Moonlight | Two

moonl-copy

Author: S.Y.M

Title : MOONLIGHT

Lenght : Chaptered

Rating : PG16

Genre : Angts, Romantic

Cast : Jessica Jung, Byun Baekhyun.

Suport Cast :

Cho Kyuhyun, Go Hara

Credit Poster:

G.Lin @ Cafe Poster

Note:

Warning, cerita yang tidak memuaskan dan typo .

SELAMAT MEMBACA🙂

& & &

Psycho Love

 

 

“Entah sampai kapan aku berada di keadaan seperti ini, hatiku ingin menolak tapi tubuhku tetap diam seperti ini. Dan…rasa cintaku…” Jung Sooyeon.

 

Sooyeon terus bergeming melihat Baekhyun yang sibuk memilihkan baju untuknya. Sesekali ia melirik perutnya, belum terlalu buncit menurutnya. Ia masih ingin memakai pakaiannya yang lama. Pakaian yang lebih fashionable menurutnya. Daripada baju ibu hamil ini, setidaknya Baekhyun mau menunggu sampai beberapa bulan lagi baru ia mau memakai pakaian itu.

Sooyeon masih bertahan di tempatnya saat ini. Ia lebih memilih untuk duduk dan membiarkan Baekhyun yang entah kenapa sangat antusias.

Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar dan mendapati para pekerja yang sebagian besar adalah gadis gadis muda dan mereka sedang berbisik satu sama lain. Selanjutnya ia mengikuti arah pandang mereka yang tertuju pada Baekhyun, mata itu tertuju pada Baekhyun suaminya, jangan lupakan itu.

“Ish…kenapa ia menunjukkan wajah menjijikkan itu” gerutunya.

Wajah tampan, imut dan innocent. Itulah yang saat ini membuat Baekhyun menjadi pusat perhatian oleh para penjaga toko ini. Apa ia sedang menikmati momen ini atau dia memang tidak sadar dengan keberadaannya? Nyatanya Baekhyun tetap memilih baju untuk Sooyeon. Sesekali ia tunjukkan pada Sooyeon namun melihat ketidak tertarikan Sooyeon ia kembali memilih baju lain.

“ Cobalah ini Noona”

Bocah ini sudah berdiri di depan Sooyeon. Masih dengan wajah menjengkelkannya.

Sooyeon meraihnya tanpa banyak bicara, ia tidak ingin membuat perdebatan seperti sebelum mereka berangkat ke tempat ini. Ia tidak ingin memancing kemarahan Baekhyun di tempat ini.

Baekhyun sadar akan hal ini, ia sedang menjadi pusat perhatian beberapa gadis penjaga toko, selanjutnya ia menunduk dan tersenyum pada mereka. Sooyeon memutar matanya karena mendapati sikap Baekhyun yang menurutnya lebih narsis dari dugaannya. Ini seperti service sendiri bagi gadis-gadis itu karena mendapat senyum imut dan cute dari Baekhyun.

“ Mereka tidak tahu wajahnya itu sebenarnya menyeramkan” gerutu Sooyeon.  Dan itu terdengar oleh Baekhyun.

Ia melirik Sooyeon yang menutup ruang ganti tanpa melihatnya. Baekhyun tersenyum simpul. Hatinya tengah berbahagia, benar-benar bahagia karena ia mempunyai waktu untuk bersama Sooyeon. Noona yang ia cintai bahkan sangat ia cintai dari segala gerak geriknya.

Tak butuh waktu lama dan Sooyeon sudah berada di depannya dengan baju yang ia pilih. Baekhyun tersenyum dan memberinya beberapa baju pilihannya.

“ Sebanyak ini? “ tanya Sooyeon.

“ Tenang saja, aku memiliki cukup uang untuk membelinya”

“ Bukan itu maksudku, kita bisa mencicilnya perlahan”

“  Bukankah aku sudah katakan, aku hanya menbambil cuti 3 hari, setelah ini kegiatan kampusku akan padat dan aku tidak bisa menemanimu belanja”

Sooyeon sudah membuka mulutnya untuk kembali memberikan tanggapannya , namun segera ia urungkan mengingat bagaimana Baekhyun ketika ia menyanggah setiap pemikirannya. Ia harus menahannya sampai mereka keluar dari toko.

“ Baiklah…” ucap Sooyeon menurut.

.

“ Tolong ini semua” ucap Sooyeon pada salah satu penjaga toko.

“ Ne..nyonya, ah…apa dia adik anda?”

Sooyeon terdiam, ia melihat ke arah yang sama seperti penjaga toko ini, selanjutnya ia tersenyum dan membungkukkan setengah badannya tanpa menjawab pertanyaan itu. Ia tidak mungkin menjawab iya karena dia memang bukan adiknya, ia juga tidak mau menjelaskan lebih tentang status pria berwajah imut yang sedang menjadi pusat perhatian itu.

“ Ah…dia sangat cute dan tampan” ucap penjaga toko itu malu-malu.

“ Ne…seperti itu kah? “ Sooyeon kembali tersenyum dan memilih untuk mendekati Baekhyun.

.

.

“ Aku sudah meminta mereka untuk membawanya ke kasir” cegah Sooyeon sebelum Baekhyun menambah lagi daftar belanjaannya.

“ Oh…kau yakin . hanya itu?”

“ emm…”

Sooyeon melangkah pergi, diikuti oleh Baekhyun.

Dan benar, pantas saja orang-orang menanyakan apakah Baekhyun adalah adiknya, kali ini Sooyeon memperhatikan bocah itu dari arah belakang, dari segala gerak-geriknya. ia tidak mau ikut antri di kasir, ia lebih memilih untuk duduk dan menunggu.

Ia memperhatikan dari belakang bocah bernama Baekhyun itu, dia memang masih terlihat sangat muda , sangat jelas dari wajahnya. Dan kenyataannya memang ia lebih muda darinya. Ia tidak mau membahas itu, kenyataannya bocah ini adalah suaminya, ingat…Suaminya. Ini terliat seperti dia adalah seorang pedhofil.

Ia kembali terkekeh pelan ketika melihat penjaga kasir yang notabene adalah juga seorang gadis terlihat kaku melihat ada pria muda dan tampan sedang membayar belanjaan ibu hamil. Dia terlihat terpesona, yach…tentu terpesona karena wajah tampan itu sangat menggemaskan bagi mereka, kecuali Sooyeon karena ia tidak menyadari itu.

Baekhyun tahu, ini sudah diluar kepalanya ketika gadis-gadis muda bahkan yang lebih tua darinya akan menaruh perhatian lebih ketika melihatnya. Yang ia lakukan adalah tersenyum pada wajah-wajah yang terpesona padanya itu bak seorang artis. Bukan salahnya jika ia memiliki wajah imut dan tampan seperti ini.

“ Ayo, Aku sudah selesai”

Sooyeon berdiri, ada yang berbeda dengan wajahnya. Baekhyun menangkap itu.

“ Kenapa?”

“ Apa kau mendapat kenalan dari beberapa penjaga toko itu?” tanya Sooyeon.

Baekhyun mengerutkan keningnya, apa yang dimaksud istrinya ini.

“ Ada yang ingin berkenalan denganmu dan bertanya apakah kau adikku”

“ Lalu apa jawabanmu?”

Sooyeon diam, ia tidak menjawab pertanyaan itu. Membuat Baekhyun yang kini berjalan di sampingnya geram.

“ Sudah kuduga kau tidak menjelaskan apapun” ucap Baekhyun.

“ Mereka juga tidak perlu tahu  itu, tidak usah diperpanjang”  jawaban Sooyeon mengubah suasana mereka menjadi hening.

Baekhyun menjadi diam dan Sooyeon juga tidak ingin memulai percakapan. Mereka hanya berjalan menuju arah yang sama hanya berjalan lurus dan tidak ada yang memulai pembicaraan.

.

.

Baekhyun menoleh saat merasakan Sooyeon tidak lagi berjalan di sampingnya. Ia mendapati wanita itu tengah berhenti dan terdiam menatap sungai Han.

“ Kau ingin ke tempat itu?”

Sooyeon mengangguk. Dan selanjutnya ia melangkah lebih dulu, disusul Baekhyun di belakangnya. Sungai Han memang terlihat indah saat sore hari. Ia berdiam diri merasakan semilir angin di tempat ini dan membuat apa yang ada di dalam dirinya ikut tenang. Ia ingin tidur.

Baekhyun hanya memandangnya, ia melihat wajah yang begitu nyaman dan tenang saat terpejam itu dengan senyum tipis di wajahnya. Dalam hati kecilnya ia merasa kasihan dan bersalah. Bukannya ia tidak sadar bahwa ia yang menyebabkan gadis di depannya ini seperti ini. Ia sangat sadar ketika melakukan hal itu padanya. Ia menjadi sangat jahat mencuri hal yang berharga dari Sooyeon saat gadis itu tidak sadarkan diri. Namun hasilnya Noona yang ia cintai itu berdiri disini, bersanding dengannya sebagai istrinya dan mengandung calon bayinya.

Ia tidak ingin mengedipkan matanya ketika melihat wajah tenang ini. Bahkan ini pertama kalinya ia melihat wajah yang begitu hangat dan tenang selama ia mengenalnya.

“ Ah…Agassi”

Sooyeon membuka matanya dan melihat ke sumber suara, gadis itu tersenyum dan membungkukkan badannya.

Dia Nyonya yang saat itu.

“ Kita bertemu lagi” ucapnya.

“ Ne… bagaimana dengan kandungan anda Nyonya” tanya Sooyeon lembut, ia meraih dan membelai kepala anak kecilnya yang sedang menggandengan tangan ibunya.

“ Sejauh ini sangat sehat, apa anda sudah memeriksa kandungan anda?”

Baekhyun membungkukkan separuh badannya ketika Nyonya itu meliriknya. Ia tersenyum dan tahu maksud dari tatapan itu.

“ Kami belum sempat memeriksanya” jawaban itu keluar dari mulut Baekhyun. Bukan Sooyeon.

Sooyeon hanya tersenyum kaku dan mengartikan jawaban “ OH “ dari Nyonya itu.

“ Saya Suaminya, Byun Baekhyun imnida” Baekhyun membungkuk memperkenalkan dirinya.

“ Ah…kalian pasangan muda ternyata, aku hampir tertipu dengan wajah suami anda Agassi, dia terlihat masih sangat muda, namun siapa sangka dia akan menjadi seorang ayah”

“ n_ne” jawab Sooyeon ragu.

Dia memang masih muda.

“ Baiklah…tempat ini memang indah untuk bersantai, aku selalu berjalan jalan di tempat ini setiap sore dan mungkin hari ini akan menjadi hari terakhirku, mungkin dalam minggu ini aku harus banyak istirahat karena perkiraan aku akan melahirkan dalam waktu dekat, jangan lupa memeriksakan kandunganmu Agassi, aku harap bayimu sehat”

Sooyeon merasa bahwa ia benar-benar akan menjadi seorang ibu  ketika tangan Nyonya itu menyentuh perutnya. Selanjutnya ia hanya membungkuk dan membiarkan Nyonya itu berlalu darinya.

Ia tersenyum getir dan meraba perut yang nantinya akan membuncit seperti Nyonya tadi. Ia lupa akan kehadiran Baekhyun di sampingnya. Mendengar betapa Nyonya itu menasehatinya membuatnya benar-benar teringat dengan keadaan tak terduganya. Ini bukan mimpi yang hanya ia yang merasakannya, ini kenyataan yang disaksikan banyak orang di sekitarnya.

“ Kita akan memeriksakan kandunganmu besok Noona”

Sebuah rengkuhan ia rasakan begitu saja. Baekhyun memeluknya dari arah belakang. Ia bisa merasakan tangan Baekhyun menyentuh tangannya dan ingin meraba perutnya. Perut yang berisi bayi mereka.

Sooyeon ingin melepasnya, namun rengkuhan itu terasa hangat dan begitu kuat menahan tubuhnya. Selanjutnya air matanya tak mampu lagi ia pertahankan. Ia menangis , Sooyeon menangis. Baekhyun juga merasakan Noonanya tengah menangis.

Baekhyun semakin memperkuat rengkuhannya. Sentuhan tangannya bisa merasakan nyawa yang hidup di dalam perut itu meski belum terdengar pergerakannya. Ia akan merasakannya sebentar lagi. Perlahan ia mencium pundak Sooyeon yang semakin terisak. Ia bisa merasakan kesedihan Noonanya. Ya, ia benar-benar ikut merasakan kesedihan Noonanya. Ia ingin menahannya dan memintanya untuk berhenti, namun ia menahannya. Ia membiarkan Sooyeon menangis karena banyak hal berat yang ia alami akhir akhir ini. Termasuk kehamilan dan pernikahan mereka.

“ Aku mencintaimu Noona, aku akan membuatmu bahagia, menangislah hari ini dan jangan lagi menangis di lain hari, aku ada di sisimu” Baekhyun memutar tubuh itu, ia membasuh air mata pada wajah cantik Sooyeon .

Baekhyun membelai wajah yang basah karena air mata itu, ia menyentuh lembut pipi Sooyeon tanpa perlawanan dari Sooyeon.

“ Aku mencintaimu” ucap Baekhyun lirih.

Selanjutnya ia menyatukan bibirnya bersama bibir mungil Sooyeon. Ia tidak perduli meskipun ia sedang berada di tempat umum, Sooyeon adalah istrinya dan ia tengah menenangkan kegelisahan istrinya.

Ia tidak tahu harus berbuat apa karena Sooyeon terus terisak. Hatinya terasa teriris melihat Sooyeon seperti ini. Sedangkan rasa cintanya benar-benar besar pada Noonanya ini. Ia tidak bisa melepasnya, ia tidak bisa membiarkannya jauh darinya, dan ia akan membuat Sooyeon berada untuknya. Ia akan menjaganya, membuatnya bahagia dan terus mencintainya.

Sooyeon terdiam, pikirannya kalut akan hal-hal berat yang menimpanya saat ini. Ia merasakan bibir itu terus memberikan kehangatan pada bibirnya. Entahlah…ia tidak bisa menghindar ataupun menolaknya. Rengkukan tangan Baekhyun begitu kuat padanya.

Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku tidak akan melepasmu, aku akan menjagamu, aku akan membahagiakanmu dan jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku karena aku disisimu.

Kalimat itu seolah ia salurkan bersama dengan setiap sentuhan bibirnya pada bibir Sooyeon. Ia bisa merasakan air mata itu menetes diantara ciumannya. Sooyeon tidak menolaknya karena ia menahannya. Ia tidak perduli dan ia juga tidak mengerti kenapa ia bisa mencintai Noona di depannya segila ini.

,

,

Baekhyun meletakkan tubuh itu perlahan di tempat tidurnya. Ia tersenyum simpul lalu menyentuh hidung Sooyeon.

Noonanya tertidur dan membuatnya harus membopongnya sejauh ini. Ah…tidak…dari depan apartemen sampai kamar sebenarnya.

Tangannya menyentuh dan memindahkan selimut itu dan meletakkannya di atas tubuh Sooyeon. Mulutnya sudah ingin mengatakan lagi bahwa ia mencintainya. Namun ia menahannya, bibirnya mengerucut dan menahan tawanya. Ia harus segera keluar dari kamarnya sebelum apa yang ada di otaknya benar-benar terlaksana. Wajah cantik dan tenang itu menyihirnya dan membuatnya ingin melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan dulu padanya.

.

.

Sooyeon merasakan terik yang mengenai wajahnya. Ia ingin membuka matanya namun ia mencium aroma lain di depannya. Ini aroma wewangian milik Baekhyun dan pasti bocah itu sedang di depannya, bersiap membangunkannya.

“ Cepat buka matamu Noona, aku tahu kau sudah bangun”

Sooyeon membuka satu matanya dan benar, Baekhyun tengah menyambutnya dengan wajah senyum dan mengemaskan yang lebih mengarah pada menyebalkan bagi Sooyeon.

Tangan Baekhyun beranjak untuk menarik selimut Sooyeon namun dengan cepat Sooyeon duduk.

“ Aku akan segera mandi” ucapnya dan ia segera turun dari tempat tidurnya.

“ Baiklah…kita mandi bersama” goda Baekhyun yang sukses membuat mata Sooyeon seperti ingin lepas dari kelopaknya.

“ b_bukannya kKau sudah mmandi?”

“ Aku ingin mandi lagi, bersamamu”

“ Andwae!” Sooyeon menyilangkan tangannya dan wajahnya menegang.

Baekhyun tertawa, wajah Sooyeon benar-benar lucu . selanjutnya ia memilih untuk mendekatinya.

“ Kau baru saja menolak ciuman pagiku dan menolak permintaanku” wajah itu berubah menjadi wajah mengancam.

Sooyeon berusaha mencerna, ia menoleh ke berbagai tempat untuk menghindari tatapan tajam yang dilempar Baekhyun untuknya. Ia sedang berfikir apa yang harus ia lakukan untuk menghindari kemarahan Baekhyun di pagi hari.

“ Baiklah…”

Chu

Dengan cepat Sooyeon mencium pipi Baekhyun dan berlari ke kamar mandi. Ia menutup pintu kamar mandinya dengan keras dan terdengar ia menguncinya.

Baekhyun terkekeh, ia tidak menyangka Sooyeon memilih untuk menciumnya dan kabur ke kamar mandi.

“ Hah…dia membuatku gila”

.

.

Baekhyun mengatupkan kedua tangannya menyangga wajahnya, dengan gaya imut ia menatap Sooyeon yang tengah menghabiskan makanannya. Ia terus tersenyum meskipun mendapat tatapan aneh dari Sooyeon.

“ Jangan menatapku seperti itu, lebih baik kau berkenalan dengan mereka” mata Sooyeon menutu pada segerombolan gadis SMA yang tengah menatap Baekhyun dengan wajah penasaran mereka.

“ Jangan memulainya, aku sedang bahagia karena hasil pemeriksaan dokter hari ini”

“ Mereka memperhatikanmu dan membuatku risih, lebih baik kau duduk disana dan aku menghabiskan makananku”  Sooyeon beralih menyeruput jus di depannya.

“ Kau tidak cemburu Noona?”

“ Untuk apa? Aku tidak mencintaimu jad_” Sooyeon menghentikan kalimatnya, perlahan tangannya menutup mulutnya yang sudah terlewat pedas dan benar-benar memancing wajah dan tatapan tajam itu keluar dari sosok imut Baekhyun.

Ia menatap Baekhyun perlahan dan benar, wajah imut dan innocent itu hilang dan berganti dengan tatapan tajam darinya.

“Bbaek_”

SREK

Baekhyun menggeser kursinya, ia berdiri dan beranjak pergi dari mejanya. Sooyeon mendengus, ia melihat Baekhyun keluar begitu saja dari cafe.

“ Dia benar-benar marah?” gumamnya.

Ia membuang nafas dan merelakan makanannya ia sisakan karena ia harus mencari Baekhyun.

.

.

Ia tidak tahu apakah kalimatnya benar-benar menyinggung Baekhyun. Ia juga merutuki mulutnya yang terlalu jujur jika berujung seperti ini. Bagaimanapun jika Baekhyun tersinggung ini benar-benar diluar kuasanya. Ia sudah melihat wajah merah padam yang Baekhyun tunjukkan.

“ Ah…bocah itu…menyebalkan” gerutu Sooyeon saat ia tidak menemukan Baekhyun di sekitar cafe tempatnya makan.

Dia juga merutuki ponsel yang ia lupakan beberapa hari ini. Ia lupa dimana ponsel itu. Dan ia tidak punya nomor ponsel Baekhyun, ia tidak punya bukan tidak hafal. Jika saja ia hafal ia kan menghubunginya melalui telepon umum. Namun sepertinya ia benar-benar diambang kebodohannya karena kekalutan pada otaknya. Ia lupa ponselnya tidak tahu nomor telepon Baekhyun dan ia kehabisan uang karena ia juga meninggalkan dompetnya.

“ Apa yang terjadi akhir akhir ini membuatku terlihat bodoh?” gerutunya.

Ia mendengus kesal, namun detik berikutnya ia menyeringai. Ia hafal jalan menuju apartemennya dengan berjalan kaki apartemennya tidaklah jauh dari tempatnya sekarang. Kenapa ia tidak mampir ke apartemennya , membawa beberapa perlengkapan dan bajunya yang bisa ia pakai, lalu bertemu Hara dan memintanya untuk mengantarkannya ke apartemen Baekhyun dengan mobilnya. Hara perlu tahu apartemen Baekhyun

 

Ini kesempatan bagus. Gumamnya.

.

.

Baekhyun melihat Sooyeon bebalik , ia tahu Noonanya sedang mencarinya dengan wajah bersalahnya. Namun setelah ia terdiam, kenapa ia berbalik arah? Mau kemana dia?

Dengan langkah yang jauh dari jangkauan Sooyeon, Baekhyun mengikuti langkah Noonanya itu. Ia tahu Sooyeon tidak membawa apapun saat pergi bersamanya. Ponsel dan dompet pun ia tidak membawanya. Yang ada di dalam tasnya adalah amplop berisi foto hasil pemeriksaan kandungannya. Ia sendiri yang meletakkannya.

Baekhyun hanya mengikuti langkah Sooyeon tanpa berniat untuk membawanya kembali. Ia menyeringai ketika tahu kemana Sooyeon pergi.

Noonanya itu mengambil kesempatan untuk kembali ke apartemennya sementara Baekhyun tidak ada di sekitarnya. Bagus sekali, gumam Baekhyun. Ia seharusnya tidak pergi begitu saja dan segera muncul saat Sooyeon mencarinya.

Baekhyun menyembunyikan tubuhnya saat sadar Sooyeon tengah menoleh ke belakang. Mungkin Noonanya merasakan hal aneh yang ada di belakangnya.

Namun selanjutnya Sooyeon tidak memperdulikan itu, ia harus segera mengambil barang-barangnya , menemui Hara dan kembali ke apartemen Baekhyun sebelum bocah itu tahu keberadaannya.

,

,

Tidak butuh waktu lama untuk Baekhyun menunggu Sooyeon kembali keluar dari apartemennya. Ia tersenyum simpul namun saat ini ia sedang meradang karena Sooyeon pergi dengan sembunyi-sembunyi seperti ini. Terlihat gadis itu membawa tas berisi perlengkapannya. Dan ia terlihat terburu-buru untuk mengunci apartemennya dengan password.
“ Jung Sooyeon”

Sooyeon terbatu, suara siapa ini? Spontan ia meletakkan tasnya dan berbalik. Matanya membula melihat siapa yang berdiri di depannya.

Hatinya bergejolak melihatnya, Matanya juga tidak kunjung normal. Wajahnya menegang, tubuhnya kaku dan jantungnya menderu cepat.

“ Ccho Kyuhyun” ucapnya lirih.

Pria itu tersenyum dan melangkah untuk mendekati Sooyeon.

Cho Kyuhyun ada di depannya ? DIA CHO KYUHYUN? Hati Sooyeon benar-benar bergejolak, ia berteriak dan meyakinkan diri bahwa dia bukan Cho Kyuhyun. Kekasih yang amat ia cintai 5 tahun ini dan yang telah gagal menikah dengannya.

Tidak

Jangan mendekat.

Itu yang ingin Sooyeon ucapkan, namun terlambat karena kini Kyuhyun sudah berada di depannya. Tangan besarnya merengkuhnya seolah ia masih miliknya.

Sooyeon menahan nafasnya, dalam otaknya sudah tersirat nama Byun Baekhyun. Ia tidak bisa membayangkann kilatan matanya jika saja bocah itu melihat ini. Istrinya sedang dipeluk oleh pria yang dicintainya.

.

.

“ AAAAAGHT”

PYAR

Mata Baekhyun memerah, ia benar-benar marah. Jangan lihat keadaan rumahnya sekarang. Dan jangan lihat kaca yang sungguh malang nasibnya karena sudah berceceran tidak terselamatkan dari tangan Baekhyun. Jangan juga lupakan tangan Baekhyun yang menjadi korban kekejamannya sendiri pada benda-benda di sekitarnya.

Bagaimana tidak, bagaimana ia bisa mengontrol emosinya ketika melihat Sooyeon bertemu dengan pria itu. Pria yang ia tahu bahwa Sooyeon sangat mencintainya. Pria yang meninggalkan Sooyeon dan membuat gadis itu sakit hati. Yang menjadi masalah adalah, kenapa pria itu kembali muncul di saat Sooyeon sudah menjadi miliknya, tidak, hati Noonanya itu belum menjadi miliknya namun Sooyeon sudah menjadi miliknya karena Sooyeon adalah istrinya.

Kenapa ia harus pergi meninggalkan Sooyeon di cafe, kenapa ia bersembunyi ketika Sooyeon mencarinya, kenapa ia tidak segera mencegah Sooyeon saat Sooyeon berbalik, kenapa ia hanya mengikuti Sooyeon yang kembali ke apartemennya dan kenapa Sooyeon harus bertemu pria itu. Semua itu penuh di kepala Baekhyun dan ia tidak bisa mengontrol rasa cemburunya.

“ AAAAAGGHT” Teriaknya kembali.

.

.

Sooyeon terbatu, Kyuhyun melepaskan pelukannya karena merasa Sooyeon tidak nyaman akan hal itu.

“ Wae? Kau benar-benar marah dan membenciku?” tanya Kyuhyun.

Jangan bodoh Cho Kyuhyun, siapa yang tidak membencimu karena kau meninggalkan kekasihmu begitu saja?

“ Bagaimana caraku menebusnya? Katakan padaku, aku menunggumu selama beberapa hari ini dan hari ini kau muncul di apartemenmu, apa kau sengaja pindah apartemen untuk menghindariku?”

Tidak…jangan lakukan apapun, tetaplah menjaga jarak dariku. Cho Kyuhyun kemunculanmu benar-benar tidak tepat.

“ Jung Sooyeon”

“ Oppa…bagaimana kkau “

“ Aku ingin menceritakan banyak hal padamu, tinggalah sebentar”

“ Aku harus pergi, aaku harus ke apartemen baruku”

“ aku akan mengantarkanmu”

“ Tidak…jangan lakukan apapun, kumohon. Aku sengaja mengambil kunci mobilku dan aku ingin menyetir sendiri, mungkin bersama Hara ah tidak, q ingin sendiri ” tolak Sooyeon.

Ia benar-benar gugup ditengah hatinya yang berkecamuk. Otaknya yang kacau dan matanya yang perih. Ia ingin mengatakan ia juga merindukan Cho Kyuhyun namun kalimat itu ia urungkan segera. Mengingat keadaannya yang berubah saat ini.

“ Jung Sooyeon, aku benar-benar ingin meminta maaf karena pergi begitu saja, aku tahu ini menyulitkanmu, tapi aku sudah mendapat restu dari mereka” wajah itu begitu berbinar namun tidak untuk Sooyeon.

Kyuhyun yang tiba-tiba menghilang membuatnya terpuruk, benar-benar terpuruk. Ia tahu masalah terbesar hubungan mereka adalah, bahwa hubungan mereka yang tidak mendapat restu dari keluarga Kyuhyun. Namun saat ini sudah berbeda, benar-benar berbeda.

“ Oppa, mianhae….” Sooyeon menangis, ia tidak bisa menahannya lagi. Ia ingin segera pergi namun Kyuhyun sendiri yang menahannya.

Kyuhyun tidak mengerti kenapa Sooyeon meminta maaf padanya, seharusnya dialah yang meminta maaf karena pergi begitu saja.

“ Apa kita tidak bisa memulainya lagi?”

“ Mianhaae….” Sooyeon menunduk, mata itu benar-benar mengeluarkan seluruh cairannya.

“ Wae?” Kyuhyun perlahan mendekat. Ia tidak mengerti kenapa Sooyeon lah yang meminta maaf dan menangis di depannya.

“ Aaku sudah menikah” Sooyeon memejamkan matanya. Ia tidak menyangka ia bisa mengatakannya, namun kalimat itu memang harus keluar dari mulutnya. Ia harus melakukannya.

DDAR

Spontan Kyuhyun melangkah mundur, wajah tampan yang berbinar sebelumnya hilang begitu saja.

Kau terlambat CHO KYUHYUN…

.

.

.

AAAGTH”

Sooyeon menegang, ia mengurungkan langkahnya untuk masuk lebih dalam lagi ke dalam apartemennya karena mendengar teriakan dari Baekhyun. Jantungnya tak kalah membuatnya melemas. Ia melihat kekacauan di apartemen itu yang ia sendiri tidak yakin Baekhyun mampu melakukannya. Kenapa bocah itu melakukan ini, banyak sisi lain yang ditunjukkan Baekhyun saat bocah itu sedang marah. Lalu kenapa dia marah?

Belum cukup jantungnya dibuat bergejolak karena Kyuhyun, matanya yang terus berair setelah ia mengatakan kenyataan hidupnya dihadapan Kyuhyun, Membuat pria itu mundur seketika dan ia tahu pasti ada petir yang menyambar hatinya. Lalu mendengar teriakan kemarahan Baekhyun dan betapa kacaunya kondisi apartemen Baekhyun. Benar-benar menguras kinerja jantungnya.

Ia mencari-cari sosok Baekhyun yang ia yakini suara teriakan itu berasal dari kamar mandi.

Dan benar, ia melihat betapa kasihannya kaca yang tidak bersalah itu menjadi korban kemarahan Baekhyun.

“ b_baekhyun_ah” ucap Sooyeon lirih. Ia ingin mendekat namun tatapan Baekhyun begitu menakutkan baginya.

Apa karena ucapannya di cafe, hanya karena itu ia semarah ini? Itulah yang ingin ia yakinkan. Atau bocah ini tahu dia pergi ke apartemennya tanpa sepengetahuannya? Atau jangan-jangan….

“ Ttanganmu berdarah” bibir itu sudah bergetar.

Baekhyun melangkah mendekatinya, masih dengan tatapan tajamnya.

“ Aaku akan mencari perban”

“ tetap di tempatmu Noona”

Sooyeon terdiam, ia menghentikan niatnya untuk pergi dan mencari perban untuk luka di tangan Baekhyun. Tangan yang dengan kejam memecah belahkan kaca tidak bersalah itu. Tangan yang malang .

Sooyeon berdiri kaku di tempatnya, matanya menatap Baekhyun yang mendekatinya dengan tatapan tajam dan penuh amarahnya.

Ia membenci ini, namun wajah imut yang menyebalkan itu lebih baik dari pada wajah ini. Kemana wajah itu disaat seperti ini?

BUK

Sooyeon memejamkan matanya saat tahu tangan itu melayangkan tinju kearahnya. Ia mengerutkan keningnya, tangannya mengepal takut karena suara keras itu terdengar di telinganya. Tangan malang itu menyentuh dinding yang keras ini. Ia tidak bisa membayangkan betapa hancurnya tangan itu jika terus ia perlakukan seperti ini.

“ Apa yang kau lakukan dengan pria itu?”

Benar, Baekhyun tahu bahwa dia bertemu Kyuhyun, lalu kenapa bocah ini bisa tahu? Ah…tidak…jangan bahas itu karena banyak cara yang bisa ia lakukan untuk mengawasinya.

“ Ttidak ada, aku ha_hanya mengambil keperluanku ddan berttemu dengannya, Mianhae…karena tidak memberitahumu…aaku”

“ tatap wajahku Noona”

Sooyeon menangis, Baekhyun dapat merasakan tubuh itu bergetar, namun ia masih mencoba untuk menuruti Baekhyun. Menatap wajahnya .

“ Jangan menangis di depanku, aku sudah memberimu kesempatan waktu itu, tidak untuk sekarang”

Sooyeon tidak menjawab, terlihat sekali wajah ketakutannya .

BUK

Sooyeon kembali memejamkan matanya. Baekhyuk kembali memukul dinding yang ia gunakan untuk mengunci tubuhnya.

“ Mmianhae…cukup…tanganmu berdarah” pinta Sooyeon ia memberanikan diri untuk menatap wajah itu.

Baekhyun menunduk, ia melepaskan tubuh Sooyeon yang sengaja ia kunci pada dinding itu. Ia juga menjauhkan tangan malangnya yang beberapa kali mengenai dinding keras itu.

“ Biarkan aku mengobati lukamu”
“ Any…jangan melangkah sedikitpun menjauh dariku, temani aku tidur” tangan itu meraih lengan Sooyeon dan menggenggamnya erat.

“ a_”

“ satu penolakan akan berakhir seperti saat itu” ancam Baekhyun dan otomatis membuat Sooyeon terdiam.

Ia tahu apa yang dimaksud Baekhyun dan ia harus menurutinya. Atau rumah ini akan berakhir seperti kaca itu jika ia berani menolaknya.

.

Baekhyun, bocah itu tidur di pangkuannya seperti seorang bayi. Ia tidak bisa berbuat banyak ketika Baekhyun berubah menjadi manja dan tidak mau melepaskan pelukannya. Sementara ia tengah berusaha membalut lukanya dengan perban.

Sooyeon sesekali mengusap keningnya seperti seorang ibu pada putranya. Ia tidak mengerti kenapa wajah yang seolah akan memangsanya tadi berubah menjadi wajah malaikat seperti ini. Ia bertingkah seperti bocah seusianya ketika tidur seperti ini. Sangat berbeda dengan beberapa waktu lalu ketika ia berhasil membuat apartemennya sendiri menjadi kapal pecah.

“Eungh” Baekhyun meringis ketika Sooyeon tanpa sengaja menyentuh lukanya.

Sooyeon meringis pelan dan ia merasakan Baekhyun mengeratkan rengkuhannya dan menatap kepalanya di pangkuan Sooyeon. Persis seperti anak laki-laki yang sangat merindukan ibunya.

Apa yang terjadi padamu, aku tidak mengerti. Kenapa aku harus bertemu denganmu, aku juga tidak mengerti. Kenapa aku masih berada disini bertahan bersamamu, aku juga tidak mengerti. Aku ingin lari dan pergi . Mengurus bayi ini sendiri tanpa bantuanmu. Membiarkanmu hidup normal dengan usia mudamu. Membiarkan aku dengan nasib kelu ku.

Lalu membairkanmu seperti ini lagi? Ah tidak tidak,,,,

Sooyeon membuyarkan segala yang terlintas di otaknya. Melihat kejadian beberapa waktu lalu membuatnya harus berfikir berulang kali jika ia ingin pergi begitu saja dari Baekhyun. Sebaliknya ia harus benar-benar menyadarkan dirinya bahwa Baekhyun , bocah yang memeluknya seperti ibunya ini adalah suaminya, bapak dari bayi yang ia kandung saat ini.

,

,

,

Sooyeon membuka matanya perlahan. Ia mencoba membuka matanya sampai selebar mungkin. Semalam ia bertekat untuk bangun lebih awal. Namun sepertinya ia kalah start dengan Baekhyun. Ia tidak lagi merasakan berat di pahanya karena Baekhyun sudah tidak lagi di tempat tidur.

Ia terduduk dan memijat keningnya. Ia terlalu lemah jika melihat keadaan Baekhyun seperti kemarin. Nyatanya ia yang awalnya tidak mau tidur bersama Baekhyun akhirnua tidur di tempat uang sama dengannya.

 

Indra penciumannya bekerja cepat, ia mencium bau masakan yang semakin membuatnya terbangun. Matanya berbinar dan membuatnya turun dari tempat tidurnya.

 

Sooyeon mengintip dari pintu kamarnya. Ia ragu karena seingatnya kemarin kondisi rumah ini sudah seperti kapal pecah karena ulah Baekhyun. Selanjutnya ia melangkah keluar dari kamarnya. Ia sedikit terkejut karena kondisi rumah ini sangat berbeda dengan kemarin.

” Aku ingat betul rumah ini seperti kapal pecah kemarin malam” gumamnya.

 

Ia masih berjalan menelusuri seluruh ruangannya. Ia beralih pada kamar mandi luar dan mengecek bagaimana keadaan kaca yang malang kemarin.

Sooyeon membuka lebar bibir mungilnya ketika melihat betapa kamar mandi itu terlihat baik2 saja. Kamar mandi itu terlihat bersih. Dan berkurang kaca malang itu yang menghilang, setidaknya ia yakin bahwa kemarin adalah nyata.

” Ada apa Noona?” Baekhyun sukses mengagetkannya.

Ia menatap Baekhyun horor. Dan bertanya-tanya, kapan ia membersihkan semua kekacauan semalam.

” Kau yang membersihkan semuanya?”

Baekhyun tersenyum tanpa menjawab. Ia menarik pinggang Sooyeon dan mensejajarkan wajahnya. Membuat Sooyeon spontan mundur. Ia kembali menghindar.

Selanjutnya Sooyeon sadar apa yang baru saja ia lakukan. Ia cepat-cepat menatap Baekhyun yang masih terdiam. Ia menatap mata sipit itu dan selanjutnya ia menjinjit dan mencium singkat pipi Baekhyun.

” Mian_”

Baekhyun tersenyum, ia meraih tangan mungil Sooyeon dan menggiringnya untuk duduk di meja makan.

” Sarapan sudah siap”

” Aku belum mandi dan _”

” Aku harus ke kampus pagi ini dan aku ingin Noona menemaniku sarapan, kau harus sarapan dan habiskan susu mu”

Baekhyun menarik kursi Sooyeon dan memaksanya untuk duduk, selanjutnya ia menyodorkan segelas susu ibu hamil yang membuat Sooyeon memuntahkan isi perutnya waktu itu.

” Susu itu membuatku mual”

” Tidak ada pilihan ”

Sooyeon menggerutu, ia menurut begitu saja. Dan memakan makanan yang disiapkan Baekhyun begitu saja. Bukan hal lain karena sebagai manusia normal ia tentu mempunyai ketakutan jika Baekhyun akan memecahkan rumah ini lagi.

” Kau takut padaku Noona?” Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Baekhyun.

Sooyeon mendongak, ia melihat Baekhyun yang memilih untuk tidak menyentuh makanan buatannya sendiri.

” Kenapa tidak makan? ”

” Kau mengalihkan pembicaraan”

Sooyeon mendengus, apakah ia harus mengaku? Iya, dia takut.

” Kau tahu aku manusia normal, dan kau akan tahu jawabannya”

” Kau takut” itulah kesimpulan yang ditangkap Baekhyun.

Sooyeon memelas menatapnya, kenapa wajah itu berubah menjadi penuh kekecewaan? Membuatnua merasa bersalah.

” Mungkin hanya butuh waktu untuk mengerti keadaanmu” Sooyeon mencoba menghilangkan wajah kecewa itu.

Baekhyun tidak membalasnya.

SREK

Bocah itu menggeser kursinya dan berdiri. Ia meraih tas ranselnya lalu menggantungnya di pundak.

” Aku berangkat, jangan pergi kemanapun, aku akan mulai bekerja malam ini”

Hanya itu

Dan Baekhyun berlalu dari hadapannya.

Sooyeon hanya berdiam diri, ia masih melahap makanan yang disediakan Baekhyun untuknya. Tanpa membalas ataupun menatap kepergian Baekhyun. Mendengar kalimat Jangan pergi kemanapun dari Baekhyun spontan membuatnya berhenti berharap dan malas untuk menjalani harinya.

Tak lama ia mendengar Baekhyun menutup pintu apartemennya, ia kembali merasakan kehadiran Baekhyun berdiri di belakangnya.

Sooyeon menoleh dan menatap heran kenapa Baekhyun kembali, apa ada yang tertinggal?

“ Wae?” Tanya Sooyeon.

“ Saranghaeyo” ucapnya singkat lalu berlari keluar apartemen. Persis seperti bocah yang baru saja mengatakan sebuah pengakuan.

Sooyeon terdiam dan terbatu. Apa saja yang dilakukan Baekhyun padanya. Benar-benar diluar dugaannya. Lalu kenapa bocah itu seperti ini padanya? Kenapa ada bocah yang selalu mengucapkan kata cinta padanya? sedangkan orang yang dicintainya beberapa waktu lalu meninggalkannya begitu saja dan kembali begitu saja. Disaat yang sangat tidak tepat.

Perlahan Sooyeon meraba perutnya. Hatinya benar-benar bergejolak setelah bertemu Cho Kyuhyun kembali. Ia tidak bisa membayangkan betapa hati pria itu hancur ketika mendengarnya mengungkapkan keadaannya sekarang. Sungguh…dia benar-benar tidak tahu jika bisa berada di posisi ini.

Ini drama yang pilu…

 

TBC

 

Anyeong :0

kayaknya aku terlalu semangat ngepost dech. maaf ya kalau kependekan😦

dan…:( responnya the chip dikit banget, but…terimakasih udah mau baca🙂

dan ini, semoga psycho nya Baek udah kelihatan  :)

beneran berat bikin cerita genre seperti ini, harus bener bener jadi psycho untuk Baekhyun. Dan… jika Farah nantinya lagi melemah untuk karakter Baek dan ke psycho annya maapin ya:)

 

xie xie

 

37 thoughts on “Moonlight | Two

  1. aish baekhyun berlebihan banget segala beli baju hamil!!suitsuit banyak yang terpesona sama bakhyun,tapi baekkki udah punya istri,dan mau punya anak pula!hah kyuhyuh balik..?!dikira aku yang bilang “Jung SooYeon” itu baekhyun eh ternyata kyuhyun,eh kyuhyun kenapa datang lagi sih,makin banyak konflik aja ni!!ish baekhyun manja banget haha!!next chapternya aku tunggu banget😀

  2. wah daebak thorr critanyaa ini ff aku tunggu2 dri kmren2 haha maaf ya thor klo yg pas moonlight one aku ga ksh comment tpi cuma like hehe soalnya lg bermasalah sma komp *mohon pengertiannya hehe* penasaran sma jessica nntinya soalnya dia kan ga cinta sma baekhyun tpi bkin happy ending ya thor haha ditunggu ff ini yg slanjutnya yaa thor🙂

  3. Kadang aku senyum2 sendiri kalo baca scene baekki oppa yg prhatian bgt sma sica eonni bhkan kadang brtingkah imut.. Tapi aku juga jadi rada ngeri bca scene saat Baekki oppa keluar sifat psycho nya…

    Kyuhyun trlmbat, Sica eonni udah dimilikki org lain..
    Pokoknya daebak ceritanya..
    Ditunggu kelanjutannya yaa..🙂

  4. Dchap ini kyuhyun udah muncul dan krn dia jg baek psyc0nya keluar smpek ngerusakin perab0tan rumah dan tntu tangannya yg jd k0rbannya tp aku suka sisi psyc0nya baek dech,obsesinya pr0tectifnya ke s0oyeon tuch dpt bnget feelnya.

  5. omaigod to god god god….
    konflik dimulai, dgn kdtngan kyuhyun kmbali,bkal bkin stress jessica, ditmbah sikap baekhyun yg drah tinggi bkal bkin hdup sica gk brnfas dgn baik.
    tp ntah knp q mlah sneg j sm krakter baek. kyaknya ni jg yg bkal buat sica smkin hari smkin memahami sifat suaminya. wlau baekhyun gtu pd akhirnya cm dia jg yg mncintai jessica sdlam itu

  6. ya memang serba salah buat jessica, pilih antara Kyuhyun yg dicintainya atau ayah dari bayi yg dikandungnya.
    tapi sooyeon sudah sedikit memahami baek.
    pelik tapi seru😀

  7. Can I just scream??? ><
    Hah, tokoh Baekhyun bener-bener mematikan. Dia temanku sekali!
    Kasihan juga sih Jessicanya, tapi kalau udah gini aku ngedukung Baekhyun banget.
    Well, psycho nya Baekhyun udah terungkap dan itu semakin membuatku cinta sama tokoh Baekhyun.
    Thanks author udah bikin tokoh Baekhyun jadi luar biasa seperti ini. You got my imagine❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s