Moonlight| Seven

farahjaegirlposter

Author: S.Y.M

Title : Moonlight

Lenght : Chaptered

Rating : PG16

Genre : Angts, Romantic

Cast : Jessica Jung, Byun Baekhyun

Other Cast:

Do Kyungsoo

Credit Poster:

Ohmylady@ArtFantasy thank you ^^

Preview:

Prologue|1 |2 |3 |4 |5 |6

*

*

 

 

I DO LOVE YOU…

Lagi, jantung Sooyeon dipaksa untuk bekerja lebih cepat dari biasanya. Proses menunggu Baekhyun sampai di rumah adalah hal yang ia benci saat ini. Jika biasanya ia merasa sangat tidak perduli karena bocah itu pasti kembali ke rumahnya, namun tidak saat ini.

Kemana dia?

Batinnya terus bertanya, tak lupa kepala yang terus menoleh ke arah pintu apartemennya.

Mungkin lupa jalan pulang?

Bukankah itu cukup tidak masuk akal jika selama beberapa hari ini mereka sudah pindah di apartemen Sooyeon?

“ Isshhh dasar bocah itu” geramnya.

Sooyeon melangkah dari sofa depan televisi, kebiasaan barunya sejak ia tinggal bersama Baekhyun.

Ia meraih ponselnya, jangan tanyakan siapa yang akan ia hubungi. Ia sempat mencoba beberapa kali dengan nomor yang sama , namun sepertinya memang ia tidak bisa menghubungi Baekhyun, lengkap sudah kekhawatirannya pada suaminya itu.

Mata itu kembali menatap ke pintu apartemen. Kejadian terakhir ketika Baekhyun tidak kunjung pulang adalah, dia berada di rumah eommanya. Dan sejak perselisihan antara suami dan ibu mertuanya itu dimulai, ia pun sedikit khawatir dengan keadaannya. Kali ini di benaknya sudah membayangkan persis seperti apa yang ia lihat di televisi selama ini. Ini akibat ia terlalu memperhatikan televisinya. Benda itu menjadi benda favoritnya sejak ia tidak bisa bekerja lagi.

Sooyeon menjatuhkan tubuhnya kembali ke sofa di depan televisi. Ia melempar ponselnya dan membuang nafas panjang.

Maaf nak…eomma tidak bermaksud membuatmu terganggu dengan degup jantung eomma”

.

.

Baekhyun terdiam berdiri menatap jendela luar kamarnya. Ia seharusnya bisa memecahkan kaca ini dan meloncat ke bawah jika tidak ada beberapa penjaga di bawah kamarnya ataupun di luar kamarnya. Tangannya terus menggeram mengingat betapa kejam Ny Byun memperlakukannya. Dan satu hal lagi, ia sangat merindukan Sooyeon. Satu-satunya hal yang membuatnya frustasi adalah Sooyeon. Ia bahkan tidak bisa menghubungi istrinya itu.

Mata itu melebar ketika melihat sosok yang berjalan dari arah luar. Tangannya spontan menggeram karena kesal. Dia, adalah Do Kyungsoo , salah satu pihak yang membuatnya berada di rumah ini lagi.

BRAK

BRAK

Dan sepertinya ia tidak bisa menghentikan dirinya untuk tidak menyiksa tangan tidak berdosa itu. Benda sasarannya kali ini adalah peralatan berbahan kayu yang ada di kamarnya.

.

.

Pria bermata lebar itu masuk dengan wajah memanas. Ia sudah bisa menahan emosinya sampai ia tiba di Seoul dan mendengar kabar bahwa namanya disalah gunakan oleh Ny Byun.

“ Dimana Baekhyun?”

“ Eoh Kyungsoo-ya” Ny Byun menyambutnya dengan antusias.

Salah seorang pemilik saham terbesar di perusahaannya dan pemilik saham paling muda di perusahaan besarnya. Seorang sahabat Baekhyun yang sudah seperti Hyungnya . Itu juga berarti dia seperti putranya.

“ Apa yang anda lakukan Nyonya, anda menyalahgunakan nama saya?”

“ Aaaa…apa tentangmu yang berada dirumah sakit? Bukankah itu benar? Ah…mian, sepertinya aku memberikan informasi yang salah pada Baekhyun, seharusnya aku mengatakan kau tidak berada di Seoul”

Kyungsoo menahan emosinya. Bukan hal baru lagi jika Ny Byun bisa berbuat apa saja pada siapa saja, bahkan terhadap Kyungsoo yang sering ikut campur dengan masalah Baekhyun.

“ Dimana dia sekarang? Anda menjebaknya”

“ Kyungsoo_ya, apa kau ingin mengambil putraku dari ku? Apakah seorang ibu tidak bisa bersama putranya?”

“ Anda bisa bersamanya jika cara itu benar”

Ny Byun tersenyum sinis, dia menatap tajam ke arah Kyungsoo.

“ Kau sudah terlalu jauh mengurusi masalah Baekhyun, bukankah seharusnya kau berhenti? Biarkan ibu malang ini yang ingin putranya berbahagia”

“ Tidak dengan cara seperti ini Nyonya”

“ Do Kyungsoo, bukankah sudah aku peringatkan kepadamu untuk tidak mencampuri urusanku?” Ny Byun semakin menekat setiap kalimatnya.

Tatapan Kyungsoo tak kalah tajam untuk melawan Ny Byun. Ia bahkan sangat hafal bagaimana keadaan Baekhyun , karena mereka memang saling bersama sejak kecil.

Dia juga tahu betapa besar cinta Baekhyun pada Sooyeon meskipun sampai saat ini ia belum pernah bertemu langsung dengan wanita yang telah menjadi istri sahabatnya itu. Ia juga tahu penyebab kebiasaan marah Baekhyun yang terbilang ekstrim itu.

Bukan berarti ia membenci Ny Byun ataupun melawannya, ia hanya tidak setuju dengan cara Ny Byun mengekang putranya.

“ Jweosonghamnida Nyonya, jika perlu saya bisa membantunya keluar dari kamarnya”

“ Kyungsoo_ssi, jika kau berani melangkah…kau akan mempersulit keadaannya, apa kau juga ingin aku bertindak pada wanita itu?”

DEG

Kyungsoo menatap tajam Ny Byun, baiklah…mungkin ini sudah sedikit keterlaluan. Mengancamnya mungkin hal yang biasa, namun ia tidak bisa berbuat apapun jika harus menyangkut wanita yang dicintai sahabatnya itu.

Ny Byun tersenyum kecil melihat gertakan itu berhasil membuat Kyungsoo berhenti.

“ Aku hanya ingin mengadakan pertemuan dengan Keluarga Park, dan aku ingin putraku yang tampan itu menghadirinya, memintanya sudah sangat tidak mungkin, untuk itu aku melakukan cara ini, hanya untuk menahannya”

Kyungsoo tersenyum sinis, ia sudah tidak berminat menanggapi Ny Byun.

.

.

Baekhyun melempar kursi ke arah pintu kamarnya. Membuat 2 orang yang berada tepat di luar pintu kamarnya menjauh. Hampir saja pintu itu retak karena benturan kerasnya.

BRAK

BRAK

Kyungsoo mendengus pelan, ia kini sudah berdiri di depan pintu kamar Baekhyun. Ia melirik kedua orang yang berjaga di luar kamar itu, sudah tidak mungkin ia menggunakan inisiatifnya untuk menghajar orang-orang ini. Ia tidak mungkin membawa Baekhyun keluar dari rumahnya sendiri.

CKLEK

Baekhyun mendengar pintu kamarnya terbuka. Namun ia masih enggan beranjak dari tempatnya.

Kyungsoo mendengus melihat betapa hancurnya kamar Baekhyun karena ulahnya sendiri, ia juga melihat betapa lusuhnya Baekhyun yang kini bersandar di balik tempat tidurnya, rambut acak-acakan, tangan yang menutupi wajahnya, dan nafas yang tersengal.

“ Kau masih hobi memecahkan kapal bahkan setelah kau menikah?” Kyungsoo melempar senyumnya, tangannya juga terangkat ketika ia melihat dua orang yang berjaga di luar siaga menahan Baekhyun.

Ia meminta kedua orang itu untuk mengunci kembali pintu itu.

Baekhyun masih tidak beranjak dari tempatnya, nafasnya masih tersengal, ia juga tidak kunjung menyingkirkan tangan yang menutupi wajah tampbannya.

BUK

Gerakan cepat itu bahkan tidak dapat dihindari Kyungsoo.

Dengan cepat Baekhyun berdiri dan meraih kerah Kyungsoo untuk memukulnya. Kasihan tangan tak berdosa yang kini semakin berdosa karena memukul wajah tampan Kyungsoo itu.

“ Kau mejebakku bersama Eomma Hyung? Apa sahammu terancam dank au melakukan itu? “

“ Hah…kau memukulku bahkan setelah aku menjalani operasi? Jika operasiku gagal kau yang harus bertanggun jawab”

Baekhyun masih menatapnya tajam. Ia meminta penjelasan Kyungsoo , kemarahannya masih tidak sebanding dengan rasa sayangnya pada Kyungsoo.

Kyungsoo tersenyum setelah mengusap bibir yang mungkin tergores karena tangan tidak berdosa itu.

“ Aku baru saja kembali ke Seoul, kau tidak tahu aku sedang operasi di Jepang?”

Baekhyun terdiam, pelaku yang menjebaknya murni ulah Ny Byun.

“ Kau terlalu percaya dengan kabar seperti itu, kau tahu jika aku tidak suka meminta orang untuk memberi tahu keadaanku padamu, tapi kau tetap percaya”

Baekhyun membuang muka.

“ Lalu, apa kau akan membuatku pergi dari rumah ini?”

“ Tidak sebelum kau bertemu keluarga Park”

Baekhyun menoleh cepat, ia menatap tajam Kyungsoo yang entah sejak kapan menjadi sejalan dengan Eommanya.

“ Kau Gila !”

“ Kau akan lebih gila jika kau membahayakan istrimu dan juga bayi kalian”

Baekhyun mengusap wajahnya.

“ Aaagggttthhh” Erangnya frustasi.

Sejak kapan ia menjadi lemah dan tidak bisa melawan seperti ini? Mungkin apa yang dikatakan Kyungsoo benar, jika ia semakin membangkang ia akan semakin mempersulit Sooyeon.

.

.

Sudah beberapa hari ini Baekhyun tidak kembali ke apartemennya. Ia selalu meminta Hara untuk menemaninya di apartemen, sementara ia merutuki dirinya yang tidak kenal siapapun yang berhubungan dengan Baekhyun. Sementara Hara sangat melarangnya untuk menginjakkan kaki keluar dari apartemen.

Ia merasa frustasi karena ia tidak bisa berbuat banyak.

Sementara ia juga harus membuat Kyuhyun ikut campur dengan kehidupannya. Hara tidak akan membiarkan mereka keluar rumah sendiri, Bagaimana Kyuhyun bisa berada diantara mereka adalah ulah Hara.

Kepossessifan Hara sebanding dengan Baekhyun, kedua makhluk itu mungkin memiliki kadar possessif yang sama.

Sooyeon menutup pintu apartemennya setelah mereka kembali dari supermarket bersama Hara dan Kyuhyun. Ia sengaja mengusir kedua orang itu karena ia ingin beristirahat di rumah sendiri, entah ia mempunyai firasat Baekhyun akan pulang ke apartemennya hari ini, ia selalu merasakan hal seperti itu setiap harinya. Bocah itu benar-benar membuatnya kuwalahan menghadapi perasaan khawatir.

Perlahan ia melangkah ke dalam apartemennya, ada hal yang cukup aneh di dalam apartemennya. Ia mencium aroma yang tidak asing . Ini aroma parfum ibunya.

“ Eommonim”

Ny Jung menoleh, ia menatap putri satu-satunya yang kini terlihat sangat lusuh. Ditambah perutnya yang membuncit dan dia yang tidak lagi memakai baju fashionable seperti dulu.

“ Apa kau tinggal seperti ini? Apa kau bahagia dengan tindakanmu sendiri? Apa kau menyesali segala perbuatanmu?” Pertanyaan itu beruntun menyerangnya.

Tidak, ia tidak bisa menjawabnya. Apa hidupnya saat ini bahagia atau penuh dengan masalah. Ia juga tidak bisa mengatakan apakah ia menyesal atau tidak. Sejak hidup bersama bocah bernama Baekhyun , kehidupannya tidak bisa ditebak dan penuh masalah. Namun entah kenapa ia masih berdiri di sini dan bertahan, meskipun ia tidak bisa memastikan dirinya sendiri utnuk tetap dan terus bertahan.

“ Apa kau sudah makan Eomma?” Sooyeon tersenyum dan mendekat pada Ny Jung.

Bukan tidak mungkin ia merindukan eommanya. Meskipun ia tidak pernah merasakan kasih sayangnya, namun ia tidak bisa memungkiri keadaannya yang juga merindukan sosok ibu utnuknya. Terlebih sebentar lagi ia juga akan menjadi seorang ibu.

“ Tidak perlu serepot itu, aku hanya ingin melihat bagaimana keadaanmu setelah kau keluar dengan caramu sendiri, apa suamimu tidak mengurusmu? “

Sooyeon menutup matanya, ia menunduk dan tidak ingin menjawab. Kenyataannya suaminya membawa beberapa hal ekstrim untuknya.

“ Kau tidak bisa menjawabnya karena keadaanmu berantakan saat ini?”

“ Cukup Eomma, aku tidak ingin membahasnya lebih dari ini”

“ Entah berapa banyak kau membuatku kecewa, kumohon hiduplah dengan benar , aku tidak ingin kau berada di keadaan terburuk dan membuat keluarga kita mendapat masalah”

Sooyeon terdiam, ia merasakan tangan kecil itu menyentuh pundaknya singkat lalu pergi dari tempatnya.

Ia tersenyum kecil, seperti biasa eommanya bukanlah orang yang akan luluh begitu saja, ia masih tidak mengakuinya sebagai putrinya sebelum kehidupannya berubah menjadi lebih baik. Namun ia tidak yakin jika ia bisa melakukan itu dalam waktu dekat ini. Ataui a tidak yakin bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik jika masih bersama Baekhyun.

Apa aku harus mengakhirinya?…

*

*

_Moonlight_

Do Kyungsoo berdiri tak jauh dari gedung apartemen Sooyeon. Baekhyun tidak mengatakan apapun tentang Sooyeon, ia hanya mencari tahu dimana tempatnya tinggal dan memastikan tidak ada hal mencurigakan yang bisa saja terjadi karena ulah Ny Byun. Setelah kata-kata tajam yang ia peroleh darinya ia patut waspada dan harus berfikiran buruk dengan apa saja yang bisa dilakukan oleh wanita paruh baya itu.

“ Heoh…aku lebih mirip penguntit jika seperti ini” keluhnya.

Ia masuk ke dalam mobilnya dan memilih untuk mengawasi dari dalam. Lagi pula cukup panas berada di luar, sama panasnya dengan pikiran dan hati Baekhyun. Karena malam ini dia diubah menjadi boneka yang penurut oleh Eommanya.

Kyungsoo mendongak, ia memutuskan untuk keluar dari mobilnya, sudah cukup lama ia hanya mendekam dan mendengarkan musik di dalam mobil.

Kali ini saatnya ia keluar karena sosok yang ia awasi berada di luar gedung apartemennya. Bersiap untuk pergi ke suatu tempat.

Sosok yang tak lain adalah Jung Sooyeon, istri dari sahabat karibnya itu terlihat menunggu taxi untuk mengantarnya ke tempat tujuan. Dan ia masih memilih untuk berdiri, hanya berdiri di dekat mobilnya sampai tahu ke mana Sooyeon akan pergi.

Kyungsoo segera masuk ke mobilnya setelah Sooyeon mendapatkan taxinya. Ia mengikuti mobil taxi itu. Ia harus mengikuti kemana tujuan Sooyeon dan memastikan ia kembali dengan aman sampai masuk ke dalam rumahnya.

“ Baiklah…mari kita ganti kalimat penguntit menjadi SPY, aku bisa terima dengan sebutan itu” gumam Kyungsoo, ia melajukan mobilnya.

.

.

Dr Choi menatap Sooyeon heran, Dia datang lebih cepat dari jadwalnya.

“ Kau merindukanku? “

Jessica menatap jengah karena pertanyaan itu, terlihat sekali ia ingin protes dengan dokter cerewet itu.

“ Wae?” tanyanya dingin.

“ Ini seperti bukan dirimu, kenapa tiba-tiba rajin memeriksakan kandungan? Bahkan ini bukan jadwalmu”

“ Kau tidak ingin memeriksaku? Aku mengalami gejala aneh akhir-akhir ini”

Choi Sooyoung tersenyum, ia melipat tangannya mengatup di pipinya.

“ Bukankah aku sudah memintamu untuk tidak stress?”

“ Kau tidak ingin memeriksanya? Periksa dulu “ Pinta Sooyeon, ia tidak ingin mengakui tuduan Sooyoung.

“ Ahh jeongmal, kau meragukanku”

Sooyoung beranjak dari tempatnya, diikuti oleh Sooyeon yang beralih ke tempat tidur pasien.

“ Apa yang kau rasakan akhir-akhir ini?”

“ Mual , dan pusing setiap waktu”

“ Apa dari awal kau mual? Morning Sickness?”

“ Tidak”

“ Baiklah…kau kurang tidur akhir-akhir ini bukan? Jangan sampai kau terkena anemia, istirahatlah yang cukup dan aku akan memberimu resep beberapa makanan yang bisa menambah darah, aku pikir kau tidak menggunakan obat , jadi kau harus memakannya. Jangan lupa susu ibu hamilmu, itu untuk kesehatan janinmu”

Sooyeon mendengus, ia mengangguk sebagai tanda persetujuannya pada Dr Choi.

“ Apa aku boleh bertanya Sooyeon_ah?”

Sooyeon mendongak, ia membalas tatapan Dr Choi yang berubah menjadi serius.

“ Apa yang terjadi padamu? Jangan lagi meremehkanku, aku bisa membedakan pasienku dengan tekanan mental mereka masing-masing, dan aku melihat kau stress akhir-akhir ini, apa ada masalah?”

“ Apa kau bertanya karena Kyuhyun yang bertanya?”

“ Aigooo…mana mungkin aku seperti itu, aku tidak seburuk itu, anggap saja ini bentuk perhatianku sebagai doktermu”

Sooyeon tersenyum simpul, sangat rumit jika ia menjelaskannya. Bahkan sampai saat ini Sooyoung belum tahu siapa suaminya.

“ Kau tidak perlu menghawatirkannya, aku baik-baik saja. Aku hanya stress karena harus meminum susu ibu hamilku”

Dr Choi mendengus, baiklah… Sooyeon akan tetap tertutup dengan masalahnya.

“ Arasseo… “

.

.

Sooyeon melirik tajam ruangan yang baru saja ia tinggalkan, bukan Sooyoung jika ia tidak berbuat licik tanpa sepengetahuanya. Kali ini tanpa ia mengatakan apapun Cho Kyuhyun sudah berdiri di Loby. Ia sudah bersiap untuk mengantarnya sampai di rumah.

“ Mian, Choi Sooyoung memintaku_”

“ Arasseo, dia memang sangat memikirkanku, dan tahu apa yang aku pikirkan” balas Sooyeon setengah kesal.

“ Kau memang selalu membuatnya khawatir”

Sooyeon terkekeh, kali ini ia harus mengancam Kyuhyun untuk tidak mengatakan apapun pada Hara. Meskipun ini hal kecil, Hara pasti akan mengomelinya. Berangkat dengan kendaraan umum sendirian. Itulah hal yang akan diangkat jika Hara tahu.

“ Dan jangan katakan pada Hara, kau tahu dia seperti apa nantinya”

Kyuhyun tersenyum kecil, ia meraih tas Sooyeon lalu menggiringnya ke mobil.

.

.

Do Kyungsoo mendengus pelan, siapa lagi orang yang ditemuinya kali ini? Cho Kyuhyun? Seorang Psikiater dan juga seorang Pewaris GRUP CHO, jadi dialah mantan kekasih Jung Sooyeon. Dan sialnya pria itu bisa berada di sisi Sooyeon saat wanita itu membutuhkan Baekhyun.

“ Jika dia melihat ini, dia pasti sudah menghajarku” gumam Kyungsoo. Ia masih mengikuti Sooyeon dan tetap pada tujuan awalnya.

.

Keadaan Sooyeon dan Kyuhyun mungkin sudah membaik, jangan lagi membahas tentang bagaimana perasaan mereka masing-masing. Seorang Cho Kyuhyun yang masih menyayangkan kisahnya bersama Sooyeon yang tidak bisa bersatu, dan Jung Sooyeon yang berusaha untuk tidak melihat apapun, baik masa lalu dan ia juga tidak bisa melihat masa depannya.

Beberapa kali ia memang menyalahkan kehadiran Baekhyun pada hidupnya. Bocah yang sengaja membuatnya mengalami kisah seperti ini. Bocah yang entah kenapa bisa menjadi stalkernya. Bocah yang akhirnya membuatnya khawatir karena ia tidak kembali ke apartemennya beberapa hari ini. Bocah yang membuatnya kebingungan dengan keputusannya.

“ Apa ada masalah?”

“ Any”

“ Berapa tahun aku mengenalmu Jung Sooyeon? Aku tahu auramu disaat kau sedang stress dengan masalahmu, kau tidak bisa menipuku dengan wajah datarmu”

Sooyeon tersenyum kecil. Kyuhyun seratus persen benar dengan gejolak di kepalanya. Mau bagaimana lagi jika ia tidak memikirkannya. Bagaimanapun ia pasti memikirkannya.

“ Hanya masalah yang tidak perlu kau tahu Oppa”

Kyuhyun tertawa, ia masih memandang lurus ke arah depan. Memperhatikan jalanan yang ia lewati.

“ Ini seperti kau yang dulu, sangat sulit di dekati”

“ Benarkah?”

“ Jangan lupakan wajah datar dan dinginmu itu”

“ Sial…” umpatnya pelan, dengan senyum kecil yang masih ia suguhkan pada Kyuhyun.

“ Jangan turunkan itu pada anakmu, kau bisa merasakan betapa repotnya menghadapi orang sepertimu nantinya”

“ Baiklah…aku akan menyembunyikan itu darinya”

“ Kau tahu? Aku ingin bertemu suamimu”

DEG

Sooyeon terdiam, ia menatap Kyuhyun yang masih mengendalikan setir mobil, ia bersiap masuk ke halaman gedung apartemen. Kenapa tiba-tiba mengatakan itu?

“ Aku ingin tahu siapa yang bisa mendapatkanmu secepat aku, dan aku ingin tahu pria yang membuatmu benar-benar meninggalkanku tanpa menunggu penjelasanku, dia pria yang beruntung” Kyuhyun kini menatap lembut pada Sooyeon, dengan senyum manis yang tersungging di wajahnya tentunya.

Sooyeon masih menatapnya tanpa mampu menjawab. Haruskah ia meng iyakan hal itu? bertemu suaminya? Bertemu Baekhyun? Lalu dimana ia harus bersembunyi? Perlukah itu? perlukah Kyuhyun tahu jika hidupnya sedang kacau setelah ia meninggalkannya?. Perlu dicatat , saat ini bukan lagi Kyuhyun yang meninggalkan Sooyeon, setelah semua yang terjadi, disisi lain Sooyeonlah yang meninggalkan Kyuhyun.

“ Kau tidak perlu _”

“ Aku bisa merasakan kau menyembunyikan banyak hal Sooyeon_ah, bahkan kepada Go Hara, orang yang kau anggap saudaramu sendiri, apa yang membuatmu seperti ini? “

“ Bukan apa-apa Oppa, aku pikir kau tidak perlu mengetahuinya”

“ Aku akan datang jika kau memerlukan bantuanku, bantuanku sebagai temanmu” tegas Kyuhyun.

Dan lihatlah keadaan yang jungkir balik saat ini, Kyuhyun yang terlihat jahat karena lebih dulu pergi tanpa penjelasan, Sooyeon yang jatuh dan benar-benar terperangkap dengan Byun Baekhyun, Kyuhyun yang kembali dengan keterlambatannya, dan Kyuhyun yang datang sebagai seorang berhati tulus yang siap membantunya.

Lalu bisa dikatakan apa dia dan Baekhyun? Pasangan yang sedang bermasalah bahkan di awal pernikahan mereka. Sungguh miris hidupmu Jung Sooyeon.

“ Aku akan melakukan itu nanti Oppa, terima kasih telah mengantarkanku” Sooyeon tersenyum kecil, ia keluar dari mobil itu lalu membungkukkan setengah badannya.

.

.

Sooyeon memperlambat langkahnya, ia mendengus kasar. Kali ini ia benar-benar jengkel dengan seseorang yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

Ia menoleh kasar dan menemukan sosok itu membuang muka. Sooyeon tahu dia orang yang sama seperti yang ia temui beberapa waktu ini.

“ Nuguseyo?”

.

.

Nuguseyo?”

DEG

Kyungsoo menutup matanya jengah. Seharusnya ia lebih pintar , kalau perlu ia juga harus menyamar agar tidak tertangkap basah seperti ini.

Ia kini memutuskan urat malunya dan berbalik, melemparkan senyumnya pada sosok yang berdiri dengan tatapan tajamnya.

“ Anyeonghasseo” sapanya ramah, tak lupa juga membungkukkan separuh badannya.

“ Apa yang anda lakukan dengan mengikuti saya seharian ini?”

“ Eoh? Apa begitu terlihat? “ kata Kyungsoo kikuk, ia menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal. Ia juga melemparkan cengirannya sebagai tanda jika ia tengah malu.

“ Anda mengikutiku sejak di depan apartemen dan sampai aku kembali ke apartemen, siapa anda? “

“ Ah…perkenalkan, Naega Do Kyungsoo imnida, aku adalah teman Baekhyun, jangan terlalu salah paham dengan tindakanku hari ini” jelas Kyungsoo.

Sooyeon masih diam tak menjawab. Ia menatap selidik pada Kyungsoo. Dia bahkan tidak terlihat seperti orang-orang Ny Byun. Lagi pula untuk apa Ny Byun datang kepadanya disaat Baekhyun tidak lagi pulang ke apartemennya.

´Jika anda mencari Baekhyun, anda tidak bisa bertemu dengannya untuk sementara waktu”

“ Ah…tentu saja, aku hanya memastikan keadaan anda baik-baik saja”

Mata itu melebar, apa maksudnya? Apa Baekhyun yang memintanya? Dia meminta temannya untuk mengawasinya? Lalu sebenarnya dimana dia?

“ A A, Saya tahu pertanyaan apa yang akan anda ajukan Nyonya…jadi jangan tanyakan sekarang sebelum anda menyediakan saya secangkir teh di rumah anda” Kyungsoo melempar senyum ramahnya.

Sooyeon masih diam tak menjawab, ia terlihat berfikir. Mungkin pria bermata lebar ini tahu sesuatu tentang Baekhyun.

.

.

Kyungsoo terus memperliatkan senyumnya, sementara Sooyeon masih tidak bisa membalas senyum itu. Dia masih dengan wajah tegangnya.

“ Bisa anda ceritakan sekarang?”

Kyungsoo meletakkan cangkirnya. Ia meraih tissue yang tersedia di Box lalu mengusapkan pada bibirnya.

“ Baiklah…Keadaan Baekhyun tidak memungkinkan untuk bertemu denganmu saat ini, kau tentu tahu jika kehidupannya sedikit ekstrim, hubungannya dengan eommanya juga cukup ekstrim. Jadi jangan terlalu khawatir padanya, dia mungkin akan kembali sebentar lagi”

Jika ia bisa

Sooyeon masih diam, sesuai dugaannya, Baekhyun memang berada di rumah Ny Byun. Setidaknya ia tahu bagaimana keadaannya.

Dia menghela nafas lega setelah mendengarnya dari Kyungsoo. Meskipun ia sendiri ragu dengan kebenaran kabar itu.

_Moonlight_

 

Baekhyun keluar dari kamarnya, tentu dengan ijin dari Ny Byun. Malam ini adalah acara pertemuan kedua keluarga. Hal yang membuat Baekhyun harus mendekam di rumahnya.

Dengan setelan pakaian yang ia kenakan, ia tampak tampan disambut dengan senyum oleh Ny Byun. Ibu patut bangga memiliki putra dengan wajah imut dan tampan seperti itu.

Disisi lain, tampak gadis cantik yang enggan turun dari mobilnya. Ia melirik tajam sang Appa yang sudah turun terlebih dulu.

Park Ji Yeon, dia sedang membayangkan bagaimana ekspresi Baekhyun jika tau dia adalah gadis yang akan dipertemukan dengannya. Bayangan ini berubah setelah Baekhyun mengatakan ia sudah menikah. Sebelumnya hari ini adalah hari yang ia tunggu jika ia berhasil mendekati Baekhyun. Ia berhasil, namun hanya dia yang menyukai Baekhyun. Tidak dengan bocah itu.

“ Wae? Apa ada yang salah?” Pria paruh baya itu mengetuk pintu mobil.

Ji Yeon tersenyum, akhirnya ia memutuskan untuk turun dari mobilnya.

.

.

Baekhyun meremas jemarinya. Matanya sudah memanas, kepalanya juga sudah memanas, tangannya sudah siap mengobrak-abrik benda di depannya, namun tidak saat ini. Ia harus mengendalikan emosinya sampai ia mampu mengatakan penolakan pada perjodohan yang akan dilakukan.

“ Selamat datang Direktur Park” salam yang diucapkan Ny Byun tepat setelah Tn Park masuk ke ruang makan.

Disusul dengan Park JI Yeon dengan langkah ragu. Ia ingin kembali dan berlari. Ia tidak ingin bertemu dengan Baekhyun setelah ia dipermalukan beberapa waktu lalu. Namun langkahnya tetap melaju dan di sinilah ia berdiri , di ruang pertemuan mereka.

Baekhyun terbatu, lihatlah siapa yang berada di belakan Direktur Park. Dia menggertakkan giginya, rahangnya mengeras saat itu juga. Tangannya suda penuh dengan rasa panas untuk mengobrak-abrik.

Park Ji Yeon.

Sungguh ia mempunyai tekanan mental malam ini, ia ingin memejamkan matanya sehingga ia tidak perlu tahu bagaimana reaksi Baekhyun terhadap kedatangannya.

“ Park Ji Yeon?” geramnya jelas terasa aura mencekamnya.

Ji Yeon mendongak dengan wajah penuh rasa bersalah.

“ Mian”

.

.

BUK

BUK

BUK

Ji Yeon terus memejamkan matanya, ini adalah kali pertama ia melihat Baekhyun mengamuk. Ia melihat sendiri bagaimana ia menghajar para penjaga yang menghalanginya untuk pergi dari rumahnya.

Mentalnya benar-benar diuji kali ini.

Sedangkan Kyungsoo yang juga hadir di petemuan malam ini hanya mampu diam dan melihat. Ia membiarkan Baekhyun melampiaskan kemarahannya dengan babak belur menghadapi para penjaga. Ia masih menunggu sampai Ny Byun melepaskannya. Lagi pula Baekhyun sudah menurutinya untuk mau bertemu dengan keluarga Park malam ini.

“ Apa kau merasa takut Ji Yeon_ssi?” tanya Kyungsoo yang berdiri tepat di sebelah Ji Yeon. Mereka menyaksikan kejadian itu langsung dari balkon rumah . Melihat perkelahian Baekhyun yang memaksa untuk keluar dari rumah.

Ji yeon masih diam tak menjawab. Ia membenci ini, kenapa hal yang dilakukannya menjadi sungguh rumit. Disisi lain ia merasa nyeri karena melihat sosok yang ia cintai penuh luka.

“ Hah…jika kau merasa kasihan, lakukan sesuatu agar dia bisa pulang ke rumahnya. Dia memiliki istri dan calon bayi yang menunggunya di rumah, apa kau ingin terlihat seperti seorang kriminal jika membiarkannya seperti itu?” bujuk Kyungsoo. Ia tidak pernah habis akal untuk membantu Baekhyun dengan ketenangannya.

Ji Yeon mendongak, ia menatap Kyungsoo sekilas. Pria itu terlihat tenang dan tak sedikitpun menoleh padanya. Ia hanya diam melihat Baekhyun di bawah dengan perlawanannya.

Selanjutnya ia memutuskan untuk tidak lagi berdiri di balkon. Ia harus bertemu Ny Byun.

*

*

_Moonlight_

 

TIT …TIT…TIT…

BRAK

Sooyeon terlonjak, namun ia masih berada di tempatnya. Di depan televisi besarnya, melihat acara rutinnya.

Ia hanya menggerakkan kepalanya, tidak dengan tubuhnya. Hanya menoleh dan menunggu siapa yang akan muncul setelah pintu apartemennya terbuka.

1

2

3

Do’anya terkabul

Dia Baekhyun, dengan wajah memar dan nafas tersengal.

“ Noona!” ucapnya

Sooyeon masih terdiam, terlihat kaget dengan penampilan Baekhyun yang berantakan. Ia seperti penjahat yang sedang kabur dari penjara.

SREK

Gerakan cepat itu berhasil menarik Sooyeon ke pelukannya. Ia merengkuh erat istri yang beberapa hari ini tidak bisa ia temui. Ia mencium aroma shampoo pada rambut istrinya yang sungguh membuatnya gila ketika merindukannya. Sungguh ia menggilai segalanya pada diri Sooyeon.

“ Uhuk..kau bisa membunuhku dan bayiku” protes Sooyeon dengan suara kecilnya. Ia hampir kehabisan nafas.

Baekhyun melepaskan rengkuhannya. Ia tersenyum dan meraup wajah Sooyeon dengan kedua tangannya.

CHU

Baekhyun mencium bibir Sooyeon sebagai bentuk kerinduannya, selanjutnya ia mencium puncak kening Sooyeon lalu beralih pada pipi Sooyeon.

“ Bogoshippo Noona” ucapnya dengan wajah bahagia meskipun memar memenuhi wajahnya.

“ Kau seperti tidak bertemu denganku beberapa tahun lamanya”

Baekhyun tersenyum, ia kembali memeluk Sooyeon erat.

“ Dasar, kau sama sekali tidak merindukanku? Kau pasti bahagia karena bisa keluar semaumu dan makan semaumu , kau juga pasti tidak harus berperang setiap pagi untuk meminum susumu “

Sooyeon memicingkan sebelah matanya.

“ Hampir semuanya benar” jawabnya dengan senyum kecil yang tesembunyi diantara rengkuhan Baekhyun.

“ Aku tidak bisa meninggalkanmu Noona” ucapnya penuh kelembutan, ia masih tetap memiliki keyakinan untuk mempertahan rumah tangganya.

Mian Baekhyun_ah…

Sooyeon bahkan tidak bisa memastikan bagaimana perasaannya saat ini, ia tenang dan ia juga berberat hati dengan pikiran yang berkecamuk di kepalanya.

*

*

*

Ny Byun menggertakkan jemari tangannya. Kejadian malam kemarin cukup membuatnya kesal. Kenyataannya memang Ji Yeon tahu putranya sudah memiliki istri. Ji Yeon juga yang meminta agar Baekhyun bisa kembali pada Sooyeon. Sedangkan kerjasamanya bersama Grup Park mungkin saja akan buruk jika Ji Yeon tidak bisa mempertahankan posisinya.

Ia bisa melihat wajah sedih pada Ji Yeon, namun ia juga tidak bisa berbuat banyak ketika dia sendiri yang meminta untuk mengakhiri hubungan ini. Dia memiliki perasaan yang besar pada Baekhyun , itulah rasa iba muncul pada dirinya.

“ Sementara, biarkan Baekhyun melakukan keinginannya, aku ingin melihat sejauh mana ia bertahan” perintah Ny Byun pada sekretarisnya.

“ Baik Nyonya”

.

.

Suho hanya terheran melihat bagaimana Baekhyun datang dengan keadaan wajah yang penuh memar. Setelah beberapa hari menghilang dan ia kembali dengan keadaan buruk rupa seperti ini.

“ Kau yakin tidak menakuti para pelanggan?” tanya Suho dengan wajah ngerinya.

“ Kau pikir aku seburuk itu Hyung?” dan tatapan tajam itu mendarat padanya.

“ Ah…kau tahu jika seperti ini kau akan kalah jauh denganku, aku bisa kewalahan menanggapi pelanggan yang terpesona denganku, setidaknya ketika wajahmu telihat membaik pesona itu sebagian kecil bisa berpindah padamu”

Celotehan itu membuat Baekhyun mual. Ia melirik Suho yang membalasnya dengan cengiran khas.

“ Baiklah…kau tidak ingin menceritakannya padaku?” imbuh Suho selidik.

“ Hahaha kau tidak perlu tahu karena ini memalukan”

Suho tersenyum kecil, ia memperhatikan Baekhyun yang beralih untuk mengelap gelas di depannya. Selanjutnya ia mengangkat kedua bahunya. Entahlah…hidupnya penuh kejutan.

“ Baiklah…aku mengerti…dan sepertinya kau kedatangan pelanggan setiamu, aku akan mengurus yang lain” Suho menepuk singkat pundak Baekhyun , lalu meraih nampan yang dibawa olehnya.

Baekhyun tersenyum singkat dan beralih pada tamu yang telah duduk di depan meja bartendernya.

“ Anyeong Noona” sapanya lembut.

Ji Yeon, gadis manis itu tersenyum kecil.

“ Kau bisa menyapaku selembut itu?”

“ Wae? Apa aku terlalu menyakitimu? Apa menyapamu seperti ini juga menyakitimu?”

Ji Yeon menunduk dengan senyum kecilnya.

“ Tidak masalah, bukankah dari awal aku hanya menyukaimu?”

Baekhyun tersenyum . Tangan kanannya meraih botol minuman yang telah ia siapkan sebelumnya, selanjutnya ia menuangkan minuman itu pada gelas yang telah ia isi dengan beberapa es batu.

“ Aku siapkan khusus untukmu, sebagai ucapan terima kasihku karena membiarkanku pergi”

Ji Yeon terdiam, semakin nyeri ia rasakan di dadanya. Namun inilah yang ia alami. Baekhyun telihat sumringah setelah bertemu istrinya. Dia adalah wanita yang benar-benar ia cintai. Sangat berbeda dengan Baekhyun yang ia temui malam kemarin.

“ Kau yakin aku melakukannya dengan Cuma-Cuma?” Ji Yeon meraih gelas itu, ia meneguk sebagian minuman itu.

“ Molla , apapun itu aku akan menghadapinya, perlu kau tahu aku tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja”

Dan kalimat itu sukses membuat hati retak itu runtuh dan hancur. Dari awal dia memang sudah salah langkah. Seharusnya ia tidak pernah mencari tahu siapa yang akan menjadi tunangannya. Jika akhirnya kehidupan cintanya menjadi jungkir balik seperti ini.

Kasihan sekali kau Park Ji Yeon.

*

*

Baekhyun baru saja sampai di apartemen. Ia melangkah pelan agar tidak mengganggu tidur Sooyeon. Ah, apa dia sudah tidur? Tidak biasanya dia bisa tidur jika dalam keadaan lapar, atau dia sudah makan sesuatu?.

Baekhyun melihat ruangan favorit Sooyeon yang sepi. Sepertinya istrinya memang meninggalkan tempat favorit itu dan memilih untuk tidur di kamar. Ia pun harus menyusul ke kamar.

Dilihatnya Sooyeon yang tertidur pulas, satu hal yang membuat hatinya penuh bunga. Melihat kenyamanan pada tidur Sooyeon.

“ Saranghaeyo Noona, aku harap kau akan mencintaiku seperti aku mencintaimu, lalu anak kita akan lahir dari cinta kita” tangan Baekhyun mengusap perut buncit yang bernyawa itu.

Selanjutnya Baekhyun beranjak, ia mendekatkan wajahnya untuk mencium kening Sooyeon. Seberapa kecil hal tentang kisah pertemuannya dengan Sooyeon saat itu, namun baginya saat itu adalah hal yang tidak ingin ia lupakan. Karena saat itulah yang membawanya pada saat ini. Begitu mengagumi sosok Noona yang menolongnya hingga ia menyerahkan seluruh perasaannya pada wanita ini. Dia bisa saja dikatakan gila karena terlalu mencintai Sooyeon dengan segala tindakannya, namun ia sendiri tidak bisa mengendalikannya. Ia sudah melakukan banyak hal dan pada akhirnya Sooyeon berada di sisinya, tidak akan mungkin ia menyerah untuk tetap mempertahankannya.

.

Sooyeon merasakan tangan yang menyentuh perutnya. Ia tahu betul tangan itu adalah milik Baekhyun. Ia sadar betul apa yang dikatakan Baekhyun. Begitu besar harapannya pada hubungan rumah tangga mereka. Ia bahkan melupakan jarak usia mereka, ia melupakan keadaannya yang masih berjuang menuntut ilmu di perguruan tinggi dan harus memikirkan masalah rumah tangganya. Ia juga melupakan bagaimana ia bertentangan pada Eommanya.

Bagaimana mungkin ia bertemu bocah seperti ini? Namun ia sudah ikut di dalamnya. Ia adalah bagian dari kisah kehidupan Baekhyun. Apa jadinya jika ia tidak lagi ada di kehidupan Baekhyun. Bagaimana bocah ini nantinya?

Ia merasakan Baekhyun mulai beranjak dari tempat tidurnya. Ia juga mendengar Baekhyun menutup pintu kamar mereka. Baekhyun tidak tidur bersamanya, bahkan jika biasanya Baekhyun akan bersikap manja padanya, setelah kembalipun ia belum bersikap manja pada Sooyeon.

Hik… Hik…

Tangisan itu pecah, kecamuk di pikirannya membuat hatinya benar-benar nyeri. Ia menangisi kisah hidupnya yang ia anggap remeh selama ini. Berada di sisi bocah yang sangat mencintainya dengan segala kejutan yang terjadi selama ini membuatnya menumpahkan air mata.

Haruskah ia meninggalkan Baekhyun?

TBC…

 

Anyeong….

akhirnya bisa posting meskipun tidak sepanjang yang kalian pikirkan🙂 Mian,

dan mungkin ini akan mendekati Chapter akhir, kurang lebih akan ada 1-2 chapter lagi dan End.

Aku nggak curhat lagi kalau aku lagi sibuk, emang selalu sibuk😦 dan maaf jika jadinya rumit-rumit-rumit seperti ini🙂 karena rumit ini akan menjadi detik-detik chapter akhir.

terima kasih sudah mau menunggu… selanjutnya aku mau konsen ke sequel JSBM hihihihi, utang aku

 

Xie Xie

29 thoughts on “Moonlight| Seven

  1. huhu. bikin nyesek aja bacanya. bener sih ceritanya mbulet + ruwet. Sooyeon pliss donr leave my bacoon oppa key. Authornya kerwn bgt bisa bikin fellnya masuk bgt. I’ll always comment this fanfic cuz im falling in love with this fanfic. penasaran ? keep comment and semangatin authrnya. yey./ maaf gacor mulu./
    Semangat ya aku bakal nunggu kamu. from me :*:*:*

  2. hwaaa yang aku tunggu akhirnya di post .. aku kasian sama jessica tertekan kek gtu .. tp aku pengen banyak moment baeksica lagi .. aku kangen baekhyun yg selalu manja sama so yeon.. aku pengen soyeon mulai mencintai baekhyun dn menerima kehidupannya .. tp eomma nya baekhyunn-_______-
    waahh yg penting aku selallu tunggu nextchap nya ya thor..

  3. Aku puas sama chapter ini karena jiyeon gk egois dengan cara tetep minta ny.byun melanjutkan tunangan ini, tapi kenapa jessi harus berpikir untuk ninggalin baekhyun sih?
    Apa dia gk liat seberapa baek sayang sama dia, apa dia gk liat baek ganteng banget? Klo gk liat, coba tontin mv exo call me baby njess, baekhyun disitu tamvan sekali#abaikan
    Tapi serius aku kesel sama sica yang gk bisa ngeliat ketulusan dari baekhyun. Klopun dia cerai sama baekhyun dan balik sama kyuhyun, apa mungkin keluarga cho bakal setuju sama hubungan mereka. Apalagi sica udah punya anak. Dan kalaupun disetujuin apa sica gk kasian sama baekhyun yang mungkin bakal jadi gila atau mungkin bunuh diri-oke ini lebay-tapi please jesss buka hati buat baekhyun.
    Semoga aja 1-2chap terakhir jess bisa nerima baekhyun ya thorrrrr. Ku tunggu next chapp

  4. Makin kesini makin greget thor,,, #geez
    haduh ny.byun gitu banget sifatnya,,, juengkellll
    Semoga jiyeon bisa ngertiin posisi baekhyun😀
    Ayo dong thor bikin baeksica yang sweet tpi yang jessica respon perasaan si baek😀
    ditunggu ya chap nya, fighting!!

  5. ini
    benar
    benar
    nyesek
    sooyeon plis bertahan dong, kan gak lucu kalo endingnya sama kyu/cnd
    ini author pinter banget bikin tisu abis :”
    alussss banget, nusuknya dikit dikit, kerasa sedihnya :”

  6. Ini nih ff yg paling ditunggu tunggu. Suka terbawa suasana setiap baca ff ini🙂 jess kayanya udh mulai suka deh sama baek, dan aku ada feel, jess mau ninggalin baek ya?? Semoga aja engga. Btw, ff ini sama princess keren thor???! Fav banget lah pokoknya wks

  7. Kyungsoo kyungsoo ngikutin jessica seharian tapi yg diikutin tau gmn itu ceritanya hahaha
    Biasku jiyeon makasih udah ngerti keadaan baekhyun mari biarkan baeksica bersatu. Ny byun ikhlasin aja baekhyun sama jessica biar baekhyun ngurus jessica, jessica wanita yang baik juga kan. Menurutku eomma jessica lebih baik dari ny byun, apa mungkin lebih jahat ya? Hmmm
    Jessica jangan tinggalkan baekhyun *histeris. Tolong tetap disisi baekhyun hingga maut memisahkan *abaikan saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s