[Freelance] (Mistery Love) (Vinttage part 2)

new jessica

Tittle : Mistery Love

Cast : Jessica, Donghae, Krystal, Other

Genre : sad

Leng : Twoshoot (2 of 2)

Author : Yuna21

Rating : PG

Disclaimer : Hola!! Ini lanjutan Ffnya maaf lama.. sebenarnya ff ini oneshoot tapi karena kemaren kepecah dua jadinya twoshoot deh… Mian kalo banyak typo.. Jangan lupa kunjungi blogku juga ya,, http://yunatwentyone.wordpress.com so happy reading, guys!

 

[KEESOKAN HARINYA]

Eonnie, kau sudah mendapat pekerjaan?”tanya Krystal sambil memasukan nasinya ke dalam mulutnya.

“Tentu. Tapi, sepertinya itu belum cukup. Lebih baik kau juga mencari pekerjaan paruh waktu. Paling tidak bisa menambah keperluan kita.”

Setelah menghabiskan sarapannya, dengan segera Jessica bergegas pergi ke tempat kerja barunya.

Langkahnya begitu pelan saat memasuki gedung megah tempatnya bekerja saat ini.

Tanpa sengaja ia mengedarkan pandangannya dan jatuh pada satu titik. Eomma.. Matanya terpaku menatap seorang wanita paruh baya yang terlihat begitu modis. Sepertinya kau sangat menikmati hidupmu disini..

Segera ia memalingkan pandangannya dan berputar.

DEG!

Sepertinya ia hampir saja menbrak Bosnya yang berdiri di hadapannya. “Maafkan saya, saya tidak sengaja.”ucap Jessica cepat dan membungkukkan badannya. Kakinya dengan cepat melangkah menuju lift.

Sepertinya lift untuk pegawai sangat ramai hari ini. Ia harus menunggu bermenit – menit hingga kakinya pegal – pegal. Diam – diam matanya melirik lift di sebelah. Enak sekali mereka, tidak perlu menunggu seperti kami..

“Ekhm.”sebuah dehaman membuatnya terkesiap. Sontak semua pegawai membungkukkan badannya. “Kaukah seketaris baru itu?”

“Ne.”jawab Jessica setelah membungkuk.

TAP!

Matanya melebar. Tangannya ditarik dengan cepat oleh pria ini. Bisa ia rasakan bisikan iri disana sini.

Pria ini menekan tombol lift, lalu menariknya masuk ke dalam mengikutinya. “Bukankah ini bukan lift pegawai?”

Kepala pria ini berputar menatap Jessica. “Memang, karena itu aku mengajakmu ke sini.”

“Aku?”

“Sebenarnya aku menerimamu bukan hanya sekedar menjadi seketarisku, tapi lebih dari itu.”

“Maksudmu?”

“Aku akan membayarmu dua kali lipat. Kau mau kan menjadi kekasih kontrakku?”

“Mwoya?!” Jeda. “Kau pikir aku gadis apa?!”

“Ini hanya untuk mencegah ayahku. Tidak ada pilihan lain, karena menurutku kau yang paling tepat.”

“Maaf, menjadi seketaris sepertinya sudah cukup untukku.”jawab Jessica pelan.

“Kau mau aku memecatmu di hari pertamamu?”

Jessica terdiam sejenak. Ia berpikir kembali. Tidak ada pilihan lain untuknya selain menerimanya. “Baiklah.”

*****

Hari yang melelahkan, tentu saja. Ini hari pertamanya bekerja. “Aku pulang!”teriaknya sambil membuka pintu apartemennya.

“Ka-kau sedang apa disini?”tanyanya begitu syok melihat pria yang terduduk manis bersama adiknya.

Eonnie, kenapa kau tidak pernah bercerita padaku bahwa kau memiliki kekasih di sini?”

“Krystal, sebaiknya kau kerjakan dulu tugasmu. Aku harus berbicara dengannya.”

Krystal hanya bisa menurut dan bergegas pergi. Dengan segera Jessica mengambil tempat untuk duduk. “Kuharap kau bisa bekerja sama dengan baik. Aku ingin berita ini dengan cepat sampai ke telinga ayahku.”

“Tapi aku-”

“Sepertinya tidak ada yang dibicarakan lagi, aku permisi.”potong pria ini cepat.

Jessica menatapnya sejenak dengan kesal. Seenaknya saja memotong pembicaraan! Sabar.. Jessie.. sabar.. gerutunya di dalam hati.

*****

Matanya menatap keluar jendela. Istirahat siang ini, sendirian di sebuah kafè. Sebuah napas berat dihelanya. Kepalanya kembali mengingat sosok yang ditemuinya beberapa hari lalu. Ada rasa rindu yang jauh tertanam di lubuk hatinya. Tapi ia tak membiarkannya, ia harus bisa bertahan setelah apa yang dilakukan orang itu padanya.

FLASH BACK

Mata Jessica terpaku melihat seorang wanita di seberang sana. Wajahnya terlihat awet muda. Mungkin itu karena dia terlalu senang menghamburkan uangnya.

Kepala Jessica beralih menatap pelayan yang meletakkan minuman di atas mejanya.

Tak berapa lama, meja seberang nampak sepi. Hanya tersisa wanita itu. Langkah Jessica dengan ragu mendekati mejanya.

“Eomma?” sapanya. Kepala wanita itu mendongak tak percaya. Raut wajahnya berubah kesal. “Eomma, ini aku Jessie.”lanjutnya.

Wanita ini bangkit dengan kasar dari duduknya.

PAK! Tangannya menampar pipi Jessica dengan kerasnya. Menghasilkan rona merah disana. Sebelah tangan Jessica memegangi pipinya.

“Apa maumu? Kupikir kau tidak akan kembali. Kau mau mengemis padaku, huh?! Ambil ini!” Sebuah amplop dilemparkannya ke wajah manis Jessica dengan kasar. “Aku tidak butuh anak sepertimu! Pergilah dari kehidupanku!”lanjutnya dan bergegas pergi.

Jessica menatap kepergian ibunya. Hatinya begitu hancur dan pedih saat ini. Ia tak pernah bayangkan ini. Ibu dalam mimpinya tidak seperti yang ia lihat dikehidupannya kini.

FLASH BACK END

“Kau melamunkan siapa?”sebuah suara membuat kepalanya mendongak. Matanya menatap Donghae yang sudah terduduk di hadapannya. Tanpa banyak basa – basi pria ini mengambil alih minuman Jessica yang tak diminumnya sedikit pun.

“Seseorang.”jawabnya pelan.

“Namja?”

“Kalau ya memangnya kenapa?”tanya Jessica malas.

Ya! Aku sekarang pacarmu, ingat itu? Lagi pula aku ini atasanmu, jadi kau harus menurut padaku.”

“Maaf Presiden Lee, ini bukan dikantor jadi kau tidak bisa menyuruhku seenaknya. Dan soal pacar, itu hanya berpura – pura. Tidak ada orang selain kita. Jadi bersikaplah layaknya seorang teman.”

Donghae terdiam sejenak. Ia menatap Jessica. Jika diperhatikan, sepertinya begitu banyak masalah yang menimpa gadis ini. Selama ini ia tak pernah melihatnya tersenyum, apa gadis ini memang tidak bisa tersenyum?

“Kau ada masalah?”

“Ini bukan urusanmu.”jawabnya dan bangkit dari duduknya.

TAP!

Seperti biasa, Donghae selalu senang menariknya pergi secara paksa. Ini sangat membuat Jessica kesal. “Ya!”teriak Jessica.

Donghae tak mau melepaskan tangannya. Langkahnya terhenti sejenak. Badannya berputar menatap Jessica.

DEP!

Ditariknya gadis itu kedalam pelukannya. Ia tak mengerti kenapa ia melakukannya. “Jangan menahan tangismu.”ucapnya pelan.

Tanpa sadar setetes air mata bergulir menuruni pipi Jessica. Biasanya ini tak membuatnya menangis. Tapi kenapa saat ia berada dalam dekapan pria ini, rasanya ia ingin mengeluarkan segala emosinya. Segala lukanya yang terpendam.

“Apa kau pernah berpikir bagaimana rasanya dibenci oleh orang yang sangat kau sayangi?”suara parau Jessica terdengar pelan. “Eomma..”

Donghae tak bisa menjawab apapun. Ia hanya bisa terdiam. Dia bisa merasakan bagaimana perihnya hal itu.

“Apa ibumu membencimu?”tanya Donghae ragu.

Jessica masih berlinang air mata dalam dekapan pria ini. Perlahan ia menarik dirinya. Kepalanya sedikit mendongak. “Ya, karena dia aku harus mengalami penderitaan yang begitu berat.”

Perlahan ibu jari Donghae menghapus titik air mata yang masih tergeletak di pipi Jessica. “Aku juga sepertimu.”

“Oh ya? Bukankah hidupmu begitu menyenangkan? Bisa bermewah – mewah sesuka hatimu?”tanya Jessica.

“Ibuku meninggal karena perlakuan ayahku. Dia berselingkuh dengan gadis lain. Dan gadis itu menggantikan posisi ibuku. Dia hanya inginkan kekuasaan. Mulai saat itu, aku sangat membencinya.”jelas Donghae. “Namanya Park Ah Na.”

DEGH!

Jantung Jessica terhenti seketika. Rasanya dadanya sangat sesak untuk bernapas saat ini. Ia masih belum bisa mencerna setiap kalimat yang diucapkan Donghae.

“Tapi, sejak kau hadir. Aku tau aku punya penyemangat.” Mata Donghae menatap Jessica. “Aku telah lama mencintaimu. Apa kau lupa saat di San-Fransisco aku yang menbrakmu?”

Ini begitu sulit. Ia berada dalam dilema saat ini.

“Pergilah dari kehidupanku! Dan jangan pernah kembali!”

“Aku akan pergi, tapi eomma tidak berhak menentukan dengan siapa aku akan hidup.”

Tiba – tiba sebuah percakapan terselip di pikirannya. Kepalanya mendongak dan kembali menatap Donghae. “Bukankah ini hanya berpura – pura?”tanyanya seketika.

“Tidak. Aku serius.”

Kedua tangan pria ini memegang pipi Jessica pelan. Lalu wajahnya mendekat. Bibirnya mulai tertempel di bibir Jessica. Itu tak berlangsung lama.

“Ini bukan bohong, aku benar – benar mencintaimu.”lanjutnya.

*****

Sejak saat itu hari – hari Jessica sedikit berubah. Ia bisa tersenyum kembali. Terkadang ia masih mengingat ibunya.

Chagiya… apa kau sudah makan?”sebuah suara membuat kepalanya mendongak. Ia melihat Donghae yang sudah terduduk di depan mejanya.

“Pekerjaanku belum selesai.”jawabnya sambil melirik orang – orang satu ruangannya.

Begitulah setidaknya. Donghae selalu memperlakukan Jessica sebagai pegawai istemewa. Ya, Jessica sedikit risih karena bisikan di sana – sini.

*****

“Sepertinya eonnie terlihat senang.”ucap Krystal sambil terduduk di atas kasur. Jessica hanya tersenyum. Tak ada niat sedikit pun untuknya bangun dari tempat tidurnya. “Apa eonnie pernah bertemu eomma?”tanya Krystal ragu.

Perlahan Jessica bangkit dan terduduk menatap adiknya. Senyum yang tadinya cerah, kini telah pudar. “Saat di restoran tadi, aku melihat seorang wanita yang begitu cantik. Hatiku seperti mengatakan bahwa dialah eomma.”tutur Krystal.

Sebelah tangannya Jessica mengelus – elus rambut adiknya pelan. “Jangan pernah memikirnya. Simpan saja rasa rindumu, dia sudah tidak menginginkan kita.”

*****

○Other Side○

Mata wanita ini begitu terkejut melihat pemandangan dua orang di sana. Dua orang yang sangat ia hapal betul.

Mereka terlihat begitu senang, layaknya sepasang kekasih. Berbagi makanan dan tertawa bersama.

Rasa ketakutan mulai muncul dalam dadanya melihat hal itu. Bagaimana tidak. Sang anak tiri sedang bermesraan bersama anaknya sendiri. Jika ini dibiarkan, tamatlah riwayatnya sudah.

Dengan cepat tangannya menekan tombol di layar ponselnya. “Halo,” jeda. “Ya.”

*****

○Back to Jessica○

Malam yang begitu menyenangkan, ia bisa berjalan – jalan bersama kekasihnya. Jessica masih berdiri di depan pintu masuk gedung apartemennya. Matanya menatap pria di dalam mobil, sambil melambai senang.

Kini mobilnya sudah tak nampak, badan Jessica hendak berputar. “Eomma.” sapanya sedikit terkejut.

PAK!

Sebuah tamparan mendarat dengan mulus di pipi Jessica. “Harus kubilang berapa kali padamu, huh?!”tanyanya geram.

Eomma! Kau boleh membenciku atau melarangmu memanggilku dengan sebutan itu. Tapi kau tidak bisa lagi menentukan hidupku.”jawab Jessica sambil menahan tangisnya.

PAK!

“Dasar anak kurang ajar! Berani – beraninya kau melawan ibumu sendiri!”

Dengan cepat kepala Jessica berputar dan menatap ibunya. “Apa disaat seperti ini saja kau memanggilku anakmu? Apa harta lebih penting bagimu?”

Wanita ini semakin geram. Tangannya sudah naik ke atas hendak melayangkan satu tamparan lagi. Tangannya tertahan. Kepalanya dengan cepat melihat orang yang menahannya. “Apa yang ingin eomma lakukan?”tanya Taemin tajam dan menusuk.

“Eonnie!”sebuah teriakan berasal dari balik mereka. Dengan cepat Krystal berlari ke arah Jessica. Matanya tak percaya melihat wanita di hadapannya. “Jadi benar kau ibuku? Bisakah kau berhenti melakukan ini pada kakak!”bentak Krystal.

“Maafkan aku.”sahut Taemin sambil membungkuk.

“Ap-apa dia anak barumu?”tanya Krystal dengan sedikit dengusan. “Pantas saja kau begitu senang. Sekarang kau sudah menjadi Nyonya besar Lee.”lanjutnya kesal.

Noona, mohon maafkan eomma.”kata Taemin cepat. Jessica hanya menganggukkan kepalanya.

“Sebaiknya kau jaga dia agar tidak mengganggu kami lagi!”bentak Krystal. Tatapan Jessica terarah pada Krystal menandakan bahwa ia tak suka melihat sikap adiknya yang seperti itu.

*****

“Bukankah itu berarti Donghae oppa saudara tiri kita? Apa dia sudah tau?”tanya Krystal.

“Ya. Dia juga bilang dengan begini tidak ada lagi kekuasaan untuk eomma, setelah ada Nyonya Muda Lee.”

“Lebih cepat kau menikah itu lebih baik.”sahut Krystal.

*****

○Other Side○

Tidak seperti biasanya hari ini Donghae ingin pulang. Perasaannya tidak enak saat ini.

Tangannya membuka pintu dengan cepat. Matanya mendapati ibu tirinya yang sedang bersantai di ruang tengah. “Kau sudah pulang? Sepertinya akan ada kejutan untukmu.”ucapnya sinis.

Perasaannya semakin tidak karuan. Dengan segera Donghae menuju ruangan ayahnya. Tangannya membuka gagang pintu tanpa permisi.

DEGH!

Ditatapnya ayahnya yang sedang berbicara dengan Jessica. Dilihat dari raut wajah Jessica di terlihat sedikit takut. “Appa, aku bisa menjelaskan semuanya.”selipnya cepat.

“Aku tidak ingin mendengar darimu. Karena bisa saja jawabanmu berbeda dengannya.”jawab sang ayah tanpa menoleh. “Kenapa kau lancang sekali menyukai anakku?”tanyanya tajam pada Jessica.

“Ya mungkin saya telah lancang. Donghae menganggap ini hanya bohong karena ingin membatalkan rencan perjodohannya. Mungkin saya yang terlalu berharap padanya.”jawab Jessica terpaksa.

“Tidak! Itu tidak benar! Ayah, aku tidak suka ayah mengatur hidupku!”

“Diam kau!”bentak Presiden Lee.

“Saya permisi.”sahut Jessica dan bergegas pergi.

“Ayah, apa kau tau. Dia anak dari istrimu itu! Dan aku sangat mencintainya!”

“Tutup mulutmu!”

○Back to Jessica○

Kakinya terhenti di depan pintu dan menatap ibunya sejenak. Ibunya tersenyum seperti menandakan penuh kemenangan.

Segera ia melangkah keluar dari rumah besar itu. Kakinya melangkah pelan di atas jalan. “Sica!”sebuah teriakanpun tak dapat membuatnya terhenti. “Jessie,”tangan Donghae menghentikan langkahnya.

“Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Hubungan ini hanyalah berawal dari kebohongan. Ini hanya bohong, kau ingat itu.”jelas Jessica dan pergi secepatnya.

Air matanya bergulir dengan pelan membasahi pipinya. Ia sudah tak bisa menahannya. Ini begitu menyakitkan. Begitu perih. Semua orang yang ia cintai pergi meninggalkannya.

*****

Langit yang begitu cerah tak membuatnya bergerak dari kursi. Ia masih terdiam duduk di halte bus, setelah kejadian tadi.

Ini sangat menyakitkan untuknya. Ternyata kebahagiannya hanyalah sebatas mimpi.

Dihapusnya air mata yang membasahi pipinya. Kakinya mulai melangkah. Dengan lemas ia bergerak menyebrang jalan.

BRAK!

*****

○Other Side○

Donghae melihat ke kiri dan ke kanan, menyusul jejak Jessica. Dilihatnya gadis yang tak jauh di sana.

BRAK!

Dengan kecepatan tinggi, sebuah mobil menghempaskan gadis itu. “JESSICA!!!!!”teriak Donghae histeris dan berlari.

Tangannya menggoyang – goyangkan tubuh mungil yang berlumur darah. “Jessica, kumohon jangan tinggalkan aku.. Jessica….”

Kepala Jessica mendongak sejenak. Sepatah kata di usahakannya keluar dari mulutnya. “Sam… paikan… rasa rinduku… pa-da.. eomma…”

FIN

 

9 thoughts on “[Freelance] (Mistery Love) (Vinttage part 2)

  1. hua.. kok sad ending??? ish.. benci deh sama eommanya… kenapa bkn eommanya aja yg ketabrak trs mati deh. Minta sequelnya, thor.. sequel please????!!!

  2. uda nih ending ? yah (?) haha sad ending jdinya tpi gpp thor hehe ffnya bagus kook resek banget si eommanya jessica rasanya pengen bunuh dia deh (?) haha ditunggu ff yg lainnya ya thor🙂

  3. Udah ending ya??? Aigoo ternyata sad ending.. Sica nya meninggal, kirain dia bakalan nikah ama Hae. Btw eomma nya Sica keterlaluan bgt, masa iya ama anaknya jahat gitu sumvehhh nyebelin bgt!!!!!! Oh iya, butuh sequel nih thor^^
    Ditunggu karya lainnya

  4. Hah? Kok endingnya kayak gini? Kok yg jahat yg menang?😦 tapi yaudah deh ._. Ffnya tetep daebakkk !😀 keep writing😀

  5. Aaahhh kenpa sad ending?? Pdhal seru lohh cerita nya😦 berharap nya jessica bisa bahagia sama donghae huhuhu..
    Ditunggu ff haesica lainnya yaa thor. .fighting😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s