(ONESHOOT) Untitled

Title                       : Untitled

Author                   : Flawless Jung

Cast                       : Jessica Jung

Genre                   : Life ; Drama

Length                  : Oneshoot

Rate                       : Teen

” jangan pernah menyia-nyiakan mereka yang telah memberikan waktu yang mereka miliki untukmu, karena waktu yang telah berlalu tidak akan bisa diputar kembali”

Wanita berambut kecoklatan yang sedang duduk di ruang tunggu keberangkatan di Bandara Incheon sedang menggelung rambut panjangnya sambil mengemut lollipop pemberian adiknya tadi siang. Setelah membentuk rumah siput diatas kepala dengan rambutnya tangannya merogoh saku kemejanya lalu mengeluarkan smartphonenya yang berwarna putih itu.

“Heh..~” ia menghela sebentar sebelum akhirnya tersenyum . Jika orang lain melihat, pasti berpikiran bahwa perempuan ini aneh. Biar saja, ia mungkin tidak akan perduli apa yang akan menjadi pikiran orang terhadap dirinya. Jarinya sibuk menandai beberapa lembar file foto yang ada dalam smartphonenya itu , lalu memilih tombol delete.

DELETE.

Habis, semua sudah terhapus dari memori smartphonenya, tapi tidak dalam kenangannya. Perempuan itu membuka laman chatnya dengan salah seorang kenalannya. Kenalan yang hampir menjadi ibu mertuanya. Ia membaca beberapa kalimat yang tertera didalam lalu embali menghembuskan nafasnya pelan dan tersenyum, kalian pasti heran apa yang menjadi isi dari laman chat mereka, bukan ?

“Jessie!”

Perempuan itu seketika menoleh saat seseorang memanggil namanya. Seorang perempuan lagi, dengan rambut pendeknya ia menghampiri Jessie, atau yang lebih lengkap bernama Jessica Jung itu.

“eoh, Minyoung eonni! Kau telat sepuluh menit dari waktu kita janjian!” protes Jessica saat perempuan yang lebih tua darinya itu menghampirinya.

“aku telat bukan tanpa alasan princess, JJan! Machiatto favoritmu!” seru Minyoung sambil menyerahkan segelas machiatto di tangan kanannya.

“apa ini sogokan?” gurau Jessica, tapi tangannya tetap meraih minuman favoritnya itu. Dasar!

“enak saja. Huh! Kau menunggu sendirian sedari tadi ? Belum ada yang sampai selain kamu?” tanya Minyoung yang menyadari tidak ada orang yang menjadi teman janji mereka disekitar Jessica.

“belum. Tidak secepat aku. Mereka mungkin akan sampai 20 menit lagi.” Balas Jessica sambil menyeruput machiattonya.

“ohh..” hanya itu yang keluar dari mulut Minyoung.

Keduanya lalu larut dalam pikiran mereka masing-masing. Jessica yang sibuk dengan Weibo-mya dan Minyoung dengan Instagram-nya. Kerut di kening Minyoung tercipta setelah ia merasa ada yang ganjil pada Jessica.

“Jessie, kau.. foto-foto kau dan Sehun kemana? Kau menghapusnya?” tanya Minyoung hati-hati.

“yes!” jawab Jessica sambil tersenyum.

“kenapa? Kalian bertengkar?” tanya Minyoung lagi.

“tidak. Kami tidak bertengkar. Kami putus , eonni..” jawab Jessica lagi.

“omma-ya! Putus lagi? Apa dia melakukan sesuatu yang menyakitimu?”

“ya. Dan aku berjanji padamu tidak akan kembali lagi padanya eonni.”

Minyoung tampa menggeram, ia meremas bekas gelas cafelattenya dengan bibir terkatup rapat. “sialan! Apa yang bajingan itu lakukan kali ini? katakana padaku, biar ku hajar dia!” seru Minyoung.

“tidak perlu eonni, apa gunanya lagi? Dia bukan prioritasku lagi. Dan lagi aku tidak apa – apa kok. Tenanglah.” Jawab Jessica sambil menenangkan Minyoung yang mulai terbakar emosi. Bagaimana tidak, ia tau pasti hubungan Jessica dan Sehun.

Minyoung telah menganggap Jessica seperti adiknya sendiri. Ia juga mengenal Sehun dari Jessica. Sejak awal Jessica dan Sehun pacaran, Minyoung sudah sangat tidak setuju, tapi Jessica bersikeras karena ia berpikir bahwa Sehun juga berbalik sangat mencintainya.

Sampai pada pertengahan tahun lalu ketika Jessica jatuh dan hampir pingsan di lobby apartmentnya. Bukan tanpa alasan, ia mengalami shock yang teramat sangat. Saat itu ia pergi kerumah Sehun karena beberapa hari sebelumnya mereka sempat berkelahi dan suasana menjadi dingin. Jessica dengan niat baiknya ingin menghampiri Sehun dan mencoba mencairkan suasana diantara mereka malah mendapati pria yang selama ini dibangga-banggakannya sedang bercinta dengan wanita lain.

Entahlah, Jessica tidak mengenal wanita itu, ia juga tidak ingin tau. Sehun yang terkejut melihat Jessica mendapati ia bermain panas dengan wanita lain, tidak mencoba untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Ia malah berbalik keras dan membiarkan Jessica terpuruk sendiri.

Jessica yang saat itu sangat terpuruk bermandikan hujan saat sampai di apartmentnya. Minyoung yang sedari tadi menunggunya di lobby mendapati Jessica yang terjatuh didepan matanya. Paniknya bukan main melihat Jessica yang lemah dan tak berdaya.

Mengingat hal-hal yang lampau itu membuat Minyoung sangat membenci Sehun. Pria itu dengan tampa malu kembali mencoba masuk kembali kecelah hati Jessica setelah bagian terindah darinya hancur berkeping karenanya.

Katakan cinta itu buta. Katakan Jessica bodoh. Ia menerima Sehun kembali dalam hidupnya. Yang berarti ia kembali membiarkan Sehun merusak hidupnya, menciptakan air mata yang tak bersalah. Minyoung selalu menasehati Jessica, tapi kembali, cinta itu buta. Jessica dibutakan oleh cintanya pada lelaki yang lebih muda darinya itu.

Dan sekarang lihatlah, mereka berpisah. Awalnya Minyoung aget, karena espresi Jessica sama sekali tidak seperti saat mereka putus pertengahan tahun lalu.

“Kau yakin akan baik-baik saja Jess?” tanya Minyoung khawatir.

“ya eonni. Tenanglah. Apa aku terlihat seperti seseorang yang depresi karena putus cinta?”

“kenapa? Kenapa bisa? Maksudku.. mengapa? Siapa yang ingin berpisah?”

“aku.” Jawab Jessica.

“mengapa?”

“saat makan siang tida hari lalu, Sehun mengatakan bahwa perasaanya padaku memudar. Tentu itu menjadi petir disiang bolong untukku. Berat untuk mengakuinya eonni. Lalu.. aku meminta kepastiannya yang sudah tak lagi mencintaiku. Apakah ia akan bertahan bersamaku, dan jawabannya ia tidak tau..”

Helaan nafas sebagai pejeda cerita terdengar walaupun lirih. Minyoung tau, Jessica sedang mati-matian mengontrol emosinya. Jika ia bisa memberika penghargaan , ia akan memberikannya kepada Jessica sebagai aktris terbaik karena sudah sangat berusaha untuk terlihat bai-baik saja saat semua sedang tidak baik.

“dan aku tidak ingin kepastian yang samar. Aku meminta untuk berpisah dengannya saat itu juga. Aku sudah mencoba untuk bertahan terhadapnya, tapi ia tidak melakukan hal yang sama terhadapku. Buat apa aku berusaha sendiri jika hanya aku yang mencintai? Bukankah cinta memerlukan sepasang hati yang saling berusaha dan mencintai? Saling melindungi dan mengasihi?”

“kau pantas mendapatkan yang lebih baik Jess.. sudah berapa lama kalian.. putus?”

“tiga hari. Dan aku mendapatkan kejutan hari ini eonni!”

Jessica merogoh smartphonya lalu membuka laman instagramnya lalu membuka salah satu foto dan memperlihatkannya kepada Minyoung.

“lihat.” Minyoung membelalakan matanya saat Jessica menunjukan foto Sehun dan seorang wanita sedang berpelukan begitu dekatnya pada laman instagram Sehun. Senyum pada wajah Jessica dibalas dengan tatapan prihatin Minyoung. Merasakan sakit yang tak terkira, walaupun bukan ia yang menjadi korbannya. Minyoung menundukkan kepalanya. Bahunya bergetar. Jessica yang kaget langsung menenangkan sahabatnya itu.

“kau kenapa eonni?” kau baik-baik saja?” tanya Jessica cemas.

“Jess, seharusnya kau mencemaskan dirimu sendiri. KAu.. kau masih begitu muda. Kenapa ia setega itu pada wanita sebaikmu? Aku.. aku minta maaf karena tidak bisa menjagamu darinya.” Isak kecil terdengar dari bibir Minyoung dengan mata yang berkaca-kaca.

Jessic tertegun sebentar. Darahnya berdesir. Saraf sensoriknya bekerja dan mengirimkan sebutir air mata pada pelupuk matanya. Ia sadar. Begitu bodohnya ia selama ini. tidak menghiraukan Minyoung yang selalu menasehatinya tentang Sehun. Kini ia sadar, tindakannya bahkan telah menyakiti sahabatnya sendiri.

“kau tidak perlu merasa bersalah eonni. Aku baik-baik saja. Aku jamin itu.”

“aku tidak tau bagaimana jika aku berada diposisimu Jess. Pasti akan sangat sulit.”

“yah. Tapi syukurlah semua sudah berlalu. Memang aku skait hati, tapi tidak mengapa. Masa depanku tidak terengut, aku sudah sangat bersyukur.”

Minyoung akhirnya tersenyum. Ia mengelus pelan kepala Jessica. “aigoo-ya, Jessica-ku sekarang sudah dewasa dalam bersikap.”

Keduanya lantas tertawa bersamaan.

“aku tidak terlihat sedih karena aku telah memprediksikan ini semua eonni. Aku tau, aku sudah tau ia memiliki wanita lain itu sejak beberapa minggu lalu. Ia menjadi sangat sensitive saat aku mencarinya. Aku tau tapi au berusaha untuk diam dan pura-pura tidak tau. Aku meredam kenyataan yang menerpa. Mencoba terus percaya padanya. Tapi…yah~ biarlah Karma Does Exist. Suatu saat kebahagiaan akan datang pada saat dan orang yang tepat.”

Minyoung lantas memeluk Jessica. Mengelus punggungnya pelan.”menangislah Jess. Aku ada disini melindungimu. Tumpahkan saja.”

Jessica yang runtuh dalam pelukan hangat wanita yang sudah ia anggap kakaknya itu akhirnya terisak juga. Bahunya bergetar pelan.

“aku.. aku akan hidup lebih baik eonni.  Aku berjanji..” katanya disela isakan kecilnya.

Keduanya kembali bercerita tentang hal-hal yang terlewatkan karena mereka jarang bertemu belakangan ini. Jessica yang sudah kembali bisa tersenyum walaupun sakit luar biasa sedang melandanya. Dan Minyoung yang diam-diam memberikan tatapan penyemangatnya pada adiknya satu itu.

“hei hei! Wah, sepertinya kami melewatkan cerita seru hari ini?” seru seorang pria dari kejauhan. Jessica dan Minyoung menggerakkan kepalanya dan mendapati 3 rekannya yang baru sampai setelah terlambat hampir 30 menit dengan wajah tanpa dosa.

“yak! Jinki-yah, ini sudah jam berapa. Kalian mau kutinggal?” seru Minyoung.

“Amber dan Donghae oppa! Kalian berdua selalu telat!” protes Jessica.

“tuh, Donghae oppa yang tertidur didalam kamar mandi, jadi kita telat.” Cibir wanita dengan potongan rambut cepaknya.

“hei! Sudah kubilang aku tidak tidur, tetapi perutu sakit. makanya lama!”

Keadaan mendadak ramai disana. Jessica dan yang lainnya sudah terbiasa dengan saudara yang satu itu. Sangat jarang akur, tetapi jika sudah berbaikan akan lebih manis daripada sepasang kekasih.

Sebelum take off, Jessica kembali mengambil smartphonenya , lalu membuka laman chatnya dengan seseorang yang ia hormati, seseorang yang ia anggap ibunya. Eomma-nya Sehun. Nyonya Oh Rae Ni. Dilaman itu tersimpan pesan singkat yang terkirim 2 hari lalu, setelah ia dan Sehun berpisah.

Ia membaca kembali pesan singkat yang ia tulis untuk ibunda-nya Sehun.

“Morning Omoni! ^^

Sebelumnya terima kasih karena selama ini telah mencintai saya selayaknya seperti keluarga sendiri. Aku juga mencintamu, omoni❤.

Aku ingin memberitakan bahwa, aku dan Sehun tidak bersama lagi sejak kemarin malam. Kami memutuskan untuk berpisah. Jadi, mulai detik kemarin, aku tidak tau menau lagi soal Sehun. Maaf, bukannya tidak menghargai anda, aku hanya tidak ingin adanya salah paham yang akan timbul dikemudian hari.”

“Morning !

Yah, kalau memang itu menjadi keputusan kalian. Berpisah saja. Sehun tidak baik untukmu sayang, Ia belum dewasa. Kau pantas dengan yang lebih baik darinya. “

Pesan singkat yang menjadi penyemangatnya itu mebuatnya bisa menghadapi masa sulitnya. Ia sangat bersyukur bahwa ibu Sehun sangat baik dan pengertian padanya. Biarlah, semua sudah menjadi kenangan. Tidak akan terhapus, tapi bisa menjadi guru terbaik untuknya. Mungkin akan sangat sulit sekarang ini, tapi ingatlah, yang indah tidak tercipta secara instan, semuanya butuh perjuangan dan pengorbanan.

Jessica menutup smartphonenya, mematikan signalnya karena pesawat akan segera take off. Dengan sleeping mask bergambar panda kesukaannya, ia mulai untuk tertidur. Ia akan bangun dengan cerita baru yang akan menjadi indah pada suatu hari.

END

entah bagaimana aku bisa hiatus segini lamanya. maafkan author readers😦

satuhal tentang FF ini, kalian pernah baca salah satu FF ku yang berjudul Just A Love Story – How about Me? (https://jenongkece.wordpress.com/2013/08/31/drabble-compilation-just-a-love-story-2/#more-833) , itu FF kan kisah nyata pribadi author, dan kali ini sambungannya. yah, author balikan dengan cowok itu setelah hampir setahun putus dan dengan segala janjinya ia berjanji akan menjadi lebih baik. tapi, dia tidak berubah. terimakasih kepada setiap orang yang selalu ada untukku. terima kasih untuk perhatian para readers juga. :’)

besok aan lebih indah , iyakan? ^^❤

7 thoughts on “(ONESHOOT) Untitled

  1. Huweee cerita nya menyentuh bgt thor😦
    Untung aja Jessica langsung milih buat putusin Sehun. Ga kebayang sakitnya tuh kaya apa pas liat pacarnya bercinta ama wanita lainn haduhhhhh T__T
    Btw Minyoung emang sosok sahabat sekaligus kakak yg baik, idaman bgt pokoknya hehe.
    Kalo cerita sebelumnya diambil dari pengalaman pribadi author?? Brati… Duh ga kebayang tuh thor, kamu strong bgt thor
    Ditunggu ff lainnya thor🙂

  2. huaa ceritannya sedih banget thor, untung jessica lebih memilih putus daripada sama sehun terus, sehun selalu nyakitin jessie,, salut sama minyoung eonnie yg menyemangati jessie, ibunya sehun setuju jga klau jessie putus sama sehun krna sehun kurang baik,, ceritanya nyrntuh banget thor

  3. Ceritanya bagus banget T….T
    Kalo ini based on true story woow ternyata ada cerita seperti ini ya dikehidupan nyata..
    Suka sama karakternya minyoung disini.. jessinya cepet move on yaa~

  4. q suka nya sm ff author itu. psti ada summary nya yg bkin kita ngrsa itu bnar2 krsa bget artinya, stiap org psti mglmi hal sprti ini. & ff kmu bkin pglman yg tk trlupkn sprti just a love story author. q jg prihatin sihc gk nyngka klau itu bkal trjdi sm author. q hrap author bkal lbih bnyak bljar dr ini & smg jdi hikmah…

  5. ff nya daebak juga gak ngebosenin terus ak kira ntat jessie sma hae ternyata enggak wkwk endingnya manis eonni ^^ bkin pgen tau gmn kelanjutan hidup sica hehee keep writing pls! ♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s