[FREELANCE] BASTARD (chapter 1)

PicsArt_1423312199002                TITLE                      :               Bastard [Chapter 1]

AUTHOR              :               Surprisica

CAST                      :               Jessica Jung, Kris Wu, Oh Sehun, Luhan, Kai Kim, Im Yoona, Kim Taeyeon
Jung Yunho, Lee Sooman, Lee Hyeri (girls day), etc.

GENRE                  :               Schoollife, Romance, Friendship

LENGTH               :               Chaptered

DISCLAIMER       :               Each cast is belong to God, Family, company, theirselves, ETC.
I just owner of the poster and storyline.

ENJOY

Sedikit trinspirasi dari drama korea god of study, tapi nggak mirip-mirip banget sih. Hati-hati membingungkan. Waspada akan Typo! Sudah pernah di post chapter ininya di http://exosupergeneration.wordpress.com. Selanjutnya akan saya kirim kesini terus. Maklum, wp saya error duhh

 

Jessica mendesah kesal ketika melihat peristiwa di kelasnya mendadak persis seperti drama rarusan episode. Sungguh ia menyesali keputusannya untuk datang ke sekolah hari ini. Padahal jika ia absen seperti biasa, ia tentu masih bisa menikmati guling dan selimutnya berjam-jam tanpa terusik. Takkan ada adegan keributan antara Yoona gadis konglomerat dengan Minri, gadis pengantar susu. Walaupun sangat jarang masuk ke sekolah, Jessica paling tidak cukup kenal baik dengan Yoona yang tak pernah lelah mem-bulli seseorang hanya karena derajat sosial. Kali ini hanya karena Minri ingin menemui seorang murid di kelas Yoona, tapi tanpa sengaja menabrak seorang macanPangyeol High Schoolmembuatnya harus menerima masalah besar. Malah saat ini Minri sudah meneteskan airmata akibat tak tahan dengan kata-kata Yoona

“omo omo!! Lihat siapa yang menangis? Aissh, apa itu saja yang orang miskin bisa?” teriak Yoona cukup keras setelah korban bulli-nya mulai sesenggukan. Minri benar-benar merasa terintimidasi kali itu

“apa yang harus kulakukan agar kau  memaafkanku, Yoona-sshi?”  Minri yang terdengar pasrah membuat satu ukiran senyum jahil di bibir Yoona

“kau sungguh ingin dimaafkan?” Minri mengangguk pelan mengiyakan

“Bagus. tidak banyak yang harus kau lakukan. Kau hanya perlu membawa susu-susu antaranmu untuk semua murid di kelasku ini. Secara gratis!!!” Minri membelalakkan mata mendengar permintaan Yoona itu bukan karena ia malu membawa susu delivery-nya. Hanya saja, ia tidak bisa mem-bebas biayakan susu-susu dari pabrik tempat ia bekerja. Bisa-bisa ia rugi besar. Yoona semakin mengembangkan senyum jahilnya melihat ekspresi keterkejutan Minri

“kurasa kau tak sanggup. Mana mungkin orang se-melarat dirimu mampu melakukan itu. Yah, semuanya ku serahkan padamu sih. Jika kau ingin lepas dari ku, kau hanya pperlu mengabulkan permintaanku. Dan aku punya pilihan lain untukmu. Selain membawa susu gratis, kau juga bisa kumaafkan dengan masuk ke tong sampah disana” Yoona menunjuk tong sampah di sudut kelasnya. Beberapa murid mulai tersenyum  merasa terhibur, selebihnya tidak mau peduli, dan sebagian besar merasa kasihan pada Minri yang sedang sial itu.

“apa?” Minri semakin terkejut.

“kau menolak?”

“hanya saja—”

“ya sudah, aku menunggu free-milk mu kalau begitu. Jangan harap aku akan melepaskanmu sebelum mendapatkan maa dariku! Dengar, Kami menunggunya anak tolol!” gertak Yoona, Minri mulai merasakan tekanan batin dan bahkan merasa ingin mati saja saat itu. Ia tahu tidak ada pilihan lain selain masuk ke tong sampah saja. Dengan ragu ia berusaha melangkah kearah tong sampah,biar bagaimanpun, tak peduli apapun, ia harus lepas dari belenggu Yoona. Siapapun tahu bahwa kau hanya akan dalam masalah selama Yoona tak melepasmu sebagai objek bulli-nya. Contohnya  saja Nam Saerin yang harus berperang batin bersekolah di pangyeol akibat Yoona yang teus saja menjadikan ia objek bulli tetapnya. Minri tidak ingin hidupnya yang sulit semakin dipersulit Yoona.

Minri berusaha menguatkan diri mendekati tong sampah yang masih berisi tumpukan-tumpukan sampah itu , tapi sepertinya ia tak cukup kuat karena airmata  kembali mengaliri pipinya.ini sangat memalukan sekaligus mengerikan. Namun kembai lagi pada tujuan awal. Ia harus terbebas dari Im Yoona, si macan sekolah. Titik.

Belum sempat Minri memyentuh tong itu, seseorang tiba-tiba menahan tangannya. Seseorang itu adalah Kim Taeyeon. Murid dari kelas 12 A sekaligus pemegang tetap juara umum Pangyeol High School

“apa kau bodoh?” maki Taeyeon pada Minri, gadis itu hanya menunduk malu

“wow!! Orang miskin memang sangat solid. Lihat saja siapa yang datang membantu anggota komunitas melarat-nya” ujar Yoona menyinggung Taeyeon dan Minri

“jaga bicaramu, Im Yoona. Sekarang pergi ke ruangan kepala sekolah. Kau sudah ditunggu. Oh, dan kau juga Jessica Jung! Kau ikut kesana bersama Yoona!” ucap Taeyeon.

“siapa? Aku?” sergah Jessica yang sedang asyik menonton drama dihadapannya barusan menjuadi kebingungan, Namun Taeyeon hanya mengangguk memberikan jawaban dan harusnya itu sudah cukup jelas untuk Jessica segera menuju ke Ruangan kepala sekolah

heol.  Kim Taeyeon, Kau mengganggu saja arrgggh!!! Minri, urusan kita belum selesai” tegas Yoona sembari mengambil langkah seribu menuju ruangan kepala sekolah. Jessica ikut bangkit dari duduknya sambil mendesah. Ia berjalan mengekori Yoona. Yah maklumlah, saking jarangnya masuk ke sekolah, bahkan ruangan kepala sekolah pun tidak bisa diingat Jessica dengan baik.

Jessica mencoba merenungi kesalahan apa yang gerangan telah diperbuatnya sampai harus berurusan dengan kepala sekolah langsung tanpa melalui petugas kedisiplinan terlebih dulu. Tapi ia tidak menemukan alasannya. Jika karena urusan kehadirannya—yang kadang dua minggu tiga kali baru akan hadir—terhitung mustahil mengingat orang tua nya selalu memberikan pelicin kepada pihak sekolah agar kehadirannya bisa di manipulasi. Jessica tidak bisa berpikir jernih. Ia bahkan telah melewati Yoona yang kini berhenti di depan ruangan kepala sekolah. Melihat Jessica yang entah akan kemana, Yoona mengerutkan dahi heran.

“hei kau anak rajin! Apa kau lupa kita harus kemana? Atau kau mencoba bolos yah?” panggil Yoona pada Jessica. Jessica tersadar dari lamunannya dan mendapati Yoona kini di belakangnya.

yaakk!! aisssh! Cepatlah, kau masuklah duluan!” suruh Jessica

ani. Kau!” balas Yoona menunjuk Jessica.

tccch, yeoja kurus ini!!” gumam Jessica pelan namun masih bisa ditangkap oleh telinga Yoona

“mwo? Dasar yeoja pirang pendek!” balas Yoona, Jessica kesal namun tak berniat untuk membalasnya atau ini akan terus berlanjut sampai keesokan hari.

Jessica memasuki ruangan kepala sekolah setelah mengetuknya diikuti Yoona dibelakangnya. Keduanya memberi salam nyaris bersamaan. Mereka mendapati kepala sekolah bersama tiga orang murid pria didalam sana, Oh Sehun dan Kim Kai murid kelas 11, serta Kris wu murid kelas 12 O yang sedang terduduk dengan wajah bingung sebingung Jessica dan yoona. Tidak lama berselang, Kim Taeyeon dan Luhan  seorang maestro fisika masuk ke ruangan kepala sekolah bersama pria muda dengan setelan formalnya.

“namaku Jung Yunho. Aku akan megurusi kalian di kelas khusus. Nah saatnya kalian mengenalkan diri masing-masing” ujar Yunho pria muda dengan setelan formal persis kepala sekolah dihadapan Jessica, dkk. Pernyataan Yunho itu lantas membuat membuat para murid minus Taeyeon dan Luhan semakin kebingungan

“kalian bertujuh akan menjadi teman sekelas di kelas khusus dengan wali Yunho Jung!” seru Lee Soo Man kepala sekolah menjelaskan

“jangan Tanya alasannya apa. Hausnya kalian tahu apa itu!” tegas Soo Man semakin membuat  kebinungan

“ah aku tidak paham. Dan sadarkah kalian bahwa aku dan dia adalah murid kelas 11. Ini tidak akan baik bagi kami berada dalam kelas yang sama dengan senior” ucap Kai mewakili Sehun pula

“semuanyatelah diatur dengan sedemikian rupa” jawab Yunho sambil tersenyum penuh arti.

**

Pagi berikutnya, kelas khusus yang dihuni 7 murid itu memasuki gedung perpustakaan lama yang telah disulap menjadi ruang kelas baru. Segalanya tampak menyenangkan berada di lingkungan baru bagi Jessica, tapi tetap saja ia membenci sekolah. Berbeda dengan Jessica, Yoona justru merasa sedang tidak baik. Ia merasa gedung kelasnya terlalu terisolir dari lingkungan padat murid. Dengan begini, bukankah ia akan sulit meluangkan waktu dengan hobi membulli-nya?

“Kim Taeyeon! Aku ingin duduk di dekatmu!” ujar Jessica membuat Taeyeon mengernyitkan alis. Namun segera Taeyeon mempertegas mimik wajahnya. Mustahil sekali gadis sedingin Jessica mnegajak seseorang bicara. Pasti ia ingin sesuatu darinya.

“jangan berharap kau bisa mendapatkan contekan dariku!”

“hei, bagaiman orang ini tahu?” balas Jessica sarkastik.

“dasar orang miskin sombong!” ejek Yoona membuat Taeyeon hampir meledak. Untunglah, Yunho telah masuk ke kelas sehingga emosi ketiganya menurun

“kemana Kris Wu?” Tanya Yunho melihat jumlah murid di kelas-nya hanya 6 orang, namun tak satupun menjawab. Semua mata  hanya memandang Luhan yang notabene adalah satu-satunya murid pria sebaya Kris. Mata Yunho menajam pada  Luhan. Sang maestro fisika mendesah seolah mengatakan ‘baiklah, aku akan jawab’

“Kurasa ia tak mungkin datang Songsaenim! Ia menolak mentah-mentah program yang menurutnya tidak penting ini sejak awal!” ungkap Luhan

“baginya tidak penting. Tapi ini penting bagiku. Kau  Sehun, cari dan bawa anak itu!” tegas Yunho

“kau bisa minta orang lain!” sinis Sehun

“tidak. Aku memintamu!” suara Yunho meninggi

“ahh! Guru aneh ini!” gumam Sehun dalam kesalnya. Ia pun melangkah keluar dari kelas dengan perasaan rela tak rela. Sementara itu Yunho mulai mengunduh modul dari laptopnya untuk dijadikan bahan ajar

“pelajaran tidak akan dimulai sebelum Kris tiba disini. Ah yah, mungkin kalian masih bingung dengan tujuan kalian dikumpulkan di kelas ini. Jawabannya mudah, Kris, Jessica, Yoona, Kai, dan Sehun adalah murid paling bemasalah di pangyeol. Paling hina. Sampah sekolah. Menjijikkan. Pecundang. Dan harus diperbaiki. Luhan dan Taeyeon disini akan menjadi tolak ukur bagi kalian. Selama kalian bisa menyetarai-nya. Atau sekedar nyaris setara dengan dia. Kelasku akan berhasil!” ujar Yunho membuat kesal Jessica, Yoona, dan Kai.

“kalau begitu jangan harap kelasmu akan berhasil!” Yoona memberikan tanggapan sinisnya. Tapi Yunho seolah tak peduli.

“memangnya aku kenapa? Bermasalah bagaimana” sergah Kai

“Kai Kim alias Kim Jong In, seorang maniak dance yang jarang mengikuti kelas. Kau bahkan menghabiskan 9 jam di ruangan menari. Kemudian mengabaikan kelas inti. Banyak guru yang sudah memprotes kebiasaan bolosmu. Lalu sahabatmu Oh Sehun putra pemilik yayasan sekolah. Sebenarnya ayah Sehun sendiri yang memohon pada pihak sekolah untuk melakukan pembimbingan khusus pada Sehun yang kudengar sangat kurang ajar pada guru, bahkan terhadap orangtuanya. Nilainya pun sama anjloknya dengan kepribadiannya. Ckck, kau dan sahabatmu sama saja. Kemudian Jessica Jung alias Jung Soo Yeon, aku tidak yakin kau mengingat semua nama guru disekolah ini atau—kau bahkan tidak mengenal seagian besar dari mereka? Tentu, Itu karena kau terlalu mencintai rumahmu hingga terlalu malas untuk sekedar masuk sekolah. Ingat, di kelasku tidak ada alasan untuk tidak masuk. Selanjutnya Im Yoona, nilaimu tidak begitu buruk. Tapi kelakuanmu sungguh diluar batasan. Banyak murid-murid yang sampai mengundurkan diri dari sekolah karena hinaanmu. Sudah merasa paling hebat?Kau tahu kan Pangyeol High School adalah sekolah bertaraf unggulan. Apa menurutmu bukanlah sebuah aib jika banyak murid yang malah ingin keluar dari sekolah ini? Disini, kau akan dihentikan dari tingkahmu itu. Terakhir Kris Woo alias Woo I Fan, katanya dia datang di sekolah ini hanyan untuk bergulat? Sok hebat sekali dia itu—sampai berani sekali tidak mengikuti kelas pertama-ku!” kata-kata Yunho saem terasa melukai hati lima murid yang ia sebutkan keborokannya.

“Yoona sudah bilang, kau tidak akan  berhasil, saem! Baiklah berikan usaha terbaikmu” tanggap Jessica yang sangat kesal dengan singgungan sang guru

“jangan meremehkanku!” tekan Yunho sembari mengalihkan fokusnya pada laptop

Sekian menit berlalu, sehun belum juga kembali ke kelas. Rupanya anak itu masih belum menemukan Kris. Ia hampir frustrasi mencari namja tinggi itu

“annyeong Sehun!” seseorang menyapa Sehun, seorang gadis berambut pendek bernama Lee Hyeri

“ada apa? Mengapa kau tidak di kelasmu?” balas Sehun

“aku baru dari toilet. Ngomong-ngomong, bagaiman kelas barumu?”

“biasa saja. Ohya, kau melihat Kris Wu?”

“ah? Kris sunbae? Itu dia, bukan!?” tunjuk Hyeri pada sosok namja jangkung  yang sedang berdiri beberapa meter disana, Sehun mengangguk pelan

“bagus. Aku kesana dulu Hyeri-shi!” Sehun meningalkan Hyeri yang masih memandangi namja yang diam-diam sudah lama dikaguminya itu menemui namja lain yang membuatnya harus sibuk begitu. Kris menatap bingung Sehun yang tiba-tiba ada di depannya itu dengan wajah datar tak jauh berbeda dengan dirinya. Melihat tak ada tanda-tanda Sehun akan membuka mulut menyatakan maksud dan tujuannya menemui Kris itupun membuat Krisharus  menaikkan alis sambil menggerakkan kepala keatas seolah berkata ’ada apa denganmu?’

“apa IQ mu terlalu rendah sampai kedatanganku belum kau pahami?” sinis Sehun

“jaga sikapmu pada senior. Jangan mentang-mentang orangtua mu adalah pemilik sekolah ini, bukan berarti kau bisa seenaknya!” tekanan darah Kris selah meningkat. Namja tempramental memang

“jangan bawa nama orangtua ku. Cepatlah, kau ditunggu Yunho songsaenim!”

“biarkan saja ia menunggu!”

“hei, kau pikir menyenangkan mencarimu sejauh ini, waktuku sangat terbuang. Aku tidak mau tahu, pergi ke kelas dan temui Yunho. Sekarang!” nada suara Sehun meninggi

“apa maksudmu berdialog dengan nada seperti itu padaku?”

“maksudku? aku memerintahmu untuk segera ke kelas”

“aku tidak akan pergi kalau begitu, sebelum kau memita dengan baik-baik!”

“dasar kekanak-kanakan!” balas Sehun, Kris tidak rela dikatai kekanak-kanakan, akhirnya amarah Kris memuncak, satu tinju mendarat mulus di pipi Sehun. Sehun hampir tersungkur, ia mencoba berdiri tegaksambil menyentuh sudut bibirnya yang mulai meneteskan darah

“lihat kan betapa kau sangat kekanak-kanakan” ucap Sehun sambil member smirk

“yakkk!” Kris meneriaki Sehun sambil melayangkan satu pukulan lagi ke perut Sehun. Sehun tak tinggal diam, ia menghantam dada Kris dengan tendangannya. Perkelahian mereka mendadak sengit. Beruntung kelas masih sementara belangsung sehingga tak ada yang menyadari kegiatan keduanya. Kecuali satu orang. Jessica. Ia yang ditugaskan Yunho membawa kedua namja yang kini beradu  di lapangan sekolah itu terkejut melihat pria-pria bodoh itu.

“Oh my God, kenapa aku harus dihadapkan pada situsi seperti ini!” ujar Jessica. Basic yang malas membuat Jessica merasa ingin mengabaikan keduanya. Tapi melihat babak belur di wajah keduanya, Jessica menjadi tak tega. Ia menarik napas panjang, mendekati duel itu, dan mengeluarkan teriakan lumba-lumbanya

“YAAAAAAAAAAAAA!!!!!!” Jessica bertreriak sangat panjang dank eras membuat Kris dan Sehun reflex menutup telinga dan tersungkur ke tanah akibat pekak ditelinga yang mereka rasakan.

“akkhh malas sekali megurusi orang lain begini. Kalian berdua bangun!!!”  tak ada respon dari Kris maupun Sehun. Keduanya diam dalam pikiran masing-masing menatap kosong pada Jessica akibat emosi yang lebih membuncah di hati masing-masing. Kini yang terdengar hanya napas sesenggal dari Kris dan Sehun yang sepertinya kelelahan perkelahian tadi

omo!! Mereka malah sok misterius begini. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi ini lucu mendapati kalian tiba-tiba bergulat. Jika songsaenim tahu, apa yang akan terjadi? Bangun kalian berandalan!” teriak Jessica

“Berandalan? Lalu bedanya kami dengan kau apa?!” ujar Sehun pedas. Ia bangkit dari tanah mencoba menyeimbangkan tubuhnya

“tentu saja beda! Yak Oh Sehun. Tidak sopan! Yak! Mau kemana kau?” racau Jessica berusaha mengejar Sehun yang ‘kabur’ dan telah berlaku kurang ajar terhadapnya, namun Jessica malah tersandung gundukan rumput, ia tumbang, namun tangan Kris berhasil menahan punggungnya agar tak sampai menyentuh tanah. Pernah melihat orang berdansa? Begitulah posisi Jessica dan Kris. Ditambah lagi dengan mereka yang bertukar pandang semakin memberikan kesan sedang berdansa diantara keduanya

Bruk! Kris melepas pegangannya pada Jessica

eih, ini bukan drama. Kau memandangiku terus seperti yeoja yang sedang jatuh cinta ckckckck!” ujar Kris menyaksikan Jessica di rumput tengah mengusap punggungnya nyeri.

“kalian berdua sama saja. Ah eomma!” Jessica kesakitan “kita semua harus ke UKS berandalan bodoh!” teriak Jessica lagi.ia mecoba bangkit dan mengejar kedua namja yang meninggalkannya sendiri itu

“yak! Tunggu!” Jessica berlari dan menggapai Kris terlebih dulu, ia melompat dan menjambak namja itu, ia sama sekali tidak peduli dengan Kris yang kesakitan, dan malah melanjutkan langkahnya menghampiri sehun dan melakukan aksi jambakan yang sama kepada Sehun dengan tangan kirinya yang bebas.

“apa-apaan kau!” maki Sehun menahan sakit

“hei omo! Sakit tau!” Kris ikut meringis

“cepatlah aku tidak mau mendapat masalah dengan Yunho itu lagi gara-gara kalian berdua. Kita ke Uks !”

TO BE CONTINUED

**

Chapter 1 FF chaptered pendek tanpa preview sama sekali inipun selesai. Seperti yang saya katakan diatas, yang bagian ini sudah sempat di post di  http://exosupergeneration.wordpress.com chapter ini nya. Jujur aja agak ngga puas sih sama hasil tangan sendrii ini, tapi berharap readers yg ngga banyakjuga sih nunggu ini terpuaskan. Maafkan atas typo dan kekurangan lainnya. Tetap nantikan FF ini yah. terimakasih . saran dan komentar akan sangat mendukung kelangsungan FF ini. Tengkyu!

30 thoughts on “[FREELANCE] BASTARD (chapter 1)

  1. wah, daebak… gak kepikiran klo YoonSic itu termsuk anak2 gk bres.. hahaha…^_^ Sicca unnie, gmana rsax ngejambak dua namja yg lbih tinggi dripda bdanx? hihihi… daebak..
    nice ff author.. stay writing!!

  2. wow jessica kamu galaknya itu loh bikin aku ternganga,kris jangan tempramental gitu dong,dan sehun jangan mancing emosi kris nanti malah kelahi kan kasihan jessica yg mau ngelerai kalian ber2.
    oke chingu aku mau baca yg next chap dulu. byee

  3. Hahaha aku mw bca dri chap pertma
    Lollzz kris tga amat sma unni sicca main jatuhin gtu aja wkwk

    Dsar y 5 brandal 2 good student wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s