Prologue ~ Moonlight

 

moonlight-poster-to-farahjaegirl

Author: S.Y.M

Title : MOONLIGTH

Lenght : Chaptered

Rating : PG16

Genre : Angst, Romantic, little psycho

Cast : Jessica Jung, Byun Baekhyun.

credit Poster:

parkkarin813@HSG

Note:

Lihat Rating dan SELAMAT MEMBACA…kalau mau,baca sekalian cuap ku di bawah setelah baca ff ini 🙂

Dan terima kasih untuk respon kalian untuk Myungsica di ff JSBM 😀

*

*

Psycho Love

&&&

Baekhyun, namja itu tersenyum puas. Dia memainkan hidung gadis di depannya dengan senyum yang terus mengembang itu.

Tak lama kemudian ia memutuskan untuk mengangkat tubuh gadis itu kedalam pelukannya dan membawanya ke kamar.

“ eumh?” gumam gadis itu, dia yang tengah dipengaruhi alkohol pun tidak begitu sadar sedang ada di mana ia sekarang.

“ Kau sedang di rumahku noona” ucap Baekhyun lembut tepat di telinganya, membuat gadis itu menggeliat karena geli.

Dia kembali melemas namun Baekhyun menangkapnya dan mengembalikan posisinya sehingga menghadap padanya.

Ia  menata bantal dan menidurkan gadis itu. Sungguh ia tidak bisa melepas senyum di wajahnya. Melihat gadis di depannya ini tengah berbaring di hadapannya bukanlah hal yang biasa. Sudah beberapa minggu ini ia berusaha untuk bisa bersama gadis ini, dan kali ini ia mendapatkannya.

“ eoh…kau bartender bernamA Baek_hyun i_tu?” ucap Sooyeon dengan cegukan.

Baekhyun mengangguk, ia pun membantu gadis di depannya itu untuk bangkit dan duduk.

“ Apa aku menganggumu” imbuhnya.

“ Any_ kau hanya menceritakan beberapa hal padaku Sooyeon noona”

“ eoh…apa itu tentang pekerjaan? Cinta? Keluarga?” 

“ Beberapa hal tentang itu”

Sooyeon tersenyum, ia menepuk nepuk wajah Baekhyun. Ia memang tengah dipengaruhi alkohol dan membuatnya mabuk seperti ini. Wajar jika sikapnya aneh.

“ Aku harus pulang, ka_u_ bisa pp_esankan taxi un_tukku?”

“ Any_ tinggallah disini noona, keadaanmu tidak memungkinkan”

“ Any_ aku harus pulang, kau tidak akan tidur nyenyak” Sooyeon menyingkirkan tangan Baekhyun dan merangkak untuk turun dari tempat tidur itu.

Baekhyun segera menarik tangan Sooyeon dan dia kembali terduduk.

“ Aku bisa membantumu noona, tinggallah disini malam ini”

“ e_eotte” Sooyeon mengedipkan matanya pelan, ia sendiri tidak tahu dengan jelas maksud Baekhyun.

Mungkin ia tengah menceritakan bagaimana keluh kesah dan kekesalannya pada keadaan keluarganya. Ia ingin melupakannya sejenak namun ia sendiri tidaktahu dengan cara apa, ia mulai mencoba menghabiskan waktu di Club malam namun ia tetap mengingatnya saat memejamkan mata bahkan sampai terbawa di mimpinya.

Baekhyun tersenyum, ia menarik Sooyeon untuklebih dekat, dan ia meraih pinggang Sooyeon. Ia memeluknya erat tubuh Sooyeon.

“ Kita habiskan malam in bersama, dan itu sedikit mengurangi rasa jenuhmu” bisik Baekhyun.

Sooyeon sadar mungkin setelah ini ia tengah dalam bahaya besar karena Baekhyun. Ia sedikit menjauh namun Baekhyun tengah merengkuh pinggangnya dengan erat.

“ Kau bertanya, aku akan membantumu dan kau sudah berjanji akan menerimanya”

Sooyeon menghela nafas, i a mengangguk kecil dan Baekhyun tahu itu sebagai bukti persetujuannya.

Baekhyun tersenyum simpul lalu mencium bibir Sooyeon, tidak hanya mencium namun juga melumatnya dengan lembut , sangat lembut. Ia semakin dalam menciumnya karena ia merasakan manis pada bibir tipis itu. Ia baru merasakan bibir yang begitu manis dan  menjadi candu baginya.

Meskipun Sooyeon tidak membalas, namun itu cukup membuat Baekhyun leluasa untuk menikmatinya. Tidak masalah bagi Baekhyun, semakin Sooyeon melawan itu semakin membuatnya tertarik.

Perlahan tangan Sooyeon terangkat dan mendorong dada Baekhyun untuk menjauh. Ia mendorong kuat dan kuat. Baekhyun menghentikan ciumannya, ia tersenyum simpul dan tangannya meraih tangan Sooyeon yang mendorongnya.

Baekhyun menahan tangan Sooyeon dengan tangan kirinya. Dan tangan kanannya merobek kemeja Sooyeon.

“ Chakkam_”

Baekhyun kembali mencium bibir itu, kali ini ia tidak bermain lembut, ia lebih semangat dan melumatnya gemas seperti permen untuknya.

Sooyeon tengah kehilangan kesadarannya, pengaruh alkohol semakin membuatnya pusing. Dan perlakuan Baekhyun ini tidak bisa ia hindari. Ia tengah kehilangan kesadarannya tepat setelah Baekhyun melepaskan ciumannya dan perlahan ia beralih pada lehernya.  Ia sedikit bisa merasakan tangan Baekhyun menyentuh dada dan merobek bajunya.

Setelahnya ia tidak tahu apa lagi yang dilakukan Baekhyun padanya.

.

.

Sooyeon merasa benar-benar berat untuk membuka matanya. Kepalanya juga sangat pusing . Ia menepuk-nepuk kepalanya setelah ia bisa membuka perlahan matanya.

Ia melebarkan matanya setelah ia sadar ia tidak mengenal ruangan yang ia tempati ini. Ia terbangun dan ia sadar tubuhnya tidak tertutup oleh pakaiannya. Sooyeon memukul keras bantal yang ada di depannya. Ia mengumpat karena ia bangun dalam keadaan yang buruk. Sesuatu hal yang buruk terjadi padanya, dan bodohnya ia tidak bisa mencegahnya.

Ia mengingat bahwa semalam ia benar-benar mabuk dan ia juga masih mencoba untuk mengingat apa saja yang dilakukan Baekhyun padanya. Ia masih berusaha mengingat walaupun hanya sampai pada saat Baekhyun menciumnya.

“ Jadi anak itu?” gerutunya.

Ia mengedarkan matanya dan kini tertuju pada sepasang pakaian yang tersedia di meja samping tempat tidurnya. Diatasnya terdapat surat untuknya.

Maaf aku merobek pakaianmu dan tidak ada yang tersisa,Pakailah pakaian yang kusediakan. Aku harap kau tetap terlihat cantik memakainya.

 

“ Ishh…nappeun namja” kesal Sooyeon.

Selanjutnya ia melirik pakaian yang disediakan untuknya. Tidak begitu buruk untuk ia gunakan ke kantor hari ini. Ia terbangun cukup siang dan tidak mungkin ia kembali ke apartemennya lebih dulu. Ia harus segera ke kantornya.

.

.

Kali ini, Sooyeon tidak tahu apa yang terjadi padanya nantinya. Bebannya bertambah ketika ia tahu bahwa kesucian yang ia jaga selama ini tengah lebur begitu saja bersama namja yang baru saja ia kenal. Bukan juga namja yang ia cintai. Melainkan seorang bartender yang bekerja paruh waktu di Club  yang sering ia datangi.

“ Eottokke?  Rasanya aku ingin menghilang saja” Ucap Sooyeon frustasi, ia mengacak rambutnya lalu membuang kaleng kopinya.

“ Aaaaaghttt” teriaknya.

Ia memukul keras angin di sekitarnya. Tidak akan terasa tapi ia benar-benar kesal hari ini. Ia menyesali apa yang terjadi padanya malam kemarin. Keadaannya yang tengah labil dan tidak bisa berfikir jernih berakibat fatal seperti ini.

Sooyeon merasakan getaran pada saku kemejanya. Ada telepon masuk untuknya.

“ Yoboseo?”

//” ada seseorang yang mencarimu, cepat turun , sedang apa saja kau diatas sana heuh?” //

Sooyeon menjauhkan ponselnya dari telinganya, Hara seperti berteriak tepat di telinganya.

“ Arayo…jangan berteriak seperti di hutan” Sooyeon mematikan ponselnya, lalu ia turun dari atas gedung kantornya.

.

.

Sooyeon celingukan mencari sosok yang mencarinya. Ia tidak menemukannya di Loby kantor, security mengatakan orang tersebut menunggu di luar kantor .  Ia pun segera menyusulnya keluar gedung kantornya.

Matanya membulat sempurna ketika melihat seorang namja tengah melambaikan tangan padanya. Yang membuat ia seperti ini adalah, sosok yang melambaikan tangannya tersebut adalah Baekhyun. Namja yang menghabiskan malam bersamanya kemarin.

“ Anyeong Noona” sapanya, dan senyum itu seakan tidak terjadi apa-apa pada mereka.

“ Wae? Bukankah ini saatnya pulang? Aku menjemputmu “ imbuhnya karena tidak mendapat tanggapan dari gadis di depannya.

Sooyeon mendengus, tidak tahukan dia bahwa hatinya tengah bergemuruh kesal bercampur malu?

“ Pergilah” usir Sooyeon.

Baekhyun mengangkat sebelah alisnya, selanjutnya ia tersenyum simpul.

“ Kau takut padaku? Apa karena_”

“ Diam”

“ Wae??? Kau tidak akan hamil hanya karena melakukannya sekali”

Mata Sooyeon membulat sempurna, ia segera melihat ke sekelilingnya takut jika ada orang lain yang mendengarnya. Segera ia menutup mulut Baekhyun dan menariknya untuk lebih jauh dari  keramaian.

“ Apa yang kau inginkan?”

Baekhyun tersenyum simpul.

“ Neol” bisiknya.

Sontak Sooyeon melangkah mundur dan menjauh.

“ Aku menunggumu di tempat biasa Noona!” teriak Baekhyun.

Sooyeon semakin menjauh , ia berlari sambil menutup telinganya. Ia tidak ingin mendengarnya. Ia tidak ingin mendengar lebih suara namja itu.

.

.

Baekhyun tersenyum, ia tidak bisa melepaskan senyum itu dari wajahnya. Bahkan saat ia sedang mengukir es batu di tangannya itu pun tidak terasa dingin.

“ Tanganmu akan mati rasa, pakailah kain “ Suho menepuk pundak Baekhyun dan menyadarkannya dari lamunannya.

“ Gwenchana” jawab Baekhyun, ia telah selesai mengukir es batu itu dan meletakkannya pada gelas yang sebelumnya ia usap dengan kain.

Dengan senyum ia menuangkan wine berwarna merah ke dalam gelas itu. Ia menunduk setelah sang pelanggan membawa gelas itu ke meja lain.

“ Apa yang terjadi? “ tanya Suho penasaran, ia melihat bahwa Baekhyun benar-benar berbeda beberapa hari ini, dan kali ini adalah puncaknya.

“ Naega?”

“ Apa kau sakit? Kau terserang penyakit langka?”

“ Aaah Hyung, aku terserang penyakit Gila, sepertinya begitu”

“ Mwo? Kau digigit anjing liar ? dan kau terkena rabies?”

“ Hya Hyung? Apa ada yang seperti itu? Aku sedang Gila karena seserang” jelasnya.

Brak

Baekhyun menoleh pelan setelah mendengar suara tas yang di banting keras di mejanya.

Wajahnya berubah menjadi ceria setelah melihat pemilik tas itu dan Suho akhirnya mengerti apa yang dimaksud Baekhyun.

“ Dia gila karena jatuh cinta” gumamnya, ia pun memilih untuk melayani pelanggan di sisi meja lain.

“ Kau datang” ucapnya.

“ Apa yang kau inginkan? “ ucap Sooyeon ketus, sebenarnya ia malu datang ke tempat ini apalagi bertemu namja ini.

Baekhyun tersenyum dan beralih , ia meraih botol minuman yang tak jauh dari tempatnya berdiri lalu meletakkannya di depan Sooyeon.

“ Bukankah aku sudah mengatakannya”

“ heh,,,, itu sangat lucu” Sooyeon melengos.

“ Aku serius, apa terlihat jika aku sedang mempermainkanmu?”

Sooyeon terdiam, ia meneguk salivanya lalu mengalihkan pandangannya. Tatapan Baekhyun membuatnya mengingat kejadian malam kemarin.

“ Lupakan , dan anggaplah kita tidak pernah saling kenal , bisakah kau melakukannya?”

Baekhyun terdiam, ia menatap datar Sooyeon. Bagaimana mungkin gadis di depannya ini mengatakan itu setelah apa yang mereka lakukan .

“ Kau tidak bisa melupakan pria itu?” tanya Baekhyun.

Sooyeon mendongak, ia membulatkan matanya dan menatap Baekhyun tajam, Bagaimana ia tahu tentang pria itu? Apa dia menceritakannya kemarin saat ia mabuk?

“ Ah..Baiklah…aku akan menantangmu”

“ Jika kau mampu bertahan dengan meminum ini sampai 3 gelas, aku akan mengabulkan permintaanmu, jika kau gagal, kau akan tahu akibatnya”  ancam Baekhyun. Ia tersenyum menunggu jawaban Sooyeon.

Sooyeon terlihat berfikir dan melirik botol yang dipegang oleh Baekhyun. Ia tidak begitu mengerti kandungan alkohol dari minuman itu, namun setidaknya ia bisa bertahan untuk 3 gelas. Ia tidak yakin tapi ia harus melakukannya.

“ Keoll” ucap Sooyeon.

Baekhyun tersenyum, ia segera menuangkan Minuman itu di gelas kecil untuk Sooyeon. Ia pun tidak yakin Sooyeon akan gagal. Melihat berapa banyak Sooyeon minum kemarin, ia tahu bahwa 3 gelas bukan lah apa-apa untuk Sooyeon. Namun untuk wine jenis ini, ia menaruh harapan kecil bahwa Sooyeon akan berhasil. Semoga..

Sooyeon mengumpat pelan ketika meneguk minuman itu, baru gelas pertama dan ia bisa merasakan betapa kandungan alkoholnya sangat tinggi. Ini minuman yang berbeda dari wine yang ia minum kemearin.

Sooyeon melirik satu gelas lagi yang dituangkan Baekhyun untuknya, itu gelas keduanya. Dan ia benar-benar merasa bahwa tubuhnya hampir melayang dan hilang kesadaran.

Ia meraih gelas itu dan meneguknya kembali. Ia mulai terkulai dan ia menahan kepalanya. Sementara Baekhyun menuangkan gelas terakhirnya. Sooyeon benar-benar merasa tubuhnya begitu enteng dan pandangannya buram. Perlahan ia meraih gelas terakhirnya. Sebenarnya ia tidak yakin akan selamat malam ini, tapi ia sudah menerima tantangan itu, pantang baginya untuk mengingkarinya.

Gleg

Ia meminumnya , setelahnya ia tersenyum dan menyipitkan matanya.

“ Nappeun Nammmjjjaaa” ucap Sooyeon sambil menunjuk Baekhyun.

Baekhyun meletakkan botolnya lalu melepas seragamnya dan memutari meja bartender untuk membopong Sooyeon yang mulai tak sadarkan diri.

“ Kau kalah Noona” bisik Baekhyun.

Ia meraih tubuh Sooyeon dan meletakkan tangannya di pundak, ia menuntun Sooyeon menuju mobilnya.

Segera ia membawa Sooyeon pergi dari Club itu . Sebelum Sooyeon semakin melayang dan meminta minuman lebih banyak lagi.

.

.

Baekhyun saat ini tengah membelai lembut wajah Sooyeon, wajahnya begitu damai saat ia sedang tidur seperti ini.

“ Kau tetap cantik dan semakin cantik, kau tetap orang yang sangat baik” Baekhyun mencium lembut bibir Sooyeon yang masih tidur itu.

Baekhyun beralih pada kening Sooyeon, setelah cukup lama mencium bibirnya.

Ia beralih untuk tidak mengedipkan matanya dan memandangi Sooyeon cukup lama. Ia benar-benar tersihir olehnya. Ia adalah orang yang menunggunya selama beberapa tahun ini. Mungkin Sooyeon tidak mengingatnya, namun ia ingat dengan jelas bagaimana Sooyeon telah banyak berbuat baik untuknya. Hal yang membuatnya benar-benar menginginkannya setelah ia bertemu dengan Sooyeon kembali.

Ia bersumpah ini adalah sebuah kebetulan paling indah, karena ia dipertemukan kembali dengan Sooyeon. Dan ia menjadi sangat gila untuk bisa bersama Sooyeon walaupun pada kenyataannya ia merasakan kepahitan karena Sooyeon mencintai pria lain.

“Eum?” Sooyeon membuka matanya lebar melihat Baekhyun yang tengah tersenyum padanya ketika ia bangun dari tidur panjangnya.

Ia menjingkat dan segera bangkit.

Sooyeon sadar akan satu hal aneh yang terjadi pada tubuhnya. Lagi? Ia melakukannya lagi?

“ Wae? Wae? Wae?” teriak Sooyeon histeris.

“ Kenapa kau lakukan ini padaku?” ucapnya disertai isak tangis.

Baekhyun spontan memeluknya namun mendapat penolakan dari Sooyeon.

“ Aku memintamu untuk menjauh dariku”

“ Kau kalah dan bukankah aku mengatakan kau akan tahu akibatnya? “

Sooyeon menutup matanya, ia menangis sejadi-jadinya. Apa yang terjadi padanya benar-benar buruk dan ia tidak bisa mencegahnya. Kenapa kepeningannya membuatnya seperti ini? Ini pelampiasan yang salah.

“ Aku merobek pakaianmu, tapi aku masih punya satu pasang lagi, kau bisa memakainya” Baekhyun memilih untuk bangun dan membiarkan Sooyeon menenangkan dirinya.

Ia memilih untuk membersihkan dirinya lalu membuatkan sarapan untuk Sooyeon.

Ia bukan orang bodoh yang tidak mengerti perasaan seseorang, hanya saja ia tengah berada di ambang keegoisannya, ia sadar akan hal itu.

Ia benar-benar egois dan menginginkan Sooyeon. Baik dirinya maupun hatinya. Namun ia tidak berfikir apakah cara ini cukup logis dan adil bagi Sooyeon. Sementara ia tidak bisa menahan dirinya. Baginya Sooyeon adalah satu-satunya hal yang membuatnya semangat merasakan warna hidup.

Bukan lagi benda hidup yang hanya bisa bernafas dalam kesehariannya, benda hidup yang hanya bisa berbicara dan melakukan segala hal seperti biasa. Ia ingin menjadi manusia seutuhnya dengan merasakan warna-warni kehidupan. Dan setelah bertemu Sooyeon, ia tidak mampu untuk menunda niatnya.

.

.

Sooyeon masih berdiam diri di dalam kamar, dan ia memutuskan untuk membawa sarapan itu ke dalam kamarnya.

“ Noona, makanlah” ucap Baekhyun lembut.

Sooyeon masih menatapnya tajam, kini ia sudah berganti pakaian dan bersiap untuk pergi.

“ Aku tidak mengenalmu, dan kau juga tidak mengenalku, anggaplah seperti itu. Kau terlalu berlebihan untuk melakukan semua ini padaku, aku harap kita tidak pernah bertemu lagi. Dan lupakan semua ini, aku …aku ingin menata hidupku dan kau mengacaukannya…memangnya siapa kau?”

Baekhyun terdiam, apa dia benar-benar bersalah? Sementara saat ini ia melihat Sooyeon hampir menangis karenanya.

“ Noona…kumohon”

“ Kumohon Baekhyun_ssi”

Baekhyun kembali terdiam, ia hanya terbatu ketika melihat Sooyeon yang beranjak pergi. Benar-benar pergi dari rumahnya.

.

.

Sooyeon ingin menangis sejadi-jadinya. Namun ia merasa malu untuk melakukannya. Ia benar-benar merasa malu. Mungkin ini hal biasa bagi beberapa orang, namun ini hal berat yang menjadi beban mentalnya. Yang ia inginkan kali ini adalah…semoga tidak akan terjadi hal yang tidak ia inginkan beberapa bulan kedepan. Ia benar-benar ingin metapa hidupnya.

Semantara pria bernama Baekhyun itu hanya bersandar dan menghabiskan waktunya untuk berbaring. Ia menutup matanya namun ia tidak tidur. Ia bahkan membolos untuk kuliahnya dan juga ijin untuk kerja paruh waktunya. Ia sedang memikirkan cara untuk tetap bisa bersama gadis itu. Ia tidak ingin beberapa minggu ini berakhir dengan seperti ini. Ini terlalu singkat dari bayangannya. Dan ia yakin ia bisa meluluhkan hati gadis itu.

Apa dia gila? Mungkin…

Dia adalah Byun Baekhyun, mahasiswa tahun pertama dan umurnya baru 19 tahun. Ia hidup sendiri dengan jirih payahnya dan mempunyai apartemen yang cukup besar untuk ia tinggali sendiri. Ia adalah namja dengan penuh pemberontakan dan kenakalan dalam menjalani hari-harinya. Ia memutuskan untuk keluar dari silsilah keluarganya karena benci dengan keadaan keluarganya. Ia memilih hidup sendiri dengan hasil jirih payahnya sendiri. Hal itu sudah ia lakukan sejak ia berada di sekolah Menengat Pertama.

Lalu namja belasan tahun ini tergila-gila pada seorang Jung Sooyeon yang usianya jauh diatasnya. Wanita karier yang bekerja di sebuah majalah fashion yang juga mempunyai masalah di keluarga dan kehidupan percintaannya.

Apa yang membuat Baekhyun begitu tergila-gila padanya?

Ini cerita klasik yang mungkin sangat simple bagi beberapa orang. Namun tidak untuk seorang Byun Baekhyun. Sooyeon adalah malaikat baginya.

Hanya karena Sooyeon pernah menolongnya saat ia masih di bangku Sekolah Menengah Pertama, dan itulah pertama kalinya Baekhyun memujanya. Ia begitu memuja kebaikan hati gadis bernama Sooyeon ini. Mungkin saat itu ia tidak begitu paham dengan perasaan dan kekagumannya. Namun ia merasakan ia ingin bersama gadis itu ketika mereka dipertemukan kembali saat ini.

“ Kita akan kembali bertemu Noona” ia tersenyum simpul dan ia hanya menunggu sampai saat itu tiba. Sooyeon pasti mencarinya, itulah yang ia yakini saat ini.

&&&

TBC

Aaaaa…kenapa ya aku bikin ff ini? Ini FF pertama yang nggak aku publish di wp pribadi aku dan entah kenapa aku melihat wajah Baekhyun itu keluarlah ide FF yang jadiin dia sedikit Psycho dan semoga kali ini juga berhasil 🙂

Ini ff q coba publish di sini, karena sebelumnya q publish di wp lain :D, kalau banyak yang berminat ya…okeylah…aku akan publish terus disini…maap karena aku mulai bikin batasan Rating di awal dan di chapter selanjutnya mungkin nggak ada karena akan ada kehidupan tidak normal tidak seperti yang aku ceritakan di atas.

Sebenarnya yang mau aku publish bukan ff chaptered tapi oneshoot, cuma aku ragu ff ku udah layak dipublish atau belum, jadi aku publish ini dech…

semoga kalian suka ya… 🙂

Aku udah baca komentar kalian di ff sebelumnya dan itu bikin aku seneng :D, banyak juga yang reques sequel lagi untuk Myungsica di marriage life, sudah terfikir sih idenya tapi entah kapan aku akan buat ff nya, nggak janji juga 🙂 mian. Dan untuk request ff hansica, hunsica. aku sebelumnya juga punya ff pairing itu, ada di wp pribadi bisa di check  aku tapi karena aku lagi konsen untuk JSBM jadi belum kelanjut dech, bangun lagi feelnya tapi pasti aku buat untuk couple itu :D.

Xie_xie

Advertisements

20 thoughts on “Prologue ~ Moonlight

  1. Hwaaa…. Suka banget yang pshyco phsyco kaya gini… Menurut aku baekhyun wajahnya gitu juga #kekeke
    Kenapa sih df buatanmu itu bagus mulu? 😁😅
    Sequel JSBM? Aahh… Pengen liat mereka (read:myungsica) punya anak #PLAAK

  2. penasaran sma si baek yg jd psycho gra2 tergila gila sma soo yeon. tp mng egois bnget si baek –” greget banget XD ga sabar baca kelanjutan ny.. dtunggu y thor ^^

  3. Sumpah ni ff bkin meriding :v
    Keren banget coz ak udh lama gak baca ff yg kyak gini :v
    Baek egois bnget tpi kgk papa mkin bkin gregrt klau bca nya :v

    Oh ya ak readers?/ baru nongol?/ dulu id ku telekinetics tapi skarang ak ganti piopio :3

  4. Hy thor… sblumnya q dah bc ff kmu. Di sicaexofanfiction. Tryta di post dsini jg.
    tp gk apa dehc. Q sneg. Jdi q bs comment dimn j.
    oh y ttg ide kmu buat myungsica lg yg brgenre marrieg life. Q sneg dgernya.ditggu y…

  5. hoahhh…bagus kok chingu,.
    .sempet kaget juga..kok baek gitu amatt,.itu bukan masalah kecil loo..wuahh berani bgt sii baek,.sampe 2 kali kan…???
    ..haduuuhh..terobsesii bgt eohh,.sica unnie apakah bakal hamil chingu…???
    suka suka sukaa..
    aku lanjut yaa chinguu

  6. Hai”th0r lg mampir kesni eh trnyata ada updetan FF auth0r dsni langsung girang dech. Dan taunya udah ampek part 3 aja. . .
    Pas pr0l0g-nya emang langsung berasa psyc0nya ya dari obsesinya baekhyun ke s0oyeon bhkan gak peduli sm umur mereka, cinta emang buta hadeehh. . .
    Oke dech aku lanjut bca chat 1 ya th0r. .!!

  7. aku baru dateng disini ternyata udah banyak aja ffnya
    ff ini udah banyak part, jadi aku cari dulu awalnya.
    ceritanya cukup menarik, yah meskipun baek sedikit egois but semoga sooyeon luluh 🙂

  8. Annyeong 😀
    Aku baru baca ff kamu padahal udah lama aku tahu ada ff ini. Mian, aku baru sempat baca ff lagi 😦
    Aku suka sama penggambaran buat tokoh Baekhyun nya 😀 disini aku ngefeel juga sama tokoh Baekhyun cuma aku gak dapet di Jessicanya wkwk
    Kamu keren bisa gambarin Baekhyun jadi orang semacam itu xD
    Okay, aku lanjut bacanya deh ya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s