[chapter 5] I’m Still Loving You

still loving you

Tilte : I’m still loving you

Author : veronica cen

Main Cast : Jessica jung | Xi Luhan| Oh Sehun

Support cast : Tiffany Hwang , Kim Taeyeon and find it by your self

Genre : romance , sad

Length : chapter

Rating : T

 

 

anyeonghaseo, author comeback. Mian jika kalian menunggu terlalu lama untuk chap ini. Author ingin mengabarkan bahwa kemungkinan FF I’m Still loving you tinggal 1 atau 2 chapter lagi. Jadi tetap komentar yaa^^ merry Christmas yaa guys”

 

Dia,gadis yang sangat kuat. Aku percaya pada jessica, walaupun sebenarnya aku ragu.” –Oh Sehun

 

 

 

 

 

mwo?”ucap jessica terkejut mendengar ucapan luhan

“ah tidak. Bukan kencan, T-tapi berjalan keluar. Tidak. Kencan. Ah, tidak-tidak. Tapi.. ah, nan molla”ucap luhan salah tingkah. Jessica terkekeh melihat luhan yang galagapan seperti itu. Jessica berjalan mendekati luhan lalu dipengangnya kedua bahu luhan

“baiklah”ucap jessica

“K-kau mau? Kau mau kencan denganku? ah. Ani. Keluar denganku. ah tidak. Kau mau..?”ucap luhan menatap jessica tidak percaya. Jessica terkekeh lagi melihat luhan yang seperti ini

nde, aku mau. Xi Luhan-ssi”ucap jessica sambil tersenyum

arraseo. Gomawo jessica jung”ucap luhan

“baiklah, aku harus pulang dulu. Annyeong. Sampai ketemu, emm.. sabtu? Minggu? Nanti aku akan kabari”ucap luhan lalu berjalan pergi. Jessica hanya tersenyum melihat luhan, ia bahagia. Ia bahagia memiliki sahabat seperti luhan dan juga sehun.

—I’m Still Loving You—

Sehun duduk dibangku taman, sambil terus memperhatikan jessica yang sedang membaca buku musik yang sama seperti yang pernah luhan berikan pada sehun ketika sehun ingin mendekati jessica. luhan tiba-tiba duduk disamping sehun

“kau memperhatikan apa?”Tanya luhan

“aku? Aku memperhatikan jessica”jawab sehun. Luhan mengikuti pandangan sehun dilihatnya jessica sedang membaca buku

“dia cantik bukan?”Tanya sehun

“M-mm”ucap luhan meng-iya-kan

“sejak kapan kalian berteman? bukankah dulu kau sangat membencinya?mengatainya gadis kasar?”Tanya sehun mulai tertarik dengan hubungan luhan-jessica

“aku? Ah. Kami sudah berteman. sejak kau tidak datang kesekolah waktu itu. Dia terlihat kesepian jadi aku menemaninya”ucap luhan

“oh iya, kau tahu, dia bekerja denganku”ucap luhan

mwo?! M-maksudmu? Bekerja denganmu gimana?”Tanya sehun aneh

“dia bekerja sebagai guru les piano suli”ucap luhan

“benarkah? Kalau begitu aku akan sering-sering kerumahmu”

“untuk?”

“tentu saja untuk melihat jessica, masa untuk melihatmu. Dasar, kau ini, hyung

“oh iya sehun-ah”ucap luhan sedikit ragu

nde? Waeyo?

aku mencintai jessica

“mwo?! Kau bercandakan luhan?”Tanya sehun terkejut

“tidak. Aku memang mencintai jessica, sehun-ah. Mianhae”ucap luhan lalu menghembuskan nafas beratnya

“brengsek! Bukankah dari pertama kali aku sudah mengatakan padamu untuk jangan pernah merebut ataupun mencintai jessica”ucap sehun kesal

“aku tahu”

“lalu? Kau tahu. Tapi mengapa kau masih merebutnya?”

“aku tidak merebutnya”

“maksudmu?”

“aku ingin bersaing denganmu untuk mendapatkannya”

*****

Jessica menghela nafas berat. Rambutnya sudah mulai rontok dengan jumlah yang semakin banyak. Dan itu berarti penyakitnya bertambah parah. Jessica kembali menghela nafas. Ia tidak ingin penyakitnya bertambah parah.

“jess?”panggil sehun membuyarkan lamunan jessica. sehun memang sedang berkunjung kerumah jessica. sehun khawatir dengan jessica. ia tidak ingin jessica pingsan atau apapun. Intinya, ia khawatir dengan gadis itu.

“oh? Nde? Wae?”Tanya jessica segera membuang rambut rontoknya ia tidak ingin sehun melihat rambutnya yang rontok

“sepertinya, tetangga atau temanmu datang”ucap sehun. Jessica segera berjalan menuju pintu meninggalkan sehun. Sehun memandang kearah tong sampah dekat dengan posisi jessica tadi. Rambut jessica rontok dengan jumlah yang banyak. Itulah kesimpulan yang ia ambil. Sehun menghela nafas, ia tidak ingin penyakit jessica bertambah parah. Tak mau jessica curiga, sehun segera menyusul jessica yang bersama seorang gadis yang bermata eyes smile

jessie, kau lupa? Hari ini adalah hari kau harus kerumah sakit dan melakukan cuci darah”ucap tiffany

eoh, jess? Hari ini kau punya janji kerumah sakit? Mengapa kau tidak memberi tahuku? Setidaknya aku bisa mengantarkanmu”ucap sehun

“aku lupa, sehun-ah”jawab jessica

khamsaraminda karna kau telah datang dan mengingatkan jessica bahwa ia punya janji ke rumah sakit”ucap sehun pada tiffany

“k-kau, kau, sedang kedatangan tamu? Mengapa kau tidak bilang dari tadi? A-aku, aku..”ucap tiffany terputus

“tenanglah, fany-ah. Perkenalkan ini, oh sehun. Ia juga sudah tahu semuanya tentangku”ucap jessica

jinja?”Tanya tiffany ragu. Sehun mengangguk

“baiklah, tiffany Hwang. Senang berkenalan denganmu, sehun-ssi. Dan ku harap kita bisa bekerja sama untuk saling memperhatikan jessica”ucap tiffany sambil memamerkan eyes smilenya

“tentu saja”ucap sehun

“tapi, aku penasaran, apakah kau namja chingu jessica?”Tanya tiffany yang dihadiahi sebuah cubitan keras dilengannya dari jessica. sehun terkekeh mendengar pertanyaan tiffany

“aku berharap begitu, tapi sampai sekarang ia belum menjawab perasaanku”ucap sehun sambil menyenggol lengan jessica membuat empunya salah tingkah

“Yakk! Yak! Apa-apan kalian. Bukankah kau kesini untuk mengajakku kerumah sakitkan, fany? Kajja”ucap jessica sambil menarik lengan tiffany

“YA!! Aku ikut”teriak sehun segera menyusul jessica dan tiffany yang sudah jalan duluan

—I’m Still Loving You—

 

Jessica berjalan berdampingan dengan sehun setelah jessica selesai melakukan tes darah, sedangkan tiffany masih berbicara dengan taeyeon didalam. Sesekali jessica menghela nafas

sehun-ah”panggil jessica

nde?”Tanya sehun

“A-aku. Aku ingin menjawab tentang perasaanmu, sehun-ah”ucap jessica membuat sehun menahan nafasnya. Ia terlalu deg-degan. Sehun menajamkan pendengarannya, ia takut ia salah dengar apapun yang jessica bicarakan

“A-aku. Aku.. aku tidak bisa”

 

DEG

 

“M-maksudmu, jess?”ucap sehun tergagap

“Y-ya, aku tidak bisa sehun-ah. Aku, aku tidak bisa untuk jadi kekasihmu”ucap jessica

wae?”ucap sehun putus asa

“apakah kau mencintai luhan?”Tanya sehun lagi

“luhan? Demi apapun, sehun-ah. Aku tidak bisa menjadi kekasihmu bukan karna aku mencintai luhan. Tapi, waktu. Waktuku tidak banyak lagi didunia ini. Aku tidak ingin kau semakin mencintaiku dan ketika aku pergi kau kehilangan. Aku tidak ingin. Aku tidak ingin kau sedih karna aku pergi”ucap jessica

“tapi jess..”ucap sehun

“sehun-ah. Alangkah baiknya jika mulai sekarang kau belajar untuk lupa, bahwa kau pernah mencintaiku. Aku ingin kita bersahabat, sehun-ah. Untuk hubungan lebih, aku tidak bisa. mianhae”ucap jessica sambil meremas jemarinya sendiri. Ia tidak bisa melihat wajah kecewa diwajah sehun. Ia tidak bisa dan benar-benar tidak bisa. jessica bisa mendengar bahwa sehun menghela nafas berat.

“jess..”ucap sehun sambil memengang dagu jessica agar jessica menatap wajahnya

aku mencintaimu. Dan aku benar-benar mencintaimu. Kau memintaku untuk lupa bahwa aku pernah mencintaimu? Itu tidak mudah jess. Aku tidak akan bisa. tapi, aku akan belajar untuk mengerti alasanmu dan aku akan mencoba untuk menjadi sahabat terbaikmu dan lupa ingin menjadi kekasihmu. Aku akan selalu ada untukmu. Jika kau ingin bercerita, carilah aku. Sekalipun ceritamu dapat menyakiti perasaanku”ucap sehun. Jessica menangkupkan tangannya dipipi sehun

gomawo, sehun-ah. Kau, memang yang terbaik”ucap jessica terharu lalu memeluk sehun

aku benar-benar mencintaimu, jess”ucap sehun dalam hati sambil membalas pelukan jessica

******

Jessica sedang berdandan. Hari ini ia akan kencan dengan Xi Luhan. Dan 1 jam lagi, ia harus bertemu dengan luhan. Sehun sedang menatapnya dengan perasaan cemburu meskipun jessica terus meyakinkan sehun, bahwa ini hanya kencan untuk merayakan persahabatannya dengan luhan. Tapi, apapun itu alasannya sehun tetap tidak bisa menerima bahwa gadis yang ia cintai akan kencan dengan sahabat yang mencintai gadis ini.

“Ya! Ya! Jangan melamun seperti itu. Kau jadi jelek, Oh Sehun”ucap jessica menyadarkan sehun dari rasa sakitnya

“apakah penampilanku, sudah cukup cantik?”Tanya jessica

“mengapa kau harus berdandan sangat cantik? Bukankah kau bilang ini hanya kencan untuk merayakan persahabatan?”ucap sehun kesal

“Oh sehun! Jaga rasa cemburumu itu”ucap jessica kesal

arra. Arra. Neomu yeppo jessica jung”ucap sehun sambil mencubit kedua pipi jessica

khamsaramida

“kau mau ku antar?”Tanya sehun

“tidak perlu. Aku akan pergi naik taksi saja”ucap jessica

“kau yakin? Setidaknya aku bisa membuat kau menghemat uangmu”ucap sehun

“tidak usah, lebih baik kau disini jaga apartementku dengan baik. Ok?”ucap jessica

“baiklah. Selamat berkencan”ucap sehun setengah hati

“terserah. Aku pergi dulu. Annyeong”ucap jessica segera pergi ke tempat yang merupakan tempat kencannya dengan luhan.

 

—I’m Still Loving You—

Sehun menghela nafas kesal. Seseorang baru saja menganggu acara tidur siangnya di sofa apartement jessica dengan cara terus menekan bel. Sehun segera berjalan menuju pintu dengan segala umpatannya

“awas saja jika itu tiffany, pasti ia akan ku omel”ucap sehun kesal lalu membuka pintu. Dahi sehun menyirit bingung

nuguseo?”Tanya sehun pada yeoja yang tidak ia kenal sama sekali

“bukankah ini apartement, jessica jung?”Tanya yeoja itu gugup sambil terus menatap wajah sehun.

nde. Tapi ia sedang pergi. Kau siapa? Dan ada perlu apa dengan jessica? biar aku akan sampaikan padanya”ucap sehun sambil menatap bingung yeoja yang terus menatapnya

“A-aku, krystal jung. Adiknya jessica jung”ucap yeoja itu

“oh. Kau adik tirinya. Untuk apa mencari jessica? bukankah kau sangat membencinya?”Tanya sehun to the point

“kau tahu diriku?”Tanya krystal dengan mata yang berbinar-binar. Sehun mengangguk

“jessica, sering menceritakan tentangmu”ucap sehun

“benarkah? Apasaja yang ia ceritakan padamu, oppa?”Tanya krystal

oppa?”Tanya sehun bingung

“seharusnya kau satu umur dengan eonniku. Jadi aku memanggilmu, oppa”ucap krystal

“ada apa kemari?”Tanya sehun

“aku ingin menemui eonniku, oppa”jawab krystal

“jessica tidak ada.jadi silahkan pergi”ucap sehun lalu segera hendak menutup pintu tapi krystal langsung menarik pintunya

“jangan ditutup dulu, oppa”ucap krystal

“kau mau apa, krystal-ssi?”Tanya sehun

“siapa nama oppa?”Tanya krystal

“untuk apa?”

“hanya untuk berkenalan”

“oh sehun”

“boleh minta nomor telfonmu oppa?”

annyeong

Sehun mengehela nafas. Ternyata adik jessica sangat mengerikan dari yang dibayangkannya. Ponsel sehun tiba-tiba berbunyi, sehun segera mengangkatnya

waeyo, tiff-ah?”Tanya sehun

MWO??!!”

arraseo. Tunggu aku disana”ucap sehun lalu segera pergi

oppa, kau mau kemana? Oppa!”teriak krystal ketika ia melihat sehun pergi dengan sangat terburu-buru. Karna penasaran, krystal mengikuti sehun

“bagaimana dengan jessica, tiff-ah?”Tanya sehun ketika ia sampai ditempat tiffany katakan, rumah sakit. Tiffany menggeleng sambil menangis. Sehun segera menenangkan tiffany dengan cara memeluknya

“bagaimana bisa begini?”ucap sehun. Tiffany menggeleng dalam pelukkannya

gwaenchana. Jessica pasti tidak apa-apa. Jessica gadis yang kuat”ucap sehun sambil mengelus puncak kepala tiffany

 

Dia,gadis yang sangat kuat. Aku percaya pada jessica, walaupun sebenarnya aku ragu.

*****

Luhan terus mengecek jam tangan yang dipakainya. Baiklah, ia sudah menunggu jessica lebih dari 2 jam dan sampai saat ini, gadis itu belum juga muncul.

Apakah macet? Tapi, mungkinkah macet sampai begitu lama?

Luhan kembali menggeleng, ia benar-benar jengkel

“baiklah, tunggu jessica 30 menit lagi, jika ia benar-benar tidak muncul dihadapanmu juga. selamat menikmati kencan gagalmu, Xi Luhan”ucap luhan lalu duduk disalah satu bangku

Luhan duduk dengan gelisah, sampai akhirnya luhan terfikir untuk menelfon jessica

yaebseo?”

sehun? Jessica eoddie?”

“mwo? Pulang? Aku menunggunya lebih dari 2 jam dan kau menyuruhku pulang begitu saja? Apa alasanmu? Katakan dengan jelas”

“jessica pergi? Ia pergi kemana? Mengapa ia tega pergi dihari janjianku dengannya?”

“aku tahu kau tidak tahu, maksudku, setidaknya tolong kau Tanya dia”

“eh? Sebenarnya ia pergi kemana, sehun-ah? Mengapa ia juga tidak bisa mengajar suli, piano?”

“luar kota? Urusan mendadak? Ck. Arra, arra. Gomawo”

 

Luhan menghembuskan nafas kesal. Ia benar-benar kesal sekarang dengan jessica. gadis yang ia cintai.

Gadis yang pergi entah kemana disaat gadis itu mempunyai janji dengan dirinya.

Jika luhan tahu jessica akan pergi, ia tidak akan sengaja bangun pagi hanya untuk merapikan diri agar jessica terpesona dengannya. Benar-benar konyol. Tapi itulah cinta. Terkadang dapat merubah sikap kita secara tidak sadar. Luhan segera pulang kerumah meskipun ia masih sedikit kesal dengan jessica.

******

Luhan menyerah. Ia benar-benar menyerah. Ia tidak tahu jessica ada dimana. Jessica seolah-olah menghilang dari kehidupannya. Sudah 2 bulan luhan mencari kesana-sini, tapi tetap saja, ia tidak berhasil menemukan keberadaan jessica. ia sudah berkali-kali menanyai keberadaan jessica pada sehun,tapi sehun hanya bungkam. Luhan sudah pergi ke apartement jessica, tapi disana kosong seolah tidak berpenghuni.

Luhan menghela nafas panjang lalu menghembuskannya pelan.

Ini natal. Tidak terasa, ia mencari keberadaan jessica hingga natal. Luhan menghela nafas lagi. Ia memejamkan matanya. Ia berdoa

Ya Tuhan, di natal ini, hanya satu permohonanku. Pertemukanlah aku dengan jessica. Amin”

oppa, kajja kita masuk kedalam. Semuanya sudah di dalam”ucap suli mengajak luhan masuk kedalam rumah karna keluarga besarnya telah berada didalam bersiap-siap merayakan natal

—I’m Still Loving You—

 

Sehun terlihat sangat kedinginan. Meskipun ia telah menggunakan sarung tangan dan syal, ia tetap kedinginan. Ini hari natal. Salju turun dengan lebat, membuat setiap orang menjadi kedinginan. Sehun sedang menunggu tiffany yang berada didalam toko kue, karna tidak tahan dinginnya salju, sehun memutuskan menyusul tiffany kedalam toko kue. Sehun memasang wajah kesalnya pada tiffany. Tidak tahukah tiffany, bahwa sehun menunggunya diluar hampir 25 menit saat salju lebat? Bisa saja ia pingsan karna kedinginan, tapi tiffany didalam toko kue sedang berbicara dengan, entahlah, sehun tidak mengenalnya, yang jelas itu seorang laki-laki. Tiffany terlihat sangat nyaman dengan namja itu. Karna tidak ingin menganggu, sehun memutuskan melihat-lihat kue yang ada. Tidak ada kue yang membuatnya tertarik. Sehun hanya berjalan-jalan sampai ia berhenti didepan rak yang berisi permen. Tangan sehun meraih sebuah marshmallow.

“putih seputih salju. Tampak bahwa ia dingin, tapi ketika sudah memakannya, kita dapat merasakan bahwa marshmallow itu lembut begitu pula dengan salju. Salju dan marshmallow sangat lembut hampir sama seperti sifat jessica. tampak dari luar bahwa ia sangat dingin tapi setelah mengenalnya ia sangat hangat walaupun sebenarnya ia rapuh”ucap sehun tanpa sadar

“anak muda, kau mau itu?”ucap ajhumma pemilik toko

“ah, nde. Berikan aku 2 bungkus ajhumma”ucap sehun mundur beberapa langkah membiarkan ajhumma itu membungkus pesanan sehun. Setelah selesai, sehun segera membayarnya lalu ia berjalan kearah tiffany

“fany­-ah, kau masih mau disini? Aku mau kerumah sakit. Aku tidak mau meninggalkan jessica seorang diri. Jika urusanmu belum selesai, taka pa, biar aku kerumah sakit duluan”ucap sehun. Tiffany memandang wajah sehun ragu

“tidak apa, bukan jika kau duluan kerumah sakit?”Tanya tiffany. Sehun mengangguk

gwaenchana, baiklah aku pergi dulu, kau hati-hati nanti”ucap sehun lalu berjalan pergi.

*******

“jess, aku pulang”ucap sehun sambil melepaskan jaketnya. Jessica membuka matanya perlahan lalu tersenyum memandang sehun. Sehun berjalan mendekati jessica, ia membantu jessica untuk duduk ditepi ranjang

“lihat, aku membelikanmu marshmallow”ucap sehun memberikan 1 bungkus marshmallow pada jessica

gomawo”ucap jessica lalu membuka bungkus marshmallow

kau tau mengapa aku membelikanmu marshmallow?”Tanya sehun. Jessica hanya menggeleng

“kau mirip dengan marshmallow ini. Kalian tampak dingin dari luar tetapi ketika mengetahui kalian lebih dalam, kalian adalah sosok yang lembut dan hangat”ucap sehun. Jessica tersenyum lalu ia memeluk sehun

gomawo sehun-ah, kumohon padamu jangan terlalu baik padaku, jangan terlalu mengerti diriku, jangan terlalu membuat aku sayang padamu karna.. karna itu akan membuatku sulit meninggalkanmu”ucap jessica sambil menangis

“kalau begitu, kau jangan pernah meninggalkanku, jess”ucap sehun. Jessica menggeleng dalam pelukannya

“aku tidak bisa, sehun-ah. Waktuku tidak lama lagi. Apalagi setelah kecelakan yang terjadi padaku 2 bulan yang lalu yang membuat kakiku tidak bisa berjalan lagi. Aku lumpuh dan leukemia”ucap jessica

“jess?”panggil sehun sambil melepaskan pelukannya. Jessica menatap sehun

“apakah kau tidak ingin menemui luhan? Selama 2 bulan ini ia terus mencarimu kemana-mana. Ia terus memaksaku membuka mulut dimana kau berada”ucap sehun

“tolong tinggalkan aku sendirian”ucap jessica tegas.

“kau selalu begitu. Ketika aku membicarakan nama luhan kau selalu mengatakan untuk meninggalkanmu sendirian. Kau selalu lari dari kenyataan jess”ucap sehun mulai marah

“kenyataan apa?!!”ucap jessica dengan nada tinggi

“kenyataan bahwa kau sangat merindukannya dan ingin menemuinya!”ucap sehun tak kalah tinggi membuat jessica terdiam dan menangis. Sehun seketika sadar bahwa ia baru saja membuat yeoja yang sangat ia cintai menangis. Dengan perlahan sehun berjalan mendekati jessica lalu memeluknya

mianhae.. mianhae.. aku tidak akan membicarakan luhan lagi. Mianhae.. jangan menangis. Kumohon”ucap sehun. Jessica mendorong dada sehun membuat pelukan sehun terlepas

“tinggalkan aku sendirian”ucap jessica. sehun mengangguk

“baiklah, maafkan aku”ucap sehun berjalan kearah pintu. Sebelum ia benar-benar keluar dari kamar jessica, ia berbalik menatap jessica sebentar

merry Christmas jess”ucap sehun lalu berjalan keluar setelah itu yang terdengar hanyalah tangisan pilu jessica

’*******

Luhan pamit kepada keluarganya untuk pulang kerumah terlebih dahulu dengan alasan tidak enak badan. Mau tidak mau eommanya mengijinkannya pulang. Luhan mematikan mobilnya ketika sudah ia parkirkan kedalam bagasi. Dengan cepat ia melepas sepatunya lalu ia merebahkan tubuhnya di kasur empuknya

“aku sangat merindukan kalian, kamarku”ucap luhan sambil menatap langit-langit kamarnya

 

Luhan berjalan dengan tatapan bingung. Ini rumah sakit. Luhan benci rumah sakit. Tapi mengapa ia ada dirumah sakit. Kakinya melangkah sampai didepan salah satu kamar dirumah sakit itu. Dahinya mengerut bingung. Nalurinya menyuruhnya untuk membuka pintu kamar itu. Tangannya meraih pegangan pintu tapi pintu itu terkunci. Luhan mengintip melalui jendela kamar itu. Ada seorang wanita yang tampak begitu familiar. Luhan menatap gadis itu. Ia sedang berusaha untuk mengambil air minum disebelah ranjangnya. Luhan menatap gadis itu lekat-lekat. Ia seperti mengenal gadis itu. Tiba-tiba gelas air minum wanita itu jatuh. Gadis itu terkejut. Gadis itu tampak ingin turun dari ranjangnya tapi yang ada ia malah terjatuh tersungkur di lantai. Luhan iba menatap gadis itu, luhan ingin membantunya tapi pintunya terkunci. Luhan mencoba untuk mendobrak pintunya tapi tidak bisa. luhan kembali mengintip di jendela. Wajah gadis itu akhirnya terlihat jelas dan seketika membuat luhan terhenyak. Itu jessica! itu jessica jung! Wanita yang ia cari selama ini. Luhan berteriak memanggil jessica. ia mengetuk-ngetuk pintu dan jendela dengan panik. Jessica menatapnya seolah-olah meminta tolong

“lu.. luhan”ucap jessica. luhan mengangguk

“ini aku! Ini aku luhan! Buka pintunya jess. Buka”ucap luhan

“aku.. aku tidak bisa, luhan-ah”ucap jessica

Luhan kembali mendobrak pintunya tapi tetap saja tidak bisa

“jess! Jessica! tahan disana, aku akan masuk. Tunggu aku”teriak luhan. Ia benar-benar panik . ia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Jessica mengangguk tapi seketika ia terbatuk-batuk. Darah keluar dari batuknya membuat luhan semakin membulatkan matanya dan panik . luhan mengangkat kursi dikoridor rumah sakit lalu melemparkan di pintu tapi tetap tidak bisa. luhan marah. Ia mundur beberapa langkah lalu berlari untuk mendobrak pintu

‘aaarrrggghhhhhh”teriak luhan lalu mendobrak pintu dan pintu terbuka. Luhan segera berlari kearah jessica.

“jess…”panggil luhan sambil menepuk pipi jessica berharap jessica sadar. Jessica membuka matanya lemah

“jess. Jessica. gwaenchana?”Tanya luhan panik. Jessica mengangguk lemah. Tangannya bergerak untuk mengelus pipi luhan

“lu.. luhan-ah”ucap jessica lalu pingsan sebelum tangannya menyentuh pipi luhan

“JESSICA!!!!!!!!!!!”

 

Seketika luhan terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin yang mengalir membasahinya.

 

 

To Be Continue

14 thoughts on “[chapter 5] I’m Still Loving You

  1. Wahhh bentar lagi ending..
    Kasian juga sehun ditolak jess π_π
    Btw sbenrnya jess itu cinta ga sih ama luhan kok kyaknya dia nutupin ttg penyakitnya sma luhan ???
    Trus di akhir” itu bikin tegang, eh ternyata cuma mimpinya luhan wkwk😀
    Ditunggu next chap thor ^^

  2. huaaaa…sumpahhhh,.nyesekkk bgt chap ini chingu..
    .kiraiin,.sica bakalan ngerasain bahagia dulu gih seenggaknya waktu dia ma luhan kencan,.ehh ternyta di luar dugaan..
    .ktemu aja blm,.malah kecelakaan segala..haishh,.kasian bgt sica..
    pengen bgt liat dia bahagia walo bentarr..seenggaknya dia bisa habisin waktu ma orang yg dicintainya,.aku mikir keliatannya sica tu cinta eoh ma luhan..???
    .pengennya siih sica sembuh dari penyakitnya,..
    di chap” terakhir pengen bgt banyak moment lusica nya nihh chingu,.
    semangatt yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s