[Freelance] (Hurt) (Oneshoot)

HURT FF

Judul : HURT

Author : @RaynaAlamira

Rating : Family

Length : Ficlet

Genre : Drama

Main Cast :

  • Jessica Jung as Sica

Support Cast :

  • Bae Suzy as Suzy
  • Kim Jongin as Kai
  • Eomma

DISCLAIMER : FF INI MURNI BUATAN OWNER, APABILA ADA KESAMAAN TEMPAT, NAMA DAN LAINNYA HARAP DIMAKLUMI KARENA DIDUNIA INI TIDAK ADA YANG SEMPURNA*asikk* DIMOHON UNTUK KRITIK DAN SARAN SETELAH MEMBACA. DON’T BE SILENT READER PLEASE, THX ^^

 

“Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!”

“Kau sangat tidak menghargai apa yang orang lain lakukan!”

“Bodoh! Aku sudah bilang padamu, apakah kurang jelas?!”

“Aku sudah lelah mempunyai anak seperti mu! Keluar dari rumah ini!!!”.

~~~

PLAK!!!

“Sungguh kelewatan! Apakah kau tidak punya otak, huh?! Bahkan anak gadis lain pun tahu!”

Aku hanya bisa meneguk saliva ku sambil meremas pakaian kotor yang akan aku cuci. Ku pandangi dengan takut wajah eomma yang menampakkan bahwa dia sangat kesal dengan kelakuan ku. Aku baru saja membuat luntur semua baju-baju terbaik eomma dan appa.

“Mi..mianhae eomma..”

“Apa dengan kata maaf mu itu bisa memperbaiki segala hal?!”

Lalu apa dengan emosi itu akan membuat semuanya kembali, eomma?

“Bicaralah!”

Jika aku pun berbicara, aku akan selalu salah di matamu.

PLAK!!!

~~~

“Sica-ya, gwaenchana?” tanya Suzy padaku. Aku hanya mengangguk lemah sambil menampakkan senyum tipis. Suzy mengerutkan keningnya, dia nampak menelusuri tiap inci dari wajahku. Tak beberapa lama dia tersentak kaget.

“Aigooo! Apa yang terjadi pada wajahmu?!”

Aku hanya meringis sambil menutupi lebam yang tercetak di bagian pipi ku. Suzy membelai rambut ku lembut. Sungguh, Suzy seperti eomma saja. Kenyamanan yang sebenarnya sangat aku butuhkan dari eomma, tetapi mengapa malah sahabat ku yang lebih bisa memanjakan ku? Padahal aku sangat berharap itu adalah eomma, ataupun appa…

“Suzy-ya, apakah aku bodoh?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Jawab aku”

“Tidak!”

Aku terdiam lagi, sambil memikirkan sesuatu. Lalu yang selanjutnya terjadi adalah aku hanya menampakkan senyum lebar pada sahabat ku ini. Aku tidak ingin memikirkan hal yang buruk, aku hanya ingin bersenang-senang sekarang.

~~~

“Dasar anak bodoh! Aku sudah menyekolahkan mu dengan uang ku! Dan kau sia-sia kan begitu saja?! Dasar anak tidak tahu diri!!!”

PRANG!!!

Eomma memecahkan vas bunga yang tadinya bertengger manis di atas meja, sebelum eomma melihat nilai rapotku. Yang menurutku memang buruk, namun inilah hasil kerja keras ku selama ini, aku sudah mencoba untuk membanggakan eomma walaupun aku hanya mendapatkan peringkat ke-19. Yang penting aku jujur, tidak seperti yang lain yang hanya mengandalkan orang lain.

PLAK!!!

~~~

Aku meneteskan air mataku perlahan-lahan, teringat semua perkataan yang eomma dan appa lontarkan. Bahwa mereka tidak menginginkan ku, aku lahir hanya karena sebuah ‘kesengajaan’. Sungguh rasanya sakit! Biarpun aku tidak diinginkan, namun aku juga manusia.

“hikksss..hiksss..”

Aku menatap album foto yang dominan hanya foto aku dan Suzy, aku sangat membutuhkan Suzy sekarang..

“Suzy-ya..kau sangat baik padaku, melebihi keluargaku sendiri. Jika nanti aku akan terlahir kembali, bolehkan aku meminta kepada Tuhan? Aku ingin eomma yang baik sepertimu…Aku mohon Tuhan kabulkan doa ku..hikss..hikss..”

Air mata mengalir deras dari kedua bola mataku, teringat kembali memori-memori buruk yang mewarnai hidup ku ini. Aku memang bersalah, namun jika aku berusaha pun hasilnya tidak dihargai. Aku sangat lelah dengan semua ini..

“Mianhae eomma, appa. Mianhae Suzy-ya, aku akan segera hadir di kehidupanmu lagi..tunggulah!”

Aku tersenyum memandangi foto kami berdua, air mata semakin mengalir begitu cepat seperti hujan.

SREKKKK!!!

BYUR!!

Nampak seorang yeoja dengan darah berceceran dimana-mana memegang selembar foto yang sudah bewarna merah, yeoja itu terlihat tenang dan pucat. Seperti sedang berpetualan dengan mimpi indahnya.

~~~

“OOOEEEE!!!OEEEEEE!!!!”

“Ya Tuhan! Gamshamnidaaa!!!” teriak seorang pemuda dengan wajah begitu gembira ketika melihat istrinya melahirkan seorang putri dengan paras yang manis. Istrinya terlihat menahan sakit namun segera tergantikan dengan senyuman ketika melihat bayi yang baru saja lahir.

“Dia manis sepertimu, yeobo” ucap Kai, yang tak lain adalah suami dari Suzy.

“Benarkah? Dia seperti sahabatku..Sica”

END

4 thoughts on “[Freelance] (Hurt) (Oneshoot)

  1. Hiks.. Aaaa ff nya sedihh bgt!!!
    Sumpahh eomma nya Sica keterlaluan, namanya anak harusnya tuh disayang bukannya di sia” in😦
    Btw, nice ff. Ditunggu karya lainnya thor^^

  2. waahhh…. keren nih tapi pendek.. sequel dong… pengen tau kehidupan jessica pas d lahirkan kembali dengan kai sebagai appanya dan suzy sebagai ommanya.. hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s