Love & Kirai

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/9f6/54326610/files/2015/01/img_0974-2.jpg

Author : Kim Jemi

Cast(s) :
– Jessica Jung
– Kim Taehyung
– And Other

Genre : School life, romance, friendship

Rating : T

Length : Oneshoot

***

“Hei, lihat! Bukankah hoobae itu tampan sekali?”

Jessica melirik teman-teman sekelasnya dengan malas. Sejak upacara penerimaan murid baru, siswi-siswi kelas dua heboh dengan salah satu hoobae yang -katanya- tampan itu.

“Sica, kau kan dulu saat SMP satu sekolah dengannya, minta saja alamat e-mailnya.” Taeyeon menatapnya dengan pandangan berbinar.

“Maaf, aku tak pernah berbicara dengannya.” Jessica bangkit dan meninggalkan teman-temannya yang menghela napas kecewa.

Apa bagusnya hoobae seperti dia? Narsis, sepulang sekolah selalu ke karaoke dengan teman-teman perempuannya, selalu melambai jika siswi kelas dua melihat ke arahnya. Tsk, mereka hanya tertipu dengan wajahnya yang cukup menarik.

Gadis itu membuka pintu ruang kesehatan dan berbaring setelah meminta izin kepada seonsaengnim yang menjaga ruang kesehatan. Ia menutupi tubuhnya dengan selimut sambil meringis kesakitan.

“Seharusnya haidku tak usah datang.” Gumamnya sambil menyentuh perutnya yang terasa sakit.

Srak.

“Sunbae?” Tirai yang membatasi ranjang satu dengan yang lainnya terbuka. Seorang pria dengan rambut kecokelatan mengusap matanya dan tersenyum.

“Bukankah ini sama seperti dua tahun yang lalu?”

Flashback.

“Nama sunbae siapa?” Jessica menatap laki-laki dihadapannya dengan kesal. Pasalnya laki-laki -yang sepertinya adalah hoobaenya- itu tiba-tiba membuka tirai yang membatasi ranjang tempatnya berbaring.

“Jessica, Jung Jessica.”

“Oh, aku Kim Taehyung.”

“Tsk, jangan mentang-mentang kau populer dan kau seenaknya menyapa orang seperti yang barusan.” Jawab Jessica

Bukannya menjauh, Taehyung mendekat kearah Jessica dan menyentuh kedua pipinya yang tirus. Ia memperhatikan wajah gadis itu dengan lekat. Ia kemudian menempelkan bibirnya ke bibir gadis itu. Setelah beberapa saat, ia menjauhkan wajahnya dan tersenyum.

“Bibirmu manis, sunbae.”

Flashback off.

“Lupakan, aku tak ingin mengingatnya lagi.” Jessica membelakangi Taehyung.

“Pergi.” Lanjutnya dan mencoba terlelap. Taehyung mengusap puncak kepala Jessica dan berbalik pergi.

***

“Taehyung-ah, bagaimana kalau kita pergi karaoke?” Jessica melirik kerumunan siswi kelas satu di dekat loker miliknya.

Taehyung melirik Jessica dan tersenyum menyesal kepada siswi-siswi dihadapannya, “Maaf aku sudah janjian dengan sunbae ini.”

Taehyung menarik tangan Jessica dan pergi meninggalkan kerumunan siswi itu. Setelah berjalan meninggalkan sekolah cukup jauh, Jessica melepaskan genggaman Taehyung dan menatapnya jengkel.

“Kau ini apa-apaan sih!?”

“Habis, siswi-siswi itu terlalu merepotkan. Untung ada kau disana, jadinya aku ada alasan untuk kabur.” Taehyung mendekat dan menyentuh rambut Jessica.

“Halus sekali, seperti bulu kucing. Rambutmu juga sudah bertambah panjang dibandingkan dua tahun yang lalu. Kau semakin cantik, sunbae.” Jessica merasakan wajahnya memanas . Ia menepis tangan Taehyung dan menunduk. Tidak mungkin, kenapa ia jadi berdebar seperti ini?

“Rumahmu dimana, sunbae? Biar kuantar pulang.” Taehyung berjalan mendahului Jessica.

“K-Kim Taehyung, kurasa aku..”

Menyukaimu.

“Membencimu.”

Taehyung berbalik dan tersenyum pahit, “Aku tahu, kok.”

Dibalik pohon yang berada tak jauh dari mereka tampak tiga siswi dengan seragam yang sama dengan mereka tersenyum licik.

***

‘Mati kau!’

Taehyung melihat tulisan di lokernya dengan pandangan bingung. Kerumunan siswa-siswi di sampingnya mulai heboh setelah melihat tulisan itu.

Salah satu siswi maju dan mengangkat tangannya, “A-aku lihat siapa yang menulisnya.”

“Ah, itu dia! Sunbae itu yang menulisnya tadi pagi!” Lanjutnya sambil menunjuk Jessica yang lewat didepan mereka.

Jessica menatap siswi itu dengan pandangan tajam, “Apa maksudmu, hah?”

Semua siswa dan siswi termasuk Taehyung menatapnya. Ia menghela napas kasar dan meninggalkan mereka. Memang dengan meninggalkan kerumunan itu seperti ini membuatnya terlihat seperti pelakunya, tapi ia tak peduli.

Ia berjalan menuju atap, salah satu tempat kesukaannya di sekolah. Ia menengadah dan memandang langit biru dengan senyum di bibirnya.

Brak.

Ia menoleh dan melihat tiga orang siswi dengan dasi berwarna biru menghampirinya.

“Apa hubunganmu dengan Taehyung?”

“Oh, jadi begini ya cara berbicara dengan sunbae? Ngomong-ngomong, yang menulis tulisan di loker Taehyung pasti kalian.” Jessica tersenyum dan hendak meninggalkan atap.

Plak.

Jessica memegang pipinya yang terasa panas. Ia menarik kerah baju siswi yang menamparnya, hendak memukulnya.

“Apa yang kalian lakukan?” Taehyung berdiri di ambang pintu atap.

Gadis yang menampar Jessica menghampiri Taehyung dan memegang tangannya, “Tolong aku, Taehyung-ah. Aku hanya memperingati sunbae untuk tidak mengganggumu lagi tapi dia malah memukulku.”

Jessica menatapnya malas dan berjalan meninggalkan atap. Terserah mereka sajalah. Mulai sekarang ia tak akan berurusan dengan mereka lagi.

Taehyung melepas genggaman tangan siswi itu dan melirik name tagnya, “Kang Seulgi, apa yang kau lakukan padanya, hah!? Aku lihat kau yang lebih dulu menamparnya. Mau kuhajar!?”

Jessica menghentikan langkahnya dan berbalik. Taehyung menghampirinya dan menarik tangannya menuju ruang kesehatan. Ia mengambil beberapa kapas dan obat lalu mengoleskannya pada pipi gadis itu.

“Jangan berpura-pura baik padaku. Jangan samakan aku dengan siswi-siswi yang lain. Kau pikir kau siapa, hah? Beraninya kau waktu itu menciumku. Jangan samakan aku dengan siswi-siswi yang biasanya kau cium!” Taehyung meletakkan obat di tangannya dengan kasar lalu mencengkram kedua pundak Jessica.

“Aku tak pernah menyamakanmu dengan gadis manapun! Dua tahun yang lalu, setelah melihat ekspresimu yang begitu manis, aku tak bisa menghilangkanmu dari ingatanku. Alasan mengapa aku masuk ke sekolah ini adalah kau. Entah mengapa saat kau bilang bahwa kau membenciku, rasanya sangat menyakitkan.”

“Yang menulis tulisan di lokermu itu bukan aku.” Gumam Jessica.

“Aku tahu, kok.” Taehyung mengecup bibir Jessica dengan lembut. Gadis itu menutup matanya, mulai menerima kecupan Taehyung.

‘Debaran jantung yang mulai tak karuan, jutaan kupu-kupu yang sepertinya menggelitiki perut, dan burung yang seperti membawaku terbang inilah yang membuatku benci padamu.’

END.

***

Hoho. Happy New Year guys!😄
Maaf klo tahun baru ini aku malah bawa ff Oneshoot gaje. Kenapa selesainya cepet? Maklumlah, terinspirasi dari komik :v
Maaf klo castnya tiba-tiba jadi V, soalnya lg kecantol/? sama dia :v

34 thoughts on “Love & Kirai

  1. oh dmn! ini manis sekali ceritanya , aku juga akhir-akhir ini lagi ngesir sama si alien aneh kim taehyung a.k.a mphii😄 haha mereka unyu banget, sequel donkXD

  2. sweet love.. lucu sma tingkah mereka berdua. co cuit banget😄 tp kurang panjang cerita ny, sequel klo ada saeng.. dtunggu ff berikut ny ne ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s