[Freelance] (Red Car) (Oneshoot)

Red Car Poster ver2

Girls Generation Jessica

Super Junior Lee Donghae

  • Support Cast :

2PM Ok Taecyeon

F(X) Krystal

Super Junior Kim Heechul

Super Junior Leeteuk

  • Credit Poster : Big thanks for (naeyoonrim@gmail.com)

            —Red Car—       

humans, things, and ideas belongs to god. Full crediting me. Cerita ini hanyalah fiktif belaka dan untuk kesenangan semata. Happy reading.

—Red Car—

mobil merahitu, Keren bukan? Mobil itu sangat mahal dan tak lama lagi aku memilikinya.”

“…Dia, wanita yang sempat kau akui sebagai wanitamu memang cantik, seperti sebuah boneka Barbie, TAPI DIA BUKAN BONEKA!!!…”

“apapun alasannya. Kau telah membuangnya. Aku harap kau tak pernah menjilat kembali ludahmu yang pernah kau buang.”

“…Aku adalah seseorang yang bodoh yang membuatmu menagis. Sejak membiarkanmu pergi, ada sesuatu yang hilang. mohon, maafkanlah aku. Ketika aku melihatmu, aku tidak dapat menghentikan air mataku yang terus menetes, kau membuatku terlihat bodoh. Jika mungkin perasaanmu berubah dan kau merasa seperti ingin kembali, aku akan menunggumu di ujung jalan ini.”

“kakakku… dia memang sedikit bodoh. Tapi bagaimanapun aku sangat menyayanginya. Karena aku hanya memilikinya, orang yang selalu disampingku. Meskipun ia tidak semahal mobil yang milyaran harganya, aku harus tetap melindunginya. Serta— menyingkirkan siapapun yang berani menyakitinya.”

 

—Red Car—

A story by Elsa Marreta

 

“sebentar saja. aku hanya butuh waktu sepuluh menit.”

Jessica membenarkan posisi headset pada telinganya agar suara diseberang sana terdengar lebih jelas., mata foxynya melirik kearah kaca spion memastikan jika kondisi jalanan dibelakang mobilnya tidak terlalu ramai.

“maaf jess… aku benar-benar sibuk sekarang.” suara lelaki terdengar datar dari ujung sambungan telephon

“sebentar saja. ini—”

-klik-

Jessica mendengus kesal. Belum selesai gadis itu bicara, sambungan telah diputus dari seberang sana. Ia mengemudikan mobilnya hingga memasuki kawasan apartemen mewah dengan menenteng sebuah bingkisan di tangannya. Kacamata hitam serta masker yang ia kenakan nampaknya sukses membuat orang-orang di sekitarnya tak menyadari bahwa gadis tersebut merupakan seorang idol group yang cukup tersohor di Negara itu.

-ting-

Lift terbuka. Beberapa orang bergegas memasuki lift tersebut. Sesak. Begitulah gambaran lift yang berada di depannya kini. Ia mengurungkan niatnya untuk memasuki lift. Matanya kini beralih memandang tangga penghubung di ujung koridor. Gadis itu bergidik ngeri, tak bisa membayangkan kakinya yang akan menjerit bila harus menaiki tangga tersebut.

“yaaak… noona. Kau mau masuk tidak?” ucap seseorang di dalam lift yang kesal dengan tingkah jessica yang seolah memperlambat waktunya.

Gadis itu mengehela nafas untuk kemudian melangkahkan kakinya memasuki lift. Panas. Penuh. Tak nyaman. Itulah yang dirasakan gadis itu sekarang. Ia memandang monitor yang sengaja di letakkan di atas pintu lift. Lantai 3.

huft. Aku harus merasakan hingga 10 lantai lagi’ gumamnya dalam hati.

-ting-

Pintu lift terbuka. jessica bernafas lega akhirnya tak harus berebut oksigen dengan beberapa orang seperti yang di rasakannya tadi di dalam lift. Ketika hendak melangkahkan kakinya ke tepat yang ia tuju, tiba-tiba terdengar seseorang tengah menyapanya.

“Jessica…”

Gadis itu menghentikan langkahnya dan membalikkan badan. Ia menyipitkan matanya dan Dipandangnya sesosok namja berambut kecoklatan dengan blazer warna hitam.

“leeteuk oppa…”

Laki-laki yang dipanggil leeteuk itupun hanya tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya. Ia kini menghampiri Jessica.

“mau kemana? Apa itu?”leeteuk menunjuk menunjuk bingkisan yang ada di tangan Jessica.

Yang di Tanya hanya tersenyum lalu melepas kacamatanya.

“ke dorm kalian. Tentang ini… rahasia. Hahaha?” goda Jessica

“yaaaak. Tidak sopan” leeteuk mengacak rambut Jessica. Jessica terkekeh melihat ekspresi wajah leeteuk.

“ini Cuma makanan dari tanah kelahiranku. kau mau kemana oppa?” potongnya.

“aku ada keperluan di dorm 12 sebentar. Kau masuk saja ke dorm. Nanti aku menyusul. Aku sudah tidak sabar memakan makanan khas America yang kau bawa itu”

“yaa… dasar” gadis itu tersenyum kecut lalu melambaikan tangannya dan berbalik untuk melanjutkan ke tempat yang dari awal ia tuju. Dorm 13.

jessica mulai memasuki lorong dimana didingnya penuh dengan coretan-coretan. Sesaatia melihat beberapa coretan yang ada di dinding dan tersenyum kecil ketika membaca beberapa coretan yang di buat oleh fans mereka. Pandangannya beralih ke salah satu pintu ruangan tersebut yang tidak lain adalah dorm super junior.

“ceroboh sekali mereka membiarkan pintu terbuka begitu saja” lirihnya.

dia membuka kenop pintu tersebut dan tanpa ragu memasuki dorm itu.

—Red Car—

Langkah kaki gadis mungil itu semakin tak aturan. Tak peduli heels tingginya yang begitu mengganggu. Sesekali ia menabrak beberapa orang yang berjalan didepannya ataupun berlawanan arah darinya. Namun ia tetap saja melanjutkan langkah demi langkah. Tatapan tajam beberapa orang sebagai tanda protes tak dihiraukannya.

Menjauh. Ya hanya itu yang kini ia inginkan. Tubuhnya bergetar, butiran bening sudah menumpuk di pelupuk mata indahnya.

“hey liat… bukankah itu Jessica jung?”

“kau benar.. apa ia menangis?”

Tak di hiraukan bisikan orang-orang di sekelilingnya. ia memasang kacamata yang sedari tadi hanya menggantung indah di kerah blouse-nya. Ditampisnya sebuah tetesan air mata yang mengalir pada kulit mulus pipinya, ia semakin mempercepat laju langkahnya menuju mobil di sudut tempat parkir kelas atas.

Tanpa menunggu hitungan detik ia langsung memasuki mobil putih bersihnya. Menyandarkan kepalanya pada kursi kemudi. Bulir yang semula hanya sesekali menetes kini sudah pecah. Mengalir deras menyusuri pipi tirus jessica. Tubuhnya bergetar hebat. Ia mencoba menenangkan fikirannya untuk kemudian ia menginjak pedal gas dalam-dalam. Menjauhi tempat yang sangat ia benci sekarang.

Sementara itu di dorm Super Junior masih dalam waktu yang sama.

Leeteuk memasuki dormnya. Ia langsung menuju dapur untuk mengambil minuman dalam kulkas.

“jessica sudah pulang?” Tanya sang leader begitu memasuki ruang tengah dimana kelima member lain sedang berkumpul.

“Jessica?” Yesung mengerutkan keningnya.

“iya. Tadi aku sempat bertemu dengannya di dekat lift. Katanya mau kesini. Bawa oleh-oleh dari America. Mana oleh-olehnya?” Ucapnya lalu kembali meminum segelas air yang di genggamnya.

“mati…” gumam eunhyuk.

“apa?” sang leader kini memandang eunhyuk heran.

“a…aniya hyung” jawab eunhyuk sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal.

Kini ke lima member super junior terdiam. Tak terkecuali Donghae. Ntah telephaty apa yang terdapat dalam diri mereka sehingga dalam keadaan seperti inipun mereka bisa memikirkan satu hal yang sama. Jessica. Ya benar Jessica. Apa jessica mendengar apa yang di bicarakan mereka tadi? Apa yang ia lakukan sekarang? Beberapa pertanyaan berlalu lalang di fikiran ke lima member super junior. Leeteuk, yang tak mengerti apa-apa hanya memandang mereka aneh.

—Red Car—

-sungai han-

-jessica pov-

aku melangkahkan kakiku menyusuri pesisir sungai yang dianggap tempat paling romantis untuk mengajak pasangan berkencan. Cihh… romantis. aku tersenyum kecut. Biasanya aku sangat suka mendengar ataupun berbicara apapu tentang romantic, tapi untuk kali ini aku sangat muak mendengar kata romantic.

Melihat sekeliling, begitu banyak pasangan yang berkencan, menikmati indahnya pemandangan sungai han di malam hari. Sedangkan aku? Hanya sendiri. Just alone. Nahonjaa. Tak ada yang peduli padaku. Apa semua orang yang ada di sekelilingku jahat heuh? Mengapa mereka tak memikirkan perasaanku sama sekali? Mengapa mereka harus bersenang-senang bahkan bermesraan di depan mataku? Tak taukah kalian jika perasaanku saat ini sedang kalut ? Bodoh! Kau bodoh Jessica jung! Mana mungkin mereka yang sama sekali tak mengenalmu akan tau tentang perasaanmu saat ini. Aku seakan mentertawai dirku sendiri. aku sudah gila.

Mataku Menatap nanar pemandangan yang ada di sekitarku. Ntah sampai kapan kaki ini akan berhenti membawaku melangkah ke tempat yang tentu saja tak jelas. Tak tau arah tujuan, tetapi kaki ini terus melangkah melangkah dan melangkah. Bunyi dering ponsel dalam tasku memaksaku untuk menghentikan langkah. Kurogoh ponsel tersebut dan kubaca sekilas nama yang tertera dalam layar ponselku. Cihhh… masih berani kau menghubungiku setelah apa yang kau lakukan kepadaku?

-flashback-

Aku membuka knop pintu dorm pintu super junior. Kulangkahkan kakiku untuk masuk dan menemui kekasihku selama enam bulan ini, Lee Dong Hae. Dulu saat masih trinee kami berdua tidak terlalu dekat. Sifatku yang dingin dan sifatnya yang pemalu selalu membuat suasana diantara kami terasa canggung. Tidak hanya donghae, semua member super junior juga seakan sungkan untuk mendekatiku, mungkin karena label ‘ice princess’ yang melekat didiriku. Ya diantara member super junior yang lain aku memang hanya dekat dengan heechul oppa, dia sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri.

Awal donghae menyatakan cintanya aku masih bingung harus menjawab apa. Tapi dari sorotan matanya aku bisa melihat sebuah kejujuran dan ketulusan. Dan setelah kami berdua menjalin hubungan, aku juga merasa nyaman dengannya meskipun kadang ia seolah menjaga jarak denganku tapi ku anggap jika sikapnya itu sebagai bentuk perlindungan untukku.

Hari ini aku mengunjunginya di dorm super junior, sudah lama donghae mengoceh ingin merasakan makanan khas dari California. Dan kemarin kebetulan orang tuaku mengunjungiku dan membawa makanan khas sana. Kusisakan beberapa untuk donghae dan teman-temannya. Dia tentu saja dengan oppadeul yang lain akan senang bila aku membawakan mereka makanan dari LA ini.

“HAHAHA…..”

“Jessica memang batu…”

Langkahku terhenti ketika mendengar namaku disebut-sebut oleh mereka.

“aku masih ingat ketika trinee dulu, tak ada satupun yang bisa mendekatinya”

“sifatnya saja jauh lebih dingin dari kutub utara”

“dan aku, kalian tau sendiri jika aku sempat menyukainya dulu. Kalian bisa lihat betapa susahnya aku melakukan pendekatan tapi hasilnya nol” sebuah suara yang kuyakini adalah suara yesung oppa.

“dan kau hebat donghae. Aku kira kau akan selamanya menjadi seorang pengecut. Seorang yang selalu kalah dalam taruhan. Tapi kali ini kami patut mengacungkan jempol. Kau berhasil.” kini suara yang aku yakini adalah suara eunhyuk oppa menambahkan. Apa maksut perkataan eunhyuk appa barusan? Donghae? Taruhan? Aaarghh mengapa fikiranku begitu dangkal saat ini. Aku kembali mendengarkan pembicaraan mereka.

“dan kau sekali menang, langsung bisa mendapatkan seorang putri es. Seorang batu dingin seperti Jessica. Ckckck… kau bahkan bisa mempertahankan hubunganmu sesuai waktu yang kita tentukan, nyaris enam bulan. Hahaha ini… kunci mobil audy R8 yang kau inginkan. Kau memilikinya sekarang hhaha… jangan sia-siakan mobil ini, butuh waktu 2 tahun agar kami berempat bisa membelinya, hanya untukmu, juara kita kali ini…”

-deg-

Aku terdiam dan mencoba mencerna apa yang kudengar tadi. Tubuhku seakan melemah. Kurasakan aliran darahku tiba-tiba mengalir begitu cepat di sekujur tubuhku. Jadi…. Selama ini… aku…

Perlahan kulangkahkan mundur kakiku dari tempat sial ini. Aku berlalu meninggalkan tempat ini. Berlari sekuat yang aku mampu. Menahan sesak yang ada di dada ini. Tuhan….. apa aku sedang bermimpi? Jika iya, tolong cepat bangunkan aku Tuhan… aku sudah tak kuat menahan sesak yang ada di dada ini.

Aku menabrak sebuah vas bunga yang ada di salah satu koridor apartemen ini. Sakit. Apa ini jawabannya jika aku tidak sedang bermimpi. Aku memejamkan mataku menahan sakit akibat benturan kakiku dengan vas tadi.

“noona…. Gwenchana?” kudengar seseorang menanyaakan keadaanku. Aku hanya menunduk untuk melanjutkan langkahku. Akan semakin sakit bila aku berlama-lama berada ditempat sial ini

-flashback end-

Kristal bening kembali membasahi pipiku. Kakiku serasa melemah mengingat apa yang kudengar siang tadi. Aku terduduk dihamparan rumput sungai han. Menenggelamkan wajahku pada kedua lututku. bodoh Jessica jung! Sejak kapan seorang Jessica jung lemah seperti ini. Menangis diatas rerumputan kotor. Bukankah itu memalukan? Aku menertawai diriku sendiri. aku harus bagaimana? Jika aku punya pilihan. Aku lebih memilih berlari dibawah guyuran hujan, agar tak ada yang tau jika sekarang aku sedang menangis.

-jessica pov end-

-author pov-

Sepasang mata dari kejauhan sana melihat gerak-gerik Jessica selama di sungai han. Ntah apa yang membawanya kemari, instingnya mengatakan jika ia harus segera menuju sungai yang amat terkenal dikorea ini. Ia menatap sendu gadis di hadapannya kini. kakinya melangkah maju mendekati gadis yang kini sedang menelungkupkan wajahnya, menyembunyikan kesedihan yang sedang melanda gadis itu.

Laki-laki yang sedari tadi mengawasi gerak-gerik Jessica kini sudah berada di belakangya. Ia melepas jaket yang ia kenakan, lalu diletakkannya di punggung Jessica. Kini ia sudah duduk disamping gadis itu dan memandang lurus kedepan.

Jessica yang merasa ada sesuatu dipunggungnya kini perlahan mulai mengangkat wajahnya. Ia memandang laki-laki yang ada disampingnya.

“lanjutkan saja” ucap laki-laki tersebut tanpa memandang Jessica.

“taecyeon-ahh……”

Laki-laki yang dipanggil taecyeon menoleh kearah Jessica. Ia tersenyum tipis.

“jika menangis bisa membuatmu tenang. Menangislah sepuasnya. Dan jika kau butuh bahu untuk bersandar. Kau bisa meminjam bahuku. Tenang saja, aku tak akan memintamu untuk membayar biaya sewa bahu ini”

“kenapa kau ada disini?”

“ntahlah…. Perasaanku yang membawaku kemari”

jessica itu hanya terdiam. Ia menatap kosong kedepan tanpa ekspresi. Taecyeon yang mengerti keadaan Jessica yang sangat kalut saat ini hanya bisa diam. Ia tak berani memaksanya untuk bercerita. Ia hafal betul sifat sahabat kecilnya.

Dering ponsel Jessica berhasil memecahkan keheningan diantara mereka. Namun Jessica tak bergeming dari posisinya. Taecyeon menatap heran Jessica lalu melihat ponsel yang di pegang Jessica. Tertera nama donghae dengan jelas disana.

“kenapa tak dijawab?” taecyeon memberanikan diri untuk bertanya.

Jessica hanya terdiam. Sesaat ia memandang ponselnya tanpa ekspresi. Dengan kesal ia membuka baterai ponselnya dan melempar ponsel tersebut. Tepat beberapa meter di hadapan mereka.

Taecyeon melirik monitor ponsel Jessica dari ekor matanya. Ia melihat nama Donghae dengan jelas tertera disana. Kenapa Jessica tak menjawab panggilan ponsel donghae?, fikirnya.

“taecyeon-ahh…” panggil Jessica lirih.

“hmmm…”

“apa tawaranmu masih berlaku?”

“tawaran?”

“aku ingin meminjam bahumu” ucap Jessica tanpa menatap lawan bicaranya.

Taecyeon mengerti maksud ucapan Jessica, ia langsung menggeser pinggangnya agar bisa lebih dekat lagi dengan posisi duduk Jessica. Ia menarik pelan kepala Jessica dan menyandarkannya pada bahunya.

“kau bisa memakainya kapanpun kau butuh” taecyeon tersenyum. Ia menatap iba gadis yang bersandar dibahunya kini. Boneka hidup. Seperti itulah gambaran gadis itu saat ini. Tanpa ekspresi. Tersenyum tidak menangis juga tidak.

“taecyeon-ahh…… apa kau tau taruhan?”

Belum sempat taecyeon menjawab, Jessica sudah melayangkan pertanyaan lainnya.

“apa kau pernah bermain permainan bodoh itu? Apa pernah kau memakai wanita sebagai objeknya?”

Taecyeon terdiam. Ia mencoba mencerna pertanyaan Jessica. Apa ini semua ada hubungannya dengan apa yang di alami Jessica saat ini? Apa hal itu yang membuat Jessica berubah menjadi sebuah boneka hidup seperti ini?

“kenapa kau diam? Aku harap kau belum penah bermain permainan bodoh itu. Aku tak suka!”

Tanpa sadar air mata Jessica menetes. Meski taecyeon tak mengerti dengan maksud ucapan Jessica ia mengerti betul apa yang Jessica rasakan, kini menarik Jessica dalam dekapannya. Menenggelamkan wajah kusut tersebut dalam dada bidangnya. Air mata Jessica pecah, tubuhnya bergetar hebat. Taecyeon masih menunggu waktu agar Jessica menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Ntah mengapa fikirannya langsung tertuju pada Donghae. Tangannya mengepal keras, menyimpan amarah yang belum terlampiaskan.

“uljimaa sica-yaa” taecyeon membelai punggung Jessica mencoba menenangkan gadis yang kini tengah terisak dalam pelukannya. Dari sorotan mata taecyeon terlihat sebuah amarah, ia mengepalkan tangan kirinya yang masih berada dipunggung Jessica. Ia seolah tak terima melihat sahabat kecilnya diperlakukan seperti ini. ‘aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu, Jessica.’

—Red Car—

Donghae beberapa kali menekan layar touchscreen ponselnya. Ia mondar-mandir dari kamar menuju ruang tengah dan kini ia memasuki area dapur.

“aisssh jinjaa…” umpat donghae.

Heechul yang saat itu sedang makan Nampak terganggu dengan tingkah tingkah donghae yang mondar-mandir dihadapannya.

“yaaa!! Lee donghae!! Bisakah kau duduk dengan tenang? Apabokongmu bisulan sampai kau harus mondar-mandir tidak jelas seperti itu hah?” ucap heechul dengan nada yang sedikit meninggi.

donghae melirik hyungnya tersebut lalu beranjak meninggalkan dapur dan memasuki kamarnya kembali.

Ia mebanting tubuhnya diatas tempat tidur berukuran sedang itu. Nampak kekhawatiran dari wajah namja tampan tersebut. ia mengacak rambut hitamnya untuk kemudian menyapu kasar wajahnya.

“kenapa ponselmu tak bisa dihubungi Jessica jung” Ia mendengus pelan. Dibukanya folder yang berisi dokumentasi tentang dirinya maupun super junior. Ia tersenyum lebar ketika melihat selca dirinya bersama eunhyuk saat supershow 2. Dimana saat itu para member super junor harus mengcover lagu gee-nya snsd lengkap dengan busananya. “memalukan” lirihnya.

Sesaat ia melupakan masalahnya dengan Jessica. Ia terus meng-scroll layar touch screen di ponselnya. Tangannya berhenti melakukan aktivitas saat dalam layar ponselnya terpampang foto dirinya sedang merangkul seorang gadis, gadis berambut pirang tanpa polesan make-up, gadis itu memakai kacamata bening yang besar. Bisa dikatakan kacamata gaya. trend sekarang memang aneh, kacamata layaknya mata kodok seperti itu dibilang trend. Cihh.

Ia kembali menatap foto di ponselnya, memperhatikan senyum gadis tersebut.Senyum dingin khasnya terlihat begitu alami. Ia mengingat kembali kejadian tadi siang. Ditatapnya kosong langit-langit kamarnya kini. Ia masih khawatir dengan gadis itu.

“Jessica… sedang apa kau sekarang?”

Donghae Nampak bingung dengan sikapnya kali ini. Jarang sekali ia mengkhawatirkan seorang gadis seperti ini. Bisa kita lihat, asal muasal dia jadian dengan Jessica hanya untuk membuktikan jika dia hebat. Egonya yang tinggi memaksanya untuk menyatakan perasaanya pada gadis yang sama sekali tak disukainya. Rasa gengsi yang melambung membuat namja itu buta sampai harus mengorbankan perasaan seseorang.

Kenapa aku begitu mengkhawatirkannya? Apa ini hanya sebuah rasa kasihan? Atau justru lebih? tidak! Aku yakin ini hanyalah rasa kasihan. Prihatin jika sampai dia tau apa yang sudah kuperbuat terhadapnya. Ya Cuma prihatin. Mana mungkin aku menyukai gadis batu seperti dia.

“maafkan aku jess…”

donghae mencoba memejamkan mata ku. Tapi nihil. Kedua matanya sungguh tak bisa diajak kompromi. Beberapa kali ia menggulingkan badannya untuk menghadap kearah tembok. Tapi tetap sajatak bisa untuk cepat memasuki alam mimpi. ia bangkit dari tidurnya dan mengacak rambutnya yang memang sudah berantakan.

donghae memutuskan keluar dari kamarnya. Ia melihat kyuhyun dan kangin hyung sedang serius menatap layar tv diruang tengah. donghae yang tadinya berniat keluar untuk mencari udara segar kini memutuskan untuk bergabung dengan mereka berdua di ruang tengah. Diraihnya psp yang bertengger manis di samping kyuhyun.

“rusak, ganti dengan psp sony keluaran terbaru” ucapnya tanpa mengalihakan pandangannya dari layar tv.

donghae tertohok mendengar ucapannya. Aissss bocah ini. ia melempar psp itu kehadapan kyuhyun lalu meninggalkan mereka yang sedang asyik dengan dunianya. donghae menuju dapur untuk mengambil air putih, kuteguk air tersebut.

Bodoh! Seperti itulah gambarannya sekarang. Badannya serasa lelah, tapi mata serta otaknya seakan tak menyatu. ia mengambil obat di lemari obat yang menggantung di sebelah kulkas. diminumnya satu butir lalu ia beralih duduk di kursi meja makan dekat kulkas. kepalanya menunduk. Terlintas senyum Jessica, senyum yang begitu manis dan penuh ketulusan.

Donghaemenghela napas. Apa yang telah aku perbuat terhadap Jessica? Kepalanya semakin menunduk hingga menyentuh meja dihadapannya. Tubuhnyamelemah, matanya terasa berat untuk melihat. Perlahan ia kedua matanya memejam. Ternyata obat tidur yang ia minum tadi sukses membawanya kealam mimpi.

—Red Car—

-pagi hari-

-Dorm super junior-

-donghae pov-

Samar-samar terdengar suara ditelingaku. Perlahan kubuka mataku dan samar telihat siwon yang sedang mengolesi beberapa roti dengan selai di hadapanku. Ku alihkan pandanganku kearah samping kiriku, ryeowook sedang bermain dengan beberapa alat dapur. Aku masih bingung memandang keselilingku, nampaknya nyawa dan ragaku masih belum menyatu seutuhnya.

“kau sudah bangun hyung?”

Kepalaku masih terasa berat, mataku terasa susah untuk menyambut pagi ini.

“bagaimana rasanya tidur disini? Nyaman bukan? Bisa dilihat dari sisa air liur di pipimu hyung.” Tambah suara itu lagi yang ternyata adalah siwon. Kali ini ia terkekeh melihatku. Segera kuusap pipiku dan bergegas menuju kamar mandi.

setelah membersihkan tubuhku, aku bergegas memakai pakaian dan keluar dari kamarku. Tanpa basa-basi lagi ku seruput segelas susu yang terletak di meja makan.

“kau tak mau sarapan dulu?” leeteuk hyung menghampiriku dan memberikan sepiring nasi goring dihadapanku.

“tidak hyung. Aku harus bergegas. Ada urusan.” Aku mengambil kunci di gantungan dekat ruang tengah kemudian berlari keluar dari dorm untuk menuju ke parkiran.

—Red Car—

ku langkahkan kakiku dengan cepat. Kali ini fikiranku benar-benar kacau. Aku semakin mempercepat langkahku. Sampai di ujung lorong tanpa sengaja aku menabrak seseorang. Aku tak bisa melihat orang tersebut dengan jelas, ia mengenakan jaket tebal berwarna putih, topi serta masker yang menutupi wajahnya. Ia langsung menunduk mengambil tasnya yang jatuh akibat ulahku.

“jeosonghamnida.” Ucapku tanpa berlama-lama lagi. Aku menundukan badanku sebagai tanda penghormatan. Tanpa melihat orang itu lagi aku langsung berlari meninggalkan orang tersebut. Aku memang tega, mebiarkan ia mengambil tasnya sendiri yang jatuh karena ulahku, setelah itu aku meninggalkannya begitu saja. Persetan dengan itu semua!!! Aku sudah tidak peduli dengan itu semua. Yang jelas sekarang juga harus bertemu dengan Jessica. Menyelesaikan dan menjelaskan semua yang terjadi. Ntah apa yang harus aku jelaskan. Aku sendiri bingung. Masalah taruhan, bukan itu benar? Ntahlah. Yang jelas saat ini hatiku berkata jika ia harus bertemu dengan Jessica.

Sesampai di depan pintu yang ku tuju, aku langsung menekan bel. Tak butuh waktu lama sesosok yeoja jangkung bernama sooyoung sudah menampakan diri di balik pintu.

“mana Jessica?” semburku.

“Jessica?” ia menggaruk kepalanya dan menatapku bingung.

“keluar. baru saja.” kali ini ia menyandarkan tubuhnya pada pintu.

“kemana?” sooyoung tak menjawab, ia hanya mengangkat bahunya sebagai tanda tidak tau.

“oh.. yasudah. Aku pergi dulu.” aku langsung melenggang pergi meninggalkan apartemen tempat dorm group Jessica berada.

-donghae pov end-

—Red Car—

-jessica pov-

Aku menaiki taxi yang sudah aku pesan lewat telepon tadi. Aku mengingat kejadian tadi, donghae menabraku dan langsung melenggang pergi. Untuk apa dia kesana? Menemuiku kah? Cihhh. Sudahlah jung Jessica! Itu semua tak penting. untuk apa kau memikirkan namja berengsek itu.

“bawa aku ke nowon.” Ucapku pada sopir tersebut. Kusandarkan tubuhku pada kursi tersebut. Aku mendengus kesal.

Taxi tersebut kini mulai melaju, membawanya kesebuah gedung pencakar langit. Kulangkahkan kakiku memasuki gedung tersebut. langkah demi langkah, lorong demi lorong pun di kulalui. Hingga kini Kaki mungilku telah membawaku ke sebuah ruangan yang berada di lantai 6.

“sepertinya krystal akan pulang pukul 6 nanti. Kau tak apa menunggu jess?”

“ne unniah. Sepertinya aku akan menunggunya disini saja” ucapku kepada Victoria. Sebenarnya dia masih juniorku di perusahaan tempatku bernaung, jadi aku tak harus memanggilnya dengan sebutan unnie. Namun untuk menghormati karena umurnya terpaut dua tahun lebih tua dariku, aku memutuskan untuk memanggilnya unnie.

“baiklah, kau bisa menunggu krystal dikamarnya” ucapnya seraya menunjuk kamar yang ada di sudut ruangan.

Aku mengangguk pelan dan memasuki sebuah kamar. Kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur yang tidak terlalu besar. Kulihat sebuah bingkai kecil di atas meja. Didalamnya terdapat 2 orang gadis Nampak tersenyum keaarah kamera. Foto ku bersama krystal, adikku yang terpaut 5 tahun di bawahku.

Hari ini aku memutuskan untuk mangkir dari jadwal kuliahku. Aku masih enggan untuk memasuki universitas yang selama 3 tahun ini menjadi tempatku menimba ilmu. Terlebih harus bertemu dengan namja itu. Mendengar namanya saja aku sudah sedikit muak. Aku sengaja mengunjungi dorm f(x), group yang membesarkan nama adikku. Aku ingin segera menumpahkan apa yang ada difikiranku sekarang. Ntahlah aku akan merasa lebih nyaman jika semua problema kukerahkan kepadanya, adik yang sempat tak ku akui keberadaannya.

Miris memang jika mengingat kejadian 15tahun yang lalu. Dimana saat itu krystal baru lahir di dunia. Aku sempat menangisi kelahirannya bahkan dengan nekatnya aku menyuruh kedua orang tuaku untuk membuang bayi yang notabene adalah adik kandungku. Berulang kali orang tuaku membujuk rayu dan mengatakan jika memiliki seorang adik adalah hal yang menyenangkan. Namun egoku saat itu sangatlah besar. Aku merasa kasih sayang orang tuaku akan berkurang jika mereka memiliki seorang anak lagi. Aku takut jika suatu saat aku tak di hiraukan karena mereka lebih peduli kepada adikku.

Namun seiring berjalannya usiaku tentu membawaku memasuki pendewasaan. Aku mulai menerima kehadiran krystal. Aku selalu ingin berada di dekatnya, memeluknya, bercanda tawa dengannya. Aku sempat menangis dan mogok makan ketika aku diangkat menjadi trinee di perusahaan tempatku bernaung. Di satu sisi aku senang karena dengan begini cita-citaku menjadi seorang penyanyi akan terwujud, namun disatu sisi aku harus menerima kenyataan jika aku harus berpisah dengan krystal karena ia menetap di America bersama orangtuaku. Sampai suatu saat aku mendengar kabar jika krystal lolos casting dan yang membuat ku semakin bahagia adalah dia akan segera menjadi trinee diperusahaan yang sama denganku. Aku meloncat kegirangan mendengar kabar yang di bawa dari salah satu sunbaeku, heechul oppa.

Waktu demi waktu kulalui, aku masih berdiam diri di kamar krystal. Kumainkan beberapa barang krystal. jam berwarna biru di dinding dekat lemari menunjukan pukul 4 sore, namun krystal masih tak kunjung pulang. Aku memutuskan untuk keluar kamar mencari Victoria.

“unniah.. bisakah kau hubungi krystal? Ponselku hilang”

Victoria tersenyum kepadaku seraya mengucapkan “ne..”

-jessica pov end-

—Red Car—

Sementara itu di sebuah café yang tak jauh dari sekolah seni Sopha, seorang namja bertubuh kekar tengah berhadapan dengan seorang gadis yang masih lengkap dengan seragam sekolahnya. Tertulis nama’krystal jung’ dibagian dada sebelah kiri. Wajah gadis itu yang memandang kearah luar café, Nampak sedikit kemerahan seperti menahan sebuah amarah. Dikepalkannya kedua tangannya dengan keras seolah ia ingin memukul seseorang.

“shit…” lirih gadis itu. Namja di depannya hanya memandangnya santai.

“apa karena ini juga aku begitu sulit menghubungi unnie semalam?” Tanya gadis itu yang kini mengalihkan pandanganya menatap laki-laki dihadapannya.

“mungkin… kakakmu membuang ponselnya saat kami berada di sungai han semalam.” Jawabnya santai.

Tak lama terdengar suara ponsel dari saku krystal.

“yobosseo unni?”

“……..”

“sejak?”

“…..”

“ne…”

“siapa?” Tanya taecyeon begitu krystal mematikan ponselnya.

“Vict eonni. Ia menyuruhku untuk segera pulang. Jessica unni menungguku disana.”

” Baiklah. Kau ku antar sekarang.”

“Taecyeon oppa…”

“Hmm…”

“Kau mau membantuku?”

Keduanya kini saling bertatapan penuh ketegangan. Krystal meminum jus mangga yang ada dihadapannya, kedua matanya masih menatap Taecyeon penuh keyakinan. Setelah itu ia meletakkan gelas itu dimeja dengan hentakan yang cukup keras hingga isi didalamnya terombang-ambing. Tak lama Taecyeon langsung tersenyum tipis kearah Krystal penuh misterius.

“apapun akan kulakukan.”

—Red Car—

-donghae pov-

aku bergegas keluar dari ruanganku. Perasaanku sangat kalut saat ini. Bayangan sosok Jessica terus menari-nari dalam fikiranku. Perasaan bersalah terus menekanku.

Keesokan harinya aku sengaja berangkat pagi-pagi sekali. Berharap bisa menemui Jessica setelah kemarin aku gagal menemuinya di kampus.

Kini aku sudah berada dalam tempat tujuanku. Kutekan tombol lift menuju lantai dorm SNSD berada. Seorang gadis berambut pirang keluar saat pintu lift terbuka dengan sedikit menunduk. Aku tersenyum simpul melihat gadis itu.

“Jessica…”

Ia sedikit mengangkat wajahnya saat aku memanggil namanya. Sebuah tatapan datar darinya menjadi sarapanku hari ini. Tanpa berkata apapun ia kembali menundukkan kepala dan mempercepat langkahnya. Kesal. Pasti itu yang ia rasakan. Dan itu semua karena siapa? Tentu kau lee donghae, bodoh sekali.

Aku bergegas mengejar, menyamakan langkah kakiku dengannya.

“jess… ada yang ingin aku sampaikan.”

“aku mohon… aku ingin bicara.. jebal.”

Ia masih tak bergeming dan terus mempercepat langkahnya. Ia terus menatap lurus kedepan tanpa eksperesi sedikitpun. Tak sekalipun ia membalas ucapanku sekalipun untuk menolak ajakanku.

Kini kami sudah berada di parkiran apartemen. Langkahnya terhenti tepat didepan mobilku, lebih tepatnya mobil yang kudapat dari taruhanku bersama beberapa member suju. Ia menatap datar mobil itu.

“mobil merah yang cantik. Jadi ini mobil barumu?”

Aku tercekat mendengarnya. seperti sebuah tamparan yang keras saat aku mendengar ucapannya. Ingin rasanya aku mengutuk diriku sendiri. menggunakan mobil hasil taruhanku di depan korban taruhanku. Bukankah itu sangat kurang ajar?

“jess… aku bisa jelaskan…”

Ia kembali melangkahkan kakinya, tak sekalipun ia melihatku. Ia mulai mendekati sebuah mobil hitam yang baru saja memasuki area parkir. Berjuta pertanyaan mengalir di benakku. Siapa dia?

Jessica kini telah masuk kedalam mobil hitam tersebut. Mobil itu kini mulai menjauh meninggalkanku yang masih mematung di area parkir.

—Red Car—

“Dunia hiburan Korea digemparkan dengan beredarnya foto-foto kemesraan bintang hallyu ‘donghae dan Jessica’. Foto-foto yang sebagian besar merupakan selca mereka berdua beredar luas di internet, dan yang paling menggemparkan adalah sebuah foto dimana Jessica tengah bersandar didada bidang donghae dengan mesranya. Mereka Nampak seperti sebuah kekasih. Apakah mereka berkencan?”

-klik-

Kumatikan televisi yang menayangkan berita tentang hubunganku dengan Jessica. Akhir-akhir ini aku mulai frustasi menghadapi berita yang ntah didapat dari mana. Berita-berita itu semakin real ditambah dengan foto-fotoku dan tentu saja dengan Jessica. Aku sendiri tak tau darimana mereka mendapatkan foto-foto selca ku dengannya. Yang ku tau foto tersebut hanya tersimpan diponselku dan Jessica.

Ntah kemajuan pers korea atau ada factor lain yang menyebabkan foto-foto itu kini menjamur dan menjadi trending topic di berbagai situs media.

Pihak SM bahkan telah memberikan konfirmasi dengan berita bohong jika aku dan Jessica hanya berteman sebatas rekan kerja, tetapi para netizen-netizen kurang kerjaan tersebut tetap saja membesar-besarkan berita ini. Kadang aku suka geli sendiri jika harus membaca komentar yang memuji kemesraanku dengan Jessica.

“mereka berdua sangat serasi”

“it’s a code. Haesica is real<3”

Begitulah komentar-komentar yang kubaca. Tak henti-hentinya kusunggingkan senyum pada bibirku kala membaca komentar yang sedemekian rupa. Mimic wajahku mulai berubah ketika membaca sebuah komentar yang menurutku sedikit menusuk.

“donghae oppa tak pantas dengan wanita plastic”

“jangan dekati donghae oppa kami jeshitca”

“jauhi donghae oppa atau kami akan membunuhmu”

“sucks Jessica. Plastic woman not for our prince”

Kuhempaskan ponselku diatas kasur. Komentar macam apa itu? Apa hak dia mengatur hidupku? Apa hak dia ingin membunuh Jessica?

Berjuta umpatan melayang-layang difikiranku. Ntah sejak kapan aku seperti ini, merasa emosi jika melihat Jessica dicerca. Ntahlah, mungkin ini sebuah efek dari rasa bersalahku yang menggunung atau ada factor X lain yang membuatku berubah sedikit perhatian kepada Jessica.

Mengingat Jessica, aku jadi teringat betapa sulitnya menghubungi Jessica akhir-akhir ini. Yang ingin kutanyakan pertama kali adalah bagaimana bisa foto-foto kami merebah luas di dunia maya? Tapi nampaknya dewa amour tak berpihak kepadaku.

Berkali-kali ku menghubungi Jessica tetap saja ponselnya tidak aktif. Hampir setiap hari aku datang kedorm Jessica, tapi nihil. Dorm begitu sepi, tak ada tanggapan penghuninya dari dalam. Pernah sekali aku berniat menanyakan tentang Jessica kepada staf SM, tapi mereka tak sedikitpun memberitau dimana keberadaan Jessica. Mereka tak ingin skandalku dengan Jessica semakin merebah. Demi keselamatanku, Jessica, superjunior dan SNSD, begitulah alasan mereka. Ntah dimana mereka menyembunyikan sosok yang selama 3 minggu ini kucari. Ah tidak. Tidak hanya kucari, tapi juga kurindukan.

Aku mulai sedikit frustasi, efek dari melacak keberadaan Jessica dan tak kunjung berhasil. Aku mulai teringat satu nama yang mungkin tau keberadaan Jessica, Krystal, adik kandung Jessica.

Aku bergegas menuju tempat latihan F(X). perlu kujelaskan, F(X) merupakan girlgroup hoobaeku di SMent. Dan salah satu membernya merupakan adik kandung Jessica yang ingin kutemui hari ini.

Tapi dewa keberuntungan lagi-lagi tak berpihak kepadaku. Aku memang berhasil menemui krystal tapi bukannya info yang kudapat, justru tatapan dingin yang ia layangkan.

“jeosonghamnida sunbae. Saya sangat sibuk saat ini. berhentilah mengganggu saya.”

ucapannya seperti sebuah tamparan keras untukku. Tak biasanya ia bersikap formal seperti ini padaku, sifatnya juga berubah jauh lebih dingin dari sebelumnya. Apa ia mengetahui masalahku?

Aku semakin stress dengan ini semua. Jessica menghilang sementara itu berita di internet semakin merebah. Ditambah lagi beberapa TTWW seperti #safeuridonghae #jeshitca #donghaenotforjessica #SucksPlasticWoman semakin membuatku semakin merasa bersalah dengannya. Jessica, dimana kau?

-donghae pov end-

—Red Car—

-BRAKKKKK-

Pintu utama dorm super junior terbuka dengan dengan kerasnya. Sesosok pria tinggi dengan rambut yang sedikit panjang memasuki dorm dengan jiwa yang menggebu-gebu. Matanya memandang ke penjuru setiap sudut dorm, pandangannya terhenti pada seorang namja yang sedang namja yang sedang tiduran di sofa ruang tengah.

“heechul-ah kau sudah pulang…” tak di inggahkannya sapaan dari sang leader, leeteuk. Namja yang dipanggil heechul semakin mantap melangkah menuju namja yang tiduran. Sebuah kemarahan terpancar dengan jelas dari sudut mata heechul.

“BRENGSEK!!!!!” heechul menarik kerah baju namja diruang tengah yang ternyata donghae. Ia melayangkan sebuah tinjuan tepat mengenai pipi donghae.

Beberapa member super junior yang melihat kejadian ini Nampak terkejut.

“YAK KIM HEE CHUL!!! Apa yang kau lakukan !!”

Heechul tak sekalipun mendengar teriakan itu, ia justru kembali menarik kerah donghae. Kali ini ia menyandarkan tubuh donghae kearah dinding dan mengunci tubuh donghae dengan tangannya. Ditatapnya donghae dengan geram.

“KAU APAKAN ADIKKU HAH!!!?” heechul berteriak tepat didepan wajah donghae. Sementara donghae hanya diam menunduk. Ia paham betul maksud perkataan heechul. Adik yang dimaksut adalah Jessica. Selama ini heechul memang menganggap Jessica adalah adiknya. Dari sudut bibir donghae terlihat sedikit darah akibat pukulan heechul tadi.

“KENAPA KAU DIAM HAH!!!! Dia, wanita yang sempat kau akui sebagai wanitamu memang cantik, seperti sebuah boneka Barbie, TAPI DIA BUKAN BONEKA!!! KENAPA KAU MENJADIKANNYA SEBAGAI BONEKAMU HAH !! B*JINGAN!!!!”

Untuk kedua kalinya heechul melayangkan tinjuan kewajah donghae, namun kali ini gagal. Dari belakang siwon, kangin serta leeteuk sudah sigap menarik tubuh heechul. Heechul berusaha berontak namun nihil, tubuh ketiga namja itu lebih kuat dari heechul.

“heechul-ahh…. Tahan emosimu. Ini bisa dibicarakan baik-baik. Sebenarnya apa masalahmu?” leeteuk kini telah berada didepan donghae. Sementara kangin dan siwon dengan kuat memegang lengan heechul agar ia tak semakin brutal. leeteuk menatap wajah heechul lekat-lekat, wajah heechul memerah.

Leeteuk kini memegang kedua bahu heechul. Ia mencoba menenangkan heechul agar emosinya tak kembali menggebu-gebu.

Heechul menghempaskan tangan siwon dan kangin dengan paksa. Ia menatap donghae tajam lalu beralih menatap leeteuk. “tanyakan sendiri pada laki-laki brengsek ini!”

“dan kau brengsek! Jangan sekalipun kau mendekati adikku lagi atau aku tak segan-segan membunuhmu!”

Tanpa berkata apa-apa lagi heechul pergi meninggalkan mereka, ia membanting pintu utama dengan keras. Sementara donghae yang sedari tadi mematung, ia hanya bisa menunduk. Jessica, krystal, kini heechul pun membencinya. Setelah ini siapa lagi?

“kau berhutang penjelasan padaku lee dong hae…” leeteuk menatap tajam donghae.

Kaki donghae tiba-tiba melemah, tubuhnya terasa berat. kini ia terduduk lemah pada dinginnya lantai. Tangannya memegang bibir bekas pukulan heechul tadi. ‘ARGHHHH’ ia mengacak rambutnya dengan kasar.

—Red Car—

‘dunia hiburan korea kembali digemparkan dengan beredarnya foto kebersamaan dua bintang hallyu korea. setelah beredarnya foto donghae-jessica, kali ini member girl group ternama korea tersebut, SNSD Jessica terlihat mesra bersama namja idol, 2pm taecyeon. Jessica dan taecyeon tertangkap camera paparazzi di sebuah café di jepang dan sebuah bioskop pada malam hari. Menurut penjelasan seorang pegawai bioskop, Jessica dan taecyeon memang lebih dari sekali mengunjungi bioskop tersebut. Selain itu camera juga menangkap kebersamaan mereka di sebuah club gym ternama jepang. Lantas apakah benar mereka berdua berkencan? Lalu bagaimana dengan kabar hubungan Jessica-donghae yang baru-baru ini merebak?”

Begitulah isi deadline hampir seluruh media massa ataupun elektronik dikorea. Beredarnya foto-foto kebersamaan Jessica-taecyeon menjadi santapan hangat media. Para pemburu berita pun berbondong-bondong untuk mecari kebenaran ataupun berita terhangat mengenai hubungan mereka berdua. Dengan terpaksa agency dari kedua belah pihak harus ikut campur masalah ini. ntah telephaty apa yang ada diantara dua agency mereka hingga sanggahan dari SM ataupun JYP pun hampir sama, yakni ‘mereka berdua hanya teman baik’.

Sementara Jessica ataupun taecyeon hingga saat ini masih susah untuk dihubungi. Dari foto-foto yang ada, kini mereka telah berada dijepang. Namun hingga sekarang, dari sekian banyak pemburu berita yang menyusul kejepang, tak satupun dari mereka mendapat jejak taecyeon-jessica. Rasa penasaran pun semakin menyelimuti mereka, dimana sebenarnya Jessica taecyeon berada?

Donghae juga tak luput dari rasa penasaran, susah payah ia merayu manager SNSD untuk memberitahu keberadaan mereka. dan hasilnya pun sama “jangan urusi urusan orang lain untuk saat ini. urusanmu lebih penting”.

Donghae sudah bosan mendengar jawaban dari manager yang selalu itu-itu saja. tak henti ia mencari kode lain tentang keberadaan Jessica. Mulai dari staff SM, teman Jessica dan beberapa orang terdekatnya tapi tak satupun dari mereka bisa membantu. Para anggota SNSD juga seolah menyembunyikan keberadaan Jessica. Bahkan kemarin ia kembali datang ke dorm SNSD, sebuah tatapan maut sudah dilayangkan oleh para rekan Jessica.

“untuk apa kau kesini?” begitulah semburan yang diberikan sooyoung ketika melihat donghae berdiri didepan pintu dorm mereka. Saking kesalnya sooyoung sampai akan menutup pintu dorm namun digagalkan oleh kaki donghae.

“aku hanya ingin mencari tau dimana Jessica?”

“apa penting? Setelah apa yang kau lakukan, sekarang kau mencarinya?”

Jleb. Jadi mereka sudah tau? donghae hanya bisa mematung, ucapannya seperti sebuah sengatan untuk donghae. Bahkan saat ia menutup pintu dengan kasarnya, donghae seolah tak bisa berbuat apa-apa. ia hanya bisa memandang nanar pintu putih yang telah tertutup rapat.

Hidupnya seolah hambar untuk saat ini, hampir semua member SNSD bahkan mungkin tak akan mempercayainya lagi. Begitu juga krystal, terlihat sebuah kebencian dari bola mata adik kandung Jessica itu. Belum lagi leeteuk, ia sangat kecewa dengan kelakuannya.

“aku sangat kecewa dengan kalian. Tidakkah kalian bisa bersikap lebih dewasa sedikit hah!!! Kau, kangin dan yesung apa kalian lupa dengan usia kalian yang sudah memasuki kepala tiga hah!!! Kau juga Eunhyuk, aku hampir saja mempercayaimu untuk menggantikanku sebagai seorang leader saat aku wamil nanti, tapi belum apa-apa kau justru terlibat dengan perbuatan memalukan ini!!! dan kau donghae, kenapa kau bisa begitu bodoh mengikuti kemauan konyol mereka hah!! Ini adalah hal yang paling memalukan yang pernah kudengar. Ntah aku harus berkata apa jika sampai bertemu dengan soshi. Aku sudah menganggapmu sebagai tangan kananku dan sekarang kau justru mempermalukanku seolah memberi sekantung kotoran kewajahku. ”

Begitulah kemarahan yang diumpatkan leeteuk, sampai saat ini ia sangat menjaga jarak dan ia juga seolah enggan untuk berbicara dengan donghae.

Donghae semakin frustasi dengan keadaan ini, sudah cukup member SNSD dan krystal mejauhinya. Dan kini ditambah heechul dan leeteuk, leader yang selama ini sangat diseganipun ikut menjauhinya. Andai saja donghae tak mengikuti permainan bodoh itu, ini semua tak akan terjadi.

“kau sudah menghubungi Jessica?”

“sudah. 15 menit lagi ia sampai.”

“baiklah. Jika sudah sampai langsung arahkan keruangan direktur Kim. Dan satu lagi, tolak semua permintaan wawancara untuk minggu ini.”

Donghae mendengar interaksi antara dua staff SM yang lewat dihadapannya tadi. Otaknya masih loading untuk mecerna nama yang dibicarakan dua staff tadi. Jessica? Apa aku tak salah dengar? Ia kini bergegas menyusul staff tadi.

“agassie….”

Kedua staff itupun menoleh dan memandang heran donghae yang kini tengah terengah-engah. Donghae memegang kedua lutunya, berusaha menenangkan deru nafasnya dengan mengirup oksigen yang ada.

“donghae-ssi….. wae?”

“kau bicara tentang Jessica tadi. Boleh aku tau dimana dia??”

Kedua staff itu seperti ragu untuk memberitau atau tidak. Untuk beberapa saat mereka berdua saling pandang, sampai akhirnya mereka tak tega melihat keadaan donghae.

“Jessica… sebentar lagi ia datang. Menemui direktur Kim untuk menyelesaikan skandal yang ada.”

Donghae tersenyum lebar mendengar jawaban staff tadi, itu tandanya ia akan segera bertemu dengan Jessica sebentar lagi.

“gomawo.. jeongmal gomawo..” setelah mengucapkan terimakasih ia langsung berlari menuju lobi depan, ia sengaja stand by disana untuk menyambut kedatangan Jessica.

Donghae duduk disalah satu kursi lobi, sesekali ia melihat kepintu keluar. ia benar-benar merindukan gadis itu. Sangking tegangnya, ia meremas-remas tangannya yang mulai berkeringat, sebentar lagi kita akan bertemu Jessica!

Setelah kurang lebih 10 menit menunggu, sebuah mobil berhenti tepat didepan pintu lobi. Donghae yang menyadari itu langsung tersenyum lega dan berdiri untuk menuju pintu lobi, Ia dangat meyakini jika yang ada didalam van itu adalah Jessica.

Seorang perempuan yang tidak lain adalah Jessica menyembur dari dalam van, matanya ditutupi oleh kaca mata hitam. Rambut yang selama ini blonde telah berganti warnaya menjadi gold kecoklatan. Atasan silver dibalut jas wanita kecoklatan dengan celana panjang hitam menambah kesan dewasa. Gadis itu terasa asing dimata donghae, gadis yang selama ini terlihat manis dan ceria kini seolah telah berganti image menjadi gadis dewasa dan dingin. Ia mencoba meyakinkan diirinya, apakah benar dia Jessica?

“Jessica”

ia memanggil gadis itu namun tak ada tanggapan. Ia melangkahkan kakinya untuk semakin mendekati van tadi, langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria berperawakan tinggi keluar dari van itu juga. Jaket coklat, sepatu boots hitam dan celana hitam semakin menambah kesan maskulin padanya. Jika diperhatikan pakaian pria itu terlihat senada dengan pakaian Jessica.

Donghae hanya bisa mematung menyaksikan pemandangan dihadapannya, seorang gadis yang selama ini dicarinya tengah berjalan memasuki gedung SM tanpa menanggapi sapaan donghae. Dan dibelakang gadis itu diikuti seorang pria maskulin tadi yang ternyata adalah taecyeon. Donghae menggenggamkan kedua tangannya seolah ingin meninju seseorang. Dilangkahkannya kakinya dengan mantap untuk menyusul Jessica dan taecyeon.

-sret-

Laki-laki berambut panjang dan berkaca mata hitam tiba-tiba menghadang langkah donghae. Sorotan tajam ia berikan dari balik kacamata ia yang dikenakannya. Tangan namja berkaca mata itu dengan cekatan memegang bahu kanan donghae.

“heechul hyung….”

“jangan dekati mereka!”

“sudah lama…. Tolong biarkan aku menemui Jessica untuk saat ini. aku ingin—“

“apapun alasannya. Kau telah membuangnya. Aku harap kau tak pernah menjilat kembali ludahmu yang pernah kau buang.”

Donghae membisu mendengar peringatan namja yang dipanggilnya heechul. Heechul melepaskan tangannya dari bahu donghae, kini ia telah menyusul Jessica dan taecyeon dibelakang mereka.

“arghhh!!!!”

Donghae mengacak rambutnya frustasi. Ia juga tak mau ketinggalan, kini ia menyusul mereka. seperti yang diucapkan staff tadi, donghae yakin tujuan utama mereka adalah ruangan CEO mereka, kim young min.

Langkah donghae berhenti tepat didepan pintu bertuliskan ‘CEO kim young min’. pintunya sudah tertutup rapat, mungkin Jessica dan taecyeon sudah masuk didalamnya. Di sekitar luar ruang CEO kim young min juga terdapat beberapa teman dekat Jessica seperti taeyeon, yuri, heechul, dan adiknya krystal. Bahkan juga ada leeteuk disana. Mungkin mereka datang untuk menunggu Jessica yang sedang diinterogasi didalam. Donghae berasa asing, bagaimana tidak semua orang yang ada disana adalah orang yang selama ini menjauhinya akibat ulahnya terhadap Jessica.

Krystal yang semula duduk dilantai dekat pintu kini mulai berdiri. Ia menatap tajam donghae yang baru saja tiba.

“baby jung… berhentilah menatapku seperti itu.” Donghae seolah membeku melihat tatapan krystal, ia mencoba mencairkan suasana dengan memanggil krystal ‘babyjung’ panggilan kesayangannya selama ini.

“jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu. Tanpa basa-basi lagi, untuk apa sunbae kesini? Pentingkah?”

Ucapan krystal seperti tamparan yang keras untuk donghae, krystal yang selama ini selalu manis dimatanya langsung berubah 360 derajat. Ia berubah menjadi dewi es yang siap untuk membekukan donghae.

“aku… aku hanya—“

“kakakku… dia memang sedikit bodoh. Tapi bagaimanapun aku sangat menyayanginya. Karena aku hanya memilikinya, orang yang selalu disampingku. Meskipun ia tidak semahal mobil yang milyaran harganya, aku harus tetap melindunginya. Serta— menyingkirkan siapapun yang berani menyakitinya. Jadi… tanpa menghilangkan rasa hormat saya sedikitpun, lebih baik sunbae pergi dari sini, sekarang!”

Donghae hanya terperangah, mulutnya terasa kelu untuk berucap. Bagaimana bisa gadis yang usianya 8 tahun dibawah donghae bisa membuatnya mati kutu begini.

“apa ucapan saya kurang jelas sunbae?”

“krys— jebal…” Donghae memohon dengan sangat. Tapi permohonan itu untuk saat ini tidak bisa mencairkan es dalam diri krystal.

“pergilah sebelum aku masuk dalam perdebatan kalian” potong Taeyeon dengan datarnya.

Donghae menatap leeteuk yang dari tadi hanya terdiam, ia berusaha meminta pertolongan dari tatapan matanya. Tapi leeteuk justru mengalihkan pandangannya kearah lain, tak ada respon.

Donghae mendengus pelan, ia menyapu kasar seluruh wajahnya dengan tangannya. Posisinya saat ini dikeroyok oleh pihak lawan, ia akan mati konyol jika terus berada disini. Hatinya berkata jika ia harus bertemu dengan Jessica tapi keadaan menolak, ia tak mungkin terus berada disini. Dengan pertimbangan penuh akhirnya ia mengalah, ia meninggalkan tempat tadi tanpa berucap sepatah katapun.

Ia melangkah dengan gontai, langkah yang menggambarkan sebuah keputus asaan. Untuk kesekian kali ia mengacak rambutnya dengan kasar, fikirannya masih melayang-layang kepada Jessica. Emosinya seakan membeludak kala memikirkan namja yang berada didekat Jessica tadi. Mereka berdua bahkan tertangkap paparazzi sedang jalan berdua di jepang, ada apa antara kau dengan taecyeon, sica-yaa?

“arghhhh” ntah sadar atau tidak, donghae telah meninju dinding lorong yang dilewatinya. Ia menyandarkan kepalanya pada dinding yang ditinjunya tadi. Darah segar mengalir dari tangan donghae akibat benturan antara tulang karpal pada tangannya dengan dinding yang ditinjunya. Begitu memprihatinkan.

“donghae-ssi… gwenchana? tanganmu berdarah…”

Tak diperdulikannya perhatian dari seseorang yang lewat itu, donghae hanya diam. Ia kini menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajahnya yang basah. Ntah basah akibat keringat yang mengucur atau air mata yang tanpa ia sadari telah mengalir sejak tadi.

—Red Car—

“bagaimana tadi Jessica?” taeyeon langsung menyembur begitu mereka telah menemukan tempat yang pas untuk bicara. Setelah interogasi CEO kim young min mengenai skandal Jessica selesai, leeteuk langsung menyarankan untuk membawa Jessica dan taecyeon ketempat yang sedikit nyaman untuk bicara, yakni ruang latihan SNSD.

“mereka marah”singkat Jessica.

“sudah kuduga.”

“lalu apa mereka menghukummu?”

“hampir. Bahkan nyaris pemboikotan.” Jessica hanya menjawab singkat, matanya bahkan menatap kearah bawah dengan tatapan kosong. Ia sudah seperti sebuah boneka hidup, tak bisa berekspresi.

“M-MWO?”

“ya. Masalahku terlalu banyak. Skandal dengan taecyeon, dengan pria brengsek itu, dan aku juga kabur ke Jepang tanpa izin.” Air mata Jessica menetes begitu menyebut ‘pria brengsek’. Pria brengsek yang dimaksud adalah donghae.

Heechul yang semula diam, ia kini mendekat kearah Jessica dan menarik Jessica kedalam pelukannya. Ia mengusap punggung Jessica berkali-kali, berusaha untuk menenangkan adik kesayangannya itu. Dalam hati heechul tertanam sebuah kemarahan yang sangat memuncak. Ingin rasanya ia menghajar orang yang sudah menyakiti Jessica. Heechul memang nekat. Dulu ia pernah membentak penggemarnya sendiri hanya karena penggemarnya itu membully Jessica di depan gedung SM. Sebenarnya kasus seperti itu sudah wajar dikalangan selebrity, namun bukan heechul namanya jika ia membiarkan orang lain menyakiti orang yang paling disayanginya.

“Direktur kim sudah terlalu murka dengan Jessica, bahkan tadi sampai terjadi perdebatan antara petinggi SM, satu pihak ingin memberi jessica peringatan dengan larangan tampil untuk beberapa bulan tapi satu pihak lain menginginkan jessica untuk bertahan. Direktur Park juga sudah hadir sejak pagi, mereka membuat perjanjian agar aku tak menemui Jessica untuk satu sampai dua tahun kedepan, tapi aku menolak, dan karirku terancam.”

Krystal menangis mendengar penjelasan panjang dari taecyeon, ia kini menatap Jessica nanar. Kenapa harus kakaknya yang kena? Kenapa donghae juga tak di interogasi? Tangan kanannya mengepal dengan kuat sebagai tanda jika saat ini ia sangat murka dengan pria itu sekarang, Lee donghae.

“lalu bagaimana dengan donghae, bukankah ia juga terlibat skandal dengan jessica?” yuri langsung menyembur, ia seolah bisa mengerti apa yang krystal fikirkan saat ini.

“donghae, dia dianggap masih aman karena 80% penggemar respect kepadanya. Skandal ini sama sekali tak berpengaruh dengan karirnya. Berbeda dengan kami, bahkan antifans Jessica semakin menambah dan jumlah fancafe SNSD di beberapa tempat berkurang. itulah akibatnya SM lebih tegas ke Jessica.” Jelas taecyeon.

Setelah panjang lebar menjelaskan tentang apa yang terjadi di dalam ruangan tadi, taecyeon melirik kearah Jessica. Dilihatnya Jessica tertidur masih dalam pelukan heechul, dari sudut wajahnya sangat terlihat kelelahan dan kesedihan. Ia sangat mengerti dengan perasaan Jessica, kebersamaannya bersama Jessica beberapa waktu lalu cukup menjelaskan bagaimana perasaan Jessica.

“aku ikut tersiksa melihat keadaan jessica seperti itu…” taecyeon menimpali.

“tidak hanya aku, aku juga berfikir demikian. Tapi apa yang bisa kuperbuat? Adikku sendiri yang telah melakukannya.” Leeteuk menjawab, jujur saja sampai saat ini ia sangat geram dengan apa yang donghae lakukan. sebagai seorang leader ia tentu sangat malu kala menghadapi member yang sudah dianggap adiknya bisa berbuat segila itu. Ia juga malu jika harus bertemu member soshi, walaupun leeteuk tak melakukan apapun.

—Red Car—

Dari sudut ruangan yang sedikit gelap, seorang namja berkali-kali menekan tuts piano. matanya sembab seperti habis menangis, bahkan wajah yang selama ini selalu terlihat tampan kini telah berubah menjadi kusut seolah tak ada semangat hidup.

Hatinya perih kala harus mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, saat sang leader yang selama ini menjauhinya tiba-tiba mengajaknya bicara secara khusus empat mata.

“donghae-yaa… sebaiknya kau jauhi Jessica. Aku hanya tak ingin kau semakin dibenci dengan mereka terlebih krystal dan soshi. aku juga tak ingin Jessica semakin hancur karenamu. Jessica sudah terlalu banyak berkorban. selain harus menahan sakit karena ulahmu, karirnya juga terancam. Antifansnya bertambah, jumlah fancafe Soshi merosot, bahkan…. Bahkan Jessica terancam di boikot dan dilarang tampil bersama Soshi untuk beberapa waktu oleh SMent. Tidakkah hatimu terketuk dengan ini? Jessica sudah banyak berkorban, kenapa untuk saat ini kau tak mau berkorban?”

“jika kau memintaku untuk menjauhinya, maaf hyung aku tak bisa…“

“jauhi dia jika kau ingin ia selamat. Siapa yang bisa menyelamatkan karir Jessica selain kau? Direktur kim sudah terlalu murka dengan skandal Jessica. Dan guru Lee, orang yang mungkin bisa menyelamatkan karir Jessica sekarang masih berada diluar negeri. Terserah kau saja, jika kau tak ingin Direktur kim semakin murka dan memboikot Jessica karena skandal kalian yang semakin meluas, maka jauhi Jessica. tapi jika sebaliknya, kau bebas bisa mendekati Jessica. Yang jelas aku tidak akan memaafkanmu jika sampai karir Jessica hancur. Karirnya adalah hal impiannya yang besar sejak dulu.”

“hyung…..”

“aku harap kau bisa berfikir lebih dewasa, ambil keputusan yang tepat. Jangan mengecewakanku. Pergilah dari kehidupannya jika kau ingin Jessica bahagia”

Donghae seakan membisu mendengar perkataan Leeteuk. Kebimbangan yang luar biasa harus ia hadapi sekarang. secara logis, otak dan fikirannya menginginkan karir Jessica selamat. Tapi hatinya sangat menolak bila harus menjauhi Jessica. Perang hebat pun terjadi antara fikiran dan hatinya. Siapa yang harus donghae turuti, fikiran logis otaknya atau perasaan hatinya?

“ARGHH!!!!” ia menekan piano dihadapannya dengan rancak dan keras. Wajahnya memerah seakan menahan emosi yang keluar bahkan rahangnya sampai mengeras. Ia menyapu kasar wajahnya dan memijat kepalanya yang saat ini terasa sakit. Air mata yang tadi sempat terhenti kini kembali mengalir.

—Red Car—

Sudah 6 bulan lebih peristiwa gila itu berlalu. Setelah melewati masa perang hebat antara hati dan otaknya, akhirnya donghae lebih menuruti fikiran logisnya untuk menjauhi Jessica, ini semua demi karirnya. Bahkan selama 6 bulan itu donghae sama sekali tak berkomunikasi dengannya baik lewat ponsel, jejaring social ataupun internet. mereka berdua seolah tak pernah mengenal satu sama lain.

Munafik jika selama 6 bulan ini ia merasa enjoy menjalani harinya. Jika boleh jujur, harinya selama 6 bulan terakhir terasa hambar, seperti sebuah ramyun tanpa bumbu.

donghae sudah berusaha keras menyibukkan dirinya untuk mengurangi rasa hambar dan sakit selama ini. ia bahkan baru sekitar bulan lalu melakukan comeback bersama super junior. Sebagai grup yang baru saja comeback, seharusnya sibuk dengan promosi sana-sini. Berbeda dengan donghae, raganya memang sibuk promosi album terbarunya, tapi fikirannya masih melayang memikirkan gadis yang selama ini berusaha dijauhinya. Hingga saat ini, ia tengah menghadiri sebuah acara talkshow strongheart. Fikirannya harusnya fokus terhadap acara ini, bukan malah memandangi gadis berambut coklat yang duduk didepannya, selang dua kursi.

“annyeong haseyo. Jumpa lagi dengan saya kang ho dong dan pria tampan di sebelah saya yang tidak lain adalah Lee seung gi dalam acara strooong heart!!!”

Terdengar tepuk tangan dari penonton.

“seung gi-ssie. Studio kita saat ini sangat ramai sekali ne.”

“benar sekali sunbae. Karena saat ini strong heart kedatangan bintang tamu dari SM entertaintment…”

“seung gi-ssi mianhanda. Lebih tepatnya SM family karena kami adalah family bukan sekedar entertainment” leeteuk memotong lee seunggi seraya tertawa lebar diiringi gelak tawa dari penonton.

“ahh… jeosonghamnida leeteuk-ssi. ne saya ulangi, hari ini kita kedatangan tamu dari SM family…!!”

Penonton kembali bertepuk tangan.

Acara pun dibuka, tapi fikiran donghae masih belum saja fokus. Matanya masih standby menatap punggung gadis tadi tanpa beralih sedikitpun.

“baiklah untuk yang pertama saya sangat tertarik dengan tulisan dipapan tiffany-ssi. “pinky car” bisa kau jelaskan apa maksutnya”

“ne. aku baru saja membeli mobil berwarna merah muda, warna favoritku. Mobil ini mirip dengan salah satu mobil artis hoolliwood dan di impor langsung–”

Tiffany menjelaskan panjang lebar mengenai mobil barunya itu. Penonton dibuat kagum dengan cerita tiffany dimana ia harus menunggu kurang lebih satu tahun untuk mendapatkan mobil itu.

“ahh… bicara soal mobil aku juga tertarik untuk bertanya sesuatu. Donghae-ssi bukankah kau juga memiliki mobil baru? Mungkin bisa kau ceritakan tentang mobil barumu itu.”

Tak ada tanggapan dari donghae, tentu saja hingga saat ini fikiran donghae masih melayang-layang dan pandangan matanya pun tak lepas dari awal.

“donghae-ssi…”

“donghae-ssi…”

“jeosonghamnida donghae-ssi….”

Setelah mendapat seruan beberapa kali, donghae langsung tersadar. Ia membenarkan posisi duduknya.

“jeosonghamnida. Tadi kau bilang apa?”

“ahh… kau terlihat tegang donghae-ssi hhahaa. Emmm baiklah, tadi aku mengatakan kudengar kau punya mobil baru dan katanya harganya juga fantastis, diatas dua milyar. Mungkin bisa kau ceritakan tentang mobilmu itu.”

Donghae ragu untuk menjawab. Mobil yang dimaksut kang ho dong adalah mobil dari hasil ia bermain taruhan. Haruskah ia menceritakannya?

“donghae-ssi. kenapa kau diam? Jangan membuat kami semakin penasaran. Benarkan?”

Penonton berteriak mengiyakan.

“benar… aku… aku memang memiliki mobil baru seperti yang kau maksut, mobil audy merah.”

“waahhhhh… yang kutau harga mobil merk itu sangat fantastis, kau pasti berusaha keras untuk mendapatkannya. Iyakan?”

“tentu saja.” belum sempat donghae menjawab, suara krystal tiba-tiba memotong. “aku tau betul bagaimana usaha donghae sunbae untuk mendapatkan mobil itu. Ia juga sama seperti tiffany eonni, harus menunggu beberapa bulan untuk mendapatkan mobil itu, namun usaha mereka berbeda. Bahkan juga ada korban dibalik mobil itu. Donghae sunbae memang hebat, ia bisa menaklukan korbannya hingga mendapatkan mobil mewah itu.”

Donghae hanya terdiam, ia tau betul jika saat ini krystal sedang melayangkan sindiran mautnya. Semua ucapan krystal 90% benar, untuk mendapatkan mobil ini harus memakan korban, yakni Jessica.

“waw. Bisa kau ceritakan korban seperti apa itu, krystal-ssi?”

Krystal tersenyum tipis, mata tajamnya melihat kearah donghae. “mungkin bisa ditanyakan langsung kepada donghae sunbaenim.”

“korban yang dimaksut adalah harus berebut dengan pelanggan yang lain agar ia mendapatkan mobil itu. Mobil itu di produksi dengan jumlah yang terbatas di seluruh dunia, sehingga pelanggan yang kalah itu harus berkorban untuk mengalah dan donghaelah yang mendapatkannya. Ya benar sepert itu.” Sebelum kang hodong melayangkan pertanyaannya ke donghae, eunhyuk langsung menimpali dengan cerita bohong. Tentu saja untuk menyelamatkan nasip lee donghae yang semakin terpojok.

“ahh… hebat sekali lee dong hae.”

“oh iya. Di album terbaru super junior jika tidak salah juga ada lagu yang berjudul ‘Y’, salah satu lagu favoritku. apa benar kau yang menulisnya sendiri donghae-ssi?” lee seunggi melayangkan sebuah pertanyaan lagi untuk donghae. Donghae hanya tersenyum tipis mengiyakan.

“wah aku sangat suka dengan lagu itu. Dilihat dari judulnya yang unik, bisa kau jelaskan apa maksutnya? Kenapa harus Y, apa ada maksud dibalik Y? menurut rumor yang ada, apa benar kau menciptakan lagu itu untuk gadis yang berinisial Y seperti Yoona-ssi, Yuri-ssi atau yang lain?”

Penontonpun tertawa ketika lee seunggi menyebut nama yoona.

“yak!! Seunggi-ssi. kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau cemburu jika ia memang menciptakan lagu itu untuk yoona-ssi?” kang hodong langsung menyerang lee seunggi dengan pertanyaan konyol.

Deru tawa penonton kembali terdengar mengisi studio.

“anniya…anniya” seunggi menampis dengan tawa yang ditahannya.

“lagu itu aku memang benar aku ciptakan untuk seorang gadis. Tapi bukan berinisial Y. Y dalam lagu itu berarti ‘why’ atau mengapa.”

Suasana studio mendadak hening.

“lalu?”

“lagu itu sengaja kutulis untuk seorang gadis yang pernah kusakiti sekaligus kurindukan saat ini. gadis yang menangis karena perbuatan bodohku. Hingga saat ini hubunganku dengannya semakin menjauh. Aku memang berengsek. jika ada cara lain aku ingin mengulang dari awal, memperbaiki hubungan yang telah rusak ini.”

Cerita donghae membuat semua tamu dari SMent langsung memusatkan pandangan mereka ke donghae, sebagian dari mereka tak menyangka jika donghae nekat menceritakan masalahnya ini. bahkan ada beberapa yang melayangkan tatapan tajamnya ke donghae seperti krystal. Mereka hanya berharap semoga donghae tidak semakin nekat dengan mengumbar siapa gadis yang dimaksut itu.

“wah begitu romantis. Apa kau sudah minta maaf atau kembali melakukan pendekatan dengan gadis itu?”

Donghae menggeleng. “suatu keadaan memaksaku untuk tidak menemuinya.”

“pasti kesibukanmu, iyakan? Emmm… mungkin kau ingin mengucapkan kata-kata atau benyanyi sepenggal lirik dari lagu Y. mungkin untuk gadis yang kau maksud? Siapa tau ia sedang menonton sekarang.”

Donghae menghela nafas pelan, ia kembali menatap punggung gadis berambut coklat tadi yang tidak lain adalah Jessica. Dengar aku Jessica.

“gadis itu… aku yakin dia sedang melihat atau paling tidak mendengar ini sekarang. aku hanya ingin bernyanyi sedikit. Neoreul ullin geon naega baboraseo, neoreul bonaen geon naega.Aku adalah seseorang yang bodoh yang membuatmu menagis. Sejak membiarkanmu pergi, ada sesuatu yang hilang. mohon, maafkanlah aku. Ketika aku melihatmu, aku tidak dapat menghentikan air mataku yang terus menetes, kau membuatku terlihat bodoh. Jika mungkin perasaanmu berubah dan kau merasa seperti ingin kembali, aku akan menunggumu di ujung jalan ini.”

“waaaahhh. Tepuk tangan untuk donghae-ssi!!”

Suara tepuk tangan kembali menggema dalam studio strongheart. Beberapa penonton terlihat terharu bahkan ada yang meneteskan air mata melihat hal romantis yang dilakukan donghae.

Sementara Jessica yang tidak lain adalah gadis yang dimaksud donghae, ia hanya diam menunduk. Ia berusaha keras menahan haru kesedihannya. Ia tak boleh kelihatan lemah.

“Jessica-ssi… kau hanya diam dari tadi. Apa ada hal yang ingin kau bicarakan?” kang ho dong mengalihkan pembicaraan ke Jessica.

Jessica mengangkat kepalanya untuk merespon host strong heart itu. Ia sedikit memaksa bibirnya untuk tersenyum “ohh… tidak ada.”

“wah matamu terlihat berkaca-kaca. Kau pasti terharu dengan pengakuan donghae terhadap gadisnya tadi. Ngomong-ngomong, aku sangat suka dengan penampilanmu seperti ini. kau terlihat lebih dewasa dengan merubah rambut pirangmu menjadi kecoklatan. Dan kau juga terlihat lebih cantik dengan style barumu.”

Penonton menyoraki pujian kang ho dong.

“gamsahamnida.” Jessica kembali memaksa bibirnya untuk tersenyum. Usahanya ternyata sia-sia, berusaha keras ia menyembunyikan kesedihannya karena kelakuan donghae tadi, tetapi justru telah terbaca oleh orang lain.

Sepanjang acara Jessica hanya diam, fikirannya sangat tidak bisa diajak berkonsentrasi. Raganya memang berada distudio strong heart, tapi fikirannya melayang ntah kemana. Berbeda dengan para artist SMent yang sangat menikmati acara, taksedikit dari mereka tertawa ataupun menangis ketika mendengar cerita yang dilontarkan. Hingga acara berlangsung hampir 45 menit, Jessica masih tetap diam membisu tanpa ekspresi.

“Jessica-ssi”

“Jessica-ssi”

Beberapa panggilan dari MC rupanya mampu membuyarkan fikiran Jessica. “ahh ne? maaf aku sedang tidak enak badan jadi tidak bisa berkonsentrasi penuh.”

“ohh tidak apa-apa. Ada yang ingin aku tanyakan padamu. mendengar cerita yuri-ssi tentang skandal dan berita kencan butanya bersama bigbang taeyang, mungkin kau juga ingin berbicara mengenai skandalmu? Seperti yang diketahui media beberapa bulan yang lalu, kau terlibat skandal sengan beberapa idol group seperti 2pm taecyeon dan aku dengar donghae-ssi juga terlibat.”

Pertanyaan kang hodong membuat Jessica membisu, apa yang harus ia katakan. Haruskah ia ceritakan yang sebenarnya? Tidak! CEO kim young min akan menendangnya seketika.

“sepertinya tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan. Seperti yang kalian semua ketahui, SNSD dan super junior bernaung di perusahaan yang sama yakni SMentertainment. Jadi akan sangat wajar jika kami dekat satu sama lain termasuk antara Jessica dan donghae oppa.” seolah ada koneksi antara fikiran tiffany dan Jessica, dengan sigap tiffany menjawab pertanyaan kang hodong.

“ne. itu menurutmu fany-ssi. tapi disini aku ingin mendengar penjelasan langsung dari Jessica-ssi.”

“aku… itu hanya…”

“ne. bisa kau lanjutkan Jessica-ssi?”

“tiffany benar. Aku dan donghae sunbae hanyalah sebatas teman dekat karena kami bernaung diperusahaan yang sama. Berita yang selama ini menyebar sangatlah tidak benar. Sebenarnya aku juga tidak hanya dekat dengan donghae sunbae. Jaejoong oppa, leeteuk oppa, junsu oppa, siwon oppa, heechul oppa, aku juga dekat dengan mereka semua, aku sudah menganggap mereka sebagai kakakku. Mengenai selcaku dengan donghae sunbae itu hanyalah hal biasa, karena aku juga melakukan selca lain dengan oppadeul.”

“ya itu benar, sejak pertemuan pertama kali antara aku dan Jessica, aku langsung merasa nyaman bicara dengannya daripada hoobaeku yang lain. Dialah satu-satunya gadis yang berani menyapaku saat kami masih trinee. Itulah yang menyebabkan aku sangat nyaman jika dekat dengannya. Jessica sudah kuanggap sebagai adik kandungku sendiri. jika aku membawa tab-ku, aku akan menujukkan ratusan selcaku dengan Jessica sebagai bukti jika kami berdua juga dekat sebagai kakak adik. Selcaku bahkan melebihi selcanya bersama donghae.” Heechul menambahkan. Ia seperti ingin membantu Jessica untuk meyakinkan MC dan audience.

Sementara donghae hanya diam, ia menatap nanar punggung Jessica. Bagaimana bisa ia menyebut jaejoong, leeteuk, junsu, siwon, dan heechul dengan sebutan oppa. sedangkan untuk menyebutkan namanya ia menggunakan ‘sunbae’?

“donghae-ssi kau terlihat tegang hahaha. Bersikaplah yang wajar, bukankah ia adikmu?” kang hodong sedikit mencairkan suasana dengan menggoda donghae. Sementara donghae hanya membalasnya dengan sebuah senyuman tipis, tentu saja senyuman yang dipaksakan.

“jika antara kau dan donghae-ssi hanyalah sebuah kakak-adik. Lalu bagaimana dengan taecyeon-ssi? bukankah kalian berada diperusahaan yang berbeda?”

“taecyeon oppa hanyalah satu dari sahabat baikku. Kami mengenal sejak kecil saat kami masih berada di California, ia tetanggaku dulu. Bahkan krystal juga dekat dengan taecyeon oppa, saat masih kecil dulu kami berdua sering bermain dengan taecyeon oppa.” Jessica menjawab dengan mantap ditambah anggukan krystal untuk membenarkan ucapan Jessica.

“benarkah? Lalu bagaimana dengan berita tentang paparazzi yang menangkap kebersamaan kalian berdua di café dan bioskop jepang?”

“ohh itu. Sebelumnya aku ingin berpesan kepada media, 2pm ataupun penggemar supaya tidak salah paham dengan kedekatanku dan taecyeon oppa. saat itu aku sedang mengalami masa down, masa dimana aku terjatuh dan sangat terpuruk. Aku tidak bisa mengatakan kenapa bisa aku terpuruk, yang jelas saat itu adalah masa dimana aku merasa jatuh. Tapi dimasa terpurukku itu, taecyeon oppa langsung datang sebagai sahabat baikku. Ia mencoba menghiburku dan membantuku bangkit dengan mengajakku pergi ke jepang. Disana ia mengajakku pergi kebioskop dan beberapa tempat guna menghiburku, ia selalu memberiku masukan hingga bisa membuatku bersikap sedikit dewasa. Bahkan ia juga yang menyarankan transformasiku sekarang, contohnya rambut ini, dari pirang ke coklat.”

“wahh…. Aku tidak menyangka sebegitu dekat persahabatan kalian. Mungkin kau ingin mengucapkan sedikit pesanmu untuk taecyeon-ssi? melalui video message?”

Jessica membenarkan posisi duduknya, wajahnya beralih menatap kamera yang memang sengaja diaktifkan untuk mengambil gambar Jessica kala mengucapkan pesan untuk taecyeon.

“ne, taecyeon oppa. gomawo… jeongmal gomawo untuk semuanya, kau ada disaat aku terpuruk. Kau berusaha menghiburku dan membuatku bangkit. Aku tidak ingin terlalu banyak bicara lagi, yang jelas kau adalah sahabat terbaikku oppa.”

Penonton bertepuk tangan dengan riuh setelah Jessica selesai memberikan pesannya. Terkecuali donghae, ia hanya mematung. Sejujurnya ada rasa perih dalam dadanya tatkala mendengar cerita Jessica mengenai taecyeon. Kenapa justru taecyeon yang ada disisi Jessica saat Jessica terpuruk? Kenapa bukan aku? Bodoh! Kau yang telah membuat Jessica down dan terpuruk seperti itu lee dong hae.

Waktu berjalan begitu cepat, sudah satu setengah jam acara strong heart berlangsung. Waktu inilah yang paling ditunggu-tunggu donghae, berjuta uneg-uneg sudah membendungi fikirannya. Ia ingin segera menemui dan berbicara dengan Jessica secara langsung.

Begitu MC selesai menutup acara, para artist pun berdiri dan membungkuk hormat sebelum meninggalkan studio.

“jess…..”

Jessica menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya tadi, matanya langsung melayangkan tatapan tajam Setelah menyadari siapa yang memanggilanya tadi, ia langsung mempercepat langkahnya.

Tak kehabisan akal, donghae pun langsung mengejar dan menarik tangan Jessica. Tanpa berkata apapun donghae menarik dan membawa Jessica, mungkin dengan sedikit paksaan.

“lepaskan aku brengsekk!!!!” Jessica meronta tapi tak dihiraukan oleh donghae.

Mereka berdua kini berada di tempat parkir gedung SBS, chanel yang menayangkan strong heart. Kakinya membawa mereka mendekati mobil audy merah. Dengan sedikit paksaan lagi donghae menyuruh Jessica masuk kedalam mobil itu.

“kau membawaku kemana hah!” nada Jessica sedikit meninggi, kekesalan terlihat jelas dari mata foxy Jessica.

“kenapa kau diam brengsek!!! Berhenti sekarang!!” donghae masih diam tak menjawab, ia masih fokus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“behenti sekarang atau aku akan lompat!!!!”

Ucapan Jessica ternyata tidak main-main, ia mencoba membuka pintu mobil tapi gagal. Pintu sudah dikunci secara otomatis oleh donghae.

“heuh… ternyata mobilmu canggih juga, mengunci secara automatis. Pasti mobil ini sangat mahal, dan aku juga tidak menyangka perasaanku semahal mobil milyaran ini.” ucapan Jessica seperti sebuah tamparan keras bagi donghae. Air mata tiba-tiba menetes dari mata donghae. donghae lebih memilih diam tak menjawab satupun ucapan Jessica.

Hingga lebih dari setengah jam donghae melajukan mobilnya, membawa mereka kesebuah tempat yang jauh dari pemukiman. Mobilnya berhenti tepat dipinggir jalan raya yang memanjang dan di kanan kiri hanyalah sebuah lahan pertanian, tak ada satupun rumah penduduk.

“kenapa kau membawaku kemari?” wajah Jessica berubah dingin, matanya juga sembab karena ia memang menangis sepanjang perjalanan.

“Jessica aku mohon maafkan aku.” Tanpa menjawab pertanyaan Jessica, donghae langsung melontarkan ucapannya.

“setelah apa yang kau lakukan, dengan mudahnya kau berkata maaf?”

“aku…. Aku tau aku salah. Tapi jebal….. maafkan aku. Aku ingin memulai semua dari awal. Aku sakit jika harus mengingat hal yang paling bodoh yang pernah kulakukan padamu itu. tapi sejujurnya aku…. Aku sangat menyayangimu Jessica. Susah payah aku mencarimu, semua orang bahkan membenciku. Krystal, SNSD, heechul hyung bahkan leeteuk hyung semua membenciku. Tapi aku tak menyerah, aku masih berusaha untuk mencarimu untuk menjelaskan semua. Aku sakit saat melihatmu bersama orang lain, aku juga sakit melihatmu terluka dan terpuruk seperti ini. jadi aku mohon maaf kan aku, aku sangat menyesali perbuatan bodohku waktu itu. Jeballl Jess Jebaaal…….”

Jessica hanya diam, mata foxynya menatap wajah donghae yang sudah banjir akan air mata. Ia berusaha mencari kebohongan dari mata donghae. Tak ada kebohongan disana, wajah yang benar-benar memohon.

Jessica kini menunduk, ia tidak tau harus megatakan apa. Ia menghela nafas panjang. Haruskah ia memaafkan donghae? Tapi mengingat mobil audy yang kini dinaikinya membuat hatinya sakit.

“aku tidak tau harus berkata apa. Kau yang memulai semuanya lee donghae dan Kau sendiri yang membuangku. Kau menghargai semua perasaanku dengan mobil merah ini.” air mata mengalir di pipi tirus Jessica.

Sementara donghae, ia menyapu wajahnya dengan kasar. Sesaat ia seperti memikirkan sesuatu untuk kemudia membuka pintu dan keluar. dengan cepat ia menuju pintu disamping Jessica dan membukanya. Ia menarik Jessica dan membawanya menjauh beberapa meter dari mobil. Setelah itu donghae melepaskan tangannya dan berlari menuju mobil merah itu. Wajahnya memerah seperti menahan emosi.

Dengan cepat donghae membuka jok belakang, ia mengambil sebuah botol besar yang mungkin berisi minyak lalu mengeluarkan isi didalamnya secara rancak. Ia juga membuka mesin mobil. Tak lama kemudian ia bejalan mundur beberapa langkah untuk menjauhi mobil. Diambilnya sebuah korek api di saku jaketnya. ia memejamkan kedua matanya untuk memantapkan hati seraya menyalakan korek yang ada ditangannya. Setelah itu ia menatap geram korek api yang ada ditangannya lalu melempar korek tersebut tepat mengenai mesin yang tadi dibukanya.

Donghae kini berlari menuju Jessica dan menariknya untuk lebih menjauhi mobil yang kini sudah mulai dilalap api. Satu langkah… dua langkah… hingga belasan langkah tiba-tiba terdengar ledakan dari mobil yang dibakar donghae tadi.

Jessica tersentak mendengar ledakan yang cukup keras itu. dengan sigap donghae memeluk Jessica, menenggelamkan tubuh mungil jessica dalam pelukannya. Tubuh Jessica bergetar hebat, ia sangat syock dengan apa yang dialaminya. Tak sedikitpun ia menyangka jika donghae berani berbuat senekat itu. Dan dalam hitungan kurang dari 5 menit mobil audy merah R8 seharga kurang lebih 2 milyar pun sudah hangus dimakan si jago merah. Mobil merah idaman donghae yang didapatkan dari hasil taruhan untuk mendapatkan hati Jessica pun kini telah berubah warna menjadi hitam, hangus dan bentuknya pun berubah akibat panasnya api.

“lupakan semua perbuatan bodoh yang kulakukan. Aku mohon… mobil terkutuk itu sudah ku musnahkan… aku ingin memulai semua dari awal. Maafkan aku Jessica. Aku… aku menyesal. Kini aku sadar betapa aku sangat mencintaimu. Jeongmal saranghae… aku sakit jika harus jauh darimu” lirih donghae. Ia mencium puncak kepala Jessica. Wajah donghae sudah tak karuan, memerah dan basah penuh keringat dan airmata.

Jessica hanya diam, perasaaannya sangat kalut. Ia terlalu syock, air mata tak hentinya mengalir. Haruskah ia jawab ‘iya’? ia tak mau terjebak dalam permainan cinta donghae untuk kedua kalinya.

Hatinya seolah berteriak tapi bibirnya terasa kelu untuk berkata aku juga mencintaimu, lee donghae.

Lembutnya hembusan angin hari itu menjadi saksi musnahnya masa lalu mereka. menjadi saksi musnahnya mobil yang telah menjadi pagar kehidupan mereka. semoga dengan hancurnya mobil terkutuk itu juga bisa menghancurkan kenangan buruk mereka berdua agar tujuan membuka lembaran baru yang lebih baik bisa tercapai.

Kita bisa belajar dari kejadian ini, semahal apapun barang yang kita miliki, sebanyak apapun kekayaan yang kita miliki, tak akan ada artinya jika kita kehilangan cinta dari orang yang kita cintai.

 

-The end-

19 thoughts on “[Freelance] (Red Car) (Oneshoot)

  1. Aigooooo makin hari makin bagus aja ff muuuu♥♥
    Heeee tapi pas bagian nama, gak pake kapital ‘-‘ *efek habis uts :”)
    Eh atau gak perlu yan ‘-‘)? Gatau dehhh yang jelas ceritanya daebak… duhh ini pas sica belum…
    Ah sudahlah, nangis lagi nanti heuuu :3
    ATENG U’RE BEST AUTHOR FOR ME ♥♡
    bHay. Waiting ff selanjutnya

  2. Uaaa aku reader baru disini,GILAKK keren bgt sumpah,jarang nemu haesica fanfiction,bikin special partnya dong…!!!
    ayo bikin yg byk haesica ffnya

  3. Uaaa aku reader baru disini,GILAKK keren bgt sumpah,jarang nemu haesica fanfiction,bikin special partnya dong…!!!
    ayo bikin yg byk haesica ffnya.

  4. Aku baru baca di blog ini ,sumpah keren tapi apa jess memaafkan Donghae or no , masih penasaran. Aku tapi , Daebak thor bikin hati ku dagdigdugser , dan aku rasa haesica ff sudah jarang yang baru , karna jess gk ada di group jadi ya begini lah , tapi aku ingin jess sma hari oppa hubungan nya masih baik sampe skarang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s