[Freelance] Indestructibe (1)

l

 

Title: Indestructible

Author: S. AP

Rating: PG-13

Length: chaptered

Genre: romance, sad

Main Cast: Jessica Jung | Kim Myungsoo

Support Cast: find them by yourself

Poster: by https://cafeposterart.wordpress.com/the-bartender/l-joo-bekey/ http://cafeposterart.wordpress.com/

 

 

🙂 Happy Reading🙂

 

Seoul, banyak orang yang menganggap Seoul adalah kota yang indah, yaah… tentu saja, suasana pagi ini cukup cerah untuk dinikmati cukup indah untuk memulai hari yang baru. Begitu juga dengan pasangan kekasih yang sedang menghabiskan waktu ditaman ini.

“Chagi” panggil seorang namja berwajah tampan disebelah yeojanya

“hmm.. wae oppa?” jawab yeoja itu denagn senyum semanis mungkin

“I have something for you” yeoja berambut coklat dengan wajah yang mirip barbie yang duduk tepat disebelahnya sudah berbinar-binar. Tak sabar menunggu apa yang akan diberikan namjachingunya padanya.

“Chocolate, Sica-ah” Sica atau lebih tepatnya Jessica Jung. Itulah nama yeoja yang saat ini bersama Kim Myungsoo, namja berambut hitam dan berwajah tampan yang duduk disebelahnya. Yeoja bermarga Jung itu tampak menunjukkan ekspresi tidak suka. Terlihat dari kerutan alis di dahinya.

“waeyo chagi?” Myungsoo kebingungan dengan ekspresi Jessica yang mengerutkan alisnya, tak biasanya Jessica mengerutkan alisnya saat Myungsoo member hadiah seperti sekarang ini. Berpikir sejenak.. apakah dia kurang romantic saat memberikan hadiah ini? Apakah kurang mahal? Ataukah mereknya jelek? Myungsoo masih berpikir hingga tak sadar Jessica sudah memanggil namanya berulang kali.

“apa kau benar namjachinguku? Apa kau tidak peka? Aku mengerutkan alisku karena aku tidak suka jika kau selalu memberiku coklat. Apa sekarang kau beralih bisnis menjadi pengusaha coklat oppa? Arrgh… benar-benar” Jessica menghembuskan nafas kasar, ahh… Jinjja.. Myungsoo harus benar-benar peka sekarang.

“dan… ada satu hal lagi yang harus kau ketahui. Berat badanku naik 2 kg gara-gara kau selalu memberiku coklat oppa, apa kau tidak sadar aku semakin gemuk akhir-akhir ini?” melongo, mendengar ocehan Jessica yang sekian banyaknya membuat Myungsoo ingin menutup telinganya rapat-rapat aah.. ani, malahan Myungsoo ingin diomeli terus-menerus oleh Jessica. Mungkin terlihat aneh tapi itulah kenyataannya, pribadi Jessica yang cerewet, selalu ceria dan tidak pernah menunjukkan kesedihannya pada orang lainlah yang membuat Myungsoo sangat mencintai Jessica. Sangat..sangat.. mencintainya.

“umm… benarkah?”

“yak!! Aku benar-benar marah padamu sekarang” seraya melangkahkan kakinya berjalan menjauhi Myungsoo yang masih duduk di bangku taman

 

GRAPP….

 

Jessica tersentak dan langsung membalikkan badannya menghadap Myungsoo yang kini tengah menatapnya dengan errr… entah itu seksi atau apalah.. Myungsoo menarik lengan Jessica, menatap Jessica lekat-lekat lalu memajukan badannya hingga tak ada jarak diantara mereka berdua. Tampak dari wajah Jessica yang semakin gugup, berkali-kali Jessica mengalihkan pandangannya gara-gara tatapan Myungsoo yang seakan-akan menguncinya hingga Jessica tak bias berkutik.

“apa kau benar akan meninggalkanku?” Myungsoo semakin mengeratkan tangannya di pinggang Jessica seperti predator menangkap mangsanya *alay,tamparreader dia juga memajukan wajahnya hingga tersisa mungkin… 1 inchi dari wajah Jessica. Nafas Jessica semakin tak karuan, pertanyaan dari Myungsoo masih belum dijawab, Jessica masih gugup untuk menjawab pertanyaan Myungsoo.

“aku akan menahanmu dirumahku jika kau mengatakan hal itu lagi” lagi-lagi Jessica terperangkap dalam pesona Myungsoo, Jessica langsung memundurkan wajahnya dan mendorong Myungsoo untuk menjauh darinya. Aishh… namja ini selalu membuat Jessica tersenyum.

 

Jessica menarik sudut bibirnya menjadi sebuah senyuman. Melangkahkan kakinya maju mendekati Myungsoo, dengan sigap diraihnya tangan Myungsoo. Menggandenganya dengan erat, Myungsoo ikut tersenyum melihat tingkah Jessica.

“katakan, apa maumu chagi?” ucap Myungsoo sambil mengeratkan tangan Jessica.

“ddeokbokkie” Myungsoo menghentikan langkahnya dan menatap heran yeoja itu. Selama 1 tahun bersama Jessica baru kali ini Jessica menolak coklat pemberiannya dan meminta sebuah ddeokbokkie? Hanya ddeokbokkie?

Konyol..

 

‘ohh.. apakah kau harus meremehkan ddeokbokkie super lezat, hanya karena harganya yang murah? Dasar namja’ batin Jessica, ia menarik tangan Myungsoo tanpa memperdulikan tatapan-tatapan horror yang Myungsoo tunjukkan padanya.

 

Setelah beberapa menit menyusuri jalanan Seoul, akhirnya mereka sampai didepan sebuah bangunan yang menjual makanan lezat yang banyak digemari para remaja.. yaa.. ddeokbokkie. Tapi sepertinya Myungsoo masih melongo, tak percaya yeojanya yang sangat cantik dan elegant itu mengajaknya kemari. Lagi-lagi Jessica menarik tangan Myungsoo, merekatkan jari-jari tangannya pada Myungsoo.

 

***

 

Nyum… Nyum… Nyum…

 

Jessica melahap ddeokbokkie-nya dengan lahap. Hingga tidak tersisa, bahkan ini adalah mangkuk ke-2 yang Jessica pesan. Myungsoo sejak tadi hanya menatap Jessica dengan tatapan aneh sekaligus heran, bagaimana bisa… seorang yeoja sejorok dia!!!… arrgh.. Myungsoo menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Menunggu yeojanya makan seperti ini harus butuh kesabaran ekstra, selain ketidaksukaannya pada ddeokbokkie, menunggu adalah hal yang paling Myungsoo benci.

“kau mau chagi? Aaa….”tiba-tiba saja Jessica menyodorkan ddeokbokkie yang sedang disantapnya pada Myungsoo, sontak Myungsoo memundurkan badannya

“aa..aa.. Ani Sica-ah, makanlah. Aku sudah kenyang” myungsoo meneluarkan jurusnya jika Jessica sudah memaksa seperti ini. Yaa.. Jurus alibi, kkk…

 

FAILED!

 

Jessica tetap menyodorkan ddeokbokkie sambil mengeluarkan smirk andalannya. Ia terus saja menyodorkan tangannya pada Myungsoo hingga tak sadar kursi yang didudukinya miring, dalam sekejap.. Jessica kehilangan keseimbangannya. Alhasil…

 

BRUUK….

 

Mereka berdua terjatuh kelantai. Dan jangan Tanya lagi bagaiman posisi mereka saat ini, tubuh Jessica tepat berada diatas Myungsoo. Kaku.. yaah, itulah yang dirasakn Jessica saat ini. Jessica melihat wajah Myungsoo yang berada tepat didepannya, hatinya berdegup sangat kencang hingga ia takut Myungsoo akan merasakannya.

 

*…………*

 

Myungsoo menatap Jessica, tepat dimatanya. Myungsoo merasakan detak jantung Jessica yang berdegup begitu hebat, ia tersenyum sekilas ‘apa kau segugup ini?’ batin Myungsoo. Tapi tak beda dengan Jessica, jantung Myungsoo juga berdebar-debar. Mungkin ini akan terdengar konyol, tapi setiap mereka melakukan skinship seperti ini jantung mereka berdegup kencang walaupun mereka sudah saling mengenal selama 1 tahun ini. Bagaimanapun juga Myungsoo menyukai moment-moment seperti ini, moment disaat yeojanya kikuk dan terlihat sangat malu didepannya.

“ah.. Jess.. apa kau tidak berniat bangun?” satu kata keluar dari mulut Myungsoo

“uh.. ya, tentu” jawab Jessica dengan muka kikuk

“wuaah.. ternyata kau sangat ringan chagi, tapi cukup membuatku sesak nafas” ucap Myungsoo enteng, mereka kembali duduk seperti tadi. Saling pandang lalu diam, mereka tidak ingin menarik perhatian pengunjung kedai lagi. Sudah cukup memalukan untuk hari ini

 

***

 

“apa yang sedang kau pikirkan?” terdengar suara berat dari arah ruang keluarga

“aah.. a. ani appa, aku sedang tidak memikirkn apapun” jawab sica terbata, Jessica masih dengan wajah polosnya, menghadap arah TV dan masih dengan senyum itu.

“apakah itu namjachingumu? Yang bernama Myungsoo itu?” Tanya tn. Jung menyelidik, tatapan matanya kini beralih ke Jessica. Memperhatikan putrinya lekat-lekat.

 

Sontak Jessica menghentikan aktivitasnya, Jessica berbalik menatap appanya yang kini tengah menatapnya dengan raut muka serius.

“um.. Ne appa” terlihat tn. Jung menghembuskan nafas kasar, dia sudah tahu jika putri semata wayangnya itu memiliki hubungan khusus dengan seorang namja, memang wajar jika diusia Jessica yang mulai beranjak dewasa, memiliki hubungan khusu dengan seorang namja. Hanya saja tn. Jung masih khawatir dengan putrinya, tn. Jung takut jika pada akhirnya hubungan itu hanya akan menyakiti putri semata wayangnya itu. Sekali lagi Ia melihat wajah putrinya yang masih polos.

“bawa dia untuk makan malam bersama besok” Jessica terkesiap, tak percaya dengan yang dikatakan appanya barusan. Apakah mimpi Jessica akan segera terwujud? Mimpi untuk menikah dengan Myungsoo.

“Ne appa” jawab Jessica antusias.

 

Jessica beranjak dari sofa, berjalan menuju kamarnya dilantai atas.

 

Jessica duduk ditepi ranjang, berekspetasi dengan pikirannya tentang acara besok. Selama ini Jessica belum pernah membawa Myungsoo kerumahnya, karena tn. Jung yang overprotective pada Jessica. Jessica mengambil handphonenya di meja kamar, ia kembali duduk di tepi ranjang. Membuka handphonenya, tampak alisnya mengkerut sejenak. Jessica memutuskan untuk mengirim pesan pada Myungsoo.

 

Jessica:

Chagi.. ada berita bagus untukmu.

 

Myungsoo:

Umm.. apa itu?

 

Jessica:

Appa, memintamu untuk datang, makan bersama dirumahku besok malam.

 

Myungsoo senang bukan main, setelah setahun lamanya. Akhirnya tn. Jung ingin bertemu dengannya. Dengan kemampuan mengetik secepat kilat, Myungsoo membalas pesan dari Jessica.

 

Myungsoo:

Nde chagiya… aku akan datang kerumahmu besok, tunggu aku Nde? Saranghae ♥♥

 

Jessica tersenyum puas atas jawaban Myungsoo. Ia menaruh handphonenya kembali diatas meja, berpikir. Terlihat ia mengerutkan alisnya lagi, sedetik kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya. Membuka almari pakaiannya yang berisi pakaian-pakaiannya yang elegant. Jessica memilah-milah pakaiannya, mencocokannya satu persatu

“kurasa ini bagus” terlukis lengkungan manis dari bibirnya. Sambil memegang dress selutut dengan kerah di bagian atasnya ditambah corak bunga yang cukup elegant *kayabajunyaTiffanydiMAMA2014 membuat Jessica layaknya bintang.

 

***

 

Mentari mulai menampakkan dirinya, memaksa semua orang untuk menyapanya. Dengan semilir angin berhembus, cahaya matahari pagi menyelinap diantara korden-korden di kamar Myungsoo.

Sepi… Tak ada orang, kemana Myungsoo?

“eommaaaa… aku pergi dulu ne?” terdengar suara teriakan Myungsoo dari ruang tamu. Mau kemana Myungsoo? Kenapa dia bersemangat sekali?

LOTTE WORLD TOWER DUTY FREE, Myungsoo menghentikan mobilnya. Menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan, Myungsoo turun dari mobilnya. Masuk kedalamnya

 

TIFFANY & CO. Tampak deretan emas dengan kualitas bagus, memanjakan mata para pengunjung yang datang. Myungsoo melihat deretan cincin, berjejeran rapi. Ia memutuskan untuk bertanya salah satu penjaga toko

“um.. bias kau ambilkan yang ini” Tanya Myungsoo sambil menunjuk cincin dengan berlian kecil diatasnya, sederhana dan elegant.

“silahkan” seraya menyodorkan cincin itu pada Myungsoo. Myungsoo menimbang-nimbang sejenak.

“apakah ada yang lebih bagus lagi? Aku ingin desainnya yang elegant seperti ini”

“mungkin ada, oh ini dia. Tinggal ini saja yang tersisa” jawab penjaga tersebut pada Myungsoo. Myungsoo melihat cincin itu, memegangnya. Cincin itu sangat elegant dengan bertabur berlian diatasnya

“baiklah aku ambil yang ini” ucap Myungsoo singkat.

 

***

 

Hari sudah mulai gelap. Namun Jessica masih sibuk mempersiapkan makan malam bersama untuk malam ini.

“Jess.. masuklah, dan segera berganti baju. Biar bibi yang menyelesaikannya” ucap tn. Jung sambil menonton TV diruang keluarga

“aah.. baiklah, aku terlalu bersemangat” Jessica berlari kecil menuju kamarnya, ia segera berganti pakaian dengan yang sudah dipilihnya kemarin malam. Jessica tersenyum kearah kaca yang memantulkan bayangan dirinya, ‘kau beruntung memilikiku tn. Kim Myungsoo’ batin Jessica sambil terkikik kecil.

 

*……….*

 

Sementara itu Myungsoo melaju dengan mobil merahnya dengan cepat, dirasa belum cukup Myungsoo menambah kecepatan mobilnya lagi. Hatinya kini berdebar kencang, ia sungguh menantikan hari ini. Mempersiapkannya dengan matang untuk bertemu tn. Jung, entah terlalu senang atau apa sampai-sampai Myungsoo kehilangan kendali atas emosinya. Pikirannya tak lagi focus pada jalanan yang dilewatinya.

 

CKIIIITTTT…

 

BRUUK…

 

Terdengar suara rem yang cukup keras, diiringi suara sirine yang kian mengeras. Myungsoo mengerjapkan matanya beberapa kali, dilihatnya cincin yang akan dipakaikan pada Jessica nanti. Tapi tenaganya sudah cukup habis, bahkan ia tak kuat untuk sekedar menggerakkan tangannya. Pandangannya kian menggelap, dan kabur. Myungsoo merasa matanya berat..berat dan… Pingsan

 

*…….*

 

CTARR…

 

Suara pecahan kaca terdengar dari kamar Jessica, Jessica segera memunguti pecahan kaca yang berasal dari… oh.. my god, fotonya bersama Myungsoo. Seketika Jessica merasakan hatinya takut sekaligus khawatir, dilihatnya foto itu lalu kembali ia bersihkan pecahan kaca yang masih berserakan tadi. Belum selesai ia membersihkannya, terdengar suara telepon berbunyi.

 

Handphonenya bordering, mau tak mau Jessica meninggalkan pecahan kaca itu dilantai. Jessica mengangkat handphonenya.

 

Jessica:

Yeobboseo?

Terdengar suara gaduh diseberang sana.. hatinya mulai khawatir

 

Yeobboseo, ini ibu Myungsoo. Nak.. apa kau bisa ke rumah sakit Se Yong? Myung… Myungsoo mengalami kecelakaan

 

DEG!!

 

 

 

 

TBC

 

 

 

Gimana? Apakah memuaskan? Ataukah membuat muntah dan mata sakit? Tolong komentarnya oke? Saran dan kritik sangat diperlukan.

11 thoughts on “[Freelance] Indestructibe (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s