Moonlight | Eight – End

farahjaegirlposter

Author: S.Y.M

Title : MOONLIGHT

Lenght : Chaptered

Rating : PG16

Genre : Angts, Romantic, Mariage life

Cast : Jessica Jung | Byun Baekhyun

jessicablue_eyes_baekhyun___bacon_by_luxuriousraven-d5l020u

Other Cast:

Do Kyungsoo| Cho Kyuhun | Park Ji Yeon| Go Hara

DOkyuhyunji yeonhara

Credit Poster:

Ohmylady@ArtFantasy thank you ^^

Previews

Prologue | One | Two | Three | Four | Five | Six| Seven

Note:

Sorry for Typo yang menjadi kebiasaan burukku, dan kisah yang mungkin jadi membosankan atau mengecewakan🙂

Enjoy this last Chap for Moonlight

I DO LOVE YOU…

*

*

“ Aku tidak pernah menyesal dengan semua yang aku lakukan, termasuk memaksamu untuk terlibat di kehidupan seperti ini Noona, entah sampai kapan, namun harapanku adalah kau dan aku. Itu saja…”

Baekhyun membelai rambut Sooyeon, pagi sudah menyapa namun Sooyeon tidak berniat untuk membuka mata. Sebenarnya ia sudah merasakan gerakan kecil di mata Sooyeon. Itu artinya Noona tercintanya itu sudah bangun. Namun mungkin karena ia berada di dekatnya, Sooyeon enggan membuka mata.

Baekhyun tersenyum kecil lalu mencium kening Sooyeon. Akhir-akhir ini Sooyeon lebih sering bersikap manja, ia juga cukup bahagia karena memiliki waktu yang banyak bersama istrinya. Melupakan hal yang terjadi di rumahnya bersama Ny Byun tentunya.

“ Irona Yeobo” ucapnya lembut dan menggoda.

Sooyeon spontan membuka matanya. Dia mendapati Baekhyun yang sudah beranjak dari tempat tidurnya. Ia meringis kecil dan mencibir.

“ Dia memanggilku apa? Yeobo? Ishh….terdengar aneh sekali”

Sepertinya memang Baekhyun tahu cara mudah membangunkannya. Bahkan aroma Baekhyun itu sudah mengusik hidungnya, dan tentu mengganggu tidurnya. Ia juga tidak bisa berpura-pura tetap tidur karena Baekhyun terus memainkan rambutnya. Membuat hati dan jantungnya bekerja cepat dan membuatnya tidak tenang. Tingkah laku Baekhyun semakin lama membuatnya bingung dan kewalahan.

Sooyeon beranjak untuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Ia tahu kegiatan Baekhyun di pagi hari. Membuatkannya sarapan, dengan menu yang ia benci tentunya.

.

.

Senyum itu terus mengembang. Sesekali ia memperhatikan Sooyeon yang mengapit wajahnya dengan kedua tangan. Ia juga memperhatikan Baekhyun dengan loyangnya.

“ Apa aku terlalu tampan? Atau aku semakin tampan? Kenapa melihatku seperti itu?”

“ Aku melihat Loyang yang kau bolak-balik, bukan wajahmu, jangan terlalu percaya diri” balas Sooyeon.

Hasilnya adalah, dia berbohong, dia memang sedang memandangi wajah innocent yang menyebalkan milik Baekhyun, namun tampan. Ia mencari bagian dimana ia bisa membenci dan segera meninggalkan bocah itu, jika ia bisa.

“ Benarkah? Banyak yang mengatakan aku tampan, kenapa Noona tidak? “ Baekhyun telah selesai dengan loyangnya, ia meletakkan sarapan itu ke piring Sooyeon.

“ Ada yang tidak beres dengan mata mereka” Sooyeon sudah mengambil piring yang telah diisi telur dan beberapa makanan yang diresepkan Dr Choi untuknya.

“ Kau mungkin yang lebih berbahaya, kau virus yang mematikan bagiku, mungkin dokter tidak bisa menyembuhkannya, ini sudah menjadi penyakit yang melekat padaku, aku mungkin memilih untuk tidak menyembuhkannya” Baekhyun semakin memberikan wajah tampannya saat tersenyum. Dengarkan kalimat yang tidak bermakna itu, kalimat yang bermaksud untuk romantic.

“ Apa  ? kenapa aku?”

“ Kau membuatku begitu mencintaimu, bahkan tidak ada yang bisa mengobatinya”

DEG

Sooyeon memejamkan matanya singkat, rasanya seperti ada listrik yang baru saja menjalar pada tubuhnya, tidak ada isolator yang menahannya. Dia tersengat listrik kalimat memalukan dan menggelikan dari Baekhyun namun berhasil membuatnya tersengat dan ingin tersenyum.

“ Aku ingin memuntahkannya, berhenti membual seperti itu”

“ Aku mencintaimu, Aku mencintaimu, Aku mencintaimu, Aku mencintaimu, Aku mencintaimu….”

“ Cukup Baekhyun_ah, perutku mual…” Sooyeon mengangkat tangannya. Jika seperti ini Baekhyun sangat terlihat seperti Bocah yang menggoda kekasihnya.

“ Wae???”

“ Jangan mengatakan dengan gaya bocahmu, menggelikan” Sooyeon melahap makanannya.

Baekhyun menyeringai, ia tersenyum lebar dan melirik Sooyeon. Ia juga mendapatkan hal yang sama dari Sooyeon, tatapan geli dan aneh.

“ Aku tahu kau lebih suka caraku yang lain ketika mengatakannya, di bibir? Di pundak? Leher? Kening? Dan di ..”

“ Haljima…ini masih pagi dank au terus menggodaku”

“ Aku merindukanmu Noona” Ucapnya manja, lagi.

Sooyeon menghela nafas panjang. Sampai kapan ia akan menghentikan sikap labilnya itu. Mengerikan saat marah dan menggelikan saat manja. Tidak ada yang disukai Sooyeon.

*

*

Baekhyun masih betah menghabiskan waktunya di apartemen. Kali ini ia memilih untuk mengganggu Sooyeon bersama acara TV kesukaannya. Ia berhamburan untuk memasangkan kepalanya di pangkuan Sooyeon. Meskipun ia terhalang oleh perut buncit Sooyeon, ia tetap melakukannya. Sesekali tangannya mengelus perut buncit itu. Tersenyum pada perut buncit itu dan menciumnya.

Sooyeon hanya terkekeh dibuatnya. Ia seperti bocah kecil yang menanti adiknya. Namun salah, dia bukan adiknya, melainkan putranya.

“ OMO! Noona, dia bergerak, Lihatlah! Lihatlah! Ppali Lihatlah!” Baekhyun spontan terbangun dan menggoyangkan pundak Sooyeon. Menunjuk pada perut Sooyeon yang mulai ada pergerakan.

“ Aku merasakannya Baekhyun_ah, dia menendang”

“ Benarkah? Dia menendang? ! Daebak, dia sudah bisa menendang? Ini pertama kali aku melihatnya” Ucapnya masih exited.
“ Dia mengatakan sesuatu” bisik Sooyeon. Memancing ketertarikan lain dari Baekhyun. Mirip sekali seperti anak kecil.

“ Mwo?” tanyanya penasaran, jangan lupakan wajah dan matanya yang melebar.

“ Dia ingin jalan-jalan”

“ Jinja? Aaa Geurae…kita jalan-jalan, Kita jalan-jalan bersama ne…? Appa dan Eomma” ucapnya bahagia, sangat bahagia.

Selanjutnya Baekhyun berlari ke kamar. Mengganti pakaiannya dan mungkin sedikit membuat berantakan isi lemari mereka.

“ Kau harus memakai pakaian hangat Noona” teriaknya dari dalam kamar.

Sooyeon terkekeh, sikap labil Baekhyun memang kadang tidak terduga. Namun melihatnya seperti ini membuat kebahagiaan tersendiri pada dirinya. Ia bahagia melihat tingkah lucu Baekhyun. Dan perasaan takut kehilangan muncul begitu saja pada dirinya.

*

*

Sepasang suami istri ini memang terlihat romantis. Lihatlah tangan Baekhyun yang tak ingin melepas genggamannya. Ia juga tidak pernah lepas pantauannya dengan keadaan sekitar. Bersiaga jika ada orang-orang suruhan Ny Byun mengawasi mereka. Mengalami 2 kali penculikan oleh Eommanya sendiri membuatnya lebih waspada dan membawa lebih banyak peralatan.

“ Biarkan saja jika mereka mengikuti kita, Apa salahnya?” Ucap Sooyeon , seakan tahu kekhawatiran Baekhyun adalah sama seperti yang ia pikirkan.

“ Itu adalah kewajibanku untuk melindungimu, aku hanya bersiaga”

“ Kau menggenggam tanganku terlalu erat, tanganku berkeringat dan basah, dan sakit”

Baekhyun terkekeh pelan. Ia melihat dan merasakan tangan Sooyeon yang basah.

“Mianhae…Appa Mianhae Addeul” Tangan itu membelai lembut perut buncit Sooyeon. Membuat Sooyeon menatapnya jengah.

“ Kenapa dia diam Noona?”

“ Dia tidak menendang”

“ Kenapa dia tidak menendang?”

“ Dia tidak bermain sepak bola di dalam perutku Baekhyun_ah, kenapa terus bertanya seperti itu?”

Baekhyun terdiam, selanjutnya ia tertawa. Jawaban Sooyeon membuatnya tertawa. Ia jadi teringat sahabatnya yang seperti bayi namun suka sekali bermain sepak bola.

“ Jika dia laki-laki aku akan mengajarinya bermain Bola”

Sooyeon menghela nafas. Baiklah…Baekhyun semakin tidak jelas. Dia terlalu bahagia dan mulai sedikit ngelantur.

.

.

Sooyeon melirik Baekhyun yang melepas beltnya. Dengan girang ia turun dari mobil dan berlari mengitari mobil untuk membukakan pintu untuknya. Ia juga mengayunkan tangannya untuk membantu Sooyeon turun dari mobil. Seperti nenek jompo yang kesulitan turun dari mobil.

“Sebenarnya kau tidka perlu melakukan ini Byun Baekhyun, aku bukan nenek jompo” cibir Sooyeon.

“ Lihatlah! Perutmu semakin besar dan buncit, aku tahu kau pasti keberatan membawanya, jika aku bisa membantu untuk membawa beban itu, aku akan melakukannya” penjelasan yang cukup membuat Sooyeon memutar mata jengah.

“ Kau bermaksud menggantikanku menjadi ibu hamil?”

“ Owh…begitulah…sayangnya aku tidak bisa”

“ Kau perlu ke Psikiater”

“ Aku perlu ke dokter kandungan, aku ingin melihat bayi kita, bagaimana dia, bagaimana kesehatannya, mendengar detak jantungnya. Dan merasakan tendangannya lagi Noona, tidak ada hubungannya dengan Psikiater bukan”

“ Kau perlu memeriksakan gejala aneh di otakmu “ cibir Sooyeon namun malah membuat Baekhyun gemas padanya. Ia mencium singkat bibir Sooyeon dan tertawa.

Kalimat ketus Sooyeon selalu membuatnya tertantang untuk terus menggodanya.

Sooyeon melebarkan matanya, bahkan di tempat umum seperti ini Baekhyun tidak perduli. Ia selalu melakukan sesuka hatinya.

Selanjutnya sebuah lengkungan kecil terukir diujung bibirnya. Ia tersenyum dan suka dengan sikap aneh Baekhyun. Begitulah yang ia rasakan.

.

.

Dr Choi membereskan peralatannya. Ia sudah menyaksikan ekspresi berlebihan dari Tn Byun, suami Jung Sooyeon, ah tidak suami Byun Sooyeon. Matanya tak pernah lepas untuk melihat Sooyeon. Mata itu menuntut penjelasan dari Sooyeon.

“ Jadi dia Tn Byun?” kalimat itu spontan terlontar setelah Baekhyun keluar dari ruangannya, ia masih menahan Sooyeon sebagai gantinya.

“ Ya…”

Sooyoung menghela nafas panjang dan kasar, terdengar ucapan “ Ya Tuhan” di dalam helaan nafas itu.

Sooyeon tersenyum kecil, semoga Sooyoung tidak menyiapkan kejutannya yang lain hari ini.

“ Jangan melakukan apapun hari ini Choi Sooyoung, aku bersama suamiku”

“ Oppa sudah ada di luar, seperti biasanya, menurutmu apa yang akan terjadi? Ottokke?” wajah itu mulai cemas ketika mengingat Cho Kyuhyun sudah menunggu di luar seperti biasanya.

“ Entahlah…bahkan kau tidak pernah meminta persetujuanku ketika memintanya datang dan mengantarkanku”

“ Ottokke Sooyeon_ah…. Itu karena aku menghawatirkanmu”

Sooyeon menggeleng pelan, ia mengambil nafas dalam dan beranjak keluar dari ruangan Sooyoung. Artinya, ia juga tidak tahu harus berbuat apa.

.

.

Baekhyun meradang dan matanya memanas. Pemandangan apa yang ia lihat di hari bahagianya hari ini? Benar-benar merusak kebahagiaannya. Kenapa ia harus melihat mantan kekasih istrinya di saat seperti ini. Atau Sooyeonlah yangharus menjelaskan sesuatu.

“ Eoh Sooyeon_ah”

Ya, tepat sekali, sapaan itu tertuju pada wanita yang baru saja keluar dari ruangan Sooyoung. Dan sialnya pria itu tidak menyadari tatapan tajam serta kepalan yang siap mendarat secepatnya di depannya.

“ Bagaimana pemeriksaanmu?”

Sooyeon tersenyum, ia sedikit menunduk dan masih tidak menjawab. Pandangannya tertuju pada tubuh Baekhyun yang sedikitpun tidak menoleh padanya.

“ Kau naik bus hari ini? Atau mengendarai sendiri?”

Sooyeon menggeleng, artinya tidak keduanya.

“ Lalu?”

“ Aku bersama suamiku Oppa”

DEG

Kyuhyun diam tak menjawab. Sementara tangan Sooyeon menarik dan menggenggam tangan Baekhyun. Ia berusaha untuk menahan kepalan itu. Sungguh tangan yang tidak berdosa dan berbahaya.

Kyuhyun masih menatap pria yang disebut Sooyeon sebagai suaminya. Sosok pria yang diluar dugaan Kyuhyun adalah sosok penggantinya di kehidupan Sooyeon.

“ Kau…” kalimat itu terhenti. Ia tahu siapa pria yang menjadi suami Sooyeon ini. Ya ia mengenalnya.

Baekhyun masih diam, di tengah rasa marah karena cemburunya. Ia pun tahu jika Kyuhyun mengenalnya. Mereka pernah bertemu beberapa kali sebelumnya. Saat Baekhyun masih menjadi stalker Sooyeon. Terbongkar sudah kelakuanmu selama ini Byun Baekhyun. Kau telah menjadi seorang stalker bahkan beberapa kali tertangkap basah oleh Cho Kyuhyun saat kau melakukannya.

“Mianhae Oppa…” Sooyeon membungkukkan sedikit badannya lalu menarik Baekhyun untuk menjauh dari tempat itu. Sungguh bahaya jika mereka tetap di tempat itu.

Baekhyun hanya melihat genggaman tangan Sooyeon  yang terus membawanya mejauh sampai di parkiran, memaksanya untuk masuk ke dalam mobil dan hampir mengambil alih kemudi jika Baekhyun tidak menghentikannya.

Sebenarnya Sooyeon cukup takut membiarkan Baekhyun mengemudi disaat ia tengah diujung emosinya seperti ini. Namun ia lebih takut lagi jika ia melawan apa yang dikatakan Baekhyun. Ia hanya perlu berdo’a untuk keselamatan mereka.

Di otaknya sudah penuh kejadian aneh nantinya jika Baekhyun merealisasikan khayalan konyolnya. Baekhyun akan mengebut, ia turun di jalan dan mengamuk, atau ia bisa saja menghajar orang-orang di sekitar karena menurutnya mengganggu atau menabrakkan mobilnya di pohon. Itu adalah hal gila yang dipikirkan Sooyeon.

CIIIT

Sooyeon menutup matanya. Ia mengatur nafasnya karena hampir saja pikiran konyolnya terealisasi. Sedikit demi sedikit ia mulai berani melirik Baekhyun. Ia melihat betapa wajah itu memerah karena marah. Nafasnya yang tersengal sangat terlihat ia sedang mengatur emosinya.

“ Kenapa ada pria itu di rumah saki?”

“ Dia memang seorang Psikiater yang juga terkadang bertugas di rumah sakit itu”

“ BOHONG!”

“ Baekhyun_ah…”

“ Kau bersamanya selama ini bukan? Kau bersamanya diluar sepengetahuanku Noona! Jelaskan padaku”

“ Dia hanya membantuku, tidak lebih”

“ Aku tahu, Aku tahu kau mencintainya, itu lah yang kutakutkan Noona, kau bertemu dengannya dan kau meninggalkanku!”

Sooyeon diam tak menjawab. Ia takut dengan kemarahan Baekhyun. Namun hatinya pun memanas dan sakit melihat Baekhyun saat ini. Bocah ini begitu takut kehilangannya. Ia tidak bisa memungkirinya. Ia pun bisa merasakan perasaan Baekhyun. Betapa takut akan kehilangan seseorang yang ia cintai.

“Baekhyun_ah”

“ Ma’afkan aku Noona, Ma’afkan aku…aku terus membawamu dalam masalahku, tapi aku tidak bisa melepaskanmu…aku telah lama mencintaimu dan aku tidak bisa melakukannya, aku tidak bisa melepaskanmu” Baekhyun menunduk, bahkan ia meneteskan air matanya. Baekhyun menangis.

Tangan itu spontan menarik Baekhyun kedalam pelukannya. Cukup, ia juga merasa dadanya begitu sesak dan sakit. Ia merasakan rengkuhan Baekhyun pada tubuhnya. Ia merasakan sesenggukan karena Baekhyun yang menangis.

“ Maukah kau pergi bersamaku Noona? Kita pergi dan tidak ada yang bisa mengganggu kita. Hanya kita…”

Sooyeon melepaskan pelukannya, ia manangkup wajah Baekhyun dengan kedua tangannya. Ia bisa melihat mata sembab pada Baekhyun, ia menyunggingkan senyum paksaannya. Ia masih mencerna kalimat terakhir Baekhyun. Apa yang dimaksud pergi bersama?

Apa mereka harus pergi ke suatu tempat atau sebaliknya? Ke surga misalnya?

Oh tidak, pikiranmu kacau lagi Jung Sooyeon.

*

*

Do Kyungsoo bisa jadi orang yang paling khawatir dengan keadaan Baekhyun dan keluarga kecilnya. Ah, hanya ada Sooyeon untuk saat ini. Ketenangan Ny Byun mungkin salah satunya. Sejak Park Ji Yeon memutuskan untuk tidak melanjutkan pertunangannya bersama Baekhyun, Perusahan mulai menunjukkan kemerosotan saham karena untuk sementara waktu kerjasama mereka belum memiliki titik kesepakatan tinggi yang diinginkan. Dia adalah bagian dari perusahaan, wajar jika dia mengetahui segalanya dan mulai merasa cemas dengan rencana Ny Byun selanjutnya.

“Kau merindukanku Hyung?” Baekhyun duduk di kursi depannya. Sementara Kyungsoo masih menenggerkan pijatan jarinya di kening. Kening yang semakin berat. Sebenarnya bukan keningnya, melainkan isi di kepalanya.

“Pesanlah sesuatu” ucap Kyungsoo dingin.

“Baiklah…kau memintaku kemari hanya untuk menonton wajah burukmu itu?”

“ Kau tidak pernah meluangkan waktumu untukku semenjak menikah, apa salahnya melihat wajah burukku ini?”

“ Hahaha aku tetap mencintai Sooyeon noona meskipun kau mengaku kau cemburu dan mencintaiku”

“Tidak akan pernah , meskipun jika kau seorang wanita aku tidak akan mencintaimu, aku berubah menjadi stalker karena menurutimu…Hahhhh berapa kali aku menjadi stalker Sooyeon hanya karenamu, aku harap dia tidak pernah mendengarnya”

Baekhyun tertawa lepas. Memang Kyungsoo adalah saksi kelakuan buruknya semasa sekolah dan juga kegilaannya kepada Sooyeon. Jangan tanyakan apa saja yang ia lakukan selama ia belum mendapatkan Sooyeon. Bermain-main dengan beberapa gadis? Dia mengetahuinya. Bahkan yang bertanggung jawab terhadapnya.

“Apa yang ingin kau sampaikan Hyung?”

Kyungsoo menghela nafas kasar, terdengar sebuah keluhan dalam helaan itu. Di tangannya menyodorkan sebuah kunci. Kunci apartemennya.

Baekhyun sedikit terkejut denga kunci apartemen yang tiba-tiba ada di tangan Kyungsoo. Bahkan uang yang ia kumpulkan belum cukup untuk menebusnya.

“ Kenapa_”

“ Ny Byun memberikannya kepadaku, dan mungkin ia bermaksud memintaku untuk memberikannya padamu”

Baekhyun masih enggan mengambilnya, ia berfikir keras mencerna maksud dari Ny Byun. Tidak mungkin eommanya meberikan kunci itu secara Cuma-Cuma.

“ Dia memiliki rencana lain?”

Kyungsoo mengambil nafas dalam. Ia mengangkat kedua pundaknya yang berarti “ Entahlah…” .

“ Kau tidak mengetahui rencananya?” Selidik Baekhyun, hanya Kyungsoo harapannya.

“ Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan eommamu selain memaksamu kembali ke rumah dan memasukkanmu ke jajaran direksi, membuatmu sibuk dengan urusan perusahaan dan tidak memberikanmu waktu bersama istrimu, atau kembali menjodohkanmu dengan keluarga Park jika urat malunya sudah putus”

Penjelasan itu cukup membuat Baekhyun tahu apa yang bisa dilakukan Ny Byun padanya.

“ Aku akan menurut dan masuk ke jajaran direksi jika Eomma menyetujui pernikahanku”

“ Itulah masalahmu, kau terlalu lama bermain di luar dan entah sampai kapan kau bisa menang dari Eommamu, dan selalu merepotkanku “

Baekhyun menunduk, dia meremas sendok yang ia genggam. Selanjutnya di kepalanya sudah tetulis sebuah rencana.

“ Hyung!… ini permintaan terakhirku yang mungkin akan menyulitkanmu”

Kyungsoo mendengus keras, ia memutar matanya jengah. Baekhyun mungkin tidak akan bisa berbuat banyak tanpa bantuannya. Dia adalah dewa penyelamat Baekhyun.

“ Lagi? Kau mengatakan itu sudah sejak beberapa tahun lalu any kau selalu mengatakannya jika membutuhkan bantuanku” ralatnya.

“ Baiklah…mungkin ini adalah bantuan yang sangat aku butuhkan”

“ Katakan !” Kyungsoo mulai mendekat dan siap mendengarkan rencana Baekhyun. Dan Baekhyun mulai menjelaskan rencananya.

*

*

Ny Byun menemui Kyungsoo di ruangannya. Sungguh momentum yang langka bagi Kyungsoo. Dengan senyum dan bibir merah darah itu, Ny Byun menghampiri Kyungsoo.

“ Kyungsoo_ya”sapanya ramah. Khas gaya elegannya.

Kyungsoo berdiri dari kursinya lalu menunduk menyambut kedatangan Ny Byun di ruangannya.

“ Seperti ada musim semi yang menghampiri ruanganku Nyonya, kenapa anda begitu repot datang ke ruanganku?”

“ Apa aku terlihat seperti musim semi?”

“ Anda terlihat bahagia” balas Kyungsoo.

Ny Byun melempar senyumnya, detik berikutnya ia memasang wajah datar dan tajam pada Kyungsoo.

“ Kau memang yang paling pandai dalam mempermainkanku Do Kyungsoo, berapa kali kau ikut campur urusanku?” kalimat tajam itu tak lain tertuju pada wajah polos yang dipasang Kyungsoo dengan mata lebarnya.

Wajah polos…namun licik. Yach begitulah…

Kyungsoo tersenyum kecil, ia mempersilahkan Ny Byun untuk duduk sejenak di sofa ruangannya namun sepertinya Ny Byun menolak mentah-mentah sambutan itu.

“ Saya tidak mengerti apa yang anda maksud”

“ Kau dibalik perginya Baekhyun bersama wanita itu “

Kyungsoo memiringkan kepalanya, seolah terlihat mencerna kalimat Ny Byun.

“ Saya tidak mengerti, kenapa harus saya?”

“ Katakan, dimana bocah itu bersembunyi? Kau tahu perusahaan ini membutuhkan bantuan dari keluarga Park dank au terus mengacaukannya”

“ Park Ji Yeon sudah menolak pertunangan itu”

“ Pernikahan ini akan tetap berlangsung tanpa atau dengan persetujuan mereka berdua, ini murni penyatuan dan politik perusahaan”

Kyungsoo tersenyum kecil.

“ Anda mungkin tidak bisa mendapatkannya selamanya jika anda terus seperti ini, saya tidak tahu kemana Baekhyun pergi, dan saya juga tidak tahu apakah Baekhyun akan kembali”

Ny Byun merasa rancu dengan penjelasan Kyungsoo.  Apa yang dimaksud denga tidak akan kembali. Apa yang direncanakan putranya itu?

Tubuhnya terasa ringan saat itu, mendengar kalimat rancu Kyungsoo membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan. Entahlah…bagaimanapun ia tetap merasa takut jika Baekhyun melakukan hal bodoh lain diluar penalarannya. Ia tahu jika putranya adalah seseorang yang bisa melakukan banyak cara untuk menentangnya.

“ Cari Baekhyun di semua tempat, dapatkan dia kembali untukku, dengan atau tanpa wanita itu” Pinta Ny Byun kepada beberapa orang suruhannya.

Perintah langsung yang secara tidak sengaja di dengar oleh Kyungsoo. Pria itu hanya tersenyum tipis. Dia benar-benar tidak tahu apa yang direncanakan Baekhyun semenjak permintaan terakhirnya saat itu.

.

.

_Flash back_

“ Baiklah…mungkin ini adalah bantuan yang sangat aku butuhkan”

“ Katakan !” Kyungsoo mulai mendekat dan siap mendengarkan rencana Baekhyun. Dan Baekhyun mulai menjelaskan rencananya.

“ Aku ingin pergi bersama Sooyeon Noona”

Kyungsoo sudah menjauhkan dirinya, ia memicingkan matanya, persis seperti yang ia perkirakan, mungkin Baekhyun akan kabur.

“ Aku tidak memintamu untuk menyiapkan kepergianku, aku juga tidak akan memberitahumu kemana aku pergi, dan tugasmu adalah, memastikan orang-orang yang kusebut dalam keadaan aman dan tidak khawatir dengan kepergianku dan Sooyeon Noona”

Kyungsoo semakin memicingkan matanya. Mata lebarnya menjadi sipit karenanya.

“ Apa maksudmu?”

“ Hah…sebelumnya aku ingin tahu bagaimana keadaan Orang tua Sooyeon Noona saat ini, apakah mereka sama sekali tidak merindukannya? Atau memang benar-benar tidak mengakuinya lagi sebagai putri mereka? Aku sangat penasaran tentang hal ini sejak lama tapi aku tidak ingin menanyakannya pada Sooyeon Noona”

“ Kau memintaku menjadi stalker lagi”

“ Dan, Pastikan gadis bernama Go Hara baik-baik saja dengan kepergian Sooyeon Noona, ini adalah permintaan Khususku, dia ada gadis yang special bagi Sooyeon Noona, dia lebih dari sahabat, dia seperti adiknya sendiri, kau harus mengawasinya, menjaganya, membantunya, dan kalau perlu kau bisa mendekatinya dan menjadikannya kekasih”

Kyungsoo mengkerutkan keningnya. Dia menghela nafas kasar.

“ Kali ini kau mulai mengatur kehidupan asmaraku”

“ Dan, Urus Cho Kyuhyun, bantu aku agar dia bisa merelakan Sooyeon Noona untukku, Jika perlu kau mempertemukannya dengan seorang kenalan dan bisa mengalihkannya dari Sooyeon Noona”

Kyungsoo kembali mendengus.

“ Dan sekarang kau mengatur kehidupan asmara banyak orang”

“ Ayolah Hyung…mungkin ini benar-benar permintaan terakhirku, aku juga tidak tahu apakah aku bisa bertemu denganmu lagi”

Do Kyungsoo mendongak, tatapan jengahnya berubah menjadi tatapan tajam. Apa sebenarnya yang dimaksud Baekhyun?

“ Apa maksudmu Byun Baekhyun? Apa yang sebenarnya kau rencanakan?”

Baekhyun hanya melempar senyumnya, dia tidak menjawab pertanyaan itu. Tidak akan menjawabnya.

_Flash back End_

 

Mungkin ini sudah bulan ke- 2 sejak perginya Baekhyun dan Sooyeon. Tidak ada yang tahu kapan persisnya Baekhyun pergi. Setelah mendapat informasi tentang kedua orang tua Sooyeon sebelum Kyungsoo menyelesaikan 2 tugasnya yang lain Baekhyun sudah terlebih dulu mengosongkan apartemen yang ia tinggali bersama Sooyeon. Tidak, bukan mengosongkan. Apartemen itu masih utuh tanpa ada apapun yang dibawa oleh keduanya. Mereka pergi tanpa membawa apapun dan itulah yang membuat Kyungsoo kesulitan menjawab pertanyaan tentang kepergian kedua pasangan suami istri itu.

Pemikiran Baekhyun memang diluar perkiraannya. Bocah itu sudah terlalu sering membuat masalah. Namun kali ini ia tidak berniat untuk melacak keduanya. Sama sekali tidak ada niat untuk mencari tahu keberadaan mereka. Ia hanya harus menjadi seseorang yang lebih pendiam jika ada pertanyaan tentang Baekhyun. Dan hanya menjalankan tugas yang diberikan Baekhyun sebelum ia pergi.

.

.

Suho tidak tahu harus berkomentar apa tentang runyamnya kehidupan Baekhyun teman kerjanya. Dia pun  baru tahu jika separuh kepemilikan tempat kerjanya ini adalah milik Baekhyun. Yang ia tahu bocah itu adalah pekerja part time yang sangat tergila-gila pada seorang wanita yang ia nikahi, bahkan hanya dia yang diundang di upacara pernikahannya. Dan dia adalah pria yang selalu dicari oleh gadis cantik bernama Park Ji Yeon. Bahkan sampai saat ini. Semenjak pertemuan terakhirnya 2 bulan lalu, Suho pun kesulitan mencari keberadaan Baekhyun.

“ Anda sudah cukup banyak mimun mala mini Nona” Suho menahan botol yang sudah diraih oleh Park Ji Yeon. Saat ini tugas melayani Park Ji Yeon otomatis berpindah di Suho.

“Aku sudah cukup berlatih, aku tidak akan mabuk”  Ji Yeon menarik lagi botol itu.

“ Anda pingsan kemarin malam”

Ji Yeon mendengus kasar. Dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya. Selama beberapa detik ia tidak bergerak namun selanjutnya ia berteriak frustasi.

“ Kemana aku harus mencari tahu tentang keberadaannya? Kemana dia…?” erangnya frustasi.

Suho tahu jika Ji Yeon masih datang ke tempat ini hanya untuk memastikan Baekhyun masih bekerja di malam hari. Namun meskipun hasilnya tetap Nihil. Ia tetap melakukannya. Ia masih berharap mungkin Baekhyun kembali bekerja di tempat ini.

“ Anda bisa beristirahat Nona, anda terlihat cukup frustasi” saran Suho.

Ji Yeon tersenyum, ia menunjukkan gigi putihnya. Ia kembali menutup wajahnya dibalik lengan.

“ Aku hanya ingin bertemu dan berteman dengannya, tapi kenapa ia pergi seperti ini?”

BRUK

Ji Yeon terjatuh, seperti biasa ia tidak sadarkan diri disaat mabuk berat. Suho menghela nafas dan segera menolongnya. Tak lupa ia memanggil beberapa pengawalnya untuk membawa Ji Yeon ke mobilnya.

Sepertinya Ji Yeon adalah pelanggan istimewanya selamanya jika gadis itu tidak segera menemukan pengganti Baekhyun di hatinya.

.

.

Cho Kyuhyun, pria berwajah tampan itu tampak murung. Tentu saja tatapan jengah diberikan oleh Choi Sooyoung. Dia pun juga bertanya-tanya kenapa Sooyeon tidak lagi datang untuk pemeriksaan rutinya. Ini sudah memasuki bulan ke tujuhnya.

“ Dia pergi dan aku tidak tahu harus mencarinya kemana” ucap Kyuhyun.

“ Heoh…mungkin dia menenangkan diri, Bukankah aku sudah menjelaskan dia terlihat stress dan mempengaruhi keadaan janinnya, hanya saja aku mulai khawatir apakah ia melakukan pemeriksaan rutin juga “

Kyuhyun mengambil nafas dalam. Ia menatap Dokter Choi lalu kembali membuang muka.

“ Aku masih tidak habis pikir dengan keputusan yang ia ambil ketika bersama bocah itu. Kenapa ia harus menikah dengan Bocah itu”

“ Saat itu kau pergi tanpa sebab, itulah hal yang harus kau sesali”

“ Ya, aku benar-benar menyesalinya, saat ini aku hanya ingin tahu bagaimana keadaannya, tidak dengan menghilang seperti ini”

Choi Sooyoung tersenyum kecil, ia menepuk pundak sepupunya itu dan memberikan senyumannya.

“ Ada seseorang lain yang mungkin akan membutuhkanmu, Sooyeon pasti akan bahagia dengan pilihannya, kau hanya perlu mendukungnya dan merelakannya, Bukankah kau sedang dekat dengan seseorang? Seorang Hobaemu di SMA dulu? Kenapa kau tidak mengenalkannya padaku Heuh?”

Kyuhyun berdehem kecil. Sepupunya ini memang seseorang yang tidak akan tinggal diam dengan kehidupan asmaranya. Bagaimana ia tahu jika ada seseorang yang mendekatinya? Hal ini pasti akan menjadi berita heboh jika yang mengatakannya adalah Sooyoung.

“ Ini tidak seperti yang kau pikirkan, dia kebetulan membutuhkan bantuanku untuk pekerjaannya”

“ AAaaaah…aku tidak akan percaya padamu Cho Kyuhyun”

“ Terserah” ucap Kyuhyun dingin,

“ Ayolah…ceritakan pada sepupumu ini”

“ Tidak”

“ Ayolah”

“ Tidak”

Sooyoung mengkerut, ia memukul kecil pundak Kyuhyun dan hampir membuat minuman di cangkirnya tumpah. Kyuhyun segera pergi karena jika ia tetap berlama bersama Sooyoung mungkin wanita itu tidak akan berhenti merengek padanya.

.

.

Kyungsoo bisa jadi adalah orang yang paling tertekan setelah melihat beberapa orang yang berhubungan dengan Baekhyun ataupun Sooyeoun tengah kebingungan dengan menghilangnya kedua orang itu.

Saat ini ia masih menjadi stalker sekaligus  penjaga Go Hara seperti yang diperintahkan Baekhyun. Gadis ini adalah seseroang yang special bagi Sooyeon. Ia bahkan harus memberanikan diri untuk kenal lebih dekat dengan gadis ini. Seperti yang direncanakan Baekhyun saat memintanya untuk menjadikan Go Hara sebagai kekasihnya. Mungkin itu cara yang lebih tepat untuk membuat Go Hara tidak lagi menunjukkan wajah sedihnya karena kepergian Sooyeon.

Tapi tunggu, Kyungsoo tidak akan melakukan itu. Ia memulaki gengsi yang cukup tinggi untuk mendekati seorang gadis. Ia hanya melakukannya karena Baekhyun  yang memintanya.

“ Kau lagi?”

Kyungsoo tersentak, ia berbalik dan mendapatI Go Hara telah berdiri di belakangnya. Go Hara menyadari aktifitas rutinnya untuk mengawasi Go Hara. Sedikit berlebihan mungkin namun jam kerjanya di kantor cukup singkat sehingga ia bisa melakukan kegiatan-kegiatan konyol ini atas nama Baekhyun.

“ Ah…Anyeong”

“ Kau selalu berdiri di tempat ini ketika aku akan pergi bekerja, apa kau tinggal di sekitar sini?”

“ Ah…any”

Go Hara terdiam, ia menatap selidik pada Kyungsoo. Sudah beberapa kali ia bertemu pria ini. Di berbagai kesempatan tentunya, dan dengan keadaan yang berbeda Kyungsoo muncul begitu saja. Sebenarnya bukan suatu kebetulan.

“ Kau yang mengatakan bahwa aku tidak perlu khawatir dengan Sooyeon eonni, tapi kau tidak tahu apa yang terjadi padanya, sebenarnya siapa kau?”

Kyungsoo terdiam, ia berdehem kecil lalu membenahi kerah kemejanya.

“ Aku hanya melihat kau terlalu khawatir dan menenangkanmu”

“ Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu, bisakah kau menjelaskannya? Apa kau tahu dimana Sooyeon eonni saat ini?”

“ Tidak”

“ Lalu?”

“ Aku hanya diminta untuk menjagamu”

UPS

Kali ini adalah mulut Kyungsoo yang bermasalah. Dengan berani ia mengatakan tujuannya yang sebenarnya. Membuat ekspresi lain dari wajah Go Hara.

“ Jangan menemuiku jika kau tidak menjelaskan tentang hal ini padaku, aku akan melaporkanmu ke polisi jika kau tidak menjelaskannya”

Kyungsoo mendengus pelan, ia mengambil nafas dalam lalu menarik Go Hara untukmasuk ke dalam mobilnya. Mungkin ia memang harus menjelaskan situasinya pada Go Hara. Hanya menghindari kesalahpahaman keadaan yang sebenarnya.

_MOONLIGHT_

Baekhyun mungkin merasa dia adalah seseorang yang paling beruntung saat ini. Ia terus mengusap perut buncit Sooyeon. Ia sangat mencintai wanita di depannya ini.

“ Tidurlah Baekhyun_ah”

“ Any…tidurlah lebih dulu”

Sooyeon mendengus lalu memaksakan diri untuk duduk. Dia menahan tangan Baekhyun yang mengusap perut buncitnya.

“ Kau baru kembali selarut ini, tidurlah”

Baekhyun menggeleng pelan.

“ Apa kau kesulitan Noona? Aku membawamu sangat jauh dan di tempat yang sempit seperti ini”

“ Jangan memperburuk keadaan, ini memang cukup kecil, namun juga termasuk mewah jika memang kita sedang kabur”

Baekhyun tertawa. Sooyeon benar, meskipun tinggal di kota kecil dia tidak bisa membiarkan Sooyeon tinggal di tempat yang kotor. Dia memilih tempat tinggal yang lumayan bagus di kota ini.

“ Aku tersihir kemewahan pada dirimu, aku kesulitan jika membiarkan perhiasan sepertimu tinggal di tempat yang lebih buruk dari ini”

Sooyeon menutup matanya , ia menatap Baekhyun jengah. Bocah ini sangat pandai membual.

“ Baiklah… kau ingin aku protes tentang tempat ini bukan? Sudah 3 bulan aku tidak menonton program kesukaanku, televisi di tempat ini tidak berlangganan. Aku harus menonton drama di stasiun yang ada” Sooyeon mengerucutkan bibirnya. Mengundang tawa dari Baekhyun.

“ Setidaknya perasaanku lebih tenang dank au semakin gemuk Noona, Kau juga bahagia karena tidak meminum susu ibu hamilmu lagi”

“ Kau memaksaku minum minuman aneh yang diresepkan oleh Halmoni sebelah rumah” protes Sooyeon.

“ Itu sebagai ganti susu ibu hamilmu Noona”

“ Tapi rasanya tidak enak”

“ Aku tahu kau lebih suka bibirku dari pada minuman itu tapi kau harus meminumnya”

Sooyeon melebarkan matanya, bagaimana mungkin minuman itu dibandingkan dengan bibir Baekhyun? Bocah ini mulai membual lagi dan  bertindak mesum.

“ Tidurlah… kau mulai mesum”

“ Aha…kau merindukanku bukan? Akhir-akhir ini kau jarang bermanja padaku”

“ Kau yang selalu bermanja-manjaan Baekhyun” Ralat Sooyeon tidak terima, dia bukan tipe istri yang manja.

“ Lalu kau ingin aku menciummu bukan?”

“ Tidak sama sekali”

“ Putra kita yang menginginkannya, lihatlah..”

“ Tidak, dia tidak suka dicium oleh pria”

“ Dia suka jika Eommanya dicium oleh Appa tampannya”

“ Sudah kukatakan kau semakin jelek dan tidak terurus disini”

“ Aku tetap tampan, penduduk disini masih terpesona padaku”

“ Penglihatan mereka mungkin bermasalah dan merabun , sadarlah jika kau diidolakan oleh Ahjumma dan para Halmoni”

“ Setidaknya mereka adalah para wanita”

“ Aish…kau ini haus kepopuleran”

“ Aku memang tampan Noona, mengakulah…aku juga imut “ Baekhyun mengedipkan matanya beberapa kali ia juga melakukan Aegyonya yang membuat Sooyeon ingin segera menutup mata.

“ Hentikan Baekhyun, ini perdebatan panjang yang membosankan”

CHU

Baekhyun mencium singkat bibir Sooyeon, membuat Sooyeon terbatu, masih seperti itu.

“ Tidurlah… aku akan menjagamu” ucapnya lembut dan membungkam mulut Sooyeon untuk memprotesnya.

Kalimat lembut itu benar-benar membuat hatinya tenang. Dia mungkin mulai mencintai bocah ini.

“ Baekhyun_ah”

“ Hem?” Baekhyun mengusap kening Sooyeon.

“ Saranghaeyo…” ucap Sooyeon lirih.

Baekhyun terdiam, tangannyapun ikut terhenti. Ia melihat Sooyeon lekat dan memastikan Sooyeon tidak ngelindur. Namun hasilnya adalah, Sooyeon sudah memejamkan matanya. Apa  yang ia dengar baru saja hanya bayangannya saja? Apa Sooyeon benar-benar mengatakannya? Mengatakannya untuk pertama kali.

“ Noona, aku ingin mendengarnya lagi” ucapnya lirih.

“ Gomawoo” Baekhyun tersenyum lalu mengecup singkat kening Sooyeon.

“ Aku juga mencintaimu, terima kasih sudah mendampingiku dan ikut dalam kehidupanku, aku benar-benar mencintaimu”

*

*

Do Kyungsoo terlihat terburu-buru keluar dari ruangannya. Ia meminta sekretarisnya untuk mengurus sisa pekerjaannya. Ia harus ke rumah sakit.

Kali ini bukan dia yang harus check up mengenai kesehatannya, mengingat dialah yang memiliki riwayat kesehatan buruk.

“ Apa Nyonya Baik-baik saja?” Pertanyaan itu segera mendarat pada dokter yang bertanggung jawab atas Ny Byun.

“ Kondisinya memburuk”

Kyungsoo mengambil nafas dalam. Dia membungkukkan sedikit badannya saat sang dokter beranjak pergi dari tempat itu. Kyungsoo mengusap wajahnya.

Ini kedua kalinya Ny Byun masuk ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya. Setelah 1 bulan setelah kepergian Baekhyun, Ny Byun mungkin sedikit depresi karena tidak bisa menemukan putranya. Dia terus tertekan dengan keadaan perusahaanya yang terus menurun. Dia tidak bisa menarik kesepakatan tertinggi pada Park Group. Ia juga tertekan dengan kekhawatirannya tentang keadaan putranya Baekhyun. Dia lebih memiliki perasaan sebagai seorang ibu setelah kepergian tanpa berita dari Baekhyun. Dan entah sejak kapan hal itu membuat Kyungsoo merasa bersalah karena tidak bisa membantu untuk mendapatkan info keberadaan Baekhyun.

Kyungsoo memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan dan melihat keadaan Ny Byun. Dia tersenyum ketika mendapati Ny Byun sudah sadarkan diri.

“ Kau memang anak baik” ucap Ny Byun lirih.

“ Keluarga anda adalah keluargaku juga Nyonya”

“ Aku ingin bertemu Putraku”ucapnyalirih, lebih terdengar seperti memohon.

“ Maafkan aku Nyonya, saya tidak bisa berbuat banyak untuk mencari tahu keberadaannya”

Ny Byun menghela nafas, dia terlihat kecewa. Ia merasakan sakitnya rasa kehilangan. Ia mungkin memang tidak pernah perduli dengan putranya semenjak kepergian suaminya. Hal itulah yang membuat Baekhyun begitu membencinya dan tidak pernah menurut padanya. Ia memang tidak pernah memberikan perhatian pada putranya itu. Ia lebih mementingkan perusahaannya dan tidak pernah perduli dengan Baekhyun. Bahkan ia tidak pernah suka dengan tindakan Baekhyun termasuk menikah dengan wanita pilihannya diusianya yang masih mudah. Perilaku Baekhyun sungguh membuatnya frustasi dan geram namun ia sendiri tidak bisa mengatasinya, hanya hal kasar yang ia lakukan untuk memaksa Baekhyun.

Saat ini mungkin ia bisa merasakan kekhawatirannya tentang keadaan putranya. Dia merasa tertekan dengan keadaan perusahaan yang memburuk dan ia yang tidak bisa menemukan keberadaan putranya.

“ Aku merasa buruk untuk meminta putraku kembali, aku hanya ingin bertemu dengannya dan berharap dia bisa memaafkanku Kyungsoo_ya”

Kyungsoo menunduk. Seharusnya Baekhyun tahu Ny Byun mungkin mulai luluh seperti harapannya. Namun dimana dia saat ini?

*

*

Baekhyun berlarian setelah ia sampai di dermaga. Penduduk sekitar memberitahunya jika istrinya tengah dilarikan ke klinik terdekat. Sooyeon tengah berjuang untuk melahirkan putranya.

Wajah gembira mungkin tidak cukup untuk mengeskpresikan kebahagiannya saat ini. Hal yang palin ia tunggu akhirnya tiba. Sooyeon hampir melahirkan putranya. Putra mereka.

Baekhyun terengah-engah ketika sampai di klinik tempat Sooyeon yang tengah berjuang.

“ Kau tunggulah disini, istrimu sedang berjuang” Ucap salah satu Ahjumma tetangga mereka.

“ Aku ingin menemaninya Nyonya So”

“ Sudah ada dokter dan perawat yang membantunya, tenangkan dirimu, aku tahu ini pengalaman pertamamu”

Baekhyun menurut, ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Ia pun tidak bisa duduk dengan tenang setiap mendengar teriakan dari Sooyeon. Ia ingin berada disamping Sooyeon. Namun ia tahu jika tempat ini cukup sempit dan ia harus menurut dan menunggu di luar ruangan. Ini tidak seperti rumah sakit di kota besarnya.

“ Euhhhhh….Euhhhhhh”

“ Terus Nyonya…sebentar lagi…”

Baekhyun terus mondar-mandir, ia sesekali berdiri di depan pintu ruang persalinan dan kembali mondar-mandir di depan ruangan itu. So Ahjumma sudah tidak ingin memintanya untuk duduk karena sudah cukup pusing melihatnya. Begitu juga dengan beberapa tetangganya yang ikut menunggu kelahiran bayi Sooyeon.

Uwekk…uwekkk…..

Baekhyun berhenti mondar-mandir. Matanya benar-benar melebar ketika mendengar suara tangisan bayi. Ternyata apa yang ia lihat di televisi benar-benar ia rasakan, Ini ekspresi yang sama seperti yang ia lihat di televisi. Wajah kebahagiaan yang tak terhingga ketika mendengar suara bayinya.

Ia pun segera menghampiri para perawat yang keluar dari ruang persalinan itu. Memastikan keadaan istri dan putranya.

“ Nyonya baik-baik saja, dan putra anda benar-benar terlahir normal dan sehat” begitulah yang dijelaskan perawat padanya.

Membuatnya bungkam dan tidak tahu harus berkata apa. Kebahagiaan itu membuatnya benar-benar tidak bisa mengungkapkannya. Sementara sorak sorai datang dari para tetangganya. Benar-benar memberinya kebahagiaan yang lengkap.

Ini adalah keadaan dimana ia tidak pernah membayangkan sebelumnya. Hidup jauh dari kemewahan dan tekanan dari lingkungannya. Hidup tenang hanya bersama wanita yang ia cintai dan orang-orang yang ramah dan tidak tahu apa-apa tentangnya. Hidup dengan kesederhanaan namun masih lengkap dengan kehadiran orang yang ia cintai tanpa takut kehilangannya.

.

.

Baekhyun terus menunjukkan senyumnya, bagaimana mungkin senyum itu menghilang disaat kebahagian melengkapinya saat ini. Ia memandangi putra kecilnya dan juga istri cantiknya.

“ Sudah kubilang dia mirip denganku, dia sangat tampan Noona” ucapnya.

Sooyeon tersenyum kecil. Ia sendiri tidak tahu bagaimana caranya ia bisa melewati perjalanan panjang dan sampai pada saat ini, melahirkan seorang putr setampan ini. Keadaan yang tidak pernah ia harapkan sebelumnya, kehidupan rumit yang bermula dari pertemuannya dengan seorang bartender bernama Byun Baekhyun. Kenyataan – kenyataan rumit yang ia hadapi selama beberapa bulan terakhir bahkan disaat kehamilannya. Mungkin terlihat singkat namun selama 10 bulan terakhir kehidupannya telah banyak berubah. Selama itu bocah yang ia benci ini telah menunjukkan begitu banyak hal. Ia menunjukkan bagaimana rasa cinta bisa membuatnya terus seperti ini. Perasaan cintanya yang besar membuatnya melakukan hal-hal diluar perkiraan namun ia sendiri bisa mengatasinya. Kali ini ia benar-benar yakin bahwa mungkin Tuhan sudah merencanakan hal ini padanya.

“ Baekhyun_ah”

“ Hem?”

Sooyeon tersenyum melihat mata Baekhyun yang terlihat sembab. Ia tahu Baekhyun baru saja menangis, mungkin tangisan kebahagiaannya.

“ Aku mencintaimu”

Baekhyun terdiam, ia tersenyum dan tanpa sadar ia kembali meneteskan air matanya. Kali ini Sooyeon mengatakannya dalam keadaan sadar. Sebuah kalimat yang ingin ia dengar dengan segala hal yang ia lakukan. Ia mendengarnya tanpa memaksa. Ia benar-benar mendengarnya dari Sooyeon.

“ Aku lebih mencintaimu Noona, gomawo…meskipun aku menyulitkanmu kau masih bersamaku”

“ Mungkin kau memberiku mantra yang bisa membuatku melakukan itu, aku melakukannya tanpa sadar”

Baekhyun tertawa, ia mencium kening Sooyeon.

“ Sudah kubilang kau memang untukku, Untukku, dengarkan itu”

 

“ Disepanjang hidupku dan semua hal buruk yang kulakukan, bahkan dari awal aku sudah melakukan hal buruk padamu dan memaksakan keadaanmu untuk bersamaku, namun aku tidak pernah menyesalinya. Aku hanya melakukannya dengan rasa cintaku, aku benar-benar mencintaimu hingga tidak tahu harus melakukan hal lain selain mencintaimu, terima kasih untuk kisah ini dan aku ingin kau tetap disampingku sampai kisah kita berakhir. Aku mencintaimu Sooyeon Noona”

 

 

_END_

 

 

 

Hahahaha…ini Endnya dan aku yakin ada yang bilang… ” Gantung” . Farah minta maaf jika endingnya tidak sesuai dengan bayangan atau mengecewakan🙂 Dan nggak sepanjang yang diharapkan🙂 . Untuk kisah-kisah lain yang memang sengaja nggak aku ceritakan jangan ditanyakan ya…cukup bermainlah dengan imajinasi kalian tentang kelanjutan kisah ini dengan pihak-pihak lain selain Jessica dan Baekhyun. Aku cuma menfokuskan sama kisah mereka berdua dan catatan….” Jangan minta Sequel ya>>>>”

Untuk Moonlight tidak akan ada sequel. dan lebih baik aku bikin judul lain dengan eksperimen Cast yang mau aku pairingin sama si Jessica🙂

Terima kasih untuk para Readers…baik yang silent maupun yang aktif coment. Maaf aku nggak selalu balas comentar kalian tapi aku selalu baca, mungkin karena aku jarang akses internet kalau nggak lagi di PC. Soalnya lagi miskin sinyal😦

Terima kasih sangat..sangat…sangat karena sudah komentar dan nambah semagat aku untuk terus bikin FF. Sama lah kayak yang lain, kalau lihat komentar di ff sedikit itu suka sedih dan nggak pede buat lanjut. Makanya lihat komentar yang lumayan bikin aku seneng🙂

Oh ya…Aku cari-cari artikel tentang perayaan ultahnya mbak Jenong sepi banget. Mungkin beberapa waktu lalu aja ada berita tentangnya tapi hari ini sedikit banget. HBD Buat mbak Jenong alias Jessica Jung alias Jung Sooyeon. Apapu itu bagaimanapun kisahmu tapi aku sebagai makhluk awam yang tanpa tahu kenapa menyukaimu tetap mendoakan yang terbaik untukmu, semoga kisahmu baik dan kebahagian selalu menyertaimu, terlepas dari semua hal buruk yang menimpamu tapi aku punya keyakinan kalau kamu mbak Jenong akan sukses dengan kesabaran dan kegigihanmu. Semoga hal baik selalu menyertaimu Jessica❤❤

 

Xie-Xie

69 thoughts on “Moonlight | Eight – End

  1. wow.. udh end,keren bngd.. salut sm author(?) nya *bingung manggil apa*
    Gw kira si jessica bkalan dibawa bunuh diri ama baek *kejam amat imajinasi gw*
    Dh lah,ini keren,suka gw (y)
    Ditunggu ff yg lain

  2. happy ending yeayyyy!! tanpa gangguan mereka bisa bersama sejauh ini. cinta yang begitu besar dan akhirnya dibalas juga😀 ngakak waktu d.o ngomong kalo baek mengatur asmara banyak orang, berasa baek itu pakar di kontak jodoh:3 hara galak bener sama d.o:3 kyu hoobaenya siapa hayooo? btw ny.byun apa kabar?:3 makanya jangan ambisius! next ff KEEP WRITING

  3. Unnieee yaaa~~ suka sama endingnya walaupun kasihan juga sama nyona Byun, ya tapi suka lah sama endingnya. Di sini ga ada scene Baekhyun yang jd psycho ya? Kkk~
    Suka sama cerita ini unn.. terimakasih telah mengembalikan eel BaekSica ku ><❤

  4. HappyEnding yeeayy\=D/ Bener-bener kaya drama feel nya kena banget masalahnya rumit tp engga bikin yg baca bosen pokonya kereeen (y) Udah beneran kaya drama apa lg Ending nya gantung kaya drama-drama korea beneran yg suka enggak jelas ending nya =D

  5. Wah daebakkk..!!! suka sama ni cerita..,,akhir ny jessica juga mencintai beakhyun..
    Buat author ny semagat terus ya buat ff yg lain..

  6. Nice story kak. Kasian Ny Byun nya, tapi gpp. Aku malah puas kalo dia menderita *ketawa evil
    Ditunggu kelanjutan ff kakak yang Love You. Aku tunggu. Dan kakak bisa bikin aku jadi nge ship Baeksica gara-gara ff ini

  7. Uuuhh yaa ampun kak serius aku udah baca cerita ini sampe berulang ulang saking senengnya sama alur cerita yg kaka buat😀 sumpah aku seneng banget kak bagus banget daebak😀. Baekhyun bner” bersungguh-sungguh ke sica unnie. Uuhh udh deh ga bisa komentar lagi hehehh. Kak bkin sequelnya dong kak :’). Semangaatt buat bkin cerita” lainnya yg keren ya kak.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s