[Freelance] Ordinary (Oneshot)

7ea975f018f8768a61d7a20a8724b9511_

 

Title:ORDINARY—Author:Surprisica—Main cast:Jessica Jung and Kris Wu—Supporting cast:SM artist, dan beberapa tokoh buatan( original Cast)—Genre:AU,Romance—Rating:PG-15—Disclaimer: Tokoh FF dibawah ini adalah murni milik Tuhan, saya meminjam nama mereka demi kelangsungan Fiksi penggemar dibawah. Hindari peniruan dan penulisan ulang untuk FF abal-abal ini. Maafkan keanehan cerita dan kesalahan penulisan yang mengganggu. Hope you enjoy!—HAPPY READING

)) ((

 

Mentari pagi nan menyilaukan terasa menyentil indra penglihatan seorang gadis bersurai hitam legam yang masih menelentangkan tubuh mungilnya diatas busa yang dibalut sprei lembut berwarna hijau muda. Jessica Jung, seorang gadis biasa yang bekerja sebagai staf terampil sebuah agensi dunia enterntainment, Zinc Main Entertainment yang biasa disingkat dengan nama ZM Entertainment. Sudah 9 tahun, yah Jessica telah bekerja  pada ZM Entertainment sejak 9 tahun yang lalu dan dia masih 17 tahun, itu mengapa mulai dari presdir pertama ZM, Lee Soo Man hingga Kris Wu yang baru menjabat CEO dua tahun ini berhubungan baik dengan Jessica. Awalnya ia datang sebagai peserta training ketika baru berusia 11 tahun, namun ia terdiagnosa mengidap laringitis (radang pita suara) kronis disaat ia sudah diumumkan akan debut sebagai kelompok menyanyi, Girls Generation dengan beberapa rekan se-trainee nya. Jessica terpukul, apa yang diimpikan seakan hancur ketika keberadaannya di Girls Generation untuk debut dipertimbangkan oleh seluruh petinggi ZM. Merasa tak enak dengan pengunduran debut Girls Generation, Jessica pun memutuskan sendiri untuk menolak debutnya dan memilih pergi sejauh mungkin.

Lee Soo Man tak membiarkan Jessica yang dianggapnya sebagai murid training terlama dan berbakat itu pergi  begitu saja. Meyadari keterampilan Jessica dalam mengembangkan konsep-konsep seni musik, Lee Soo Man pun mengangkatnya menjadi salah satu staf kreatif agensi  diusia belianya.

Jessica dulunya masih sering bermimpi-entah-itu-baik-atau-buruk melihat dirinya sedang bernyanyi di panggung dengan grand piano-nya. Namun ia bersyukur, kini ia tak mendapatkan  bunga tidur semacam itu lagi. Kesibukan sebagai staf Kreatif membuatnya larut dalam profesi yang sesungguhnya tak jauh dari dunia menyanyi itu. Dan profesi ini jugalah yang membuatnya terpaksa atau terbiasa bangun sedini mungkin. Tapi ia selalu bersyukur menerima proesi itu, karena ia selalu bisa memandangi sang CEO tampan, Kris.

Jessica terbangun pagi lagi, ia membuka mata dengan malas-malasan,maklum saja hari ini ia sedang libur, ditngoknya ponsel miliknya siapa-tahu-ada-notifikasi-dari-seseorang, benar saja Presdir Wu telah menghubunginya beberapa kali namun ia tak mendengarnya. Gadis itu kontan membelalakkan mata. Pasti ada hal penting. Dengan cepat ia menghubungi balik Wu Yi Fan  atau Kris—CEO yang memiliki darah china itu.

“ada apa Presdir?” ujar Jessica setelah tersambung dengan Kris

“yakk! Apa kau baru bangun? Kau sudah melihat internet?” rentetan suara sarkastik Kris terdengar mengintimidasi, Jessica hanya bisa menelan ludah gugup. Oh tidak, apalagi ini?

“ada apa Presdir, aku belum melihat in—”

“konsep comeback Shinee dituding meniru One Night. Ige mwoya? Kau bilang konsep yang satu ini sangat fresh dan akan menjadi gebrakan bagi Shinee? Tapi apa itu? Lihat, undangan Shinee di beberapa acara musik dibatalkan. Bahkan member mendapat kecaman di media. Dan ohya satu hal lagi, gara-gara ide mu untuk menduetkan Taeyeon dan Baekhyun, sekarang Taeyeon ingin memutus kontrak karena akibat duet itu ia diteror sasaeng Baekhyun.Kau benar-benar…” mendengar ungkapan Kris yang menakutkan, jantung Jessica kini berdenyut sakit.

“aku tidak pernah tahu siapa One night itu. Dan kukira Taeyeon baru mengaku bahwa semuanya masih baik-baik saja. Sungguh presdir. Ahh mengapa ini bisa terjadi?” Jessica pun mulai dilanda kepanikan, bingung harus melakukan apa

“One night pendatang baru. Bagaimana mungkin seorang kreatif tidak mengikuti perkembangan entertainment dengan baik? Ada kemungkinan agensi mereka akan menuntut untuk kasus plagiarisme. Dan Taeyeon, ia mengaku tidak apa-apa beberapa minggu yang lalu, kan?. Sekarang ia ben ar-benar dalam keadaan buruk. Sudahlah, kita harus menyelesaikan ini. Terlalu banyak masalah di kantor. Dua jam! Kuberi waktu du—ani, satu setengah jam! Datanglah ke kantor dalam kurun waktu itu, atau kau tahu apa yang akan terjadi padamu. Palli!”

“Baik Presdir” Jessica masih ketakutan, apalagi mendengar kemarahan Kris yang jarang terjadi. Biasanya CEO yang satu itu adalah yang paling kalem dan tak terlalu banyak bertutur kata jika terjadi masalah. Jessica sungguh kewalahan. Ini memang masalah paling rumit yang pernah terjadi di ZM yang jarang berSkandal itu

“ini semua salahmu!” tekan Kris sebelum akhirnya menutup sambungan telepon. Semua ini salahmu! Jessica tersenyum getir mendengar kata-kata itu. Ia merasa sangat gagal. Memori getir saat tak berhasil untuk debut menjadi penyanyi kembali merayapi kepingan hatinya. Tidak—ia tidak akan merasakan lagi. Ia akan mengurus semuanya. Itu tekadnya.

)) ((

Bising di jalan raya membuat Jessica semakin kacau, terlebih ia lupa bahwa sedang ada marathon se-Seoul hari ini seperti kata radio semalam, ia menyesal telah memutuskan menyetir mobil usangnya sendiri. Ia terperangkap macet. Kini tersisa waktu setengah jam seperti yang diminta Kris untuk Jessica datang.

“arrrgh!” ia berteriak frustasi mengamati keadaan jalan yang sangat tidak mendukung. Ia memiliki firasat akan kehilangan pekerjaannya hari ini. Jessica tanpa sadar menitikkan airmata kecewa setelah memukuli dashboard mobil beberapa kali.

“aku mengacaukan ZM yang selama ini tanpa skandal!” sesalnya. ZM memang tak pernah bermasalah, mereka selalu berada dalam tangga nomor satu sebagai agensi Korea Selatan yang besar dan sangat terkenal, tapi ia merasa telah mengacaukan image baik dari ZM. Jika ia berhenti dari pekerjaanya saat ini, ia akan kehilangan impian terbesarnya juga. Impian untuk selalu melihat Kris—CEO yang diam-diam telah memikat hatinya sejak pertama bertemu. Mereka bertemu saat Lee Soo Man yang notabene adalah paman Kris mengajaknya dalam perjalanan dinas 5 tahun yang lalu di Canada. Kris sebelumnya menetap di Canada setelah menetap di China lebih dulu. Disanalah Jessica dan Kris bertemu

                “ternyata kau yang selalu diceritakan oleh pamanku?” ucap Kris ketika ia diminta mengajak Jessica berkeliling Vancouver, Canada. Jessica mengangguk sebagai jawaban pada Kris yang sedang fokus menyetir

                “beliau menceritakan yang baik-baik atau buruk?” tanya Jessica setelah melihat tak ada respon dari Kris untuk melanjutkan obrolan

                “ia selalu memujimu dan membandingkanmu denganku. Katanya kau sangat ulet. Ia selalu memaksaku untuk ikut di perusahaannya. Hei, aku masih terlalu muda, bukan?”

                “kau sudah 20 tahun, bahkan aku bekerja padanya saat masih 17 tahun”

                “i know. Dia mengatakan itu. Tapi aku tak pernah dengar ia mengatakan bahwa kau sangat cantik” puji kris membuat wajah Jessica memerah seketika

                “jangan salah paham. You’re not my style” sambung Kris yang spontan membuat Jessica yang sempat melayang begitu tinggi terhempas dengan kasar kebawah lagi.

                “i know. I’m too ordinary” Jessica tak menyadari kata-kata dengan nada menyedihkan seperi itu bisa keluar dari mulutnya. Mengapa ia harus terdengar sedih? Ia terdengar seperti kecewa dengan kenyataan bahwa Jessica sesungguhnya bukan tipe Kris. Aku begitu bodoh-batin Jessica

                “are you okay?” Kris memberikan tatapan ingin tertawa-nya pada Jessica yang memandang polos padanya. All of sudden, tangan kiri pria itu tiba-tiba menyentuh puncak kepala Jessica lalu mengacak-acaknya dengan gemas.

                “kau lucu!” dan wajah gadis polos itu kembali bersemu merah

)) ((

                Terlambat sepuluh menit membuat Jessica semakin tak bisa berpikir jernih. Bagaimana ini? Ia sungguh dilanda kecemasan. Sepanjang langkah memasuki ruang rapat, ia berhenti karena tidak sengaja bersua dengan Kim Woori salah seorang staf khusus grup Girls Generation dimana Taeyeon yang sedang menjadi salah satu masalahnya bernaung

“Woori-ssi, apa Taeyeon baik-baik saja?” tanya Jessica dengan nada khawatirnya,b iar bagaimana pun ia dan Taeyeon sempat menjadi teman training dan bahkan nyaris didebut dalam satu tim. Itu mengapa Jessica sangat merasa bersalah

“ia benar-benar ingin meninggalkan grup. Dan Baekhyun yang merasa tak enak menghilang sekarang. Padahal, grup-nya EXO sedang punya proyek konser solo yang kedua dalam waktu dekat ini. Ah, semuanya sedang berusaha mengurus ini” ungkap Woori membuat Jessica hanya bisa menggigiti jari cemas, bahkan ia mulai sempoyongan karena masalah ini.

“aku harus pergi, Jessica-ssi” Woori berpamit dan Jessica memulai lagi langkahnya. Ia segera masuk kedalam lift menuju lantai 2 dimana ruang rapat berada. Di lift ia masuk bersama sekelmpok murid trainee yang akan menuju lantai 3 tempat latihan.

Kang Ah Reum, Yoon Soo Gi, dan beberapa murid training yang tidak begitu Jessica kenal memberikan bungkukan beberapa derajad kepada Jessica dan beberapa kali melirik dengan pandangan bingung pada Jessica

“kantor dalam masalah yah noonim?” tanya Soo Gi yang merupakan murid paling terkenal di ZM, Jessica hanya memberikan anggukan lemahnya

“ku dengar agensi boygroup One Night menuntut untuk kasus peniruan oleh Shinee..”

“aku juga terkejut saat melihat konsep panggung dan musik Shinee bisa semirip itu dengan One Night!”

“mm, sangat sama. Aku sampai sulit mencari perbedaan diluar dari jumlah membernya”

“aku sangat prihatin pada perusahaan. Banyak sekali masalah hingga FX yang memutuskan pindah agensi karena alasan sudah terabaikan sekian lama. Apa benar begitu unni?” kali ini Ah reum membungkam ucapan teman-temannya yang menyinggung Jessica

“FX juga bermasalah? Oh no, aku benar-benar tidak tahu yang satu ini!” gumam Jessica bersamaan dengan ketibaannya di lantai 2. Setelah berpamit dari murid training, Jessica dengan cepat keluar Dari Lift dan berlari menuju ruang rapat.

Dihadapan pintu ruang rapat yang kokoh, Jessica mencoba mengatur napas yang mulai tak beraturan, ia yakin akan mendapat makian dari para petinggi hari ini. Masih baik jika pendiri ZM, Lee Soo man yang sudah sangat baik padanya itu juga tidak ikut-ikutan kecewa padanya. Tidak! Sudah pasti ia kecewa, karena dirinya sendiri pun merasakan itu. Sudahlah, Jessica tahu semuanya sudah terlanajur terjadi. Kini, Dengan hati-hati Jessica memutar gagang pintu ruangan, ia begitu gugup

“annyeo—”

“SURPRISE!!!” Jessica mengernyitkan dahi melihat sekumpulan pekerja SM sampai beberapa artis-nya berada diruangan dengan rona bahagia meniupkan terompet dan bertepuk tangan ria. Jessica mencoba mengingat tanggal berapa saat ini? Hei, ini baru februari, dia tidak sedang berulang tahun.

“apa-apaan ini? aku tidak mengerti. Kau, Taeyeon-ssi! Bukankah…” kata-kata Jessica menggantung melihat Taeyeon menggeleng dengan senyum sumuringah-nya

“aku baik, Jessica-ssi” Semakin bingung. Itu yang Jessica rasakan saat mendengar jawaban Taeyeon

“dan F(X)? Kemudian One Night?” Jessica dengan kebingungannya membuat ia terbata-bata Mengapa semuanya bisa tampak baik-baik saja?

“Fx baik-baik saja unni, semua karena mu” ujar Krystal mewakili girl goup-nya

“dan siapa One night? Tak ada boyband bernama one night.” Sergah Onew dari Shinee. Jessica terpaku. Apa-apaan ini? Dia ditipu? Tapi untuk apa? padahal seharusnya ia sudah bisa menikmati hari cutinya yang singkat di pantai hari ini, tapi smua kebohongan ini mengacaukan rencana liburannya.

Jessica menunjukkan wajah kemarahannya, semua orang rupanya telah bekerja sama untuk hal konyol yang tidak punyan tujuan yang jelas sama sekali

ige mwoya?” tegasnya dengan mata tajam, tak ada yang menjawab sampai tiba-tiba seseorang berdehem membuat semua yang ada di ruangan itu mengembangkan senyum. Jessica menengok kearah sumber suara yaitu dari presdir Wu yang begitu mempesona. Pria tinggi itu tersenyum kikuk selama menatap Jessica yang begitu pendek darinya itu, terlebih gadis yang datang buru-buru itu hanya mengenakan sepatu flat. Semakin jauhlah perbandingan tinggi badan keduanya. Sedang apa pria ini?

“yak presdir, mengapa kau jadi seenaknya begini?” maki Jessica, Kris tiba-tiba mensejajarkan tubuhnya dengan Jessica membuat jantung gadis itu berpacu dengan cepat, keringat dingin membasahi tengkuknya. Tidak-Jessica tidak suka kondisi seperti ini. Belum lagi dengan tiba-tiba Kris memperkecil jarak diantara keduanya

“kau cantik. But, you’re not my style!” ujar Kris mengingatkan Jessica pada pertemuan pertama mereka. Jantung jessica semakin tak karuan, ia bahkan lebih cemas dibanding masalah perusahaan setting-an tadi.

“bukannya presdir sudah mengatakan itu sebelumnya. Aku sudah tahu bahwa aku cantik dan yah bukan tipemu” jawab Jessica polos

“yah, tapi entah mengapa aku menyukaimu. Will yu marry me, my Ordinary girl?” jessica tak menyangka dengan apa yang baru saja didengarnya dari mulut Kris, sampai selingkar cincin kini tertaut pada jarinya barulah ia bisa mencerna maksud dari semua ini. Tapi bagaimana mungkin seorang Kris menyukainya? Ia mulai berkaca-kaca

“buang cincin itu Jika kau tidak sudi menerima lamaranku” ungkap Kris membuat seisi ruangan tiba-tiba bersorak menggoda. Jessica hanya bisa meneteskan airmata bahagianya. Ia menangis untuk harapan yang akhirnya bisa terwujud dalam hidupnya. Ia menangis untuk seorang pria yang begitu dicintainya memutuskan untuk menjadikannya pendamping hidup. Ia menangis untuk kepercayaan Tuhan padanya mendapatkan anugerah seperti seorang Kris.

Dengan cepat, Jessica menarik cincin itu dari jari manis kanannya. Kris tak sanggup melihat apa yang terjadi selanjutnya. Jessica mungkin akan membuangnya

“aku lebih suka memakainya i tangan kiri!” ucap Jessica memindahkan cincin ke tangan kirinya. Semua antek-antek presdir Wu dibelakang sana mendesahkan napas leganya, so does Kris.

Jessica pun memukul lengan Kris “mengapa kau seperti ini presdir? Aish, Ottokke? Aku hanya bisa menangis” ucap Jessica polos dengan airmta yang semakin banyak. Itu membuat tangan besar Kris meraih puncak kepalanya dan mengacaknya pelan

“kau lucu! Jika begitu, menangislah dipelukanku” ucap Kris membentangkan tangannya sambil mengembalikan posisi posturnya. Jessica berpikir sejenak. Dan bukannya memeluk sang presdir muda, ia malah berjinjit dan mencium bibir tebal milik Kris dengan kaku namun lembut. Semua orang berteriak menggoda, dan Kris juga Jessica tak ingin menghentikan itu. Hei, kalian! Banyak yang melihat. Get a room, please!

“Sehun, kau belum cukup umur! Tutup matamu!” Kris menggoda disela ciumannya kepada Sehun dari grup EXO yang merupakan termuda di perusahaannya.

 

)) END ((

Kenapa tiba-tiba author underrated ini menambah cerita segaje ini lagi? Mungkin ada yang bertanya seperti Ini . ini juga pertama kalinya ada adegan kissing anyway in my fanfict. Saya juga nggak tahu kenapa bisa membuat FF setidak-jelas ini. Faktor krissica moment kali yah yang semakin WOW. Dan,kenapa Jessica harus jadi staf perusahaan? Soalnya suka ngebayangin aja gimana kecenya Jessica kalau jadi seorang gadis berambut hitam yang mengurusi artis-artis. Duh keren tau, beb! Ini efek nonton drama –nya Krystal  MY LOVELY GIRL itu juga sih wakwaw😀

                Eh betewe nggak hancur-hancur banget kan FF kilat ini? Bikinnya balapan liar emang sih. Tapi semoga kalian suka… Jangan lupa subscribe-nya guys. kalian kan pembaca yang baik. pembca yang baik adalah mereka yang mau mengahrgai bacaanya. Jadi berharapa kalian comment, kritik, saran. Itu akan sangat membantu. Suer!

10 thoughts on “[Freelance] Ordinary (Oneshot)

  1. Kyaaaa kerenn bgt thor!!!!
    Sumpah ya, kira in jess bakalan dpt semprot habis” an trus dia dipecat dan akhirnya sad ending, tp ini huwaa si Kris tiang listrik itu malah ngelamar jess. Haduhh trik nya kris buat bkin surprise buat jess bner” top bgt😀
    Oh iya, ga bisa bayangin kalo jess nyium kris, kayanya kalo cuma jinjit tanpa heels ga nyampe deh wkwk, secara kris kan tinggi bgt haha😀
    Ditunggu ff lainnya thor

  2. 😀😀😀😀
    thor, aku ini bukan orang yg pintar berkata-kata dan memuji. Tapi sumpah demi apapun, ff ini so sweet bingoo ! Aku senyam senyum gaje bacanya😀 apalagi castnya favoritku, KRISSICA :* Keep writing about krissica ya? Please😀

  3. Just one word, sweet
    Nggaak, nggak gaje kok🙂
    Cuman kurang panjang aja #peace._.v
    Intinya ini sweet dan si Kris juga sweet
    Idenya Kris itu lhoo, bikin ikutan deg-degan aja😀

  4. ahahaha KrisSica, gila gila gila
    aku kan suka kalo gini jadi pen nangis :”
    mana ceritanya romantis, pembawaan alurnya juga gak terlalu cepet
    ditunggu ff dengan pairing krissica selanjutnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s