[FREELANCE] Find The Way

PicsArt_1413586629615

4

Ini adalah sebuah FF berchapter yang didasari pada kisah pengeluaran Jessica dari grup, cerita dibawah bukanlah kenyataan, hanya beberapa pengandaian pada saat Jessica tidak di grup lagi. Jadi akan ada beberapa scene tidak penting yang hanya berupa keseharian Jessica

Judul                              :        Find the way chapter 4—
Author                          
:        Surprisica
Poster designer          :        Salmah
Main Cast                     :        Jessica Jung
Support Cast               :        Soshi member, Kris, LuHan Tyler Kwon,                                                            F(X) Krystal.
Genre                             :        Friendship, Love, Romance, bit angst.
Rating                            :        PG-13
Length                           :        Chaptered
Languange                   :        Indonesian
Disclaimer                   :        The cast/character belong to God, themselves, their family, and their company. I just own of the storyline. Please no plagiat or rewrite to respect on me. Enjoy and remember to subscribe.

-)))))(((((-

          Jessica baru terbangun dari tidur singkatnya untuk bersiap lagi terbang menuju Hongkong. Semalam Tyler sudah mengingatkannya untuk datang lebih awal untuk pembukaan cabang B&E disana. Namun Jessica lebih teringat pada permintaan Hyoyeon untuk datang ke dorm yang telah ditinggalkannya itu. Tanpa alasan yang pasti, ia diminta untuk datang. Sama seperti saat mereka menendangnya keluar dari grup. Itu juga tanpa alasan yang pasti. Haruskah  ia benar-benar pergi kesana?

Traumatic. Mungkin penyakit itu yang sedang menimpa Jessica. Ia benar-benar tidak memiliki keberanian untuk bertemu mata dengan semua yang berkontribusi dalam mantan grup-nya itu. Saat bertemu di konser SMTown Shanghai kemarin saja membuat hatinya merasa hancur, apalagi jika harus bertemu di dorm—tempat paling sering mereka habiskan bersama. Airmata terasa mengacai mata ulat Jessica kini, maka dengan segera ia mengangkat wajahnya agar airmata itu tak lagi tumpah. Ia rasa ini sudah cukup.

++++

          Sesuatu menyentil indra penciuman Sunny ketika ia baru tiba di dorm pagi ini. Sesuatu yang sangat langka pikirnya. Apa sedang ada acara? Dengan cepat Sunny berlari menuju dapur setelah meletakkan barang-barangnya. Lantas didapatinya Hyoyeon dan Yoona yang sedang berhadapan dengan dapur membuat makanan

“wah apa kalian harus  menyambutku se-meriah  ini? Aku kan absen sehari saja di drm. Arrgghh, setelah semua permasalahan ini, mengapa kalian jadi begitu manis?” ujar Sunny membuat Hyoyeon menjatuhkan sendok masaknya tepat di kepala Sunny tak terlalu keras, namun itu membuat Sunny meringis kesakitan

“yakk!!”

“kau pikir ini untukmu?” maki Hyoyen

“ada seseoang yang absen lebih lama dari dorm. Kurasa dia akan datang hari ini, eonni” ucap Yona membuat Sunny harus berpikir cukup lama. Sangat lama bahkan, untuk kategori anggota paling cerdas diantara mereka itu. Atau  mungkinkah  pukulan Hyoyeon  telah berhasil membuat otaknya bekerja lambat?

“mungkinkah…” Sunny akhirnya menangkap maksud Yoona. Mata gadis mungill itu membulat sempurna.

“Sika akan datang? Sungguh?!”

“aku memintanya semalam. Entahlah, dia sendiri tida meyakinkanku akan datang” jawab Hyoyeon membutat perasaan Sunny yang tadinya senang harus turun pada tingkat kecewa.

“jadi kenapa harus repot membuat ini dan itu jika ia sendiri tidak meyakinkan?” sergah Yuri yang tia-tiba masuk ke dapur mengambil air mineral. Nada sarkastik membuat ketiga yang lain hanya diam. Tenggelam dalam pikiran masing-masing.

“eonni, kami akan per—” Seohyun lah yang kini masuk ke dapur dan  terheran mendapati suasana aneh yang terjadi disana

“oh, Sunny eonni kau sudah datang? Apa sarapannya sudah siap? Taetiseo ada jadwal” Seohyun dengan erhati-hati menyendok masakan Hyoyeon, namun Hyoyen dengan cepat bereaksi memukuli tangan Seohyun. Gadis termuda itu mengernyit tak mengerti

“itu dibuat untuk putri es. Bukan untukmu, makne-yaa!” ujar Yuri, sama seperti ekkspresi Sunny saat mengetahui untuk siapa maskan itu, Seohyun juga kini membulatkan mata sempurna

“Jessica? Jessica eonni akan datang? Yakk, bagaimana ini? aku ingin menyambutnya juga. Ottkhae? Masalahnya, TTS sedang ada schedule. Yakk kenapa kalian tidak bilang lebih awal. Tapi mungkinkah dia benar-benar datang!? Aku ingin bertemu dengannya  juga eonni!” Seohyun berceloteh panjang membuat Hyoyeon hanya menggeleng seolah menyingkirkan pikiran yang baru saja memenuhi benaknya, ia memutuskan tetap melanjutkan masakannya. Yoona pun mengikuti unni-nya itu. Tak ada yang merspon maknae

“akh, aku  harus mandi!” ujar Sunny memecah keheningan, Yuri hanya mengangkat bahu meninggalkan Hyoyeon, Yona, dan Seohyun bersama Sunny.

“kalian tidak yakin yah kalau Sica-unni akan datang?” ujar Seohyun pelan, kali ini Yoona menanggapi dengan anggukan kepala. Seohyun mengangguk paham. Akan weird situation yang sempat terjadi disini

“sampaikan salamku padanya jika ia datang. Katakan sebanyak apa aku merindukannya. Aku pergi!” pamit Seohyun pda akhirnya. Ia meninggalkan Hyoyeon dan Yoona yang masih tak mau bersuara. Seohyun beserta Taeyeon dan Tifany berangkat menuju  acara TV yang mengundang ketiganya sebagai anggota sub-grup Soshi, TaeTiSeo.

Seohyun  masuk ke mobil grup dengan perasaan rela tak rela, maklum saja ia sudah sangat merindukan Jessica. Ia ingat baik saat Jessica baru dikeluarkan, ia menghabiskan airmata untuk menangisi keadaan grup yang menurutnya berantakan begitu. Ia terkenang saat Jessica selalu menggodanya dulu dengan ejekan, ia juga takkan  lupa saat Jessica yang akhirnya menjadi eonni yang paling peduli padanya, walaupun tetap saja dengan caranya sendiri. Seringkali lagi Jessica menggodanya dan mengganggunya. Ia sangat merindukan itu. Bagi Seohyun Jessica adalah unni yang perhatian, lucu, dan  keren. Ia selalu banyak belajar dari semua unni-nya, termasuk Jessica.

Suasana mobil TTS terasa begitu hampa, hanya terdengar suara mesin mobil yang sangat membosankan. Sesuatu aneh telah terjadi di grup itu sejak pengeluaran Jessica. Walaupun sebelumnya tak jauh berbeda, sayangnya ini lebih parah lagi, semakin besar dinding yang membentengi mereka masing-masing untuk lebih dekat. Sekeras apapun mereka mencoba, mereka tetap saja tidak bisa seintim yang biasanya dipertunjukkan di panggung. Benar, mereka hanya dekat untuk beberapa anggota tertentu. Seperti misalnya Taeyeon dan Tiffany yang begitu dekat dibanding kepada yang lain, tapi entahlah, hanya mereka yang tahu.

“apa kau  tau Jessica diundang ke dorm?” tanya Tiffany pada Taeyeon dan Seohyun. Taeyeon hanya diam tak mengalami pergerakan apapun dari tubuh bahkan  mimiknya. Walaupun terlihat paling tegar, sebenarnya Taeyeon adalah yang ter-rapuh diantara lainnya. Ia banyak menyesali zaman  rookie hingga masa kejayaan Soshi saat masih ada Jessica. Sebagai unni Jessica satu-satunya di soshi, ia sadar telah memperlakukan Jessica terlalu buruk. Saat masih rookie, Taeyeon sangat menyukai Jessica, bahkan selalu ingin menjadi dekat. Namun ketidak-cocokan Taeyeon dengan budaya Jessica membuatnya akhirnya menjauh dan bahkan mengabaikan Jessica ketika ia ingin membangun kedekatan lagi. Padahal Taeyeon sadar betul bagaimana manis dan polosnya Jessica sejak zaman rookie dulu. Sekarang ia tahu, ie merindukan Jessica.

“kalian tidak tau yah?” sergah Tiffany lagi, Seohyum menggeleng tanda bahwa ia bukan tidak tau

“aku tau, tapi member tidak yakin juga dia akan datang!” jawab Seohyun hati-hati, takut salah bicara dan akhirnya mendapat marah dai Leader soshi.

“sebaiknya dia tidak datang” manajer yang duduk disamping supir bersuara

“wae? Oppa sakit hati-kah ke Jessi?” ujar Tiffany menggoda

“bukan  begitu. Kau pikir perusahaan akan mengijinkan Jessica masuk ke dorm itu? Bahkan berada dalam satu event dengan kalian saja perusahaan akan melakuklan segala cara agar itu tidak terjadi. Kalian lupa dengan senior kalian?” jelas Manager mengingatkan TTS pada kasus grup TVXQ.

“lagipula untuk apa dia datang? Membuang waktu saja. Bukankah dia harus merancang dan  merancang? Kudengar dia baru saja meluncurkan scarf.” Ucap Taeyeon  tiba-tiba. Tifany dan Seohyun saling pandang bingung dengan nada Taeyeon. Dikatakan marah, bukan juga. Dikatakan tidak marah, rasanya marah juga. Mereka lebih mendengar nada kecewa jika ia benar-benar tidak datang. Satu lagi, Taeyeon bahkan tahu perkembangan  bisnis si mantan anggota itu. Tiffany memberikan tatapan menggoda, Taeyeon mengernyitkan dahi menelususri mimik Tifany untuk mencari maknanya

“mworago?”

“kau mengikuti perkembangan Jessi yah?” goda Tiffany, Taeyeon yang merasa ketahuan berusaha mempertegas rautnya

“tidak juga. Ada-ada saja” elak Taeyeonsalah tingkah. Ia mengalihkan pandangannya pada Seohyun yang kini tersenyum penuh arti. Ia bahagia mengetahui unni-nya yang satu itu masih peduli pada Jessica.

“dia sepertinya sedang gencar juga mencari perhatian para musisi untuk mengajaknya rekaman. Dan kalian harus berhati-hati karena rumornya Jessica akan debut di Jepang juga. Berharap tidak bersamaan  dengan waktu kamek kalian di Jepang” Manager kembali bersuara.

“akan sangat menarik jika bisa bersaing dengannya!” uajr Tiffany, Taeyeon  mengangguk lincah. Seohyun  ikut setuju, namun dalam arti lain bahwa artinya mereka mungkin saja berada dalam satu panggung dengan Jessica.

++++

Gadis berambut coklat wavy itu berdiri dengan gayanya yang selalu bisa membuat segan didepan dorm  grup dulunya. Ia tak paham dengan perasaan aneh yang kini merayapi hatinya, seolah mendapatkan mawar biru yang layu. Sebuah kenangan indah yag penah terjadi di dorm itu menciptakan senyum cantik di bibir tipis miliknya, namun  ilustrasi yang mengisi benaknya ketika menyeret koper besarnya dari pintu dorm itu dengan airmata dan ribuan emosi yang tak tertahankan akhirnya membuat senyumnya yang cantik menjadi pahit, bahkan mengundang airmatanya lagi untuk melinang. Taruma itu hadir lagi. Maka sanggupkah  ia masuk kedalam sana? Masih bisakah ia menatap orang-orang yang telah membuatnya dibenci setengah mati oleh sebagian besar rakyat korea selatan? Jessica tidak tahu, ia hanya berusaha menepuk dadanya yang kini mulai sesak oleh perasaan itu. Ia menepuknya berkali-kali hingga airmatanya yang nyaris tumpah kembali pada wadahnya. Ia berhasil menguatkan dirinya untuk menghapus kenangan pahit itu walaupun semenatara.Ia mencoba menjadi bijak karena menyadari bahwa diusianya kini bukanlah saat yang tepat untuk merenggangkan hubungan dengan orang lain. Ia sebaiknya berhubungan se-normal dulu dengan mereka. Dengan  mereka yang dianggap sudah mengkhianati dirinya.

“jangan masuk!” dua pria bertubuh besar tiba-tiba muncul mengalangi langkah Jessica

“apa-apaan ini?” gerut Jessica merasa tersinggung dengan perlakuan preman dihadapannya “minggir!” tegas Jessica namun dihiraukan kedua preman

“jangan pernah temui soshi! Pergi dari sini!” ucap satu pria yang berkepala plontos

“oh  aku tahu, pasti kalian yang jelek ini suruhan  presdir itu yah?? Baiklah, aku juga tidak akan datang jika bukan mereka yang meminta. Tidak perlu mengusirku seperti binatang juga! Aku akan pergi!” jessica yang terlanjur dibuat tersinggung memilih untuk tidak menemui Soshi, ia kembali ke mobilnya dan melesat ke bandara untuk menuju Hongkong.

Sementara itu, Hyoyeon  hanya memandang nanar pada makanan yang telah dibuat mereka berharap jessica akan menikmatinya sia-sia sudah. Yoona yang mendapat pesan dari Jessica bahwa ia tidak bisa datang mulai ingin menangis.

“sudah kuduga dia tidak datang” ujar Sooyoung dengan senyum kecut, dipandanginya pintu kamar milik ia dan Jessica yang sengaja dibersihkan dan dibuat sangat wangi jika tau-tau Jessica hendak menginap. Namun orang itu sungguh tidak datang. Wajah kelima gadis itu kecewa, sangat kecewa. Sunny yang merasa paling tua disana ingin menghibur adik-adiknya dengan tawa khas nya

“lucu sekali wajah kalian. Aku akan makan saja” ujar Sunny yang berusaha biasa-biasa saja, walau ia juga sudah sangat kecewa. Ternyata Jesica benar-benar tidak memiliki itikad baik utnuk berbaikan dengan mereka

“dasar!” teriak Hyoyeon yang sebelumnya sudah mengancam Jessica tentang akan melupakan Jessica jika ia sungguh tidak datang. Hyoyeon segera masuk ke kamar dan membanting pintu cukup keras

“Hyoyeonnie!!” teriak Yuri khawatir dengan kemarahan Hyoyeon

“jangan digangu!” tahan Sunny pada Yuri yang tadinya hendak menemui Hyoyeon.

Hyoyeon kacau, ia menangis sesenggukan di kamarnya. Ia yang sudah begitu excited menyambut kedatangan Jessica—terlebih Jessica sendiri juga sempat memberitahu bahwa ia sudah di perjalanan ke dorm—namun hasil akhirnya ia malah mengatakan ia tidak akan datang. Singkat. Tanpa alasa apapunn,dan tanpa permintaan maaf. Semuanya terlalu menykitkan bagi Hyoyeon. Walaupun hubungannya dengan Jessica cukup mengkhawatirkan karena keduanya sering bertengkar, namun itu semua karena mereka terlalu dekat. Sangat dekat dibanding yang lain akibat interval waktu kebersamaan yang paling lama.

“aku membencimu Sica!” maki Hyoyeon dalam gumamannya. Jessica yang namanya diseut-sebut kini hanya duduk gelisah di kursi pesawat yang  akan membawanya menuju Hongkong.

Di bandara Hongkong, Jessica yang sedari tadi gelisah dengan tanggapan member soshi padanya karen ketidak-datangannya segera mengecek ponsel, ia melihat ada beberapa pesan yang masuk.

Wufan : apakah keren?

                   [foto Kris mengenakan kacamata B&E]

Jessica tersenyumbangga melihat foto tampan Kris mengenakan  kaamata miliknya

Jessica : tentu saja keren. Maksudku kacamatanya.

Kemudian Jesica memeriksa pesan  belum teraca lainnya. Itu ada pesan lain dari Yoona

Yoong : mengapa unni tidak jadi datang?

Jessica sudah tahu akan mendapatkan  teks seperti ini dari anak soshi,ia tidak enak jika harus mengungkapkan yang sejujurnya, jadi Jessica memilih alasan lain

Jessica : aku tidak bisa menunda keberangkatanku ke Hongkong. Maaf!

          Dan Teks terakhir datang dari Hyoyeon. Pesan yang membuat perasaan  Jessica benar-benar tidak karuan

Hyoyeon : aku tidak tau kenapa kau tidak datang. Tapi apapun itu, aku tidak peduli. Aku akan berusaha melupakanmu.

          Jessica lag-lagi tersenyum kecut merasa sesuatu yang tidak adil terjadi lagi pada dirinya. Ia mendapatkan perlakuan buruk untuk hal yang bukan kesalahannya sepenuhnya. Ini semua karena kaki tangan perusahaan yang tidak mengizinkan ia bertemu Hyoyeon, bertemu mereka semua. Tapi lihat siapa yang dipersalahkan! Jesica mnggeleng frustasi. Sudahlah, Jessica tidak mau memusingkan ini lagi setelah melihat Tyler kiini melambaikan tangan untuk menjemput dirinya.

“hei Oppa!” teriak Jessica pada Tyler Kwon yang selalu bisa membuatnya tertawa dengn kekonyolannya itu.

“apa kau sudah lama menunggu?”

“tidak juga. Ceptlah bawa aku kerumahmu, aku lapar sekali!”seru Jessica membuat Tyler dengan segerameraih tas tangan Jessica untuk dia bawakan. Sedangkan koper sudah ada dibawa kendali si asisten.

+++++

3 hari kemudian

CEO Jessica Jung telah menyelesaikan urusannya di hongkong untuk bisnis, kini sudah waktunya ia untuk melatih vokalnya yang mulai kaku sejak tak pernah di asa beberapa bulan ini. Ia bersama dengan seorang musisi Reggie Martin melakukan beberapa stretching di lagu bersama Jackson brothers. Memang menyenangkan bisa kemali bernyanyi di studio seperti ini, hanya saja ia kembali diingatkan pada memori panjang bersama Soshi di studio rekaman yang dingin. Benar, segalanya berubah begitu cepat. Dan akan selalu begitu

“kapan kau akan kembali ke Korea?” tanya Tyler setelah latihan vokal Jessica usai

“besok mungkin” jawab Jessica yang dengan cepat meleasat masuk kedalam mobil Tyler takut-takut jika terjepret kamera paparazzi. Maklum saja, semenjak dikeluarkan dari grup, banyak sekali berita fitnah mengenai dirnya, termasuk soal hubungannya dengan Tyler Kwon yang  dilebih-lebihkan. Padahal mereka hanya sebatas teman ynag sudah seperti saudara.

“tidak ada wartawan, kan?” tanya Jessica setelah Tyler juga masuk ke mobil yang telah diisi Jessica dan supir pribadi

“kau takut rumor aneh lagi?”

“begitulah!” jawab Jessica datar masih celingak-celinguk memastikan tidak ada wartawan

“bukankah baik jika hubungan kita lebih dari ini?”

“maksudnya?”

“seperti rumor itu!” jawaban Tyler membuat Jessica tergagap. Mungkinkah Tyler menyukai dirinya? Hei, siapa sih yang tidak terpikat dengan pesona -beda-dari-yang-lain- milik Jessica. Tunggu, jadi Tyler menembak Jessica?

To BE Continued

Finally, chapter 4 selesai. Tau deh ini absurd-sekali-banget-badai. Tapi apa boleh buat, inilah yang bisa tertulis di microst word. Terus nantikann ff yang akan semakin absurd ini. Love for yang mau baca sekalian komen hehehe. See you on 5th…

28 thoughts on “[FREELANCE] Find The Way

  1. kalo chapter sebelum ini kan ada kisah real nya yang dimasukan di ff ini. seperti update akun weibo jessica setelah ‘dipecat’, krystal yang pingsan di sm town, dll.
    kalo boleh kasih saran, tolong masukin juga yang tanya jawab jessica dengan penggemar yang menyindir snsd, terus taeyeon yang mengalami kecelakaan, dan jessica yang ogah ketemuan ama yuri di hongkong.
    tapi terserah anda juga secara anda lah sang pengarang.
    tapi menurut saya itulah yang membuat saya betah baca ff ini, perpaduan antara real dan fiksi nya itu luar biasa.
    terima kasih.

  2. yahhh ketinggalan bgt bacanya tapi makin kesini ceritanya makin greget…. maaf ya thor baru bisa ninggalin komentar di chapter ini, ditunggu chapter selanjutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s