Moonlight |One

moonlight-poster-to-farahjaegirl

Author: S.Y.M

Title : MOONLIGHT

Lenght : Chaptered

Rating : PG15

Genre : Angts, Romantic

Cast : Jessica Jung, Byun Baekhyun.

Credit Poster:

parkkarin813@HSG

Note:

Anyeong….Maaf kalau cerita ini tidak memuaskan…karena genre ini berbeda dr FF ku sebelumnya🙂 jadi bangun feelnya juga beda🙂

Selamat membaca semoga tidak mengecewakan🙂

& & &

.

.

Psycho Love

.

Sudah hampir 3 bulan Sooyeon berhasil untuk tidak kembali ke Club itu, sebisa mungkin ia tidak datang lagi ke Club, dimanapun tempatnya. Kapok, itulah yang ia rasakan. Ia tidak ingin lagi melakukan pelampiasan yang salah dan berujung pahit seperti ini.

Ia juga berhasil membuat namja bernama Baekhyun itu untuk berhenti mencarinya. Dia benar-benar tidak ingin bertemu dengannya. Sudah cukup ia menyerah dengan kisah percintaannya yang hancur , ia juga ingin ia melupakan hal singkat yang memalukan itu.

Sooyeon berjalan gontai lalu berhenti di pinggiran sungai Han untuk melapas kepenatannya karena pekerjaan di kantor dan beban mentalnya.

Ia tersenyum simpul melihat seorang wanita hamil yang juga tengah menghabiskan waktu sore harinya untuk melihat keindahan sungai Han. Hal itu membuatnya tersenyum pahit karena mengingat hubungannya yang berakhir sebelum pernikahan. Ya… ia adalah wanita berusia 25 tahun yang gagal menikah dengan kekasih yang ia cintai selama 5 tahun terakhir ini.

Wanita hamil itu menyapanya dengan senyumnya, disusul dengan anak kecil yang berlari ke arahnya dan memeluknya.

“ Eomma, es krimku tumpah”

Wanita itu terlihat kesulitan membersihkan es krim putranya yang tumpah dan mengenai bajunya. Sooyeon berinisiatif untuk membantunya. Ia mendekat dan mengeluarkan wet tissuenya lalu mengelap kotoran yang ada di baju anak kecil itu. Ia tahu wanita itu pasti kesulitan untuk berjongkok karena perutnya yang sudah besar.

“ Biarkan saya membantu” ucapnya lembut.

Wanita itu tersenyum dan berterima kasih karena Sooyeon mau membersihkannya.

“ Kamsahamnida agassi, ucapkan terima kasih untuk Agassi ini “ perintahnya pada putra kecilnya.

“ Kamsahamnida” ucapnya polos dan dibalas dengan tawa oleh Sooyeon. Ia mendapat sentuhan kecil dari Sooyeon di kepalanya.

“ Apa anda juga sedang hamil?” tanya wanita itu.

Sooyeon terdiam, wajah senyumnya perlahan hilang karena mencerna pertanyaan itu.

“ Ye?”

“ Ah…mungkin anda belum menyadarinya, tapi ini terlihat dari bentuk pinggang anda, ahaha saya sudah pernah melahirkan dan hamil, jadi saya tahu tanda-tanda wanita yang sedang hamil” jelasnya.

DEG

Sooyeon membalasnya dengan senyum pahit.

“ Ah…apa mungkin ini kehamilan pertama anda? Wajar jika tidak menyadarinya”

Sooyeon mengangguk kecil, bahkan ia tidak pernah menyadarinya.

“ Selamat atas kehamilan anda, saya harap bayi anda sehat”

“ Ssaya harap persalinan anda lanc_ar” balas Sooyeon.

Wanita itu tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya lalu melangkah pergi disertai beberapa saran untuk Sooyeon.

Sooyeon hampir tidak bisa menahan beban tubuhnya. Kakinya terasa lemas untuk berdiri. Ia mencari tempat untuknya duduk dan bisa menata hatinya.

Apa benar yang dikatakan wanita hamil tadi? Dia hamil?

Sooyeon meraba perutnya dan berusaha mengingat kapan terakhir kali ia datang bulan. Kenapa ia tidak menyadari itu? Bahkan sudah 2 bulan ia telat kedatangan tamu bulanannya itu. Pekerjaan di kantornya membuatnya tidak sadar akan hal itu.

Oh Tuhan…”

.

.

Sooyeon melihat hasil tespack di depannya. Ia beberapa kali mengambil nafas untuk menyiapkan mentalnya. Ia melirik singkat lalu menjauhkannya. Selanjutnya ia benar-benar melihatnya, dan matanya sontak terpejam. Ia tersandar dengan tubuh lemasnya. Ia ingin mati sekarang juga. Kenapa garis itu ada dua? Dia benar-benar hamil.

Pikirannya kacau saat itu juga. Bagaimana dengan kehidupannya jika ia hamil sedangkan ia belum menikah. Bagaimana ia bisa menjelaskan pada keluarganya? Ia sudah membuat kesalahan besar. Ini akan terlihat bahwa kehidupannya benar-benar bebas karena ia tidak tinggal bersama orang tuanya. Meskipun itu semua karena pelampiasan terburuknya.

Ia meraih ponselnya dan mencari angka di kontak ponselnya. Ia harus meneleponnya.

.

.

“ Baekhyun! Sebelah sini” teriak Suho.

Baekhyun tersenyum sebelum meninggalkan pelanggannya lalu berlari pada Suho.

“ Aku harus mengurus hal kecil di luar, tolong gantikan aku “

Baekhyun mengangguk dan mendapat senyuman dari Suho. Ia memperhatikan teman kerjanya itu melepas seragam dan topinya, merapikan rambutnya dan berlari keluar Club.

Ia tersenyum simpul, selanjutnya ia melirik ponselnya, Ia melirk tanggal di ponsel itu.

Sudah hampir 3 bulan ini ia sama sekali tidak bertemu Sooyeon. Ia tidak bisa memaksa gadis itu untuk bertemu dengannya. Namun yang ia heran, kenapa sampai sekarang Sooyeon tidak pernah muncul dan ia sendiri tidak tahu bagaimana keadaannya. Ia begitu yakin Sooyeon akan mencarinya cepat atau lambat.

Untuk meminta pertanggung jawaban? Itulah yang dipikirkan Baekhyun. Namun sepertinya perkiraannya belum terwujud, beberapa kali perkiraan itu meleset. Dan ia tidak tahu dengan cara berfikir Sooyeon.

“Seharusnya dia mencariku, aku harap kau baik-baik saja , Noona”

.

.

Hara menatap Sooyeon tidak percaya, gadis itu sedang meringkuk di atas kasurnya tanpa bergerak sejak kedatangannya.

“eonni, . . apa itu benar?”

Sooyeon tidak menjawab, Hara mulai cemas, ia melihat sebuat alat tes kehamilan yang tergeletak di meja. Ia segera meraihnya dn melihat hasil test itu.

Ekspresinya tidk beda jauh dengan Sooyeon. Matanya melotot dan ia membuka mulutnya tidak percaya.

“ Apa ini dd_engan ppria itu? Dia yyang telah meninggalkanmu itu Eonni?”

Sooyeon menggeleng pelan lalu menangis. Bahkan selama bertahun-tahun ia berpacaran dengan Cho Kyuhyun ia tidak pernah melakukan sejauh itu. Ini bukan dia..tapi anak kecil itu. Siapa lagi jika bukan Byun Baekhyun.

“ Eonni, jangan terus diam, kita harus menghubunginya, ceritakan padaku siapa orangnya? Jika bukan Kyuhyun Oppa, lalu siapa?”

Sooyeon menahan tangan Hara, ia meminta gadis itu untuk tenang. Jika Hara terlihat panik dan marah seperti ini, hatinya semakin mencelos.

“ Aku akan mengatasinya, terima kasih telah datang, aku hanya ingin ada seseorang yang menemaniku, dan cegah aku jika aku berbuat gila”

Hara terisak, ia memeluk Sooyeon dan semakin menangis.

“ Eeonni…kenapa ujianmu seperti ini?”

Sooyeon tersenyum tipis, ia menepuk pundak gadis itu. Bahkan Hara bisa merasakannya. Kenapa ia harus bertemu anak kecil itu? Dia mengacaukan segalanya.

.

.

Sooyeon berhasil mencari tahu siapa Baekhyun. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa ia terjebak dengan anak ingusan seperti dia? Setelah ia cuti beberapa hari karena ia sendiri masih belum sanggup untuk menerima kenyataannya yang sedang hamil, kali ini ia dibuat Shock dengan identitas Baekhyun yang masih duduk di tahun pertama kuliahnya.

Sooyeon berdiri melihat mantan kampus tempatnya kuliah dulu. Kebetulan sekali Baekhyun kuliah di tempat yang sama dengannya. Ia masih ragu untuk mencarinya. Apa yang akan ia lakukan jika bertemu bocah ingusan itu? Menceritakan bahwa ia sedang hamil 6 minggu dan meminta pertanggung jawaban? Lalu bagaimana jika Baekhyun malah menertawakannya dan tidak mengingat dengan apa yang ia lakukan padanya. Ia sendiri yang meminta Baekhyun untuk tidak menemuinya. Namun kenapa ia berdiri di sini? Mencari keberadaan Baekhyun?

Selanjutnya ia memutuskan untuk menunggu di luar gedung universitas itu. Ia hanya ingin melihat bocah ingusan itu keluar dari gedung itu.

.

 

Baekhyun menangkap sosok yang tak asing di matanya. Masih dengan ransel yang menggantung di pundaknya. Ia melewati gadis-gadis cantik yang mengitarinya dan menghampiri gadis tercantiknya.

“ Noona” sapanya dengan senyum yang mengembang di wajahnya, wajah innocent yang sama sekali tidak terlihat betapa bejatnya dia.

Sooyeon tersentak, ia menoleh dan mendapati Baekhyun menatapnya dengan mata berbinar. Ia menngerutu kecil karena ia tidak pandai sembunyi. Seharusnya ia  menunggu di tempat yang tidak terlihat sehingga tidak perlu bertemu seperti ini.

Sooyeon hanya terdiam menatap bocah itu.

Sedangkan Baekhyun menatap keanehan pada diri Sooyeon.

“ Aku tidak percaya kau benar-benar berdiri di depanku, aku begitu merindukanmu tapi kau melarangku untuk menemuimu” ucapnya masih dengan wajah innocentnya.

“ Jangan mendekat” Sooyeon melangkah mundur.

Baekhyun tersentak, ia spontan berhenti.

“ Noona”

Sooyeon terdiam, ia memutuskan untuk melangkah pergi dari hadapan Baekhyun.

Baekhyun berlari untuk menyamai langkahnya.

“ Noona”

“ Kubilang jangan mendekat”

Baekhyun menurut, ia menghentikan langkahnya dan membiarkan Sooyeon berjalan lebih dulu. Selanjutnya ia mengikuti arah langkahnya. Wajah Noona nya itu terlihat pucat dan lesu. Apa dia sakit?

Ia masih tidak ingin memaksa untuk mendekat, ia menjaga jarak langkahnya dengan Sooyeon dan menunggu sampai mana Sooyeon akan menghentikan langkahnya. Ia sedikit menyunggingkan bibirnya karena rasa rindunya sudah terbayar dengan melihat wajah gadis itu. Ia memperhatikan Sooyeon dari arah belakang, memang ada yang berbeda dari tubuhnya. Ia tidak yakin akan itu, tapi ia masih menunggu apa yang direncanakan Sooyeon dengan menunggunya di depan gedung kampus.

.

Baekhyun ikut menghentikan langkahnya ketika Sooyeon berhenti di depan sebuah cafe dan menatap ke arah Baekhyun. Dia tidak berkata apapun, hanya menatap sekilas lalu masuk ke dalam cafe itu. Ia tahu Baekhyun akan mengikutinya, semoga.

Baekhyun mengerutkan keningnya lalu masuk ke dalam cafe, mengikuti noonanya dan duduk di depannya.

Meskipun seperti itu ia masih tidak melihat dengan jelas wajah itu, Sooyeon menghindari kontak mata langsung dengannya.

“ Wae Noona? Kau menyembunyikan sesuatu?”

“ Any_ aku ingin mengatakan sesuatu”

“ katakan”

Sooyeon menghirup udara sebanyak banyaknya, barulah ia menatap wajah Baekhyun yang sama sekali tidak memperlihatkan rasa bersalahnya.

Sooyeon mendengus, ia tidak sanggup melihat wajah menyebalkan itu.

“ Aku _” Sooyeon mengatur nafasnya, rasanya sungguh aneh mengatakan hal seperti ini. Bahkan seharusnya ia tidak pernah mengatakan hal seperti ini.  Seharusnya ia mengatakan hal ini pada suaminya dengan wajah bahagia. Tapi tidak dengan ini.

“ Aku_ hamil” Sooyeon menutup matanya. Ia tidak ingin melihat ekspresi dari Baekhyun. Mungkin saat ini dia berpura-pura tidak mendengarnya.

“  jeongmal?”

Sooyeon perlahan membuka matanya, kenapa suara ini terdengar seperti sebuah kebahagiaan?

Ia kini menatap ekpresi tidak terduga dari seorang Byun Baekhyun. Dia tersenyum? Matanya berbinar? Dia terlihat bahagia? Apa dia sedang bermimpi?

Sooyeon memiringkan kepalanya, ia menatap pria itu heran. Ia mengangguk kecil lalu memalingkan wajahnya.

Baekhyun berpindah posisi duduk dan bersimpuh di depan Sooyeon. Ia memeluk Sooyeon dan mencium punggung tangannya. Sooyeon benar-benar terbatu melihat tanggapan Baekhyun. Ada apa dengan bocah ini?

“Aku akan menggugurkannya” imbuh Sooyeon ragu, dengan sekuat keberaniannya ia mengatakan itu, memang seperti itu yang ia rencanakan sebelumnya.

Baekhyun terdiam, sontak ia mendongak dan menatap Sooyeon tajam. Apa yang dipikirkan Sooyeon.

“ Dengar, aku mengatakan ini tidak bermaksud untuk meminta pertanggung jawa_”

“ Aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahimu” potong Baekhyun.

Sooyeon mengatupkan bibirnya, matanya melebar dan untuk waktu yang lama ia tidak berkedip.

“Bocah kecil, kau masih kuliah di tahun pertama, jangan katakan hal bodoh”

“ Aku bilang aku akan  bertanggung jawab, bukankah aku ayahnya?”

Sooyeon mengambil nafas dalam, ia menatap tajam Baekhyun yang masih memberinya tatapan kepastian dan keseriusannya.

“ Shireo, jika kau tidak menyetujui aku menggugurkannya, aku akan mengurusnya, kau tidak perlu bertanggung jawab”

“ Apa kau masih menunggu pria itu? Memangnya kenapa jika aku bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan padamu Noona? Anak itu membutuhkan ayahnya, jangan buat dia lahir tanpa tahu ayahnya”

“ BYUN BAEKHYUN! Apa kau gila? Bagaimana mungkin kau_” ucapnya tertahan, ia ragu untuk berteriak di tempat seperti ini, lagi pula ia juga sudah salah memilih tempat untuk mengatakan hal ini. Tidak mungkin ia berteriak dan semua orang akan memperhatikannya.

“ Biarkan aku menikahimu Noona, Jangan gugurkan kandungan ini, jangan berbuat dosa dengan melakukannya, kumohon” Baekhyun benar-benar memohon, ia menangkupkan kedua tangannya dan mencium punggung tangannya.

Sooyeon terbatu, benar-benar terbatu. Kedatangannya tidak ingin meminta sebuah pertanggun jawaban. Ia menyesal datang dan memberitahunya. Ia menyesal…namun entah kenapa kakinya melangkah dan membuatnya mengatakan keadaannya pada Baekhyun karena memang dia yang membuatnya seperti ini.

.

.

PLAK

Tamparan itu cukup keras untuk ukuran tangan kecil milik wanita paruh baya itu.

Dan pemilik pipi yang terkena tamparan itu adalan Sooyeon, Jung Sooyeon yang kini tengah bersimpuh di depan Eommanya.

“ Kau memperlakukan keluargaku?” ucapnya dengan leher yang mengeras karena uratnya yang menegang. Ia menatap tajam ke arah Sooyeon yang masih menunduk di hadapannya.

“ Mianhae Eomma”

“ Apa yang kau pikirkan ? Kau benar-benar…” Ny Jung Menutup matanya, ia mendongak dan tidak sanggup mengatakan hal lain lagi.

“ APA YANG MEMBUATMU SEPERTI INI JUNG SOOYEON?” Teriaknya.

Sooyeon mengatur nafasnya, ia menelan salivanya lalu memberanikan diri untuk mendongak.

“ Eomma , ini salahku, ini bentuk pelampiasanku dan membawaku dalam keadaan ini”

“ Pelampiasan? Pelampiasan? Kau selalu bersikap tenang, pelampiasan apa?”

“ Mianhae…karena aku tidak sanggup melihat keadaanmu dan suamimu, Aku tidak sanggup untuk menjalani kehidupanku bersama keluargamu…meskipun aku anak kandung kalian…aku merasa aku cukup buruk dalam keadaan ini, Aku tidak sanggup dengan semua itu dan _”

Sooyeon melihat isak tangis dari Ny Jung, ia tidak melanjutkan kalimatnya, ia memilih untuk bersimpuh dan memohon maaf sebisa mungkin sampai orang tuanya memaafkannya.

Wanita paruh baya itu mengambil nafas sedalam dalamnya, tubuhnya bergetar meanggapi kenyataan yang menimpa putrinya. Dengan bibir yang bergetar ia mengatakan keputusannya. Ia juga harus mempertahankan kehormatan keluarga besarnya.

“ Jangan pernah muncul sebagai salah satu dari keluarga ini lagi, kau tidak bisa melakukannya sebelum kau menyelesaikan semuanya”

Sooyeon melemas, ia menatap wanita paruh baya yang notabene adalah eomma kandungnya ini. Kesalahannya memang cukup fatal, tapi bukankah ia putri kandungnya?

“ Aku memutuskan untuk merawatnya, mianhae…aku tidak bisa menyelesaikan ini seperti yang kau maksud, aku tidak bisa melakukan itu”

Sooyeon bangkit, kakinya masih terasa lemas untuk menahan beban tubuhnya. Sedangkan disaat seperti ini kenyataan pahit eommanya tidak bisa menerimanya. Dan lebih parah lagi, putri yang seakan jarang sekali mendapat kasih sayang ini harus mendapat hukuman dengan keluar dari silsilah keluarga. Benar-benar jalan yang buruk baginya.

.

.

Suho menatap Baekhyun dengan mata lebarnya, wajah tampan dan polosnya seakan tidak menjawab semua yang ada di pikirannya saat ini.

“ Kau akan me_nnikah?”ia berusaha meyakinkan dengan apa yang ia dengar dari Baekhyun.

Baekhyun tersenyum, ia tidak memperdulikan dengan komentar orang nantinya karena usianya yang terbilang muda, jika memang orang lain tidak perlu mengetahuinya itu tidak masalah, ia juga harus menghargai Sooyoeon Noonanya dan berfikir 2 kali untuk menyebarkan kabar pernikahan mereka jika Sooyeon tidak menghendakinya.

“ Ddengan ssiapa?” pertanyaan itu seolah  membuat Suho harus berfikir, ia sedang berfikir kenapa namja tampan bertampang polos namun pemain wanita ini memutuskan untuk menikah, lalu siapa gadis yang ia nikahi? Apa dia benar-benar membuat Baekhyun benar-benar mencintainya sehingga namja ini mampu memutuskan hal seperti ini? Bukankah hidup di usia muda dengan bersenang-senang adalah pilihan yang mengasyikkan? Tapi kenapa dengan Baekhyun?

 

“ Dengan seseorang yang membuatku berhenti  berfikir kecuali memilikinya” ucap Baekhyun, matanya menerawang , membicarakan Sooyeon Noonanya selalu membuatnya mengeluarkan kalimat diluar kepala yang dianggap aneh.

“ Baiklah…apapun itu, sebagai teman aku harap kau selalu bahagia”

Baekhyun tersenyum, ia memluk Suho yang sudah ia anggap seperti Hyungnya itu. Tidak banyak yang Suho ketahui tentang Baekhyun, namun menurutnya dia adalah seseorang yang akan melakukan apapun untuk sesuatu yang ia sukai. Dia bertanggung jawab untuk sesuatu yang sudah ia pilih. Jadi menurut Suho pasangan Baekhyun adalah seseorang yang beruntung.

 

“ Apa yang kau rencanakan?”

“ Tentu saja aku akan tetap bekerja Hyung, dan kuliah … “ Pria itu menerawang kehidupannya kelak.

Mungkin akan berat jika ia membayangkannya sekarang, kuliah, mencari uang dan merawat Sooyeon, tentu juga calon anaknya nanti. Ia tahu jika nantinya akan berat, namun ia sudah bertekat tidak akan sekalipun ia membiarkan Sooyeon noonanya sengsara.

“ Kuharap kau mampu” Suho memberinya semangat.

“ Gomawo Hyung”

Hara menatap Eonninya sendu. Dialah yang merasakan kesedihan Sooyeon melebihi ibu kandungnya sendiri. Sooyeon bersyukur karena masih ada sosok Hara yang menghawatirkannya.

“ Jika kau mau tinggalah bersamaku, jika kau tidak mampu bekerja aku akan bekerja dan membiayai persalinanmu nanti, lalu kita pikirkan lagi selanjutnya…unni…bisakah?”

Sooyeon tersenyum lalu menggeleng pelan.

“ Aku akan datang padamu dan meminta bantuan padamu nanti, jangan seperti ini…kau membuatku semakin merasa terpuruk”

Hara menghapus air matanya, ia memeluk Sooyeon penuh kasih.

“ Aku _a_ku tidak tahu harus memberikanmu nasehat, solusi atau hanya melihatmu dengan tangisan ku, kenapa hidupmu begitu berat unni? kenapa kau harus keluar seperti ini?”

“ Lagi pula …entahlah…aku tidak bisa berfikir ketika dia mengatakan akan bertanggung jawab”

“ Unni…aku harap dia menjagamu dengan baik”

“ Harus, aku sudah kehilangan semua impianku, aku dipecat karena perutku membuncit, aku juga diusir …itu lebih baik karena aku bisa lepas dari tekananku berada diantara mereka, setidaknya ada hal baik yang kudapatkan”

:”tetapsaja itu tidak adil”

“ Ya…sepertinya begitu, aku akan menganggap ini sebagai hukumanku, ya…mungkin ”  Sooyeon menutup matanya, ia memeluk erat Hara dan setidaknya ia bisa meminjam pundak itu untuk menangis.

.

.

Sooyeon tidak bisa berkata apa pun ketika Baekhyun menculiknya dan dia sudah siap dengan gaun pengantinya di gereja. Dia benar-benar tidak bisa menduga semua tindakan Baekhyun. Ia tidak berfikir Baekhyun bisa menyiapkan semua nya dengan secepat ini.

Dia cukup gila, dan ia tidak mampu untuk memikirkan apa yang dipikirkan Baekhyun. Bahkan pikirnnya masih sangat kosong. Ia hanya mengikuti hal yang telah direncanakan Baekhyun. Termasuk berdiri di depannya dan mengucapkan janji di hadapan pastur dan beberapa tamu yang ia tidak kenal. Hanya Hara yang ia kenal. Dan semuanya adalah orang yang dikenal Baekhyun, ah…lebih tepatnya hanya Suho yang dikenal oleh Baekhyun, selebihnya adalah orang-orang tidak mampu ia sebutkan. Beruntung sekali Baekhyun yang bisa mengatur pernikahannya seperti ini. Terlihat banyak tamu namun hanya 2 orang yang kenal dengan pengantin.

.

.

Baekhyun terlihat sangat gembira, acara pernikahan sudah selesai dan kini hanya ada Sooyeon di depannya. Ia tidak pernah lepas memandangi Sooyeon. Bibirnya terus tersungging dan tak henti-hentinya menghalangi matanya yang ingin berkedip.

“Noona Neomu Yeppeo” ucapnya lembut.

Sooyeon menatapnya sekilas dan selanjutnya ia hanya diam. Ia terus diam dengan pandangan kosongnya. Jika ia bisa mengatakannya , ia masih tidak mengerti dengan hal yang sedang ia alami kali ini.

Bertemu dengan bocah ingusan di club. Mabuk , hamil dan menikah dengan seseorang yang bahkan tidak pernah terfikirkan olehnya.

Ia tidak tahu apaka ia bisa menjalani kehidupannya bersama orang yang sama sekali tidak ia cintai.

Bagaimana mungkin gadis yang hanya menyimpan cintanya pada seorang Cho Kyuhyun menikah dengan bocah ingusan karena ia telah hamil.

Ia dicampakan dengan cintanya dan diusir dari keluarganya karena kesalahannya. Sungguh sangat lengkap beban hidupnya kali ini.

“ Kenpa kau harus menculikku dan melakukan semua ini tanpa sepengetahuanku?”

“ Aku takut kau berubah pikiran” jawaban itu mendapat balasan malas dari Sooyeon. Kenapa ia harus melakukan hal seperti ini. Ini seperti pemaksaan sementara ia sendiri sudah menyetujui Baekhyun untuk menikahinya.

“ Apa kau tidak bahagia? “ tanya Baekhyun namun tidak cukup membuat Sooyeon mau menjawabnya.

“ Kau tidak mengundang orang tuamu Noona?”

“ Mereka tidak akan datang”

“ Apa_”

“ Tentu mereka tidak merestui ini, bocah “

Baekhyun terdiam, tatapan bahagianya berubah seketika. Ia tidak lagi menyunggingkan senyumnya namun menatap tajam pada Sooyeon. Sooyeon yang sadar akan hal itu merasakan aura aneh dari tatapan itu.

“ Aku bisa menjagamu, jadi jangan sekali-kali bersedih di depanku, aku akan membahagiakanmu Noona” ucapnya. Dan lagi-lagi membuat Sooyeon membatu.

Baekhyun masih asing baginya. Ia mulai membayangkan jika saja ia tidak bekerja bagaimana Baekhyun bisa membiayainya dan bayinya kelak. Lalu apakah mereka akan menikah selamanya? Sedangkan Jessica sama sekali tidak mencintai Baekhyun. Begitu pula dengan Baekhyun, baginya Baekhyun tidak lebih seperti seorang pria brengsek yang memanfaatkan keadaannya. Ia mabuk , menceritakan masalahnya dan pada akhirnya berakhir di ranjang. Dan sialnya kejadian itu terulang lagi sampai akibatnya dia hamil. Dia mengandung benih dari bocah itu. Kebetulan sekali bocah itu dengan cepat mengambil keputusan untuk menikahinya. Dan yang saat ini tengah disesali oleh Sooyeon adalah, kenapa ia mengiyakan tawaran itu. Jika ia diusir oleh keluarganya, ia bisa mencari pekerjaan dan menghilang dari kota ini. Itu pasti. Sedangkan membayangkan kebutuhan Baekhyun yang masih kuliah, membayangkan kebutuhan keluarga nantinya, lalu jika hanya mengandalkan Baekyun yang bekerja paruh waktu, ia sudah membayangkan ia akan kelaparan nantinya.

Sooyeon memejamkan matanya. Ia memutuskan untuk melepas pakaiannya karena acara pernikahannya telah usai. Ia begitu lelah dan ingin istirahat.

Bahkan ia sama sekali belum membawa pakaiannya dari apartemennya. Setelah acara selesai, Baekhyun juga membawanya ke apartemennya, persis seperti seseorang yang telah diculik.

Sooyeon meraih kenop pintu kamar Baekhyun, ia sendiri ragu apakah ia akan tidur di kamar itu. Namun ia sudah berniat untuk meminta kamar lain . Ia tidak mungkin tidur dalam satu kamar dengannya. Ia belum bisa menghendaki itu.

“ Baekhyun_ah”

Baekhyun mendongak, ia memberikan tatapan yang entah kenapa menjadi berbinar seperti itu, lebih berbinas dari sebelumnya. Sooyeon hanya menatapnya tanpa mengerti apa yang terjadi selagi menunggu Baekhyun mendatanginya.

“ Ulangi lagi..” pinta Baekhyun.

Dan seketika itu Sooyeon sadar apa yang mebuat mata Baekhyun berbinar seperti ini. Ia tidak perna memanggilnya seperti ini sebelumnya. Hanya saja karena Baekhyun lebih muda darinya, itulah sebabnya ia memanggilnya seperti itu.

“ Di mana kamarku?” Sooyeon tidak menanggapinya, ia tidak ingin melihat yang lebih lagi dari ekspresi itu.

Baekhyun seketika mengubah ekspresinya. Ia menatap Sooyeon dalam diamnya lalu tersenyum.

“ Tentu bersamaku, bukankah kita sudah menikah” Baekhyun memutar tubuh Sooyeon sehingga kembali menghadap ke pintu kamar.

“ Bukalah..”

Sooyeon mendengus, perlahan tangannya memutar kenop pintu itu dan membukanya. Mulutnya sedikit terbuka ketika melihat apa yang terjadi pada kamar itu. Hiasan mirip seperti pasangan pengantin yang sebenarnya.

“ I_ini…seperti kamar pengantin”

“ Hahhahha kau lucu sekali Noona, tentu ini kamar pengantin karena kita sudah menikah, kau pikir aku bermain-main?”

Sooyeon terdiam, ia melirik Baekhyun yang menarik tangannya untuk duduk di pinggiran ranjang yang sudah dihias olehnya.

“ Ka_kau…aku tidak ingin tidur bersama dalam satu kamar” ucap Sooyeon ragu, ia tidak yakin Baekhyun akan menerima usulannya.

“ Wae? Apa kau menganggap aku hanya bermain-main ketika menikahimu”

Sooyeon mendengus, ia beralih menatap Baekhyun geram. Bukan itu yang ia maksud. Hanya saja ia tidak mempunyai perasaan lebih untuk Baekhyun. Ia belum siap melakukan banyak hal bersama.

Sedangkan Baekhyun menatapnya kesal. Ia membuang nafas besar lalu menarik pundak Sooyeon. Namun yang ia dapatkan adalah spontan Sooyeon mundur. Ia menghindari Baekhyun.

“ Tidurlah..” Baekhyun melangkah pergi. Membuat Sooyeon kaku ditempatnya.

Sooyeon tidak tahu pasti apakah Baekhyun marah padanya atau tidak. Hanya saja kelihatannya seperti itu. Baekhyun marah padanya.

Lihat Baekhyun yang wajahnya memerah sekarang. Ia meneguk segelas air minumnya. Ia ingin marah, memang ingin marah. Tapi tidak mungkin ia melakukannya pada Sooyeon.

Gadis itu memang belum bisa menerima keadaannya. Ia menekan genggamannya pada gelas itu. Ia menatap lurus di depannya.

Ia sudah sejauh ini, menikahi Sooyeon adalah langkah awalnya. Lalu apa ia  akan menyerah begitu saja melihat Sooyeon yang seperti ini? Tidak. Ia sudah memiliki gadis itu, lalu ia harus memiliki hati gadis itu. Ah tidak…ia bisa melakukan segalanya untuk membuat Sooyeon benar-benar menjadi miliknya. Karena dia adalah suaminya, dialah Bapak dari janin yang dikandung Sooyeon.

Jika ia bisa melalkukan hal gila sebelumnya, dan benar-benar membuat Sooyeon mencarinya. Membuatnya menikah dengan rencananya. Lalu kenapa ia tidak bisa memiliki Sooyeon seutuhnya? Dia akan membuat wanita itu menjadi wanitanya. Benar-benar wanitanya.

.

Sooyeon melirik sepasang pakaian di meja dekat tempat tidur itu. Sama seperti sebelumnya , Baekhyun memang menyediakan satu set pakaian untuknya. Ia tidak pernah membawa pakaian ganti ketika datang di rumah ini.

Sooyeon meraihnya dan memo kecil jatuh dari tumpukan pakaian itu. Selalu ada memo kecil.

Ini pakaian pertama dari ku …pakailah, kau akan tetap terlihat cantik walaupun pakaian ini terlihat buruk.

 

_Suamimu_

 

Sooyeon menunduk, ayolah…bahkan belum ada singkronisasi pada dirinya. Otaknya masih menolak keadaan yang ia alami saat ini. Ia tidak bisa berfikir apapun kali iini.

.

Sooyeon perlahan membuka matanya dan pemandangan pertamanya adalah wajah Baekhyun , Sooyeon sontak terkejut dan menutup wajahnya dengan selimutnya.

Ia mendengar Baekhyun tertawa, sementara ia merasa lega karena rasa bersalahnya terjawab. Baekhyun tidak mara padanya. Ia mendengar tawanya.

Ia juga merasakan tangan Baekhyun menarik selimutnnya. Tanganya meraih pundak Sooyeon agar Sooyeon bangun dari tidurnya. Ia masih menurut.

Lagi-lagi Baekhyun membuatnya bertatapan langsung. Membuatnya spontan menunduk dan mengalihkan pandangatnnya.

“ Noona” panggilnya

Sooyeon mendongak dan

CHU

Baekhyun menciumnya. Ia yang sadar segera melepas bibirnya.

“ Kau akan melakukn ini setiap pagi, dan mungkin setiap kau bertemu denganku, Neomu Yeppeo Noona” ucapnya.

Sooyeon terbangun dan sedikit mendorong Baekhyun dari hadapannya. Ia perlahan minggir dan menurunkan kakinya ke lantai. Ia sama sekali tidak memandang Baekhyun.

“ Aku sudah menyiapkan air panas untukmu Noona”

Sooyeon menutup matanya singkat. Ia mendengus lalu menatap wajah Baekhyun yang tersenyum padanya.

“ Aku tidak biasa mandi dengan air panas, terima kasih”

“ Kalau begitu mandi denganku?”

Sooyeon melebarkan matanya, ia menatap kesal wajah yang menyunggingkan senyum itu. Memasang wajah innocentnya dan membuat Sooyeon benar-benar mual.

“ Aku mandi”

Baekhyun tersenyum  melihat Sooyeon berjalan ke kamar mandi, itu artinya ia menolak untuk mandi bersamanya dan memilih mandi dengan air panasnya.

.

Sooyeon menatap Baekhyun yang kini sedang menyiapkan sarapannya. Ia tidak tahu kenapa bocah ini begitu baik padanya. Ia juga tidak mengerti kenapa bocah ini  melakukan ini padanya.

Ia benar-benar belum mendapatkan hal baik dari singkronisasi antara otak dan tubuhnya. Kenapa ia ada disini, kenapa ia menikah dengan Baekhyun. Kenapa ia bisa hamil dan kenapa ia diam dan menjalaninya saja. Ia bahkan tidak berfikir bagaimana kehidupannya kedepan. Hal itu sudah hilang seketika sejak ia memutuskan untuk mempertahankan janinnya dan menikah dengan Bocah yang 5 tahun lebih muda darinya. Lebih parahnya dia menikah dengan seorang siswa.

“ Q tidak suka susu dipagi hari” ucap Sooyeon.

“ Ini susu ibu hamil,kau harus meminumnya”

Sooyeon terdiam, ia menatap Baekhyun tidak percaya. Bahkan ia tidak perduli dengan kehamilannya , ia tidak menyiapkan apapun pada bayinya. Lalu sejak kapan ia membeli susu ibu hamil ini?

“ Aku tidak mengingat kita ke supermarket sebelumnya” jawab Sooyeon memastikan bahwa gelas di depannya memang berisi susu ibu hamil.

“ Aku membelinya jauh-jauh hari, aku ingin kau sehat dan juga bayi kita”

BAYI KITA?…

Sooyeon melemas, kenapa Bocah di depannya ini terlihat sangat antusias untuk memiliki seorang anak? Apa dia tidak memikirkan masa depannya kelak? Ia menjadi seorang Ayah disaat usianya baru menginjak 20 tahun? Dan ia harus mencarikan nafkah untuk anak dan istrinya.

Ia menutup matanya dan ingin menghapus pemikirannya, betapa ia tidak mampu mengerti bocah di depannya.

Ia merasa seperti seorang penjahat. Dan benar-benar buruk.

“ Aku akan ke kampus hari ini, dan siang ini kita akan membeli baju untukmu” Baekhyun melahap sarapannya.

“ Kita ambil baju di apartemenku saja”

“ Any, kau perlu baju baru, pakaianmu akan mengecil karena perutmu membuncit”

Sooyeon terdiam, baiklah…bocah di depannya Ini mencoba bertindak sebagai pria dewasa yang mengaturnya.

“ Ini terlalu awal untuk membeli baju hamil Byun Baekhyun”

Baekhyun menatapnya tajam, membuat Sooyeon mengatupkan bibirnya seketika. Ia memang membenci wajah innocent Baekhyun, namun ia lebih membenci wajahnya saat ini, yang menatapnya tajam seakan ia marah padanya. Itu membuatnya takut.

“ Aku mengambil cuti 3 hari di Club, tidak ada waktu lagi untuk mengantarmu berbelanja jika aku sudah mulai bekerja dan kuliah”

“Aku bisa berbelanja sendiri”

“ Tidak bisa”

“ Hara akan mengantarku”

“ Tidak” jawaban itu tetap sama.

Sooyeon terdiam, ia menatap kesal pada Baekhyun. Selanjutnya ia mendorong gelas berisi susu ibu hamilnya.

“ Jangan coba mengaturku” Sooyeon berdiri dan beranjak untuk pergi dari meja makan itu.

“ Minumlah susu ini Noona”

“ Shireo!”

Baekhyun berdiri dan dengan cepat ia meraih lengan Sooyeon.

“ Habiskan sarapanmu, habiskan susumu dan tunggu aku sampai siang hari!”

Sooyeon terbatu, ia menatap Baekhyun yang juga menatapnya tajam, kalimatnya lembut namun tajam dan membuatnya takut.

Ayolah…kenapa ia merasa Baekhyun benar-benar mengancam kehidupannya. Kenapa ia merasa ia salah mengambil keputusan untuk menikah dengan Baekhyun?

Dan dia mulai mengaturku…

 

&             &             &

 

Sooyeon menendang pintu di depannya. Ia berfikir memiliki kesempatan untuk kembali ke apartemennya mengambil beberapa kebutuhannya di apartemennya sendiri dan bertemu Hara. Namun Baekhyun lebih licik dari yang ia kira. Bocah itu mengunci pintu apartemennya dan tidak membiarkan Sooyeon keluar begitu saja.

Ia beralih ke dapur untuk mencari makanan yang bisa ia makan, ia terpaksa menghabiskan susu ibu hamil dan membuatnya memuntahkan isi perutnya karena ia tidak suka rasa susu itu.

Kali ini ia merasa lapar namun sarapan yang dibuatkan Baekhyun tadi pagi sudah bersih dari meja makan.

Ia beralih membuka lemari es dan mencari makanan untuknya. Namun ia hanya menemukan makanan mentah yang tidak mungkin ia makan. Ia tidak terlalu pandai mengolah makanan, sebenarnya ia tidak pandai memasak. Ia bisa saja mencoba memaskanya, namun ia tidak ingin ia memuntahkan kembali isi perutnya karena rasa makannya yang buruk.

Ia merengut dan beralih untuk duduk di depan televisi, menonton acara yang entah apa itu. Ia tidak bisa jenak dan duduk dengan tenang. Beberapa kali ia melihat jam dindingnya dan berharap pintu apartemennya bisa segera terbuka. Kenapa terasa sangat lama menunggu Baekhyun pulang dan ia bisa keluar dari apartemen ini. Meskipun pada akhirnya ia harus mengikuti Baekhyun untuk berbelanja keperluan kehamilannya.

CKLEK

Sooyeon menoleh cepat kea rah pintu, ia berlari kecil dan memastikan bahwa suara itu adalah Baekhyun.

Ia mengintip dan mendapati Baekhyun tersenyum padanya. Selanjutnya ia menyembunyikan wajah antusiasnya . Ia tidak ingin Baekhyun salah paham karena ia tidak sengaja menunggunya pulang. Ia menunggu pintu itu terbuka dan ia bisa melihat dunia luar. Ia ingin bernafas dan melihat pemandangan luar ruangan. Ia tidak biasa berada lama di dalam rumah yang bukan rumahnya sendiri.

“ Anyeong” ucapnya lembut. Wajah yang berbeda dengan wajah terakhir sebelum ia keluar rumah.

Ia memiliki banyak wajah yang ditunjukkan pada Sooyeon.

Selanjutnya Baekhyun meletakkan tas ranselnya dan mendekati Sooyeon  yang berdiri tak jauh darinya.

Ia menarik pinggang Sooyeon lalu berniat menciumnya namun dengan cepat Sooyeon menghindar.

Baekhyun terbatu, Sooyeon menghindar lagi darinya.

“ Kukiira kau memang menunggu kedatangannku”

“ Kau mengunciku, dan sangat membosankan berada lama di dalam rumah”

“ Aku ingin menguncimu lagi karena kau menghindari ciumanku noona”

Sooyeon melotot  ia memicing tidak terima.

“ Jangan bertindak seolah kau adalah seorang suami”

“ Aku memang suamimu”

“ Kita menikah karena aku ingin bayi ini lahir mempunyai status, selanjutnya jangan berfikir aku akan meneruskan pernikahan ini” Tegas Sooyeon.

Baekhyun terdiam, matanya tak kalah lebar menatap tajam pada Sooyeon.

“ DENGAR NOONA! JANGAN PERNAH BERFIKIR KAU BISA BERPISAH DENGANKU!”

Sooyeon benar-benar terdiam, ia mematung dan menatap Baekhyun yang kini tengah meradang karenanya. Ia tidak tahu jika wajah Baekhyun akan benar-benar menakutkan jika ia sedang marah. Wajah innocent yang menjengkelkan itu berubah menjadi wajah menakutkan seperti yang ia lihat saat ini.

Ia benar-benar bingung. Ia tidak mencintai Bocah ini, ia juga belum bisa berfikri bagaimana kehidupannya kelak jika menjadi istri Bocah ini. Ia benar-benar tidak bisa menerimanya.

Ini masih begitu sulit baginya. Seharusnya Baekhyun tidak membuat pernikahan ini begitu mendadak, ia masih ingin memikirkan banyak dan menyiapkan banyak hal.

Namun kenyataannya bocah ini tidak bisa menunggu lama, ia merencanakan tanpa sepengetahuannya. Membawanya seolah menculiknya.

“ Ini terlalu cepat untukku”

“ Lihatlah…Bahkan setelah menikah denganku kau masih merasa ragu? Bukankah sudah kukatakan aku akan melakukan segala hal untuk menjagamu? J”

“ Seharusnya kau memberiku waktu”

“Lalu membiarkan perutmu membesar ? terimalah keadaan ini dan jangan pernah berfikir untuk lepas dariku, apapun alasanmu”

Sooyeon menunduk, ia merasakan tangan Baekhyun menggenggam erat pundaknya. Ia juga merasakan deru nafasnya yang memburu. Bocah ini masih mengontrol emosinya. Dan ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Baekhyun membuatnya takut. Dan ia merasa ia akan menghadapi hari-hari berat berikutnya. Baekhyun benar-benar diluar dugaannya.

.

.

TBC

Hy…udah ketemu belum psychonya Baekhyun dimana? Belum full sih…tapi menurutku dia itu udah Psycho🙂

Maaf ya kalau ceritanya membosankan atau jelek…komentar kalian dan kritik juga nggak papa🙂 biar ada koreksi atau sebagainya🙂

Gomawoo

51 thoughts on “Moonlight |One

  1. Huhu… aura psycho baekhyun nya itu kerasa, mskipun blum trllu prah bgt. Kasian sica nya :)). Aaaa… gasabar nunggu chap 2 nya ^^

  2. pernikahannya udah di rencanaiin sama baek, dan sica seolah otakknya ilang :v mungkin karena faktor ibu hamil, jadi dia nurut² aja sama baek, ditunggu cast selanjutnya! semangat thor!

  3. Sumpah baca ni ff senyum2 sendiri :v
    Baekhyun aura spycho nya udh mlai keluar?/
    greget weh sma njess gara2 gak percaya sama Baekhyun :v pdhl Baekhyun tulus?/?/
    keren ni ff !! Cpat dilanjut NDE penasaran sma mereka apa lgi njess susah diatur sma Baekhyun?/

  4. Kyaaa. . .s0oyeon hamil jg anaknya baekhyun#reader yg stu ini lebay dech hihihi
    Dan yg pling lucu tuch pas s0oyeon ngasih tau baek klo dia hamil, kan biasanya cwk klo ngasih tau ttng kehamilannya diluar nikah gtu apalagi kclakaan pasti udah pada kbur dan gk mw tanggung jwb eh taunya baekhyun malah sneng bnget dan antusias,s0oyeon pasti bngung dan gak percya aja tuch hahaha
    ini ff pk0knya seru bnget dech th0r.

  5. awalnya gue udh sneng,krn akhirnya jessica itu ditanggungjawabin sm baekhyun… tp mkin ksini koq q lihat baek itu mksa bget y sm sica,sica itu udh kyak robotnya dia j. gk bs ini gk bs itu. kyaknya rasa cintanya baek itu kyak org yg gk bs brfkir jernih. koq q rada takut y. psycho ni…

  6. Aaaaaaa~~~~
    Aku baper(?) ceritanya bener-bener bikin aku gregetan. Watak Baekhyun yang kamu buat itu the best dan diluar dugaan ><
    This is the first BaekSica FF that I love sooooo much <3333333
    Aku suka model-model ff kaya yang chingu buat ^^
    Lanjut baca deh :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s