[Freelance] (Smile For Me) (Drabble)

ff-poster-smile-for-me-by-yeonhan

Title: Smile For Me…

 

Author: Jung Yeonhan

 

Length: Drabble

 

Rating: PG-13

 

Genre: Sad, School Life

 

Main Cast:

  • Jessica Jung
  • Do Kyungsoo

 

Other Cast:

  • Park Hyeora (OC)

 

Disclaimer: FF ini murni buatan saya. Saya harap tidak ada yang memplagiat. Dan readers juga wajib memberi komentar setelah membaca fanfiction milik saya. Komentar readers sangat berharga bagi saya. Dan jika ada siders, mohon cepatlah sadar. Karena kalian (siders) tidak menghargai dan menyakiti perasaan saya sama saja kalian (siders) membuat dosa^^

 

Author note: Sekian lama ngga post FF, huaah~ akhirnya ke post juga. By the way, ini drabble pertama saya disini. Jadi maaf ya kalau ada penempatan kalimat dan alur FF nya memuakkan^^

 

Warning: TYPO everywhere

 

Backsound:

  • Can You Smile by Infinite
  • Small Star by Akdong Musician

 

 

-Happy Reading-

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“”Annyeong haseyo, Jessica Jung imnida. Saya pindahan dari Osaka. Mohon bantuannya!”

 

Gadis berusia 15 tahun itu membungkuk 90 derajat sekilas. Setelah itu ia tersenyum kecil melihat suasana kelas barunya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kelasnya. Hingga sepasang mata cantiknya melihat laki-laki berjaket hitam duduk di bangku paling belakang dan dekat dengan jendela. Menurutnya laki-laki itu sangat mencolok karena ia sedari tadi terus menundukkan kepalanya. Bahkan dari Jessica pertama kali masuk kelas ini. Jessica jadi tertarik dengannya.

 

“Baiklah Jessica-ssi, kau bisa duduk dimana pun kau suka. Karena kita akan langsung memulai pelajaran” ucap Jun Seonsaengnim.

 

Jessica mengangguk mengerti,

“Algesseumnida Seonsaengnim”

 

Kaki jenjangnya melangkah ke arah belakang. Tepatnya ia menuju bangku di samping laki-laki misterius itu. Setelah ia duduk, ia langsung mengeluarkan buku pelajarannya.

 

“Psstt.. Hey, siapa namamu?”” bisik Jessica pada laki-laki misterius disampingnya itu. Namun tidak ada respon berarti dari laki-laki tersebut.

 

“Emm.. Aku bertanya padamu,” bisik Jessica sekian kalinya. Namun laki-laki itu tetap tidak bergeming sedikit pun. Tiba-tiba saja Jessica merasakan aura hitam yang sangat terasa, Jessica sedikit merinding di suasana canggung seperti ini.

 

Jessica yang sudah terlanjur penasaran dengan laki-laki itu mencoba bertanya pada perempuan berambut pendek sebangkunya yang sedari tadi fokus mengikuti pelajaran Biologi.

 

“A-annyeong haseyo…”” Jessica melihat sekilas name tag perempuan itu, “… “Park Hyeora-ssi, maaf aku mau bertanya,”

 

Perempuan berambut pendek itu menoleh pada Jessica,

“Iya?”

 

“Ehm, laki-laki di sebelah itu… kenapa dari diam saja?””

 

Hyeora tertegun sekejap, lalu menatap Jessica dengan serius,

“Apa kau yakin ingin tahu tentang laki-laki di sebelahmu itu?’”

 

Jessica mengangguk semangat,

“Yakin sekali!”

 

Hyeora menarik nafasnya panjang, lalu menghembuskannya,

“Namanya Do Kyungsoo. Dia anak laki-laki yang baik, periang, dan sangat menyenangkan. Bahkan dia dulu adalah temanku yang paling dekat. Aku sering membagikan keluh kesahku padanya. Namun…” ucap Hyeora menggantung.

 

“Namun apa?”” desak Jessica tak sabaran.

 

“…Ia berubah begitu saja. Sifatnya yang dulu periang, kini menjadi pendiam seperti ini. Ini dampak dari insiden kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua kandungnya 2 tahun yang lalu. Karena saking terpukulnya atas insiden itu, ia lebih banyak diam. Bahkan padaku saja ia tak mau tersenyum dan berbicara, apalagi denganmu. Singkatnya ia sedang mengalami depresi karena kehilangan orang tuanya” jelas Hyeora.

 

Jessica tertegun,

“Begitukah?”

 

“Iya”

 

Jessica menoleh sekilas ke arah Kyungsoo yang masih tertunduk diam. Entah kenapa saat Jessica melihat mata Kyungsoo ia merasakan rasa sakit dan sedih luar biasa. Seolah ikut merasakan penderitaan yang dirasakan Kyungsoo selama 2 tahun terakhir. Jessica merasa iba dan kasihan pada Kyungsoo. Tiba-tiba entah dorongan darimana, Jessica berambisi membuat Kyungsoo kembali tersenyum dan berbicara, walaupun ini pertama kalinya ia bertemu dengan sosok pendiam seperti Kyungsoo.

 

.

 

Saat jam istirahat, semua murid siswa kelas 10.B keluar dengan perasaan lega setelah sebelumnya dikekang dengan pelajaran Biologi yang menyebalkan. Setelah semua murid (Ex Jessica & Kyungsoo) keluar menuju kantin, Jessica mengambil buku tulisnya, lalu merobek kertas tersebut. Ia menorehkan berbagai gambar yang ada dikepalanya. Awalnya ia ingin membuat gambar lucu dan penyemangat untuk Kyungsoo. Walau hasilnya sangatlah aneh dan ’abstrak’ Jessica tetap bertekad dan melakukan apapun agar Kyungsoo kembali tersenyum.

 

Jessica menaruh hasil ’karya’nya di atas meja Kyungsoo. Sedengkan Kyungsoo hanya menatap sebentar gambar itu, lalu kembali ke wajah murungnya tanpa berbicara sedikit pun. Jessica yang melihat hal itu langsung berteriak kesal dalam hatinya.

 

“”ARGHH!! Memangnya seburuk apa gambaranku?”” batin Jessica dengan kesal.

 

Tak sampai disitu, Jessica yang tidak patah semangat pun terus melanjutkan usahanya membuat sosok Do Kyungsoo tersenyum. Mulai dari memberikan Cup Cakes manis buatan Ibunya, membawakan sandiwara boneka kodok dihadapannya, hingga menakuti Kyungsoo dengan gambar-gambar yang seram (malah Jessica yang ketakutan). Dan semua usaha itu tak dapat respon SEDIKIT pun dari Kyungsoo. Jessica menghempaskan bokongnya pada bangkunya. Ia merasa sudah putus asa melakukannya. Akhirnya ia memutuskan membuat coretan-coretan pada kertas-kertas di mejanya. Siapa tahu Kyungsoo tertarik dengan gambaran Jessica yang abstrak (mungkin menjurus ke gambar-gambar kartun anak-anak yang gagal produksi) tapi ia merasa gambarannya lebih baik daripada gambarannya yang sebelumnya.

 

.

 

Ting tong~

 

Bel pulang telah berbunyi dengan keras, mengakhiri jam pelajaran di sekolah yang sangat melelahkan. Semua murid berteriak girang saat pulang sekolah termasuk Jessica dan terkecuali Do Kyungsoo yang masih dengan murungnya membereskan bukunya. Jessica hendak menghampirinya dan memberikan semua hasil coretannya pada Kyungsoo. Namun Jessica mengurungkan niatnya. Mungkin besok saja, pikir Jessica. Jessica menggendong tasnya sambil membawa kertas coretannya menuju keluar kelas meninggalkan Kyungsoo.

 

Jessica menghela nafasnya,

“”Haah~ hari pertama sekolahku disini sudah ada teman yang aneh-aneh”” Jessica menggumam tidak jelas sambil berjalan menuju gerbang sekolah berwarna putih dihadapannya yang berjarak sekitar 10 meter darinya. Dengan semangat ia berlari menuju pintu gerbang sekolah, namun…

 

BRUKK

 

Karena saking semangatnya berlari, Jessica sampai terjatuh ke depan karena tersandung batu. Jessica menahan sakit di lutut dan sikunya yang berdarah. Tapi bukan itu yang ia khawatirkan, melainkan coretan gambarannya yang ia bawa tadi sudah tidak ada lagi di genggamannya.

 

Mata Jessica langsung berkaca-kaca karena gambaran yang telah ia buat susah payah menghilang dari genggamannya. Ia mengedarkan pandangannya dengan cepat ke sekitarnya. Berharap menemukan gambarannya yang spesial ia persembahkan untuk Kyungsoo besok.

 

“”Hiks…”” Jessica mulai terisak kecil dengan posisi yang masih bersimpuh.

 

Tiba-tiba sosok Kyungsoo datang dihadapan Jessica. Dan yang lebih membuat Jessica terkejut, karena Kyungsoo lah yang menemukan gambarannya yang special itu. Jessica menatap Kyungsoo dengan pandangan lurus, begitupun sebaliknya. Sedetik kemudian Jessica kembali menangis tersedu-sedu.

 

Kyungsoo tidak tega melihat seorang wanita menangis dihadapannya. Kyungsoo yang mendengar suara tangis Jessica merasakan pilu dihatinya. Ia lalu berjongkok dihadapan Jessica yang masih menangis. Tangan kanan Kyungsoo hendak menggapai wajah Jessica hanya sekedar untuk menghapus air matanya. Namun ia memindahkan tangannya ke atas kepala Jessica. Lalu mengacak rambutnya pelan,

 

“”Gambaranmu bagus, hebat!” ujar Kyungsoo sambil tersenyum tulus.

 

Jessica yang melihat senyuman Kyungsoo tak dapat lagi menahan air matanya karena saking bahagianya melihat Kyungsoo tersenyum tulus seperti itu. Usahanya tadi tidak sia-sia. Sedetik kemudian Jessica tersenyum lebar pada Kyungsoo walau tetap dengan air mata yang mengalir,

 

“”Akhirnya kau tersenyum juga, Do Kyungsoo””

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

END

 

.

 

.

 

Hai._.v maaf yap Ffku ini pasti memuakan banget dan alurnya aneh+gaje. Sequel? Aduduh, kayanya ga ada._. *authorkelewatpede* Ya tapi bagaimana pun, saya sebagai penulis FF (cie’elahh) membutuhkan kritik saran dan pendapat para readers tentang FF drabble saya^^ ppai-ppai! Chaoo~~

 

 

21 thoughts on “[Freelance] (Smile For Me) (Drabble)

  1. suka sama ceritanya!! walaupun pairing Kyungsica bukan favorit aku tapi aku tetep suka ceritanya. akhirnya jessica bisa buat kyungsoo senyum lagi :’D kasian banget Dyo nya

    Keep writing^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s