Moonlight|Six

moonlight

Author: S.Y.M

Title : MOONLIGTH

Lenght : Chaptered

Rating : PG17

Genre : Angts, Romantic

Cast : Jessica Jung, Byun Baekhyun

jessicablue_eyes_baekhyun___bacon_by_luxuriousraven-d5l020u

Other Cast:

Cho Kyuhyun| Go Hara| Park Ji Yeon

kyuhyunharaji yeon

Credit Poster:

Lyri @Art Fantasy ^thankyou^

& & &

.

I DO LOVE YOU

.

.

 

“ Berhenti kalian!!” teriakan itu lantang terdengar dari arah lain.

Dimana Baekhyun tengah tersimpuh karena lelah. Ia kalah telak dengan beberapa temannya yang kini berdiri melihatnya. Dengan senyum bangga dari wajah mereka. Mampu menjatuhkan seorang Byun Baekhyun seperti saat ini.

“ Anak kecil….berani sekali kalian.. Heuh!!!” Gadis itu menahan beberapa dari mereka.

“ Jangan ikut campur Noona!”

“ Any…setelah kalian membuatnya seperti itu “

BUK…

Kaki itu melayang untuk mengusir mereka pergi, dengan sedikit kemampuan Tinju dan Taekwondonya ia melawan beberapa anak yang menyerang Baekhyun itu.

BUK…

Lagi, suara hantaman yang cukup keras . Membuat Baekhyun harus memejamkan matanya. Ia baru saja menerima hantaman yang sama kerasnya dengan itu, bahkan saat ini ia tidak bisa mengangkat tubuhnya sendiri. Entahlah…ia merasakan kepalanya terbentur sesuatu dan membuatnya merasa pening. Ia masih bisa melihat seorang Noona yang masih dengan omelannya disertai tendangannya mengusir berandalan kecil yang mengganggunya.

“ Gwenchana? Gwenchana Heuh?”

Baekhyun bisa merasakan tubuhnya digoyangkan oleh Noona itu. Dari suaranya terdengar sekali ia sangat khawatir. Namun ia juga tidak bisa berbuat banyak dengan tubuhnya yang tiba-tiba melemas dan matanya yang menjadi gelap.

Ia tidak sadarkan diri.

.

.

Baekhyun membuka matanya perlahan, ia tidak berharap sekarang adalah alam lain dari kehidupannya. Ia ingat betul kepalanya terbentur keras dan tubuhnya melemah , setelah itu ia tidak mengingat lagi. Sepertinya ia tidak sadarkan diri.

Perlahan ia mencerna bahwa ruangan berbau tajam ini bukan surga ataupun neraka. Masih bisa ia melihat warna putih yang mengelilinginya. Yan membuatnya terganggu adalah bau obat yang menyengat ini. Tunggu, bau obat? Dia tidak berfikir bisa mencium bau obat jika ada di surga. Itu artinya ia masih menjadi manusia seutuhnya. Dan ia sudah mencerna dimana tepatnya dia saat ini. Di rumah sakit, dan untuk apa? Siapa yang membawanya? Kenapa? Ah…kepalanya pening.

“ Kami akan memeriksamu Baekhyun_ssi, jadi berbaringlah” ucap salah satu wanita yang mendatanginya di ruangan itu, sekarang ia yakin bahwa dia adalah perawat, dan dia berada di rumah sakit.

“ Kenapa bisa aku disini Suster?”

“ Kakakmu yang membawa kesini, kau mengalami pendarahan di kepala, apa kau masih merasa pusing?” Perawat itu mengecek selang infus Baekhyun.

“ Kakak? Seorang gadis?”

“ Ya, seorang Gadis”

Baekhyun Nampak berfikir, dan ia tahu sasarannya adalah Noona yang menolongnya. Dia yang membawanya ke rumah sakit, tempat yang ia benci ini.

“ Apa dia masih disini? Aku ingin menemuinya”

“ Tidak, dia mengatakan ia harus ke perguruan tinggi tempatnya akan berkuliah, dia terlihat terburu-buru”

Baekhyun menghela nafas, selanjutnya ia hanya menurut dengan sang suster yang sedang mengambil beberapa data tentang dirinya, ia ingin segera keluar dari rumah sakit ini , namun sebelumnya ia harus menghubungi orang-orang di rumahnya. Ia tidak mungkin membayar biaya rumah sakitnya sendiri, ia masih pelajar dan tidak mungkin membawa saku sebanyak ini.

.

.

Baekhyun terdiam ketika mendengar suster menceritakan kronologi yang terjadi pagi ini. Dia dipukuli oleh teman-temannya. Seorang Noona datang dengan mengomel dan mengusir gerombolan anak tengik . Noona itu membawanya ke rumah sakit karena ia tidak sadarkan diri. Ia sedikit banyak kehilangan darahnya. Ia bisa merasakan perban tebal mengelilingi kepalanya. Sangat tebukti jika benturannya cukup keras. Ia bersyukur masih tetap  berada di dunia manusia setelah apa yang ia bayangkan tentang akhirat.

Satu lagi, Baekhyun juga terdiam ketika semua urusan administrasinya sudah diselesaikan oleh Noona itu. Ditambah lagi kini berdiri wali kelasnya, Park Songsaengnim yang entah kenapa bisa tahu jika ia berada di rumah sakit. Apa pihak rumah sakit yang menghubunginya?  Mungkin.

Yach…ini lebih baik jika harus berurusan dengan orang tuanya. Mungkin Guru Park bisa membantunya sedikit.

“ Seorang gadis yang mengaku sebagai kakakmu datang di sekolah dan melaporkan apa yang terjadi padamu”

“ Ne?” Baekhyun Nampak terkejut.

“ Seharusnya kau mengatakan kepada kami tentang pembuly an ini, hal seperti ini tidak bisa diteruskan terjadi pada anak seusia kalian” Guru Park meraih pundak Baekhyun dan membantunya berjalan.

“ Apa dia juga yang melakukannya? “ gumamnya, Baekhyun nampak berfikir keras dengan gadis yang mengaku kakaknya. Ia tidak memiliki kakak perempuan, hanya seorang laki-laki yang ia anggap kakaknya sendiri, Kyungsoo dan ia yakin Kyungsoo tidak akan mampu untuk menjadi walinya di sekolah.

“ Dia juga memintakan ijin untukmu istirahat, apa kau baik-baik saja?”

“ Ah…ne Sosaengnim” Baekhyun mengangguk kikuk.

“ Beristirahatlah, aku akan meringankan hukumanmu”

“ Ne”

“ Boleh saya tahu siapa yang datang ke sekolah?”

“ Kakak perempuanmu, ia mengaku bernama Sooyeon”

Oo….

Mulut itu terbentuk dengan sendirinya, dia benar-benar beruntung karena bertemu dengan Noona yang baik hati. Lalu kenapa ia harus cepat-cepat pergi sebelum ia mengatakan rasa terima kasihnya. Sayang sekali….

Setidaknya ia tahu siapa nama Noona yang baik hati itu. Dia berfikir mungkin ia bisa menemukannya dan mengatakan rasa terima kasihnya.

.

.

Baekhyun membelai rambut Sooyeon yang tidur pulas di sampingnya. Sesekali ia membelai perut wanita itu yang semakin buncit. Itu adalah calon anaknya, ya…calon anaknya dengan Noona baik hati yang menolongnya dulu. Noona baik hati yang dengan suka rela membelanya saat ia dibully tanpa mengenalnya lebih dulu. Noona baik hati yang selama ini ia perhatikan , meskipun ia sempat kehilangan info tentangnya namun nyatanya ia bisa bertemu kembali dengan Noona baik hatinya ini, dan disitulah ia bertekat untuk tidak pernah melepasnya sampai saat ini. Semua cerita yang ia bentuk sendiri, membawa Noona baik hatinya ini kedalam kehidupannya yang rumit, dan mempersulitnya dengan keadaan yang rumit. Mungkin ia merasa bersalah, namun ia masih tetap yakin mempertahankan wanita yang dicintainya ini , Sooyeon harus bersamanya, ia masih yakin bisa memberikan kebahagiaan pada Noona baik hatinya ini. Ia akan berusaha, ya…ia harus berusaha.

“ Eung?” Sooyeon membuka matanya sayup, ia mendapati Baekhyun yang tersenyum memandangnya.

“ Kau sudah bangun?” tanya Sooyeon lirih.

“ Any…tidurlah, masih terlalu pagi untuk bangun, aku hanya ingin memandangimu saja Noona”

Sooyeon tersenyum kecil, ia merasakan tangan bocah itu begitu hangat membelai kepalanya, entah kenapa bisa sehangat ini, mungkin karena ia melakukan itu dengan rasa cinta yang ia salurkan melalui sentuhannya. Sooyeon sungguh tidak perduli akan hal itu, akhir-akhir ini ia menjadi aneh karena begitu luluh pada sikap Baekhyun, bahkan ia tidak menghindarinya lagi seperti sebelumnya. Perasaannya adalah antara takut akan kemarahan bocah itu dan juga antara kenyamanan yang diberikan Baekhyun dari ketulusan perasaannya. Yang belum pernah ia mengerti adalah, kenapa bocah ini memiliki perasaan sebesar itu padanya. Bahkan di keadaan yang seperti ini, bocah ini masih ingin bertahan dan memaksanya untuk bertahan bersamanya. Meskipun ia tidak yakin akan hal itu , namun ia ingin melihat lebih jauh , apa saja yang bisa dilakukan Baekhyun pada keadaan rumit mereka.

“ Apa kau tidak bisa tidur?”

Baekhyun menggeleng pelan, sebenarnya ia ingin menjawab “iya” . Bagaimana mungkin ia berfikir tenang ketika Ny Byun mengusik kehidupan rumah tangganya.

“ Lalu?”

“ Aku hanya merindukanmu, dan ingin menyentuhmu saja Noona”

“ Aishh…dasar Bocah mesum” gerutu Sooyeon.

“ Jangan lupkan bahwa aku bisa melakukan itu semauku Noona, kau istriku” Seperti biasa Baekhyun adalah sosok   pemaksa.

Sooyeon mendengus pelan, ia memilih untuk menutup matanya dan mengabaikan Baekhyun. Bahkan percuma ketika ia mengatakan Tidak pada Baekhyun. Penolakan sama halnya dengan persetujuan, persetujuan sama halnya dengan jalan mudah baginya. Yach…seperti itulah Baekhyun.

“ Kau mengabaikanku Noona?”

“ Kau memintaku untuk kembali tidur Baekhyun_ah” .

Baekhyun mendengus, benar juga jika ia yang memintanya untuk kembali tidur. Tapi tetap saja ia tidak terima jika Sooyeon mengabaikannya seperti ini setelah istrinya itu berhasil membuatnya ingin menciumnya.

Sooyeon kembali membuka matanya saat merasakan bibirnya telah disentuh oleh bibir nakal Baekhyun. Aihhhh bocah ini selalu seperti ini. Sedangkan tangan Baekhyun semakin sensitif dan menariknya kedalam pelukannya. Jangan tanyakan hal lebih apa yang bisa dilakukan Baekhyun pada Sooyeon jika sudah seperti ini. Yang jelas Sooyeon tidak bisa melawan atau nasibnya akan semakin dalam kuasa Baekhyun.

.

.

Baekhyun tersenyum puas setelah membuat Sooyeon terdiam dengan bungkamannya. Hah…ia sungguh tidak bisa mengelak pesona Sooyeon, dengan otomatis ia pasti melakukan keingingannya. Dapat dilihat wajah cemberut Sooyeon saat ini yang tengah duduk di meja makan, menanti sarapan yang sedang ia siapkan. Membuatnya terus terkekeh setiap melihatnya.

“ Ini sarapanmu Noona”

Sooyeon melirik tajam pada Baekhyun dan meraih piring berisi makanan sehat dan lengkap itu.

“ Ini terlalu berat untuk sarapan”

“ Kau perlu banyak nutrisii untukmu dan bayi kita, jangan lupakan susumu juga”

Sooyeon masih mendelik pada Baekhyun, sampai saat ini ia juga masih membenci susu ibu hamil yang rasanya sangat tidak enak itu menurutnya.

“ Menjengkelkan” geramnya lirih, namun masih terdengar oleh Baekhyun.

“ Makanlah atau ingin berakhir seperti di tempat tidur lagi “ itu ancaman .

Ya, ancaman lagi . Semuanya ancaman itu selalu keluar dari mulut manis Baekhyun, kenapa manis? Karena bibir itu selalu mencium Sooyeon seenaknya.

.

.

.

Hari ini adalah waktunya untuk Sooyeon pergi memeriksakan kandungannya. Ia sudah memiliki janji dengan dokter Choi. Sepupu Cho Kyuhyun yang bisa saja mengorek segala informasi tentang dirinya. Ya, gadis itu terkenal cerewet.

//” Eonni, bisakah kau tunda dulu untuk pergi ke dokter? Aku ada meeting penting dan tidak bisa menemanimu”// Hara merengek di teleponnya.

“ Aku bisa berangkat sendiri Hara, kau fokuslah dalam pekerjaanmu”

//“ Jangan katakan kau berangkat dengan kendaraan umum sendiri, terlalu bahaya”//

Sooyeon mendengus, seperti itulah Go Hara jika sudah khawatir. Ia sama dengan Baekhyun yang selalu menghawatirkannya. Namun ia bersyukur memiliki teman yang seperti saudaranya sendiri itu.

“ Tenanglah, aku bisa meminta Baekhyun untuk menemaniku”

Maaf aku berbohong

“ Baiklah…syukurlah, aku harus segera ke ruang meeting sekarang”//

“ Eoh…”

Sooyeon menutup teleponnya, ia juga menghapus catatan panggilannya. Untunglah ia bisa menghafal nomor telepon Hara tanpa menyimpannya. Ia tahu betul peringatan Baekhyun yang hanya memperbolehkannya menyimpan nomornya saja.

Selanjutnya ia mamanasi mobilnya. Ya, ia memutuskan untuk pergi sendiri tanpa ditemani Hara dan berbohong jika ia meminta Baekhyun untuk menemaninya, ia tidak ingin orang-orang itu terlalu larut dalam kekhawatiran mereka dan tidak fokus pada pekerjaan mereka.

“ Hai….lama tidak berjumpa denganku bukan?” sapanya pada mobil kesayangannya itu.

.

.

“ Aaaa kau akan memiliki putra kecil yang tampan, aku membayangkan ia akan setampan sepupuku” ucap Sooyoung antusias.

Membuat Sooyeon mengkerut karena kalimat terakhir Sooyoung itu.

“ Dia akan mirip dengan Appanya, Sooyoung_ah”

Sooyoung terkekeh dan melepas peralatan yang ada di perut Sooyeon. Membantu Sooyeon bangun dan turun dari tempatnya.

“ Arayooo….aku hanya bercanda”  Sooyoung menuntun Sooyeon untuk duduk di meja kerjanya.

“ Apa kau rajin meminum susu ibu hamil mu?”

“ Ya, aku meminumnya setiap hari” Dengan paksaan tentunya.

“ Apa nutrisi makananmu cukup? Kau makan sehat setiap hari? Kau menyidam?”

“ Suamiku yang menyiapkan makananku, aku tidak begitu memperhatikan makananku sendiri, dan aku tidak mengidam”

“ Aaaa….baiklah…kondisi kandunganmu sedikit menurun dari pemeriksaanmu sebelumnya, apa kau memiliki banyak pikiran yang mengganggu? Sudah kubilang jangan terlalu stress”

Sooyeon terdiam, apa mungkin ia stres karena keadaan akhir-akhir ini? Ia tidak yakin kenapa ia bisa memikirkannya dengan berat dan membuatny stres.

“ Tidak ada apa-apa, mungkin aku stress karena aku terus meminum susu ibu hamil yang rasanya tidak enak itu” jawab Sooyeon sekenanya. Membuat gelak tawa pada Sooyoung.

“ Seperti itulah, banyak yang tidak menyukai susu ibu hamil sepertimu, tapi kau memerulukannya untuk bayimu, kau tidak boleh egois seperti itu”

“ Kau tidak punya referensi susu ibu hamil yang lebih enak?”

“ Semuanya memiliki rasa yang sama, itu hanya masalah bawaan kehamilan seperti mu, kubilang ada yang menyukainya dan ada juga yang tidak menyukainya, ah…kenapa suamimu tidak pernah mengantarkanmu memerikasan kandunganmu, seharusnya ia menyaksikan pergerakan janinmu hari ini”

“ Dia harus bekerja, aku tidak ingin mengganggunya”

“ Jangan katakan kau menyetir sendiri”

“ Begitulah,”

“ Aigooo…kau ibu hamil yang ekstrim”

“ Tidak masalah Sooyoung_ah”

“ Jangan katakan seperti itu karena aku tahu bagaimana kau jika menyetir mobil sendiri, hal seperti itu tidak bisa kau hindari bahkan jika kau sedang hamil, aku tahu kau sudah terbiasa menyetir ngebut Sooyeon_ah”

Dan beginilah, bertambah lagi orang yang menghawatirkannya seperti ini.

“ Apa pemeriksaanku sudah selesai? Aku bisa pulang?”

“ Kau tidak bisa pulang dengan menyetir sendiri, tunggu sebentar” Sooyoung terlihat mengotak atik ponselnya, mengirim pesan pada seseorang yang pastinya akan mengantar Sooyeon pulan ke apartemennya.

“ Biarkan Oppa mengantarkanmu, dia ada di depan “

“ Ye???” Sooyeon melotot terkejut, bagaimana Sooyoung bisa secepat itu memanggil Cho Kyuhyun, Oppa yang ia maksud.

“ Tidak ada penolakan karena ini permintaan doktermu”

Sooyeon mendengus pelan, ia meraih tasnya dan berjalan keluar ruangan, diikutin dengan Sooyoung dibelakangnya.

.

.

.

Suasana sunyi dan tegang, itulah yang kini ada di dalam mobil Sooyeon. Baiklah, Sooyoung sudah berhasil membuat Cho Kyuhyun duduk disamping Sooyeon untuk mengemudikan mobilnya. Sedangkan saat ini Sooyeon sedang berfikir tentang Baekhyun dan kemarahannya.

“ Bagaimana keadaanmu?” suara berat itu akhirnya mengisi kesunyian sepanjang perjalanan mereka.

“ Seperti yang kau lihat saat ini Oppa”

Kyuhyun dapat merasakan kecanggungan ini, wanita yang dicintainya saat ini tengah canggung berada di sampingnya. Bukan alasan lain karena wanita  ini telah bersuami.

“ Mian, aku ingin mengatakan banyak hal padamu dan meminta Sooyoung untuk mengabariku saat kau datang ke rumah sakit”

“ Aahh sudah kuduga, kalian sama untuk hal seperti ini”

Kyuhyun tersenyum simpul, permintaan khususnya saat itu adala meminta agar Sooyoung mengabarinya ketika Sooyeon ada janji pemeriksaan dengannya, sehingga ia bisa datang dan melihat Sooyeon meskipun ia tidak harus menemuinya. Ia masih tidak bisa melupakan Sooyeon begitu saja, ia masih sangat penasaran dengan keadaan wanita yang pernah bersamanya ini, ia juga masih ingin memperhatikan perkembangan kesehatannya dan juga bayinya meskipun ia tahu ibu bukan haknya. Namun ia ingin melakukan itu.  Ia masih menyayangi wanita ini meskipun ia sangat tahu tidak mungkin untuk bersamanya.

“ Kau masih marah padaku?”

Sooyeon terdiam, ia mengalihkan pandangan lurusnya ke arah samping. Masih enggan menjawab pertanyaan itu.

“ Sooyeon_ah, apa yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku?”

“ Tidak ada Oppa, aku sudah melupakan kejadian itu. Kau lihat aku sudah menikah dan akan memiliki anak , untuk apa aku mengingatnya”

“ Lalu?”

“ Entahlah…aku tidak tahu kenapa hidupku sesulit ini, menjalani hubungan lama bersamamu dan tidak bisa menikah karena terhalang restu , mengalami masa-masa sulit ketika tiba-tiba kau menghilang tanpa kabar, mengalami penolakan oleh keluargaku yang sama sekali tidak memperdulikanku, dan meninggalkan pekerjaan yang kuimpikan karena aku tengah hamil , kedatanganmu disaat yang tidak tepat seperti ini membuatku sedikit tertekan”

“ Aku mengganggumu? “

“ Entahlah…aku tidak bisa terlalu membencimu, namun rasa kecewaku masih ada padamu, lupakan saja , aku sudah menikah dan tidak akan kembali padamu”

Deg

Kyuhyun terdiam, kalimat terakhir itu membuat hatinya mencelos dan terasa sesak perih. Dia tidak mungkin kembali padanya. Itu kenyataan yang harus diterimanya dengan jelas. Ia begitu tahu akan hal itu. Begitu besar akibat dari tindakannya yang meninggalkan Sooyeon tanpa kabar beberapa waktu lalu sehingga membuatnya kehilangan wanita yang dicintainya ini.

“ Tidak masalah” Kyuhyun berusaha tersenyum.

“ Kau tahu perasaan itu tetap sama , namun aku tahu posisi ini, lalu biarkan aku menjadi sahabatmu, apa kau mau melakukan itu?” Kyuhyun menatap Sooyeon sekilas, melihat apakah Sooyeon mau menoleh padanya.

Setela beberapa detik ia tidak menapati Sooyeon menanggapinya, ia memutuskan untuk kembali fokus pada jalanan di depannya.

“ Aku tidak yakin akan hal itu, lakukan sesukamu dan jangan harapkan sesuatu dariku Oppa, jangan juga merasa bersalah padaku karena kau tahu aku benci akan hal itu”

Kyuhyun tersenyum kecil. Setdaknya Sooyeon membiarkannya untuk bisa membantunya. Ia sangat hafal karakter tidak mau dikasihani milik Sooyeon. Lalu ia tidak akan melakukan itu. Ia bisa berjanji pada dirinya sendiri akan ada disaat Sooyeon membutuhkannya , meskipun itu bisa saja sngat jarang terjadi karena ada pria lain yang ada disisinya. Namun ia beharap hubugannya bisa membaik dan bisa menjadi teman untuknya. Sehingga ia bisa melihat dengan dekat perkembangan Sooyeon sampai ia bisa menemukan sosok pengganti Sooyeon nantinya, ya sosok penggantinya meskipun ia tidak yakin akan hal itu.

& & &

Kyuhyun memberikan kunci mobil Sooyeon setelah memarkirkannya di tempat parkir apartemen.

“ Gomawo Oppa”

“ Jangan menyetir sendiri seperti pesan Dr Choi”

“ Ya ya ya…katakan padanya aku sangat berterimakasih padanya” balas Sooyeon Jengah.

“ Aku tau dia sangat cerewet” Kyuhyun terkekeh.

“ Aku akan pergi, apa kau akan tinggal lama di apartemenmu sendiri ini?”

“ Mungkin”

“ Baiklah, Cha” Kyuhyun melambaikan tangannya dan berjalan keluar gedung untuk memesan taxi dan kembali ke rumah sakit.

Sooyeon membungkukkan badannya lalu berjalan ke arah apartemennya.

.

.

Baekhyun tersenyum lega setelah menutup teleponnya. Ia mendapat jatah libur hari ini, dan ia juga tidak ada kelas penuh hari ini. Itu artinya ia bisa pulang lebih cepat dan bertemu dengan istri tercintanya.

“ Kau terlihat bahagia “

Baekhyun menoleh ke sumber suara itu, ia memberikan senyumnya pada sosok manis yang berdiri tak jauh darinya.

“ Aku mendapatkan jatah liburku”

“ Kau sering sekali libur”

“ Hahaha…begitulah, Suho Hyung sangat baik hati”

“ Kau seperti pemilik Pub itu , bisa libur sesuka hati”

“ Ye?” Baekhyun sedikit terkejut dengan pernyataan Ji Yeon tentang Pub itu.

Secara kebetulan pernyataan itu benar, ia memiliki separuh hak kepemilikan atas Club itu, Ia memberikan uangnya untuk memiliki seperuh dari Club itu sejak lama, uang terakhir yang ia peroleh dari Abojinya sebelum meninggal.

“ Ahahha..hhanya Suho Hyung yang terlalu baik hati”

“ Aaaa sayang sekali, aku jadi mengurungkan niatku untuk datang “

“ Hampir setiap hari kau datang ke tempat itu Noona”

Ji Yeon tersenyum, ia mengiaskan rambutnya yang terurai lalu mendekati Baekhyun.

“ Aku tertarik pada salah satu pegawai di tempat itu”

Baekhyun terdiam, ah..seharusnya ia tahu hal ini sering terjadi padanya. Mendapat pengakuan dari beberapa gadis yang menyukainya. Lalu ia menolaknya secara terang-terangan atau jika ia mau ia bisa melakukan one night stand pada gadis-gadis itu. Ia bisa melakukan itu dulu sebelum ia kembali bertemu dengan Sooyeon. Terlihat sekali bukan bocah macam apa Baekhyun itu. Populer dan sedikit nakal , sekarang ia pun sangat terobsesi pada Sooyeon. Kita lihat apa yang bisa dilakukan Baekhyun untuk mengatasi gadis-gadis yang menyukainya sekarang.

Ia menapati senyum menawan Ji Yeon. Ia berani menjamin Ji Yeon adalah gadis cantik yang kesekian kali tertarik padanya, bahkan Ji Yeon adalah yang tercantik dan paling menarik diantara mereka.

“ Lalu?”

Ji  Yeon mendekati Baekhyun lagi, ia menatap bocah itu lekat ke dalam matanya. Ji Yeon tahu bermain-main untuk mengetahui calon tunangan yang dijodohkan orang tuanya ini malah membuatnya jatuh hati pada sosok Baekhyun. Bahkan mungkin Baekhyun belum sadar jika mereka telah direncanakan untuk bersama dan Ji Yeon mendekatinya karena penasaran dengannya. Namun akhirnya ia terjebak dengan perasaan penasarannya dan jatuh cinta pada Baekhyun.

“ Saat itu aku masih sadar ketika mengatakannya, aku ingin kau berkencan denganku, aku harap kau menerimanya karena itu permintaan langka dari seseorang sepertiku”

Deg

Baekhyun tercengang mendengar pengakuan Ji Yeon. Baiklah…yang membuatnya tecengang adalah karena seorang Ji Yeon yang melakukan itu. Putri dari konglomerat kaya di Seoul ini, bukankah harga dirinya tinggi? Namun kenapa ia melakukan ini? Apa Baekhyun melakukan hal yang salah sehingga membuat Ji Yeon melakukan ini?

“ Mian Noona, aku tidak bisa melakukannya, aku sudah menikah”

DEG

JDER

Ji Yeon mundur perlahan, seperti ada petir yang menyambarnya. Apa yang barusaja ia dengar? Menikah? Seorang bocah ini mengaku suda menikah? Lalu kenapa Ny Byun tidak mengatakannya ? kenapa Ny Byun dan Appanya ingin menjodohkan mereka jika Baekhyun sudah menikah?

“ M_mw0?”

“ Mianhae…aku sangat mencintainya , dan aku tidak bisa “

Baekhyun melangka perlahan menjauh dari Ji Yeon yang masih tercengang dengan pengakuan singkat Baekhyun. Kakinya kini melemas dan ia tidak bisa berfikir jernih lagi saat ini. Ia kini merasakan pipinya basah dan matanya memanas. Apa ia terluka? Jelas ia terluka atas pengakuan itu. Kenapa selama ini ia seperti ini? Jatuh cinta pada bocah yang sudah menikah? Konyol sekali.

.

.

Baekhyun melihat siluet Sooyeon di dalam mobil, besama seseorang di kursi kemudi dan ia tahu , sangat tahu siapa sosok itu.

Ia masih berdiri di luar gedung ketika mobil itu masuk ke parkiran. Tangannya sudah mengepal sempurna. Menggenggam setiap jarinya, matanya memanas begitu pula dengan kepalanya. Ia seperti tidak bisa mengendalikan dirinya . Kenapa Sooyeon bersama pria itu?

Selanjutnya ia melihat pria itu keluar dari gedung apartemennya dan memesan taxi. Dia hanya mengantarkan Sooyeon dan kembali . Namun itu belum cukup membuat Baekhyun menurunkan kadar kemarahannya. Ia sudah kehilangan keseimbangan karena kepalanya memanas. Ia berjalan gontai sesaat setelah Kyuhyun pergi bersama taxinya. Tangannya masih menggenggam sempurnya serasa ingin menghancurkan sesuatu yang ada di depannya.

Apa yang kau lakukan Sooyeon Noona?

.

.

BRAK

Sooyeon menoleh cepat kesumber suara itu. Ia mengangkat sebelah alisnya ketika melihat Baekhyunlah pelakunya, siapa lagi?

Namun yang membuatnya aneh adalah, kenapa dengan Baekhyun? Kenapa mata itu memerah dan ia berjalan gontai ke arahnya?

“ Gwenchanayo? Apa kau sakit? Kau tidak enak badan ? “ Sooyeon berjalan ke arahnya.

Oh tidak Sooyeon, dia memang tidak baik-baik saja, tapi dia sedang marah? Marah karena pertemuanmu dengan Kyuhyun.

“ Baekhyun_ah” Sooyeon meraih kaos dan lengan Baekhyun.

Baekhyun masih menggenggam sempurnya, ia benar-benar ingin menghancurkan segala sesuatu yang ada di depannya.

PLAK

Baekhyun melempar tangan yang menyentuhnya itu. Ia berjalan mengabaikan Sooyeon dan masuk ke dalam kamar mandi. Membuat Sooyeon benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Baekhyun.

“ AAAAAAGGGTHHHT”

PRANG

Sooyeon tersentak, ia melebarkan matanya sempurnya mendengar teriakan itu, dan jangan lupakan suara kaca tak berdosa yang hancur . Ia berlari menuju kamar mandi, berusaha masuk namun Baekhyun menguncinya.

“ Baekhyun_ah…apa yang terjadi?”

PRANG

Oh..jangan…begitu banyak kaca di dalam kamar mandi.

“ Tolong buka pintunya “ Sooyeon masih berusaha untuk memukul pintu itu. Entah keberanian dari mana ia berani mengganggu kemarahan Baekhyun.

CKLEK

Sooyeon membuka pintu itu, Ia bisa melihat darah segar mengalir pada jemari Baekhyun, ia juga tidak melupakan untuk menengok kaca-kacanya yang sudah beserakan di lantai itu.

“ Aku akn mengobatinya”

BUK

Baekhyun dengan cepat meraih tangan Sooyeon yang hendak pergi mengambil obat untuk tangan Baekyun. Ia merapatkan tubuh Sooyeon pada dinding kamar mandi.

“ Apa yang kau lakukan bersama pria itu? “

Deg

“ Tidak ada, dia hanya mengantarkanku pulang”

“ BOHONG!” Sentaknya

Sooyeon memejamkan matanya dan menunduk. Ia melihat kilatan mata sipit itu penuh kemarahan. Oh Tuhan…Sooyeon, kenapa kau baru tahu jika suamimu ini marah karena hal itu?

Baekhyun melepaskan genggamannya pada tangan Sooyeon dan beralih pada benda di dalam kamar mereka. Tangan itu kembali memukul lemari pakaian yang juga terdapat kaca. Ia memukul kaca rias milik Sooyeon, selanjutnya ia melampiaskan kemarahannya pada dinding di depannya.

“ KENAPA KAU BERBOHONG NOONA” Teriaknya.

Sooyeon begitu tercengang melihat apa yang dilakukan Baekhyun. Sungguh ia menyiksa dirinya sendiri dengan kemarahannya.

“ Aku tidak berbohong, dia hanya kasihan melihatku menyetir dan mengantarkanku, tidak ada apa-apa diantara kami Baekhyun_ah”

BRAK

Baekhyun mengancurkan satu lemari berbahan kayu milik Sooyeon. Membuat Sooyeon semakin frustasi dengan tindakan Baekhyun.

“ Baekhyun_ah. Haljima” pintanya

“ Haljima…kau menykiti dirimu…tanganmu terluka”

BRAK

BRAK

BRAK

Baekhyun terus memukul benda yang ada di depannya. Ia bahkan tidak perduli dengan tangannya yang terluka , ia tidak merasakannya.

“ Haljima” Sooyeon memeluknya dari belakang, ia memeluk punggun Baekhyun dan menahan tangannya untuk bergerak lebih.

Entah keberanian dari mana Sooyeon bisa melakukan itu, menghentikan Baekhyun mengamuk sebelum ia menghentikan kemarahannya sendiri seperti biasanya.

“ Haljima” ucapnya kembali.

Dapat ia rasakan Baekhyun berhenti melakukan kegiatannya. Baekhyun masih menahan tangannya pada benda yang membuat tangannya berdarah seperti sekarang  ini.

Perlahan Sooyeon melepaskan pelukannya, ia menarik Baekhyun untuk menghadap padanya. Dapat ia lihat peluh yang membasahi wajahnya. Sooyeon mengusap pelan keringan itu.

“ Percayalah padaku, aku tidak melakukan apapun , sudah kukatakan aku tidak akan kembali padanya, jadi jangan khawatirkan hal itu. Meskipun jika kami berteman, aku tidak akan melupakan aku sebagai istrimu” Sooyeon masih membelai wajah Baekhyun dan membersihkan peluhnya.

Baekhyun menarik pinggang Sooyeon dan memeluknya. Ia memeluknya erat karena lagi-lagi kehilangan kontrolnya ketika emosi. Ia tidak lagi perduli dengan rasa sakit pada jemarinya. Yang ia tahu saat ini ia merasakan kehangatan tubuh istrinya ini. Ia sangat takut kehilangan Sooyeon. Ia tahu betul jika Sooyeon mencintai Kyuhyun begitu lama, ia begitu takut jika Sooyeon meninggalkannya. Ia tidak bisa melakukan apapun jika itu sampai terjadi. Ia juga sadar jika Kyuhyun mungkin lebih baik darinya karena mendapatkan cinta dari Sooyeon. Namun dirinya? Dia adalah bocah yang dengan segala cara ingin memiliki Sooyeon seutuhnya. Merasa takut jika kehilangannya dan membuatnya hilang kendali disaat seperti ini.

“ Aku takut kau meninggalkanku”

“ Any…”

“ Jangan lakukan itu lagi Noona”

“ Dia hanya menawarkan diri untuk membantuku, lagi pula apa kau tega melihatku kesusahan saat kau tidak ada didekatku?” begitulah Sooyeon membujuk Baekhyun.

“ Aku takut… dia merebutmu dariku, dia juga mencintaimu Noona” Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya. Seolah Sooyeon adalah benda yang tidak ingin ia lepas.

“ Hya…dia tidak akan melakukan itu, dia tahu aku sudah bersuami, ugh…kau membuatku tidak bisa bernafas”

Baekhyun melepaskan perlahan pelukannya, tangannya yang berdarah terangkat untuk membelai wajah Sooyeon. Istrinya yang begitu lembut membujuknya dan meredamkan amarahnya. Istrinya yang membuatnya begitu gila karena terlalu mencintainya.

Ia meraup wajah itu dengan kedua tangannya, Sooyeon tahu apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya. Menciumnya, melumat kecil bibir itu. Ia terlalu sering memainkan bibir itu. Lalu kebiasaan manjanya akan muncul setelah ia selesai membuat kamar ini seperti kapal pecah. Seperti sebelum sebelumnya.

Tangan itu perlahan merambat pada perut buncit Sooyeon. Baekhyun membelai perut itu dan merasakan nyawa di dalamnya. Bibirnya masih aktif mencium bibir tipis Sooyeon. Mencurahkan perasaannya dengan ciuman itu. Baekhyun selalu melakukan itu, mengatakan Aku  Mencintamu di setiap sentuhan bibirnya.

“ Temani aku tidur Noona” bisiknya dan Sooyeon sudah hafal dengan hal ini.

“ Biar kuobati tanganmu”

“ Aku hanya ingin tidur denganmu, lupakan tangan ini”

“ Kau bisa infeksi”

“ Eungggg aku ingin tidur denganmu Noona” rengeknya. Kembali seperti anak kecil.

“ Kita bersihkan lukamu dengan alkohol”

“ Berapa lama, aku tidak bisa menunggu, aku ingin tidur memelukmu Noona”  ia menhentakkan kakinya merengek menjijikkan.

Sooyeon mendengus  “ 3 menit, hanya membersihkannya “

Baekhyun tersenyum, ia menuntun Sooyeon untuk duduk di tempat tidur mereka.

Begitu cepat kemarahan itu menyulut dan menghancurkan segalanya, dan begitu cepat bocah ini menjadi manja seperti ini. Membuat Sooyeon benar-benar frustasi dengan siklus perasaan bocah ini. Yang ia tahu siklus stabilnya adalah, perasaan cintanya yang berlebih padanya.

.

.

Ny Byun memijat keningnya, tindakan putranya benar-benar membuatnya malu. Beberapa jam lalu Park Ji Yeon datang dan memprotesnya. Ia memprotes Ny Byun dan Appanya karena ia dijodohkan dengan seseorang yang sudah menikah. Jelas Baekhyun sudah mengatakannya pada Ji Yeon.

“ Bocah itu…” geramnya.

“ Sekretaris Kwon, kita laksanakan pertemuan keluarga dan buat Baekhyun ada di acara itu, kita akan tetap lakukan pertunangan itu “

“ Tapi Nyonya”

“ Lakukan apapun,  aku ingin Baekhyun ada di tempat itu”Ny Byun menatap tajam Sekretaris Kwon.

“ Baik”

.

.

Beginilah keadaan Ji Yeon setelah pernyataan yang diberikan Baekhyun padanya. Ia sudah tidak mampu mengangkat kepalanya , ia sudah menghabiskan beberapa gelas alkohol berkadar tinggi. Membuat Suho sedikit stres karenanya.

“ Aku tertarik padanya….neomu neomu…jhoahe…” racaunya

Suho mendkati Ji Yeon untuk menghentikan tangan itu meraih minumannya lagi, keadaannya suda sangat mabuk saat ini.

“ Neol….Neol…uhuk…kau tahu aku seorang putri konglomerat bukan…dan aku menyukai pria itu…tapi kenapa ia mengatakan  uhuk…ia sudah menikah heuh? Aku ditolak olehnya uhuk…Park Ji Yeon ditolak oleh uhuk nya heuh” racaunya kembali.

“ Nona, anda sudah meminum cukup banyak tolong hentikan”

“ Uhuk…bahkan aku sudah begitu menyukainya …kami kka_kami berencana bertunangan , Byun Baekhyun….” Ji Yeon tidak sadarkan diri.

Suho hanya mendengus pasrah mendengar racaan gadis cantik ini. Ia nampak sangat frustasi dengan penolakan Baekhyun. Namun seperti itulah seharusnya , Baekhyun meman suda beristri , meskipun ia masih sangat muda dan tampan.

Suho memanggil pengawal-pengawal Ji Yeon untuk membawanya pulang ke rumahnya. Rutinitas Ji Yeon sang putri cantik yang harus pulang dalam keadaan mabuk seperti ini.

Byun Baekhyun…masalahmu bertambah banyak jika seperti ini.

,

.

.

“ Sial” umpatnya.

Baekhyun berlari keluar kelas. Ia harus meninggalkan kelasnya dan segera mencari taxi. Baru saja ia mendapat kabar bahwa Kyungsoo baru saja mendapat perawatan intensif di rumah sakit karena penyakit parahnya . Dan kemarahannya adalah, kenapa disaat Kyungsoo berada di rumah sakit ia tidak tahu. Saat ini ia ingin melihat keadaan sahabat yang ia anggap kakaknya sendiri itu.

Ia ingin menghajarnya segera karena tidak memberitahu hal sepenting ini padanya.

.

CKLEK

“ Hyung!” teriaknya tepat setelah membuka pintu apartemen Kyungsoo.

Baekhyun terdiam setelah melihat rumah itu begitu sepi . Ah mungkin Kyungsoo ada di kamarnya. Kenapa tidak ada satupun orang yang menjaganya?

Ia pun memutuskan untuk melihat ke dalam kamar Kyungsoo. Hasilnya pun Nihil. Tidak ada dia di dalam kamarnya. Ia merasa bahwa Kyungsoo tidak benar-benar dalam keadaan sakit.

CKLEK

Baekhyun menoleh cepat ke sumber suara, ada seseorang yang membuka pintu.

BUK

“ Aght”

BRUK

.

TBC…

 

Anyeong…

maaf lagi karena menunggu lama, setelah posting aku ngilang gitu aja, aku juga belum sempet balas komentar kalian, tapi aku bersyukur masih banyak yang berminat dengan cerita ini. Emh…sebenernya aku pengen ngilangin rasa kesel kalian sama Ji Yeon. Kasihan cewek cantik itu, karakternya setengah polos karena rasa cintanya sama Baekhyun yang jadi mengarah ke antagonis. Hah…hihihihi dan Ny Byun yang mirip ibunya Go jun pyo itu berulah lagi…..

 

Oh iya…mungkin aku juga nggak bisa posting tiap minggu lagi karena kerjaanku juga banyak. Mian ya…tapi aku usahain apa yang ada di otak ini menyalur lewat tulisan ku di setiap ff.

 

Dan…komentar kalian adalah…semangatku…mau komentar pendek, apalagi komentar panjaaaaaannnnnnggg kalian, aku rasanya punya energi lagi untuk terus nyalurin imajinasi aku. Gomawo yaa….:)

Aku mau sebutin utangku di jenongkece ini

1. Nyelesaiin Love You

2. Nyelesaiin sequel JSBM==> masih bingung sama jalan ceritanya

3. Ngerombak ff yang pernah aku posting dan akhirnya aku mati gaya.

4.Projek lama di wp pribadi yang aku pengen posting disini.

5.Dan ide gila lagi yang muncul dengan judul baru padahal masih banyak judul lama yang belum selesai 🙂

Semoga kalian yang pengen tahu sabar ya menanti tiap postingannya #ngarep…:)

Xie_xie

Advertisements

63 thoughts on “Moonlight|Six

  1. Udah nunggu lama, akhirnya muncul juga. huh udah terlanjur jatuh cinta sama ff ini suka banget. ceritanya tambah keren, menegangkan + penasaran. semangat ya akku tetep setia sama ff ini dan akku suka banget sama castnya. itu yanng boong sama baekhyun katanya kyungsoo sakit ab.nya ortu baekhyun kan? moga-moga my bacoon gapapa. pokoknya jempol buat author siippp….
    JAN NGETEN
    maaf
    terima kasih :*:*:* pipi

  2. Kyaaaaaaaa….aku ketinggalan bacaaa….
    Akhirnya Baekhyun ngomong juga kalo dia sudah beristri tp Jiyeon tetep mau nggk ya sama Baekhyun.Huweee aku takut Ibunya Gu jun pyo nglakuin rncana jahat lagii..kasian Sooyeon T.T next chap thor,pnasaran bgt nih sama endingnya yg BUKK…BRUKK(?) itu hehe

  3. KYAAAA Masalah Baekhyun bertambah banyak 😥 sumpah kasian sma sica masa harus masuk ke dunia Baekhyun yg sulit.
    apalagi tambah kesel amq Ji Yeon + Ny Byun udh tau Baekhyun udh nikah sma sica tetep aja dipaksa nikah sma Ji Yeon . Arggg pokoknnya chap INI bikin kesel + greget kalau baca nya -_- sabar ya njess sma kyu aja deh :’v iklas kok kok pio :’v

  4. yaah harus telat lg bacanya,maaf eon 😦 ohaha jadi gitu toh awal mula baek terpesona(?) sama sica.Baekhyun kalau udah marah gawat,semua barang di ancurin,katanya pengen nabung buat dapetin lg apartemen lamanya,kalau kaya gini uangnya abis dong buat beli perabotan baru ! yeay jiyeon udah tau kalau baek udah punya istri yuhuuu!tapi Ny Byun pengen ngapain lagi!unnie aku pengen ibunya jessica ada di chapter lanjutannya,emang bener gitu ibunya jessica ga peduli sama sekali sama sica,padahal diakan anak semata wayangnya juga anak kandungnya,ada gitu ya orang tua kaya gitu.ntahlah!!! oke MoonLight|Sevennya aku tunggu 😀

  5. Sumvah greget bgt -______- ih pengen gue bejek” aja tuh ny byun, pls jgn biarin baeksica gue pisah T.T suka bgt gue sm couple ini. Gue fanboy jessica sama baek wkwk maklum lah :p. lanjut ya hwaiting 🙂

  6. ah romantisnya gimana sooyeon bisa menenangkan baekhyun yg sedang marah, yah mungkin sekarang dia sudah bisa nerima bakhyun but kenapa masih ada maslaah lagi, apa lagi itu dibelakang kenapa baekhyun dipukulin? pasti nanti dikurung lagi -_-
    eoohh aku gak sabar liat bahagianya mereka :”

  7. Aaaaa~ unnieeee ><
    Dia psycho psychoooooooo… cinta banget sama karakter Baekhyun, unn. Pasti bentar lagi ada penyelesaian masalah buat Jiyeon-Baek ya unn???
    Mama Baekhyun sekejam ibunya Goo Junpyo, padahal Jessica kan kaya cuma tak dianggap(?)
    Kyungsoo keluar kapan unn? .-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s