[FREELANCE] Bastard (chapter 3)

PicsArt_1429271695915_resized

 

TITLE                 : Bastard [Chapter 3]

AUTHOR             : Surprisica

MAIN CAST       : Jessica Jung,

OTHER CAST    :

  • Kris Wu
  • Oh Sehun (EXO)
  • Luhan
  • Kai Kim (EXO)
  • Im Yoona (Soshi)
  • Kim Taeyeon (Soshi)
  • Jung Yunho
  • Krystal (fx)
  • Lee Hyeri (girls day)
  • Byun Baekhyun (EXO)

GENRE               : Schoollife, Romance, Friendship

LENGTH             : Chaptered

DISCLAIMER    : Each cast is belong to God, Family, company, theirselves, ETC.
I just owner of the art and storyline.

ENJOY

“terimakasih sudah datang, Jessica-ssi!” ujar Sehun yang duduk didepan Jessica tiba-tiba, gadis dingin itu jadi mengernyitkan dahi dengan kata-kata Sehun. Mengapa anak itu mendadak sopan begitu?

“tumben sopan!” sindir Jessica, Sehun hanya membelalak seolah-olah yang barusan terasa bukanlah dirinya. Jessica juga malas membahas lebih jauh. Tubuhnya yang dihukum tadi lebih membutuhkan perhatian saat ini. Lebih membutuhkan perhatian dibandingkan pembahasan Yunho di papan tulis saat ini.

Yoona pun memperhatikan pelajaran dengan ogah-ogahan, Sehun yang kelihatan fokus pun sebenarnya hanya mengkhayal, lain lagi dengan Kris yang fokus pada Taeyeon, Kai sibuk menonton video menari, Luhan dan Taeyeon? Jangan harap mereka akan mengalihkan perhatian dari  penjelasan Yunho.

Mengamati kurang semangat belajar lima berandalan itu membuat Yunho harus melakukan sesutu, maka  ia mendatangi meja murid-nya satu persatu. Dimulai dari Yoona, Kai, Kris, Jessica, dan Sehun. Seperti biasa, Yunho harus melewati adu mulut dengan murid-murid berandalannya itu. Namun Yunho berhasil menaklukkan murid-murid ini dengan membuat mereka bisa paham dengan pelajaran Yunho

“jam istirahat dimulai. Kembali lima menit sebelum bel masuk!” Yunho meninggalkan kelas khusus itu dengan perasaan bangga bisa mengajarkan satu materi kepada ke-7 muridnya itu

“Sehun! Ayo ke ruang menari!” ajak Kai pada Sehun. Sehun melirik Jessica yang masih memijit-mijit betisnya, Sehun menghela napas kesalnya karena khawatir. Kenapa aku harus peduli? Maki sehun dalam batinnya

“baiklah!” Sehun menurut pada Kai. Yoona juga dengan cepat berlari meninggalkan kelas untuk mencari korban bulli-nya diluar sana. Kemudian, dengan sengaja, ia menabrak Taeyon yang kebetulan ada didepannya. Tentu gadis yang ditabrak berteriak protes, namun Yoona tidak peduli. Melihat itu, Kris mendadak marah pada Yoona

“yoona-ssi!!! Apa-apaan kau!” marah Kris, namun sayang Yoona terburu jauh. Taeyeon yang kesal hanya bisa meringisi lengannya yang sedikit sakit

“gwaenchana, Taeyeon?” ujar Kris panikyang  tanpa sadar menyentuh lengan Taeyeon. Menyadari terjadi kontak dengan sosok yang ingin dijauhinya, Taeyeon buru-buru  menepis kasar tangan Kris.

“lepas!” tegasnya seraya meninggalkan kelas..

“bagaimana bisa hubunganmu dan Taeyeon jadi serumit itu?” sergah Luhan membatalkan niat Kris untuk mengejar Taeyeon. Ia memilih duduk didepan Luhan dengan pandangan mata menusuk miliknya

“apa urusanmu?” balas Kris berusaha meredam amarahnya. Tahu sendiri, ia sangat  temperamental.

“hanya penasaran saja. Siapapun tahu kau dan Taeyeon adalah sahabat sejati tak terpisahkan. Dan juga Baekhyun yang menjalani program pertukaran pelajar ke Jepang itu-” jelas Luhan membuat rasa ingin tahu Jessica muncul, ia berhenti dari kegiatan memijit diri sendiri-nya

“kau tidak perlu tahu apapun!” tegas Kris

Tiba-tiba saja, seorang pemuda tampan masuk ke kelas khusus itu dengan senyum mengembang terutama untuk Kris

“Kris Surprise!” sorak pemuda itu membuat Kris menoleh padanya

“Baekhyun!” ujar Kris terkejut seraya menghampiri sosok yang namanya sempat disinggung Luhan itu

“sudah lama sekali, Baek! Apa kau libur?” tanya Kris pada pemuda bernama Baekhyun yang mengenakan seragam berbeda dengan mereka itu

“maaf tidak memberi tahu. Padahal aku meneleponmu semalam yah. Ini kejutan! Aku sudah menyelesaikan program pertukaran pelajar –ku. Sudah genap setahun!” ujar Baekhyun sembari melebarkan lengan yang segera disambut dengan pelukan Kris

“ahaha, welcome back!” ujar Kris.

“hei, Luhan!” ujar Baekhyun ketika melihat Luhan, kompetitornya untuk mengikuti program pertukaran pelajar setahun lalu. Sayang Luhan gugur dan menyisakan Baekhyun yang berhasil ke Jepang untuk prgram pertukaran pelajar tersebut. Luhan mengacungkan jempol untuk Baekhyun

“siapa?” tanya Jessica pada Luhan

“memangnya kau ada mengenal murid disini dengan baik? dia Byun Baekhyun. Sahabat Kris dan Taeyeon. Juara dua umum selama dua senmester sebelum akhirnya ikut program pertukaran pelajar diganti  si Sunday yang dari Jepang itu” jelas Luhan

“baiklah, aku tidak mengenalnya. Tapi satu yang pasti, dia lebih pitar darimu kalau begitu! Tunggu! Taeyeon si nenek-nenek itu bersahabat dengan Kris anak gila itu?” sindir Jessica

“begitulah” jawab Luhan santai

Kembali pada Kris dan Baekhyun yang kali ini membicarakan Taeyeon

“sudah bertemu Taeyeon?” tanya Kris

“nanti saja. Bagaimana dengan hubungan kalian? Masih renggang?”

“yah” jawab Kris santai

“Taeyeon sempat bilang, dia kecewa dengan perubahan sikapmu. Memangnya apa yang terjadi padamu?” tanya Baekhyun pada Kris, Jessica yang diam-diam menganalisa pembicaran mereka sedari tadi tidak  bisa menahan diri untuk menjawab pertanyaan Baekhyun yang satu  ini

“dia sangat liar. Bahkan aku yang notabene adalah yeoja hampir dipukuli tadi. Katanya, ia datang ke sekolah hanya untuk bertengkar loh. Yang benar saja, kan?” Jessica menyela, Baekhyun membelalakkan  mata dan silih berganti memandangi Kris dan Jessica

“yakk! Kau diam saja!” marah Kris membuat Baekhyun tertawa entah karena apa.

“siapa memangnya nama gadis ini? Lucu sekali” ujar Baekhyun membuat Kris mengernyit. Lucu? lucu darimana?

“lucu? Mungkin gila, iya!” seloroh Kris

“akupun tidak mau disebut Lucu. Cih.” Jessica yang kesal beranjak dari duduknya, berusaha mencari kedamaian diluar sana. Ia berjalan menyusuri koridor sekolah, hingga berhenti didepan ruangan menari. Rupanya Kai yang sedang menari didalam sana telah menarik perhatiannya. Ia pun masuk kedalam sana tanpa disadari oleh Kai. Betapa Jessica sangat takjub dengan gerakan tarian Kai yang mengagumkan itu

Setelah Kai menyudahi tariannya, berdirilah Jessica sembari memberi tepukan tangan menggema. Kai tidak tahu harus bagaimana, ia hanya memberikan bungkukannya untuk Jessica. Sambil dengan malu-malu menggaruk tengkuknya

“agak bagus!” puji  Jessica yang sebenarnya ingin mengatakan itu luar biasa, Kai!

“terimakasih. Aku tahu!” jawab kai sambil duduk meneguk air di botolnya

“daripada sok sekolah, kenapa tidak kikut audisi menjadi idol saja?” tanya Jessica, Kai mengangkat bahu agak bingung dengan pertanyaan itu. Ia berpikir sebentar untuk menemukan jawabannya

“oh itu mungkin karena aku masih punya alasan untuk tetap disini”

“Apa alasanmu kalau boleh tahu?”

“seorang gadis. Aku ingin melindunginya!” ungkap Kai dengan mata menerawang

“ah beruntung juga gadis itu!”

“tidak juga karena kurasa dia memenciku. Soalnya dia sangat jutek kepadaku. Dingin. Dan yang membatku tidak tega adalah Walaupun tidak seorang pun ikhlas menjadi temannya, ia tetap saja berpura-pura tidak apa-apa. Kasihan sekali, sunbae! Aku inginmenjadi temannya. Andai dia tidak se-dingin itu” ujar Kai

“siapa?”

“dia seangkatan denganku. Mungkin sunbae tidak mengenalnya. Secara, yah sunbae tahu sendirilah sunbae kan jarang masuk sekolah” ujar Kai sedikit mengejek, Jessica berdecak kesal

“usahakan kau terus melindunginya, oke?”

“haha jadi berlebihan begini” tawa Kai pun pecah yang serta merta membuat Jessica tidak nyaman “eiy, aku ke kantin dululah kalau begitu!” ujar Jessica meninggalkan Kai dengan ruang menari yang bisu. Ia sedang memikirkan gadis yang menjadi alasannya untuk tetap bersekolah itu. Sudah  beberapa hari  ia tak melihatnya akibat kesibukan menyapkan kelas khusus. Kali ini, Kai pun memutuskan masuk ke kelas gadis itu.

Disana tak ada gadis yang ia cari. Padahal, biasanya di jam istirahat begini  ia akan menghabiskan waktu di kelas. Namun, saat ini, Kelas itu hanya dihuni Yeri, Naeun, dan Shinbi yang sedang mengitari meja kosong gadis yang disukai Kai,. Mereka adalah sahabat mereka. Tepatnya, tiga gadis yang berpura-pura menjadi teman gadis itu.

Entah apa yang mereka perbuat didalam sana pada meja gadis itu. Cukup lama mereka meninggalkan kelas, dan saat itulah Kai masuk kesana dan melihat apa yang telah terjadi. Kai menggeleng tidak percaya dengan apa yang ia lihat , ketiga sahabat pura-pura gadis yang disukainya menuliskan kalimat kasar dengan spidol permanent di Meja gadis Kai

BITCH!

SLUT!

PLASTIC!

Kai berusaha menghapus tulisan-tulisan itu, namun seseorang tiba-tiba datang dan menghentikan aktifitas Kai. Sial! Gadis itu! Gadis yang Kai sukai-lah rupanyan  yang datang.

“apa yang kau lakukan di mejaku?” tanya gadis itu heran, Kai tergagap tak tahu harus menjawab apa sampai gadis itu melihat apa yang tertulis di meja-nya.

“apa maksudmu? Apa maumu? Apa kau dendam karena aku selalu dingin padamu? Tapi kenapa dengan cara ini?” maki gadis itu merasa tertekan dengan tulisan  ejekan yang memenuhi mejanya

Krystal! Percayalah, aku tidak melakukan itu. Bukan aku yang melakukannya. Tapi ini perbuatan Naeun, Shinbi, dan Yeri !” Kai membela diri, namun Krystal—gadis yang Kai sukai itu menggeleng tidak percaya

“sekarang kau menuduh teman-temanku?” Krystal sarkastik

“bukan begitu, tapi mereka memang bukan teman yang baik. kali ini dengarkan aku, Krystal. Mereka berpura-pura menjadi temanmu. Sudah banyak hal yang aku perhatikan dan mereka sama sekali tidak bisa disebut sebagai temanmu. Ak-”

Plak! Emosi Krystal memuncak dan akhirnya menjatuhkan tamparan spontan ke pipi Kai yang kokoh

“pergi dari hadapanku!” teriak Krystal sudah tidak tahan lagi, selanjutnya Kai yang bingung harus bagaiman itupun memilih meninggalkan Krystal saja dulu.

Krystal memandang nanar meja-nya. Apa Bully kembali akan menyerangnya seperti saat-saat pertama kali masuk sekolah dulu? Kali ini, satu-satunya yang ia butuhkan adalah Jessica, kakaknya. Satu-satunya orang yang akan mendengarkan dirinya dnegan tulus

***

Agak menyesal Jessica makan di kantin di jam-jam seperti ini. Harusnya ia lebih cepat, karena kini ia sudah mendapati Yoona yang kembali mengehebohkan disini. Telah berlangsung pertengkaran antara Yoona dengn murid ber-level sosial bawahan. Bae Suzy. Lagi-lagi karena alasan sepeleh, Yoona merasa tidak terima dengan Suzy yang menikmati makan siang di meja favorit macan pangyeol high school itu.

“aku tidak tahu itu meja-mu, Yoona!” ujar Suzy ketakutan, Yoona membulatkan mata mendengar kalimat Suzy yang ibformal, ia lantas menjambak Suzy pelan dan berteriak didepan telinganya

“panggil aku, Sunbae! Dasar orang miskin tidak sopan!” iapun melepas jambakannya dan segera membersihkan tangan yang digunakan menjambak dengan sanitizer sambil menghela napas frustrasi

heol! Kau menyebalkan! Orang miskin menyebalkan sekali jinjja!” Yoona berteriak memaki, namn sepersekian detik kemudian ia merasakan jiwanya tumbuh  kembali setelah melakukan ini semua.

Sebelum lebih jauh, Jessica ingin sekali menghentikan aksi Yoona. Tapi lupakan saja, sudah ada Luhan yang tiba-tiba menarik kerah seragam Yoona untuk pergi dari kehebohan ini. Pengurus kantin dengan segera menyelamatkan Suzy dari kepanikannya. Jessica ikut bernapas lega sekaligus kehilangan rasa lapar. Ia memilih kembali ke kelas darpada memaksakan makan.

Sementara itu, Yoona yang tidak terima dengan perlakuan Luhan itupun meronta dilepaskan dan mengadu protes

“apa yang kau lakukan? Kau mengacaukan hariku!” murka Yoona, namun Luhan berpura-pura tidak mau dengar, ia terus menyeret Yoona hingga ke toilet

“apa yang kau mau?” Yoona mulai risih

“jika kau masih berisik, aku akan melakukan sesuatu padamu!” ujar Luhan mengancam, Yoona yang sebenarnya sudah panik masih sok tegas

“kuperingatkan untuk tidak macam-macam Luhan!” tegas Yoona yang semakin memundurkan tubuh akibat Luhan yang terus berjalan mendekat padanya

“jadi apa yang baik dari membulli? Apa kau merasakan sebuah keberhasilan setelah membuat satu orang menangis? Kau tak punya hati yah? Tidak kasian dengan orang-orang yang sudah kau bully? Memangnya kau siapa? Sudah merasa sempurna?” Luhan segera masuk dalam inti pembicaraan, Yoona agak tertegun dengan perkataan Luhan. Ia juga bingung mengapa senang sekali membulli orang miskin

“jawab aku Yoona-ssi!”

“memangnya ini ujian? Suka-suka aku lah, mau jawab atau tidak!”

“baiklah, jadi apa kau akan membulli lagi setelah ini?”

“tentu. Mengapa tidak?”

“Dengar! aku tidak akan segan-segan menciummu dihadapan orang-orang jika kau melakukan tindakan buruk itu sekali lagi!” ancam Luhan

“jangan menakutiku! Karena itu sama sekali tidak menakutkan” jawab Yoona santai

“aku tidak bercanda!” Luhan menaikkan suaranya, matanya menajam. Menunjukkan bahwa ia memang tidak main-main. Kemudian selanjutnya Luhan meninggalkan Yoona yang hanya bisa meledek Luhan diam-diam dari arah belakang sana

“dasar gila!” ledek Yoona diam-diam, tiba-tiba mata sayupnya berubah melotot karena Luhan menoleh lagi ke belakang, bahkan berjalan kearahnya. Ia meraih tangan Yoona. Apa aku akan dihajar? Yoona ketakutan. Namun kurasa ia salah., Luhan hanya ingin menggandeng tangan gadis itu menyusuri koridor kelas. Tak ada kalimat apapun dari bibir keduanya. Namun, Yoona merasa sangat nyaman. Jangan biarkan aku jatuh cinta pada Luhan, Tuhan! Begitu pinta Yona sesaat setelah merasakan kenyamanan berada di dekat Luhan. Jantungya pun berdegup lebih kencang dari biasanya.

**

Kai yang sempat diusir dan ditampar Krystal itu kini tengah mencari Sehun yang tadinya pamit ke apotek. Dan disanalah ia menemukan Sehun. Di kelas lama mereka , tampak Sehun tengah mengobrol dengan  Lee Hyeri.

“aku membuatkan coklat ini untukmu, Sehun!” Kai mendapati Hyeri menyodorkan sekotak coklat untuk Sehun. Sehun pun mau tidak mau harus menerima coklat dari gadis berkacamata sekaligus anak pasangan dokter itu. Hyeri sudah lama menyukai Sehun, tapi Sehun seolah menutup hati untuk siapapun, terlebih untuk gadis se-cupu Hyeri—setidaknya itu menurut Kai

“wah, apa tidak ada untukku Hyeri-ssi?” Kai bersuara

“maaf—”

“ini untukmu saja!” Sehun memberikan coklat itu kembali pada Kai, Kai yang tak enak melihat ekspresi Hyeri yang kecewa itu lantas menjitak kepala Sehun

`        “ini untukmu, bodoh! Ah, Sehun anak ini mengapa semakin tolol saja?” ujar Kai menahan Coklat itu agar tetap dipegang Sehun

“ya sudah. Aku pergi Hyeri!” Sehun menarik Kai untuk kembali ke kelas. Seperti kata Yunho, lima menit sebelum bel, mereka sudah harus berada di kelas. Sungguh, tidak satupun  berani melanggarnya. Tidak ada yang siap dengan hukuman maut Yunho.

Hyeri yang sekali lagi dianggap angin oleh Sehun harus mengelus dada menabahkan hatinya. Ia tidak tahu samapai kapan ia akan berhasil menaklukkan Sehun. Bahkan, tak ada kata terimakasih tadi. Ttapi, sudahlah.

Sementara dalam perjalanan ke kelas khusus, Kai dan Sehun melihat Taeyeon yang bersama Baekhyun masih berkeliaran  tak tampak ada pergerakan untuk segera masuk ke kelas. Mereka tidak bisa membiarkan, seperti kata Yunho, satu untuk semua. Semau untuk satu. Jika Taeyeon terlambat masuk ke kelas, mereka yang lain pasti dikenakan hukuman pula. Jadi lebih baik, mereka menegur Taeyeon. Keduanyan pun berjalan mendekati keduan orang  itu

“Baekhyun! Kau ini menyebalkan! Datang tidak bilang-bilang. Aku menunggu sudah lama sekali!” ujar Taeyeon pada baekhyun sahabat lama yang baru kembali itu. Jangan lupakan fakta bahwa Taeyeon sangat mencintai Baekhyun. Tapi sayang, Baekhyun sampai hari ini masih menganggap Taeyeon sebagai sahabat saja, tidak lebih.

Kai dan Sehun mengehentikan langkah ntuk mendekat

“kenapa kau dan Kris masih bertengkar?” ujar Baekhyun

“kau sudah tahu alasannya, baekhyun! Tidak perlu diungkit!” Taeyeon agak kesal jika membahas Kris lagi

“apa perasaanmu masih sama padaku?” tanya Baekhyun lagi, Taeyeon hanya bisa mengangguk pelan namun yakin

“ayolah, Kris menyukaimu Taeyeon! Aku tidak bisa juga memaksakan perasaanku untukmu, Tae!” ungkap Baekhyun hati-hati, Taeyeon masih diam membisu  mencerna maksud Baekhyun. Ia tidak tahu jika Baekhyun masih saja teguh dengan pendiriannya bahwa ia tidak menyukai dirinya setelah semua perubahan dirinya. Sejenak, Taeyeon  menahan sakit hatinya. Kai menyenggol Sehun isyarat agar ia meneriaki Taeyeon untuk segera ke kelas, namun Sehun menahan diri. Tidak baik mengganggu pembicaraan serius mereka, bukan?

“jadi, karena Kris kau menahan hati untukku, Baek? Bagus sekali! Aku akan bicara pada Kris dan meminta menyatakannya sekali lagi. Dan dengan terpaksa, aku akan menerimanya! Jika itu maumu Baekhyun!” Taeyen pun beranjak, menyisakan Baekhyun yang melongo , ia harus mengejarnya. Akan gawat jika Taeyeon sedang emosi seperti itu. Kai dan Sehun pun mengekor dibelakang karena penasaran dengan apa yang akan terjadi berikutnya.

Di kelas khusus yang baru dihuni Jessica itu mendadak tidak sunyi dengan kedatangan Taeyeon beserta ketiga pemuda lainnya. Taeyeon tidak bersuara, ia hanya diam menanti Kris masuk

“sepertinya tidak ada yang menarik!” bisik Kai pada Sehun. Sehun pun mengangguk setuju. Saat melihat Jessica, Sehun jadi teringat dengan obat anti kram yang sengaja ia beli untuk Jessica di apotek tadi

“untukmu. Karena aku, kau  jadi kelelahan otot seperti ini” Sehun menyodorkan obat itu di meja Jessica. Jessica hanya terhenyak sembari memandang aneh pada Sehun. Apa petir telah menyambar anak ini? Ataukah seseorang memantrai makan siangnya? Sehun mendadak aneh—begitu pikir Jessica

“jangan geer dulu, aku hanya kebetulan ke apotek dan ingat kalian. Ya sudah, kubeli saja!” Sehun berasumsi palsu membuat Jessica percaya saja, selanjutnya Sehun menyodorkan coklat dari Hyeri untuk Jessica

“ini enak!” ujar Sehun

“thanks! Tapi aku sedang diet. Nanti aku kasih Krystal saja” jawab Jessica polos, sembari mengalihkan perhatian pada Taeyeon yang kini tergesa-gesa mendatangi Kris yang baru  tiba dan baru sekian detik duduk di bangku yang berseberangan dengan Jessica itu

“katakan, Kris! apa kau mencintaiku? Apa kau menyukaiku?” ujar Taeyeon. Merasa ada yang janggal, terlebih dengan kehadiran Baekhyun ditengah-tengah kelasnya. Akhirnya, Kris harus berpikir dua kali dengan lontaran pertanyaan Taeyeon tadi

“jawab Kris! Jawab aku!” ingin sekali Kris segera mengakui semuanya. Tapi Kris tahu, Taeyeon masih mencintai Baekhyun. Ini pasti alibi agar Baekhyun cemburu atau agar Baekhyun mengangap Taeyeon sudah melupakan Baekhyun. Atau Taeyeon sekedar ingin mendengar bahwa ia sudah tidak memiliki perasaan untuknya, sehingga taeyeon bebas dengan siapapun termasuk Baekhyun. Begitu pikir Kris

“benar tidak  kau mencintaiku?” Taeyeon semakin mengintimidasi Kris. Ini sudah kelewatan jika dibiarkan, Kris pun masih dibuat bingung.

“kenapa tidak jawab? Cukup katakan Ya, atau tidak!!” tegas Taeyeon mulai menunjukka sisi berbeda darinya. I tampak sangat emosional. Sama seperti Kris yang sudah tak tahan lagi

“yah aku mencintaimu…!” refleks kata-kata yang sedari tadi ditahan Kris itupun meluncur. Semua orang saling pandang. Taeyeon pun harus merasa kecewa dengan jawaban Kris. Baekhyun malah merasa tak tega pada sahabatnya Kris.

Tapi…

“benar! Aku sangat.. sangat mencintaimu,
.
.
.
JESSICA!” sambung Kris sembari menyentuh tangan Jessica yang tengah duduk manis itu. Pikiran yang kalap akhirnya membuat Kris refleks berlutut dihadapan Jessica seraya melumat bibir Jessica dengan tergesa-gesa. Semua yang ada ditempat itupun melotot tak menyangka. Yoona yang baru tiba bersama Luhan itu berteriak histeris. Taeyeon terduduk lemas, bingung dengan perasaan aneh yang kini menguasai hatinya melihat itu. Baekhyun menggeleng-gelengkan kepala tak mengerti dengan maksud Kris melakukan alibi begitu, sedangkan Sehun yang berada tepat dihadapan kedua orang yang sedang berciuman itu tak bergeming, hanya memandang dingin dengan rasa cemburu dihatinya.

Jessica yang kaget pun tak bisa berbuat apa-apa lagi.

See you soon on chapter 4!

()()()()()()

Huwaa, udah nggak bisa dipanjang-panjangin lagi buat yang minta dipanjangin. Maaf HunSica Shipper adi sakit hati deh, tapi ini baru awal loh.  Jadi jangan kecewa dulu. Maaf juga kalau semakin membingungkan. Semua teka-teki akan muncul step by step kalau kata Jessica hehe. Intinya, bagian akhir chapter ini kok yah jadi mirip drama Full House ? *bingungsendiri*. Yaudah lah Akhir kata, berkomentarlah!

57 thoughts on “[FREELANCE] Bastard (chapter 3)

  1. jessica jangan ikut campur masalah org deh kepo bgt kkkkk.kok luhan bisa tau kalau baek udah pulang. Kris serius deh lo buat semua org jantungan karena lo nembak Jessie, Jessie sabar yah gua sama luhan aja teriak histeris apa lagi lo.
    next aku tunggu chingu

  2. Hyaaaaak ice couple . Senang sekali ^^ . Luhan kayaknya suka sama yoona , atau cuma ngasih pelajaran aja sih buat yoona . Hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s