She’s Not My Baby [Part 4]

miazzura-shes-not-my-baby-part-2-poster-request-picture

Title : She’s Not My Baby (Part 4)

Author : miazzura

Cast : Jessica, Donghae, Kyuhyun, Cristina Fernandez Lee

Genre : Romance, Fluff, Family

Length : Chapter

Poster by http://imaginepiggy.wordpress.com/

A/N : Annyeong! I’m back, i’m back^^ *nada Ice Cream* Maaf yah sempat ngilang lama banget, kehidupan asrama memaksa._.Tapi as promise, aku melanjutkan SNMB^^ Muehehe :3 Maaf banget kalo masih banyak kekurangannya. Aku juga belum bisa nulis dengan sempurna, bahkan mendekati sempurna aja belum. Tapi aku tetap mengharapkan RCL dari kalian^^ Happy Reading ya^^

“Why It Can’t Be Done Here?”

 

Author POV

“Donghae-ssi? Sedang apa kau disini?”Jessica langsung bangkit dari duduknya, menghampiri Donghae yang hanya berjarak beberapa langkah dari tubuhnya. “Ini tempat umum, bukan tempat pribadimu atau semacamnya.”Donghae berujar dingin sambil menatap tajam wajah Kyuhyun yang membuat namja bermarga ‘Cho’ itu langsung mengulurkan tangannya.

“Annyeong, Donghae-ssi. Naneun Cho Kyuhyun imnida. Dulu Jessica sering membicarakan… Aw!”kata-kata Kyuhyun tergantikan dengan rintihan kerasnya akibat Jessica yang menendang tulang kering Kyuhyun kuat.

“Oh… Eum… Ne, Lee Donghae imnida.”Donghae menjabat tangan Kyuhyun ragu. Cukup lama ketiganya terdiam, tak ada percakapan sedikitpun.

“Ah! Ne, mianhae Donghae-ssi. Tapi sepertinya kami harus pulang duluan. Annyeong!”Kyuhyun langsung menarik tangan Jessica pelan, membuat gadis itu langsung terjatuh diatas kursi empuk mobil mewah Kyuhyun.

“Huft… Untung kau membawaku pergi dari sana. Gomawo, oppa.”sekarang Jessica dapat bernapas lega setelah cukup lama merasakan atmosfer tidak menyenangkan di dekat Donghae tadi.

Kyuhyun hanya diam. Tak berniat membalas ucapan terima kasih Jessica. Namja itu tampak sedang berpikir. Entahlah, dari rahangnya yang mengeras dan mata yang menatap tajam. Apa itu dapat dibilang sebagai ekspresi seseorang yang sedang berpikir?

Malam. Ya, tak terasa hari sudah beranjak malam. Langit yang semula berwarna oranye dengan semburat merah muda yang cantik, kini tergantikan dengan warna navy yang gelap. Tak terlihat satu pun bintang ataupun bulan, mungkin karena awal bulan? Entahlah.

“Kita berhenti disini dulu. Aku lapar.”Kyuhyun dengan tiba-tiba menghentikan laju mobilnya didepan sebuah cafe mewah. Bahkan agak aneh jika kita menyebut tempat semewah ini dengan cafe.

Keduanya langsung mengambil tempat di sudut ruangan, memesan makanan, lalu duduk diam. Sibuk dengan handphone masing-masing.

Tidak, mungkin hanya Kyuhyun yang sibuk memainkan handphone nya. Karena sedari tadi Jessica hanya menggengamnya untuk melihat pantulan dirinya di layar handphone.

“Hey!”Jessica menghentikan aktifitas nya sesaat setelah mendengar panggilan Kyuhyun. “Eoh?”Jessica mendongakkan kepalanya sedikit agar dapat melihat wajah Kyuhyun dengan sedikit lebih jelas. “Cris… Apa Donghae tau mengenai anak itu? Apa kau sudah menceritakannya?”baiklah, Jessica terdiam. “Haruskah kau menanyakan hal ini? Aku malas menceritakannya.”Jessica kembali memfokuskan tatapannya pada iPhone dihadapannya.

“Jangan mengalihkan pandangan saat aku berbicara padamu, Jessica Jung.”Jessica mendongak malas. “Wae irae? Aku malas menceritakannya. Sungguh.”ujar Jessica sambil menyimpan handphone miliknya kedalam tas. “You’ve been hiding something for too long. You can’t let Cris play hide and seek with his real father for years.”ujar Kyuhyun tajam yang membuat Jessica hanya mampu menggigit bibir bawahnya takut.

“Permisi.”god bless her! Seorang pelayan wanita meletakkan pesanan kedua insan ini diatas meja cafe dengan lembut lalu berlalu pergi. “Hhh… I’ve been fooled for a long time. I just… I just can’t trust him now. I’m scared. I’m scared that he will hurt his own daughter.”Jessica berbicara dengan suara yang hampir tak terdengar, tapi memang dasar seorang Cho Kyuhyun, sekecil apapun kita berbicara, lelaki bermata elang itu tetap akan mendengarnya.

“Sudahlah, cepat habiskan makananmu, lalu kuantar kau pulang.”Kyuhyun tersenyum, mencoba menenangkan Jessica? Mungkin.

Jessica POV

Apa? ‘Habiskan makanan’ katanya? Bagaimana mungkin aku dapat menghabiskan makananku setelah lelaki sok tampan itu menghancur leburkan mood ku malam ini?

Drrt… Drrt…

From : Kryssie~

Yak! Eonnie! Eodiga-yo? Crissie memaksaku untuk mengajarinya. Tapi, yah, kau taulah kemampuan otakku. So, come back home quickly!

Aku tersenyum. Crissie, anak itu memang anak yang rajin. Andai Donghae oppa tau, pasti lelaki itu akan sangat bangga memiliki anak seperti Crissie.

To : Kryssie~

Baiklah, tunggu aku sebentar lagi.

“Oppa… Sudah? Ayo pulang!”entah kenapa, sekarang rasanya aku sangat ingin melihat wajah cantik Cris. Entah mengapa. “Kau sudah selesai, eoh? Tampak tak berkurang sama sekali?”Kyuhyun oppa menatapku curiga. “Aish… Sudahlah, ayo pulang!”Kyuhyun oppa langsung bangkit untuk membayar semua pesanan kami lalu berlalu menuju mobil miliknya.

Baiklah, tak ada percakapan yang berlangsung diantara kami. Senyap.Huh, lagipula siapa yang mengharapkan mengobrol dengan namja evil ini? Yang jelas, bukan aku. Tak berapa lama kami sampai tepat di parking basement apartment.

“Gomawo-oppa.”

“Yak!”aku memberhentikan laju tanganku yang hendak menutup pintu mobil ketika mendengar panggilannya. “Wae?”tanyaku malas. “Sudah? Begitu saja? Tidak ada basa-basi seperti ‘Kyuhyun oppa, mampirlah sebentar.’ Tidak ada?”aku terkikik kecil melihat ekspresi wajahnya.

“Ugh… Baiklah, Kyuhyun oppa mampirlah sebentar.”

“Baiklah, jika kau memaksa.”

“Yak! Itu malah seperti kau yang memaksaku untuk memaksamu.”

“Hahaha…”

“Kyuhyun oppa.”panggilku memecah keheningan lobby apartment. “Eoh?”jawabnya sambil menatapku. “How was America?”entahlah, aku hanya… Aku hanya merindukan negara kelahiranku itu. Kau tau, sudah lebih dari 8 tahun aku tidak kembali ke sana. Hhh… Aku merindukan semuanya.

“Great! Like you’ve been told me all the time in our childhood.”jawabnya yang lebih mirip seperti sindiran di telingaku. “Haha… Are you really remember our childhood?”tanyaku meragukan ingatannya.

“Pfft… Of course. I’ll always remember a little girl with her long brown-blonde hair run to me and lick my peanut butter ice cream, but in fact, we never know each other.”Kyuhyun tersenyum kecil membuatku mengingat kenangan memalukan itu.

“Yak! Saat itu aku sangat menginginkan ice cream seperti milikmu, oppa.”

“Haha… Ne, arraseo.”

Author POV

Flashback

Seorang anak lelaki tampan menggenggam cone Peanut Butter ice cream miliknya. Anak itu terdiam ketika melihat seorang anak perempuan yang tampak lebih muda darinya sedang menatap ice creamnya dengan tatapan meragukan.

“Maaf?”ujar bocah bernama Cho Kyuhyun itu sopan. “Oh… Sorry,can you speak english?”balas gadis kecil yang diketahui bernama Jessica itu balik bertanya.

“Probably.”

“Great! Hem… I really want to taste that Ice cream on your hand. So… Can I?”gadis manis itu menunduk malu membuat Kyuhyun menatapnya aneh. Kyuhyun dengan sukarela langsung menjulurkan ice cream ditangannya kearah Jessica.

“You can have it, if you want.”Kyuhyun tersenyum kecil.

“No, no, no. I just wanna lick it. Just a lick. Can I? I just wanna taste it, not have it.”ujarnya dengan aksen Amerika yang kental.

“Whatever.”

“Really?” Slurp!

“As promise, a lick. Thank you.”Jessica tersenyum lalu berlalu pergi meninggalkan Kyuhyun dengan lambaian tangan mungilnya. Tak berapa lama, Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

“Hey! What’s your name?”

“Jessica Jung. You?”

“Kyuhyun. Cho Kyuhyun.”

“Oh! Hi, Kyuhyun! Thank you, sorry for distrubing your afternoon!”

“….”

Flashback END

Keduanya tertawa mengingat kenangan masa lalu mereka. Tak terasa keduanya telah sampai di depan pintu apartment Jessica. Cklek!

“Annyeong!”

“Eomma!”

Sapaan Jessica langsung disambut dengan panggilan riang sang buah hati. “Eoh? Eomma… Nugu?”tanya Cristin sambil menatap Kyuhyun penasaran. “Hey, annyeong, Crissie-ya! Cho Kyuhyun imnida. Kyuhyun ahjussi.”Kyuhyun berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Cristin.

“Kyuhyun ahjussi ini adalah teman lama, eomma.”Jessica menambah perkenalan terhadap Kyuhyun yang membuat Crissie tersenyum. “Oh, annyeong, ahjussi. Cristina Fernandez Lee imnida. Bangapseumnida.”Crissie membungkuk sopan yang dibalas dengan anggukan dalam oleh Kyuhyun.

“Owa! Oppa?”tiba-tiba Krystal datang dengan wajah terkejut khasnya. “Eoh? Krystal-ah? Haha…Wajahmu aneh sekali.”Kyuhyun tertawa kecil lalu kembali berbincang-bincang kecil dengan keluarga bahagia itu.

“Hem… Eomma?”Cristin memanggil eommanya pelan. “Wae?”jawab Jessica menatap wajah ragu putrinya. “Tadi ada beberapa ahjussi berpakaian rapi yang mendekatiku. Mereka mengatakan bahwa rambutku bagus.”ujar Cristin polos yang langsung membuat Jessica terbelalak terkejut.

“Lalu? Apa mereka mengambil seutas rambutmu atau semacamnya?”tanya Jessica khawatir. “Hemm… Molla, I don’t really know.”Jessica menepuk keningnya pelan mendengar jawaban tak diharapkan dari anaknya. Pikirannya hanya tertuju pada satu orang. Lee Donghae. Namja itu terlalu berambisi untuk mengungkap semuanya.

“Ha! Crissie-ya, apa kau sudah selesai belajar?”

“Belum, eomma.”

“Kalau begitu, biar eomma yang mengajarimu. Kajja!”tangan mungil Cristin yang hendak menggandeng tangan sang eomma terhenti ketika mendengar suara Kyuhyun. “Ah! Ani-ya! Sica-ya, biar aku yang mengajari Cristin. Lebih baik kau tetap disini. Mungkin ada yang ingin kau ‘pikirkan’?”Kyuhyun berujar pasti.

“Kau mau belajar bersama ahjussi kan, Cris?”Kyuhyun tersenyum membuat Crissie langsung mengangguk mantap. “Kajja!”

“Eonnie? Wae irae?”Krystal menepuk pundak Jessica pelan. “A… Ani… Ani-ya.”baiklah, dia berbohong. “You lie to me.”pandangan Krystal yang semula khawatir langsung berubah menjadi sangat dingin. Ya, seorang Jung Soojung yang paling benci kebohongan.

“You don’t have to know everything.”balas Jessica jauhlebih dingin dibanding adiknya.

“But, I’m your sister!”

“Krys! Please be mature! Sometime there are things that you really have to know. And the things you don’t. Okay?”

Jessica langsung berlalu masuk ke kamarnya. Meninggalkan Krystal yang terdiam mendengar bentakan sang kakak.

Other side…

“Seperti biasa, kinerja kalian tak perlu diragukan.”

“Tentu saja, sajangnim.”kelima pesuruh itu menunjukkan smirk bangga.

“Aku sudah mentransfer semuanya. Sekarang lebih baik kalian keluar.”

“Arrasseo, Lee Sajangnim.”

Cklek!

Pintu besar berwarna hazel itu tertutup pelan. Hanya menampakkan seorang lelaki berumur 20 tahunan yang memegang sebuah clip paper kecil.

“I know you’re alive baby. Daddy’s gonna find you. Hahaha….”

TBC~

Muehehe :3 WDYT???? Maaf ya aku sempat ngilang lama banget._.Ini gara2 kesibukan asrama u,u But I’m back^^ wdyt? Maaf ya kalo jelek banget, tapi aku tetep menanti RCL nya^^

42 thoughts on “She’s Not My Baby [Part 4]

  1. Hallo author, aku reader baru. aku udah baca semua part, tapi mianhae baru koment di part ini. ceritanya bagus thor, dilanjutin ya. gomawo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s