[Freelance] (Complicated Friendship) (2)

comfriend-by-peniadts

Title: Complicated Friendship

Author: S.AP

Rating: PG-13

Length: twoshoot

Genre: Friendship, sad (maybe)

Main Cast: Jessica Jung (Jung Sooyeon)|Stephanie Hwang

Support Cast: Wu Yifan|Xi Luhan and find it by yourself

Poster by: peniadts@cafeposterart.wordpress.com

‘ kau orang yang membuatku bahagia, namun kau juga orang yang melukaiku ‘

‘ aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku, walau aku tak tau apakah kau menganggapku sebagai sahabatmu. Kau begitu baik padaku, tapi aku tak tau apa maksud dari kebaikanmu selama ini ‘

‘ aku benci dengan sesuatu yang berbau pengkhianatan, terutama pengkhianatan yang kau lakukan padaku. Aku sungguh kecewa padamu ‘

Sebenarnya Jessica sedikit gugup saat akan membalas pesan Kris. Dia takut jika dia memberikan identitas aslinya, Kris akan mengabaikannya.

Jessica:

I’m a human, like you

5 menit…    10 menit…    20 menit… tidak ada balasan dari Kris, Jessica mulai mengacak rambutnya. Jessica tahu ini akan terjadi, tapi dia juga tidak bisa memberitahukan pada Kris bahwa itu adalah dia.

“Haah… aku tau ini akan terjadi” gerutu Jessica sambil meninju-ninju bantalnya, malam ini Jessica tidak seperti biasanya. Sedari tadi dia hanya memainkan handphonenya dan sama sekali tidak menyentuh bukunya, lalu tertidur pulas dengan tangan yang masih memegang handphone.

***

Kriing…Kriing…Kriing…

“aah… it so annoying” (mematikan alarm) Jessica beranjak dari tempat tidurnya dengan rambut yang masih berantakan, pada saat-saat seperti ini Jessica lebih terlihat seperti singa yang baru bangun. yaah… berlebihan *abaikan dia segera menuju kamar mandi, karena hari ini hari Senin jadwal masuknya lebih pagi. tapi, sepertinya hari ini dia kesiangan.

***

“Jessi-ah…” panggil seorang namja, Jessica menoleh kearah namja tadi

“aah… lulu-ah” Jessica bergegas menghampiri namja tadi. Tapi, sebelum Jessica sampai ke tempat Luhan berdiri, Luhan mengatakan

“gomawo cokelatnya, umm… bukankah kau yang memberi Kris cokelat?” Jessica menghentikan langkahnya ‘oh tidak, bagaimana dia bisa tahu?’ batinnya.

“Ani, itu bukan aku. Aku tidak pernah memberikan cokelat pada siapapun” balas Jessica dengan nada setenang mungkin dan gayanya berkacak pinggang, untuk meyakinkan Luhan bahwa itu bukanlah dia. Meskipun Jessica juga disertai rasa gugup, Jessica terus berusaha untuk setenang mungkin. Jika tidak, mungkin Jessica akan menanggung malu. Luhan yang sedari tadi memperhatikan pergerakan Jessica akhirnya angkat bicara

“sudahlah, aku tau itu kau. Akan kusampaikan pada Kris kalau yang memberi cokelat itu kau Jess, tenang saja usahamu tidak akan sia-sia” Luhan menepuk bahu Jessica sebelum meninggalkannya. “oh tidak, Luhan-ah… Yak! Luhan… Don’t say it! or i’ll kill you later” Jessica memanggil-manggil nama Luhan, meneriaki Luhan . Sungguh lucu Luhan terus berjalan tanpa menghiraukan Jessica yang kini tengah marah besar, yaa… Sebenarnya sedikit mengerikan melihat Jessica seperti tadi. Tapi Luhan tetap saja melanjutkan jalannya, jujur saja sangat lucu melihat Jessica marah seperti ini dan jarang-jarang Luhan mendapat moment mengerikan ini.

“Ya! Kris kemarilah” Kris menghela nafas kasar, Tentu saja. Luhan memanggilnya saat Kris akan memenangkan game, sungguh kalau saja Luhan bukan sahabatnya mungkin Kris akan mulut Luhan saat itu juga.

“wae? kenapa kau memanggilku? apakah ada masalah? seberapa besar masalahnya hingga kau memanggilku saat aku akan memenangkan game?” Mulut Kris terus saja nyerocos (bertanya), oh… aku lupa memberitahu kalian. Kris mungkin terlihat dingin diluar, tapi sebenarnya dia ramah bahkan terkesan cerewet daripada ramah. Luhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Luhan lupa jika teman satunya ini banyak bicara,

“kau tahu yang memberimu cokelat tadi pagi?” Kris menggeleng, lalu Luhan melanjutkan

“kau mau tahu?”

“yes, of course. Palli hyung!” Luhan berpikir menimbang-nimbang apa yang akan dikatakannya. Luhan takut jika dia mengatakannya Jessica pasti akan malu setengah mati jika berhadapan dengan Kris, Luhan segera berbicara sebelum Kris bertanya lebih banyak lagi

“dia adalah Jessica Jung” Kris terdiam sesaat lalu tertawa. Luhan kebingungan dengan sikap Kris tang berubah aneh, dia menyadari ada sesuatu yang salah dalam perkataannya, tapi Luhan mengabaikannya ‘mungkin hanya perasaanku saja’ batinnya. Kris terdiam setelah melihat Jessica memasuki kelasnya, Jessica terlihat kikuk dan gugup memasuki kelas Kris. Sungguh, sebenarnya Jessica sempat ragu memasuki ruangan Kris tadinya. tapi Jessica juga tidak bisa membiarkan Luhan memberitahu Kris, jika yang memberi cokelat adalah dirinya. Itu akan menjadi mimpi buruk bagi Jessica, membayangkannya saja sudah membuatya malu. Jessica cepat-cepat menghilangkan pikiran buruk itu, Jessica berjalan cepat menuju bangku dimana Luhan sedang duduk bersama Kris.

“ooh Jess, are you stalker?” Jessica mempercepat langkahnya dengan nafas memburu, Luhan sudah cukup keterlaluan hari ini. Apakah Luhan tidak tahu betapa malunya Jessica?, ‘cukup main-mainnya hari ini tuan Xi’ batin Jessica sambil menarik Luhan dari bangkunya. Dia tak lagi memperdulikan tatapan-tatapan aneh yang ditujukan padanya, Jessica hanya ingin memberi pelajaran pada Luhan karena Luhan telah mempermainkannya di hadapan Kris.

“tell me now!” tanya Jessica dengan geram

“what? apa yang harus kujelaskan padamu?” Jessica semakin geram, oke… mungkin kali ini Jessica memang berlebihan, tapi Luhan juga keterlaluan.

“Don’t make me mad Lu, what do you said to Kris?” Luhan menegakkan badannya, mendekati Jessica hingga memojok ke tembok.

“Mwo? Aku hanya bilang kalau cokelat itu darimu. Apa itu bermasalah?” “Apa kau PMS hari ini?” “Kenapa kau berlebihan sekali?” Luhan menempelkan tangannya di samping Jessica, Luhan mendekati Jessica hingga hembusan nafasnya terasa di wajah Jessica. Jessica menelan ludah dengan susah payah, well… Jessica sangat gugup saat ini. Yang benar saja, jarak Luhan dengan Jessica sangat dekat dan mungkin jika ada orang yang melihat mereka pasti mengira mereka berciuman

“Mwo! Aku berlebihan tuan Xi? Justru kau yang keterlaluan. Apa kau tudak sadar telah mempermalukan orang? Oh my… Dan kau mempermalukanku dihadapan Kris. Apa menurutmu itu tidak keterlaluan?” Luhan menghembuskan nafas kasar mendengar omelan Jessica ‘aku tahu kau menyukainya’ batin Luhan, Luhan menatap Jessica lekat-lekat lalu memajukan wajahnya hingga tepat berada disamping wajah Jessica dan berbisik pelan

“ya… aku keterlaluan, itu karena aku tahu kau menyukainya” kemudian memundurkan wajahnya meninggalkan Jessica yang masih terpaku.

Sedetik kemudian….

“Yak! Tutup mulutmu Xi Luhan! Yak!! Yak!! Kau gila” Jessica berteriak memaki Luhan dengan mempout bibirnya, sedangkan Luhan hanya menutup telinga dan terus berjalan. Semua orang yang melewati mereka berdua (Jessica-Luhan) melihat dengan tatapan aneh, tatapan sinis sekaligus menghina. Bayangkan saja, saat ini Jessica tengah berdiri di tengah koridor dan berteriak tidak jelas bukankah itu sangat memalukan?

“Apa dia sudah gila?”

“Apa dia pikir sekolah ini hanya miliknya? Dasar yeoja gila”

Jessica mendengar bisik-bisik dari beberapa siswa lain yang melewatinya seketika itu wajahnya memerah mengingat Jessica meneriaki bahkan mengumpat pada Luhan di tengah-tengah koridor. Rasanya Jessica ingin sekali menghilang saat itu juga, ‘tamatlah aku’ batin Jessica seraya melangkahkan kakinya dengan gontai menuju kelas, otaknya kembali memutar perdebatannya tadi bersama Luhan Jessica menimbang-nimbang, berpikir apakah dirinya sangat sensitif hari ini hingga Luhan mengetahui jika dia menyukai Kris? Ya mungkin Jessica sudah cukup berlebihan.

***

Malam ini Jessica tak seperti biasanya sikapnya yang riang, cerewet, dan membuat moodboster orang lain berubah, malam ini Jessica terlihat seperti memikirkan sesuatu. Bahkan saat Tiffany mengajak Jessica makan malam diluar Jessica hanya mengangguk sebagai jawabannya. Tiffany juga merasa aneh dengan sikap Jessica sedari tadi Jessica hanya mengekor dibelakangnya dan melihat kedepan dengan tatapan kosong dan tanpa berbicara sedikitpun, seolah-olah mulutnya terkunci rapat hingga Jessica sendiri tak mampu membukanya. Jujur saja, Tiffany tidak nyaman dengan suasana seperti ini sangat canggung. Setelah lama saling berdiam diri, akhirnya Tiffany membuka percakapan

“mm… Apa kau baik-baik saja Jessi?” Tanya Tiffany sambil mensejajarkan langkahnya dengan Jessica, Tiffany menatap Jessica yang tak kunjung memberi respon atas pertanyaannya ‘oh tuhan… katakan padaku Jess apa yang terjadi padamu? Aku sangat merasa tidak nyaman jika kau terus saja mengabaikanku seperti ini’ Tiffany mempercepat langkahnya, mendahului Jessica tanpa disadari Tiffany berhenti secara tiba-tiba tepat dihadapan Jessica. Jika saja Jessica tak memperhatikan langkahnya mungkin dia akan menabrak Tiffany.

“oh Fany-ah… Kenapa kau tiba-tiba berhenti?” tanya Jessica dengan ekspresi kaget

“mungkin aku harus seperti ini lagi lain kali” Jessica terlihat kebingungan dengan pertanyaan Tiffany yang menurutnya aneh, Tiffany mengerti maksud dari ekspresi wajah Jessica tanpa perlu mengatakannya ‘apa maksudmu?’

“sejak tadi kau terus saja mengabaikanku Jess, apa kau baik-baik saja?” Tiffany memgang tangan Jessica dan menatapnya lekat-lekat, berharap Jessica mau berbagi kesedihan dengannya. Tiffany hanya ingin menjadi sahabat yang baik bagi Jessica, dia ingin selalu ada untuk Jessica

“ceritakan padaku, aku akan mendengarkanmu apapun itu” tanya Tiffany sekali lagi

“apapun itu?” Tiffany mengangguk lalu tersenyum pada Jessica

“kurasa aku hanya sedikit tidak enak badan, kajja kita masuk. Bukankah ini restaurantnya?” Tiffany tau Jessica berbohong padanya, Tiffany juga tau Jessica tidak ingin membebaninya tapi sayangnya Tiffany tidak bisa memaksa Jessica untuk menceritakan masalahnya. Mereka memasuki restaurant dengan suasana sedikit canggung, Tiffany memilih bangku paling pojok dekat kaca yang secara langsung terlihat taman bunga yang indah. Jessica hanya mengekor dibelekang Tiffany dengan tangannya yang masih menggandeng tangan Tiffany.

“1 hot chocolate” pesan Jessica pada pelayan

“aku juga” sahut Tiffany yang duduk didepan Jessica, pelayang tadi segera mencatat pesanan mereka dan segera menyajikannya, sementara itu… Jessica dan Tiffany masih dalam suasana canggung hingga Jessica memecahkan keheningan

“aku baik-baik saja Fany-ah, percayalah. Jangan khawatirkan aku” seraya menggenggan tangan Tiffany untuk meyakinkan Tiffany bahwa dirinya baik-baik saja. Tiffany mengangguk lalu tersenyum hangat pada Jessica, setelah malam itu. Mereka saling percaya satu sama lain, saling membantu dan tidak pernah mengecewakan. Jikapun salah satu dari mereka melakukan kesalahan maka mereka akan saling memaafkan tanpa harus bertengkar, begitupun rasa cinta Jessica terhadap Kris masih sama. Tak berkurang 1% pun, Jessica pernah ingin melupakan Kris. Tapi tetap saja rasa itu akan kembali muncul dari dalam hati Jessica, mungkin ada beberapa faktor yang membuat Jessica melupakan rasa sukanya pada Kris.

  1. Kris dan Jessica menjadi teman baik, mungkin jika dilihat dari kejauhan mereka terlihat seperti sepasang kekasih.
  2. Akhir-akhir ini Kris sering mengajak Jessica pergi, seperti ke bioskop, taman, restaurant, maupun pameran. Yaa… sedikit informasi disini Kris tertarik dengan seni, terutama fotografer

Mungkin itu adalah beberapa faktor yang membuat Jessica terus menyukai Kris dan hari ini Jessica bermaksud untuk mengungkapkan perasaannya pada Kris, maka dari itu hari ini Tiffany membantu Jessica untuk memberitahu Kris tentang ini dan membantunya memilih cokelat yang enak.

“permisi, apakah Kris Wu ada di kelas?” tanya Tiffany pada salah seorang siswa dari kelas Kris, jika kalian ingin tahu kenapa bukan Jessica sendiri yang memintanya. Jawabannya adalah gugup Jessica gugup sekaligus malu jika harus berhadapan dengan Kris dan mengatakannya bahwa dia ingin mengajak Kris ke taman.

“yaah… Kris didalam mmm… jakkaman, akan kupanggilkan”

“hyung, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu!” teriak namja tersebut pada Kris, sontak Kris segera beranjak menemui Tiffany diluar kelas. Hal pertama yang Kris pikirkan saat melihat Tiffany adalah ‘cantik’ , jujur saja Kris terpesona akan kecantikan Tiffany yang super itu. Memang Kris sering melihat Tiffany bersama Jessica teman baiknya, tapi itu hanya sekilas saja.

“Ne?” sepatah kata meluncur dari bibir Kris

“Apa kau Kris Wu?” tanya Tiffany sedikit gugup, garis bawahi kata gugup. Apa maksudnya gugup apa Tiffany terpesona pada Kris? Tidak ada yang tau. Bukan tidak tapi belum. Anggap saja Tiffany hany terpesona oleh ketampanan Kris, yaa.. hanya itu saja tidak lebih.

“Ne, aku Kris. Apa yang membuatku menemuiku?” Kris menyandarkan badannya di tembok, menunggu apa yang akan dikatakan Tiffany si cantik . Tiffanypun tidak ingin mengulur waktunya, dia masih mempunyai pekerjaan yang belum terselesaikan.

“aku hanya menyampaikan pesan dari Jessica, bahwa dia ingin mengajakmu pergi ketaman yang biasa kalian kunjungi. Jika kau ingin tau kenapa dia tidak memberitahumu sendiri. Itu karena Jessica sedang ada urusan penting, jadi kuharap kau mengerti” Jelas Tiffany panjang lebar pada Kris

“ah oke” Tiffany tersenyum sebelum meninggalkan Kris yang masih menyandarkan badannya di tembok.

***

Jessica:

Aku akan menunggumu.

Sekarang Jessica sedang menunggu Kris ditaman, taman yang biasa dikunjungi Kris dan Jessica akhir-akhir ini. Sambil memegang cokelat yang tadi dia beli bersama Tiffany, Jessica memikirkan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya pada Kris. Mungkin ini terlihat sangat konyol mengingat Jessica adalah seorang yeoja. Mungking kalian akan berpikir bahwa aneh jika seorang yeoja lebih dulu mengungkapkan perasaannya pada seorang namja? yaa… Jessica memang sedang gila hari ini dan dia sadar jika dia gila. Dia dibutakan oleh rasa cintanya yang mendalam pada Kris, hingga Jessica tak mampu mengontrolnya rasa itu lagi. Setelah lama berpikir, akhirnya Jessica menemukan kata-kata yang tepat.

Sementara itu…

“aku punya firasat buruk tentang hal ini, apakah Jessi benar-benar menyukaiku?” gumam Kris dengan matanya yang masih fokus ke jalanandan tangannya yang masih menyetir. Sungguh, Kris tak tau apa yang akan terjadi dan mungkin saja firasat yang selama ini menghantuinya sebentar lagi akan terwujud. Padahal Kris sudah menganggap Jessica seperti sahabatnya bahkan dia menganggap Jessica sebagai adik kesayangannya. Tak lama kemudian, Kris sampai ditaman, Kris turun dari mobil dan melihat seorang yeoja cantik duduk dibangku taman dengan memegang sebuah coklat. Yeoja itu tersenyum pada Kris yang tengah menghampirinya, melambaikan tangannya yang mungil kearah Kris. Kris mempercepat langkahnya dan duduk disamping yeoja tadi.

“apa kau sedang bahagia?” tanya Kris dengan seulas senyuman pada yeoja itu.

“apa kau bercanda? Apa kau lupa dengan julukanku? Aku adalah si happiness princess, putri dari kebahagiaan. Aku bahagia dan akan selalu bahagia” Kris tertawa mendengarnya, selama Kris mengenal Jessica, Jessica memang yeoja yang selalu tersenyum, selalu bahagia dan selalu membuat orang disekitarnya tersenyum. Oh… Jessica memang yeoja yang sempurna. Kris berhenti tertawa, menatap Jessica sejenak lalu mengalihkan pandangannya ke hamparan bunga didepan mereka sambil menghembuskan nafas seperti berusaha menenangkan pikiran. Jessica melihat wajah Kris menghembuskan nafasnya pelan, Jessica telah siap mengungkapkan perasaannya pada Kris dan siap untuk mendengar jawaban dari Kris. Apapun itu.

“Kris-ah” Kris menghadap kearah Jessica, melihat tangan Jessica yang gemetaran. Dia segera memegang tangan Jessica dengan pelan. Kris akan sangat sedih jika yeoja yang sudah dianggapnya sebagi adik kesayangan ini sakit. Tapi mungkin Jessica sudah salah paham dengan semua perhatian Kris padanya akhir-akhir ini, Jessica menganggap itu sebagai rasa suka Kris padanya.

“wae?”

“umm… aku ingin mengatakan sesuatu padamu, jadi komohon dengarkanlah” pinta Jessica pada Kris

“bicaralah” Jessica menatap Kris lekat-lekat, saat ini hatinya berdegup kencang hingga Jessica takut jika Kris bisa mendengarnya. ‘I’m ready for it’ batin Jessica sebelum memulainya

“Aku menyukaimu, selama ini. Sejak dulu pertama kali aku memberimu coklat aku sudah menyukaimu” Jessica mengatakannya dengan mengulurkan tangannya yang memegang coklat dengan mata tertutup. Sementara Kris menghembuskan nafas kasar, ini sama dengan dugaannya. Sungguh, sebenarnya Kris tidak ingin berada disituasi seperti ini. Ini sangatlah rumit untuknya. Kris mendekati Jessica hingga tepat berada di depan wajah Jessica, sama seperti yang pernah dilakukan Luhan padanya. Kris mengambil coklat yang masih dipegang Jessica dan memegang tangan Jessica erat kemudian berkata

“bukalah matamu Jess” Jessica membuka matanya pelan dan dia cukup terkejut mendapati Kris tengah berada tepat didepan wajahnya, sebelum Jessica membuka mulutnya Kris berbicara lagi.

“aku tidak tahu harus apa yang harus kukatakan, tapi kau harus tau satu hal Jess, aku benar-benar menyayangimu seperti adikku sendiri, aku mencintaimu layaknya adikku. Maafkan aku bila harus mengatakan ini, kau boleh membenciku jika kau mau. Jikapun aku mau, aku tidak bisa menerima rasa itu. Aku sungguh menyesal mengatakan semua ini, maafkan aku.”

Tes… airmata jatuh dipelupuk Jessica, dia tidak bisa menahan gejolak hatinya saat ini. Ini sungguh menyakitkan sangat menyakitkan hingga Jessica menangis dihadapan Kris, jika Jessica harus ditanya mungkin ini adalah pengalaman terpahitnya. Mungkin Kris bukanlah cinta pertama Jessica, tapi Jessica sudah menyukai Kris sejak setahun lalu. Kris semakin erat memegang tangan Jessica, berusaha menenangkan hati Jessica yang terluka karenanya. Jessica sendiri masih menangis bahkan semakin keras hingga terisak di pundak Kris, yang Jessica inginkan saat ini adalah dia bisa pergi jauh tanpa harus diketahui orang lain. Dia ingin melupakan semua yang terjadi saat ini.

Setelah sesaat Jessica berhenti menangis

“Ayo akan kuantar kau pulang Jess” Kris berusaha meraih pundak Jessica namun Jessica mengahindar dan langsung berdiri, mengucapkan salam lalu pergi.

***

Jessica melangkahkan kakinya dengan gontai menuju kamarnya, dia sudah cukup lelah hari ini. Dia sangat lelah untuk menerima kenyataan. Memang sebelumnya dia sangat siap bahkan terlalu bersemangat untuk mengungkapkan perasaannya, tapi saat ini dia ingin meluapakn semua yang terjadi hari ini. Dan dia berjanji untuk melupakan rasa cintanya pada Kris.

Sementara itu…

‘aku berharap semua rencanamu berjalan dengan baik Jess, aku akan berdoa untukmu’ batin Tiffany dalam diam, Tiffany berharap semua rencana Jessica untuk mengungkapkannya berjalan dengan lancar. Tiffany akan sangat senang jika sahabatnya bisa mendapat namja setampan Kris, tunggu… apa maksud tampan tadi? Apa mungkin Tiffany menyukainya? Apa dia setega itu pada Jessica (sahabatnya sendiri?) Tidak ada yang tau kecuali Tiffany sendiri.

***

Keesokan harinya Jessica berangkat sekolah dengan mata yang sembab dan bibir yang memerah akibat menangis semalaman. Bahkan Jessica harus menggunakan kacamata hitam untuk menutupi matanya, tapi itu semua tertutup oleh senyum Jessica yang merekah, senyum yang menghangatkan hati orang lain yang melihatnya.

Hari ini Tiffany sengaja berangkat lebih pagi untuk menyambut sahabatnya, dia sangat bersemangat dan mungkin lebih terlihat seperti hyperaktif. Bagaimana tidak, sejak tadi mondar-mandir didepan kelas sambil bersenandung ria. Bukankah itu hyperaktif? oke biarkanlah dia hyperaktif seperti itu, toh jarang-jarang Tiffany bisa seperti itu.

Jessica kini tengah melenggangkan kakinya memasuki ruang kelasnya, alangkah kagetnya Jessica mendapati Tiffany yang berdiri didepannya dengan mata berbinar-binar layaknya anak kecil yang yang baru saja dibelikan es krim. Namun itu bukan tentang es krim, dan Jessica mengerti maksud dari tatapan Tiffany. Hanya saja Jessica tidak ingin membahasnya kali ini, dia melewati Tiffany dengan senyuman seasli mungkin.

“yak!! Kenapa kau hanya melewatiku saja? Come on baby, ceritakan padaku kisah indahmu kemarin” Jessica meneruskan jalannya dan mengabaikan Tiffany yang terus mengoceh, Jessica berharap Tiffany akan mengerti dengan mengabaikan setiap pertanyaan yang berhubungan dengan hal pahit itu.

“o..o..o.. Jangan abaikan aku dan jawab pertanyaanku Jess”

“dan satu hal lagi, kau terlihat berbeda hari ini. Umm… lepaskan kacamatamu Jess, aku tak bisa melihat wajahmu denga jelas jika kau tetap memakai kacamata hitammu itu, lagipula di sini tidak silau” Tiffany terus mengikuti Jessica hingga ke bangkunya, ya walaupun itu juga bangku Tiffany. Tiffany duduk disebelah Jessica dan terus mengamati gerak Jessica tanpa berbicara satu katapun, Jessicapun terus mengabaikan Tiffany walaupun di tetap bisa melihat dari kacamata hitamnya kalau Tiffany terus mengamati geraknya sejak tadi.

“wae?” akhirnya satu kata terucap dari bibir Jessica yang mungil

“kau mengabaikanku lagi, apa sebenarnya salahku hingga kau mengabaikanku lagi?” ternyata dugaan Jessica salah, yaa… Jessica lupa kalau Tiffany adalah yeoja dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Tentu saja ini akan membuat Jessica merasa terganggu sekaligus tidak tahan memendam rasa sakit yang tengah dialaminya.

“Jess, kau dengar aku? Lepaskan kacamatamu” Tiffany meraih gagang kacamata Jessica dan melepaskannya begitu saja ‘oh my god’ Tiffany terbelalak melihat mata Jessica yang sembab dan memerah, ini sungguh diluar dugaan Tiffany, sebelumnya Tiffany menduga Jessica tengah bahagia karena pengakuannya pada Kris kemarin. Tapi kenyataan berbicara lain, Jessica sahabat baiknya itu kini tengah terluka. Dan ini untuk pertama kalinya Tiffany tidak bisa membantu Jessica karena menurut Tiffany persoalan hati hanya bisa diselesaikan oleh orang yang bersangkutan saja tidak bisa dipaksakan. Jessica memeluk Tiffany erat-erat menangis hingga sesenggukan di pundak Tiffany, dan semua ini mengajarkan Jessica bagaimana peran sahabat yang seharusnya, dia sangat berterimakasih pada Tiffany yang selama ini membantunya, menjaganya seperti kakak bagi Jessica.

Sejak hari itu Jessica mulai menghindari kontak dengan Kris, dia hanya mengagumi Kris dari kejauhan saja. Yaah… walaupun semua rasa itu belum sepenuhnya hilang, tapi Jessica tetap memegang janjinya saat itu yaitu melupakan semua rasa cintanya pada Kris.

Sejak dari itu juga entah kapan dan siapa yang memulai mereka mulai saling mengagumi, saling takjub satu sama lain dan saling suka satu sama lain, mungkin rasa suka mereka berdua belum seberapa besar tapi mereka percaya jika mereka bisa bersama.

Tanpa sepengetahuan orang lain, mereka mulai menjalin hubungan. Hubungan yang tak seharusnya, hubungan yang akhirnya hanya akan mengecewakan. Mungkin ini terdengar seperti alasan, tapi pada saat itu mereka merasa tidak ada yang salah dengan hubungan mereka, mereka menganggap hubungan mereka wajar-wajar saja. Hingga berbulan-bulan telah berlalu.

***

1 year later….

Tiffany sedang asyik dengan game baru di Hpnya, mengabaikan sekitarnya.

Tring..

‘Ayo kita pergi makan malam nanti’ satu pesan datang dari seorang namja, Tiffany tersenyum melihat pesan itu sebelum membalasnya.

‘Aku tidak bisa menolakmu J sampai jumpa nanti malam, aku mencintaimu’ tertera Tiffany.

Dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya setelah memebaca pesan tadi, jika dilihat dari cara Tiffany tersenyum dan membalas pesan tadi, sepertinya namja tadi adalah pacar Tiffany. Tunggu… Tiffany mempunyai pacar? Waah bukankah itu berita bagus? Mungkin itu dalah berita bagus hanya untuk Tiffany, garis bawahi kata hanya

***

Malam ini seorang namja sedang berdiri didepan rumah seorang yeoja, menggunakan jeans dengan jaket tebal menempel ditubuhnya ditambah syal yang cukup tebal yang melilit dilehernya. Jika kalian ingin tahu, ini adalah musim dingin dimana salju mulai turun membawa hawa dingin yang khas. Sang yeoja yang telah ditunggu-tunggupun akhirnya keluar rumah dengan balutan jaket yang tebal berwarna sama dengan yang dikenakan sang namja dan lilitan syal yang cukup untuk mengahangatkan tubuhnya, dia juga tak lupa mengenakan sarung tangan hadiah dari namjachingunya itu.

“hmm… kemana kita harus pergi malam ini Fany-ah?” terdengar suara berat dari namja tadi, yaa… mereka adalah pasangan baru Kris dan Tiffany, maybe akan terdengar sangat gila. Namun begitulah kenyataannya. Mereka adalah pasangan yang kuceritakan sebelumnya, jika semua orang mengetahuinya mungkin mereka akan bilang “dasar gila” atau apapun itu. Tidak ada yang tahu kenapa mereka bisa menjalin hubungan itu, tetapi intinya mereka saling mencintai sekarang ini. Mereka memasuki sebuah restaurant yang bernuansa romantis yang pernah Tiffany dan Jessica kunjungi dulu, sungguh ironis. Dulu tempat ini yang digunakan Tiffany untuk membantu Jessica mendapatkan Kris tapi sekarang Tiffany menghianati Jessica dengan menjalin hubungan dengan namja yang disukai Jessica.

“pesanlah, aku memesan hal yang sama denganmu” kata Kris pelan dengan nada selembut mungkin, Kris memegang tangan Tiffany mengelusnya pelan kemudian berkata

“aku mencintaimu chagi”

“nado oppa, aku juga mencintaimu” seraya membalas genggaman tangan Kris, Tiffany menatap manik mata Kris lekat-lekat lalu bersandar di pundak Kris. Berharap kisah cintanya dengan Kris akan selalu bahagia, tak berbeda dengan Tiffany, Krispun mengharapkan hal yang sama. Mereka memang memiliki kecocokan yang bisa dibilang hampir sempurna. Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama hingga Tiffany lupa akan janjinya pada Appanya, Tiffany berjanji akan pulang sebelum jam 10 malam tapi karena keasyikan hingga kini jam 10.30 malam Tiffany belum juga pulang.

“Ne, yeobboseo”

“Arraseo aku akan pulang sekarang” barulah setelah panggilan itu mereka beranjak pulang

***

Keesokan harinya Kris pergi ke kelas Jessica bermaksud mengantarkan handphone Tiffany yang kemarin tertinggal di mobilnya, karena hanya ada Jessica. Mau tak mau Kris menitipkan handphone Tiffany pada Jessica.

Sebelumnya Jessica cukup bingung dengan keberadaan handphone Tiffany di tangan Kris, tapi dia mencoba positive thingking dengan mengira tertinggal di kantin dan Krislah yang menemukannya. Yaa… mungkin seperti itulah, Jessica tak ingin ambil pusing hanya untuk memikirkan hal-hal buruk yang akan memeperkeruh moodnya hari ini. Diraihnya handphone Tiffany dari atas meja, saat tak sengaja melihat-lihat handphone Tiffany

“Oh my god” Jessica terkejut dengan hal yang ditemukannya, Jessica menemukan foto Kris yang mencium pipi Tiffany, tak hanya itu saja, Jessica juga melihat sms Tiffany dengan Kris. Jessica hanya terdiam bahkan terperangah dengan yang ditemukannya. Tak terasa, satu airmata jatuh dipipinya. Sakit, itulah yang dirasakannya saat ini Jessica tidak tahu apa yang harus dikatakannya lagi. Bagaimana bisa? Sahabat yang selama ini selalu ada didekatnya, membantunya bahkan menjaganya. Jessica sudah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan bagaimana perasaannya ini. Dia hanya duduk terdiam dengan tangan yang masih memegang handphone Tiffany dan irmata yang terus mengalir. Jessica ingin sekali menghentikan airmata itu, tapi apa daya. Hatinya yang tercabik-cabik tak mampu menahan sakit yang luar biasa ini. Jessica bertanya-tanya, apakah dia telah melakukan dosa hingga tuhan menghukumnya dengan cara seperti ini? Menidurkannya hingga terlelap sangat dalam lalu menghunuskan pedang padanya saat dia tertidur. Tak lama kemudian, terdengar suara Tiffany dari dalam kelas, sontak Jessica langsung menghapus airmatanya dengan tergesa-gesa.

“Oh Jess, kukira tak ada orang disini” Tiffany berjalan santai menuju bangkunya Jessica lalu duduk tepat disampingnya, seperti tak ada kesalahan apapun.

“ini” Jessica menyodorkan handphone Tiffany tanpa melihatnya, Jessica terus menghadap lurus kedepan. Sementara Tiffany menghadap kearah Jessica , Riffany terkejut melihat handphonenya berada di tangan Jessica. Padahal seingatnya handphonenya tertinggal di mobil Kris saat mereka kencan kemarin.

“Apa kau?” Tiffany berhenti bicara, menatap Jessica yang kini tengah mentapnya dengan tajam, Jessica menatap manik mata Tiffany seolah-olah mengunci dan memaksa Tiffany untuk mengungkapkan kebenarannya. kebenaran yang akan merusak semuanya, merusak persahabatannya yang sudah ditata dengan rapi.

Plaak..

Satu tamparan mendarat di pipi Tiffany yang mulus.

Plaak…

Satu tamparan lagi di atas pipi kanan Tiffany. Pipi Tiffany memerah akibat tamparan Jessica yang cukup keras tadi. Kemarahan Jessica sudah memuncak diubun-ubun saat ini, jangan salahkan Jessica jika sampai menampar Tiffany seperti ini. Mata Tiffany sudah memerah bersiap mengeluarkan airmata yang tak pernah dia tunjukkan pada siapapun.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa tiba-tiba kau menamparku?” Tanya Tiffany penuh dengan kemarahan

“Apa yang kulakukan? Seharusnya aku yang bertanya padamu! Apa yang kau lakukan bersama Kris? Apa aku harus menjelaskannya padamu?” Balas Jessica dengan nafas yang menggebu-nggebu

“Apa yang kulakukan dengan Kris? Aku! Stephanie Hwang! Yeojachingu dari Kris Wu! Apa kau puas. Apa kau kira aku akan diam saja melihat namja singe tampan seperti Kris? Oh… kukira kau yeoja pintar Jess, tapi aku salah kau adalah Yeoja terbodoh yang pernah kutemui”

“ya.. aku bodoh, aku memang bodoh. tapi setidaknya aku lebih baik darimu, aku bukan yeoja gila yang menjalin hubungan dengan namja yang disukai sahabatnya dan aku juga bukan perempuan brengsek sepertimu yang hanya memikirkan namja”

“Mwo!! Apa katamu!!! Brengsek? Kaulah yang brengsek Jess”

“kau tahu? Aku sungguh kecewa padamu, kau sudah kuanggap seperri saudaraku sendiri. Aku tak pernah sekalipun marah ataupun melarangmu, aku selalu mendukungmu apapun yang kaulakukan. Aku selalu berusaha untuk membuatmu bahagia, tapi apa balasanmu padaku? Kau berpacaran dengan Kris, itukah balasanmu? Setelah yang kita lakukan selama ini? Aku sungguh kecewa padamu. Aku tak ingin berbicara padamu lagi dan aku juga tak akan menganggapmu sebagai sahabatku lagi, sudah cukup sampai disini saja persahabatan kita” Jelas Jessica panjang lebar dengan air mata yang mengalir deras, mengeluarkan semua isi hatinya. Jessica sudah tak sanggup laggi menahan rasa sakit yang ditorehkan Tiffany padanya, Jessica mendapat pengalaman dari sini, Jessica tak akan mudah mempercayai seseorang lagi. Hari ini Jessica meninggalkanTiffany sendiri, yang masih terperangah, terdiam, menatap sendu kepergian Jessica.

 

‘Aku Jessica Jung, berada disini untuk melupakan semua memori burukku bersamanya’

 

END

 

Gimana ceritanya readers? Kepanjangan ya? Mian kalo ceritanya abal-abal, gaje dan jelek. Tolong kritik dan sarannya oke?

13 thoughts on “[Freelance] (Complicated Friendship) (2)

  1. ini harus ada sequelnya nih!! wajib! tiffany kek ga ad salah aja– kris jga. Kenapa jessica ga sama luhan aja? ayo buat sequelnya dan bikin lusica moment (^-^)9

  2. hueee thor ini sedihTT_TT bagus juga. sequel dong thor. penasaran sama kelanjutannya. dan kalo ada sequel bikin luhan suka sama jessica dan jessica-nya juga suka sama luhan *shipper kumat* pokoknya keep writing thor!

  3. Thor sequel!! Bwt kris n tiffany mnysal am jessie trus nntik jessie am luhan aj pcrn jd couple pling romantis di school nya thor!^^

  4. aku benci kalau genrenya sad karena aku merasa siriku juga tersakiti. hiks..
    aduuuh… sequel dong… bisa ga yah luhan yang jd penggantinya kris biar sica bahagia… terus pengennya sih tiffany nyesel dan juga kris… huaaa.. ga rela thor…

  5. fany berkhianat. udah end sampai disini thor? baru konflik thor. aku ngejleb banget waktu kris bilang *aku hanya menggapmu adik* itu sakit banget aku juga pernah ngerasa tapi bilangnya temen:’) aku gapengen end sampai disini. buat kris jatuh cinta sama sicaeon dan mulai mengacuhkan fany plisss. biartau dia rasanya gimana.next KEEP WRITING!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s