil memeluk lutut. Rasa takut mulai menghampirinya. Apa lagi yang akan terjadi? Matanya mulai sakit saat mencoba mencari titik cahaya. Ia menutup matanya rapat – rapat.

Tuk. Tuk.

     Sontak ia membuka matanya saat mendengar langkah kaki yang mendekat. Seberkas cahaya redup mulai mendekatinya. Dari kejauhan tampaknya itu adalah lilin yang menyala. Dengan sigap ia berdiri dan berlari mendekati lilin itu. Ada sedikit perasaan lega saat melihat lilin itu.

     Saat berada di dekat lilin itu, ia menghentikan langkahnya. Lilin itu mengambang di udara. Ia mengira seseorang tengah memegang lilin itu.

Prang.

     Lilin itu seketika jatuh dan mulai membakar lantai kayu tua. Sontak ia melangkah mundur menjauhi api yang mulai membakar seluruh ruangan itu. Tubuhnya mulai merasakan panas api itu.

“Jangan takut. Aku akan melindungimu.”

     Ia menoleh ke samping kanannya. Dari jauh, ia bisa melihat bayangan hitam itu. Apa bayangan hitam itu yang berbicara?

“Aku ada di mana? Cepat keluarkan aku!”

“Aku sudah bilang, aku akan melindungmu.”

     Bayangan hitam itu tiba – tiba berubah menjadi seekor serigala raksasa yang mengerikan. Salah satu kaki serigala itu terangkat dan siap menginjak tubuhnya.

“Kyaa!”

      Gadis itu terduduk di ranjangnya. Jantungnya berdebar dan keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. Ia menoleh ke samping kirinya. Seorang pria dengan surai coklat tengah terlelap. Jessica menghela napas lega saat mengetahui pria itu adalah Luhan.

     Perasaannya menjadi sangat lega saat menyadari bahwa kejadian tadi hanya mimpi buruk. Ia menutup matanya saat bayangan serigala itu muncul dalam ingatannya.

“Jangan takut, itu hanya mimpi.”

     Sontak ia menoleh dan melihat Luhan tengah berdiri di depan pintu kamar mandi. Bukannya Luhan tadi tengah tertidur pulas? Ia menoleh ke samping kirinya. Luhan tengah menatapnya dengan pandangan kosong. Rasa takut kembali menghampirinya.

“Ya! Nugu?” Tanyanya pada Luhan yang berdiri di depan kamar mandi.

“Bukankah aku suamimu?” Jawab Luhan itu sambil mengangkat kedua alisnya bingung.

“A-aniyo! Bagaimana bisa kau berada di sana sedangkan kau terti-” ia menghentikan ucapannya saat melihat ke samping kirinya.

Kosong.

     Hanya ada secarik kertas lusuh di atas selimut putih. Ia mengambil kertas itu dan membaca tulisannya.

B-

     B? Apa maksudnya? Ia meremas kertas itu dan membuangnya ke sembarang tempat. Jessica menatap Luhan yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Luhan berjalan ke ranjang dan duduk di tepinya.

“Gwaenchana?”

Jessica mengangguk, “Apa tadi kau tak melihat ada orang yang berbaring di sampingku?” Luhan menggeleng dan merebahkan tubuhnya.

“Aku tak melihat siapa pun. Kertas apa yang kau buang tadi?”

“Molla. Hanya secarik kertas bertuliskan huruf B. Tapi oppa tadi itu aku benar – benar melihatmu masih terlelap.” Luhan tersenyum dan menutup matanya.

“Sudahlah, mungkin tadi kau salah lihat. Tidurlah.” Jessica mengangguk dan merebahkan tubuhnya. Ia menutup matanya dan mulai terlelap.

     Tanpa disadari, gumpalan kertas itu kembali terbuka. Huruf B yang tertulis di kertas itu perlahan menghilang.

★ ★ ★

“Sekarang aku percaya hantu itu memang ada!”

     Sooyoung dan Jessica sontak menoleh mendengar celetukan Taeyeon. Gadis dengan surai blonde itu menyesap kopinya dan melanjutkan.

“Beberapa waktu lalu, ada yang menggangguku. Sepertinya itu adalah hantu. Saat aku sedang berada di kamar mandi, aku mendengar suara langkah kaki. Lalu saat aku menengok keluar kamar mandi, aku tersungkur karena seseorang memukulku dengan benda keras. Saat aku melihat ke belakang ternyata tidak ada orang sama sekali. Bukankah itu aneh?”

     Kening Sooyoung tampak berkerut. Ia mengambil kue kering yang disajikan Taeyeon dan melahapnya. Jessica menyesap tehnya dan menghela napas.

“Aku juga sering mengalami kejadian seperti itu. Bahkan ia mengunciku di balkon saat salju tengah turun dengan lebatnya.”

“Mwo!?” Ucap Sooyoung dan Taeyeon bersamaan. Jessica mengangguk.

“Itu benar terjadi! Untung Luhan menemukanku sebelum aku mati kedinginan di sana. Aish, aku sudah tidak tahan dengan semua ini! Bayangan sialan!”

“Shh! Kau tak boleh berbicara begitu. Kau tahu, Kita tidak boleh memaki makhluk halus.” Tegur Sooyoung.

“Itu akan membuatnya marah. Sama halnya dengan kita, apa kalian tak marah jika seseorang memaki kalian?” Lanjutnya.

“Tapi ia sudah keterlaluan, Soo! Itu benar – benar menggangguku. Sepertinya ia ingin mencelakaiku.”

“Mungkin ia marah padamu, Sica. Apa kau punya masalah dengan seseorang yang sudah mati?” Jawab Taeyeon.

Jessica menggeleng, “Sepertinya tidak. Aku tak punya masalah dengan orang yang sudah mati. Yah, sepertinya.”

“Ah, aku ingat! Kemarin saat hantu itu menggangguku, ia bertanya ‘apa kau mengingatku?’. Aku menjawab tidak, dan ia bilang kau sama saja. Apa maksudnya itu?” Taeyeon menatap Sooyoung dan Jessica bergantian.

     Hening beberapa saat. Jessica meneguk habis tehnya dan memandang keluar jendela. Ternyata bukan hanya dirinya yang diganggu oleh hantu.

“Apa mungkin…hantu yang mengganggu kalian itu adalah hantu yang sama?” Celetuk Sooyoung. Taeyeon dan Jessica menoleh dengan wajah ketakutan.

“Y-ya! Memangnya kami pernah membuat salah pada hantu itu? Kau sendiri bagaimana? Apa kau tidak diganggu?” Tanya Jessica masih dengan wajah ketakutan.

“Molla. Itu kan hanya kemungkinan. Aku tidak pernah diganggu dengan hal – hal mistis seperti itu. Yah, semoga saja tidak akan pernah.”

Ting. Tong.

     Taeyeon lalu berdiri dan berjalan ke pintu utama rumahnya. Ia membuka pintu itu dan menengok keluar. Aneh, tidak ada orang. Ia berjalan keluar dan menoleh ke kanan dan ke kiri. Tidak ada orang sama sekali. Ia menengadah dan menghela napas melihat gumpalan awan hitam mulai menghiasi langit.

Brak.

     Sontak ia berbalik dan melihat pintu rumahnya tertutup rapat. Ia memutar knop pintunya. Terkunci.

“Sica! Sooyoung! Buka pintunya!” Teriak Taeyeon sambil terus menggedor pintunya.

     Hujan mulai turun. Angin berhembus kencang, membuat tubuh mungil gadis itu menggigil. Ia lalu duduk di depan pintu sambil memeluk kedua lututnya. Jika terus begini, ia bisa mati.

★★★

“Mengapa ia lama sekali?” Jessica bangkit dan berjalan ke pintu utama. Ia melihat Taeyeon hanya berdiri di depan pintu.

“Siapa yang tadi menggedor dengan keras, Taeng?” Taeyeon hanya menggeleng dan berjalan melewati Jessica.

     Kening Jessica berkerut melihat sikap Taeyeon yang aneh. Wajahnya juga nampak pucat. Ia berbalik dan kembali ke ruang tamu. Namun, ia hanya menemukan Sooyoung yang tengah memainkan ponselnya.

“Kemana perginya Taeyeon?”

“Bukannya tadi kau mau melihatnya? Aku kira ia sedang bersamamu.”

“Tapi tadi ia mengacuhkanku dan berjalan melewatiku begitu saja. Aku yakin ia ke ruang tamu. Tapi Soo, Taeng tadi terlihat aneh. Wajahnya pucat dan sikapnya aneh.” Sooyoung hanya menatap Jessica dengan kening berkerut.

Tok. Tok. Tok.

     Mendengar ketukan pintu, sontak Jessica berlari ke pintu utama dan membukanya. Ia melihat Taeyeon sedang duduk sambil memeluk lututnya. Tubuhnya menggigil hebat.

     Jessica langsung menaruh tangan Taeyeon di pundaknya dan membawanya masuk. Sooyoung sudah berdiri di hadapannya dan membantunya membawa Taeyeon ke kamar gadis itu.

     Mereka merebahkan Taeyeon ke ranjang dan mengganti pakaiannya yang basah. Sooyoung kembali ke dapur untuk membuatkan Taeyeon teh hangat. Jessica menyibakkan gorden berwarna baby blue yang ada di samping ranjang Taeyeon. Matanya membulat melihat samar – samar bayangan hitam itu tengah berdiri di sebrang jalan. Sebuah truk besar lalu melintas, setelah truk itu berlalu ia tak lagi melihat bayangan hitam itu.

Kriet.

     Sooyoung kembali dengan tiga cangkir teh hangat. Ia meletakkan nampan itu di meja nakas. Taeyeon mulai membuka matanya perlahan dan melihat Jessica dan Sooyoung duduk di sebelahnya dengan raut wajah khawatir. Ia bangun dan duduk.

“Gwaenchana? Apa kau masih kedinginan?” Ujar Sooyoung sambil menyodorkan secangkir teh hangat.

     Taeyeon hanya menggeleng lemah. Kepalanya masih terasa pusing dan suhu tubuhnya mulai meninggi. Menyeruput teh pemberian Sooyoung.

     Setelah merasa cukup baik ia menceritakan kejadian tadi kepada Jessica dan Sooyoung. Jessica juga menceritakan kejadian yang ia alami di depan pintu utama tadi.

“Aku tak mengerti dengan semua ini.” Celetuk Taeyeon sambil memegang pelipisnya yang berdenyut.

“Nado. Aku mulai lelah dengan semuanya.” Jessica menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Tbc.

Annyeong. Aku cuman mau nyampein permintaan maaf karena lama banget ngepost chapter ini. Malah aku duluan ngepost drabble gaje -.-v
Haha, sempat gk pede dengan chapter ini, tapi ntar kalau diulang lg bakalan jadi lama. Yah, akhirnya beginilah hasilnya :v haha…ha ._.

27 thoughts on “The Shadow – Chapter 5

  1. Lama bingits…. sih chingu -_-
    Sumpah ane merinding bgt bacanya!!
    Kenapa sih mesti mereka (TaengSic) diganggu mulu??
    Emangnya apa salah mereka!!
    Sumpah chingu, ane merinding!!
    Kok pendyek ye?? -_- Kecewa😦
    Tapi keren bgt low😀
    Oke!! Ditunggu next chapternya😉
    Keep Writing chingu ^0^

  2. nunggu ff ini thor.huaaa semakin menegangkan.B untuk Baekhyun? ternyata taeng juga dihantui,hantu itu bilang apa kau tak ingat aku,kau sama saja, apa hantu itu seseorang di masalalu mereka yang sudah mati?tapi kok ngehantui terus?taengsica punya salah / hantu itu ingin membuka kebenaran?penasaran thor dilanjut yah KEEP WRITING!!

  3. Yee akhirnya dilanjut juga,,
    makin penasaran nih sama itu bayangan,, apa Baekhyun thor?? Trus emang ada masalah apa kok terorin JessYeon?? Ditunggu deh kelanjutannya,, fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s