(Drabble) Got You

image

Tittle : Got You

Author : JungDhane

Main cast : Jessica Jung | Xi Luhan

Lenght : Drabble

Genre : romance, fluff

Rating : PG-15

Pairing : Hansica / Lusica

Note : Cast adalah milik Tuhan dan orang tua mereka. Sedangkan aku hanya meminjam nama mereka. Ini ff asli hasil dari pemikiranku. Dilarang untuk mem-bashing, jika tidak suka silahkan click close tab. Maaf untuk typo. Enjoy ^^

Note 2 : fanfic ini pernah di publish pada akun pribadi JD, namun terdapat beberapa perubahan pada kalimat cerita sekarang.

Photo by : google or Deer-IceSP

AUTHOR POV

Seorang gadis cantik yang tengah mengetukkan kuku-kuku indahnya diatas salah satu meja cafe itu adalah Jessica Jung, seorang superstar sekaligus desainer dan CEO dari sebuah brand kacamata juga merupakan mantan personel girl band Korea, SNSD.

Dengan wajah cantiknya yang kini terlihat tengah masam dan nampak mendengus menandakan ia sedang kesal. Menunggu 10 menit memang bukan masalah untuknya, namun diharuskan menunggu lagi setelah mengalami jet lagi setibanya ia dari bandara membuatnya tak sabaran. Ia kesal dan lelah. Dua hal yang seketika membuat emosinya dengan gampang meluap begitu saja.

Tak lama kemudian sebuah tangan tiba-tiba memeluk leher Jessica dari belakang, lalu pemilik tangan itu memberi kecupan hangat bagi pipi tembam menggemaskan gadis cantik tersebut. Untung saja saat ini cafe sedang dalam keadaan sepi, dan lagi gadis bermarga Jung itu memilih untuk duduk di sudut ruangan dengan ditemani cahaya lampu yang remang, jadi itu tidak masalah.
Sedetik kemudian sang pelaku sudah duduk bersebelahan dengan Jessica dan memeluk pundaknya, membuat gadis cantik itu duduk semakin intim dengan sang pelaku yang sangat enggan untuk memilih duduk bersebrangan dengan Jessica.

“Kau terlambat sepuluh menit, Xi Luhan” cibir Jessica sembari mencoba melepaskan tangan kekar milik pria yang berstatus sebagai kekasihnya itu.

“Maaf maaf, aku sangat lelah karena therapy yang aku lakukan semalam. Dan hal itu sukses membuat aku bangun terlambat pagi ini. Maka dari itu aku tidak bisa menjemputmu di bandara dan memilih untuk bertemu di cafe dekat apartemenku” ujar Luhan memberi alasan.

Jessica menghela nafasnya sejenak kemudian beralih menatap Luhan yang sedang tersenyum kearahnya. “Kau tau bahwa aku kelelahan karena telah mengalami jet lag dan kau dengan teganya kembali menyuruhku untuk menunggumu. Ya! Kau ini jahat sekali Xi Luhan. Lagi pula bukankah masih ada banyak waktu untuk kita bisa bertemu huh?”

Luhan menggeleng cepat, “shireo! Sudah dua bulan lebih aku tak bertemu denganmu, memelukmu dan menciummu seperti sekarang. Aku benar-benar merindukanmu sica-ya, apa kau tega membuatku kembali mengulur waktu dan kembali menunggu hanya untuk sekedar melihatmu? Kau tak kasihan padaku hm?”

Jessica mendecak pelan, dan dalam hitungan ke tiga gadis itu sudah merapatkan tubuhnya pada Luhan, memeluk leher namja itu begitu erat dan menghirup aroma maskulin parfum dari tubuh namjachingunya. “Bogoshipoyo Luhan-ah” bisik Jessica tepat pada telinga namja keturunan China tersebut.

Luhan membalas pelukan Jessica, mengeratkan pelukan mereka sembari mengelus rambut halus kekasihnya yang begitu wangi sembari menciumi pundak kekasihnya, menyalurkan rasa rindu yang telah ia pendam lama. “Aku lebih merindukanmu” balas Luhan.

Jessica melepaskan pelukannya, menatap mata indah Luhan selama beberapa detik, kemudian berakhir dengan mengecup lembut bibir namja tampan itu. “Aku mengkhawatirkan keadaanmu Luhan-ah. Kau semakin membuatku khwatir lagi setelah kau memutuskan untuk ikut keluar dari EXO dan menjalani perawatan disini. Membuatku tak nyaman karena terus memikirkan keadaanmu”ucap Jessica lembut sembari mengelus pipi milik Luhan yang terlihat lebih tirus.

Tangan namja itu bergerak, menangkup kedua pipi tembam Jessica dengan kedua telapak tangannya. Menatap mata foxy itu sebelum mengecup bibir kissable gadisnya berkali-kali. “Aku lebih mengkhawatirkanmu dari apapun juga. Kau… bahkan membuatku gila hanya dengan memikirkan keadaanmu. Mendengar beritamu membuat jantungku berdegup terlalu kencang karena ketakutan. Aku tau kau terluka, dan karena itu aku… aku takut kau..”

Wae?”

Luhan mendesah berat, “masalahmu cukup berat, apalagi ku dengar kau adalah satu-satunya orang yang dikeluarkan dari group. Aku hanya takut kau memilih jalan yang salah dengan mengakhiri hidupmu seperti artis-artis yang lain. Aku takut kau berbuat hal yang tidak-tidak dengan menyakiti dirimu sendiri. Aku.. aku takut jika nanti aku harus kehilanganmu Jessica-ya”

Jessica terhenyak mendengar kalimat Luhan, setidaknya mendengar namjanya yang sangat khawatir terhadapnya itu mau tak mau membuatnya haru. “Luhan…” panggil Jessica. “Kau benar, aku memang terluka, sangat amat terluka akibat kejadian itu. Tapi aku tak pernah sekalipun memikirkan apa yang kau bicarakan barusan. Aku masih harus mengurus banyak hal dari pada memilih mengakhiri hidupku. Apalagi masih banyak orang yang mendukungku dan menyayangiku juga mengkhawatirkanku seperti dirimu sekarang ini. Aku tidak akan mungkin melakukan hal bodoh seperti itu Luhan-ah. Jadi kumohon berhentilah berpikiran negatif akan apa yang kulakukan karena kejadian lalu. Dan tolong pikirkan saja kesehatanmu, karena sekarang kesehatanmu itulah yang lebih penting”.

Luhan mengusap rambut panjang berwarna brunette milik kekasihnya dengan lembut, “Hanya dengan melihatmu, memelukmu dan menciummu begini aku merasa bahwa keadaanku semakin baik-baik saja sica-ya” ujar Luhan sembari memamerkan deretan gigi putihnya, kemudian kembali mengecup bibir Jessica dengan cukup lama.

“Tsk, ya! kenapa setelah kau memutuskan untuk keluar dari SM untuk pemulihan kau semakin mesum begini uh? Apa hobimu sekarang adalah menjadi pencium ulung begitu?” Cibir Jessica.

Anieyo, hobiku adalah mencium bibir milik kekasihku yang bernama Jessica Jung” ujar Luhan semangat.

“Siapa yang mengajarimu begitu hah?!”

“Mengajari apa? Apakah  yang kau maksud itu mengajari berciuman hm? Bukankah kau yang mengajariku caranya berciuman sica-ya?”

“Eh? Y-yang benar saja!” Tolak Jessica.

Luhan memiringkan sebelah bibirnya, “benar! Memang kau yang mengajariku cara berciuman dulu. Apakah kau lupa dengan insiden ciuman pertama kita?” Tak ada jawaban dari Jessica, gadis itu malah menunduk dengan pipi yang bersemu merah. “Baiklah, mungkin dengan begini kau akan mengingatnya”.

Jessica mengerjapkan matanya polos saat melihat Luhan yang semakin memajukan wajahnya, dengan jarak yang sedekat sekarang ia bahkan dapat merasakan hembusan nafas hangat milik kekasihnya itu.
“I got you” bisik Luhan ketika bibir keduanya hampir bersentuhan.

Tangan Jessica dengan cepat terangkat keudara dan menghempaskannya dengan kasar kearah kepala Luhan. “Byeontae!” Pekik Jessica. Sedangkan Luhan mengusap kepalanya sembari mengaduh kesakitan.

“Dasar nenek lampir” cibir Luhan.

“Aku mendengar itu Luhan” desis Jessica.

Luhan hanya tersenyum polos sembari mengacungkan jarinya membentuk huruf V kearah Jessica yang menatapnya garang.

END

Hai, maaf karena kesibukanku aku jadi menelantarkan kalian readers kesayanganku. Bukan berarti aku sengaja, aku bener-bener sibuk dengan sekolah. Dan lagi inspirasi yang macet ngebuat aku mau gak mau jadi males buat melanjutkan cerita.  Jadi aku harap kalian tidak kecewa ^^

Please leave a comment or like for JD^^

-JungDhane-

11 thoughts on “(Drabble) Got You

  1. aaaaaa makin lope lope sama coupleee ya ampun!!! gk tau kenapa dari awal baca udah senyum2 muluuuuu, feelnya berasa banget lahhh jd!!!
    ituuu luhan emang rada gesrek ya main cium cium aja hahahahaha
    aduh aku belom baca nih bagian jessica lagi ngajarin luhan kisuuu, ada di wp kali yaaa, cariii ahhh hahahahaha
    oke deh jd eonniii aku tunggu next ff yaaaa

  2. y thor q tggu lo ff mu… oh y ditgu jg ff mu yg lain,jgn lupa blog pribadi author,q mnatikannya complete…
    lusica so sweet

  3. Keren…Hebat banget…Aku suka!!!Tapi sayangnya FF-nya ceritanya pendek…So Sweet banget ceritanya…Love LuSica!!!Keep Writing ya…hehehe

  4. lusic couple..keren keren😄 luhan ny yadong, mna tmpt duduk mereka mojok d tmpt remang2 . cocok banget😄 hihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s