[FREELANCE] Find The Way (1)

PicsArt_1413586629615

1

Ini adalah sebuah FF berchapter yang didasari pada kisah pengeluaran Jessica dari grup, cerita dibawah bukanlah kenyataan, hanya sepotong khayalan yang didasari pada saat Jessica tidak di grup lagi.

 

||||Judul                 : Find the way

||||Author               : @annndtlarasati

||||Main Cast         : Jessica Jung as Jessica Jung ~ Kris Wu as Kris Wu ~ Lu Han as Luhan

||||Support Cast     : GG member, Krystal of f(X), Jessica parents, etc.

||||Genre                : Friendship, Love, Romance, bit angst,

||||Rating               : PG-13

||||Length               :chaptered

||||Languange        : Indonesian

||||Disclaimer         : The cast/character belong to God, themselves, their family, and their company. I just own of the storyline. Please no plagiat or rewrite to respect on me. Enjoy and remember to subscribe, okay?||||

 

***HAPPY READING***

 

 

Jessica melemas, mata yang telah basah itu berusaha mencari pembelaan dari orang-orang terdekat dihadapannya. Namun Taeyeon, Sunny, Hyoyeon, Tiffany, Yuri, Sooyoung, Yoona, Seohyun hanya diam tak berani menatap Jessica sama sekali.

Sampai manager grup-nya kembali mempertegas semuanya

“Jessica Jung, ini surat pemberhentian dari kantor. Kau resmi dikeluarkan dari grup dan segala aktivitasnya mulai hari ini atas dasar ketidak-konsisitenan mu menjalankan segala kegiatan grup, bahkan kau lebih fokus pada kegiatan lainmu. Kami minta maaf, tapi ini semua telah didiskusikan oleh semua pihak. Dan kami sepakat untuk mengeluarkanmu dari grup!” penjelasan manager yang sering dipanggil Kookie oppa itu bagaikan tamparan kuat di batin Jessica. Ia menatap nanar surat pengeluaran dirinya sebagai anggota grup Girls Generation itu. Ini benar-benar mengejutkannya. Mengapa ia diperlakukan seperti ini?

Jessica mengusap wajahnya yang semakin kusut. Sungguh, ia merasa tidak melakukan kesalahan yang benar-benar fatal, ia memang sedang membuka bisnis fashion-nya dan ingin melanjutkan sekolah merancang-nya di New York secara jarak jauh tapi ia telah mendapat izin dari semuanya, bahkan ia mendapat dukungan penuh. Ia pun telah meminta maaf pada Hyoyeon untuk tidak bisa hadir di pesta ulang tahunnya karena masalah visa nya saat di New York kemarin. Maka dari itu jugalah absen latihan bersama untuk Tokyo Dome Concert selama dua kali. Ia telah meminta maaf,dan semua pikir semua diterima dan baik-baik saja.

Tapi, seperti orang bodoh, Ia kembali dari NY membawa beberapa buah tangan untuk orang-orang di dorm, namun ia mendapat sambutanberupa berita buruk bahwa ia bukan lagi anggota Girls Generation—grup penyanyi dan penari Korea Selatan legendaris—yang telah disandangnya selama hampir 8 tahun itu. Ia merasa dikhianati, apa yang selama ini ditakuktkannya terjadi. Yah Sebenarnya, mereka semuamemang selalu membicarakan masalah Grup, dan Jessica seringkali diancam oleh agensi akan keluar akibat aksi panggungnya yang sering mendapat kritikan penggemar. Terlalu malas, seperti tak ada semangat, bergerak seolah ogah-ogahan, de el el. Kemudian, Jessica yang terkenal keras kepala menegaskan bahwa ia sudah berusaha sebaik mungkin, ia pun menambahkan bahwa fisiknya lemah dan bisa pingsan jika berlebihan dalam bergerak. Dan itu benar-benar sempat terjadi. Bahkan karena terlalu seringnya ia diancam meninggalkan grup, tanpa sadar ia pernah berkata “baiklah, keluarkan saja aku. Aku memang tidak dibutuhkan disini!” namun beberapa hari kemudian ia menarik ucapannya dan meminta maaf pada semuanya. Tapi kali ini, disaat dia sedang sangat menikmati usia matang grup dan hobi baru mendesainnya, ia tiba-tiba diminta keluar. Jessica hanya bisa memeras habis airmatanya. Ia sudah mengantisipasi ini sejak awal, agensi juga pernah mengajaknya rapat untuk memilih grup atau bisnis-nya. Tapi Jessica sudah berhasil menemukan titik solusi dan para petinggi agensi pun menyetujui bahwa Jessica akan berusaha maksimal di grup walaupun bisnisnya berjalan.

“kita harus menyelamatkan grup ini!” ucap Sooyoung lirih ketika Manager sudah meninggalkan ke 9 gadis itu untuk berbicara dari hati ke hati. Jessica menggeleng tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan teman sekamarnya itu

“tapi apakah dengan cara seorang anggota harus meninggalkan grup? Baiklah mungkin aku telah banyak melakukan kesalahan dan pelanggaran. Tapi kurasa semuanya masih didalam garis kewajaran. Ahh waeyo??” Jessica terisak kembali menyadari saat ini ia benar-benar tidak diterima lagi sebagai anggota grup. Ini fakta, kenyataan, garis mati. Semua anggota menitikkan airmata melihat mantan membernya itu terisak perih, ah tidak! Mereka justru berusaha menahan airmata-nya, karena inilah keputusan terbaik mereka. Demi grup, katanya.

“pelanggaran-mu sudah melampaui garis kewajaran, slogan kita ‘kita adalah satu’ tapi apa? Kau terlalu sibuk dengan duniamu sendiri dan mengabaikan grup. Dimana konsistensi mu Sica-yaa? Kami sangat minta maaf. Demi keutuhan grup, inilah yang harus kau terima!” jelas Taeyeon bijak, Jessica menatap lemah pada ke-8 saudarinya itu. Entahlah, Jessica hanya merasakan pengkhianatan saat ini mengingat ia melakukan pelanggaran seperti apa yang biasanya mereka lakukan.

“Sica-yaa, jangan salah paham. Kau harus menginstropeksi diri untuk tahu kesalahanmu! Agensi tidak menyukai temna isnismu itu. Tyler Kwon itu kan project team-nya musuh agensi, YG” lanjut Hyoyeon, Jessica semakin merasa tidak mengerti. Mengapa semua orang mengaitkan dengan Tyler, sedangkan mereka hanya berteman, teman bisnis dan tidak lebih.

“bukannya apa-apa, tapi sejak awal tahun, kami merasakan ada yang salah dari prioritas dan pandanganmu. Kami sangat minta maaf” kali ini Sunny—anggota yang akhir-akhir ini dinggap Jessica sebagai orang yang cocok ketika bersamanya—angkat bicara. Perkataan yang belum dipahami Jessica

“apa kalian tidak senang melihatku melanjutkan sekolah? Aku menjalankannya sama seperti kalian. Menyeimbangkan sekolah dan karir. Aku ingin seperti Seohyun yang bisa menyelesaikan sekolah-nya. Apa yang salah? Lagipula aku melakukannya jarak jauh. Atau apa karena bisnisku? Lalu kenapa kalian mengiyakan bisnis-ku sejak awal jika akhirnya ini alasan aku didepak? Agensi memang memintaku menjatuhkan pilihan belakangan ini. Tetap di grup atau fokus pada bisnis. Aku dan agensi sudah berdiskusi dan aku berjanji akan baik-baik saja di grup karena aku juga tidah mampu melepas bisnis dimana aku sudah menginvestasikan semuanya. Kontrak telah berjalan—” Jessica tak sanggup melanjutkan lagi, ia merasa hancur

“itulah masalahnya, ternyata kau tidak bisa melakukan yang terbaik di grup. Maafkan kami!” ungkap Tiffany, Jessica terdiam. Benarkah ia sudah mengabaikan grup? Tapi ia selalu berusaha menghadiri semua jadwal grup. Entahlah, Jessica benar-benar tidak dalam keadaan baik.

“Baiklah, kalian sepertinya sudah membicarakan ini dengan matang dan baik. aku bisa apa? Well, Aku minta maaf telah merepotkan grup selama ini. Ingatlah bahwa aku menyayangi kalian!” Jessica menyeka airmatanya dan masuk ke kamarnya

“sicaa!” beberapa anggota memanggil Jessica, namun gadis itu meneruskan langkahnya ke kamar yang akan segera ditinggalkannya. Ia mengambil beberapa lembar pakaiannya yang masih bersarang di lemari itu ke dalam koper. Ketika sedang sibuk-sibuknya mengemasi barang, Jessica mendengar manager kembali ke dorm dan meminta anggota bersiap menuju bandara untuk mengikuti fanmeeting di Shenzhen, China. Jessica berpikir sebentar dan mendapatkan sedikit pencerahan. Bagaiman jika ia diikutkan ke fanmeeting terakhir nya itu? Itulah gagasan yang sedang bergemul di benaknya. Yah, setidaknya ia harus bisa ikut pertemuan penggemar itu.

“Kookie-oppa! Bolehkah aku ikut pertemuan fan ini untuk yang terakhir kali?” ujar Jessica memunculkan sosoknya dihadapan manager dan 8 member. Semua member dan staf yang bersiap hanya bisa saling pandang, dan berakhir dengan menggantungkan semuanya pada sanga manager

“maaf,itu tidak bisa. Apapun dalih mu. KAU BUKAN MEMBER KAMI LAGI” tegas manageryang sekali lagi menghantam batin Jessica, ia mengharapkan sebuah pembelaan saat ini, tapi yang lain hanya berpura-pura sibuk. Ia benar-benar tidak dianggap sekarang.

Jessica kembali masuk ke kamar dengan perasaan hancur, hanya bisa mendengarkan derap langkah dan atmoser keantusiasan para member menuju Shenzhen dimana seharusnya ia ikut, tapi tragedi harus terjadi.

Tut tut tut…. ‘baby Soojung calling’ terpampang di layar iphone Jessica, dengan satu gerakan, ia dan adiknya itupun terhubung dalam telepon interface

“hiks, eonni kau sudah benar-benar di keluarkan? A..aku minta maaf tak bisa menemani-mu disana. Dramaku—” wajah berurai tangisan panik Krystal diseberang sana membuat Jessica merasa tidak sendiri sekarang. Jessica yang melihat Krystal seperti juga hanya bisa menangis. Tak ada kata-kata, mereka hanya menangis bersama-sama. Mereka terisak dalam waktu yang lama, sampaui Jessica tersadar sesutau. Adiknya kan sedang syuting, jadi ini tidak boleh berlangsung lama.

“Soojung-aa jangan pikirkan aku. Fokuslah bekerja. Kau pasti tahu dari pembaruan di weibo-ku yah? Ohya, jangan beritahu eomma dan appa soal ini. Aku akan segera menemui mereka. Dan kau harus tahu, eonni mu ini masih baik-baik saja” ujar Jessica berusaha kuat

“aku kecewa tak bisa menemanimu eonni. Maafkan aku” lirih Krystal, dan Jessica hanya bisa mengacungkan jempolnya untuk sang adik.

                “bekerjalah dengan baik. performa mu di drama ini bisa mendongkrak popularitas F(X). Bukankah kalian berfarap segera memiliki Konser tur tunggal? Semangat baby!”

“ne eonni. Jaga diri dan jangan melakukan hal bodoh. Aku harus syuting dulu. Kita bertemu dirumah. Bye! Saranghae!” Krystal menutup sambungan telepon, Jessica tersenyum pilu, ia mengangkat kopernya dan segera menghubungi supir keluaraga-nya untuk menjempunya sekarang juga.

Tiba-tiba puluhan message memenuhi Iphone-nya. Ada teks simpati dari teman sekolahnya dulu, teman sesama artis, dan beberapa staf agensi-nya yang menyampaikan simpatinya untuk Jessica. Pesan dari dua pemuda yang tak pernah ia tahu kabarnya lagi lah yang menarik perhatiannya. Kris, mantan junior nya di agensi ini dan Luhan yang masih junior-nya di agensi ini, namun sudah tak ada kabar lagi.

‘nuna, kau harus kuat. Meninggalkan grup itu tidak mudah. Kau tahu, Aku mengkhawatirkanmu’ itu pesan dari Kris yang membuat Jessica bisa tersenyum salah tingkah. Ia dan Kris memang cukup dekat beakangan sebelum Kris keluar dari agensi, bahkan ia tak jarang melihat sosial media diaman penggemar luar negeri tampak menjodohkan mereka. Dan Jessica menyukai itu

‘pagi sunbae, sungguh aku terkejut mendengar berita mu. Apa kau baik-baik saja? Jangan banyak menangis. Kau tidak akan sendiri, tidak lama lagi aku juga TERPAKSA meninggalkan grup’ pesan luhan juga berhasil mendebarkan jantung Jessica. Padahal, ia dan Luhan baru sekali berinteraksi cukup panjang, itupun terhitung sebagai pembicaraan ramai-ramai antara member SNSD dan member EXO disuatu acara. Tapi, sungguh isi pesannya benar-benar memuat Jessica tak karuan. Tunggu, Luhan juga kan keluar dari grup-nya?

Ingin Jessica membalas semua pesan-pesan itu, namun kedatangan supir-nya berhasil mengurungkn niat-nya. Ia bisa menyelesaikan ini malam nanti. Handphone-nya harus di nonaktifkan akibat beberapa perusahaan media massa sedang berusaha menghubungi dan bahkan menguntitnya. Untunglah Jessica bisa ke kediaman orangtua-nya tanpa hambatan berlebih.

Malam itu Jessica menangis sejadi-jadinya dihadapan laptop. Ia melihat semua komentar menyayat netizen tentang kasusnya. Hari ini adalah hari paling pahit sedunia bagi Jessica, ia harus menerima banyak cemoohan dari penggemar dalam negeri khususnya yang menganggap Jessica mencoba mencoreng nama baik member lain lewat tulisan di weibo nya itu, menganggap Jessica egois, jahat, tidak tau diri, semuanya. Jessica tertekan, sampai Krystal, eomma, dan appa nya harus turun tangan berusaha menghibur

“sudahlah, kau tidak perlu memperdulikan semua itu lagi. Fokuslah pada bisnismu sekarang, anakku!” ujar eomma

“kau masih punya keluarga kecilmu disini. Kami lah yang siap membelamu, eonni!” Krystal menambahkan

“lagipula, lihat! Lebih banyak yang menyanyangimu dibanding mereka yang mencacimu, nak! Ayolah, ini bukanlah masalah bagi Jessica Jung. Apa kau lupa perjalanan karrirmu diawal bahkan lebih parah dari ini? Kau dicaci oleh mayoritas orang saat itu. Tapi kau nakku yang kuat walaupun mudah menangis dan keras kepala. Tapi itulah kelebihanmu yang membuat Jessica Jung tampak sangat hebat. Bisakah kau lebih kuat?” appa menyemangati Jessica, dan Jessica hanya teriam merenungkan kata-kata keluarga-nya.sebentar kemudian, gadis itu sudah menyeka airmatanya, bahkan tersenyum memberi anggukan sembari memeluk ketiga keluarga kecilnya itu.

“haruskah aku menghubungi pengacara untuk menetapkan ku sebagai anggota?” ujar Jessica didalam dekapannya. Krystal, eomma, dan appa melepas pelukan dan hanya bisa saling pandang. Tak ada yang bicara, semuanya tenggelam dalam asumsi masing-masing. Sampai akhirnya, eomma Jessica lah yang pertama kali menyampaikan asumsinya.

“kurasa kau hanya buang waktu, Sica. SM itu perusahaan besar, kau akan kalah telak! Sudahlah, mungkin takdirmu sebagai anggota GG digariskan tuhan hanya sampai hari ini. Teruskanlah hidupmu. Bagaiman jika kau menikah?” saran eomma Jessica membuat anak sulungnya itu tersenyum geli. Menikah? Mengapa eomma-nya begitu mudah mengatakan itu? Sedangkan ia tak memiliki kekasih sama sekali

**

Beberapa hari kemudian, Jessica berangkat ke New York memulai kembali bisnisnya yang sempat terbengkalai karena masalahnya. CEO mudah itu telah merencanakan pelebaran sayap, ia akan mulai masuk kuliah esok hari. Sesungguhnya, dihatinya masih tersimpan manis keinginan untuk kembali sebagai anggota Girls Generation, ia ingin bernyanyi lagi. Tapi ia mencoba lebih realistis karena akan sangat sulit untuk kembali ke posisi itu. Seperti kata-kata Krystal yang sedang ia coba pegang teguh: ‘cobalah nikmati apa yang kau punya dan apa yang kau bisa laukan saat ini’. Dan disinilah ia sekarang merancang hidupnya yang baru, walaupun harus terpisah jauh dari orangtua dan adik kesayangannya Krystal, tapi inilah yang bisa dilakukan Jessica saat ini. Meninti kisah baru di New York.

“Jess, ada seorang investor yang ingin mencoba peruntungannya di perusahaan. Dia adalah orang yang cukup kau kenali!” sekrektaris pribadi Jessica, Han Mi eun alias Michelle Han memberikan kabar untuk sang CEO sekaligus sahabat baiknya sejak sekolah menengah itu.

“yaak, Sekrektaris Han, panggil aku dengan nama presdir di kantor. Kau mau karyawan lain memanggilku dengan nama Jess juga?” Jessica mencoba menggoda Michelle

“eih, kau ini berlebihan, padahal hanya ada kita berdua. Baiklah Presdir Jung, ada calon investor. Bolehkah ia masuk?” nada suara Michelle yang sebelumnya leih santai berubah formal, Jessica hanya tertawa sambil menepuk-nepuk tangan menggambarkan betapa ia menikmati gaya Michelle kali ini. Tanggal sudah kesan direktur berwibawa yang dia miliki dari setelan jas peach dan kemeja putih dan rambut coklat bergelombang yag diurainya itu.. Semuanya luntur ketika ia tertawa dengan gaya menjatuhkan tubuh total ke kursi. Jessica selalu begitu

“yakk! Kau ini. Akan kupersilahkan dia masuk yah!” Michelle meniggalkan Jessica, kemudian masuklah lagi Michelle dengan membawa seseorang setelah beberapa saat. Melihat orang yang datang itu, Jessica hanya bisa membulatkan mata tak percaya, pria itu..

“Kris…” ucap Jessica melnyadari siapa calon investor-nya itu. Kris menghampiri dan membungkuk kepada Jessica. Oh tidak, Jessica memang mengagumi Kris sejak dua tahun silam. Itu mengapa jantungnya berdebar tidak karuan sekarang

“annyeong nuna, lama tidak bertemu!” ujar Kris sembari menggaruktengkuk sesekali.. Sosok yang selalu mencoba cool dan tidak pecicilan di hadapan Jessica itu ternyata bisa salah tingkah juga. Maklum saja, diam-diam ia sudah menyukai Jessica sejak pertama melihat senironya itu dari jarak yang cukup dekat. Jessica ikut salah tingkah dengan hanya bisa menyisipkan rambutnya kebelakang telinga.

“apa aku boleh duduk?” Kris memecah kecanggungan

“nde. Duduklah!” jawab Jessica malu-malu

Setelah pembicaraan canggung yang panjang itu. Telah ditemukan titik kespakatan, Kris yang ternyata juga sedang membuka bisnis fashion khusus pria mengajak perusahaan Jessica berkolaborasi, bukan hanya untuk menanam saham semata. Jessica merasa bisnis ini akan sangat menguntungkan keduanya ketika fashion pria dan wanita menjadi satu dalam kerja sama. Akhirnya, keduanya memutuskan untuk mengadakan rapat seminggu kemudian antara Perusahaan Jessica Blanc group dan perusahaan Kris, Cluss corporation yang berpusat di Beijingdan yang sudah meiliki unit di Vancouver, Canada tempat direkturnya tumbuh

how about some ice cream, nuna?” ujar Krisketika diskusi mereka berakhir, ajakan Kris cukup membuat Jessica semakin diguncang debaran jantung yang hebat, ia hanya membulatkan mata cantiknya itu tak percaya dengan kata-kata yang mengalir dari pria se-cool dihadapannya ini.

“aku tahu kedai eskrim enak dekat sini!” lanjut Kris

“baiklah, mari pergi!”

**

Jessica sedang disibukkan dengan tugas kuliah dan program perusahaan sampai Tyler Kwon, teman sekaligus investor utama perusahaannya datang menengok Jessica di ruang kerjanya yang penuh atmosfer kesibukan itu.

“kukira tadi kau di kantor, Sica-yaa!” ujar Tyler Kwon menghampiri Jessica yang sedang sibuk dengan kertas dan pensilnya

“aku baru saja pulang, suasana kantor tidak baik untukku menyelesaikan tugas kuliah. Ada apa Tyler oppa main kesini?” tanya Jessica, Tyler tidak menjawab, ia malah menunjukkan sebuah artikel dari ipad nya kepada Jessica

‘luhan menggugat SM entertainment’ begitu isi headline artikel tersebut, Jessica menutup mulutnya yang menganga membaca isi artikel itu. Luahn keluar dari SM? Bagaimana nasib grup-nya? Bukankah Kris juga sebelumnya telah meninggalkan grup? Jessica menggelngkan kepalanya prihatin, meninggalkan grup bukanlah hal yang mudah, terlebih dengan rentetan peristiwa mengensankan yang telah terurai bersama staf, anggota, serta penggemar, sungguh itu hal yang menyakitkan. Namun yang lebih membuat Jessica terkejut adalah mengenai Luhan sakitnya parah ternyata. Tentang ia yang ingin meninggalkan grup, Luhan telah mengungkapkannya sebelumnya kepada Jessica, tapi ia tak memikirkan itu, menganggap itu hanya guyonan Luhan semata. Tapi, Luhan benar-benar berhenti dari grup-nya. Hei, bukankah Jessica dan Luhan senasib?

“agensimu itu sangat buruk! Oh ya, kau yakin akan ke China sendirian melanjutkan partnership bisnismu?” ujar Tyler, Jessica mengangguk mengiyakan, Tyler hanya menatap Jessica prihatin. Bukan tanpa alasan ia merasa seperti itu, pasalnya tepat dihari ia harus ke Beijing mengadakan rapat dengan Cluss corporation Kris, konser SM Entertainment sedang digelar di Beijing. Konser dimana seluruh penyanyi dari agensi SM Entertaiment berkumpul, termasuk mantan grup-nya Girls Genertaion. Berat bagi Jessica , setelah absen di konser SMTown Tokyo kemarin, ia pun harus rela absen kembali di Beijing. Lagipula nasib Jessica sedang tidak ada kejelasan, masihkah ia artis dari agensi SM? Ia tak tahu, ia hanya dipecat dari aktifitas grup, dan kontraknya dengan SM untuk tiga tahun kedepan belum dibatalkan.

Tyler Kwon tahu perasaan Jessica bagaiman harus berada dalam satu wilayah lagi dengan semua saudaranya di agensi raksasa SM Entertainment itu. Tentu ada perasaan rindu dan ingin kembali merasakan panggung kebersamaan itu.

“kau bisa meminta karyawan yang menghadirinya!” ujar Tyler, Jessica menggeleng pelan

“tidak! Akulah yang akan pergi, oppa. Jangan terlalu mengkhawatirkanku!” jawab Jessica se-dewasa mungkin, Tyler mengangguk mencoba mengerti, memahami gadis yang semakin matang dari hari ke hari.

“aku lapar. Aku akan ke dapur!” Tyler melangkah meninggalkan Jessica bersama dengan segudang kesibukannya. Tiba-tiba ia teringat Luhan, dulu saat ia harus meninggalkan grup, Luhan memberinya semangat. Akhirnya, Jessica berinisiatif untuk mengirimi Luhan yang tentu sedang berada di situasi yang berat itu sebuah pesan

‘Luhan-ssi. Jadilah orang yang lebih tegar dibanding kemarin. Keputusanmu adalah yang terbaik. Izinkan aku menjengukmu. Beberapa hari lagi aku akan ke ShanghaiJ Jessica pun mengirim pesan itu untuk Luhan.

**

Setelah pulang dari New York menyelesaikan pertemuan dengan Jessica dan beberapa pemotretan, Kris kembali ke Beijing dan disibukkan lagi dengan pemotretan. Kali ini ia sedang menjalankkan pemotretan untuk majalah Bazaar.

Setelah menyelesaikan pemotretannya, Kris beristirahat dan membuka berita hari ini di internet. Ia dikejutkan dengan berita keluarnya Luhan dari grup yang sempat membesarkan namanya, EXO. Yah, sesungguhnya pria itu tahu tentang keputusan Luhan sejak jauh-jauh hari bahwa mengikuti jejaknya meninggalkan grup. Tapi ia tidak tahu akan secepat ini.

‘hei duizhang, aku sudah resmi meninggalkan grup. Kau benar rasanya sakit, tapi disis lain ada kelegaan yang luarbiasa’ baru dikagetkan dengan berita dari internet, Kris kini sudah mendapatkan pesan dari sang tokoh utama berita yang mengagetkannya baru saja. Kris langsung saja memutuskan untuk langsung menelpon Luhan sang topik hangat hari ini

kau dimana sekarang?—–baiklah aku akan ke rumahmu sekarang juga!” Kris memutus telpon singkatnya dengan Luhan, ia memohon diri dari pemotretan yang memang sudah selesai beberapa menit yang lalu itu.

“kau akan kemana?” tanya Alex manager pribadi Kris melihat asuhannya itu terburu-buru mengambil kunci mobilnya

“aku ada urusan sebentar. Kembalilah ke rumah langsung!” jawab Kris sambil melesat masuk ke mobil, ia segera menancap gas menuju kediaman keluarga Lu yang sudah seperti keluarganya itu sejak zaman debut EXO.

Kris dan Luhan kini berada dalam satu atap. Ini pertama kalinya mereka kembali bertemu secara langsung setelah hanya bisa saling berhubungan melalui handphone, kini dua orang yang saling merindukan itu berhadapan

“kau terlihat buruk master rubik!” ujar Kris menyaksikan sahabatnya bahkan sudah seperti saudaranya itu dengan kondisi yang sangat lemah. Matanya sayup karena sakit, bahkan terjadi pembengkakan didaerah kelopaknya. Tidak hanya itu wajah Luhan juga memucat

“tidak juga, dokter keluargaku bilang kondisiku berangsur membaik”

“EXO. Aku merindukan mereka, tapi lega pada akhirnya semua mendukung kita!” ungkap Kris lemah, Luhan mengangguk setuju. Keduanya tahuagaiman perasaanmasing-masing saat ini

Tut tut tut, iphone Luhan berdering,iamelihat ada pesan masuk dari Sunbae-nyaJessica Jung “Jesssica mengirimiku pesan?” gumam Luhan sedikit tak percaya, Kris membulatkan mata penasaran setelah mendengar nama yang sering membuatnya salah tingkah itu mengirimi pesan teks untuk Luhan. Kris melihat Luhan yang tersenyum sangat lebar

‘Luhan-ssi. Jadilah orang yang lebih tegar dibanding kemarin. Keputusanmu adalah yang terbaik. Izinkan aku menjengukmu. Beberapa hari lagi aku akan ke ChinaJ

“wah, dia akan menjengukku. Ah sungguh hebat!” raut bahagia memancar dari wajah Luhan, Kris semakin penasaran

nugu-ya? Jessica Jung?” ujar Kris dalam bahasa korea, Luhan tersenyum lebar padanya, mengiyakan pertanyaan Kris itu. Kris sedikit merasa errr ada yang aneh di hatinya mengetahui Jessica memberikan simpati-nya pada Luhan. Cemburu kah Kris pada Luhan? Ia sendiri tak yakin.

“emm, dia memang akan ke Shanghai dan setelah itu ke Beijing tepat di hari konser SM Town!” ujar Kris

“apa yang dilakukannya? mengapa kau tahu?”

“di Shanghai dia sedang terlibat pameran Lane Crawford. Di Beijing akan ada rapat, Aku dan dia juga akan menjadi parner kerja di business line kami!”

“jinjja? Daebak!” raut wajah Luhan berubah, entahlah ia hanya merasa tidak senang mendengar Kris dan Jessica terlibat kerjasama. Kau tahu, Luhan bahkan akhirnya memantapkan hatinya yang telah jauh-jauh merencanakan hengkangnya ia dari EXO adalah setelah mengetahui Jessica juga telah meninggalkan GG.

**

One piece hitam polkadot, kacamata oversize, dan wedges sporty kian menambah kesan elegan pada gadis yang sedang menjadi sorotan lensa kamera di bandara itu. Semua orang mengenalnya sebagai Jessica, mantan grup legendaris, Girls Generation. Sekarang bagaimana ia harus dipanggil? Jessica Jung? Jung Soo Yeon? Presdir Jung? CEO eonni/nuna? Entahlah, Jessica saat ini hanya berusaha menahan airmata melihat kerumunan penggemar yang menanti dirinya. Ia tersentuh. Sangat.

Ia merasa ingin segera berlari ke kerumunan penggemar dan memeluk mereka satu per satu dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja, bertahanlah disana, tetap kuat, jangan khawatir, tetap dukung GG dan dirinya. Dan yang paling penting ia ingin mengutarakan rasa terimakasih dan bahwa ia sangant mencintai mereka. Dibalik kacamata itu, tak ada yang tahu bahwa sepasang bola mata baru saja menarik ulur airmata yang siap mengalir tadi.

**

Seohyun menitikkan airmatanya diam-diam di kamarnya, ia baru saja melihat media internet bahwa Jessica tiba di bandara incheon dan siap menuju Shanghai. Ia senang bisa melihat eonni-nya dalam keadaan baik-baik saja dan lengkap dengan senyuman. Tidak hanya Seohyun, rupanya Yoona dan Yuri juga mengutak-atik internet mencari informasi Jessica—mereka menangis bersama-sama

“ia memakai baju kembaran yan g kami beli bersama” gumam Yuri dalam airmata, Yoona semakin dirundung haru, airmatanya mengalir tanpa kendali

“aku merindukannya!” ucap Yoona sembari menangkup wajahnya tak ingin membiarkan airmatanya terus menetes.

Sedangkan Seohyun hanya bisa melepas kerinduannya seorang diri, sampai seseorang masuk kedalam kamarnya, Kim Taeyeon. Seohyun terkejut, maklum member GG telah membuat perjanjian bahwa mereka tidak akan pernah mengungkit masalah Jessica lagi agar grup tetap bertahan kokoh, itu mengapa Seohyun buru-buru menghapus airmata dan segera menyimingkirkan iphone-nya.

“maknae-yaa apa kau melihat syal yang—hei, kau menangis. Ada apa?” taeyeon menghampiri Seohyun, sehyun hanya menggeleng salah tingkah. Taeyeon yang curiga langsung berasumsi pada iphone yang sesekali dilirik Seohyun. Leader itu langsung meraih iphone milik Seohyun. Seohyun berusaha merebut, tapi Taeyeon sudah berhasil melihat apa yang baru saja dilihat Seohyun. Kau tahu, Taeyeon hampir meneteskan airmat melihat gambar sosok saudari mereka yang telah pergi itu. Tapi ia segera bertindak tegas

“yakk! Hentikan ini Joohyun, kumohon. Hentikan mengintai Jessica. Kita harus memperkuat performa grup tanpa dia sekalipun. Sejak berada di grup, dia sudah sering menjadi sumber masalah. Apa kau mau menjadiknnya juga sumber masalah di grup bahkan ketika di sudah pergi. Cukup. Kita tidak bleh seperti ini. Kumohon! Bangkitlah. Aku sangat memohon padamu Joohyun. Aku tahu, kau merasa kehilangan, tapi bukankah ini sudah terlalu jauh? Jangan lagi melakukan ini. Blehkah aku mempercayaimu untuk hal ini?”

“aku tidak bisa eonni. Tak peduli bagaimanpun, Jessica pernah menjadi bagian dari kita. Bahkan sampai hari ini. Aku tidak akan menghentikan intaian ku padanya. Jangan memaksaku!” Seohyun, sang maknae polos, berhati putih, bertutur lembut, kini berbicara tegas pada eonni tertua di grup. Menyadari tingkah Seohyun yang seperti ini, kemarahan Taeyeon memuncak

“yakkk!!!! Kenapa kau tak mau mendengarkanku, eoh!” teriak Taeyeon yang serta merta membuat seisi dorm terkejut, semua member berlari ke sumber suara itu

TO BE CONTINUED

 

CUAP-CUAP : Bagaimana reader? Ini hanya khyalan author yang sedikit dikaitkan dengan kenyataan. Tapi ingat, tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Ini hanya khayalan yang dilebih-lebihkan oleh author. Tidak ada niat menjatuhkan satu pihak manapun. Yang namanya fanfiction yah fiksi doang alias karangan dan tidak nyata.

                Maaf untuk typo yang berlebih, alur yang maksa, dan cerita yang menurut author kepanjangan untuk FF chapetered.

Silahkan berikan komentar, kritik, saran, dan suka.
Jika sedikit komentar, dll mungkin ff ini hanya sampai disini.
terimakasih
J

58 thoughts on “[FREELANCE] Find The Way (1)

  1. Kalo bsa d fto aq fto nich muka aq lgi nangis pas bca ini dari awal sampai akhir..keren!!! mana d ksih ost.Divine pula tambah ngenezzz..
    D ttgguu next chapter y…

  2. Yaaaaaaaal!! Ini ceritanya keren banget. Gue bacanya menghayati banget sampe-sampe rasanya tuh kaya real ><
    Waaaa kalo ini mah harus lanjut atu, jangan sampe disini aja!😀 hwaiting!

  3. Jinja T.T jadi flashback kan..aku beneran nangis dan ngga nafsu makan selama beberapa hari pas berita ini keluar,jess unn pasti sakit banget untung masih ada soojung..aaa,krissica itu `destiny` mau dipisah juga ketemu lagiii..jinja joahe~ aku ngga suka sama tyler -.- haha,Luhan naksir juga..orang cantik mah gitu ya..fighting jess unn!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s