Love You / Chapter 7

love-you-poster

Author: S.Y.M

Title: LOVE YOU …

Genre: Marriage life, Romance, Angst

Length: series

Rating: G

Cast: – Jessica Jung- Xi Luhan

Other Cast:

Jia Miss A || Jung Yoogeun|| Cho Kyuhyun ||

Credit Poster:

Kiyorel @ Cafe Poster

1|2|3|4|5|6

*

*

*

Jia masih betah menunggu Luhan di dalam ruang kerjanya. Ia baru saja pulang dari luar kota dan ketika ia sampai di rumah ia mendengar bahwa Jessica tidak pulang ke rumahnya.

Ia masih bersandar pada dinding dan menatap tajam sosok yang masih berkutat dengan layar laptop dan beberapa dokumen yang sedang ia buka.

“ Kau masih ingin mengacuhkanku anak tengil?” Kesal Jia.

Luhan sama sekali tidak menyapanya walaupun ia tahu Jia telah masuk ke ruangannya dari tadi.

“ Apa sekretaris Hwang tidak memberitahumu bahwa aku sangat sibuk hari ini?”

“ Siapa yang berani melarangku? “

“ Kalau begitu aku akan segera pakai pintu berpasword dan warning hanya untuk mu”

“ Aishhh!!!” Jia sangat kesal sehingga ia memutuskan untuk mendekati Luhan dan memukul kepala Luhan.

“ Hya!” protes Luhan.

“ Kau tidak mengatakan apapun tentang Sooyeon yang tidak pulang  ke rumah?”

“ Dia ada urusan”

“ Kau bisa membohongi Gao, tapi kau tidak bisa membodohi ku Xi Luhan, apa dia sudah mengingat semuanya? “

Luhan terdiam, sungguh ia ingin menenangkan pikirannya hari ini. Ia ingin menyelesaikan pekerjaannya karena sering sekali melimpahkannya pada sekretaris Hwang.

“ Eomma mengatakannya padamu? “

“ Aku tidak bisa membayangkan ketika anak kecil itu merengek dan merindukan Mommynya” Jia menutup kepalanya. Ia bisa merasakan bagaimana rasa sayang Gao pada Jessica. Jika Jessica dua hari ini tidak berada di rumahnya , ia tidak bisa membayangkan bagaimana cerewetnya Gaozhan ketika mencari Mommynya.

“ Bukankah dia terbiasa tanpa Mommynya di sisinya?” Luhan kembali berkutat dengan Laptopnya, dan itu sukses membuat Jia ingin menghancurkan Laptop dan meja itu segera.

“ Kau! … “

_tuan, Ny Rachel dan pengacara Cho sudah menunggu anda di ruang meeting_

Intercom itu menghentikan kalimat Jia, Luhan segera bangkit dan meraih jaz nya.

“ Apa yang kau lakukan dengan JEASIN ? apa yang kau rencanakan?” Jia sangat tahu siapa Ny Rachel yang dimaksud Sekretaris Hwang.

Dia adalah pemegang JEASIN Group saat ini, dan dia juga mantan kekasih Luhan dulu. Yang dibingungkan Jia adalah, kenapa Luhan mau bertemu dengan wanita itu?

“ Aku harus menghadiri meeting ini, pulanglah dan istirahatlah” Luhan segera keluar dari ruangan itu.

Apa yang terjadi Luhan?

*

*

Sungguh, ia kini sudah menyiapkan persetujuan untuk bergabung kembali di JEASIN dan menyelamatkan kepailitan perusahaan itu, terutama Jessica. Niat utamanya adalah membawa Jessica kembali ke JEASIN dan memastikan posisinya aman di perusahaan Abojinya itu.

“ Kau mengambil keputusan yang tepat ketika meminta kami untuk membicarakan kerjasama kita lagi Luhan_ah”

Luhan tersenyum simpul. Ia menunduk dan mengusap hidungnya.

“ Apa kau masih pantas untuk memanggilku seperti itu Ny Rachel?”

Ny Rachel terdiam, ia tahu Luhan sangat membencinya.  Selanjutnya ia tersenyum. Ia ingin menjawabnya namun ia tidak tahu harus berbicara seperti apa pada Luhan. Ekspresi dingin Luhan membuatnya tak berkutik. Dia sangat berbeda dengan Luhan yang bersikap hangat padanya dulu. Sangat dulu, jauh dari semua yang terjadi selanjutnya.

Luhan beranjak untuk membuka dokumen di depannya. Ia membaca sekilas isi dari dokumen itu, kemudian menutupnya kembali.

“ Saya sudah membaca dokumen ini, lalu bisakah saya mengajukan satu syarat?”

Ny Rachel melebarkan matanya, ia melihat Luhan yang tersenyum simpul padanya. Dari awal dia sudah menaruh kekhawatiran dengan rencana Luhan padanya. Ia tahu bagaimana Luhan ingin agar perusahaan Ayahnya lepas dari JEASIN dan setelah ia mampu membuat JEASIN memohon padanya, jika ia menyetujuinya, tentu ia punya tujuan lain.

“Bagai_”

“ Katakan” Ny Rachel menahan sekretarisnya, kini ia lah yang akan mendengarkan Syarat yang diberkan Luhan.

“ kembalikan dan berikan posisi istriku seperti sebelumnya”

“ Ne?” Ny Rachel menekan kalimatnya, ia benar-benar terkejut dengan syarat yang Luhan ajukan. Apa yang dimaksud pria ini?

“ Jung Jessica, bukankah dia pewaris JEASIN group? Mungkin saya akan bekerjasama jika  Jessica kembali ke jajaran direksi JEASIN dan memimpin proyek ini”

Ny Rachel terbatu, ia tidak mampu menjawab apapun saat ini. Ia tersenyum simpul. Ia tahu ini memang kan terjadi, yang ia sesali adalah, kenapa Jessica masih tetap hidup setela kecelakaan maut itu. Dan kenapa harus Luhan? Jika saja bukan seorang Luhan yang menjadi suami Jessica. Jika saja bukan pria ini.

Cho Kyuhyun menyeringai pelan melihat bagaimana wajah Ny Rachel saat ini. Memang ini yang mereka rencanakan. Membuat Jessica kembali ke posisinya.

Luhan menunggu persetujuan dari Rachel. Beberapa kali ia melirik Cho Kyuhyun yang masih diam di posisinya, ia juga menunggu jawaban Rachel.

Ia tidak memiliki kesempatan kali ini, namun ia mempunyai rencana lain. Itulah yang dipikirkan Rachel saat ini. Mungkin ada baiknya ia menerima syarat ini. Ia juga harus memikirkan JEASIN yang pailit.

“ Aku menerimanya”

Luhan tersenyum, begitu juga dengan Kyuhyun yang menyunggingkan bibir tebalnya.

Dan pada akhirnya Jessica kembali ke JEASIN. Tujuan yang dibawa Luhan sudah terjadi. Setidaknya ia sudah menebus sedikit kesalahannya pada Jessica.

*

*

Luhan menunduk, ia hanya berdiam diri sedangkan Kyuhyun memintanya untuk tetap berada di rumahnya.  Bertemu Jessica, tentu saja.

Jessica keluar dari kamarnya setelah mendengar apa yang terjadi pada Ny Rachel, ibu tirinya. Matanya berbinar namun ia juga menyimpan kekhawatiran karena kondisi JEASIN yang belum membaik.

“ Oppa, aku benar-benar belum pulih. Aku ragu aku bisa menjadi bagian dari direksi”

“ Luhan akan membantumu”

Jessica terdiam, mendengar namanya membuatnya kembali teringat beberapa hal. Oh..baiklah, dia merindukan Gaozhan putra kecilnya yang lucu itu.

“ Kau yakin?”

“ Dia memang melakukan ini untukmu” Kyuhyun beranjak pergi.

Selanjutnya Jessica perlahan melangkah ke luar kamar. Ia tidak tahu pasti jika Luhan berada di rumah Pengacara Cho. Dan kini hanya ketegangan yang ia tunjukkan. Melihat pria itu duduk dan berdiam diri di ruang tamu Pengacara Cho.

Untuk apa dia kesini? Itu sudah pasti keluar dari otaknya.

Sedangkan ia sendiri tidak sadar jika Luhan sudah mendapatinya tengah berdiri tak jauh dari tempatnya. Ia tersenyum simpul, ia begitu lega karena telah melihat Jessica, istrinya yang memutuskan untuk pergi setelah ingatannya kembali.

Ia begitu merindukannya.

“ Kau harus menemuinya, jangan seperti anak kecil” Kyuhyun menepuk pundak Jessica, membuat Jessica mau tak mau harus mendekati Luhan.

Tidak mungkin ia pergi setelah Luhan melihatnya berdiri tak jauh darinya.

Kyuhyun tersenyum simpul pada Luhan setelah Jessica mau menemuinya. Ia memutuskan untuk membiarkan mereka berdua berbicara satu sama lain

Luhan terlihat tegang, sedangkan Jessica terus menunduk tidak ingin melihat wajah Luhan.

“ Anyeong” akhirnya Luhan yang membuka percakapan ini.

“ Anyeong” balas Jessica dingin.

Luhan tersenyum, dan hal itu otomatis terbentuk dengan sendirinya. Rasa rindunya mungkin terlalu besar sehingga hanya mendengar suara Jessica yang dingin pun ia sudah merasa senang.

“ Bagaimana keadaan Gao?” kali ini Jessica mampu melihat wajah Luhan.

Ia kini bisa melihat wajah Luhan yang terlihat lusuh dan tidak terawat, bahkan ia tidak mencukur bulu halus yang tumbuh di sekitar dagunya.

“ Dia baik-baik saja, dan …”

“ Dan…?”

“ Dia terus menanyakan Mommynya, dia merindukanmu”

Jessica menunduk segera setelah mengalami kontak mata langsung dengan Luhan . Hal itu membuatnya sedih. Mata itu terlihat sedih , dan dia juga tidak bisa menghindar bahwa ia merindukan Gaozhan.

“ Kenapa kau melakukan ini?”

Luhan menghela nafas, mungkin akan sangat sulit menjelaskannya pada Jessica.

“ Karena kau istriku”

Jessica terkekeh.

“ Setelah membohongiku dengan banyak hal? Memanfaatkanku untuk merebut kembali perusahaan Ayahmu dari JEASIN? Setelah Abojiku meninggal? Dan hanya berdiam dengan masa laluku saat aku hilang ingatan?”

Luhan menunduk, mungkin tidak seharunya dia menjawab setiap pertanyaan Jessica. Ia lupa jika Jessica bukanlah sosok Sooyeon saat ia hilang ingatan.

“ Kembalilah ke rumah, Gao merindukanmu”

Kali ini Jessica tidak bisa membalas ataupun mengeluarkan sanggahannya. Dia juga merindukan putra kecilnya itu. Entah kenapa ia sangat menyayangi putra kecilnya  itu.

“ Kau bisa mengajaknya kemari, atau ke rumahku setelah aku kembali ke rumahku”

“ Jangan lakukan itu, dia masih terlalu kecil untuk memahami keadaan kita”

“ Dan kau terus membohonginya? Dia harus tahu kita akan segera berpisah”

Luhan terdiam, apa yang bisa ia laukan ketika Jessica meminta lagi untuk berpisah.

“ Aku harap kau memikirkannya lagi, Jangan bahas apapun tentang hubungan kita sebelum kau berhasil menjadi direktur JEASIN, dan beraktinglah seolah semuanya baik-baik saja di depan Gao meskipun kau bukan ibu kandungnya dia sangat menyayangimu, aku tidak ingin melukai hatinya” Luhan beranjak, ia berdiri dan membungkukkan badannya untuk berpamitan pada Jessica.

Sudah cukup untuk berdebat dengan Jessica, ia tidak ingin mengatakan banyak hal lagi. Ia juga sadar ia tidak bisa meminta lebih karena memang dia bersalah. Dia harus segera pergi meskipun ia masih merindukan Jessica.

“ Datanglah jika kau merindukannya, aku tidak akan mengijinkan dia menemuimu sampai kau datang sendiri padanya”

Jessica mendongak, namun sedikit terlambat untuknya melawan kalimat yang keluar dari mulut Luhan sebelum ia pergi.

Ia mendengus ketika kenyatannyan ia memang merindukan Gaozhan. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan putra kecilnya itu yang pasti akan sangat cerewet dan mempertanyakan keberadaannya. Namun disisi lain ia begitu marah dan tidak ingin lagi tinggal bersama Luhan. Jika tinggal bersamanya ia bisa mengingat banyak hal yang membuatnya merasakan sakit. Meskipun pada kenyatannya ia masih mencintai seorang Xi Luhan.

Jessica melakukan kontak mata pada Kyuhyun tepat setelah Luhan keluar dari rumah itu. Kyuhyun menyaksikan rumitnya keluarga itu. Ya, siapa yang sangka jika dia juga sedikit banyak ikut campur pada kisah mereka. Kisah mereka tentang perusahaan, loyalitasnya pada Tn Jung, Kasih sayangnya pada Jessica, dan juga andilnya dalam hubungan Luhan dan Jessica ketika Jessica hilang ingatan.

“ Aku akan mengantarmu jika kau ingin bertemu dengan anak kecil itu”

Jessica menunduk, ia tersenyum kecil dan mengabaikan Kyuhyun.

“ Aku ingin kau mengantarkanku ke rumah”

Kyuhyun menoleh dan menatapnya tajam, tatapan itu adalah ekspresi kagetnya karena permintaan Jessica.

“ Ini terlalu cepat, tunggu sampai kau benar-benar muncul di hadapan para direksi, itu bisa membahayakanmu”

Jessica menatap Kyuhyun jengah, dia sama saja dengan Luhan. Lagi pula ia juga tidak bisa tinggal lama di tempat Kyuhyun, ia sendiri penuh keraguan untuk kembali ke rumahnya sendiri, hanya tersisa rumah Luhan dan itu artinya dia harus kembali pada Luhan.

Daya ingatnya memang belum kembali secara normal, meskipun ia bisa masuk ke jajaran direksi dan menjadi direktur, dia masih perlu bantuan Luhan untuk melancarkan pekerjaannya. Kyuhyun sudah menjelaskan banyak hal jika ia menjadi direktur nantinya. Di keadaannya pasca kecelakaan dan menutupi kekurangannya di depan para direksi. Ia merasa pusing dengan semua hal yang akan terjadi nantinya. Musuhnya kali ini adalah Ny Rachel dimana lebih berpotensi darinya . Ya, dia lebih berpotensi karena memiliki relasi dan kepercayaan yang tinggi di hadapan para direksi dan pemegang saham. Jika membutuhkan rapat pleno untuk membahasnya menjadi seroang direktur, tentu ia memerlukan kepercayaan dari para direksi untuk menguatkannya di posisi direktur.

“ Kalian…” Jessica membuang nafas.

“ Kumohon, bersabarlah. Jangan memutuskan semuanya sendiri, kau masih memerlukan Luhan. Kembalilah ke rumahnya”

“ Sekarang kau memihak padanya?”

“ Aku hanya bertindak sebagai Oppa , dan itu adalah saran dariku”

Jessica terdiam, jika dulu ia selalu bisa mengalahkan pendapat Kyuhyun. Kali ini ia tidk bisa berharap banyak dengan semua yang ada di otaknya. Ya, dia lemah dan dia membutuhkan Luhan. Yang ia takutkan adalah, ia tidak bisa menahan perasaannya pada Luhan. Dia tidak ingin terlalu mencintai Luhan meskipun ia telah mengingat rasa sakit hatinya. Ia tidak ingin jika berpisah dengan perasaan sakit. Sungguh tidak mau.

“ Aku anggap diam adalah jawaban IYA darimu” Kyuhyun meninggalkannya.

&             &             &

Luhan merasa risih dengan tatapan putranya. Lebih tepatnya ia tidak ingin mengatakan apapun pada putranya yang membuatnya iba. Tatapan melas dan sangat menunggu sebuah cerita dari Daddynya. Tidak ada pertanyaan lain selain “ Kenapa Mommy tidak pulang Dad?”

Gaozhan, anak kecil imut itu menangkupkan kedua tangannya dan bersimpuh di lantai, menyangga tangannya di atas meja dan menatap Luhan yang sedang  bermain Game di sampingnya. Konsentrasi Luhan benar-benar buyar, namun ia akan lebih buyar ketika melihat secara langsung wajah putranya.

Dan jangan lupakan tatapan lain yang lebih tajam dan serasa ingin membunuh milik Jia. Ya…kakaknya yang juga begitu menyayangi Jessica. Dia seperti seorang teroris yang sedang diawasi gerak-geriknya.

“ Eomma…” ucapnya sedikit berteriak , ia berharap Ny Xi menolongnya dari dua makhluk ini.

Ny Xi tersenyum dan mendatangi putranya.

“ Wae? Kau tidak bisa menjelaskannya?”

Luhan menunduk, ternyata Ny Xi juga tidak mendukungnya untuk tetap diam.

“ Antarkan aku ke tempat Mommy …Jeball Daddy…Jeballl” pinta Gaozhan. Tangannya mengatup dan  menyentuhkan ke keningnya. Memohon pada Luhan.

“ Kau hanya sendiri di sini Xi LuHan” tegas Jia yang membuat Luhan semakin frustasi.

“ Tidak, Mommy akan kembali , jadi kau harus menunggunya Gao”

Jia mengernyit, ia melotot sempurna dengan jawaban Luhan. Tangannya sudah bersiap untuk menoyor kepala adik laki-lakinya itu. Selanjutnya ia menatap Gaozhan melas, sungguh kasihan anak kecil yang merindukan Mommynya itu.

“ Mommy…apa dia sakit? “  pertanyaan itu muncul secara lirih.

“ Mommy bogoshippo…” dan akhirnya tangisan itu pecah, Luhan mendengus ketika mendengar sesenggukan yang berasal dari Gaozhan.

“ oooo….Gao…apa kau ingin bermain dengan Bibi? Daddy pasti sangat payah dan tidak bisa bermain Game mengalahkanmu, kau ingin bermain Game yang lain?”

Luhan mendesis.

“Noona, bisakah  kau mengajaknya ke kamar?”

Jia menatapnya tajam, selanjutnya ia melengos dan menggendong Gaozhan dan menuju ke kamarnya.

Luhan membuang nafas kasar.

Jessica begitu keras kepala, begitu membuatnya frustasi, sedangkan ia tidak tahu bagaimana caranya membawa Jessica kembali ke rumahnya. Jika ia tidak ingin Gaozhan semakin sedih nantinya.

.

.

Apa yang dilihat Kyuhyun meungkin adalah salah satu keajaiban dari luluhnya hati seorang Jessica. Dia berdiri bersama kopernya di depan kamar.

“ Wae? Antarkan aku melihat Gaozhan!” ucapnya dingin.

Kyuhyun tersenyum , setidaknya Jessica mau kembali dan meringankan bebannya dengan mengurangi kesedihan Gaozhan.

“ Ara…”

“ Pastikan Luhan membantuku sampai aku bisa kembali merebut JEASIN dari Ny Rachel”

“ Ara…”

Jika itu syaratnya, Luhan akanmemenuhinya. Entah atas dasar rasa bersalahnya pada Jessica, karena perjanjian sebelumnya atau karena ia mencintai Jessica. Ia bisa pastikan Luhan akan membantu Jessica menerima Haknya.

.

.

Jia mungkin tidak bisa menyembunyikan ekspresinya ketika dibalik pintu yang ia buka berdiri wanita yang sedang dirindukan dir umah ini.

“ Sooyeon_ah” peluknya erat.

Jessica tersenyum, ia lupa jika rumah ini mengenalnya sebagai Sooyeon, Jung Sooyeon bukan Jessica.

Luhan terdiam melihat siapa yang berdiri di balik pintu. Tanpa sengaja keduanya bertatapan dan tatapan itu terkunci begitu saja. Dalam hatinya ia inginberteriak bahagia karena istrinya kembali. Meskipun ia tahu Jessica kembali karena Gaozhan. Mungkin.

“ Ma’af karena membuatnya lama kembali ke rumah ini” Kyuhyun sumbang suara dari bali Jessica.

Luhan membungkuk singkat pada Kyuhyun dan mempersilahkannya untuk masuk ke dalam rumah mereka.

“ Aku hanya mengantarnya, jika terlalu lama aku disini ia akan berubah pikiran dan kembali ikut bersamaku”

Luhan terkekeh, begitu pula dengan Jia yang berakting seakan tidak tahu apa-apa.

“ Kemarilah, jangan pergi lagi . Kau tidak tahu betapa repotnya mengurus Gaozhan yang terus menanyakanmu, kau haru s tanggung jawab” Jia segera menggiringnya ke dalam kamar Gaozhan.

Jessica mengikuti Jia dan membiarkan Kyuhyun berpamitan pada Luhan.

“ Kamsahamnida” ucapnya pada Kyuhyun.

“ Dia mengajukan Syarat sebelum datang ke rumah ini”

Luhan tersenyum.

“ Arayo…aku akan melakukannya”

“ Pastikan dia baik-baik saja”

“ Nde”

Kyuhyun membungkuk singkat sebelum pergi dari rumah Luhan.

Ya, dan pesan yang harus ia lakukan. Bahkan sebelum pesan itu muncul Luhan pasti melakukannya. Membuat Jessica kembali ke JEASIN dan memastikan Haknya.

Ia tersenyum kecil. Mungkin akan sulit melakukan syarat itu namun baginya Jessica kembali adalah hal lain yang membuatnya bahagia dan tenang. Setidaknya ia bisa menjaga Jessica di dekatnya. Membuat Gaozhan tidak lagi merengek dan terhindar dari rengekan Jia juga.

.

.

Jessica sangat merasa bersalah pada Gaozhan. Putra kecilnya itu tertidur pulas, namun dapat ia lihat jika wajahnya tidak begitu tenang seperti sebelumnya.

“ Dia terus menanyakanmu”

Jessica mendongak ketika mendapati Luhan sudah berdiri di belakangnya.

“ Tidurlah disampingnya, aku akan tidur di tempat lain”

Jessica masih terdiam, yang ia perhatikan hanya Gaozhan. Ya hanya Gaozhan meskipun ia mendengar Luhan berbicara padanya.
“ Tunggu”

“ Tidurlah di Sofa seperti biasanya” Imbuh Jessica, meski tanpa menatap Luhan.

Luhan terkekeh, baiklah…ia menyetujuinya .

“ Baiklah”

“ Persiapkan dirimu untuk kembali ke JEASIN” Imbuh Luhan .

Jessica mendongak, dia menatap Luhan yang menatapnya dingin. Ya tatapan dingin yang palsu. Sebaliknya dia juga merindukan Jessica.

“ Kau harus berusaha keras untuk ikut andil di perusahaan, jadi persiapkanlah “

Jessica mengangguk, ia masih takut, namun ia juga yakin Luhan akan membantunya. Mungkin tinggal disini lebih menguntungkan baginya.

Selain Luhan bisa membantunya ia juga bisa bersama Gaozhan. Hanya itu.

“ Tidurlah…”

Luhan beralih pada sofa yang ada di dalam kamar itu. Menunggu Jessica yang sedang bersiap tidur dan memeluk Gaozhan. Begitu tenang dan membuatnya nyaman ketika melihat wajah mereka.

Jangan pikir Luhan bisa begitu saja tidur ketika ada Jessica di kamar ini. Ia masih ingin melihat wajah itu meskipun ia harus mencurinya ketika Jessica terlelap.

Luhan tersenyum melihat putranya yang dengan gerak kecil bersembunyi pada pelukan Mommynya. Mungkin ia tahu pelukan hangat itu berasal dari Jessica. Yang membuatnya bahagia juga adalah melihat Jessica kembali tidur bersama Gaozhan. Ya, ia bisa melihat wajah itu setiap hari lagi.

 

Terima kasih telah kembali…dan kupastikan aku tidak akan membiarkanmu pergi. Sooyeon_ah.

Tbc…

 

Anyeong…jangan bilang ini kependekan, iya emang ini kependekan.

Ini pemanasan aja setelah lama ff ini tidak tersentuh . Hihihihi…aku berhasil bangun feel lagi dengan Luhan.

untuk shipper Jessica-Luhan maaf ya jika jadinya jelek.

Kalian pasti lupa dengan ff yang satu ini.

Jadi nggak papa kog baca dari awal, langsung ini juga nggak papa.

Rasanyananggun ketika ff yang udah jadi ini nggak kelanjut. Emang sempet nggak pengen lanjut dan pengen ngerombak, tapi hasilnya inti tetap sama dan memang rumit.

 

Udah terima kasih…

 

29 thoughts on “Love You / Chapter 7

  1. udah lama g buka ini, pas buka ff nya udah dilanjut… penasaran ama lanjutannya, apa jessica bakal balikan lagi ama luhan? next yesss

  2. thorr ayoo di lanjutkannn ini bagus bngttt tolong d lanjutkannnnn~~!!
    Smpe tamat kalo prlu trs d jadiin novel ak beli dah tu smpe berseri”/? #lah
    *tpi ini serius/?*
    Fighitng buat tlisan yg lain

  3. Thorr bgmana kelanjutan ini?
    Akan kah LuSica kembali brsama lalu wedding dan jess mengangkat gaozhan menjadi anak kandung ny?? 😁 #hopeless/?
    Di tunggu next nya smpe tamat ya thorr fighting juseyoo~! 👍🏻

  4. wah.. iya nih jarak postnya jauh bgt sma chapter sebelumnya.. ayo ditunggu kelanjutannya udh 2 bulan lewat lho.. ditunggu banget nih eonni.. sorry ya kalo baru komen skrg.. aku udh ikutin dri awal kok.. OMG luhan nyatain aja sih perasaannya ke sica siapa tau bsa kayak dulu lagi kan kasian si gao yg gak tau apa” agak gregetan sih ama lusica.. jgn buat lusica shipper penasaran.. fighting eonni farah

  5. Authorrrr lanjut dongg~~!!!
    Ini wajib d lanjutt tanggung bangettt~!!!
    Fighting juseyo~~ and hope next that will be sica and luhan together always 😘😝👏🏻👍🏻👍🏻

  6. huaaa… menghabiskan setengah hari untuk membaca semua seri ini dari chapter 1 – 7 dan gak sabar untuk membaca yang selanjutnya hehe.. tapi masih agak sedikit samar2 (?) tentang masa lalu Luhan dan Jessica

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s