[FREELANCE] Find The Way 5

PicsArt_1414822709264

5

Ini adalah sebuah FF berchapter yang didasari pada kisah pengeluaran Jessica dari grup, cerita dibawah bukanlah kenyataan, hanya beberapa pengandaian pada saat Jessica tidak di grup lagi. Jadi akan ada beberapa scene tidak penting yang hanya berupa keseharian Jessica

Judul                                       :           Find the way chapter 5—I miss u, but i dissapoint
Author                         :           Surprisica
Poster designer                      :           Salmah
Main Cast                             :           Jessica Jung
Support Cast              :           Soshi member, LuHan, Kris,Tyler Kwon,                                                                                 F(X) Krystal.
Genre                          :           Friendship, Love, Romance, bit angst.
Rating                         :           PG-13
Length                                    :           Chaptered
Languange                              :           Indonesian
Disclaimer                              :           The cast/character belong to God, themselves, their family, and their company. I just own of the storyline. Please no plagiat or rewrite to respect on me. Enjoy and remember to subscribe.

-)))))(((((-

Jessica masih diam membisu dengan ungkapan Tyler yang sedikit-banyak artinya menembak dirinya.

“ahjussi, jalan!” ujar Tyler memecah situasi aneh antara ia dan Jessica. Tyler sesungguhnya tidak sedang dalam kendali yang baik saat berniat menembak Jessica barusan. Ia sadar, ini bukan saat yang tepat. Belum tepat.

“besok akan berangkat jam berapa ke Seoul?” tanya Tyler lagi, ia mulai khawatir dengan  kebisuan Jessica memikirkan kata-katanya. Tapi Jessica masih tidak bergeming

Suyon-aa?” panggil Tyler, Jessica akhirnya dibuyarkan pada lamunan untuk kata-kata pengakuan dari orang disampingnya itu

“mwo?—-Ah besok. Iya besok!” jawab Jessica agak canggung.

Tut tut tut… Iphone Jessica tiba-tiba menunjukkan ada panggilan dari Yoona, tentu dengan segera Jessica mengangkatnya

nde?”

“Unni, sudah beberapa hari tak mendengar suaramu. Kau sedang tidak di China yah?” ujar Yoona

ani. Aku masih di Hongkong… Tunggu, apa kau ke China?”

“begitulah—ada syuting. Drama baru. Doakan aku unni!” sorak Yoona

omo omo, akhirnya Im Actrees kembali kkekkkekke. Ohya, sampaikan salamku pada Luhan atau Kris jika kau bertemu!” ucap Jessica pelan, tidak ingin Tyler mendengarnya

“yaakk! kau akrab dengan mereka? lagipula, aku tidak mungkin bisa bertemu dengan  mereka. Mana boleh manager oppa mengizinkan trouble maker perusahaan bertemu dengan kami”

“ish, kau menyindirku? yakk! Awas kau!”

“ani. Bukan begitu. Kau bukan pembuat masalah unni—”

“yah, kau memang tidak mungkin bisa bertemu Kris atau Luhan.  Aku saja, hari itu dihadang dua preman  perusahaan untuk tidak masuk ke dorm kalian” seru Jessica tanpa pikir panjang

“apa? jadi unni datang ke dorm kami hari itu? Tapi dihadang preman?? Kenapa unni tidak bilang?! Hyoyeon jadi salah sangka. Dia bahkan sekarang mengumumkan diri sebagai musuh utamamu”

“bukannya aku tidak mau menjelaskan. Hanya saja aku terlalu sakit hati dengan perlakuan perusahaan. Sungguh! Jelaskan pada Hyoyeon kalau begitu”

“baiklah. Tapi jenguk aku disini sekali-kali yah?! Ohya, kenapa unni menghapus semua fotokami di weibo?”

“cih. Itu lagi! Hanya ingin menghapusnya. Lagipula, foto Yoonsic belum kuhapus kok. Atau haruskah aku menghapusnya?”

“ish, unni sudah melupakanku apa?”

“kau mulai cerewet sih. Ah ne, Aku akan menjengukmu secepat yang kubisa Yoongie”

jinjja?? aku tunggu unni. Sudah dulu, aku harus istirahat. Beberapa jam lagi  scene ku dimulai lagi. Jaljja Sica unni! Unni, besok video musik kami rilis. Aku harap kau baik- baik saja”

“kau ingim pamer? Sudahlah. Tidak lama lagi aku mungkin akan menyusul kalian . istirahtalah! Bye Yoong!” jessica tersenyum menyudahi perbincangannya dengan Yoona. Ia memang merasa bahagia ketika bersama Yoona sejak masih di Soshi. Dan kini ia bersyukur bahwa ia dan Yoona tetaplah seperti yang dulu. Jika sudah begini, Jessica sangat rindu—rindu dengan semua kenangan lama. Dan disitulah ia akan merasa sedih se-sedih-sedihnya.

+++++++++++

Setibanya di Seoul, Jessica kembali pada rutinitas manusia biasanya. Hari ini ia bangun siang dan mendapati Krystal baru tiba dari syuting Film Pendeknya

“anyyeong Soojung unni!” goda Jessica mencoba aegyo kepada adik satu-satunya itu, Krystal yang sedang kelelahan itu dibuat terkejut dengan kedatangan unni-nya yang tidak ia sangka

“kenapa unni pulang? Yaaaah  jatah  makan malamku akan berkurang jika begini” balas Krystal bercanda, Jessica menjitak kepalanya pelan

“ah ne unni, EXO menitip salam untukmu. Red Velvet juga. memberku juga!” seru Krystal ketika ia sudah duduk disamping kakaknya

“jangan mencoba berbohong!”

“sungguh… ah aku beruntung punya unni yang cantik dan disukai banyak orang”

“cantik? Ah, aku tidak bisa memungkiri bagian itu. Tapi disukai banyak orang? Itu fitnah. Buktinya di sosial media, semuanya menghinaku!”

“tapi lihat! Akun instagram mu  mendapatkan pengikut sejuta hanya dalam 58 hari. Rekor! Daebak!” puji Krystal

“penggemarku memang luar biasa. Aku tidak percaya mereka bisa se-loyal ini”

“aku cemburu!” selah Krystal mem-pout-kan bibirnya membuat Jessica harus menoyor kepala adiknya itu pelan saking kesalnya dengan gaya manja si adik

“biar bagaimanapun, kau jauh lebih baik dibanding unnimu ini. Kau juga hebat sudah mencapai setengah juta pengikut hanya dalam beberapa hari. Daebakk!” Jessica balas memuji adiknya

“ohya Sujong, member EXO yang termuda itu—siapa namanya? Dia tampan sekali. Aku merestui dia denganmu!” ujar Jessica lagi mengganti topik

“maksudmu Sehun? Ani ani, aku tidak tertarik. Dan yakk! Kau masuk berita internet kemarin. Kau ditemukan sempat bersama Kris dan Luhan di bandara. Ckckck, rakus sekali dirimu unni”

“Jinjja? Maksudnya rakus bagaimana? Apakah heboh di internet?”

“heboh sekali. Kau sebenarnya mau yang mana satu? Jangan rakus mengambil keduanya. Ambillah salah satu. Kris apa Luhan?”

“dua-duanya cute. Hei, mereka hanya temanku kok!”

“heh, jangan katakan rumor unni dan Tyler oppa itu benar. Jangan samapai unni!”

“kenapa memangnya? Apa Tyler terlihat buruk? Jika saja ia tidak seperti kakak kandungku sendiri, mungkin aku menerimanya sebagai pendamping. Dia pria yang baik!”

“terserah kau  saja. Lebih baik pilih Kris atau Luhan. Atau jadilah perawan tua seumur hidup!” Krystal bangkit dari duduknya dan memasuki kamar untuk beristirahat.

“kaulah yang sebaiknya segera memiliki kekasih!” teriak Jessica membuat Krystal yang sensitif soal kekasih harus segera merebahkan dirinya di kasur dan menutupi telinganya dengan bantal.

Jessica kembali menikmati dunia heningnya sendirian. Untuk menghibur diri, ia mulai berselancar di internet. Seperti biasa, ketika memasukkan kata kunci namanya di forum idola kpop, ia pasti akan mendapatkan beerapa cemoohan. Mengapa begitu sakit? Padahal ia sudah sering mengalami yang seperti ini. Menyebalkan.

“sudah waktunya kau mencari pendamping hidup!” appa Jessica tiba-tiba muncul di ruang TV dimana Jessica sedang bersantai

“aish, mengapa setiap orang memintaku mencari pendamping hidup? Itu tidak akan mudah appa!” tegas Jessica memelas

“ani. Itu mudah saja ketika kau sudah memiliki niat. Terlebih dengan posisimu saat ini. Pria mana yang tidak jatuh hati?” tandas appa-nya

“ahh, molla. Bahkan beberapa penggemarku sudah meminta untuk aku menikah juga. kurasa ini belum tepat. Aku masih ingin bernyanyi leh lama dulu, barulah menikah. Bagaimana menurut appa?”

that sounds NG!”

“aku masih ingin bernyanyi pokoknya!” seru Jessica lagi

“bernyanyi akan lebih indah jika kau memiliki seorang pendamping” Tuan Jung  bersikeras

“appa tau darimana?”

“sudahlah, tidak penting. Intinya appa akan mencarikan seorang pendamping untukmu. Kurasa Tyler adalah orang yang tepat!” tegas tuan Jung membuat anak sulungnya membulatkan mata sempurna

“tidak akan Jessica biarkan itu terjadi, appa. Yakk! Kenapa appa mendadak ototriter begitu?” protes Jessica keras

“appa yakin kau akan bahagia dengan Tyler Kwon”

“tidak sebagai pendamping. Teman adalah pilihan yang lebih  bijak untuk disandang Tyler Kwon untuk membahagiakanku. Seperti saat ini!”

“kau hanya belum merasakannya, anakku! Cinta itu tidak memandang fisik, status. Apapun itu. Ingat kata appa, kau hanya belum merasakannya!” tutup sang ayah  membuat  eomma Jessica yang baru kembali dari mini market tergugah rasa ingin tahunya tentang perdebatan anak-appa itu

“apa yang terjadi disini?” ujar eomma Jessica seraya meletakkan belanjaan di meja. Jessica latas menarik tangan sang ibu untuk menjadi tempat mengadu

“appa ingin menjodohkanku dengan Tyler, eomma!” adu gadis dewasa itu manja seperti seorang bayi kecil

“yakk! Jangan menjodhkannya! Biarlah Jessica mencari pria-nya sendiri” bela nyonya Jung pada anak sulungnya itu.

“tumben sekali eomma berada di pihakku?” Jessica bergumam kecil. Heran dengan sang ibu yang tiba-tiba tak sepaham dengan sang appa.

“oh, jadi kau lebih suka jika eomma membiarkan appa-mu menjodohkanmu dengan Tyler yang tidak ada tampan-tampannya sama sekali itu?” Nyonya Jung mulai murka, Jessica tertawa terbahak-bahak merasa Tyler terlalu direndahkan begitu, tuan Jung ikut tetawa

“yakk! Eomma! Kau kasar sekali!”

“apa aku salah? Lihat saja bentuk dahinya yang tidak jelas itu. Belum lagi mulutnya yang agak maju. Hiih, walaupun ia anak yang baik, aku tetap menolak ia dinikahkan dengan putriku!” tambah nyonya Jung masih berapi-api

“yak yak! Apa kau hanya melihat fisik saja? Tyler itu manis juga!” Tuan jung masih membela Tyler, walaupun agak setuju dnegan perkataan  no-filter istrinya barusan

“manis dari Hongkong? Ah, aku lupa dia memang tinggal di Hongkong yah. Tetap saja, ia tidak pantas dengan anak kita!”

Jessica yang mulai mengalami gangguan pendengaran akan kedua orangtua-nya itupun memilih beranjak dari tempat itu, meninggalkan kedua orangtua-nyayang  masih ber-adumulut disana.

Jessica memilih duduk di balkon  rumhnya sembari memandangi rerumputan hijau taman milik keluarganya yang sudah mulai tumbuh liar kembali. Ia bingung dengan gejolak didasar hatinya. Ia ingin menangis untuk sesuatu yang ia sendiri tak mengerti. Terkadang rasa sepi membuatnya merasa hancur. Tapi ia sadar ia tak  bisa begini terus. Ia harus berusaha yang terbaik untuk penggemarnya, ia harus terlihat bahagia. Sama seperti event ulang tahun yang diadakan fans-nya besok. HAPPY TOGETHER. Berbahagia bersama. Seringkali, penggemar menjadi sangat menyentuh dari siapapun di dunia ini bagi Jessica. Ia harusnya bersyukur sudah memiliki mereka. Tapi, Jessica masih merindukan membernya. Namun lebih daripada itu, rasa sakit hati-lah yang lebih mendominasi. Hari ini, video musik Soshi perdana tanpa dirinya telah diluncurkan, beragam komentar baik telah menyebar di seluruh sosial media. Sejak tadi, Jessica berusaha menahan diri untuk tidak menonton video musik yang sempat ia siapkan bersama member yang akhirnya disiapkan ulang akibat mereka telah mendepak dirinya dari grup.

Tapi Jessica terlalu penasaran hingga akhirnya Jessica menonton vide musik itu juga, Catch Me If You Can. Perasaan Jessica semakin sakit, namun ia tidak mungkin membiarkan dirinya sendiri semakin beradu dengan kesakitan. Ia berusaha bertahan menonton setiap detil hingga akhir. Satu yang pasti, tanpa dirinya di sana, ia merasa video musik itu tidak ada istimewanya sama sekali. Benar! Sama sekali tidak ada yang spesial

MV mu tidak menarik sama sekali!’ Jessica mengirimkan text untuk Yoona yang sedang sibuk syuting di China sana. Selanjutnya Jessica masuk ke kamarnya, lalu menelpon Luhan yang baru saja mengirim teks untuknya bahwa ia sedang di Korea hari ini

“benar, kau di Seoul?” tanya Jessica pada Luhan di seberang telepon

“april MOP! Aku bohong, haha” teriak Luhan

“omo!! ish, dasar!”

“wah, aku merindukan suaramu, nuna!”

“mengapa semua orang merindukan suaraku yah?” Jessica berbangga sendiri

“kau memang sosok yang sebaiknya diruindukan!”

“setuju untuk itu!” sorak Jessica, namun tia-tiba obrolan mereka diganggu dengan kedatangan Krystal

“unni, ada yang ingin bicara” seru Krystal menunjukkan layar Iphone nya pada Jessica. Terlihat sedang tersambung panggilan dengan…

 

Seohyun!

Jessica agak terkejut, namun tidak terlalu. Ia tahu, Seohyun bukanlah gadis bersifat buruk yang mustahil memusuhi Jessica, yang akhir-akhir sebelum pengeluaran Jessica sangat dekat dengannya.

“sebentar Luhan, ne?” Jessica pamit menelepon pada Luhan, ia meletakkan iphone miliknya dan meraih iphone Krystal

“nde? Yoboseo?”

“Unni, aku merindukanmu!” suara Seohyun  merendah kemudian terdengarlah suara terisak Dari gadis itu. Mendengar suara tangisan membuat airmata Jessica ikut jatuh. Ia tahu, Seohyun memang mudah menangis, dan karenanya Jessica menjadi mudah menangis juga.

“aissh, nado! Maknae-yaa jangan menangis lagi. Jeball!” perintah Jessica terseduh-seduh.

“mian unni” Seohyun  diseberang telepon segara mengusap airmatanya

“Sica-yaa!” kini suara Sunny yang terdengar, Jessica kontan menutup mulut menahan isakannya lagi. Sungguh, ia merindukan ratu sok imut itu

“sunkyu!!!” ujar Jessica lirih

“Sooyung disini!” teriak Sooyoung serak akibat ikut-ikutan menangis

“ah, Sooyoung!” Jessica kembali tersentuh. Mengapa mereka tiba-tiba menelepon? Jujur, Jessica tak mengerti.

“aku merindukan mu!” kini terdengar suara Tiffany

“aku juga sangat.. sangat..!” kali ini Yuri yang terdengar

“mari bertemu suatu saat!” selanjutnya adalah suara Taeyeon. Jessica semakin tidak mengerti dengan semua ini. Telah menyesal-kah mereka mendepak dirinya dari grup? Tapi mereka tak meminta maaf. Sungguh, Jessica tidak bisa mrnghapus rasa sakit hatinya bahkan dengan kemanisan mereka kali ini. Mengapa mereka bertingkah seolah tidak ada aapa-apa? harusnya mereka minta maaf atau mengemukakan ke semua orang bahwa mereka semua memang telah mengeluarkan Jessica. Harusnya mereka meluruskan pernyataan SM tentang Jessica yang katanya telah meminta untuk keluar sebelumnya. Jessica tidak habis pikir. Tidak ada keadilan sama sekali

“Sica-yaa, kenapa diam? Aku tidak tahu kalau hari itu rupanya kau sudah didepan dorm. Aku merasa bersalah. Yoona baru memberitahu-ku semalam. Maafkan bodyguar itu yah!” suara Hyoyeon menggantikan keheningan telepon

“tidak papa. Ngomong-ngomng kenapa menelepon? Maksudku, Aku memang merindukan kalian! Tapi, apa menurut kalian ini wajar? Setelah membuatku seperti ini, kalian tiba-tiba berlagak manis seolah tidak ada yang terjadi. Kalian tidak mengreti apa yang aku rasakan?” sarkastik Jessica tiba-tiba. Ia memberi isyarat tangan untuk memyuruh Krystal pergi. Krystal yang tidak tega dengan kesakitan Jessica itupun harus menurut, memberikan kakaknya privasi untuk bicara

“yang lalu biarlah berlalu” Yuri yang kadang tolol membalas perrtanyaan Jessica dengan mudahnya. Jessica semakin menggeleng frustasi tidak percaya dengan jawaban itu. Jessica mengusap airmatanya untuk lebih menguatkan diri

“jadi apa alasan kalian megeluarkanku?” kali ini suara Jessica meninggi

“ka. Ka. karena kau agak malas latihan” Sooyoung menjawab takut

“bukankah kalian sudah tahu aku seperti itu sejak dulu!? Kenapa tidak mengeluarkanku saja sejak jauh-jauh hari? Tunggu, jika aku  malas berlatih, aku harusnya sudah ketinggalan, tapi buktinya aku bisa menghafal lagu dan gerakan bersamaan dengan  kalian. Aku tahu, ini karena perusahaan ku yah kan?” Jessica semakin dibakar gejolak sakit hati

“iya benar. Kau tidak konsisten dengan kesepakatan awal bahwa akan tetap fokus pada Soshi. Buktinya kau lebih fokus pada Blanc!” ujar Tiffany

“itu karena kalian yang tidak mau memberiku waktu sedikit lagi. Aku baru melakukannnya, aku baru berusaha menyeimbangkannya. Tapi belum genap sebulan, aku sudah dikeluarkan! Kalian pikir itu adil? Adilkah?”

“kami tahu harusnya memberimu waktu sedikit lagi, . Tapi perusahaan-lah yang lebih ingin mengeluarkanmu. Mereka pikir, waktu sbeanyak itu sudah sangat lama untukmu bisa menyelaraskan aktifitas, lagipula Mereka takut semakin banyak artis-nya yang akan merancang bisnis sepertimu. Itu akan mengganggu dunia keartisan. Dan mereka memilih bertindak tegas padamu, Jessica! Agar tidak ada lagi Blanc&Eclare yang lainnya!” tutur Taeyeon

“jadi harusnya mereka tidak menyetujui bisnisku sejak awal! Aku tidak mengerti semua ini. Kenapa ini semua terdengar mudah bagi kalian? Kalian tidak tahu betapa hancurnya aku saat itu. Tidak ada lagi rakyat Korea yang ingin melihatku lagi, kecuali segelintir yang  bisa disebut setia. Jujur, Aku merindukan kalian, tapi aku lebih kecewa lagi. Annyeong!” Jessica mengakhiri kalimatnya, ia menutup telepon dan kemudian jatuh terduduk di lantai. Dipukuli-lah dadanya berkali-kali berusaha menpis sesak, ia melirik Iphone miliknya yang tergeletak tak jauh—masih menyambungkan telepon dengan Luhan.

Tepat, Luhan mendengar semua pembicaraan Jessica.

“Luhan, aku akan tutup!” ujar Jessica masih sesak. Tanpa menunggu respon Luhan dulu, Jessica sudah  memutus teleponnya dengan Luhan. Kini, Jessica sendirian menghabiskan rasa kecewanya. Ini tidak akan adil sampai akhir. Mengapa mereka tidak memiliki nada bersalah sama sekali?

To Be Continued

Aduh, nggak tega sendiri sama tulisan ini buat My Sica. pokoknya seperti biasa, maafkan typo dn kalimat absurd tak terdefenisi serta bagian-bagian aneh lainnya. Akhirnya, jangan lupa komentar!

Makasih!

23 thoughts on “[FREELANCE] Find The Way 5

  1. Ff nya bikin sedih huaaa:”(
    Aku bayangin posisi sica unnie pas itu
    Jangan sampek jadian sama tyler
    Huhuhu
    Sama kris ato luhan oppa aja deh
    Keep writing ya thor^^
    Fighting^^

  2. mereka pada nelpon, huuaaaa tapi masih sedih ikutan sakit ikutan kecewa. tyler muluuuuu, appa sicaeon apaansih?-_- tumben eomma sicaeon beda pendapat. what gaada tampantampannya? hahaha truee:3 bagusan juga lukris kemana-mana daripada si jidat lebar-_- luhan tadi denger semuanya? sicaeon tenang aja kami ada padamu:’D next chap KEEP WRITING!!

  3. Peluk eommanya sica unnie~ tyler emang nggak cocok sama sica unnie,saya sebagai fans aja ragu dan khawatir,hhe
    Unnie,you’re so lucky lukris dukung banget..aahh menyenangkan🙂
    aku juga belum berani liat mv/live show soshi setelah keluarnya sica unnie,masih nyeri.hha lupakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s