[Freelance] Stranger~Sequel of Complicated Friendship (Part I)

 

Title: Stranger~Sequel of Complicated Friendship (Part I)

Author: S.AP

Rating: PG-13

Length: chaptered

Genre: sad, romance

Main cast: Jessica Jung|Stephanie Hwang|Wu Yifan|Xi Luhan

Support cast: Kim Taeyeon|Byun BaekHyun|and find it by yourself

Poster: by peniadts http://cafeposterart.wordpress.com/

 

JHappy Reading J

 

Masih terngiang dengan jelas di ingatannya, sahabat yang disayanginya telah berkhianat. Memory buruk itu selalu terputar ketika Jessica memejamkan matanya, yeoja itu sungguh telah menyakiti perasaannya, Menghancurkan kepercayaan yang telah lama ia bangun bersama yeoja itu. Sungguh ironis, dia yang ingin mempunyai sahabat baru yang dipercayainya lebih dari siapapun harus dikhianati.stranger-by-peniadts

2 month later…

Suasana lembab dan gelap masih meyelimuti kamar Jessica yang berantakan dan tak terurus ini, sejak perdebatannya dengan Tiffany sebulan lalu Jessica berubah, menjadi yeoja yang sering ke bar, menjaga jarak dengan orang lain, pemarah, dan pendiam. Jessica yang sekarang bukan lagi Jessica yang dulu imut, selalu tersenyum, ramah, dan cerewet. Semua orang merasakan perubahan drastis dari Jessica tak terkecuali ayahnya, tn. Jung. Jujur saja, tn. Jung sangat bingung dengan perubahan anak semata wayangnya ini, ia benar-benar tidak bisa membuat mulut putrinya mengatakan masalahnya, putri cantiknya selalu bungkam dan tak ingin membicarakan masalah perubahan sikapnya yang begitu tiba-tiba.

Kriing… Kriing…

Suara nyaring terdengar dari kamar Jessica, sebenarnya itu tidak seberapa nyaring dibanding saat Jessica menyetel musik dengan volume maximal. *okeoke..fokus Jessica menghembuskan nafas kasar dari balik selimutnya, sungguh.. Apakah harus tn. Jung membelikan alarm yang lebih nyaring dari alarm bodoh itu. Lalu dengan muka cemberut berangkat sekolah dan bertemu dengan banyak orang yang menyebalkan. Sungguh, Jessica sangat benci dengan sekolah akhir-akhir ini.

“dasar alarm bodoh” seraya membanting alarmnya ke lantai. Ia duduk ditepi ranjang dengan mata yang masih terpejam dan tangannya yang sibuk mengucir rambutnya yang berantakan, Jessica melangkahkan kakinya jinjit menuju kamar madinya yang tak jauh dari ranjang kesayangannya. Sementara itu apa yang dilakukan Luhan, berbeda 180° dengan yang dilakukan Jessica. Saat ini Luhan dengan setelan seragam yang rapi duduk di ruang makan menunggu sarapan dari eommanya,

”eomma” panggil Luhan dengan lembut

“Hmm.. wae?”

“kurasa.. hari ini aku akan berangkat pagi lagi”Luhan menggaruk tengkuknya,menatap eommanya dengan tatapan memohon,tak kurang-kurang ia mendekat pada eommanya yang masih sibuk di meja dapur. Memeluk eommanya dari belakang dengan aegyo seimut mungkin Luhan memohon-mohon

“Aigoo… apa kau harus melakukan ini? Aku sibuk, jadi cepatlah berangkat”

“Jinjja? Wuaa… eomma memang yang terbaik”jawabnya dengan sangat antusias, Luhsn segera bergegas mengambil tas dan kunci motor. Baru saja akan membuka pintu ia teringat sesuatu, ‘ahh.. eomma’

“Eomma… kau tau kan aku harus menjemput yeojakudulu?”Ny. Xi membalikkan badannya, ia tahu Luhan akan pergi ke tempat yeojanya. Aah… bukan yeojanya tapi yeoja yang disukainya, Ny. Xi menghapiri Luhan dengan membawa segelas susu yang belum diminum Luhan.

“Ini, berangkatlah setelah minum ini. Kau tak boleh membiarkan perutmu kosong” Luhan memanyunkan bibirnya sambil memegang segelas susu yang diberikan eommanya tadi. Ny. Xi terkikik geli melihat kelakuan putra kesayangannya,putra semata wayangnya yang sedang tergila-gila pada seorang yeoja. ‘Oh.. putraku sudah dewasa’

“Apa aku sudah boleh berangkat?”Luhan mengelap mulutnya yang masih belepotan susu. Ny. Xi membalikkan badannya menghadap Luhan lalu tersenyum hangat pada putranya yang kini tengah berdiri menunggu izinnya.

“Apa kau selalu lambat seperti itu?” Suara ny. Xi memecahkan keheningan diantara dia dan putranya, Luhan masih mencerna kata-kata eommanya dengan baik. Memang lambat-_-. Ny. Xi menggelengkan kepalanya, menghampiri putranya yang masih berpikir. Menepuk bahu Luhan pelan

 

PTAAK..

 

“Aw.. eommaa!” Luhan meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.

“Yaa! Cepat pergilah bocah! Dasar lambat” Ia tertawa kecil, lucu sekali melihat wajah eommanya yang kesal. Luhan mengambil tas kesayangannya, lalu mengecup dahu eommanya pelan. Umm.. jika kalian bertanya kenapa Luhan melakukan ritual semacam itu? Yep, itu merupakan ritual harian yang setiap hari dilakukannya untuk menggantikan appanya. Well, tn. Xi ayah Luhan memang sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu. Awalnya kematian tn. Xi membuat Luhan terpukul bahkan membuat Luhan ingin mati, tapi sekarang sejak dia bertemu gadis itu. Niat itu dia urungkan.

Perlahan-lahan Luhan mengunci sepeda motornyadidepan rumah mewah nan elegant ini, tapi ini bukan rumah yang biasa ditinggali Luhan lalu rumah siapa? Terlihat dari dalam rumah seorang pria paruh baya mendekati Luhan, menepuk bahunya lalu mempersilakan Luhan masuk. Mereka terlihat akrab sekali seperti ayah dan anak. Sementara mereka berbincang-bincang, mata Luhan terus menyelusuri rumah tersebut, terutama bagian tangga rumah.

“Apa kau ingin mencoba makanan bibimu?”

“Ah… gomawo, tapi aku sudah kenyang”terdengar suara gesekan sandal dari arah tangga, Luhan dan pria itu menoleh kearah suara tadi. Ternyata seorang yeoja yang ditunggu Luhan sejak tadi, pantas saja Luhan langsung tersenyum melihat yeoja itu turun.

“Yak! kenapa kau selalu kesini?”

“Wae? Aku juga tidak ingin kemari, tapi karena tn. Jung memaksaku. Aku tidak punya pilihan lain selain menjemputmu setiap pagi”yaa… dialah Jessica Jung, yeoja yang dijemput Luhan setiap pagi. Ia juga yeoja yang membuat Luhan untuk mengurungkan niat buruknya dan membuat Luhan tergila-gila seperti saat ini.

Tn. Jung tertawa kecil melihat perdebatan Luhan dan Jessica. Bagi tn. Jung Luhan sudah seperti anaknya sendiri, bahkan ia juga berniat menjodohkan Jessica dengan Luhan nantinya. Sungguh disayangkan tn. Xi meninggalkan Luhan disaat Luhan sudah menginjak usia remaja.

“Palli” dalam sekejam tangan Jessica sudah berada dalam genggaman Luhan, Jessica sempat ingin memberontak. Tapi karena sang appa sudah memelototinya, apa daya selain mengikuti langkah Luhan. Jessica hanya melamun dalam perjalanan, mengabaikan segala pembicaraan dengan Luhan, hanya menatap lingkungan pagi yang mereka lewati. Entah apa yang Jessica pikirkan pagi ini, Jessica terlihat lebih buruk dari biasanya. Lingkaran hitam dibawah matanya menambah kesan menyedihkan seorang Jessica Jung.

Flashback…

Saat aku mencari buku yang akan dijadikan bahan belajar untuk ujian besok, samar-samar aku mendengar suara yang familiar. kuikuti arah suara tersebut dan kulihat namja sialan itu Kris sedang memeluk Tiffany. Hatiku yang semula dingin, kini bergejolak memanas melihat mereka berdua bermesraan, aku tahu aku memanglah bukan siapa-siapa yang bisa memprotes kelakuan mereka. Tapi hatiku tetap saja menolak, tetap terasa sakit ketika melihat mereka bersama. Mataku kini mulai memanas, berkaca-kaca dan siap utuk mengeluarkan air mata, entah sejak kapan aku sudah terduduk dibalik rak buku. Aku mencoba dengan seluruh tenagaku untuk bangkit meninggalkan ruangan itu, tapi aku sudah tak berdaya yang bisa kulakukan hanyalah menangis sambil menahan isakan agar tidak terdengar oleh mereka berdua. Aku tahu seharusnya aku bangkit dari keterpurukan yang kualami ini, tapi hingga kini, aku belum mampu untuk melupakan semua yang kurasakan saat itu.

Flashback off

“Jess….” Panggil Luhan dengan nada lembut, Luhan tahu Jessica sedang dalam mood buruk hari ini. Itulah sebabnya Luhan agak berhati-hati dengan pembicaraannya dengan Jessica hari ini.

“a… wae?”

“kau bisa turun sekarang ” Jessica segera turun dari motor Luhan dan pergi tanpa kata-kata, seolah-olah Jessica hanya seorang diri disini

***

Entah sejak kapan Jessica sudah duduk bangku ditaman belakang sekolah, raut wajahnya masih sama seperti tadi, murung. Untuk mengingat kejadian kemarin saja rasanya Jessica sudah tak sanggup lagi menjalani semua ini.

Satu jam telah berlalu, Jessica tak peduli dengan pelajaran yang harusnya ia ikuti, ia masih duduk di bangku taman. Merasa penat, akhirnya ia mencoba melihat-lihat taman sekolah ‘mungkin bisa memperbaiki moodku’ batinnya. Dari arah yang berlawanan terlihat seorang namja duduk disamping bunga sambil memotret bunga-bunga yang indah nan cantik tersebut, karena wajahnya tertutup kamera, Jessica melangkahkan kakinya mendekati namja itu.

“Oh geez… kau mengagetkanku Jess” suara yang sangat familiar kembali terdengar di telinga Jessica ‘oh damn, kenapa aku harus bertemu denganmu?’ Jessica cepat-cepat mengalihkan pandangannya, tanpa berkata apapun ia langsung berlari sekuat tenaga menuju ruang kelasnya. Jessica tidak ingin berlama-lama disana

Flashback….

Setelah sejam duduk dibangku taman, kepalaku mulai penat. Kuputuskan untuk menyusuri taman, aku berpikir mungkin dengan melihat bunga yang cantik aku bisa menghilangkan rasa penatku walau hanya sebentar. Kulihat dari arah berlawanan, seorang namja. Postur tubuhnya, caranya memegang kamera, rambutnya terasa sangat familiar untukku. Apakah dia? Ahh.. tidak-tidak, cepat-cepat kusingkirkan pikiran burukku tadi. Kakiku terus melangkah tanpa alasan, mendekati namja itu.

“Oh geez… kau mengagetkanku Jess” DEG.. suara itu, Oh damn!! Apa aku harus bertemu Kris saat ini? Seketika kuhentikan langkahku, kualihkan pandanganku pada bunga di sampingku. Dengan sigap aku berlari menjauh dari Kris, kulihat Kris masih terdiam ditempatnya. Aku tahu berlari darinya seperti saat ini sangatlah tidak dewasa. Tapi aku juga tidak bisa berdiam diri didepannya, aku tidak tahan melihatnya. Untuk saat ini mungkin menghindari atau berlari darinya adalah pilihan terbaik.

Flashback off

***

Udara malam kota Seoul mulai menguar, memaksa para pengunjung memakai pakaian tertutup. Tapi itu semua tidak berlaku untuk Jessica. Ia tetap memakai dress diatas lutut tanpa lengan, dengan lihainya menari diantara orang-orang yang mencari kesenangan. Jessica memang sering pergi ke bar untuk melepaskan penat. Jessica masih menari-nari dibawah pengaruh alcohol yang sudah ia teguk beberapa kali, sementara itu… Luhan berada tak jauh dari tempat Jessica menari, mengawasi Jessica, mengamati setiap gerak gerik Jessica. Dengan sebotol soju ditangannya, Jessica kembali duduk untuk mengistirahatkan kakinya. Dilihatnya ada seorang namja duduk disampingnya, namja itu tersenyum pada Jessica, senyum yang sulit diartikan. Jessica memperhatikan namja itu dengan seksama, seiring menipisnya kesaaran Jessica saat itu.

“hai nona” sapa namja misterius itu, Jessica tersadar lamunannya

“umm.. hai” dengan gelagatnya yang masih mabuk, menambah kesan seksi pada diri Jessica

“ingin bermain denganku?” namja itu mulai memegang tangan Jessica, menariknya agar lebih mendekat padanya. Wajah Jessica kini sudah berdekatan dengan namja itu hingga hembusan nafas namja itu mengenai wajah Jessica.

 

GRAAP..

 

“jangan pernah macam-macam dengan yeojaku” terasa ada tangan lain yang menarik Jessica dengan cepat. Jessica melihat sekelebatan namja tadi tersungkur ke lantai, mengundang banyak mata. Ingin berontak, tapi yang dirasakannya hanya hitam mengelilingi pandangannya. Jessica tak sadarkan diri.

 

 

END / TBC

 

 

Hoho… segini dulu yaa ceritanya, maaf kalo nglanjut kelamaan. Kependekan ya? Maaf deh akhir-akhir ini banyak ujian, jadi nggak sempet buat ffnya. Buat chaper selajutnya ditunggu aja okeh? *itukalokalianmau JJ

19 thoughts on “[Freelance] Stranger~Sequel of Complicated Friendship (Part I)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s