LOVE YOU/Chapter 6

Author: S.Y.M

Title: LOVE YOU …

Genre: Marriage life, Romance, Angst

Length: series

Rating: G

Cast: – Jung Sooyeon- Xi Luhan

luhan 2

jessica

Other Cast:

Jia Miss A || Jung Yoogeun|| Cho Kyuhyun ||

Note:

Hy… ma’af lama nggak posting, aku kembali dengan Love You Chapter 6, aku coba jelaskan beberapa hal di Chap ini, semoga mengurangi kebingungan kalian. Sorry juga untuk beberapa Typo yang kalian temukan dan kebingungan yang kalian alami, aku harap ada tiang di sekitar kalian kalau kalian bingung nantinya hahahaha ;D

SELAMAT MEMBACA🙂 jangan lupa berkomentar …

*

*

*

Luhan membuka matanya perlahan ketika ia merasa sedikit terik yang menembus kaca jendelanya. Rupanya ada seseorang yang sudah membuka korden jendela kamar itu. Ia melihat ke samping dan ternyata hanya ada dia dan Gaozhan yang masih tidur pulas di lengannya. Itu artinya Jessica sudah bangun.

Dengan perlahan ia pindahkan kepala Gaozhan ke bantal dan perlahan turun dari tempat tidur itu. Iapun beranjak ke dapur.

Luhan tersenyum ketika mendapati sosok lain yang tidak biasa di dapur eommanya. Kali ini Jessica lah yang ada di dapur itu. Tidak biasanya Jessica memasak, biasanya memasak adalah tugas Ny Xi atau lebih tepatnya, memang Jessica selalu bangun terlambat dari pada Luhan sehingga ia hanya bisa mengurus Gaozhan dan tidak sempat membantu untuk membuat sarapan di rumah ini.

“ Kau tidak membangunkanku?” Luhan melingkarkan tangannya di pinggang Jessica. Ia memeluknya dari belakang, membuat Jessica menghentikan sejenak kegiatannya.

“ Kalian berdua seperti bayi yang sedang tidur pulas, mana mungkin aku tega membangunkan kalian” Jessica melanjutkan kegiatannya.

“ emhh… apa eomma belum bangun?” Luhan mencium singkat pundak Jessica lalu merenggangkan pelukannya, sehingga Jessica bisa dengan mudah menggerakkan spatulanya.

“ Dia sepertinya lelah, Jia berangkat pagi-pagi sekali, dia bilang dia terlambat ke bandara”

“ Ah.. dia selaluseperti itu jika pulang larut malam”

Jessica mengangguk, selanjutnya mereka menciptakan keheningan di ruangan itu. Luhan mempunyai firasat yang benar-benar aneh saat melihat perubahan dari Jessica. Kemarin ia melihat tatapan tajam milik Jessica pada dirinya, dan ia yakin itu adalah Jessica. Saat ini ia merasakan ada Sosok Sooyeon pada diri Jessica. Pada dasarnya mereka adalah orang yang sama namun mempunyai sifat yang berbeda dalam keadaan yang berbeda. Apa mungkin karena Jessica terbiasa menjadi Sooyeon, membuatnya bersikap benar-benar lembut kali ini? Atau mungkin ini adalah cara Jessica untuk perlahan meninggalkan mereka?

“ Apa kau akan meninggalkan ku?” Tanya Luhan tiba-tiba.

Jessica terdiam, selanjutnya ia membuat lekukan di pipinya.

“ Apa kau berfikir seperti itu?”

“ Mungkin saja jika kau bertemu sesuatu yang lebih penting dari aku”

Jessica meletakkan spatulanya, dan melepas tangan Luhan. Ia beralih pada piring dan meletakkan masakannya pada piring itu.

“ Apa kau mengingat semuanya __Jessica?”

DEG

Jessica terdiam, bahkan ia belum mengatakan apapun pada Luhan. Ia baru ingat bahwa Luhan membentaknya karena ia bersikeras bahwa Luhan bukanlah suaminya. Itu karena ia hanya mengingat bagaimana ia membenci Luhan dan ia beranggapan bahwa mereka tidak mungkin menjadi suami istri. Namun setelah ia mengingat bahwa pernikahan yang mereka lakukan adalah atas kehendaknya sendiri, ia menyadari bahwa ia telah salah dan cepat menyimpulkan. Namun kali ini ia ingin perlahan memberitahu pada Luhan ketika Luhan telah siap membantunya kembali ke JEASIN , atau ketika Kyuhyun tidak bisa membantunya untuk masuk ke JEASIN tanpa bantuan Luhan.

“ Sejak kapan kau mengingatnya?” Tanya Luhan.

Jessica masih terdiam, ia melirik sekilas pintu masuk dapur itu dan sudah berdiri jagoan kecil Luhan. Gaozhan sedang terdiam menatap kedua orang itu.

“ Kau sudah bangun?” Jessica membuat senyum manisnya untuk menyambut Gaozhan dan mengabaikan Luhan. Ia pun tahu situasi, tidak mungkin mereka membahas hal itu ketika Gaozhan ada di sekitar mereka.

“ Mommy memasak lagi?” Tanya Gaozhan, ia mengucek matanya yang masih sedikit terpejam itu.

“ Akan kusiapkan air untukmu, kau ingin bersama Daddy?”

Gao mengangguk dan berlari memeluk Luhan, Jessica beralih ke kamar Gao untuk menyiapkan perlengkapan mandinya.

Luhan beralih pada Gao yang memeluk lengannya. Melihat putranya itu ia merasa sangat berat jika nantinya Jessica tidak lagi tinggal bersamanya.

“ Apa kau menyayangi mommy? “  Luhan mengacak rambut putranya itu.

Gaozhan mengangguk semangat dengan mata yang sedikit terpejam, selanjutnya ia menutup mulutnya yang menguap.

“ Tentu Daddy, mommy adalah yang tercantik” Gaozhan membalasnya dengan senyum cerah dan mata menyipit khasnya.

“ Kalau begitu, buat mommy tidak akan meninggalkan kita, itu adalah tugasmu” Luhan menyentuh ujung hidung anak kecil itu.

Kalimat itu membuat bingung putranya, tentu saja karena Gaozhan tidak tahu apa-apa tentang keadaan yang sebenarnya. Ia hanya tahu selama beberapa tahun ia tidak pernah bertemu dengan ibu kandungnya. Selama ini ia hanya bungkam, karena ia juga jarang bertemu Gaozhan sejak kelahirannya, ia memilih untuk tinggal jauh dan menyerahkan pertumbuhan Gaozhan pada Ny Xi. Wajar jika Gaozhan menganggap wanita yang datang bersama Luhan adalah ibunya. Dan saat itu tepat ketika ia melihat sosok Jessica dan beberapa kali ia meminta Jessica lah Mommynya.

Sebenarnya alasan utama pernikahannya bersama Jessica yang ia setujui adalah karena Gaozhan sangat berharap Jessica menjadi mommynya. Karena Gaozhan memang sudah menganggap Jessica adalah ibunya. Bukan karena ia berharap bisa mengambil kembali perusahaan Ayahnya pada JEASIN Group.

Namun yang diketahui Jessica adalah, Luhan sengaja mendekatinya karena ingin mengambil kembali perusahaan Ayahnya, bukan karena mencintainya. Ia marah karena ia tahu Luhan tidak mencintainya, Ia marah karena ia tahu masa lalu Luhan dengan Ny Rachel, ibu tirinya itu dengan lelaki yang dicintainya pernah saling mencintai.  Ia membenci Ny Rachel yang datang ke kehidupan Abojinya dan merebut semua yang akan menjadi haknya. Rachel terhitung masih muda dan ia seharusnya lebih pantas menjadi anak Abojinya, bukan menjadi Istrinya, jelas ia merasa Rachel memang sengaja datang untuk merusak keluarganya. Dan ia berjanji tidak akan melepaskan Luhan walaupun Luhan mengatakan hal buruk yang membuatnya membenci pria itu.

Luhan tahu jika Jessica memang mencintainya, ia membatalkan rencananya untuk mengambil alih perusahaan Ayahnya dengan mendekati Jessica setelah tahu bagaimana hubungan Jessica dengan Rachel. Ia juga tahu bagaimana Gaozhan sangat menyukai Jessica, mana mungkin ia tega menyakiti hati seseorang yang disayangi oleh putranya sendiri. Ia cukup merasa terbebani sejak kematian istrinya  saat melahirkan Gaozhan. Ia hanya berusaha agar Jessica tidak bersikeras untuk menikah dengannya dan membiarkan Jessica tetap berjuang di keluarganya.

Namun nyatanya berbalik, walaupun Luhan sudah mengatakan semuanya pada Jessica, ia  tetap meminta pernikahannya bersama Luhan tetap dilakukan dan Jessica mengembalikan saham milik Ayah Luhan kepadanya.  Sebagai gantinya ia diusir keluar dari rumahnya sendiri. Setidaknya ia telah berhasil melepaskan perusahaan penopang terbesar di JEASIN Group ditengah-tengah masalah yang akan membuat JEASIN pailit. Ia tahu setelah ia diusir oleh Abojinya, Ny Rachel lah yang dipercaya untuk menempati posisinya. Ia tidak ingin segala yang diusahakannya dipetik manis oleh Ny Rachel. Dengan berstatus sebagai suami Jessica, maka Jessica bisa dengan mudah mengatas namakan saham besar yang dimilikinya atas nama Luhan. Ia berani menjamin bahwa saham itu sudah cukup untuk membuat Luhan berani keluar dari JEASIN Group, hal itu juga tidak lepas dari bantuan pengacara pribadinya, Cho Kyuhyun.  Dan berakhirlah sahamnya pada JEASIN Group.

Demi itu semua,  ia berani mempertaruhkan rasa sakit hatinya dan menikah dengan Luhan meskipun ia tahu Luhan tidak mencintainya. Ia hanya tahu dial ah yang mencintai Luhan. Dan Gaozhan menganggapnya sebagai ibunya. Sebenarnya  setelah ia diusir ia ingin tenang dan menyayangi Gaozhan seperti putranya sendiri. Hidup bersama Luhan meskipun ia hanya mendapat sikap dingin dari Luhan.

Lalu bagaimana ia bisa membenci Luhan?

Karena ia kecewa

Ia kecewa ketika ia berani mengambil resiko dan memilih untuk tinggal bersama Luhan, Luhan malah memintanya untuk kembali ke rumahnya, Luhan memintanya untuk kembali ke JEASIN dan memperjuangkan lagi posisinya sebagai Direktur di perusahaannya. Tidakkah Luhan tahu bahwa Jessica melakukannya juga karena ia ingin tinggal bersama orang yang dicintainya. Ia melepaskan semuanya dan hanya memberi pelajaran pada Ny Rachel dengan memberikan saham terbesarnya pada Luhan. Lalu kenapa Luhan memintanya untuk kembali ke keluarganya? Itulah yang dikecewakan Jessica. Dan kecelakaan itu terjadi. Entah bagaimana caranya ia bisa terlibat kecelakaan dengan Container Bill Up dan menabrak pagar pembatas. Kecelakaannya terbilang sangat parah, namun ia beruntung karena masih hidup.

Saat ini Jessica sudah kembali mengingatnya, kembali mengingat betapa jahatnya Luhan padanya. Jessica si gadis arogan yang telah luluh karena Gaozhan, Jessica yang jatuh cinta pada kedinginannya. Dan niatnya untuk mengambil kembali perusahaan Ayahnya. Bertemu dengan Rachel yang dulu  ia cintai sebelum ia menikah dengan ibu Gaozhan. Ditambah hubungan Jessica dengan Rachel. Bagaimana dunianya bisa begitu kacau dan rumit.

Cukup Rachel yang membuat masa remajanya hancur dan menjadi pengecut dengan memutuskan untuk tinggal di China. Ia yang kalut membuat seorang gadis hamil. Dialah ibu kandung Gaozhan. Istrinya yang berkebangsaan China, Victoria Son, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.  Ia bahkan tidak sanggup untuk menghadap Ayahnya. Untuk itulah ia memutuskan untuk tinggal di China bersama Victoria. Namun kisah lain menimpanya. Victoria meninggal ketika melahirkan Gaozhan, karena memang kandungannya lemah sejak awal kehamilannya.

Jia dan Ny Xi sudah memaksanya untuk tinggal di Korea, membantu Ayahnya untuk mengurus perusahaan. Luhan menolaknya, karena ia benar-benar merasa bersalah kepada Ayahnya. Ia belum sanggup untuk bertemu Ayahnya. Hanya Gaozhan yang ia perbolehkan untuk diasuh Ny Xi di Korea. Selanjutnya ia akan melanjutkan pendidikannya di China. Itu adalah keputusannya. Ia ingin menebus kesalahannya pada keluarga Victoria. Ia ingin tinggal di China sampai ia benar-benar mendapatkan ma’af dari keluarga Victoria.

.

.

“ Air sudah siap, ayo!” Jessica sudah berdiri di ambang pintu untuk menjemput Gaozhan.

Terang saja jagoan kecilnya itu berlarian kecil untuk datang ke pelukan Jessica. Luhan mengikuti keduanya. Hatinya benar-benar mendapat kelembutan untuk terus memperhatikan kedua makhluk itu.

“ Daddy__jangan ganggu mommy” rajuk Gao kecil ketika ia mendapati Luhan sedang berdiri di belakang Jessica. Ia tidak mau acara mandinya diganggu oleh Luhan.

“ Daddy ingin mandi juga, __ “ Luhan berjongkok mengikuti Jessica yang sedang membasuh sabun di tubuh mungil Gaozhan.

“ Bersama kalian” imbuhnya.

Gaozhan terdiam, dan Luhan spontan mendapat tatapan tajam dari Jessica.

“ Apa tidak boleh? Ayolah… sekali saja” kali ini Luhanlah yang merajuk seperti anak kecil. Ia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Ia juga tidak mengerti kenapa ia seperti ini.

“ Shireo! Waktuku hanya untuk Gaozhan” tolak Jessica mentah mentah.

“ Kau yakin? Hemh… baiklah.. aku tidak akan pergi ke kantor hari ini. Setelah Gao pergi ke sekolah, waktumu hanya untukku” Ucapnya sedikit berbisik di telinga Jessica.

Jessica tertunduk, ia segera mengalihkan perhatiannya pada Gaozhan dan memasangkan handuk pada tubuh mungilnya.

Luhan dapat melihat wajah merona di pipi Jessica. Dan ia terkekeh dibuatnya.

“ Aku tidak ingin ke sekolah kalau Daddy tidak mandi pagi ini”

Luhan mendengus, baiklah… ia hanya ingin menggoda Jessica. Dan sepertinya ia mendapat lampu merah dari Gaozhan.

“ neee” Luhan mengacak rambut Gaozhan dan ia beranjak pergi ke kamar mandinya.

.

.

.

Ny Xi menatap jam dindingnya ketika ia melihat Luhan masih dengan pakaian santainya dan menonton siaran televisi. Apa ia bangun pagi? Ia merasa ia tidur terlalu lama karena terlalu lelah. Lalu kenapa putranya masih bersantai dan menonton televisi? Atau mungkin Luhan memang tidak masuk kerja?

“ Apa terjadi sesuatu? Kau tidak  pergi bekerja?” tanya Ny Xi, ia melewati putranya dan menuju dapurnya yang tak jauh dari ruang tengah.

“ Any… aku sudah serahkan pekerjaanku hari ini pada sekretaris Hwang, dia pasti bisa mengatasi semuanya”

“ Bukankah kau sering merepotkannya? Apa kau ada acara lain?” Ny Xi memeriksa meja makan yang sudah tertata beberapa hidangan untuk sarapan pagi. Ia juga melihat bahan masakan yang ia siapkan semalam sudah tidak ada lagi ditempatnya. Jia tidak mungkin melakukannya, apa menantunya yang melakukannya?

“ Apa_”

“ Dia yang melakukannya, aku akan pergi mengantarkan Gaozhan ke sekolah bersama Sooyeon” Luhan memeluk dan mencium singkat Ny Xi, lalu ia bersiap untuk menyusul Jessica dan Gaozhan di ruang tamu.

“ eoh… baiklah, jadi ini alasanmu tidak pergi bekerja?”

“ Mungkin ini yang terakhir kalinya aku merepotkan Sekretaris Hwang, atau akan sangat sering” ucapnya lirih.

.

.

Luhan tersenyum pada Gaozhan, wajah cerahnya pagi ini sedikit berbeda. Setiap pagi ia hanya memberikan wajah datar atau berubah menjadi mengerikan ketika menggoda Jessica. Namun kali ini ia memperuntukkan dirinya untuk bersedia melakukan apapun bersama Jessica ataupun Gaozhan.

“ Wae? Apa aku semakin tampan ketika tidak memakai kemeja seperti biasanya?” Luhan membenahi kerah kaosnya, dan menata rambutnya.

Jessica terkekeh, memang melihat Luhan hanya dengan pakaian sederhana ketika pagi jarang sekali ia temukan. Luhan lebih sering memakai kemeja dan baju resmi, wajah yang sering tegang ketika berangkat ke kantor. Atau ekspresi yang susah ditebak ketika menggoda Jessica.

Kali ini Luhan lebih cerah dengan senyum yang mengemban, namun ia tahu bahwa Luhan mempunyai maksud dengan permintaannya untuk bersamanya hari ini.

“ Mommy, apa aku bisa memiliki rambut seperti Daddy?” celetuk Gaozhan yang sukses membuat keduanya tertawa.

Tatanan rambut Luhan mungkin akan terlihat aneh jika untuk Gaozhan. Lagi pula rambut itu sedikit berwarna coklat, Jessica tidak ingin Gaozhan terlalu mirip dengan Luhan meskipun ia putranya.

“ Kau lebih tampan dengan rambut hitam dan tatanan seperti ini Gao” Jessica mengusap pipi anak kecil itu.

“ emh… baiklah…itu artinya aku lebih tampan dari Daddy, dan tatanan rambut Daddy buruk” dan begitulah kesimpulan anak kecil itu. Luhan terkekeh dan ia tidak ingin mengajukan pembelaannya lagi pada Gaozhan.

“ Kau tampan karena Daddy juga tampan”

“ Aku tampan karena Mommy cantik”

“ Mana bisa anak laki-laki mirip dengan mommynya yang cantik? Kau harus akui Daddy tampan atau tidak ada Game hari ini”

Gaozhan merengut, ia memainkan bibirnya dan mengadu pada Jessica. Membuat Jessica tak mampu menahan tawanya. Kenapa sangat menyenangkan berada dalam keadaan seperti ini?

Selanjutnya ia terhenti, ia ingat rencananya untuk kembali ke rumahnya. Hal itu tertunda ketika ia mendapat kecelakaan saat itu. Setelah ia mengingatnya, ia harus melakukannya. Sekarang ia tidak lagi berambisi pada cinta Luhan. Ia tidak perduli lagi, penyesalannya setela kematian Abojinya terlalu besar. Ia ingin kembali berada di dalam JEASIN Group dan menjalankan perusahaan peninggalan Abojinya itu.

“Kau lebih tampan dari Daddy, karena ketampanan Daddy kau ambil” Jessica menutup perdebatan kecil itu.  Rupanya Gaozhan lebih menurut pada Jessica. Luhan hanya tersenyum simpul.

“ jadi kau tidak mengakui aku tampan?” tanyanya lirih dan hanya disambut dengan lekukan kecil diujung bibir Jessica.

.

.

Jessica menikmati semilir angin di pinggir sungai Han dengan kebisuannya. Luhan pun hanya menatap lurus pada sungai itu.

“Ada yang ingin kau sampaikan?” Jessica membuka keheningannya.

Luhan hanya terdiam, ia pun masih enggan menggeser arah pandangnya.

“ Bagaimana kau tahu aku telah kembali mengingat tentang diriku?” Jessica melanjutkan pertanyaannya.

“ Karena kau istriku”

Jessica tersenyum simpul, selanjutnya ia menatap tajam Luhan.

“ Begitukah? Eoh… aku pikir kau hanya memperistri saham yang kuberikan” jawabnya.

Luhan hanya terdiam, ia memang seharusnya pasrah dengan apa yang akan dilakukan Jessica padanya. Dalam hati Jessica sudah tidak ada lagi kepercayaan  padanya. Tidak ada yang tahu niatnya bagaimana. Bagaimana ketulusannya, bagaimana usahanya untuk menebus kesalahannya. Jessica mungkin tidak memikirkannya. Semua yang ia katakan pada gadis yang mencintainya dulu mungkin telah menyakitinya hingga ia seperti ini. Kalimat pedas dan tegas yang terlontar adalah ciri khas seorang Jessica. Ia pun hanya mampu menunggu sampai Jessica berhenti berpura-pura lembut seperti sosok Sooyeon sebelum ia mengingat semuanya.

“ Bagaimana keadaanmu?” Tanya Luhan.

“ Seperti yang kau lihat, mungkin lebih baik. Apa kau senang aku kembali mengingat semuanya?”

Pertanyaan itu seperti memaksa Luhan untuk kembali mengingat semua yang telah mereka lalui. Hari-hari beratnya, dan semua yang ia lakukan pada Jessica. Ia memang harus mengingatnya.

“ Apa yang kau rencanakan? Kenapa tidak katakan lebih awal jika kau sudah mengingat semuanya?”

Jessica hanya tersenyum simpul dan tak menjawab pertanyaan Luhan. Ia membiarkan Luhan menatapnya lebih lama dan menunggu jawabannya. Sedangkan ia masih memikirkan berbagai rencannya dan bagaimana perasaannya.

“ Lagi pula kau sudah tahu tanpa aku mengatakannya, kau pasti tahu rencanaku yang tertunda karena kecelakaan itu, bukankah kau yang meminta aku untuk kembali ke tempatku?”

“ Jadi kau akan kembali?”

“ Tentu saja, dan kau yang akan membantuku, bukankah begitu? “

Luhan mengingat janjinya pada Kyuhyun selama Jessica hilang ingatan. Ia diberi kesempatan untuk bersembunyi sejauh mungkin bersama Jessica. Namun ia mengurungkannya, bersembunyi seperti perbuatan  pengecut. Setelah mendengar Ny Rachel lah yang memegang kembali JEASIN Group. Ia merasa ia tidak harus membawa Jessica bersembunyi. Ia harus mengembalikan apa yang menjadi hak Jessica.

Namun sepertinya ia mulai takut akan kehilangan Jessica. Ia mempunyai perasaan takut dan menyesal.

“ Jadi kau akan meninggalkan kami?”

Jessica menyadari suara lirih yang terdengar sedih dari mulut Luhan. Ia menatap sendu singkat Luhan. Namun selanjutnya ia merubah tatapannya.

“ Kau terdengar tidak ingin aku kembali ke keluargaku”

“ Keluargaku adalah keluargamu juga”

“ Ada apa ini Luhan? Apa kau berniat mencegahku untuk kembali dan melepaskan Rachel  begitu saja? Abojiku meninggal dan aku tidak ada disampingnya, ini semua karena Rachel, Aboji meninggal karena Rachel, kau tahu itu”

“ Any…aku hanya_”

“ Kau pikir aku akan melepaskannya begitu saja? Kau pikir aku gadis yang rela diusir dari rumahku sendiri karena mencintai seorang pria? Kau pikir aku gadis yang rela melepaskan segalanya demi tinggal bersama pria yang dicintainya? Kau pikir aku Jessica yang seperti itu? Jessica yang kau lihat sekarang bukan lagi Jessica yang terobsesi dengan Luhan, Jessica yang rela melakukan segalanya untuk membalas sakit hatinya pada Rachel dan memlih untuk melepaskan segalanya hanya untuk bersama Luhan, yang kau lihat sekarang adalah Jessica yang ingin memperjuangkan JEASIN karena hanya itulah peninggalan Aboji, aku hanya ingin memperjuangkannya sebagai bakti terakhirku, tidak masalah bagiku untuk berpisah denganmu! Lagi pula cinta seorang Luhan bukan untuk Jessica, bahkan setelah kau menikah kau masih mencintai Rachel. Aku tidak akan seperti itu! “

Luhan terdiam, ia melihat tatapan tajam dan betapa Jessica tidak bisa menahan tangisnya. Ia ingin memeluknya, benar-benar ingin memeluknya . Dia adalah wanita rapuh yang berusaha setegas mungkin menunjukkan bahwa dia kuat. Dia adalah wanita yang seperti itu.

Luhan menarik lengan Jessica, tangannya kini melingkar di pinggangnya dan merengkuhnya. Luhan tak kuasa dan memeluknya. Ia begitu takut kehilangan Jessica di kehidupannya.

“ Tinggallah, setidaknya untuk Gaozhan, dia membutuhkanmu”

“ Kau pikir aku akan melakukannya?”

Luhan semakin mempererat pelukannya.

“ Kumohon_”

“ Hentikan!” Jessica melepaskan pelukan itu.

Selanjutnya ia merebut ponsel yang ada di saku celana Luhan, ia mengambilnya tanpa meminta pada Luhan.

//” Yoboseo”//

“ Bisakah kau menjemputku ?”

//” Jessica?”//

“ Kumohon, jemput aku _”

Jessica menutup teleponnya, selanjutnya ia mengambil gambar sekitarnya dan mengirimnya pada Kyuhyun, ia tidak bisa menyebutkan dimana tepatnya ia berada. Ia sendiri tidak yakin dimana tepatnya Luhan membawanya.

“ Kau tidak ingin bertemu Gao hari ini?”

Jessica terdiam, ia sudah menahan diri sampai Luhan mengetahui bahwa ia sudah mengingat semuanya, saat ini ia ingin tinggal jauh dari Luhan. Ia masih merasakan rasa sakit yang mengulang setelah ia mengingat semuanya. Ia ingin menenangkan dirinya, tanpa ada Luhan dan ia ingin terbiasa untuk menjauh dari Gaozhan, putra Luhan.

“ Bisakah kita menunggu sampai Oppa menjemputku saja? Aku tidak ingin mengatakan apapun padamu Luhan”

Luhan hanya menunduk, ia bahkan tidak bisa berbuat banyak ketika Jessica memutuskan untuk bercerai dengannya. Ia hanya merasa Jessica mungkin akan semakin marah ketika ia berusaha untuk mencegahnya, ia cukup sadar diri dengan kesalahannya pada Jessica. Membuat hati wanita itu terluka adalah kesalahan terbesarnya.

.

.

Keheningan berakhir ketika mobil Kyuhyun telah terparkir di depan mereka. Jessica sudah bersiap dan melangkah menjauh dari Luhan.

Dapat terlihat wajah khawatir pada Kyuhyun, namun semua itu terjawab ketika Jessica cepat-cepat memintanya untuk segera pergi dari tempat itu. Itu artinya terjadi sesuatu yang buruk antara Jessica dan Luhan.

Luhan hanya menundukkan kepalanya singkat dan hanya melihat Jessica masuk ke dalam mobil dan berlalu dari pandangannya.

Ma’afkan aku Jessica.

Luhan memijit keningnya, kenapa rasanya sangat sakit ketika melihat air mata Jessica jatuh dan ia menjauh , hatinya benar-benar sakit dan ketakutan. Selanjutnya ia harus mempunyai alasan yang tepat untuk Gaozhan, kenapa Mommynya tidak pulang bersamanya. Ia harap Gaozhan tidak bertanya lebih dan membuatnya semakin tidak bisa mengontrol keadaanya.

.

.

Kyuhyun berulangkali melirik pada wanita yang terdiam dengan tatapan kosong di sampingnya. Ia ingin menanyakan apa yang terjadi sehingga ia memanggilnya untuk menjemputnya. Apa itu artinya Jessica tidak ingin pulang ke rumah Luhan? Sepertinya begitu.

“ Aku akan menginap di rumahmu Oppa, kau tidak keberatan bukan?”

Kyuhyun menghela nafas, sudah diduga.

“ Wanita yang sudah menikah tidak baik menginap di rumah pria lain, bagaimana perasaan suamimu nanti?”

“ Dia tidak akan perduli”

“ Kau yakin?”

“ Kau tahu cerita yang sebenarnya Pengacara Cho, jangan bertanya hal yang bodoh”

Kyuhyun kembali menghela nafas, sudahlah… Jessica memang kaku. Dia akan tetap pada pemikirannya. Selanjutnya ia harus merencanakan pertemuannya dengan Luhan dan melakukan hal yang sudah mereka janjikan.

“ Aku ingin bercerai dengan Luhan setelah aku kembali ke JEASIN, Luhan bisa melakukan perjanjian dengan Ny Rachel agar aku bisa kembali ke JEASIN, aku tahu Ny Rachel mengincarnya untuk menarik kembali saham Luhan ke JEASIN, kau bisa atur itu untukku Oppa?”

Kyuhyun mengangguk, hal itulah yang mereka rencanakan bersama Luhan. Kepailitan JEASIN saat ini dimanfaatkan untuk memasukkan kembali Jessica dalam jajaran Direksi. Ia bisa menjadi saingan terbesar Ny Rachel untuk menjadi Presdire JEASIN. Namun untuk rencana perceraian yang diajukan Jessica, bahkan ia tidak berfikiran sampai disitu.

“ Apa kau yakin?” Tanya Kyuhyun.

“ Hanya itu peninggalan Aboji, aku ingin berbakti padanya untuk yang terakhir kalinya. Ny Rachel harus tahu di mana tempatnya berada”

“ Maksudku…apa kau yakin ingin bercerai dengan Luhan?”

Jessica terdiam, ia kembali dengan tatapan kosongnya dan mengabaikan pertanyaan Kyuhyun untuk waktu yang lama.

Kyuhyun tahu bagaimana perasaan Jessica pada Luhan. Ia tahu bagaimana perasaan cinta itu. Jika sekarang ia membenci Luhan, ia tidak yakin Jessica bisa meninggalkannya. Sama artinya dengan ia menyiksa dirinya sendiri.

 Entahlah…

*

*

*

Luhan terlihat menunggu Gaozhan di depan sekolahnya. Ia masih bersandar pada badan mobilnya dan mengecek laporan lewan ponselnya. Sekretaris Hwang memberinya beberapa laporan mengenai fluktuasi profit perusahaan. Dan beberapa jadwal yang akan ia jalani besok. Mungkin pekerjaannya akan menumpuk besok jika tidak ada Sekretaris Hwang yang mengatasinya. Rasanya ia benar-benar beruntung mempunyai pegawai sepertinya. Sementara pikirannya saat ini masih tidak bisa lepas dari Jessica.

“ Daddy!” jagoan kecilnya kini berlari ke arahnya. Senyumnya yang mengembang sehingga membuat matanya pun ikut tersenyum. Membuat hatinya tenang sekaligus sedih dengan apa yang akan ditanyakan putra kecilnya nanti tentang Jessica.

“ euh? Where’s mommy? “ tanyanya, ia celingukan mencari sosok Jessica di sekitarnya.

“ Aigoo!! Jagoan kecilku” Luhan mengangkat tubuh kecil Gao ke pelukannya.

“ Dad? Dimana Mommy? Apa dia sakit lagi? Kenapa dia suka sekali sakit?”

Luhan tersenyum, dia ingin mengiyakan pertanyaan Gao bahwa Jessica sedang sakit, namun Gao pasti akan merengek untuk ke rumah sakit.

“ Dia ada urusan di rumahnya, mungkin untuk beberapa hari dia tidak akan pulang ke rumah kita”

Gaozhan terlihat berfikir, ia memang tidak pernah tahu dimana keluarga Jessica berada. Ia hanya tahu halmonim ibu Luhan adalah neneknya.

“ Kenapa Daddy tidak bersamanya?”

Luhan tersenyum, ia tidak ingin lagi berbohong pada Gaozhan. Mungkin ia harus menjelaskan banyak hal pada putra kecilnya itu nanti. Ia mempunyai banyak kesalahan pada putra kecilnya itu. Sangat banyak.

“ Kau akan mengerti nanti” Luhan mengacak rambut Gaozhan dan membukakan pintu mobil untuknya.

“ Orang dewasa memang sulit dimengerti” gerutunya, dan gelak tawa Luhan menyertainya.

“ Orang dewasa memang menyusahkan, namun mereka bisa memberimu banyak Game” sambung Luhan.

Dan antusias Gaozhan pun kembali, setidaknya hari ini Luhan bisa mencegah kesedihan Luhan dengan Game kesukaannya. Apa yang harus ia lakukan ketika Jessica tidak lagi bersama mereka di hari-hari berikutnya? Itulah yang ia pikirkan sekarang.

*

*

*

Luhan menyesap kopinya, begitu juga dengan Kyuhyun yang duduk di depannya.

“ Kau terlihat sibuk hari ini”

Luhan tersenyum, ia memang sibuk karena banyak hal yang harus ia selesaikan di kantor setelah ia tidak masuk kemarin.

“ Begitulah, kau memiliki waktuku selama jam makan siang ini, apa yang ingin kau bicarakan pengacara Cho?”

Kyuhyun tersenyum simpul, melihat Luhan sekarang membuatnya berfikir apakah Luhan tidak terbebani ketika Jessica tidak pulang ke rumahnya kemarin? Kenapa ekspresi pria di depannya ini selalu terlihat baik-baik saja ketika di depannya?

“ Kau tidak menanyakan keadaan Jessica ?”

Tentu… aku ingin tahu bagaimana keadaannya.

Luhan tersenyum “ Dia pasti baik-baik saja bersamamu, kau selalu siaga untuk menjaganya pengacara Cho”

“ Dia sudah mengingat semuanya, apa kau siap ?”

Luhan terdiam, ia tahu apa yang harus ia lakukan. Membuat Jessica masuk ke JEASIN sebagai syarat kerjasamanya dengan Ny Rachel. Itulah yang harus ia lakukan.

“ Apa yang bisa kulakukan selain itu? Aku harus menepati janjiku bukan?”

“ Aku akan atur pertemuanmu dengannya”

Kyuhyun kembali menyesap sisa kopinya. Sepertinya sudah cukup pembicaraannya dengan Luhan hari ini. Ia harus segera kembali ke kantornya.

“ terima kasih untuk waktumu Luhan_ssi”

Luhan mengangguk, Kyuhyun membungkukkan badannya sebelum ia pergi dari tempat itu.

Dan kini hanya Luhan yang masih terdiam di tempat itu dan berkutat dengan pikirannya.

“ Apa kau tidur nyenyak semalam? “ ucapnya lirih.

“ Apa kau sudah makan pagi ini?” imbuhnya lagi.

“ Apa kau baik-baik saja Sooyeon_ah?”

Itulah yang ingin ia tanyakan pada Kyuhyun, ia ingin tahu bagaimana Jessica kemarin dan hari ini. Dan selanjutnya ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Jessica memenuhi otaknya hari ini.

TBC…

 

Haiiiii…

terima kasih untuk kalian yang sudah membaca fanfic kuuu…

semoga kalian masih suka membacanya. Ma’af kalau masih kurang panjang😦

 

26 thoughts on “LOVE YOU/Chapter 6

  1. Awalnya aki kesel bgt sm luhan, tapi makin kesini aku makin kasian, meskipun rada gak terima sih klo sebenernya luhan itu pernah cinta sm rachel. Ahhh gila!!! Ini baguus keren jugaaa. Lanjutkan thoor!!! Fighting^^)9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s