[Freelance] Ficlet – Three Second

1524717_618450784858242_1511561232_n

Tittle:

Three Second

Author:

Hyerin Park

Cast:

Xi Luhan – Jessica Jung

Genre:

Romance

Poster by: http://myideafanfiction.wordpress.com/

Disclaimer:

ff ini buatan saya. saya hanya meminjam nama mereka. mohon sudah baca komentar ya ^^. maaf kalau ada typo. ff abal-abal–.

Happy Reading^^

.

.

.

.

3 detik adalah waktu yang sangat singkat. Bahkan jika kita mengedipkan mata hanya butuh 1 atau 2 detik.  Bagaimana jika kita jatuh cinta hanya dalam 3 detik ?.

Kau percaya ?

“Kau sangat hebat. Dalam waktu 3 detik bisa mencuri perhatianku”

.

.

.

Seorang namja berjalan di trotoar sambil memayungi sebuah payung. Melihat pemandangan di sekitarnya. Sepi. Tentu saja karena ini hujan. Hujan membuat orang malas untuk keluar rumah. Namja itu makin mengeratkan jaketnya merasa dingin. Ia memasukkan satu lengannya pada kantung sedangkan lengan satu lagi memegang payung.

Drrrttt.drrrt. ponselnya bergetar menandakan sebuah panggilan masuk. Namja itu mengambil ponsel yang berada di saku nya kemudian menekan tombol hijau.

“Yoeboseyo”.

“Luhan hyung. Kau dimana ?”. tanya orang yang berada di telepon.

“Aku di Gangnam Street. Aku akan kembali sebentar lagi”.

Namja itu –Luhan mematikan ponselnya dan memasukannya kembali ke dalam saku dan kembali berjalan. Selagi berjalan Luhan menangkap sesosok gadis cantik yang sedang berdiri di depan sebuah toko sambil merapatkan tangannya. Luhan bisa menebak bahwa gadis itu pasti tidak membawa payung.

Luhan berdiri mengamati setiap gerak gerik gadis itu. Gadis itu melirik jam yang melingkar di lengannya. “Mungkin dia sedang terburu-buru”. Batin Luhan. Hendak menghampiri gadis itu. Tiba-tiba saja gadis itu berlari menerobos hujan. Gadis itu berlari melewati Luhan.

Srett. Syal tipis yang di kenakan gadis itu terjatuh akibat berlari. Sepertinya gadis itu tidak sadar kalau syalnya terjatuh. Ia terus saja berlari menerobos hujan berharap cepat sampai rumah sebelum hujan semakin deras.

Luhan mengambil syal tersebut. Hendak mengambil gadis itu tetapi ia urungkan niatnya karena melihat gadis itu berlari semakin menjauh. Luhan melihat syal itu. Syal biru muda yang cantik dengan terukir sebuah nama ‘Jessica Jung’ di sudut syal.

“Jessica Jung. Jadi itu nama gadis itu. Cantik”.

Luhan menarik sudut bibirnya sehingga terlihat sebuah senyuman.

“Aku akan menunggunya disini untuk mengembalikan ini”.

Luhan melipat syal tersebut dan memegangnya sambil berjalan. Syal itu terasa hangat walau hanya di pegang.

 

****

 

Luhan sudah berada di tempat kemarin. Menunggu gadis itu. Sesekali ia menghentakkan kakinya ke tanah. Sudah 15 menit ia menuggu tetapi gadis kemarin tidak kunjung menampakkan diri. Luhan semakin mengeratkan jaketnya agar hawa dingin tidak menyerang tubuhnya lebih banyak lagi. Seoul sedang mengalami musim hujan.

Karena merasa gadis itu tak kunjung datang. Luhan berniat melangkahkan pergi meninggalkan tempat itu.

“Sepertinya ia tidak membutuhkan benda ini”.

Baru mengambil beberapa langkah. Terdengar suara langkah kaki. Luhan melihat seorang gadis basah kuyup sambil meringkuk mencari sesuatu. Senyuman Luhan mengembang kala melihat gadis yang di tunggunya datang. Tanpa menuggu lama Luhan menghampiri gadis yang sedang meringkuk itu.

“Kau mencari ini ?”. tanya Luhan.

Gadis itu mendongak menatap siapa pemilik kaki yang mendekatinya. Terlihat seorang namja –Luhan tengah menyerahkan sebuah syal berwarna biru muda kepada si gadis. Gadis itu berdiri mensejajarkan dengan pemuda itu walaupun gadis itu lebih pendek dari namja di depannya. Gadis itu mengambil sebuah syal yang berada di tangan Luhan.

“Iya. Terima kasih. Aku sudah mencarinya kemana-mana. Ternyata ada padamu. Untung saja ada namja baik seperti mu yang mau mengembalikan syal ini”. Gadis itu tersenyum pada Luhan.

 

1 detik

 

2 detik

 

3 detik

Luhan masih saja menatap gadis yang berada di depannya. Luhan menatap mata gadis itu seolah-olah terbius akan keindahan mata foxy  dan senyuman yang di miliki gadis di hadapannya. Dalam waktu 3 detik gadis di hadapannya ini mampu mencuri perhatiannya.

“Hey. Kau mendengarku ?”. tanya gadis itu sambil mengibas-ngibaskan telapak tangannya di depan Luhan. Membuat Luhan langsung tersadar akan lamunannya.

“I..Iya. Ada apa ?”.

“Terima kasih”. Kata gadis di hadapannya sekali lagi sambil menampakkan senyuman manis.

“Tidak masalah”. Jawab Luhan.

Seolah tersadar  gadis itu sedang tidak memakai payung. Luhan langsung memayungi gadis itu. Gadis itu menggelengkan kepalanya. Luhan menatap bingung.

“Sudah terlanjur basah. Biarkan saja”. Gadis itu tersenyum.

“Tidak. Setidaknya tidak membuatmu terlalu basah.

Jessica  mengangguk.

“Kau Jessica Jung kan ?”.

“Benar. Kau tau darimana ?”.

“Aku tak sengaja melihat tulisan di sudut syalmu”.

“Ah iya. Aku lupa kalau ada nama ku di syal ini. Gadis itu –Jessica menepuk dahinya.

Luhan terkekeh melihat kelakuan gadis ini.

“Gadis ini sepertinya menyenangkan. Aku ingin mengenalnya lebih jauh”. Batin Luhan.

 

Wusshhh.

 

Angin kencang menerpa tubuh mereka sehingga membuat payung yang di pegang Luhan terjatuh. Luhan mengambil payung itu dan memayungi tubuhnya dan Jessica.

“Ayo ke rumahku. Akan ku buatkan teh hangat. Kau mau ?”. tawar Jessica

“Kedengarannya tidak buruk”. Jawab Luhan.

Luhan dan Jessica berbagi satu payung untuk berdua. Tidak buruk. Bahkan sangat menyenagkan bisa berbagi satu sama lain. Benarkah ?.

 

****

 

Luhan dan Jessica sudah sampai di rumah Jessica. Luhan dan Jessica membuka sepatu dan menaruhnya di depan pintu rumah. Mereka masuk.

“Tunggu sebentar. Akan ku ambilkan handuk. Dan membuat teh hangat”.

Luhan mengangguk mengiyakan perkataan Jessica.

Selang beberapa menit. Jessica kembali dengan membawakan handuk beserta teh hangat.

“Minumlah dulu. Keringkan juga rambutmu”. Jessica menyerahkan handuk dan teh hangat pada Luhan. Luhan mengambilnya.

“Terima kasih”. Ucap Luhan tersenyum. Jessica membalas tersenyum.

“Boleh aku bertanya sesuatu ?”. Luhan membuka suara.

“Tentu saja”.

“Kenapa kau susah payah mencari syal itu padahal kau bisa membelinya lagi”.

“Itu sangat berharga. Pemberian eomma ku”. Jessica menunduk sedih.

Luhan menatap Jessica penuh arti. Dia mengangguk seolah mengerti apa yang gadis itu pikirkan.

Hening.

“Kau mau bermain ?”. tanya Luhan mencairkan suasana.

“Main ? Main apa ?”.

“Aku memberikan sebuah kata. Kau harus menyambung  terakhir yang aku ucapkan. Mengerti ?”.

Jessica mengangguk.

“Baiklah. Kita mulai. Hujan.” Ucap Luhan.

“Januari”. Ucap Jessica tidak mau kalah.

Dan seterusnya. Mereka bermain dengan sangat riang. Tak peduli baru saja mengenal atau tidak.

 

****

 

Luhan berada di tempat kemarin mereka bertemu. Di tempat Luhan menyerahkan syal milik Jessica. Ia terlihat gelisah. Sedari tadi ia bermondar-mandir sambil memegangi sebuah payung.

“Luhan, sudah lama datang ?”. ucap seorang gadis menepuk pundak Luhan dengan senyuman. Luhan terkejut tetapi sedetik kemudian senyumannya mengembang melihat gadis yang di tunggu telah datang.

“Tidak”. Jawab Luhan.

“Jadi, untuk apa memanggilku kemari ?”.

“Aku ingin mengatakan sesuatu”.

Jessica menautkan alisnya. Luhan menghela napas dalam.

“Ak..Aku menyukaimu sejak kita bertemu. matamu dan senyummu sangat indah”.

Jessica terkejut. Sedetik kemudian dia tersenyum.

“Berarti kau hanya menyukai fisikku”.

“Tidak. Memang kita baru kemarin bertemu. tapi aku melihat kau orang yang baik dan menyenangkan. Aku ingin mengenalmu lebih jauh. Maukah kau menjadi pacarku ?”

“Kita baru bertemu kemarin. Bagaimana bisa hari ini kau mengatakan bahwa kau menyukaiku?”.

“Apakah waktu berpengaruh pada hati ? apakah orang yang bertemu secara singkat tidak boleh saling menyukai ? semakin waktu berjalan semakin itu pula membuat kita bisa memahami satu sama lain”.

Jessica menatap Luhan. Senyuman terukir indah di bibir indahnya.

“Tentu saja tidak. Aku juga ingin kita memahami satu sama lain”.

Luhan menatap Jessica tak percaya . sedetik kemudian dia memeluk Jessica.

“Terima kasih”. Ucap Luhan.

Jessica tersenyum membuat Luhan juga ikut tersenyum.

“Kajja. Kita pulang”. Kata Jessica. Menarik tangan Luhan.

“Bergandengan begini membuatku lebih hangat”. Ucap Luhan mengukir sebuah senyuman.

 

****

 

Mereka berjalan bersama dalam satu payung sambil tersenyum satu sama lain dengan jari yang di tautkan mengusir hawa dingin yang menerjang. Sangat romantis.

.

.

.

 

‘Cinta tidak mengenal kapan, dimana, dan kenapa kita saling mencintai’

.

.

 

The End

.

.

 

 

Note:

https://littlebubbletea.wordpress.com/ (Hyerin’s Fantasy) => For more Jessica fanfictions

18 thoughts on “[Freelance] Ficlet – Three Second

  1. So sweet, thor😀 tapi jujur aja, kayaknya alurnya kecepetan deh, hehe. Daebakk !😀 oh iya, itu di ffnya banyak yg typo loh, thor. Hehe. Aku kira tadi tulisan di syalnya Sica bakalan “Blanc and Eclare” ternyata bukan, wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s